Dalam bukunya "Homiletika" , Dr, H. Rothlisberger mengatakan bahwa keselamatan Kristiani itu indikatif-imperatif dan jangan dibalik . Hal inilah yang membedakan Kekristenan dengan semua agama yang ada Berdasarkan itu pula kita harus mengakui bahwa di dalam Alkitab , teristimewa di dalam Perjanjian Baru , terdapat dua buah kebenaran yang sering-kali kita tidak dapat melihat perbedaannya . Yang pertama adalah kebenaran Tuhan (theon dikaiosune ) dan yang kedua adalah kebenaran manusia (anthropon dikaiosune ). Dalam bahasa Profesor Graig A Evans , pada bukunya "Fabricating Jesus" , kita harus dapat menempatkan iman pada tempat yang benar , dalam arti jangan menempatkan iman pada tempat yang salah . Inipun berkaitan dengan perbedaan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia . Singkat kata , kebenaran Tuhan terletak mutlak pada kebaikanNya kepada manusia , sementara kebenaran manusia terletak pada kebaikan manusia terhadap sesama manusia bahkan juga kebaikan manusia terhadap Tuhan !
"Karena begitu besar kasih Allah akan isi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa , melainkan beroleh hidup yang kekal ." ( Yohanes 3 : 16 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran Tuhan ! Tuhan begitu baik kepada manusia , begitu besar cintaNya kepada kita, sehingga Ia melakukan kebaikan yang luar biasa , dengan membuat karya penyelamatan lewat Kristus , supaya barang-siapa yang percaya kepada karya Kristus , tidak binasa , melainkan mendapat hidup yang kekal . Bukankah ini kebaikan Tuhan kepada manusia dan bukan kebaikan manusia terhadap sesama maupun terhadap Tuhan ? Jadi yang melakukan kebaikan di sini adalah Tuhan dan bukan manusia . Maka dari itu, terkadang kita heran. mengapa ada orang yang tidak percaya bahwa keselamatan manusia itu adalah inisiatif Allah sendiri dalam mengasihi kita dan sama-sekali bukan inisiatif kita sendiri dalam mencari Tuhan .
"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura ! jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik . Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat . Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan . ...Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk ! ...Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang ." ( Roma 12 : 9 - 11 dan 14 , 17 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran manusia ! Dalam hal berbuat baik seperti di atas , bolehlah kita katakan bahwa inisiatif untuk berbuat baik datang dari manusia sendiri . Yaitu kebaikan manusia terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan, menurut kehendak manusianya . Jadi yang melakukan kebaikan adalah manusia, dan bukan Tuhan .Kalau kita memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan, itu adalah kebenaran manusia . Kalau kita rajin beribadah dan bersyukur kepada Tuhan , itupun kebenaran manusia . Kalau kita rajin berpuasa, itupun kebenaran manusia juga . Jadi, segala kebaikan apapun yang kita kerjakan , baik yang kita tujukan terhadap sesama maupun yang kita tujukan kepada Tuhan, itu semua adalah kebenaran manusia, karena kita, sebagai manusia, yang mengerjakannya . Dengan demikian kita sudah dapat membedakan ciri dari kedua kebenaran yang kita bicarakan sekarang ini . Kebenaran Tuhan , adalah kebaikan yang dikerjakan oleh Tuhan dan kebenaran manusia adalah segala kebaikan yang dikerjakan oleh manusia .
Dalam perspektif Injil Kasih Karunia, jika kita tidak dapat membedakan kedua kebenaran tersebut , akan menimbulkan masalah iman , yang oleh profesor Graig A Evans , dikatakan :" Jangan menenmpatkan iman pada tempat yang salah ." . Dalam kaitannya dengan keselamatan Kristiani yang indikatif-imperatif , maka kebenaran manusia masuk ke dalam bentuk suruhan (imperatif) , sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam bentuk berita (indikatif). Dalam kaitannya dengan pembagian pesan , maka kebenaran manusia masuk ke dalam Muatan Pesan sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam Inti Pesan Kristiani. Artinya , apakah kita dibenarkan dan diselamatkan karena kebenaran kita , ataukah karena kebenaran Tuhan ? Kita dibenarkan oleh Allah, apakah karena kita rajin melakukan kebaikan ataukah karena kita percaya pada karya penyelamatan Kristus ? Perhatikan teks-teks Alkitab berikut ini :
" Jika demikian, apa yang hendak kita katakan ? Ternyata bangsa-bangsa lain (maksudnya : kita semua orang percaya yang non Yahudi ) yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran berdasarkan iman ( maksudnya : bukan berdasarkan kebenaran diri sendiri ). Sedangkan Israel , sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidak sampai kepada hukum itu . Mengapa tidak ? Karena Israel mengejarnya bukan berdasarkan iman , tetapi berdasarkan perbuatan ( maksudnya berdasarkan kebenaran manusianya sendiri )" ( Roma 9 : 30 -32 Terjemahan LAI 2002 )
" Sebab aku dapat memberikan kesaksian tentang mereka bahwa mereka sungguh berapi-api untuk Allah, tetapi tanpa pengertian . Sebab oleh karena mereka tidak mengenal pembenaran oleh Allah ( maksudnya : tidak mengenal kebenaran Allah ) dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran diri mereka sendiri (maksudnya : mendirikan kebenaran manusianya ) , maka mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah ." ( Roma 10 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )
Kebenaran manusia adalah segala bentuk amal, ibadah dan kebajikan oleh manusia lewat hukum yang mengatur kita supaya jangan begini dan jangan begitu dan haruslah begini dan haruslah begitu ! Akan tetapi sangat disayangkan bahwa tidak ada seorangpun manusia yang dibenarkan berdasarkan amal, ibadah dan kebajikannya . Mengapa ? Karena Alkitab sudah bersaksi bahwa tidak seorangpun yang mampu melakukan seluruh aturan hukum tersebut . ( band. Yakobus 2 : 10 ). Semua manusia jatuh dalam kutuk ! ( band. Ulangan 27 : 26 dan Galatia 3 : 10 ) . Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3 : 23 ) . Tak seorangpun yang benar , tak seorangpun yang baik ! ( Roma 3 : 10 - 12 ). Sementara, untuk dapat dibenarkan oleh Allah , tidak ada jalan lain selain pengampunan dosa ! Mengapa tidak lewat perbuatan baik ? Karena perbuatan baik kita tidak cukup bahkan jauh dari cukup untuk bisa mengampuni dosa kita. Mengatakan pengampunan dosa bisa diperoleh dari berbuat baik , itu sama dengan menghina darah Yesus . Sebab hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Mengatakan bahwa dengan berbuat banyak kasih , akan menghapus banyak dosa , adalah sama dengan melecehkan darah Yesus , atau setidaknya salah mengartikan teks pada 1 Petrus 4 : 8 . Sebab teks di bawah ini adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib :
"Sebab inilah darahKu, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas ini adalah contoh lain dari kebenaran Tuhan , yang dikerjakan oleh Tuhan ! Tuhan berkehendak menyelamatkan kita melalui karya penebusan dosa yang dikerjakan Kristus di kayu salib . Oleh darah Yesus kita memperoleh pembenaran dari Allah , dan sama-sekali bukan karena amal, ibadah dan kebajikan kita . Tidak ada Kekristenan kalau tidak ada penumpahan darah Yesus di kayu salib . Demikian pula tidak ada Kekristenan kalau tidak ada kebangkitan Kristus . Fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang melahirkan Kekristenan . Mengapa saya bilang "fakta" ? Karena kematian dan kebangkitanNya itu bukan karangan atau dongeng belaka , melainkan benar-benar terjadi di muka bumi ! Sejarah yang ditulis oleh sejarawan masa itu menjadi bukti bahwa hal itu benar-benar terjadi . Demikian banyak manusia yang menjadi saksi tatkala Ia mati di kayu salib . Demikian juga, demikian banyak orang yang menjadi saksi ketika Ia bangkit dari antara orang mati .
Kembali ke Roma 10 : 2 -3 di atas ! Orang -orang Israel yang tidak percaya pada karya salib Kristus, mengira bahwa dengan amal, ibadah dan kebajikan mereka, mereka memperoleh pembenaran oleh Allah . Memang mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah , tetapi tanpa pengertian tentang kebenaran . Disangkanya, dengan kebenaran manusia , dengan kebenaran mereka sendiri , mereka mendapatkan pengampunan dosa ! Sama-sekali tidak ! Bahkan Alkitab mencatat bahwa mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah . Semua orang berdosa hanya dapat memperoleh pembenaran dari Allah , kalau Allah memandang mereka benar . Dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia , memang manusia dipandang benar di hadapan manusia , tetapi tidak di hadapan Tuhan .
"Sebab sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya , maka ia beroleh dasar untuk bermegah , tetapi tidak di hadapan Allah ! Sebab apa yang dikatakan nas Kitab Suci ? Lalu percayalah Abraham kepada Allah , maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya ( maksdunya : hal ia percaya itu ) , sebagai kebenaran . " ( Roma 4 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas berbicara , jika seandainya ( seandainya saja ) Abraham dibenarkan oleh Allah berdasarkan kebenaran manusianya , lewat kebaikan-kebaikan hidup , tentulah ia punya dasar untuk berbangga ! Tetapi tidak demikian ! Sebab , ia dibenarkan bukan berdasarkan kebenarannya sendiri , melainkan melalui pembenaran oleh Allah berdasarkan imannya . (band. Kejadian 15 : 6 ). Pada tulisan saya "Apakah perbuatan baik berkontribusi pada keselamatan ?" , sudah saya jelaskan bahwa jikalau kebenaran manusia itu terletak pada amal, ibadah dan kebajikan yang dikerjakan oleh manusia, maka kebenaran Allah terletak pada Kabar Baik , kabar keselamatan , yang diberikan oleh Allah lewat darah Kristus . Mengapa selalu saya ulang-ulang ? Supaya kita selalu ingat bahwa pembenaran oleh Allah itu hanya bisa kita terima kalau dosa kita diampuni . Sementara dosa kita hanya dapat diampuni lewat darah Kristus, dan tidak bisa dari kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan ! Mari kita ingat kembali ucapanNya pada Matius 26 ; 28 lalu kita bandingkan dengan ucapan rasul Paulus di bawah ini :
" Aku tidak menolak kasih karunia , sebab sekiranya ada kebenaran menurut hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ( Galatia 2 : 21 Terjemahan LAI 1987 )
Tuhan Yesus berkata bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa (Matius 26 : 28 ). Rasul Paulus berkata , kalau sekiranya kita dapat dibenarkan melalui kebenaran manusia dengan amal-ibadah dan kebajikan kita sebagaimana tuntutan hukum Torat , buat apa darah Yesus harus ditumpahkan ?! Jadi kalau ada orang menilai bahwa teologi rasul Paulus bertentangan dengan ucapan Yesus , itu salah ! Ucapan Tuhan Tuhan Yesus sinkron dengan ucapan Paulus mengenai pembenaran oleh Allah !
Dahulu kala, dizaman Tuhan Yesus ada di dunia , orang Farisi dan juga ahli Torat yang lain , merasa lebih benar dari orang lain . Mereka tidak dapat mengerti , yang mana kebenaran manusia dan yang mana kebenaran Tuhan ( band. kembali dengan Roma 10 : 2 - 3 ). Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang isinya menegaskan bahwa orang tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari orang lain, semantara orang lain itu dianggap kurang benar ! (Lukas 18 : 9 ). Padahal, di mata Tuhan , semua manusia tidak benar ! Baik orang Farisi dan para ahli Torat ,maupun orang biasa , sama-sama orang berdosa ! Karena itu, dalam perumpamaan itu , orang Farisi tidak memperoleh pembenaran dari Allah , karena menganggap kebenaran manusianya bisa membenarkannya . Sementara pemungut cukai itu memperoleh pembenaran dari Allah karena ia merasa tidak bisa benar dari kebenarannya sendiri . ( band. Lukas 18 : 11-14 ) .
Namun, sungguh disayangkan , bahwa sekarang inipun banyak orang yang tidak dapat memisahkan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia ! Persis seperti orang Farisi zaman dahulu ! Saya tidak melarang saudara memperbanyak amal. ibadah dan kebajikan ! Firman Tuhan malah mengharuskan kita untuk memperbanyak amal, ibadah dan kebajikan yang berguna bagi manusia . Namun, harus selalu kita ingat bahwa semua itu adalah kebenaran manusia saja ! Siapa yang bilang salah kalau kita beramal ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa yang bilang salah, kalau kita rajin beribadah ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa pula yang bilang salah kalau kita melakukan kebajikan yang bermanfaat bagi sesama ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Tetapi , silahkan saudara bertanya kepada diri sendiri dan menjawabnya dengan jujur :" Apakah saya sudah melakukan semua kebenaran manusia saya ?|" Kalau saudara menjawab :" Sudah saya lakukan semuanya !" , saudara pembohong ! Justru karena kita tidak mampu untuk menjadi benar menurut standar Tuhan , maka kita memerlukan pengampunan dosa seumur hidup kita ! Dari mana kita dapat pengampunan dosa kalau tidak dari darah Yesus ?!
|"Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan Yesus Kristus ... JIka demikian apakah dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan apa ? Berdasarkan perbuatan ? Tidak, melainkan berdasarkan iman . " ( R:oma 3 : 23 , 24 dan 27 Terjemahan LAI 1987 )
Apakah saudara tidak geli kalau melihat ada orang yang diberi rumah secara gratis, lalu bersikeras mau membayar harga rumah tersebut, sementara ia sama sekali tidak sanggup membayarnya ? Demikian juga kita , yang tidak sanggup membayar harga keselamatan kita dengan apapun , telah diberi secara gratis lewat pembenaran oleh Allah melalui darah Kristus . Betapa gobloknya kita kalau kita tidak mau menerimanya, hanya karena kita mengira bahwa kita sanggup membayarnya !Pembenaran oleh Allah itu sangat mahal harganya dan tidak ternilai sehingga tidak ada seorangpun manusia yang sanggup membayarnya , Saudara dan saya sudah dibeli, sudah lunas harganya ; mengapa saudara dan saya tidak mau menerima kenyataan bahwa kita sudah dibeli dan sudah dibayar lunas ? (band. 1 Korintus 6 : 20 ) Mengapa kita seakan-akan merasa belum dibeli dan belum lunas dibayar sehingga kita berusaha dengan kebenaran kita sendiri untuk membayarnya ?
"..sebab hukum Torat diberikan melalui Musa , tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus " ( Yohanes 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 )
"Kata Yesus kepadanya :" Akulah jalan, kebenaran dan hidup . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku ." ( Yohanes 14 : 6 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas ini mengandung pembenaran oleh Allah ! Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh Bapa jika tidak melalui kebenaran Tuhan , kebenaran yang dipandang benar di hadapanNya ! Kata "kebenaran " dalam kedua teks tersebut menggunakan kata Yunani :" aletheia" , suatu kata yang menunjukkan kebenaran yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Arti kata "aletheia " bukanlah mengenai perbuatan yang benar atau cara hidup yang benar seperti yang diatur dalam hukum Torat , melainkan mengenai "ajaran yang benar " ! Apakah ajaran yang benar itu ? Ajaran yang benar adalah "percaya dan menerima apa yang sudah dilakukan Kristus di kayu salib ." . Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata :" Akulah jalan , kebenaran (aletheia) dan hidup !" Untuk memperoleh kebenaran Allah , jalannya hanya melalui Kristus supaya kita memperoleh hidup . Caranya ? Lewat kebenaran "aletheia" , yakni menerima apa yang sudah Kristus kerjakan di kayu salib , dalam arti bukan melalui hukum Torat ! Hanya itu !
Perlu kita ketahui bahwa dalam Alkitab kita mengenal dua jenis kata "benar" ! Kata "benar" dalam arti betul dan tidak salah adalah "dikaios" (Yunani) , yang searti dengan "tsaddiq" (Ibrani) dan "righteous"(Inggris) . Tetapi kata "benar" yang mengandung makna "kebenaran yang kekal dan tak berubah " adalah "alethinos (Yunani) yang searti dengan "emeth" (Ibrani) dan "true" (Inggris) . Contohnya : Allah adalah alethinos , artinya bahwa Allah adalah sungguh benar dan kebenarannya tak berubah . Sementara untuk manusia digunakan kata "dikaios" artinya "benar" tetapi tidak benar seperti Allah ! Hal ini pula yang membuat perbedaan antara kebenaran manusia dengan kebenaran Tuhan yang sudah barang tentu tidaklah sama .
"Hotan de elthe ekeinos, to pneuma tes aletheias, hodegesei humas en te aletheia pase, ou gar lalesei aph heautou , alla hosa akousei lalesei kai ta erkhomena anangelei humin ." ( Tetapi apabila Ia datang , yaitu Roh Kebenaran , ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran , sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri , tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang ) . Yohanes 16 : 13 Terjemahan LAI 2002.
Dalam teks di atas Tuhan Yesus juga menggunakan kata "aletheia" seperti pada Yohanes 14 : 6 . Jadi apabila Roh Kebenaran ( pneuma tes aletheias ) datang , maka Roh Kebenaran itu (Roh Kudus) akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran ( aletheia pase ) . Jadi di sini Roh Kudus akan mengajarkan kita seluruh ajaran yang benar , yang dipandang benar di hadapan Allah , yaitu "menerima apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib ." supaya kita memperoleh hidup yang akan datang , yaitu hidup yang kekal . Namun bukan berarti bahwa kita tidak terpanggil untuk melakukan kebaikan-kebaikan menurut kebenaran manusia , sama-sekali bukan ! Justru karena kita sudah dibenarkan melalui darah Yesus, sudah sepantasnya kalau kita hidup dalam etika , moral dan cara hidup Kristiani yang baik . Tetapi yang saya maksudkan adalah, janganlah kebenaran diri kita sendiri itu kita gunakan sebagai pembayar kebenaran Tuhan yang sudah lunas dikerjakan Kristus di kayu salib. Jikalau memang benar bahwa hanya kebenaran Allah yang kita perlukan untuk keselamatan kita, di manakah hal itu dinyatakan di dalam Alkitab ?
" Dikaiosune gar theon en auto apokaluptetai ek pisteos eis pistin , kathos gegraptai :" Ho de dikaios ek pisteos zesetai " (Sebab di dalamnya (maksudnya : di dalam Kabar Baik ) dinyatakan pembenaran oleh Allah , yang bertolak dari iman dan memimpin ke dalam iman , seperti ada tertulis :" Orang yang dibenarkan karena imannya , akan hidup) Roma 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 .
Pembenaran oleh Allah itu dinyatakan di dalam Kabar Baik , yakni kabar-keselamatan yang bertumpu pada karya penyelamatan Kristus, yang kita peroleh dari ketekunan iman kita pada karya tersebut. Sebab orang yang dibenarkan (dikaios) oleh karena imannya ( ek pisteos ) , akan hidup ! Jadi dibenarkan melalui pembenaran oleh Allah , bukan melalui kebenaran diri sendiri yang nota-bene hanya kebenaran manusia . Kata Yunani :' apokaluptetai " menggunakan bentuk present tense , artinya pembenaran oleh Allah itu terus menerus berlangsung di dalam hidup orang percaya sepanjang hidup mereka . Bahagia bukan, bahwa sekarang kita tahu bahwa kita memperoleh pembenaran oleh Allah bukan cuma satu dua hari atau 10 - 20 tahun , melainkan terus menerus selama-lamanya ( band. Ibrani 10 : 10 )
Sebagai penutup , saya teringat perkataan Joseph Prince dalam bukunya "Unmerited favor " , yang mengatakan bahwa "Ajaran yang benar (maksudnya aletheia ) sudah pasti akan menghasilkan perbuatan yang benar (maksudnya dikaioma ) . " Benar sekali ! Jikalau kita "sudah menerima keselamatan melalui apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib " pastilah kita menghasilkan buah-buah Roh , yakni segala amal, ibadah dan kebajikan yang berfaedah bagi sesama . Mudah-mudahan saudara dapat membedakan yang mana kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune ) dan yang mana kebenaran Allah ( theon dikaiosune ) . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )
Dalam perspektif Injil Kasih Karunia, jika kita tidak dapat membedakan kedua kebenaran tersebut , akan menimbulkan masalah iman , yang oleh profesor Graig A Evans , dikatakan :" Jangan menenmpatkan iman pada tempat yang salah ." . Dalam kaitannya dengan keselamatan Kristiani yang indikatif-imperatif , maka kebenaran manusia masuk ke dalam bentuk suruhan (imperatif) , sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam bentuk berita (indikatif). Dalam kaitannya dengan pembagian pesan , maka kebenaran manusia masuk ke dalam Muatan Pesan sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam Inti Pesan Kristiani. Artinya , apakah kita dibenarkan dan diselamatkan karena kebenaran kita , ataukah karena kebenaran Tuhan ? Kita dibenarkan oleh Allah, apakah karena kita rajin melakukan kebaikan ataukah karena kita percaya pada karya penyelamatan Kristus ? Perhatikan teks-teks Alkitab berikut ini :
" Jika demikian, apa yang hendak kita katakan ? Ternyata bangsa-bangsa lain (maksudnya : kita semua orang percaya yang non Yahudi ) yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran berdasarkan iman ( maksudnya : bukan berdasarkan kebenaran diri sendiri ). Sedangkan Israel , sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidak sampai kepada hukum itu . Mengapa tidak ? Karena Israel mengejarnya bukan berdasarkan iman , tetapi berdasarkan perbuatan ( maksudnya berdasarkan kebenaran manusianya sendiri )" ( Roma 9 : 30 -32 Terjemahan LAI 2002 )
" Sebab aku dapat memberikan kesaksian tentang mereka bahwa mereka sungguh berapi-api untuk Allah, tetapi tanpa pengertian . Sebab oleh karena mereka tidak mengenal pembenaran oleh Allah ( maksudnya : tidak mengenal kebenaran Allah ) dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran diri mereka sendiri (maksudnya : mendirikan kebenaran manusianya ) , maka mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah ." ( Roma 10 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )
Kebenaran manusia adalah segala bentuk amal, ibadah dan kebajikan oleh manusia lewat hukum yang mengatur kita supaya jangan begini dan jangan begitu dan haruslah begini dan haruslah begitu ! Akan tetapi sangat disayangkan bahwa tidak ada seorangpun manusia yang dibenarkan berdasarkan amal, ibadah dan kebajikannya . Mengapa ? Karena Alkitab sudah bersaksi bahwa tidak seorangpun yang mampu melakukan seluruh aturan hukum tersebut . ( band. Yakobus 2 : 10 ). Semua manusia jatuh dalam kutuk ! ( band. Ulangan 27 : 26 dan Galatia 3 : 10 ) . Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3 : 23 ) . Tak seorangpun yang benar , tak seorangpun yang baik ! ( Roma 3 : 10 - 12 ). Sementara, untuk dapat dibenarkan oleh Allah , tidak ada jalan lain selain pengampunan dosa ! Mengapa tidak lewat perbuatan baik ? Karena perbuatan baik kita tidak cukup bahkan jauh dari cukup untuk bisa mengampuni dosa kita. Mengatakan pengampunan dosa bisa diperoleh dari berbuat baik , itu sama dengan menghina darah Yesus . Sebab hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Mengatakan bahwa dengan berbuat banyak kasih , akan menghapus banyak dosa , adalah sama dengan melecehkan darah Yesus , atau setidaknya salah mengartikan teks pada 1 Petrus 4 : 8 . Sebab teks di bawah ini adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib :
"Sebab inilah darahKu, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas ini adalah contoh lain dari kebenaran Tuhan , yang dikerjakan oleh Tuhan ! Tuhan berkehendak menyelamatkan kita melalui karya penebusan dosa yang dikerjakan Kristus di kayu salib . Oleh darah Yesus kita memperoleh pembenaran dari Allah , dan sama-sekali bukan karena amal, ibadah dan kebajikan kita . Tidak ada Kekristenan kalau tidak ada penumpahan darah Yesus di kayu salib . Demikian pula tidak ada Kekristenan kalau tidak ada kebangkitan Kristus . Fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang melahirkan Kekristenan . Mengapa saya bilang "fakta" ? Karena kematian dan kebangkitanNya itu bukan karangan atau dongeng belaka , melainkan benar-benar terjadi di muka bumi ! Sejarah yang ditulis oleh sejarawan masa itu menjadi bukti bahwa hal itu benar-benar terjadi . Demikian banyak manusia yang menjadi saksi tatkala Ia mati di kayu salib . Demikian juga, demikian banyak orang yang menjadi saksi ketika Ia bangkit dari antara orang mati .
Kembali ke Roma 10 : 2 -3 di atas ! Orang -orang Israel yang tidak percaya pada karya salib Kristus, mengira bahwa dengan amal, ibadah dan kebajikan mereka, mereka memperoleh pembenaran oleh Allah . Memang mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah , tetapi tanpa pengertian tentang kebenaran . Disangkanya, dengan kebenaran manusia , dengan kebenaran mereka sendiri , mereka mendapatkan pengampunan dosa ! Sama-sekali tidak ! Bahkan Alkitab mencatat bahwa mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah . Semua orang berdosa hanya dapat memperoleh pembenaran dari Allah , kalau Allah memandang mereka benar . Dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia , memang manusia dipandang benar di hadapan manusia , tetapi tidak di hadapan Tuhan .
"Sebab sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya , maka ia beroleh dasar untuk bermegah , tetapi tidak di hadapan Allah ! Sebab apa yang dikatakan nas Kitab Suci ? Lalu percayalah Abraham kepada Allah , maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya ( maksdunya : hal ia percaya itu ) , sebagai kebenaran . " ( Roma 4 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas berbicara , jika seandainya ( seandainya saja ) Abraham dibenarkan oleh Allah berdasarkan kebenaran manusianya , lewat kebaikan-kebaikan hidup , tentulah ia punya dasar untuk berbangga ! Tetapi tidak demikian ! Sebab , ia dibenarkan bukan berdasarkan kebenarannya sendiri , melainkan melalui pembenaran oleh Allah berdasarkan imannya . (band. Kejadian 15 : 6 ). Pada tulisan saya "Apakah perbuatan baik berkontribusi pada keselamatan ?" , sudah saya jelaskan bahwa jikalau kebenaran manusia itu terletak pada amal, ibadah dan kebajikan yang dikerjakan oleh manusia, maka kebenaran Allah terletak pada Kabar Baik , kabar keselamatan , yang diberikan oleh Allah lewat darah Kristus . Mengapa selalu saya ulang-ulang ? Supaya kita selalu ingat bahwa pembenaran oleh Allah itu hanya bisa kita terima kalau dosa kita diampuni . Sementara dosa kita hanya dapat diampuni lewat darah Kristus, dan tidak bisa dari kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan ! Mari kita ingat kembali ucapanNya pada Matius 26 ; 28 lalu kita bandingkan dengan ucapan rasul Paulus di bawah ini :
" Aku tidak menolak kasih karunia , sebab sekiranya ada kebenaran menurut hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ( Galatia 2 : 21 Terjemahan LAI 1987 )
Tuhan Yesus berkata bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa (Matius 26 : 28 ). Rasul Paulus berkata , kalau sekiranya kita dapat dibenarkan melalui kebenaran manusia dengan amal-ibadah dan kebajikan kita sebagaimana tuntutan hukum Torat , buat apa darah Yesus harus ditumpahkan ?! Jadi kalau ada orang menilai bahwa teologi rasul Paulus bertentangan dengan ucapan Yesus , itu salah ! Ucapan Tuhan Tuhan Yesus sinkron dengan ucapan Paulus mengenai pembenaran oleh Allah !
Dahulu kala, dizaman Tuhan Yesus ada di dunia , orang Farisi dan juga ahli Torat yang lain , merasa lebih benar dari orang lain . Mereka tidak dapat mengerti , yang mana kebenaran manusia dan yang mana kebenaran Tuhan ( band. kembali dengan Roma 10 : 2 - 3 ). Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang isinya menegaskan bahwa orang tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari orang lain, semantara orang lain itu dianggap kurang benar ! (Lukas 18 : 9 ). Padahal, di mata Tuhan , semua manusia tidak benar ! Baik orang Farisi dan para ahli Torat ,maupun orang biasa , sama-sama orang berdosa ! Karena itu, dalam perumpamaan itu , orang Farisi tidak memperoleh pembenaran dari Allah , karena menganggap kebenaran manusianya bisa membenarkannya . Sementara pemungut cukai itu memperoleh pembenaran dari Allah karena ia merasa tidak bisa benar dari kebenarannya sendiri . ( band. Lukas 18 : 11-14 ) .
Namun, sungguh disayangkan , bahwa sekarang inipun banyak orang yang tidak dapat memisahkan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia ! Persis seperti orang Farisi zaman dahulu ! Saya tidak melarang saudara memperbanyak amal. ibadah dan kebajikan ! Firman Tuhan malah mengharuskan kita untuk memperbanyak amal, ibadah dan kebajikan yang berguna bagi manusia . Namun, harus selalu kita ingat bahwa semua itu adalah kebenaran manusia saja ! Siapa yang bilang salah kalau kita beramal ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa yang bilang salah, kalau kita rajin beribadah ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa pula yang bilang salah kalau kita melakukan kebajikan yang bermanfaat bagi sesama ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Tetapi , silahkan saudara bertanya kepada diri sendiri dan menjawabnya dengan jujur :" Apakah saya sudah melakukan semua kebenaran manusia saya ?|" Kalau saudara menjawab :" Sudah saya lakukan semuanya !" , saudara pembohong ! Justru karena kita tidak mampu untuk menjadi benar menurut standar Tuhan , maka kita memerlukan pengampunan dosa seumur hidup kita ! Dari mana kita dapat pengampunan dosa kalau tidak dari darah Yesus ?!
|"Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan Yesus Kristus ... JIka demikian apakah dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan apa ? Berdasarkan perbuatan ? Tidak, melainkan berdasarkan iman . " ( R:oma 3 : 23 , 24 dan 27 Terjemahan LAI 1987 )
Apakah saudara tidak geli kalau melihat ada orang yang diberi rumah secara gratis, lalu bersikeras mau membayar harga rumah tersebut, sementara ia sama sekali tidak sanggup membayarnya ? Demikian juga kita , yang tidak sanggup membayar harga keselamatan kita dengan apapun , telah diberi secara gratis lewat pembenaran oleh Allah melalui darah Kristus . Betapa gobloknya kita kalau kita tidak mau menerimanya, hanya karena kita mengira bahwa kita sanggup membayarnya !Pembenaran oleh Allah itu sangat mahal harganya dan tidak ternilai sehingga tidak ada seorangpun manusia yang sanggup membayarnya , Saudara dan saya sudah dibeli, sudah lunas harganya ; mengapa saudara dan saya tidak mau menerima kenyataan bahwa kita sudah dibeli dan sudah dibayar lunas ? (band. 1 Korintus 6 : 20 ) Mengapa kita seakan-akan merasa belum dibeli dan belum lunas dibayar sehingga kita berusaha dengan kebenaran kita sendiri untuk membayarnya ?
"..sebab hukum Torat diberikan melalui Musa , tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus " ( Yohanes 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 )
"Kata Yesus kepadanya :" Akulah jalan, kebenaran dan hidup . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku ." ( Yohanes 14 : 6 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas ini mengandung pembenaran oleh Allah ! Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh Bapa jika tidak melalui kebenaran Tuhan , kebenaran yang dipandang benar di hadapanNya ! Kata "kebenaran " dalam kedua teks tersebut menggunakan kata Yunani :" aletheia" , suatu kata yang menunjukkan kebenaran yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Arti kata "aletheia " bukanlah mengenai perbuatan yang benar atau cara hidup yang benar seperti yang diatur dalam hukum Torat , melainkan mengenai "ajaran yang benar " ! Apakah ajaran yang benar itu ? Ajaran yang benar adalah "percaya dan menerima apa yang sudah dilakukan Kristus di kayu salib ." . Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata :" Akulah jalan , kebenaran (aletheia) dan hidup !" Untuk memperoleh kebenaran Allah , jalannya hanya melalui Kristus supaya kita memperoleh hidup . Caranya ? Lewat kebenaran "aletheia" , yakni menerima apa yang sudah Kristus kerjakan di kayu salib , dalam arti bukan melalui hukum Torat ! Hanya itu !
Perlu kita ketahui bahwa dalam Alkitab kita mengenal dua jenis kata "benar" ! Kata "benar" dalam arti betul dan tidak salah adalah "dikaios" (Yunani) , yang searti dengan "tsaddiq" (Ibrani) dan "righteous"(Inggris) . Tetapi kata "benar" yang mengandung makna "kebenaran yang kekal dan tak berubah " adalah "alethinos (Yunani) yang searti dengan "emeth" (Ibrani) dan "true" (Inggris) . Contohnya : Allah adalah alethinos , artinya bahwa Allah adalah sungguh benar dan kebenarannya tak berubah . Sementara untuk manusia digunakan kata "dikaios" artinya "benar" tetapi tidak benar seperti Allah ! Hal ini pula yang membuat perbedaan antara kebenaran manusia dengan kebenaran Tuhan yang sudah barang tentu tidaklah sama .
"Hotan de elthe ekeinos, to pneuma tes aletheias, hodegesei humas en te aletheia pase, ou gar lalesei aph heautou , alla hosa akousei lalesei kai ta erkhomena anangelei humin ." ( Tetapi apabila Ia datang , yaitu Roh Kebenaran , ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran , sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri , tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang ) . Yohanes 16 : 13 Terjemahan LAI 2002.
Dalam teks di atas Tuhan Yesus juga menggunakan kata "aletheia" seperti pada Yohanes 14 : 6 . Jadi apabila Roh Kebenaran ( pneuma tes aletheias ) datang , maka Roh Kebenaran itu (Roh Kudus) akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran ( aletheia pase ) . Jadi di sini Roh Kudus akan mengajarkan kita seluruh ajaran yang benar , yang dipandang benar di hadapan Allah , yaitu "menerima apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib ." supaya kita memperoleh hidup yang akan datang , yaitu hidup yang kekal . Namun bukan berarti bahwa kita tidak terpanggil untuk melakukan kebaikan-kebaikan menurut kebenaran manusia , sama-sekali bukan ! Justru karena kita sudah dibenarkan melalui darah Yesus, sudah sepantasnya kalau kita hidup dalam etika , moral dan cara hidup Kristiani yang baik . Tetapi yang saya maksudkan adalah, janganlah kebenaran diri kita sendiri itu kita gunakan sebagai pembayar kebenaran Tuhan yang sudah lunas dikerjakan Kristus di kayu salib. Jikalau memang benar bahwa hanya kebenaran Allah yang kita perlukan untuk keselamatan kita, di manakah hal itu dinyatakan di dalam Alkitab ?
" Dikaiosune gar theon en auto apokaluptetai ek pisteos eis pistin , kathos gegraptai :" Ho de dikaios ek pisteos zesetai " (Sebab di dalamnya (maksudnya : di dalam Kabar Baik ) dinyatakan pembenaran oleh Allah , yang bertolak dari iman dan memimpin ke dalam iman , seperti ada tertulis :" Orang yang dibenarkan karena imannya , akan hidup) Roma 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 .
Pembenaran oleh Allah itu dinyatakan di dalam Kabar Baik , yakni kabar-keselamatan yang bertumpu pada karya penyelamatan Kristus, yang kita peroleh dari ketekunan iman kita pada karya tersebut. Sebab orang yang dibenarkan (dikaios) oleh karena imannya ( ek pisteos ) , akan hidup ! Jadi dibenarkan melalui pembenaran oleh Allah , bukan melalui kebenaran diri sendiri yang nota-bene hanya kebenaran manusia . Kata Yunani :' apokaluptetai " menggunakan bentuk present tense , artinya pembenaran oleh Allah itu terus menerus berlangsung di dalam hidup orang percaya sepanjang hidup mereka . Bahagia bukan, bahwa sekarang kita tahu bahwa kita memperoleh pembenaran oleh Allah bukan cuma satu dua hari atau 10 - 20 tahun , melainkan terus menerus selama-lamanya ( band. Ibrani 10 : 10 )
Sebagai penutup , saya teringat perkataan Joseph Prince dalam bukunya "Unmerited favor " , yang mengatakan bahwa "Ajaran yang benar (maksudnya aletheia ) sudah pasti akan menghasilkan perbuatan yang benar (maksudnya dikaioma ) . " Benar sekali ! Jikalau kita "sudah menerima keselamatan melalui apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib " pastilah kita menghasilkan buah-buah Roh , yakni segala amal, ibadah dan kebajikan yang berfaedah bagi sesama . Mudah-mudahan saudara dapat membedakan yang mana kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune ) dan yang mana kebenaran Allah ( theon dikaiosune ) . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar