Rabu, 11 Maret 2015

PILIH KASIH KARUNIA ATAU HUKUM TORAT ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Judul : "Pilih Kasih karunia atau hukum Torat ? "  tersebut di atas , sama-sekali bukan bermaksud untuk mempertentangkan keduanya, melainkan untuk memberi penjelasan tentang perbedaan keduanya dipandang dari perspektif iman Kristiani , dan bukan dari perspektif Yudaisme ,  supaya tidak dicampur-aduk .  Sebagaimana kita semua mengetahui bahwa hukum Torat terdapat pada Kitab Suci orang Yahudi yang terdiri dari Tora (Torat) , Nebiim (Kitab para nabi) dan Ketubiim (tulisan-tulisan) yang disebut TNK ( baca " tanakh )  , yang sekarang kita kenal dengan sebutan Perjanjian Lama . Sementara itu , jikalau kita perhatikan dengan seksama seluruh isi Alkitab kita ( PL dan PB )  , kita menemukan 3 (tiga) periode waktu , yakni masa sebelum ada hukum Torat , masa  pada zaman hukum Torat dan masa  setelah zaman hukum Torat .

Kekristenan lahir setelah zaman hukum Torat berlalu, tepatnya berada di belakang , setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Seandainya Kekristenan tidak pernah lahir, sudah barang tentu tidak akan pernah ada Perjanjian Baru . Perlu saudara ketahui bahwa sampai hari ini orang-orang Yahudi yang non Kristen , tetap menggunakan Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka , sementara Kekristenan menggunakan keduanya yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru .Namun demikian, saudara harus juga mengingat bahwa jemaat Kristen mula-mula  juga orang-orang Yahudi , yang kemudian oleh pekerjaan rasul Paulus berkembang kepada seluruh bangsa di dunia . ( Bandingkan dengan Sidang Raya di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 15 : 6 - 10 )

Masa sebelum ada hukum Torat :

Di sini kita membatasi diri hanya untuk membicarakan kehidupan orang percaya sebelum adanya hukum Torat , yaitu orang-orang Israel sebagai keturunan Abraham . Ketika terjadi bahaya kelaparan di tanah Kanaan , Abraham , Sarah , Ishak dan Ribka sudah meninggal dunia  Kelompok orang Israel di bawah pimpinan Yakub (cucu Abraham)  berpindah ke Mesir atas prakarsa anaknya , Yusuf , yang sedang menjabat sebagai orang kedua di negeri itu (band. Kejadian 46 : 1 - 27 ). Makin lama jumlah orang Israel yang di Mesir makin bertambah banyak .  Yakub meninggal dunia dan jenazahnya di bawa pulang untuk dikuburkan di tanah Kanaan . Tidak lama kemudian , Yusuf pun meninggal dunia . Sementara itu , penguasa Mesir silih-berganti , sampai tiba pada  masa Firaun Ramses I yang mempekerjakan orang-orang Israel sebagai budak . ( Keluaran 1 : 8 - 14 ) Kemudian , lewat Musa , Tuhan memanggil bangsa itu keluar dari perbudakan di negeri Mesir  ( pada zaman Firaun Ramses II ) untuk dijadikanNya menjadi suatu bangsa sendiri di Tanah Perjanjian , yaitu kembali ke tanah Kanaan ,  sesuai dengan janji Tuhan kepada Abraham ratusan tahun sebelumnya .( Kejadian 12 : 7 )

Ketika bangsa Israel akan keluar dari perbudakan di Mesir, untuk kembali ke tanah Kanaan , Tuhan memperlihatkan kuasaNya dengan mengadakan 10 (sepuluh) perbuatan ajaib , supaya orang Israel percaya dan orang Mesir mengakui  bahwa Ia memang Maha Kuasa dan tidak ada Tuhan selain Dia ( band. Keluaran pasal 7 sampai pasal 11 ) Itu semua dilakukan Tuhan bukan karena kebaikan orang Israel, melainkan semata-mata karena pembelaanNya yang tak bersyarat, agar Firaun membebaskan mereka dari perbudakan , sesuai dengan janjiNya kepada Abraham .ketika Abraham berada di Kanaan dahulu kala . (Kejadian 15 : 13 - 14 ) . Alkitab mencatat bahwa rombongan yang keluar dari Mesir berjumlah 600 ribu laki-laki Israel , belum termasuk perempuan-perempuan dan anak-anak , dan juga belum termasuk berbagai bangsa yang ikut bersama mereka , serta sangat banyak ternak kambing domba lembu dan sapi . Sungguh suatu romobongan yang sangat besar pada masa itu  , yang oleh para theolog diperkirakan berjumlah paling tidak sekitar  2 (dua) juta   manusia . (Keluaran 12 : 37 - 38 )

Namun apa yang terjadi ketika orang Israel tiba di padang gurun , di tepi laut Teberau ? Melihat bahwa tentara Mesir mengejar mereka , sementara di depan terdapat laut yang menghalangi jalan mereka , orang Israel mulai marah-marah , menggerutu dan berkata-kata yang tidak senonoh . ( Keluaran 14 : 11 - 12 ) Mereka marah terhadap Musa, dalam arti marah kepada Tuhan .  Pertanyaannya :" Apakah Tuhan murka dengan kedegilan mereka itu dan menghukum mereka ?" Tidak ! Mengapa tidak ? Karena pada waktu itu belum ada aturan hukum Torat yang dapat dipakai dasar untuk hukuman  ! Kasih karuniaNya menghapus segala salah mereka , dengan membelah laut Teberau menjadi dua bagian, sehingga mereka selamat dari kejaran tentara Mesir yang akhirnya tenggelam di laut Teberau . Kasih karunia diterima oleh mereka, bukan dari ketaatan mereka  (mereka bahkan bersungut-sungut) , melainkan karena Tuhan mengasihi mereka .Inilah kasih-karunia !

Ketika orang Israel tiba di Mara dalam keadaan kehausan , sementara air yang ada di sana rasanya pahit , kembali mereka bersungut-sungut tanpa terkendali . (Keluaran 15 : 24 ) . Apakah Tuhan marah dengan omelan mereka dan menghukum mereka ? Tidak ! Mengapa tidak ? Kasih karuniaNya melupakan salah dan dosa mereka, dengan membuat air yang pahit itu menjadi manis (Keluaran 15 : 25).  Demikian pula ketika tiba di Meriba , bangsa itu bersungut-sungut lagi karena kehausan dan di tempat itu tidak ada air ( Keluaran 17 : 2 -3 ). Apakah Tuhan murka lalu menghukum mereka ? Tidak ! Kasih-karuniaNya mengampuni kesalahan mereka, dan mengeluarkan air dari balik bebatuan . (Keluaran 17 : 6 )

Demikian pula ketika orang Israel kelaparan, mereka bersungut-sungut lagi  (Keluaran 16 : 2 - 3 ) . Apakah Tuhan marah dan menghukum mereka  ? Sama-sekali tidak ! Ia bahkan menurunkan manna dari langit bersama burung-burung puyuh , supaya mereka bisa makan daging  .( Keluaran 16 : 13 - 15 ) . Alkitab mencatat bahwa mereka makan roti manna itu , selama 40 tahun di padang gurun . (Keluaran 16 : 35 )   Kalau saudara membaca dengan cermat Kitab Keluaran , mulai dari pasal  3 hingga pasal 17 , saudara akan dapat melihat betapa Tuhan penuh kasih karunia , yang membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan tanganNya yang kuat , sama sekali bukan karena ketaatan bangsa itu , melainkan semata-mata karena kasih-karunia Allah . 

Saudara juga dapat melihat betapa kedegilan  orang Israel yang menggerutu , mengomel dan marah kepada Musa dan kepada Tuhan ,  bahkan Alkitab mencatatnya sebagai perbuatan yang "mencobai Tuhan " ( Keluaran 17 : 7 ),  tidak membuat Ia menjadi murka atau mengutuk atau menghukum mereka . Sama sekali tidak ! Bahkan dengan penuh kasih-sayang Tuhan memelihara mereka di padang gurun ;  pada waktu siang dituntun oleh tiang awan dan pada waktu malam diterangi dengan tiang api . ( Secara pribadi saya berpikir bahwa tiang awan itu mungkin juga berfungsi sebagai pelindung dari panasnya matahari siang di padang gurun , dan tiang api itu sebagai penerang pada waktu malam . )   Inilah kasih karunia ! Tetapi satu hal lagi yang harus kita perhatikan  bahwa pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, sama sekali bukan karena mereka mencari Tuhan , justru Tuhanlah yang mendatangi mereka dengan mengutus Musa sebagai pemimpin mereka .

Perlu saudara ketahui bahwa dalam sistem hukum dunia berlaku azas legalitas yang berbunyi :" nullum delictum sine praevia lege poenali " yang artinya :" orang tidak dapat dihukum  jika aturan hukumnya belum dibuat . Atau dengan perkataan singkat :" hukum tidak berlaku surut ." !   Secara pribadi juga saya berpikir, mungkin  ,  azas  nullum delictum sine praevia lege poenali itu mengambil idenya dari sejarah Israel yang keluar dari Mesir sebelum diberikannya hukum Torat , di mana segala kedegilan mereka tidak dihukum oleh Tuhan , oleh karena aturan hukum Torat itu sendiri belum diberikan . Lalu bagaimana setelah hukum Torat diberikan lewat Musa ? Apa yang terjadi ?

Masa pada zaman hukum Torat : 

 Akhirnya , di gunung Sinai , Tuhan memberikan aturan hukum kepada bangsa Israel . Hukum yang diberikan adalah Sepuluh Firman Tuhan dan yang kemudian dijabarkan menjadi lebih dari 600 aturan hukum . Saudara dapat memeriksanya , mulai dari Keluaran 20 sampai Ulangan 33.  Kita harus dapat membedakan antara Sepuluh firman Tuhan dengan aturan hukum Torat yang jumlahnya lebih dari 600 aturan tersebut . Dalam bahasa Ibrani , Sepuluh Firman Tuhan disebut sebagai " aseret hadevarim " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai " dekalogoi " , dan dalam bahasa Inggris disebut "Ten commandement " .  Sementara itu , dalam bahasa Ibrani, hukum Torat disebut sebagai "Tora " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai "nomos" dan bahasa Inggris diterjemahkan menjadi "law " .  Jadi yang dimaksud dengan aturan-aturan hukum Torat adalah mencakup semuanya, baik Sepuluh Firman ( aseret hadevarim ) maupun seluruh aturan pelaksanaannya ( tora ) , sehingga jumlah seluruhnya menjadi lebih dari 600 aturan . (periksa kembali Keluaran 20 hingga Ulangan 32 , kemudian dengan cermat kumpulkan semua kata-kata dalam bentuk suruhan , seperti  "jangan" , " hendaklah " , " haruslah " , "pastilah " dan lain-lain kata yang bernuansa hukum ) .

Sebagaimana sifat semua hukum , maka hukum menuntut ketaatan ! Apabila tidak taat , disebut melanggar hukum , dan hasilnya adalah pelanggaran atau dosa ! Dan sesuai dengan azas hukum , maka setiap pelanggaran harus dihukum.  Mari kita lihat akibat dari ketidak-taatan yang melahirkan dosa tersebut . Dua loh batu berisi Sepuluh Firman sudah di tangan Musa, ketika orang Israel kedapatan beribadah kepada patung lembu emas. Ini melanggar firman pertama : Jangan ada padamu ilah lain di hadapanKu . Lalu apa akibatnya ? Suatu pelanggaran harus dihukum ! Alkitab bersaksi betapa tiga ribu orang harus mati pada saat itu (Keluaran 32 : 28 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

.Ketika orang Israel mengalami kelaparan dan kehausan lagi , mereka bersungut-sungut , mengomel dan  menyalahkan Musa . Mereka bahkan berkata sudah bosan makan roti manna terus .  Apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah ! Mengapa ? Karena sekarang sudah ada hukum yang menuntut ketaatan . Apa akibatnya ? Tuhan menghukum mereka dengan menyuruh ular-ular tedung membinasakan mereka yang mengomel ! ( Bilangan 21 : 4 - 6 ). Ketika Miryam mengata-katai Musa sebagai pemimpin Israel , apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah , sebab sudah ada aturan hukumnya . Miryam dihukum dengan penyakit kusta ( band, Bilangan 12 : 1 - 10 ) Ketika Korah dan teman-temannya memberontak kepada Musa , yang sama artinya memberontak kepada Tuhan , Tuhan marah dan menghukum mereka dengan ditelan oleh bumi yang dibuat menganga dan menutup kembali  oleh Tuhan . (Bilangan 16 : 30 - 33 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

Sungguh-sungguh Torat menuntut ketaatan ! Di dalam lebih dari 600 aturan hukum tersebut terdapat bidang hukum pidana , hukum perdata, hukum perang , hukum agama dan hukum perkawinan . Yang menjadi masalah besar bagi orang Israel adalah ketentuan untuk mematuhi seluruh hukum itu dengan perbuatan konkrit ! Jika tidak bisa , jatuh ke dalam kutuk ! ( Ulangan 27 : 26 ). Untuk supaya diberkati ,  harus taat kepada aturan , sebab kalau tidak , bukan berkat yang diperoleh tetapi kutuk ( Ulangan 28 : 1 - 6 dan 15 - 21  ) . Ketentuan mengenai pidana mati sangat banyak  ! Pembunuhan yang disengaja , dihukum mati . Perzinahan , dihukum mati ! Memukul ayah atau ibu dihukum mati . Penculikan dihukum mati . Mengutuki orang tua , dihukum mati . Mengata-katai pemimpin bangsa , dilarang . Menerima dan memberi suap , adalah berdosa . Membenci sesama , tidak boleh . Mengingini milik orang lain adalah dosa . Berpikir buruk , salah ! Membenci orang lain , berdosa . Makan daging babi , haram . Makan daging katak, dipantangkan ! Makan ikan lele dan belut tidak boleh .  Menerima gadai seorang janda , dilarang ! Jangan bertindak sebagai penagih hutang kalau kita meminjamkan uang pada orang miskin .  Lebih dari 600 aturan itu harus di taati . Pertanyaannya : Apakah orang Israel sanggup mentaati secara utuh semuanya itu  ?

Selama lebih dari 1200 tahun sejak aturan hukum Torat diberikan , tak seorangpun manusia yang sanggup mentaati seluruhnya . ( para theolog bersilang pendapat tentang masa diberikannya hukum Torat , yang secara umum berkisar antara 1200 - 1500 tahun SM ) . Selalu ada yang kurang , selalu ada yang bolong !  Untung Tuhan memberikan jalan keluar untuk penghapus salah, penghapus dosa dan sejenisnya, tetapi hanya untuk pelanggaran yang tidak diancam hukuman mati  . Itulah sebabnya kita mengenal adanya korban penghapus salah, penghapus dosa dan juga Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali untuk pengampunan dosa ( Imamat pasal 3 hingga pasal 7 dan Imamat 16 : 34 ) . Hal itu dilakukan terus menerus lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang . Itulah bukti bahwa hukum Torat tidak mampu meniadakan dosa !  Justru karena ada hukum maka ada pelanggaran . Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan bahwa "kuasa dosa adalah hukum Torat " ( 1 Korintus 15 : 56 ) .

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, seluruh orang Yahudi , terikat erat dan berada di bawah ketentuan aturan hukum Torat ! Banyak kelompok orang Yahudi di zaman itu  . Orang Eseni , kelompok ahli Torat yang mengasingkan diri dengan menjauhkan diri dari duniawai dan tinggal di gua-gua Qumran . Orang Farisi , ahli Torat dari kalangan rakyat biasa , tinggal di kota-kota . Demikian pula orang Zaduki , kelompok ahli Torat dari kaum bangsawan , mempunyai hubungan dekat dengan birokrat Romawi zaman itu . Orang Zelot , kelompok orang Yahudi yang militan , yang menginginkan kemerdekaan Israel dari penjajahan Romawi . Rasul Paulus adalah salah satu ahli Torat dari kelompok Farisi terkemuka di zaman itu , karena ia adalah murid guru-besar Gamaliel . Namun , setelah dia mengenal Kristus , tahulah dia bahwa aturan hukum Torat tidak dapat membuat manusia diselamatkan , selain hanya untuk mengenal bahwa dosa itu ada ! ( Filipi 3 : 4 - 9 dan Roma 7 : 7 )

Masa setelah zaman hukum Torat :

Menurut kalender Gregorius , Tuhan datang ke dunia menjelma menjadi daging , kira-kira pada tahun 4 Sebelum Masehi, pada zaman Augustus Octavianus menjadi kaisar dari kekaisaran Romawi zaman itu , atau boleh dikatakan "dunia masa itu " .  Pertanyaan yang bisa timbul adalah mengapa Ia tidak datang pada zaman Kekaisaran Jenghis Khan misalnya ?  Kedatangan Tuhan Yesus pada zaman kekaisaran Romawi itu adalah bagian dari penggenapan nubuatan, bahwa Ia harus mati di kayu salib ( Galatia 3 : 13 ; Ulangan 21 : 23 ). Sebab jika seandainya Dia datang pada zaman Jenghis Khan , tentulah tidak dapat menggenapi nubutan tersebut , karena hukuman dengan kayu-salib, hanya ada pada zaman kekaisaran Romawi .( Pada jaman Jenghis Khan tidak ada hukuman mati dengan kayu salib )

Pada tahun 14 Masehi, Augustus Octavianus meninggal dunia dan sejak tahun 11 M , kendali pemerintahan memang sudah dipegang oleh anak tirinya , Tiberius . Jadi , Yesus mati di kayu salib pada zaman Kaisar Tiberius , yaitu kira-kira tahun 30 M .  Paling tidak , mulai dari 17 tahun setelah penyaliban Yesus tersebut, mulailah ditulis kitab-kitab dan surat-surat , yang sekarang kita kenal sebagai Perjanjian Baru . Menurut para theolog, bagian tertua dari Perjanjian Baru adalah Surat Tesalonika yang ditulis oleh Paulus pada tahun 47 M ; jadi 17 tahun setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Zaman berubah ! Zaman Torat ditinggalkan , beralih ke zaman kasih karunia ! Seluruh manusia dikatakan berdosa dan tak seorangpun yang benar , karena fakta , tidak ada seorangpun yang bisa taat sepenuhnya pada aturan hukum . Semua jatuh ke dalam kutuk ! (Roma 3 : 10 - 12 ) . Jadi manusia itu dikatakan berdosa bukan karena tidak taat , melainkan karena tidak dapat taat sepenuhnya ! Kenapa ? Saking banyaknya aturan , maka manusia terkurung dalam banyaknya aturan tersebut, sehingga ada saja yang salah . ( band. Roma 11 : 32 )

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 1993 ) 

"Yesus mendengarnya dan berkata :" Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini :  Yang Kukehendaki adalah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa ." ( Matius 9 : 12-13 Terjemahan LAI 1993 )

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang, untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 1993 )

Mengacu kepada Ulangan 27 : 26 serta fakta adanya upacara korban-korban yang terus menerus selama lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang , itu merupakan bukti bahwa tidak ada manusia yang tidak berdosa ! Semua berdosa dan semua membutuhkan pengampunan !  Kalau dahulu pengampunan dapat diberikan untuk sementara saja , lewat aturan-aturan hukum Torat , maka sekarang , pengampunan dapat diperoleh secara cuma-cuma tanpa syarat lagi , lewat darah Kristus Yesus ! Kalau dahulu , seluruh etika dan moral yang diatur dalam Torat merupakan hukum yang harus ditaati sepenuhnya , maka sekarang kita melakukan perintah "saling mengasihi" itu bukan daris sisi aturan hukum yang legalistik , melainkan berdasarkan kasih-karunia Yesus, dalam arti bukan berdasarkan hukum Torat tetapi berdasarkan hukum Kristus , yakni kasih !

Kutuk hukum Torat yang ganas itupun telah ditiadakan oleh kasih-karunia Yesus ! Contoh konkrit adalah wanita pezinah dalam Yohanes pasal 8 . Menurut aturan hukum Torat , ia harus dihukum mati dengan hukuman dirajam dengan batu .  Ini harus dilakukan karena ini aturan hukum ! Tetapi apa kata Tuhan Yesus mengenai perempuan yang seharusnya dihukum mati itu ?

" Lalu kata Yesus :" Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan mulai sekarang , jangan berbuat dosa lagi ." ( Yohanes 8 : 11 Terjemahan LAI 2002 )

Lihatlah , perbuatan yang menurut hukum Torat harus dihukum mati , oleh Tuhan Yesus diampuni ! Lihatlah, bahwa pengampunan diberikan dahulu baru menyusul perintah agar bertobat dari perbuatan tersebut !  Jangan dibalik ! Yang sering kita dengar adalah terbalik :" Bertobatlah dahulu baru ada pengampunan !." Jikalau demikian, bukan kasih karunia namanya, melainkan tetap cara-cara Torat !Teks di bawah ini membantu anda untuk mengerti :

"Sebab kamu sudah dibeli, harganya sudah lunas dibayar . Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ."( 1 Korintus 6 : 20 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menjelaskan bahwa kita sudah diselamatkan oleh darah Yesus ! Sudah lunas dibayar dan saudara tidak perlu membayar apa-apa. Pengampunan sudah kita terima ketika kita masih berdosa, dengan menerima pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan bukan untuk hari ini saja , tetapi buat selama-lamanya . Karena itu , setelah kita sudah dibeli lunas , kita diperintahkan untuk memuliakan Allah lewat perbuatan-perbuatan baik . Jadi perbuatan baik adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima berdasarkan darah Yesus Kristus . ( band. Ibrani 10 : 10  - 14 ; Titus 3 : 4 - 8 )

Masa sebelum dan setelah darah Yesus tumpah :

Sekalipun kita sering mendengar ucapan Yesus yang bernuansa kasih-karunia, sebelum Ia menumpahkan darahNya di kayu salib , namun secara definitif , karya penebusan terjadi setelah darahNya tumpah dan bukan sebelumnya .  Saudara harus selalu ingat , bahwa pada waktu saudara membaca Kitab Kitab maupun surat-surat dalam Perjanjian Baru , sadarilah selalu  bahwa para penulisnya adalah orang-orang yang sudah menjadi Kristen , Sebagai contoh : Matius menulis Injil Matius bukan pada zaman Yesus hidup di dunia, melainkan kira-kira 30 tahun setelah Yesus naik ke surga . Jadi jelas , pada waktu itu ia sudah menjadi Kristen yang tahu betul tentang kasih-karunia . Jadi kalau Matius menulis tentang Torat , jangan dianggap bahwa ia pengikut Torat sebagaimana orang-orang Farisi dan Saduki , karena ia sedang memberikan perbandingan antara Torat dengan kasih-karunia . Mengapa demikian ? Karena ia Kristen sejati , 

Setelah darah Yesus tumpah , mutlak untuk hal keselamatan ( inti Pesan Kristiani ) , berlakulah kasih-karunia dan tidak berlaku lagi hukum Torat maupun kitab para nabi . Maksud saya , perintah yang menyangkut etika dan moral  dalam Torat , baik pidana maupun perdata , tetap berlaku untuk menjaga etika dan moral kita , di mana kita mengerjakannya berdasarkan hukum Kristus ! Tetapi untuk keselamatan , bukan lagi tergantung kepada etika dan moral kita , melainkan pada karya penebusan Kristus di kayu salib . Mengapa demikian ? Bukankah sudah terbukti bahwa tidak seorangpun mampu mengerjakan seluruh aturan hukum Torat ? Kalau sudah jelas tidak mampu, mengapa kita harus bersikeras bahwa seakan-akan kita mampu ?  Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :

" Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes, dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa dalam teks di atas Tuhan Yesus sedang berbicara dalam bahasa figuratif paradoks , di mana ia membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia Kerajaan Allah !Ia berkata tentang kekuatan hukum Torat yang tidak bisa batal , sekalipun langit dan bumi lenyap ! Akan tetapi , terkait dengan kasih-karunia Kerajaan Allah , hal yang mengenai keselamatan kekal , ternyata hukum Torat tidak lagi berlaku karena masa-berlakunya hanya sampai zaman Yohanes , ketika berita Kerajaan Allah diberitakan ! Di sini nampak bahwa kekuatan hukum Torat dikalahkan oleh kekuatan kasih-karunia .  Dengan perkataan yang lebih jelas , hukum Torat tetap berlaku dan tidak batal , namun khusus untuk keselamatan kekal hukum Torat tidak dapat dipergunakan ! Seluruh aturan hukum Torat tidak berlaku kalau saudara mengharapkan keselamatan . Pengampunan dosa lewat cara-cara hukum Torat yang cuma bersifat sementara itu, sekarang sudah diganti dengan karya penebusan yang akan dilakukan Kristus di kayu salib, sekali dan berlaku selamanya ! Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :

" Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 1993 )

"Kamu lepas dari Kristus , jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Torat , kamu hidup di luar anugerah  ." ( Galatia 5 :4 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah dengan demikian , hukum Torat yang mengatur etika dan moral sudah tidak lagi berlaku ? Bukan seperti itu ! Hukum Torat yang menyangkut perbuatan-perbuatan baik tetap berlaku  ! Sekalipun saudara dan saya tidak sanggup melakukan seluruhnya , tidak ada lagi kutuk ! Tidak ada lagi korban-korban persembahan dari darah hewan dan tidak berlaku lagi Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali . Sebab kita ada di bawah hukum Kristus , yakni kasih ! Dan  di bawah kasih-karunia, segala kekurangan kita dalam ketidak-mampuan kita untuk menggenapi seluruh aturan hukum Torat , dibayar lunas oleh darah Yesus ! ( band. Mat:ius  5 : 19 )  Contoh konkrit : kalau dahulu orang yang berbuat dosa harus membawa hewan tak bercacat-cela kepada imam untuk digunakan sebagai korban penebus dosa , maka sekarang , apapun kekurangan kita , apapun salah kita, diampuni lewat darah Kristus . Jadi dalam hal ini cara-cara hukum Torat tak berlaku lagi ! Yang berlaku adalah hukum Kristus !


Barang siapa yang pernah belajar ilmu hukum , tentu mengenal adagium hukum yang berbunyi " lex posteriori  derogate legi priori " , artinya jika ada aturan yang baru, maka aturan yang baru itu mengesampingkan aturan yang lama . Kalau dahulu , manusia tidak sanggup melakukan seluruh aturan hukum Torat terkait etika dan moral  jatuh ke dalam kutuk , sekarangpun kita selaku manusia , sama dengan mereka dahulu , yakni tidak sanggup melakukan seluruh kebaikan menurut standar Tuhan . Hanya saja kita tidak jatuh dalam kutuk karena kita bukan lagi di bawah hukum Torat tetapi di bawah kasih karuniaNya .

"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat, berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." Lagi pula jelaslah , tidak ada orang yang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena :" Orang yang benar akan hidup oleh iman ." ( Galatia 3 : 10 - 11 Terjemahan LAI 2002 )

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat  dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bagian kalimat " segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Torat" pada teks Galatia 3 : 10 di atas .Teks itu sinkron dengan teks Ulangan 27 : 26 . Artinya , kita tidak sanggup melakukan "seluruh" apa yang tertulis dalam hukum Torat ! Tidak sanggup melakukan semuanya ! Dan harusnya kita jatuh dalam kutuk ! Tetapi ketidak-sanggupan kita itu ditebus oleh darah Yesus di kayu salib , sehingga kita bebas dari kutuk , sekalipun tidak sanggup berbuat baik sesuai standar Allah . Inilah kasih karunia !


Ada satu hal yang harus saudara perhatikan dengan cermat ! Sebelum darah Yesus tumpah , apalagi jauh pada zaman hukum Torat , untuk mendapatkan pengampunan, selalu datang dari usaha manusia lewat perbuatan , misalnya dengan mengikuti upacara pengampunan dosa , atau mengikuti upacara Hari Raya Pendamaian . Inisiatif datang dari pihak manusia ! Namun pada zaman kasih-karunia, inisiatif datang dari Allah . Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup menggunakan hukum Torat untuk meniadakan dosa , karena itu Dia berinisiatif datang ke dunia untuk tujuan penyelamatan (Matius 1 : 21 ).  Dengan jelas Yesus berkata bahwa Dia turun dari surga dengan tujuan penyelamatan . ( Yohanes 6 : 38 - 40 ). Jadi jelas pengampunan pada zaman kasih-karunia , datang dari inisiatif Tuhan , yang dalam bahasa Alkitab "karena kehendakNya" dalam arti bukan kehendak kita (band. Ibrani 10 : 10 , pada kata-kata "karena kehendakNya' dan bandingkan dengan nubuatan di Yesaya 53 : 10 , pada kata "Kehendak TUHAN "  )

Konklusi :

Kita tidak sedang mempertentangkan hukum Torat dengan kasih-karunia ! Kita sedang mempelajari perbedaan fungsinya ! Hukum Torat tidak batal , tetap berlaku , sebatas isinya yang terkait aturan etika dan moral serta cara hidup yang baik , dengan tambahan penyempurnaan yang diberikan oleh Tuhan Yesus . Itulah yang saya maksud dengan istilah "Muatan Pesan Kristiani"  ! Dalam satu kata yang terkenal , kita diperintahkan untuk" mengasihi Tuhan  dan mengasihi  sesama manusia " (band. Ulangan 6 : 5 dan  Imamat 19 : 18 , serta Matius 22 : 37 - 40 ). Perintah ini adalah bentuk suruhan (imperatif) yang merupakan Muatan Pesan Kristani dan bukan Inti Pesan !  Namun menyangkut keselamatan kekal , tidak mungkin dapat kita peroleh dengan perbuatan-perbuatan baik yang sudah terbukti tidak sanggup dilakukan manusia seluruhnya . Jadi kita bergantung sepenuhnya pada kasih-karunia , bahwa hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa sehingga keselamatan kita tergantung mutlak pada kematian dan kebangkitan Kristus , bukan pada yang lain-lain . Inilah bentuk berita (indikatif) yang merupakan Inti Pesan Kristiani .

Itulah sebabnya, sebelum tulisan ini, saya sudah menulis tentang Inti Pesan Kristiani, Muatan Pesan Kristiani, dan Keselamatan Kristen indikatif imperatif . ( Saudara boleh membacanya pada blog ini juga dan sebagai tambahan saudara boleh buka blog solafide-solagracia.blogspot.com ). Saudara dapat ,membandingkan masa sebelum hukum Torat , di mana kasih karunia bekerja penuh pengampunan ; dengan masa pada zaman Torat yang menuntut ketaatan dengan ancaman hukuman dan kutuk , serta masa setelah zaman hukum Torat , yakni zaman kasih-karunia yang penuh rahmat dan pengampunan , tanpa kutuk !  Oleh karena itu , jika saudara mendengar khotbah yang isinya legalistik serta penuh ancaman kutuk yang menakutkan , yang menuntut ketaatan bukan pada iman tetapi ketaatan pada perbuatan , saran saya : jangan di dengarkan ! Mengapa begitu ? Karena kita hidup di zaman kasih karunia dan bukan di zaman Torat yang penuh kutuk ! Kalau saudara mendengar khotbah bahwa kita harus kudus dan sempurna melalui usaha kita lewat kebaikan-kebaikan hidup  , ingatlah selalu teks Alkitab di bawah ini, untuk menilai apakah khotbah seperti itu Alkitabiah ?

"Tis ou me phobethe kurie, kai doksasei to onoma sou , hoti monos hosios ... ( Apokalupsie Ioannou 15 :4 , naskah asli bahasa Yunani Modern text )

"Who shal not fear You, O Lord , and glorify Your name ? For you alone are holy... ( Revelation 15 : 4 , Terjemahan NKJV 1982 )

"Siapakah yang tidak takut ya Tuhan , dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus.. ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan kalilmat Yunani " hoti monos hosios " yang sama dengan terjemahan NKJV " for you alone are holy " dan sama pula dengan terjemahan LAI " Sebab Engkau saja yang kudus " ! Kata Yunani "monos" sama dengan kata Inggris "alone" dan sama pula dengan kata bahasa Indonesia " saja " . Dengan demikian terbuktilah bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus  dan tidak ada yang lain ."  Konsekuensi teks tersebut adalah tidak ada manusia yang kudus (hosios, Yunani ; holy , Inggris) dari usahanya , selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi, Yunani ; sanctified , Inggris ) . Karenanya , tidak ada juga manusia yang sempurna, selain disempurnakan oleh darah Kristus . Jadi kita ini kudus , karena dikuduskan dan kita ini sempurna , karena disempurnakan , sama-sekali bukan dari kebaikan kita melainkan dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib .

Demikian pula jika kita mendengar pandangan sebagian orang yang merasa bahwa mereka sanggup mengerjakan seluruh kebaikan karena diberi kemampuan oleh Roh Kudus , pandangan seperti ini tidak sepenuhnya benar ! Sebab hal yang dahulu mustahil dikerjakan orang , mustahil juga sekarang ! Lagi pula jika memang benar demikian adanya, karya Kristus seakan-akan tidak sempurna serta tidak berlaku selamanya .  Tetapi keberatan yang paling masif adalah " Kalau memang kita sanggup mengerjakan seluruhnya karena diberi kemampuan olehNya ,  mengapa tidak dari zaman Torat saja manusia diberi kemampuan , supaya tidak perlu Tuhan Yesus datang ke dunia ? Justru karena memang kita tidak sanggup untuk melakukan semuanya , maka  kita selalu tergantung pada kemurahanNya dalam mengampuni kita selamanya melalui darah Yesus . Perhatikan teks di bawah ini :

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahannya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 1987  )

Semua manusia tidak bisa mentaati aturan hukum secara utuh ! Dalam hal inilah Tuhan menunjukkan belas kasihanNya kepada manusia dalam mengampuni mereka lewat darah Kristus , sehingga kita yang sebenarnya tidak bisa taat , di hadapan Allah dianggap taat  dan memperoleh pembenaran , Bukan saudara dan saya yang dilihat oleh Allah , bukan ! Yang dilihat oleh Allah adalah Kristus Yesus , sehingga olehNya kita menerima kebenaranNYa, kekudusanNya dan kesempurnaanNya . ( baca Pertukaran Ilahi di Kayu Salib , pada blog. sola-scripture.blogspot.com )

Sebagi penutup , saya mengingatkan kepada saudara hiduplah yang baik sesuai perintah untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia , tetapi jangan berusaha mencari keselamatan dengan perbuatan baik saudara itu ! Sebab kasih-karunia tidak dapat dicari atau diusahakan ! Itu hanya pemberian Allah ! Percayalah sepenuhnya pada karya penyelamatan Kristus , maka Alkitab berkata bahwa kita sudah diselamatkan ! Suatu persamaan harus saudara catat bahwa ketika orang Israel akan dibebaskan dari perbudakan di Mesir, inisiatif datang dari Tuhan melalui Musa . Demikian pula ketika Tuhan berkehendak menyelamatkan kita, inisiatif datang dari Tuhan lewat Kristus ! Tuhan Yesus memberkati kita semuanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M,Ap )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar