Jumat, 20 Maret 2015

BERANI MENGGUNAKAN IMAN ! MENGAPA HARUS GAGAL ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Dua buah jenis janji Tuhan :

Terdapat ribuan janji Tuhan di dalam Alkitab , dan 365  diantaranya disertai dengan pesan serius "Jangan takut !" Akan tetapi sering-kali orang tidak dapat membedakan antara janji Tuhan yang menuntut ketaatan pada hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih-karuniaNya yang tidak menuntut ketaatan pada hukum Torat. Di dalam hukum Torat , setiap janji pasti bersyarat , di mana syarat itu harus ditaati , sebab jika tidak , selain tidak mendapat janjiNya,  kutuk berjalan ! Jangan lupa, ini janji Tuhan menurut sistem hukum Torat yang legalistik , yang mau tidak mau bersifat meritokrasi .

" Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah mengatakan :Amin !  ." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

" Sebab semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk , sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak dengan setia melakukan segala apa yang tercantum di dalam hukum Torat dengan melakukannya ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan baik-baik pada frasa " semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk !" . Itu berarti kita semua , jika mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , justru jatuh ke dalam kutuk . Mengapa demikian ? Sebab saya dan saudara tidak ada yang mampu mentaati hukum Torat secara utuh menurut standar Allah ( lihat frasa "segala apa yang tercantum " ) . Mengapa ?   Lebih dari 600 aturan yang semuanya harus kita taati  , dan tak seorangpun yang mampu !( periksa Keluaran 20 hingga Ulangan 32 ; belum termasuk ucapan Tuhan Yesus )

Jadi , di bawah hukum Torat , semua janji Tuhan bersyarat , apabila kamu begini atau jikalau kamu begitu dan lain sebagainya  dengan ancaman "kutukan "  jika kita tidak melakukannya ! Tidak ada kasih-karunia di sini ! Yang ada adalah penghukuman jika tidak taat dan berkat jikalau taat ! Keadaannya sangat berbeda dengan hukum Kristus , hukum kasih , lengkapnya hukum kasih-karunia , yang penuh pengampunan sekalipun kita sering tidak taat ( band. 2 Timotius 2 : 13 ) . Mengapa begitu ? Bukankah kita telah diberi hak untuk menjadi anak-anakNya ?.( Yohanes 1 : 12 )

"Kritus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk karena kita , sebab ada tertulis "Terkutuklah orang yang digantung di kayu salib." ( Galatia 3 : 13Terjemahan LAI 2002  )

" ...dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Jadi di dalam kasih karunia , sudah tidak ada lagi syarat yang diancam dengan kutukan ! Pertanyaannya adalah : Apakah kita ini orang Kristen ataukah Yudaisme pengikut Torat ?  Kalau saudara dan saya adalah orang Kristen dan bukan Yudaisme , berarti kita berada di luar kutuk hukum Torat karena kita tidak hidup di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia yang tidak legalistik seperti hukum Torat .

"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu , karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat tetapi di bawah anugerah ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Nah ! Masalahnya banyak orang Kristen yang mencampurkan janji Tuhan yang bernuansa kutuk hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih karuniaNya yang justru menghilangkan ancaman kutuk hukum Torat . Orang Kristen seperti ini hidup di bawah bayang-bayang hukum Torat , padahal sebenarnya ia hidup di bawah kasih-karunia . Misalnya, jika ia sulit mendapatkan pekerjaan , maka ia berpikir negatip :" Barangkali aku mempunyai kesalahan kepada Tuhan ? " Kalau ia menderita sakit ia berkata :" Mungkin aku dikutuk Tuhan karena dosaku !"  Orang seperti ini tanpa disadarinya telah menempatkan dirinya kembali berada di bawah hukum Torat . Ia mengira bahwa jika ia bersalah, kesalahannya tidak terampuni . Padahal , bukankah segala kesalahan kita selalu dihapus oleh darah Tuhan Yesus  , setiap saat , seumur-hidup kita , selama-lamanya ? 

Pertanyaannya :"Apakah sebagai orang Kristen kita masih saja berbuat salah ?"  Tentu saja ! Kalau dahulu orang Israel tidak mampu mentaati lebih dari 600 aturan hukum Torat , kitapun sekarang sebagai orang Kristen ,  sama saja   , yaitu tidak akan sanggup mentaati lebih dari 600 aturan hukum tersebut . Perbedaannya, mereka yang berada saja di bawah hukum Torat ada di bawah kutuk , sementara kita yang berada di bawah kasih-karunia, tidak berada di bawah kutuk !  Profesor Gorden Fee mengatakan  bahwa tidak ada seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Namun tidak perlu kuatir , karena di bawah kasih-karunia , pengampunan berjalan terus seumur hidup kita .

Beranilah menggunakan iman :

Ini suatu kisah nyata ! Sebuah kapal berlayar dari Singapore menuju Papua, menempuh jarak lebih dari 1500 mil laut, ketika kemudian di Laut Banda kapal tersebut menemui cuaca yang sangat amat buruk yang mengancam jiwa . Tidak ada pendeta atau pastur atau penginjil atau penatua di kapal itu. Dari 20 orang crew kapal , hanya Nakhoda dan Chief Officer yang Kristen . Dalam deru angin yang membahana dan debur ombak yang menggelegar , Nakhoda dan Chief Officer berseru dengan penuh iman :" Tuhan Yesus tolong ! Selamatkan jiwa kami ya Tuhan ! Hentikanlah cuaca buruk ini ya Tuhan ! "  Apa yang terjadi ? Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Dosamu masih banyak ! Kamu tidak kudus ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama sekali ! Yang terjadi adalah keajaiban , cuaca buruk mereda , angin bersahabat , ombakpun tersenyum gembira laksana sahabat ! Mengapa terjadi seperti itu ? Karena Nakhoda dan Chief Officer kapal itu berani menggunakan iman dalam mengklaim janji Tuhan yang penuh kasih-karunia .

Demikianlah kita , harus berani menggunakan iman kita dan jangan berpikir bahwa kita hidup di bawah kutuk hukum Torat lagi . Berhentilah menyalahkan diri sendiri atau orang lain ! Semenjak kita percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib , semenjak itu pula segala dosa kita sudah diampuni dan bukan dikutuki ! Saudara butuh apa ? Masalah anak-anak ? Masalah keluarga ? Masalah keuangan ? Masalah pekerjaan ? Masalah sakit penyakit ? Masalah yang menggunung ? Berhentilah menyalahkan diri sendiri dan datang kepada Tuhan serta berani menggunakan iman . Berserulah kepada Tuhan sebab Ia baik dan berhentilah mencari-cari kesalahan diri sendiri . Percayalah kasih-karuniaNya non-conditional ( tidak bersyarat ) selain saudara dan saya dituntut untuk tetap percaya .

"Demikian juga halnya dengan  iman . jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan , maka iman itu  pada hakekatnya mati ." (Yakobus 2 : 17 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang yang kurang memahami makna teks di atas , akibat kontaminasi ajaran dari luar yang berbau legalistik bahkan dipertentangkan dengan ajaran rasul Paulus  tentang kasih-karunia . Abraham percaya dan ia bertindak , karena Ia percaya pada janji Tuhan bahwa keturunannya akan sangat banyak ( Kejadian 15 : 5 - 6 ) Tetapi sekarang , dia harus mempersembahkan anaknya itu kepada Tuhan . Bagaimana mungkin keturunannya akan menjadi banyak , jika anaknya yang akan menjadi cikal-bakal orang Israel itu,  sekarang harus disembelih ? Namun ia tetap percaya  dan melakukan tindakan atau perbuatan iman ( band. Kejadian 22 : 1 - 10 dengan Yakobus 2: 21 ) . Demikian pula  Rahab , sebelum ia melihat kenyataan konkrit bahwa Yerikho akan diruntuhkan , ia bertindak dalam iman , untuk keselamatan dia dan keluarganya.  Jadi ia percaya , lalu ia berbuat sesuai imannya ! ( band. Yosua 2 : 1 - 24 dengan Yakobus 2 : 25 ).

Begitu  pula orang Kristen, seharusnya seperti Abraham atau Rahab yang dicontohkan itu . . Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "paranormal" ketika ia menemui suatu tantangan ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "orang pintar" ketika menghadapi kesulitan hidup ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus , tetapi mengapa pergi ke guru "spiritual" ketika harus menyelesaikan suatu gunung persoalan ? Ke mana imannya ?  Kenapa tidak melakukan tindakan iman atau perbuatan iman dengan datang kepada Tuhan Yesus ?

Di bawah kasih-karunia , Tuhan tidak melihat kesalahan saudara dan saya . Jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri . Mengapa demikian ? Bukankah segala kesalahan kita sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib ?  Tuhan tidak pernah melihat perbuatan kita , sebab pembenaran bukan datang dari perbuatan kita tetapi hanya oleh "darah Kristus " ! Tanpa darah Kristus tidak ada pembenaran !  Perbuatan kita yang mana yang sanggup membenarkan kita ? Perbuatan yang tidak mampu mentaati seluruh apa yang tertulis dalam kitab hukum Torat itukah ?  Kesalahan kita adalah sering sekali memperlakukan segala kebaikan yang kita lakukan serta kesalahan yang kita buat, dengan sistem dunia yang legalistik dan meritokrasi .

" Kamu lepas dari Kristus jikalau kamu mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , kamu hidup di luar kasih-karunia ." ( Galatia 5 : 4  Terjemahan LAI 1987 )

Saudara dan saya jangan mempunyai mata rohani yang tertutup oleh sifat legalistik hukum Torat . Justru karena kita tidak taat , dan memang tidak bisa taat , Tuhan Yesus datang membenarkan kita lewat kayu salib , di mana seluruh ketidak-taatan kita dipikulNya di sana . Saudara dan saya jangan mencari pembenaran diri sendiri , termasuk dengan mengatakan bahwa Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita . Memang benar Roh Kudus memanggil dan memperlengkapi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan , tetapi bukan berarti saudara dan saya dapat melakukan semuanya . Sebab kalau kita menganggap bahwa kita sanggup melakukan semuanya dan menjadi kudus , berhentilah kasih karunia dan berhenti pula pengampunanNya . Mengapa ? Karena kita sudah tidak membutuhkan pengampunan !  Apakah begitu ?

"..tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu ." ( Yesaya 59 : 2 Terjemahan LAI 1987 ) 

Teks di atas paling sering disalah-gunakan oleh orang sehingga bertentangan dengan janji Tuhan Yesus di zaman kasih-karunia ! Di bawah kasih-karunia, Tuhan tidak mencari-cari kesalahan kita , karena hal itu membuat Ia menyangkali diriNya . Bukankah kedudukan kita sebagai orang percaya yang hidup di bawah kasih-karunia adalah orang benar , kudus dan sempurna karena darah Yesus ?!  Lalu mengapa teks Yesaya 59 : 2 itu didestinasikan buat kita ? Bukankah menjadi tidak relevan dan tidak konsisten dengan berita kasih-karunia ?  Kalau kita terpancing untuk menilai diri kita sebagai orang yang berdosa , itu berarti kita percaya pada dakwaan dan tuduhan si penuduh , yakni iblis !  Seharusnya saudara harus berpegang pada teks Mesianik di bawah ini :


"...demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang , tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu  dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang.... " ( Yesaya 54 : 9 - 10 Terjemahan LAI 1987 )

Inilah teks Mesianik sebagai suatu rangkaian dari teks Mesianik pada Yesaya pasal 53 .  Ini adalah sebuah nubuatan tentang karya penyelamatan Kristus pada Yesaya 53 : 10  yang harus dibaca secara theological canonical reading , yang mengacu pada kasih-karunia yang tidak lagi mencari-cari kesalahan kita, yang diucapkan Tuhan di bawah sumpah .  Itulah sebabnya kita harus dapat membedakan janji Tuhan yang bersyarat menurut sistem hukum Torat dan janji Tuhan yang tidak bersyarat di bawah kasih karunia . Beranilah menggunakan iman , sambil memandang salib Kristus bahwa di sana segala salah dan dosa kita telah dihapuskan, sebab kita hidup di bawah kasih karunia .


Mengapa harus gagal ?

Janji Tuhan dalam kasih karunia tidak pernah gagal ! Jika kita tidak memperoleh janjiNya, bukan berarti janjiNya gagal atau karena saudara dan saya banyak dosa . Pemikiran seperti itu meremehkan Tuhan Yesus, seakan-akan Ia gagal dalam membuat kita sudah dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan  dalam kuasa darahNya , sekali buat selamanya !  Penyebabnya adalah karena saudara tidak berani menggunakan iman , karena terkendala oleh dakwaan Iblis :" Kamu orang berdosa ! Mana mungkin didengar doamu ! Kamu orang berdosa ! Darah Yesus itu tidak ada apa-apanya ! " Padahal dakwaan dan ancaman seperti itu . bukankah sudah dipaku di kayu salib ?

Berikut ini suatu kisah nyata lagi . Sebuah kapal berlayar dari Surabaya menuju Jepang , ketika kapal terjebak pada badai taifun yang mematikan di sebelah barat pantai Pilipina . . Di kapal itu , hanya ada satu orang Kristen , yaitu Nakhodanya sendiri . Perhitungan di atas kertas , kapal tidak akan mampu bertahan dan seluruh jiwa manusia di kapal itu sudah dipastikan celaka atau tewas . Tetapi , Nakhoda kapal itu  berseru kepada Tuhan Yesus :" Tuhan Yesus tolonglah kami ! Selamatkanlah jiwa kami ! ." Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Hidupmu rusak ! Banyak dosamu ! Buat apa aku mendengar doamu ?"  Tidak begitu  ! Apa yang terjadi ? Di luar sadar dari seluruh crew kapal , tiba-tiba mereka merasa ada yang berubah . Tidak ada lagi goncangan ombak dan gelombang . Mereka membuka pintu dan jendela kedap air . Dan apa yang dilihat oleh mereka ? Ternyata kapal mereka sudah berada di tengah-tengah ladang , kurang lebih 7 mil dari garis pantai . Semua selamat ! Pertanyaannya siapakah yang meletakkan kapal tersebut duduk manis di tengah ladang ?  Jawabnya " Tangan Tuhan Yesus ! Mengapa ? Karena Nakhoda kapal itu berani menggunakan imannya dengan melakukan perbuatan iman .

Contoh lain yang juga kisah nyata . Ada seorang Kristen yang terkena serangan jantung . Setelah lepas dari serangan jantung , orang itu hidup tergantung kepada obat .Seluruh aktivitasnya berkurang drastis dan ia harus hidup dari obat-obatan dan kontrol dokter . Setelah 6 bulan , orang itu bosan dengan perawatan dunia seperti itu . Ia mengklaim janji Tuhan :" Tuhan Yesus ! Kata dokter , jantung saya sudah rusak Tuhan . Tolonglah Tuhan , gantilah jantung saya dengan jantung yang baru ." Begitu polos dan sederhana permintaan orang itu , tetapi didasari iman yang sangat kuat . Apa yang terjadi ? Untuk membuktikan imannya, ia berani melakukan perbuatan iman , yaitu berhenti ke dokter dan berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter , dengan hanya mengandalkan imannya saja .  Hasilnya ? Ia sembuh total seperti orang yang tidak pernah rusak jantungnya . Apa sebabnya ? Sebab ia mempunyai iman yang hidup yang disertai perbuatan iman .

Percayalah saudaraku .. Janji Tuhan pasti ditepati dan tidak akan mencari-cari kesalahan kita dengan berkata :" Tidak ! Perbaiki dulu hidupmu ! Kamu masih banyak dosa ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama-sekali ! Kita hidup di bawah kasih-karunia , bukan di bawah sistem hukum Torat yang kerjanya hanya menuntut , mengancam dan mengutuk !Bagaimana mungkin Ia mencari-cari kesalahan kita yang sudah dibenarkanNya, sudah dikuduskanNya dan sudah disempurnakanNya ? Apakah Ia harus menyangkali diriNya sendiri ?" ( band. kembali 2 Timotius 2 : 13 )

" Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Maha Tinggi  telah kau buat tempat perteduhanmu ; malapetaka tidak menimpa kamu dan tulah tidak akan mendekat pada kemahmu, sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu  ." ( Mazmur 91 : 9 - 11 Terjemahan LAI 1987  )

Teks di atas adalah janji Tuhan lewat ucapan Daud yang diurapi Roh Kudus .  Sekalipun begitu banyak janji Tuhan , satupun tidak akan pernah kita peroleh kalau kita tidak percaya atau ragu-ragu karena satu dan lain hal . Ada yang disebabkan mendengar ajaran bahwa  di zaman sekarang ini sudah tidak ada mijizat lagi , ada juga karena terkungkung oleh perasaan bersalahnya , dan tidak sedikit yang terkontaminasi oleh ajaran di luar Kekristenan .  Pada hal janji Tuhan itu ya dan amin , kekal selamanya . Saudara dan saya tidak boleh gagal ! Dalam segala hal kehidupan , baik yang kecil maupun yang besar , baik yang ringan maupun yang berat , sangat mudah bagi Tuhan buat menyelesaikannya .Soal apa saja , soal anak kuliah , soal suami belum bekerja , soal suami atau isteri dipecat dari pekerjaan , soal pacar atau belum mendapatkan pasangan hidup , soal keuangan yang sangat berat , soal penyakit , atau apa saja , baik yang hanya seperti kerikil sampai yang besarnya seperti gunung , percayalah ! Jangan gagal ! Percayalah Tuhan Yesus tidak akan tinggal diam jika kita berseru kepadaNya . 

" Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu , Aku telah melakukannya dan mau  menanggung kamu terus . Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu  " ( Yesaya 46 : 4 Terjemahan LAi 1987 )

Lihat ! Tuhan bilang :" Aku mau ! Aku mau ! Aku mau menanggung kamu terus !" Lalu mengapa kita tidak berani menggunakan iman ? Mengapa harus gagal ? Bukankah Ia sudah bersumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali ? ( Yesaya 45 : 23.a )  Karena itu marilah kita terima  semua janji Tuhan dengan pemahaman bahwa kita menerimanya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih-karunia , bukan di bawah hukum Torat yang selalu mengancam kita dengan kutukan . Percayalah , Ia bukan manusia seperti kita yang sering-kali tidak dapat dipegang janjinya . Tuhan pasti menepati janjiNya, sebab sekalipun Ia Maha Kuasa , Ia tidak dapat berbohong !

Di dalam segala hal , lakukanlah dengan iman . Lebih-lebih jika menghadapi tantangan apapun juga , hadapilah dengan menggunakan iman . Inilah yang disebut dengan "perbuatan dalam iman " , sehingga berdasarkan iman kita melakukan perbuatan iman .   Percayalah , kita memegang janjiNya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih karunia dan sama-sekali bukan di bawah hukum Torat . Jadi , jikalau saudara mendengar khotbah yang bersyarat dan mendakwa , menuduh dan mengancam kita , jangan didengarkan ; karena orang itu dengan sengaja atau tidak sengaja telah membawa kita kembali ke sistem hukum Torat dan keluar dari kasih-karunia ! Apakah tidak janggal kalau di bawah kasih-karunia , masih ada orang yang berkhotbah tentang kutuk !?

"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu , Aku akan melakukannya ." ( Yohanes 14 : 14 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas adalah janji Tuhan Yesus di bawah sumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali dalam arti harus terjadi seperti ucapanNya . Jadi , beranilah menggunakan iman , sepanjang yang saudara perlukan adalah sesuatu yang bukan merupakan hal yang jahat , melainkan dipandang baik oleh manusia dan juga oleh Tuhan dan ingatlah bahwa janji Tuhan di dalam kasih-karuniaNya tidak bersyarat  Yang sering-kali membuat janji Tuhan bersyarat adalah beberapa pengkhotbah dengan menambahi janji Tuhan dengan kata-kata bersyarat seperti : " asalkan " atau "apabila"  ! Memang boleh saja dikatakan bahwa janji Tuhan itu bersyarat , tetapi syaratnya hanyalah percaya ! Jadi bukan syarat yang bernuansa legalistik !


Konklusi :

 Sekarang , apakah meminta kesehatan itu jahat ? Apakah meminta supaya suami mendapatkan pekerjaan itu hal yang tidak benar ? .Apakah meminta supaya anak bisa melanjutkan kuliah itu hal yang buruk ? Tidak bukan ? Lain halnya kalau saudara meminta supaya tetangga sebelah rumah mati ditabrak kereta-api , sudah barang tentu hal ini jahat .  Tetapi bagaimana dengan doa permintaan Rasul Paulus pada 2 Korintus 12 : 7 - 8 , di mana dia sudah meminta sebanyak 3 kali,  tetapi Tuhan menolaknya dengan  menjawab sebagai berikut :

"Cukuplah kasih karunia Ku kepadamu , sebab justru  dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna." ( 2 Korintus 12 : 9 Terjemahan LAi 1987 )

Perhatikan teks di atas ! Kalau saudara tidak cermat , teks di atas dapat disalah-gunakan orang untuk melemahkan iman saudara, dengan mengatakan bahwa teks 2 Korintus 12 : 9 itu adalah bukti bahwa tidak setiap doa itu akan dijawab ! Padahal itu adalah bukti bahwa suatu doa yang dianggap oleh Tuhan bukan merupakan sesuatu yang baik , pasti ditolak !  (contoh lain : Yakobus 4 : 3 ) Tetapi jika sekedar kita meminta segala sesuatu yang menyangkut makan-minum , pakaian , dan kebutuhan hidup yang lain , apakah itu salah ? Apakah jika kita meminta supaya dilepaskan dari mara-bahaya , itu adalah keliru ?

Teks 2 Korintus 12 : 9 tersebut di atas  pada dasarnya menjelaskan bahwa   justru jikalau kita masih memiliki kelemahan menurut sifat daging dengan tabiat berdosanya ( sarkos, Yunani ) , kuasa pengampunan oleh darah Yesus menjadi sempurna (band. Roma 11 : 32 ). Kasih-karunia itu kita terima bukan karena kita kudus , melainkan justru ketika kita dalam keadaan yang tidak benar dan tidak kudus serta tidak sempurna , dibuatNya menjadi benar, kudus dan sempurna , semuanya semata-mata hanya oleh kasih-karuniaNya saja .

 Itulah sebabnya permintaan rasul Paulus tidak dikabulkan oleh Tuhan , bukan karena Tuhan mengingkari janjiNya melainkan karena apa yang diminta oleh rasul Paulus tersebut merupakan hal yang tidak baik di hadapan Tuhan . Apa yang diminta rasul Paulus tidak jelas karena tidak ada penjelasan explisit  dan pandangan theolog berbeda-beda tentang hal ini . Tetapi mengacu pada frasa " dalam kelemahan kuasaKu menjadi sempurna " , kemungkinan besar hal itu terkait dengan kelemahan daging dalam makna sarkos ( tabiat daging )   dan bukan dalam makna soma ( tubuh jasmani ).

Di dalam kasih-karunia , kita harus berani menggunakan iman dan mengapa harus gagal , sepanjang apa yang kita minta adalah sesuatu yang baik dan tidak jahat , bukan saja di hadapan manusia melainkan juga di hadapan Allah . Mintalah , akan diberi ; carilah , kamu akan mendapatkannya ; ketuklah pintu, pintu akan dibukakan !  ( band. Matius 7 : 7 )  Ingatlah selalu bahwa kita orang Kristen yang hidup di bawah kasih-karunia dan sama-sekali berbeda dengan Yudaisme yang hidup di bawah hukum Torat . Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Itu pasti ! Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar