Pendahuluan
Bagi orang luar , salah satu senjata untuk menyerang Kekristenan adalah dengan mengatakan bahwa Kekristenan arus-utama ( main-stream Christianity ) yang sekarang ada adalah hasil dari teologi Paulus , sementara Kekristenan yang diajarkan oleh Yesus adalah yang diajarkan oleh Yakobus . Dengan perkataan lain , orang luar menuduh bahwa ada dua jenis Kekristenan yaitu Kekristenan model Paulus dan Kekristenan model Yakobus ! Di dalam praktek , Kekristenan model Paulus adalah wujud dari denominasi gereja Kristen arus-utama , sementara Kekristenan model Yakobus adalah wujud dari denominasi gereja Kristen yang merupakan kultus, atau sekta atau bidah, seperti misalnya Mormon , Saksi Yehovah , Worldwide Church of God , Unitarian , Christian's Sciences , Christian's Spiritualism dan sebagainya ; demikian pendapat mereka.
Apakah memang ada perbedaan antara Kekristenan arus-utama dengan Kekristenan kultus, sekta atau bidah tersebut ? Jikalau kita cermati keberadaan Kekristenan kultus, sekta atau bidah , perbedaannya dengan Kekristenan arus-utama adalah :
(1) semua kultus, sekta dan bidah tersebut tersebut di atas tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan , Allah yang telah turun ke dunia sebagaimana kepercayaan Kekristenan arus-utama ( Protestan , Khatolik dan aliran karismatiknya ) . Jangan lupa orang atheis juga sangat tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan !
(2) semua kultus , sekta atau bidah tersebut mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah hasil dari iman dan perbuatan ! (salvation by faith and works ) atau ada-kalanya disebut keselamatan karena perbuatan ( salvation by works ) . Sementara Kekristenan arus-utama mengajarkan bahwa keselamatan itu semata-mata karena iman pada kasih karunia Allah ( salvation by faith ) . Ingat The Joint Declaration on the Doctrine Justification ( JDDJ ) antara Gereja Katholik dengan gereja Protestan arus utama .
Yang manakah yang benar dari model Kekristenan tersebut di atas jika dipandang dari perspektif Alkitab , khusus mengenai keselamatan ? Sekarang mari kita cermati bagaimana ajaran yang mendasari pemikiran bahwa di dalam keselamatan itu terdapat usaha manusia (human effort ) , sehingga melahirkan ajaran keselamatan karena perbuatan ( salvation by works ) Paling tidak ada dua penyebab yang melahirkan ajaran keselamatan karena perbuatan , yaitu dari sistem dunia yang meritokrasi dan penafsiran yang salah dari Surat Yakobus khusus pada pasal 2 : 14 - 26 . . Tetaplah bersama saya .
Sistem dunia yang meritokrasi
Pandangan dunia yang lahir dari filsafat mengajarkan bahwa tidak mungkin ada keberhasilan tanpa ada perjuangan . Tidak mungkin ada kesuksesan jika tidak ada usaha . Orang mendapatkan promosi karena menunjukkan adanya prestasi . Orang harus bekerja supaya memperoleh bayaran atau upah ! Di mana ada jasa di situ harus ada balas-jasa ! Jadi sistem meritokrasi itu adalah sistem balas-jasa ! Dan itu tidak salah , karena kenyataannya itu ada suatu kebenaran yang sudah bersifat universal ., namun itu adalah kebenaran menurut cara pandang manusia ( dikaiosune gar anthropon ) yang sama sekali tidak dapat dikait-kaitkan dengan kebenaran Allah ( dikaiosune gar Theon ) dalam kasih karunia Kristus .
Sejak zaman dahulu kala sistem meritokrasi ini sudah diakui secara umum . Bahkan di dalam Perjanjian Lama, sistem ini sangat kental . Ketaatan pada hukum , menghasilkan berkat , tetapi ketidak-taatan menghasilkan kutuk ! Salah satu ciri sistem meritokrasi adalah adanya suatu syarat , yang sering-kali menggunakan kata " jika " atau "apabila " untuk melakukan sesuatu ! Contohnya , jika kamu punya prestasi akan mendapat promosi ! Jika kamu kamu berusaha , pasti kamu akan berhasil . Jika kamu bekerja , pasti mendapatkan uang ! Tidak ada yang salah dalam sistem ini , karena memang masuk-akal dan dapat diterima oleh semua pihak, di belahan dunia mana pun .
" Jika engkau baik-baik mendengar suara TUHAN, Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah Nya ..... Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengar suara TUHAN , Allahmu . " ( Ulangan 28 : 1 Terjemahan LAI 1987 )
Dalam teks di atas teranglah bahwa jika manusia ingin diberkati oleh TUHAN , ada syaratnya yaitu , jika ia mendengar suara TUHAN dan melakukan dengan setia segala perintah Nya ! Jadi mempunyai syarat , yaitu jika begini atau jika begitu ! Bagaimana kalau syarat "jika " tersebut tidak dilaksanakan ?
" Tetapi jika engkau tidak mendengar suara TUHAN , Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , .......maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau . ( Ulangan 28 : 15 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas juga menggunakan syarat "jika " ! Pendek kata " jika setia melaksanakan segala perintah dan ketetapan Nya " diberkati ! "Jika tidak setia melakukan segala perintah dan ketetapan Nya , " dikutuk ! Dari kedua teks Alkitab yang diambil dari hukum Torat tersebut di atas , teranglah bahwa sistem meritokrasi identik dengan ketaatan pada aturan atau hukum . Tetapi , masalahnya adalah Kekristenan bukan berada di bawah hukum Torat ! Kekristenan ada di bawah kasih karunia Kristus . Apakah di dalam kasih-karunia Kristus tersebut terdapat syarat " jika " yang menunjuk pada usaha manusia, sementara kutuknya sudah dicabut oleh Kristus dan dipakukan pada kayu salib ? ( Galatia 3 : 13 ; Kolose 2 : 13 - 14 )
Mari kita ambil contoh bunyi teks Ulangan 28 : 15 " tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , dikutuk ! Secara empiris dan historis , apakah ada manusia yang bisa dengan setia melakukan segala perintah Nya ? Arti kata setia di sini adalah " terus menerus melakukan " , yakni terus menerus melakukan segala perintah Nya ! Kalau saudara menjawab : ada ! Saudara adalah pendusta besar ! Justru karena manusia tidak bisa setia melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , maka manusia tetap berada di bawah perhambaan dosa ! ( bandingkan dengan 1 Yohanes 1 : 8 dan 10 dan Ulangan 27 : 26 ) . Saudara harus tahu bahwa seluruh perintah dan ketetapan TUHAN itu di Perjanjian Lama saja ada sekitar 613 mitsvot ( 613 aturan ) belum termasuk inovasi dari Tuhan Yesus pada Perjanjian Baru ! Saudara bisa !? Saudara berbohong kalau saudara bilang bisa , apapun alasan saudara !
Itulah sebabnya Perjanjian Lama memberikan bukti bahwa tidak ada satu pun manusia yang mampu melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , yaitu dengan adanya peraturan tentang korban pagi , korban petang , korban keselamatan , korban penghapus salah , korban penghapus dosa dan setahun sekali di adakan Hari Raya Pendamaian ( yom kippur , Ibrani ) . Jikalau manusia mampu melakukan semuanya , setidaknya tidak perlu ada hari Raya Pendamaian ini . ( bandingkan dengan Ibrani 10 : 1 )
"Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka ." ( Imamat 16 : 34 Terjemahan LAI 1987 )
Dari apa yang diuraikan di atas, sebenarnya sistem meritokrasi dunia , jika dikaitkan dengan keselamatan , tidak dapat diterapkan pada manusia , karena tidak ada seorangpun manusia yang dapat dipandang benar sesuai standar Allah ! Tidak ada yang berjasa ! Tidak ada yang perprestasi ! Tidak ada yang berhasil ! Tidak ada yang baik ! Tidak ada yang benar ! Artinya usaha manusia , ternyata sia-sia belaka ! Semua berusaha untuk melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , tetapi siapa yang mampu ?! Semua gagal ! ( bandingkan dengan Roma 3 : 10 - 12 ) Gordon Fee mengatakan :" Mengandalkan kebaikan untuk mendapatkan keselamatan pasti gagal . karena tidak ada manusia yang tidak bersalah seumur hidupnya ." ( Gordon Fee ; Hermenutic )
Teologi Paulus
Banyak orang luar maupun orang dalam Kekristenan yang menuduh Paulus membuat sendiri teologinya yang sama sekali tidak Alkitabiah ! Tuduhan seperti itu omong kosong besar , karena Paulus mendasarkan teologinya pada Perjanjian Lama yang kemudian dikomparasikan dengan Kabar Baik tentang Kematian dan kebangkitan Kristus .Tanpa Perjanjian Lama , kita tidak dapat mengerti makna dari kematian dan kebangkitan Kristus secara teologi yang benar , itu pasti !
"Tetapi kita tahu bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam hukum Torat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Torat supaya tersumbat setiap mulut dan supaya seluruh dunia berada di bawah penghakiman Allah . Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena justru oleh hukum Torat orang mengenal dosa ." ( Roma 3 : 19 - 20 Terjemahan LAI 2002 )
Paulus benar ! Tidak ada manusia yang bisa melakukan "seluruh" perintah dan ketetapan Nya , sehingga seluruh manusia jatuh di bawah penghakiman Allah , terkutuk dan tidak ada yang bisa membantah fakta ini ! Oleh karena itu cuma ada satu jalan , yakni kasih-karunia Allah dalam membuat kita memperoleh pembenaran ! Kalau dahulu , pembenaran diperoleh dari darah binatang dan bersifat sementara , maka sekarang pembenaran diperoleh dari darah Yesus yang bersifat kekal .
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )
Kemudian pada Roma 4 : 3 Paulus menunjukkan pembenaran yang diterima oleh Abraham yang bukan berdasarkan perbuatan melainkan berdasarkan iman ! Pada Roma 4 : 5 Paulus memperlihatkan kasih-karunia yang bersifat cuma-cuma dan bukan karena usaha . Dan pada Roma 4 : 6 Paulus mengutip Mazmur Daud dengan penekanan bahwa pembenaran dari Allah itu bukan berdasarkan perbuatan manusia , berikut di bawah ini :
" Seperti juga Daud menyebut berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya : Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya. Berbahagialah orang yang dosanya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya ." ( Roma 4 : 6 - 8 Terjemahan LAI 2002 )
Lalu Paulus membandingkan hukum Torat yang tidak bisa dilakukan seluruhnya oleh manusia , dalam arti manusia tidak mampu menggenapi hukum Torat , selain hanya Yesus saja ! (
bandingkan dengan Matius 5 : 17 )
"Jika demikian , apa dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan asas apa ? Berdasarkan asas perbuatankah ? Bukan , melainkan berdasarkan iman . Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman , bukan karena melakukan hukum Torat ." ( Roma 3 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 )
Saudara dan saya tidak mampu menggenapi hukum Torat yang jumlahnya 613 aturan tersebut ! Saudara dan saya jatuh dalam dosa terus menerus ! Saudara dan saya jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Karena itu saudara dan saya tidak punya dasar untuk bermegah atau bangga dengan perbuatan kita yang baik . Mengapa demikian ? Karena tidak semua perintah dan ketetapan Nya kita lakukan ! Untuk melakukan semuanya , saudara dan saya tidak punya kemampuan . Jadi hanya tinggal satu saja dasarnya , yakni iman , dalam arti percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib itulah yang sudah membenarkan kita ! Hanya itu dan tidak ada yang lain !
Lebih terang lagi Paulus mengatakan bahwa keselamatan kita sama sekali bukan hasil usaha kita , dan sama sekali bukan hasil pekerjaan kita . Keselamatan kita semata-mata pemberian Allah , tanpa usaha manusia ( human effort ) .
"Sebab karena kasih-karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu , tetapi pemberian Allah ; itu bukan hasil pekerjaanmu , supaya tidak ada orang yang memegahkan diri ." ( Efesus 2 : 8 - 9 Terjemahan LAI 2002 )
Supaya orang tidak memegahkan diri karena kebaikan-kebaikannya , teks di atas langsung menegor :" Itu bukan hasil usahamu ! Itu bukan hasil pekerjaanmu ! Itu pemberian Allah secara cuma-cuma tanpa usaha manusia dan pekerjaan manusia . Mengapa ? Karena kebaikan kita tidak memenuhi standar Allah ! Adalah memang kita harus melakukan kebaikan sebisa yang kita kerjakan , tetapi tujuannya bukan untuk diselamatkan , melainkan karena sudah diselamatkan ( bandingkan dengan Efesus 2 : 10 ) . Supaya orang lebih mengerti lagi , Paulus menulis :
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juru Selamat kita dan kasih Nya kepada manusia , pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita , bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan , tetapi karena rahmat Nya melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus .... " ( Titus 3 : 4 - 5 Terjemahan LAI 2002 )
Memang kita melakukan kebaikan-kebaikan hidup , namun jangan lupa tidak seorangpun mampu mencapai kebaikan sesuai standar Allah sehingga tetap tinggal di bawah kutuk dosa Satu-satunya jalan hanya pengampunan lewat darah Yesus ! Cuma itu ! Akan tetapi perhatikan ketika Yakobus menulis :
"Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman ." ( Yakobus 2 : 24 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah Injil yang diberitakan oleh Paulus berbeda dengan yang diberitakan oleh Yakobus ! Tidak ! Hanya ada orang yang salah mengeksposisi Yakobus 2 : 14 - 26 . Injil yang mereka beritakan sama , yakni pembenaran hanya oleh iman saja , dan sama sekali bukan disertai perbuatan . Tetaplah bersama saya .
Teologi Yakobus
Dari ke 27 Kitab yang terkodifikasi menjadi Perjanjian Baru seperti yang kita punyai sekarang ( dari Matius hingga Wahyu ) , menurut Dr. D. Edmond Hirbert , Yakobus 2 : 14 - 26 adalah teks Alkitab yang paling sulit dipahami ( D. Edmond Hirbert , Surat Yakobus , halaman 174 ) . Pada masa abad ke XVI M , bapak reformator Gereja, Martin Luther mengatakan " Surat Yakobus seperti surat jerami , " , maksudnya sangat sulit dipahami jika dikaitkan dengan kasih karunia . ( H. Berkhof " Sejarah Gereja ) Oleh karena itu , tidak heran banyak orang yang salah memahami maksud Yakobus berkaitan dengan Yakobus pasal 2 : 14 - 26 tersebut sehingga muncullah ajaran kultus, sekta atau bidah sebagaimana dimaksudkan di atas .
Akan tetapi jika kita tidak melepaskan teks Yakobus 2 : 24 dengan konstek jarak dekatnya dan konstek jarak jauhnya , mulai dari ayat ke 14 sampai dengan ajat ke 26 , maka kita akan menemukan benang-merah , bahwa apa yang dimaksud oleh Yakobus , tidaklah berbeda dengan apa yang dimaksud oleh Paulus , bahwa keselamatan hanya diperoleh dari iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .
Martin Luther mengatakan bahwa iman adalah sikap bathin seorang Kristen yang memperbaharui hidup Kekristenannya . Dari dalam iman itu lahirlah perbuatan-perbuatan baik sebagai buahnya , namun perbuatan-perbuatan baik itu tidaklah menyelamatkan , sebab keselamatan hanya datang dari iman pada karya penyelamatan Kristus . Itulah sebabnya Yohanes Calvin mengatakan bahwa :" Iman itu sendiri yang membenarkan , namun iman yang membenarkan itu tidaklah sendirian ." , maksudnya iman yang menyelamatkan itu harus diikuti dan disertai oleh perbuatan-perbuatan baik .
" Apa gunanya , saudara-saudaraku , jika seseorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman , padahal ia tidak mempunyai perbuatan ? Dapatlah iman itu menyelamatkan dia ? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari dan seorang dari antara kamu berkata " Selamat jalan , kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang , tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya , apakah gunanya itu ? " ( Yakobus 2 : 14 - 16 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah gunanya itu ?! Teks di atas berkaitan erat dengan tulisan Paulus di 1 Korintus 13 : 2 , dikatakan bahwa sekalipun seseorang memiliki iman yang sempurna , tetapi tidak memiliki kasih terhadap sesama , maka orang itu tidak berguna bagi sesama ! Sekali lagi , orang yang beriman itu tidak berguna bagi orang lain ! Maksud Paulus adalah bahwa sekalipun kita dibenarkan bukan dari perbuatan kita , namun iman yang membenarkan itu harus diikuti oleh perbuatan baik , supaya kita berguna bagi orang lain ! ( bandingkan dengan Titus 3 : 8 ) . Maksud Yakobus pun demikian juga , bahwa apa gunanya kita bagi orang lain kalau kita tidak melakukan kebaikan ! Tetapi sama sekali ia tidak bermaksud mengatakan bahwa keselamatan itu adalah hasil dari iman ditambah perbuatan !
Tidak mungkin Yakobus dan Paulus tidak sependapat bahwa hanya oleh kasih karunia Kristus kita dibenarkan dan bukan dari usaha kita dalam bentuk apapun ! Tidak mungkin Yakobus dan Paulus menghina dan merendahkan karya penyelamatan Kristus di kayu salib dengan mengatakan bahwa karya salib Kristus itu tidak cukup , belum selesai dan belum sempurna , sehingga harus ditambah dengan perbuatan baik manusia sebagai unsur bantuannya . Tidak mungkin ! Itu menghina kasih karunia ( bandingkan dengan IBrani 10 : 29 ) .
Pada waktu Paulus membicarakan keselamatan karena iman , yang dimaksud adalah iman pada karya salib Kristus ! Saudara harus memahami perbedaan antara ajaran Tuhan Yesus dengan karya salibnya ! Terus terang , kita dibenarkan bukan dari ajaran Nya melainkan dari karya salib Nya ! Mengapa ? Pembenaran bertalian erat dengan pengampunan dosa , di mana hanya dengan penumpahan darah Yesus ada pengampunan . Tidak ada pengampunan tanpa penumpahan darah ! ( bandingkan Ibrani 9 : 22 dengan Matius 26 : 28 ) .
Pada waktu Yakobus membicarakan iman , yang dimaksud adalah iman pada ajaran Tuhan Yesus tentang kasih , bukan iman pada karya salib Nya ! ( Yakobus 2 : 14- 16 ) Sekalipun iman pada ajaran Nya itu tidak menyelamatkan , tetapi iman pada ajaran Yesus ini pasti melekat pada orang yang memiliki iman pada karya salib Nya ! Itu maksud Yakobus ! Paulus pun selalu mengatakan hal yang sama ! Misalnya pada 1 Korintus 6 : 20 ; Efesus 2 : 8 - 10 dan Titus 3 : 4 - 8 . Kita harus berbuat baik bukan untuk dibenarkan , melainkan karena sudah dibenarkan , supaya kita yang sudah dibenarkan ini berguna bagi orang lain , demi kemuliaan nama Tuhan Yesus !
" Demikian juga halnya dengan iman ; Jika iman itu tidak disertai perbuatan , maka iman itu pada hakekatnya mati ..... Hai manusia yang bebal , maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong ? " ( Yakobus 2 : 17 dan 20 Terjemahan LAI 2002) .
Iman yang dimaksud oleh Yakobus dalam teks di atas adalah jelas iman pada ajaran Yesus tentang kasih , bukan iman yang membenarkan yang hanya ada pada karya penyelamatan Yesus ! Orang yang sudah percaya Yesus , yang sudah dibenarkan oleh darah Yesus, sudah sepantasnya melakukan juga ajaran Yesus ! Itu maksudnya !
" Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman." ( Yakobus 2 : 24 TerjemahaDi bawah inin LAI 2002 )
Di dalam Roma 3 : 27 - 28 , Paulus menulis bahwa orang dibenarkan hanya karena iman dan sama sekali bukan dari perbuatannya . Pada teks di atas, Yakobus menulis bahwa " orang dibenarkan karena perbuatannya , dan bukan hanya oleh iman saja ." Apakah Paulus dan Yakobus berseberangan ? Tidak mungkin ! Yakobus berbicara mengenai iman pada ajaranYesus termasuk iman pada kuasa mujizat Nya , sementara Paulus berbicara mengenai iman pada karya salib Yesus ! Keduanya berbeda substansi ! Kalau kita memiliki iman pada ajaran kasih Nya , sudah barang tentu kita melakukannya ! Demikian pula kalau kita memiliki iman pada karya salib Nya , kitapun melakukan ! Dengan cara apa ? Dengan cara percaya bahwa hanya oleh kasih-karunia Kristus kita dibenarkan dan sama sekali bukan dari perbuatan baik kita yang sudah kita lakukan .
Jadi kalau sistem dunia yang meritokrasi ( sistem balas jasa ) dikombinasikan dengan penafsiran yang salah pada Yakobus 2 : 14 - 26 , maka lahirlah ajaran bahwa keselamatan itu diperoleh dari kombinasi antara iman dan perbuatan ! Contoh sistem meritokrasi yang lain adalah :" Mana mungkin ada pahala jika tidak ada usaha ." Sekali lagi, saya katakan pandangan seperti itu tidak Alkitabiah ! Supaya saudara dan saya lebih memahami apa yang dimaksud dengan "iman " oleh Paulus dan oleh Yakobus, di bawah ini diberikan uraian tentang jenis-jenis iman yang ada di dalam Alkitab .
Jenis-jenis iman terkait dengan Surat Yakobus 2 : 14 - 26
Terdapat empat jenis iman yang kita kenal dari dalam Alkitab , yang satu sama lain berbeda tetapi saling berhubungan , yaitu iman bahwa Yesus adalah Tuhan , iman pada ajaran kasih Nya , iman pada kuasa mujizatNya , dan iman pada karya salib Nya ! Andaikata Yesus hanya Tuhan , yang mengajar saja dan bermujizat saja dengan kuasa Nya , tetapi tidak mati di kayu salib serta bangkit pada hari ketiga , kita semua binasa ! Sebab kita diselamatkan bukan sekedar bahwa Ia Tuhan , bukan juga dari ajaran kasihNya , dan juga bukan dari kuasa mujizat Nya ! Kita diselamatkan karena kematian dan kebangkitan Nya sebagai satu-satunya karya penyelamatan Nya selaku Tuhan ! Hanya itu ! ( bandingkan dengan Roma 5 : 10 ) Di bawah ini pembagian jenis iman menurut Alkitab :
(1) Iman bahwa Yesus adalah Tuhan , misalnya Roma 10 : 9 bagian pertama yang mengatakan :" Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan ...... . Iman seperti ini tidak menyelamatkan , sebab iblispun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan . Lucifer juga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan ! ( bandingkan Yakobus 2 : 19 dengan Yohanes 10 : 30 ). Jadi iman bahwa Yesus adalah Tuhan , tidak cukup untuk dapat menyelamatkan saudara , kecuali disertai pengakuan akan kematian dan kebangkitan Nya seperti pada bagian kedua Roma 10 : 9 .
(2) Iman pada ajaran kasih Nya , misalnya Matius 5 : 13 - 16 , di mana kita diminta untuk menjadi garam dunia dan terang dunia , supaya kita berguna bagi sesama dan perbuatan kita yang baik semata-mata hanya untuk kemuliaan nama Tuhan , bukan untuk memperoleh keselamatan . Jadi di sini perbuatan baik adalah sebagai bukti bahwa kita sudah diselamatkan , bukan dasar untuk diselamatkan . Karena Tuhan terlebih dahulu sudah mengasihi kita , maka kitapun mengasihi dia dengan melakukan perintahnya ( bandingkan Yohanes 15 : 10 Yakobus 2 : 17 ) Iman seperti inipun tidaklah menyelamatkan, karena ajaran Nya tentang kasih adalah untuk kebaikan kita selama di dunia , tetapi karya penyelamatan Nya , yakni kematian dan kebangkitan Nya adalah untuk kehidupan kekal kita di sorga ! Tolong dibedakan !
(3) Iman pada kuasa mujizat Nya , misalnya Matius 15 : 28 , di mana perempuan Kanaan itu percaya pada kuasa mujizat Yesus dan anaknya sembuh . Ini adalah jenis iman yang juga tidak menyelamatkan , hanya menerima pertolonganNya di dunia ini juga ; karena keselamatan kita ( untuk di sorga , bukan untuk di dunia ) tidak tergantung pada mujizat kuasaNya dalam menolong kita, menyembuhkan kita dan lain-lain, selain hanya tergantung pada kematian dan kebangkitanNya saja ! Lihat cerita tentang sepuluh orang berpenyakit kusta dalam Lukas 17 : 11 - 18 . Tolong dibedakan !
(4) Iman pada karya penyelamatan Nya di kayu salib , misalnya : Efesus 2 : 8 - 9 . di mana disebutkan bahwa keselamatan kita bukan dari usaha kita , bahkan jelas dikatakan bahwa yang membuat kita diselamatkan adalah karena kematianNya di kayu salib ganti kita ( bandingkan 2 Korintus 5 : 21 dengan Galatia 2 : 21 ) . Andai-kata Kristus tidak mati dan tidak bangkit , kita semua binasa ! ( 1 Korintus 15 : 17 - 18 ) . Inilah jenis iman yang menyelamatkan kita ! Tidak ada yang lain ! Iman untuk kehidupan kekal kita di sorga , bukan untuk kehidupan kita di dunia . Tolong dibedakan !
Dari jenis-jenis iman tersebut di atas teranglah bahwa kata" iman" yang digunakan oleh Yakobus dalam Yakobus 2 : 14 - 26 bukanlah jenis iman pada karya penyelamatan Kristus , melainkan jenis iman pada ajaran kasih Nya dan kuasa mujizat Nya ! Iman pada ajaran kasih Nya jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang kosong , tidak berguna bagi sesama , tidak menjadi garam dunia dan tidak menjadi terang dunia ! Demikian juga iman pada kuasa mujizatNya , jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang mati , yang tidak berguna ! Misalnya sakit keras , bukannya mencari pertolongan pada kuasa mujizat Nya , malahan pergi ke dukun atau ke pengobatan alternatif dan sebangsanya !
Konklusi
Tidak ada perbedaan antara ajaran Paulus dengan Yakobus , sebab Paulus menitik-beratkan ajarannya pada iman pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan ; sementara Yakobus menitik beratkan ajarannya pada bukti iman , yaitu tindakan iman atau perbuatan iman ! Yakobus menitik-beratkan pada iman akan ajaran kasih Yesus , supaya setiap orang percaya melakukan kebaikan , karena sudah diselamatkan ! Yakobus juga memberi contoh tentang iman Abraham dan iman Rahab , yang keduanya merupakan iman pada kuasa mujizat Nya , yakni tentang janji Allah membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit , dan janji pada Rahab bahwa jika Yerikho jatuh , Rahab sekeluarga tidak akan dibunuh ! ( bandingkan Yakobus 2 : 21 dan 25 dengan Kejadian 15 : 5 - 6 serta Yoshua pasal 2 tentang pengintai-pengintai di Yerikho . )
Jadi tanpa memahami iman model apa yang diajarkan Yakobus yang berkaitan dengan perbuatan, dan iman model apa yang ditekankan Paulus untuk keselamatan , dengan menggeneralisir semua type iman , maka orang akan terperangkap pada penafsiran yang salah , seakan-akan perbuatan baik ikut berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! Itu bukan Kekristenan , sebab Kekristenan adalah " menerima apa yang telah dikerjakan Yesus di kayu salib . " !
Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari , di mana orang memiliki iman pada ajaran kasih Yesus dan melakukannya , namun orang itu tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan tidak percaya juga bahwa hanya karya salib Nya yang memberikan keselamatan kekal ( Saksi Yehovah , Mormon ) . Banyak orang yang memiliki iman bahwa Yesus penuh kuasa mujizat , sehingga ketika ada KKR , mereka datang hanya untuk mencari kesembuhan saja , namun mereka tidak percaya bahwa Yesuslah satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal . Banyak orang memiliki iman bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diberi kehormatan ilahi sebagai Tuhan , tetapi Dia bukanlah Allah ( Unitarian ) .
Namun perlu ditegaskan kembali bahwa kita diselamatkan bukan karena iman pada ajaran kasihNya , bukan juga iman pada kuasa mujizat Nya serta bukan pula iman bahwa Yesus adalah Tuhan , titik ! Iman yang menyelamatkan kita adalah iman pada Yesus selaku Tuhan , Allah yang telah turun ke dunia , mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita ! Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Salam selalu dari laut . ( Capt . Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap. M.Mar )
Pandangan dunia yang lahir dari filsafat mengajarkan bahwa tidak mungkin ada keberhasilan tanpa ada perjuangan . Tidak mungkin ada kesuksesan jika tidak ada usaha . Orang mendapatkan promosi karena menunjukkan adanya prestasi . Orang harus bekerja supaya memperoleh bayaran atau upah ! Di mana ada jasa di situ harus ada balas-jasa ! Jadi sistem meritokrasi itu adalah sistem balas-jasa ! Dan itu tidak salah , karena kenyataannya itu ada suatu kebenaran yang sudah bersifat universal ., namun itu adalah kebenaran menurut cara pandang manusia ( dikaiosune gar anthropon ) yang sama sekali tidak dapat dikait-kaitkan dengan kebenaran Allah ( dikaiosune gar Theon ) dalam kasih karunia Kristus .
Sejak zaman dahulu kala sistem meritokrasi ini sudah diakui secara umum . Bahkan di dalam Perjanjian Lama, sistem ini sangat kental . Ketaatan pada hukum , menghasilkan berkat , tetapi ketidak-taatan menghasilkan kutuk ! Salah satu ciri sistem meritokrasi adalah adanya suatu syarat , yang sering-kali menggunakan kata " jika " atau "apabila " untuk melakukan sesuatu ! Contohnya , jika kamu punya prestasi akan mendapat promosi ! Jika kamu kamu berusaha , pasti kamu akan berhasil . Jika kamu bekerja , pasti mendapatkan uang ! Tidak ada yang salah dalam sistem ini , karena memang masuk-akal dan dapat diterima oleh semua pihak, di belahan dunia mana pun .
" Jika engkau baik-baik mendengar suara TUHAN, Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah Nya ..... Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengar suara TUHAN , Allahmu . " ( Ulangan 28 : 1 Terjemahan LAI 1987 )
Dalam teks di atas teranglah bahwa jika manusia ingin diberkati oleh TUHAN , ada syaratnya yaitu , jika ia mendengar suara TUHAN dan melakukan dengan setia segala perintah Nya ! Jadi mempunyai syarat , yaitu jika begini atau jika begitu ! Bagaimana kalau syarat "jika " tersebut tidak dilaksanakan ?
" Tetapi jika engkau tidak mendengar suara TUHAN , Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , .......maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau . ( Ulangan 28 : 15 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas juga menggunakan syarat "jika " ! Pendek kata " jika setia melaksanakan segala perintah dan ketetapan Nya " diberkati ! "Jika tidak setia melakukan segala perintah dan ketetapan Nya , " dikutuk ! Dari kedua teks Alkitab yang diambil dari hukum Torat tersebut di atas , teranglah bahwa sistem meritokrasi identik dengan ketaatan pada aturan atau hukum . Tetapi , masalahnya adalah Kekristenan bukan berada di bawah hukum Torat ! Kekristenan ada di bawah kasih karunia Kristus . Apakah di dalam kasih-karunia Kristus tersebut terdapat syarat " jika " yang menunjuk pada usaha manusia, sementara kutuknya sudah dicabut oleh Kristus dan dipakukan pada kayu salib ? ( Galatia 3 : 13 ; Kolose 2 : 13 - 14 )
Mari kita ambil contoh bunyi teks Ulangan 28 : 15 " tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , dikutuk ! Secara empiris dan historis , apakah ada manusia yang bisa dengan setia melakukan segala perintah Nya ? Arti kata setia di sini adalah " terus menerus melakukan " , yakni terus menerus melakukan segala perintah Nya ! Kalau saudara menjawab : ada ! Saudara adalah pendusta besar ! Justru karena manusia tidak bisa setia melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , maka manusia tetap berada di bawah perhambaan dosa ! ( bandingkan dengan 1 Yohanes 1 : 8 dan 10 dan Ulangan 27 : 26 ) . Saudara harus tahu bahwa seluruh perintah dan ketetapan TUHAN itu di Perjanjian Lama saja ada sekitar 613 mitsvot ( 613 aturan ) belum termasuk inovasi dari Tuhan Yesus pada Perjanjian Baru ! Saudara bisa !? Saudara berbohong kalau saudara bilang bisa , apapun alasan saudara !
Itulah sebabnya Perjanjian Lama memberikan bukti bahwa tidak ada satu pun manusia yang mampu melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , yaitu dengan adanya peraturan tentang korban pagi , korban petang , korban keselamatan , korban penghapus salah , korban penghapus dosa dan setahun sekali di adakan Hari Raya Pendamaian ( yom kippur , Ibrani ) . Jikalau manusia mampu melakukan semuanya , setidaknya tidak perlu ada hari Raya Pendamaian ini . ( bandingkan dengan Ibrani 10 : 1 )
"Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka ." ( Imamat 16 : 34 Terjemahan LAI 1987 )
Dari apa yang diuraikan di atas, sebenarnya sistem meritokrasi dunia , jika dikaitkan dengan keselamatan , tidak dapat diterapkan pada manusia , karena tidak ada seorangpun manusia yang dapat dipandang benar sesuai standar Allah ! Tidak ada yang berjasa ! Tidak ada yang perprestasi ! Tidak ada yang berhasil ! Tidak ada yang baik ! Tidak ada yang benar ! Artinya usaha manusia , ternyata sia-sia belaka ! Semua berusaha untuk melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , tetapi siapa yang mampu ?! Semua gagal ! ( bandingkan dengan Roma 3 : 10 - 12 ) Gordon Fee mengatakan :" Mengandalkan kebaikan untuk mendapatkan keselamatan pasti gagal . karena tidak ada manusia yang tidak bersalah seumur hidupnya ." ( Gordon Fee ; Hermenutic )
Teologi Paulus
Banyak orang luar maupun orang dalam Kekristenan yang menuduh Paulus membuat sendiri teologinya yang sama sekali tidak Alkitabiah ! Tuduhan seperti itu omong kosong besar , karena Paulus mendasarkan teologinya pada Perjanjian Lama yang kemudian dikomparasikan dengan Kabar Baik tentang Kematian dan kebangkitan Kristus .Tanpa Perjanjian Lama , kita tidak dapat mengerti makna dari kematian dan kebangkitan Kristus secara teologi yang benar , itu pasti !
"Tetapi kita tahu bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam hukum Torat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Torat supaya tersumbat setiap mulut dan supaya seluruh dunia berada di bawah penghakiman Allah . Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena justru oleh hukum Torat orang mengenal dosa ." ( Roma 3 : 19 - 20 Terjemahan LAI 2002 )
Paulus benar ! Tidak ada manusia yang bisa melakukan "seluruh" perintah dan ketetapan Nya , sehingga seluruh manusia jatuh di bawah penghakiman Allah , terkutuk dan tidak ada yang bisa membantah fakta ini ! Oleh karena itu cuma ada satu jalan , yakni kasih-karunia Allah dalam membuat kita memperoleh pembenaran ! Kalau dahulu , pembenaran diperoleh dari darah binatang dan bersifat sementara , maka sekarang pembenaran diperoleh dari darah Yesus yang bersifat kekal .
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )
Kemudian pada Roma 4 : 3 Paulus menunjukkan pembenaran yang diterima oleh Abraham yang bukan berdasarkan perbuatan melainkan berdasarkan iman ! Pada Roma 4 : 5 Paulus memperlihatkan kasih-karunia yang bersifat cuma-cuma dan bukan karena usaha . Dan pada Roma 4 : 6 Paulus mengutip Mazmur Daud dengan penekanan bahwa pembenaran dari Allah itu bukan berdasarkan perbuatan manusia , berikut di bawah ini :
" Seperti juga Daud menyebut berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya : Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya. Berbahagialah orang yang dosanya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya ." ( Roma 4 : 6 - 8 Terjemahan LAI 2002 )
Lalu Paulus membandingkan hukum Torat yang tidak bisa dilakukan seluruhnya oleh manusia , dalam arti manusia tidak mampu menggenapi hukum Torat , selain hanya Yesus saja ! (
bandingkan dengan Matius 5 : 17 )
"Jika demikian , apa dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan asas apa ? Berdasarkan asas perbuatankah ? Bukan , melainkan berdasarkan iman . Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman , bukan karena melakukan hukum Torat ." ( Roma 3 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 )
Saudara dan saya tidak mampu menggenapi hukum Torat yang jumlahnya 613 aturan tersebut ! Saudara dan saya jatuh dalam dosa terus menerus ! Saudara dan saya jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Karena itu saudara dan saya tidak punya dasar untuk bermegah atau bangga dengan perbuatan kita yang baik . Mengapa demikian ? Karena tidak semua perintah dan ketetapan Nya kita lakukan ! Untuk melakukan semuanya , saudara dan saya tidak punya kemampuan . Jadi hanya tinggal satu saja dasarnya , yakni iman , dalam arti percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib itulah yang sudah membenarkan kita ! Hanya itu dan tidak ada yang lain !
Lebih terang lagi Paulus mengatakan bahwa keselamatan kita sama sekali bukan hasil usaha kita , dan sama sekali bukan hasil pekerjaan kita . Keselamatan kita semata-mata pemberian Allah , tanpa usaha manusia ( human effort ) .
"Sebab karena kasih-karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu , tetapi pemberian Allah ; itu bukan hasil pekerjaanmu , supaya tidak ada orang yang memegahkan diri ." ( Efesus 2 : 8 - 9 Terjemahan LAI 2002 )
Supaya orang tidak memegahkan diri karena kebaikan-kebaikannya , teks di atas langsung menegor :" Itu bukan hasil usahamu ! Itu bukan hasil pekerjaanmu ! Itu pemberian Allah secara cuma-cuma tanpa usaha manusia dan pekerjaan manusia . Mengapa ? Karena kebaikan kita tidak memenuhi standar Allah ! Adalah memang kita harus melakukan kebaikan sebisa yang kita kerjakan , tetapi tujuannya bukan untuk diselamatkan , melainkan karena sudah diselamatkan ( bandingkan dengan Efesus 2 : 10 ) . Supaya orang lebih mengerti lagi , Paulus menulis :
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juru Selamat kita dan kasih Nya kepada manusia , pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita , bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan , tetapi karena rahmat Nya melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus .... " ( Titus 3 : 4 - 5 Terjemahan LAI 2002 )
Memang kita melakukan kebaikan-kebaikan hidup , namun jangan lupa tidak seorangpun mampu mencapai kebaikan sesuai standar Allah sehingga tetap tinggal di bawah kutuk dosa Satu-satunya jalan hanya pengampunan lewat darah Yesus ! Cuma itu ! Akan tetapi perhatikan ketika Yakobus menulis :
"Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman ." ( Yakobus 2 : 24 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah Injil yang diberitakan oleh Paulus berbeda dengan yang diberitakan oleh Yakobus ! Tidak ! Hanya ada orang yang salah mengeksposisi Yakobus 2 : 14 - 26 . Injil yang mereka beritakan sama , yakni pembenaran hanya oleh iman saja , dan sama sekali bukan disertai perbuatan . Tetaplah bersama saya .
Teologi Yakobus
Dari ke 27 Kitab yang terkodifikasi menjadi Perjanjian Baru seperti yang kita punyai sekarang ( dari Matius hingga Wahyu ) , menurut Dr. D. Edmond Hirbert , Yakobus 2 : 14 - 26 adalah teks Alkitab yang paling sulit dipahami ( D. Edmond Hirbert , Surat Yakobus , halaman 174 ) . Pada masa abad ke XVI M , bapak reformator Gereja, Martin Luther mengatakan " Surat Yakobus seperti surat jerami , " , maksudnya sangat sulit dipahami jika dikaitkan dengan kasih karunia . ( H. Berkhof " Sejarah Gereja ) Oleh karena itu , tidak heran banyak orang yang salah memahami maksud Yakobus berkaitan dengan Yakobus pasal 2 : 14 - 26 tersebut sehingga muncullah ajaran kultus, sekta atau bidah sebagaimana dimaksudkan di atas .
Akan tetapi jika kita tidak melepaskan teks Yakobus 2 : 24 dengan konstek jarak dekatnya dan konstek jarak jauhnya , mulai dari ayat ke 14 sampai dengan ajat ke 26 , maka kita akan menemukan benang-merah , bahwa apa yang dimaksud oleh Yakobus , tidaklah berbeda dengan apa yang dimaksud oleh Paulus , bahwa keselamatan hanya diperoleh dari iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .
Martin Luther mengatakan bahwa iman adalah sikap bathin seorang Kristen yang memperbaharui hidup Kekristenannya . Dari dalam iman itu lahirlah perbuatan-perbuatan baik sebagai buahnya , namun perbuatan-perbuatan baik itu tidaklah menyelamatkan , sebab keselamatan hanya datang dari iman pada karya penyelamatan Kristus . Itulah sebabnya Yohanes Calvin mengatakan bahwa :" Iman itu sendiri yang membenarkan , namun iman yang membenarkan itu tidaklah sendirian ." , maksudnya iman yang menyelamatkan itu harus diikuti dan disertai oleh perbuatan-perbuatan baik .
" Apa gunanya , saudara-saudaraku , jika seseorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman , padahal ia tidak mempunyai perbuatan ? Dapatlah iman itu menyelamatkan dia ? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari dan seorang dari antara kamu berkata " Selamat jalan , kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang , tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya , apakah gunanya itu ? " ( Yakobus 2 : 14 - 16 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah gunanya itu ?! Teks di atas berkaitan erat dengan tulisan Paulus di 1 Korintus 13 : 2 , dikatakan bahwa sekalipun seseorang memiliki iman yang sempurna , tetapi tidak memiliki kasih terhadap sesama , maka orang itu tidak berguna bagi sesama ! Sekali lagi , orang yang beriman itu tidak berguna bagi orang lain ! Maksud Paulus adalah bahwa sekalipun kita dibenarkan bukan dari perbuatan kita , namun iman yang membenarkan itu harus diikuti oleh perbuatan baik , supaya kita berguna bagi orang lain ! ( bandingkan dengan Titus 3 : 8 ) . Maksud Yakobus pun demikian juga , bahwa apa gunanya kita bagi orang lain kalau kita tidak melakukan kebaikan ! Tetapi sama sekali ia tidak bermaksud mengatakan bahwa keselamatan itu adalah hasil dari iman ditambah perbuatan !
Tidak mungkin Yakobus dan Paulus tidak sependapat bahwa hanya oleh kasih karunia Kristus kita dibenarkan dan bukan dari usaha kita dalam bentuk apapun ! Tidak mungkin Yakobus dan Paulus menghina dan merendahkan karya penyelamatan Kristus di kayu salib dengan mengatakan bahwa karya salib Kristus itu tidak cukup , belum selesai dan belum sempurna , sehingga harus ditambah dengan perbuatan baik manusia sebagai unsur bantuannya . Tidak mungkin ! Itu menghina kasih karunia ( bandingkan dengan IBrani 10 : 29 ) .
Pada waktu Paulus membicarakan keselamatan karena iman , yang dimaksud adalah iman pada karya salib Kristus ! Saudara harus memahami perbedaan antara ajaran Tuhan Yesus dengan karya salibnya ! Terus terang , kita dibenarkan bukan dari ajaran Nya melainkan dari karya salib Nya ! Mengapa ? Pembenaran bertalian erat dengan pengampunan dosa , di mana hanya dengan penumpahan darah Yesus ada pengampunan . Tidak ada pengampunan tanpa penumpahan darah ! ( bandingkan Ibrani 9 : 22 dengan Matius 26 : 28 ) .
Pada waktu Yakobus membicarakan iman , yang dimaksud adalah iman pada ajaran Tuhan Yesus tentang kasih , bukan iman pada karya salib Nya ! ( Yakobus 2 : 14- 16 ) Sekalipun iman pada ajaran Nya itu tidak menyelamatkan , tetapi iman pada ajaran Yesus ini pasti melekat pada orang yang memiliki iman pada karya salib Nya ! Itu maksud Yakobus ! Paulus pun selalu mengatakan hal yang sama ! Misalnya pada 1 Korintus 6 : 20 ; Efesus 2 : 8 - 10 dan Titus 3 : 4 - 8 . Kita harus berbuat baik bukan untuk dibenarkan , melainkan karena sudah dibenarkan , supaya kita yang sudah dibenarkan ini berguna bagi orang lain , demi kemuliaan nama Tuhan Yesus !
" Demikian juga halnya dengan iman ; Jika iman itu tidak disertai perbuatan , maka iman itu pada hakekatnya mati ..... Hai manusia yang bebal , maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong ? " ( Yakobus 2 : 17 dan 20 Terjemahan LAI 2002) .
Iman yang dimaksud oleh Yakobus dalam teks di atas adalah jelas iman pada ajaran Yesus tentang kasih , bukan iman yang membenarkan yang hanya ada pada karya penyelamatan Yesus ! Orang yang sudah percaya Yesus , yang sudah dibenarkan oleh darah Yesus, sudah sepantasnya melakukan juga ajaran Yesus ! Itu maksudnya !
" Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman." ( Yakobus 2 : 24 TerjemahaDi bawah inin LAI 2002 )
Di dalam Roma 3 : 27 - 28 , Paulus menulis bahwa orang dibenarkan hanya karena iman dan sama sekali bukan dari perbuatannya . Pada teks di atas, Yakobus menulis bahwa " orang dibenarkan karena perbuatannya , dan bukan hanya oleh iman saja ." Apakah Paulus dan Yakobus berseberangan ? Tidak mungkin ! Yakobus berbicara mengenai iman pada ajaranYesus termasuk iman pada kuasa mujizat Nya , sementara Paulus berbicara mengenai iman pada karya salib Yesus ! Keduanya berbeda substansi ! Kalau kita memiliki iman pada ajaran kasih Nya , sudah barang tentu kita melakukannya ! Demikian pula kalau kita memiliki iman pada karya salib Nya , kitapun melakukan ! Dengan cara apa ? Dengan cara percaya bahwa hanya oleh kasih-karunia Kristus kita dibenarkan dan sama sekali bukan dari perbuatan baik kita yang sudah kita lakukan .
Jadi kalau sistem dunia yang meritokrasi ( sistem balas jasa ) dikombinasikan dengan penafsiran yang salah pada Yakobus 2 : 14 - 26 , maka lahirlah ajaran bahwa keselamatan itu diperoleh dari kombinasi antara iman dan perbuatan ! Contoh sistem meritokrasi yang lain adalah :" Mana mungkin ada pahala jika tidak ada usaha ." Sekali lagi, saya katakan pandangan seperti itu tidak Alkitabiah ! Supaya saudara dan saya lebih memahami apa yang dimaksud dengan "iman " oleh Paulus dan oleh Yakobus, di bawah ini diberikan uraian tentang jenis-jenis iman yang ada di dalam Alkitab .
Jenis-jenis iman terkait dengan Surat Yakobus 2 : 14 - 26
Terdapat empat jenis iman yang kita kenal dari dalam Alkitab , yang satu sama lain berbeda tetapi saling berhubungan , yaitu iman bahwa Yesus adalah Tuhan , iman pada ajaran kasih Nya , iman pada kuasa mujizatNya , dan iman pada karya salib Nya ! Andaikata Yesus hanya Tuhan , yang mengajar saja dan bermujizat saja dengan kuasa Nya , tetapi tidak mati di kayu salib serta bangkit pada hari ketiga , kita semua binasa ! Sebab kita diselamatkan bukan sekedar bahwa Ia Tuhan , bukan juga dari ajaran kasihNya , dan juga bukan dari kuasa mujizat Nya ! Kita diselamatkan karena kematian dan kebangkitan Nya sebagai satu-satunya karya penyelamatan Nya selaku Tuhan ! Hanya itu ! ( bandingkan dengan Roma 5 : 10 ) Di bawah ini pembagian jenis iman menurut Alkitab :
(1) Iman bahwa Yesus adalah Tuhan , misalnya Roma 10 : 9 bagian pertama yang mengatakan :" Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan ...... . Iman seperti ini tidak menyelamatkan , sebab iblispun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan . Lucifer juga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan ! ( bandingkan Yakobus 2 : 19 dengan Yohanes 10 : 30 ). Jadi iman bahwa Yesus adalah Tuhan , tidak cukup untuk dapat menyelamatkan saudara , kecuali disertai pengakuan akan kematian dan kebangkitan Nya seperti pada bagian kedua Roma 10 : 9 .
(2) Iman pada ajaran kasih Nya , misalnya Matius 5 : 13 - 16 , di mana kita diminta untuk menjadi garam dunia dan terang dunia , supaya kita berguna bagi sesama dan perbuatan kita yang baik semata-mata hanya untuk kemuliaan nama Tuhan , bukan untuk memperoleh keselamatan . Jadi di sini perbuatan baik adalah sebagai bukti bahwa kita sudah diselamatkan , bukan dasar untuk diselamatkan . Karena Tuhan terlebih dahulu sudah mengasihi kita , maka kitapun mengasihi dia dengan melakukan perintahnya ( bandingkan Yohanes 15 : 10 Yakobus 2 : 17 ) Iman seperti inipun tidaklah menyelamatkan, karena ajaran Nya tentang kasih adalah untuk kebaikan kita selama di dunia , tetapi karya penyelamatan Nya , yakni kematian dan kebangkitan Nya adalah untuk kehidupan kekal kita di sorga ! Tolong dibedakan !
(3) Iman pada kuasa mujizat Nya , misalnya Matius 15 : 28 , di mana perempuan Kanaan itu percaya pada kuasa mujizat Yesus dan anaknya sembuh . Ini adalah jenis iman yang juga tidak menyelamatkan , hanya menerima pertolonganNya di dunia ini juga ; karena keselamatan kita ( untuk di sorga , bukan untuk di dunia ) tidak tergantung pada mujizat kuasaNya dalam menolong kita, menyembuhkan kita dan lain-lain, selain hanya tergantung pada kematian dan kebangkitanNya saja ! Lihat cerita tentang sepuluh orang berpenyakit kusta dalam Lukas 17 : 11 - 18 . Tolong dibedakan !
(4) Iman pada karya penyelamatan Nya di kayu salib , misalnya : Efesus 2 : 8 - 9 . di mana disebutkan bahwa keselamatan kita bukan dari usaha kita , bahkan jelas dikatakan bahwa yang membuat kita diselamatkan adalah karena kematianNya di kayu salib ganti kita ( bandingkan 2 Korintus 5 : 21 dengan Galatia 2 : 21 ) . Andai-kata Kristus tidak mati dan tidak bangkit , kita semua binasa ! ( 1 Korintus 15 : 17 - 18 ) . Inilah jenis iman yang menyelamatkan kita ! Tidak ada yang lain ! Iman untuk kehidupan kekal kita di sorga , bukan untuk kehidupan kita di dunia . Tolong dibedakan !
Dari jenis-jenis iman tersebut di atas teranglah bahwa kata" iman" yang digunakan oleh Yakobus dalam Yakobus 2 : 14 - 26 bukanlah jenis iman pada karya penyelamatan Kristus , melainkan jenis iman pada ajaran kasih Nya dan kuasa mujizat Nya ! Iman pada ajaran kasih Nya jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang kosong , tidak berguna bagi sesama , tidak menjadi garam dunia dan tidak menjadi terang dunia ! Demikian juga iman pada kuasa mujizatNya , jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang mati , yang tidak berguna ! Misalnya sakit keras , bukannya mencari pertolongan pada kuasa mujizat Nya , malahan pergi ke dukun atau ke pengobatan alternatif dan sebangsanya !
Konklusi
Tidak ada perbedaan antara ajaran Paulus dengan Yakobus , sebab Paulus menitik-beratkan ajarannya pada iman pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan ; sementara Yakobus menitik beratkan ajarannya pada bukti iman , yaitu tindakan iman atau perbuatan iman ! Yakobus menitik-beratkan pada iman akan ajaran kasih Yesus , supaya setiap orang percaya melakukan kebaikan , karena sudah diselamatkan ! Yakobus juga memberi contoh tentang iman Abraham dan iman Rahab , yang keduanya merupakan iman pada kuasa mujizat Nya , yakni tentang janji Allah membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit , dan janji pada Rahab bahwa jika Yerikho jatuh , Rahab sekeluarga tidak akan dibunuh ! ( bandingkan Yakobus 2 : 21 dan 25 dengan Kejadian 15 : 5 - 6 serta Yoshua pasal 2 tentang pengintai-pengintai di Yerikho . )
Jadi tanpa memahami iman model apa yang diajarkan Yakobus yang berkaitan dengan perbuatan, dan iman model apa yang ditekankan Paulus untuk keselamatan , dengan menggeneralisir semua type iman , maka orang akan terperangkap pada penafsiran yang salah , seakan-akan perbuatan baik ikut berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! Itu bukan Kekristenan , sebab Kekristenan adalah " menerima apa yang telah dikerjakan Yesus di kayu salib . " !
Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari , di mana orang memiliki iman pada ajaran kasih Yesus dan melakukannya , namun orang itu tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan tidak percaya juga bahwa hanya karya salib Nya yang memberikan keselamatan kekal ( Saksi Yehovah , Mormon ) . Banyak orang yang memiliki iman bahwa Yesus penuh kuasa mujizat , sehingga ketika ada KKR , mereka datang hanya untuk mencari kesembuhan saja , namun mereka tidak percaya bahwa Yesuslah satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal . Banyak orang memiliki iman bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diberi kehormatan ilahi sebagai Tuhan , tetapi Dia bukanlah Allah ( Unitarian ) .
Namun perlu ditegaskan kembali bahwa kita diselamatkan bukan karena iman pada ajaran kasihNya , bukan juga iman pada kuasa mujizat Nya serta bukan pula iman bahwa Yesus adalah Tuhan , titik ! Iman yang menyelamatkan kita adalah iman pada Yesus selaku Tuhan , Allah yang telah turun ke dunia , mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita ! Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Salam selalu dari laut . ( Capt . Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap. M.Mar )