Batasan tentang dosa :
Kalau kita cermati isi Alkitab yang menyangkut tentang dosa , kita menemukan dua pengelompokan dosa , yaitu yang pertama adalah dosa terhadap Tuhan sebagai dosa-vertikal dan yang kedua adalah dosa terhadap sesama manusia sebagai dosa horisontal . Dosa terhadap Tuhan dan dosa terhadap sesama manusia , dapat meliputi dosa pikiran, dosa angan-angan , hati dan bathin , dosa melalui ucapan dan perkataan , serta dosa melalui sikap jasmani kita dan perbuatan konkrit .serta dosa karena tidak berbuat apa-apa !
Sebagai perbandingan , KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) hanya mengatur dosa atau pelanggaran yang bersifat konkrit , yakni perbuatan nyata , sementara yang dikatakan dosa di dalam Alkitab ternyata jauh lebih luas , karena bukan saja mencakup dosa dalam sikap jasmani dan perbuatan nyata, tetapi juga dosa-dosa yang tidak di atur dalam KUHP , seperti dosa pikiran, angan-angan,dan suasana hati dan bathin seseorang .Dalam pada itu, dosa terhadap sesama manusia, terbagi pula menjadi dua bagian yaitu dosa terhadap orang lain dan dosa terhadap diri sendiri !
Sebagai perbandingan , KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) hanya mengatur dosa atau pelanggaran yang bersifat konkrit , yakni perbuatan nyata , sementara yang dikatakan dosa di dalam Alkitab ternyata jauh lebih luas , karena bukan saja mencakup dosa dalam sikap jasmani dan perbuatan nyata, tetapi juga dosa-dosa yang tidak di atur dalam KUHP , seperti dosa pikiran, angan-angan,dan suasana hati dan bathin seseorang .Dalam pada itu, dosa terhadap sesama manusia, terbagi pula menjadi dua bagian yaitu dosa terhadap orang lain dan dosa terhadap diri sendiri !
"Setiap orang yang berbuat dosa , melanggar juga hukum Allah , sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." ( 1 Yohanes 3 : 4 Terjemahan LAI 2002 )
"Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang mengadili ; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi pengantara baginya ?"... ( 1 Samuel 2 : 25 Terjemahan LAI 1987 )
Dari teks 1 Yohanes 3 : 4 di atas , kita menjadi paham bahwa dosa adalah setiap pelanggaran terhadap firman Tuhan . Firman Tuhan yang mana ? Ya semua firman Tuhan yang berada dalam Alkitab , di mana jika dihitung dari aturan hukum Torat sampai kata-kata yang bernuansa hukum di dalam Perjanjian Baru , jumlahnya sangat banyak , lebih dari 600 aturan , baik yang bersifat nyata dan konkrit maupun yang tidak bersifat nyata seperti "hanya membenci dalam hati " dan lain sebagainya . Sedangkan dari teks 1 Samuel 2 : 25 , kita mengetahui bahwa ada dua pengelompokan dosa sebagaimana sudah disebutkan terlebih dahulu , yaitu dosa terhadap sesama manusia dan dosa terhadap Tuhan (dosa horisontal dan dosa vertikal ).
Dosa terhadap sesama manusia (dosa horisontal)
Dengan mengacu kepada definisi dosa pada 1 Yohanes 3 : 4 di atas , maka batasan dari dosa terhadap sesama manusia adalah " setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang kepada orang lain atau diri-sendiri ,serta termasuk kalau tidak berbuat-apa-apa , yang melanggar firman Allah !" Sebagai contoh , ketika seseorang atau kelompok orang melakukan transaksi suap-menyuap dalam tindak-pidana korupsi , maka mereka berbuat dosa terhadap orang lain ( yakni seluruh lapisan masyarakat ) , karena firman Tuhan mengatakan :
"Suap janganlah kamu terima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutar-balikkan perkara orang-orang yang benar ." ( Keluaran 23 : 8 Terjemahan LAI 1987 )
Contoh yang lain , jika seseorang secara diam-diam ( tidak terlihat ) menaruh kebencian kepada orang lain , maka orang itu berbuat dosa kepada sesama karena firman Tuhan mengatakan : " Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu ..." ( Imamat 19 : 17 ) . Demikian pula kalau seseorang tidak mau berbuat apa-apa untuk memberi atau meminjamkan uang pada orang yang meminta atau meminjam , padahal dia mempunyainya , atau ia tidak mau berbuat apa-apa untuk membantu orang miskin , maka ia berbuat dosa kepada orang itu , karena firman Tuhan mengatakan
"Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu ." ( Matius 5 : 42 Terjemahan LAI 2002 )
"..Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu ." ( Ulangan 15 :11.b Terjemahan LAI 1987 )
Begitu komplek firman Tuhan yang harus kita kerjakan dan taati agar kita tidak jatuh dalam dosa ! Bukan saja dosa-dosa yang nyata dan kelihatan , melainkan juga dosa-dosa yang tak terlihat oleh manusia . Bagaimana dengan orang yang "bunuh diri" ? Apakah dia berbuat dosa ? Ya ! Orang yang melakukan bunuh-diri juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri sebab ketika firman Tuhan mengatakan :" Jangan membunuh " ( Ulangan 5 : 17 ) itu bermakna bahwa manusia tidak boleh membunuh manusia, termasuk dirinya sendiri . Orang yang berzina dengan perempuan cabul, juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri , berdasarkan firman Tuhan berikut ini :
"Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri ." ( 1 Korintus 6 : 18 Terjemahan LAI 2002)
Dan masih ratusan contoh yang dapat dibuat untuk menggambarkan dosa terhadap sesama manusia , dan yang paling sering kita lakukan adalah dosa yang seperti disebutkan pada teks Yakobus 4 : 17 yang berbunyi :" Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Jenis dosa ini juga termasuk pada dosa "tidak berbuat apa-apa " ! Misalnya kita tahu bahwa dalam segala rencana kita , adalah baik kalau meminta penyertaan Tuhan . Kita tahu , tetapi tidak melakukannya, dalam arti kita melangkah sendiri tanpa Tuhan . Hal seperti ini adalah dosa ! Dan masih banyak lagi permisalan yang lain .
Dosa terhadap TUHAN (dosa vertikal)
Mengacu pada teks 1 Yohanes 3 : 4 tersebut di atas , maka batasan dosa terhadap TUHAN adalah "setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang terhadap TUHAN , serta termasuk kalau tidak berbuat-apa , yang melanggar firman Allah ." Sebagai contoh , ketika seseorang melakukan suatu upacara keberhalaan ( misalnya pergi ke pemantera , ke guru spiritual , ke makam keramat dan lain sebagainya ) ; apapun alasannya , orang itu telah berbuat dosa kepada Tuhan , karena telah melanggar firman Allah yang berbunyi :" Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu ." ( Keluaran 20 : 3 ).
Contoh yang lain , jika orang atau kelompok orang tidak mempercayai bahwa Yesus itu adalah TUHAN, maka orang atau kelompok orang itu berbuat dosa terhadap Tuhan, seperti bunyi teks Alkitab di bawah ini :
"Karena itu , tadi Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia , kamu akan mati dalam dosamu ." ( Yohanes 8 : 24 Terjemahan LAI 2002 )
Jadi barang siapa saja yang tidak percaya bahwa Yesus adalah TUHAN , dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa orang itu berdosa, yakni berdosa terhadap Tuhan dan akan mati dalam dosanya. (band, Yohanes 10 : 30 ). Demikian pula siapa saja yang menyamakan TUHAN kita dengan "tuhan lain " yang bukan Tuhan Yesus , orang itu berdosa terhadap Tuhan , karena firman Tuhan mengatakan sebagai berikut :
"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ? " ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas adalah peringatan dari Tuhan kita , agar kita jangan sampai mempunyai pemikiran bahwa Tuhan yang kita sembah dalam nama Kristus Yesus itu , sama saja dengan "tuhan lain " , cuma cara ibadahnya saja yang berbeda ! Pemikiran seperti itu, membuat kita berbuat dosa kepada Tuhan .(band. 1 Korintus 8 : 5 - 6 ) Padahal baru berpikir saja , belum dalam wujud beribadah kepada yang lain , kita sudah dianggap berbuat dosa ., . Dan masih banyak lagi contoh yang lain tentang dosa terhadap Tuhan .. Teks Alkitab di bawah ini termasuk dosa terhadap TUHAN dalam kategori "dosa tidak berbuat apa-apa " kalau kita tidak melaksanakannya :
"Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan ; roh memang berniat baik tetapi tabiat manusia lemah ." ( Matius 26 : 41 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?
Supaya manusia tidak berbuat dosa , manusia harus menjadi kudus seperti Tuhan . Pada pribadi Tuhan , tidak ada sedikitpun dosa , sebab Ia kudus . Sekarang pertanyaannya :" Apakah ada manusia yang kudus ?" . Teks Alkitab berikut ini sebagai jawabannya :
"Tis ou me phobethe , kurie, kai doksasei to onoma sou, hoti monos hosios ... " ( Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus .. ) Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 dari Greek Modern Text.
Kata Yunani " hoti monos hosios " diterjemahkan oleh LAI dengan kata Indonesia " Sebab Engkau saja yang kudus" , sementara terjemahan NKJV menggunakan kata Inggris " For you alone are holy " . Ketiganya mengandung makna yang sama bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus " , dalam arti tidak ada yang lain ! Jika demikian , tidak seorangpun manusia yang kudus ( hosios) selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi , Yunani ) . Karena itu tidak ada seorangpun manusia yang benar ( alethinos , Yunani ) selain hanya dibenarkan ( dikaioumenoi , Yunani ) Dengan kata lain tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa , selain hanya "diberi status tidak berdosa " oleh Tuhan !
Begitu banyak firman Allah yang tidak boleh dilanggar, sehingga sejak zaman Musa, tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa . Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar , sehingga manusia selalu menjadi pelanggar hukum Allah . (band. Yakobus 2 : 10 ). Bukti empiris bahwa manusia selalu berbuat dosa , paling tidak adalah fakta diadakannya Hari Raya Pendamaian (yom kippur , Ibrani) setahun sekali seperti yang dikatakan pada Imamat 16 : 34 . Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia , bukan meniadakan dosa , melainkan menghapus dosa orang yang percaya kepada karya penyelamatanNya di kayu salib . Dosa tetap ada , tetapi dosa itu tidak lagi menguasai orang-orang percaya .
Sebab sekiranya, dari dahulu manusia sanggup untuk tidak berbuat dosa dalam arti mampu untuk tidak melanggar firman Allah , sudah barang-tentu Tuhan Yesus tidak perlu repot-repot turun dari surga untuk memikul seluruh ketidak-sanggupan kita , di kayu salib . Justru karena manusia tidak sanggup untuk benar, dan tidak sanggup untuk kudus dan tidak sanggup untuk sempurna , Yesus datang dan oleh darahNya kita yang tidak benar memperoleh pembenaran ( Roma 3 : 24 ) , kita yang tidak kudus memperoleh pengudusan ( Ibrani 10 : 10 ) dan kita yang tidak sempurna memperoleh penyempurnaan ( Ibrani 10 : 14 ).
Menjawab pertanyaan di atas, "Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ? " Jawabnya adalah :" Masih ! Semua orang Kristen masih berbuat dosa !" Namun ada sebagian orang yang berkata bahwa dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus , manusia dapat menjadi kudus ! Pernyataan seperti ini terasa sangat janggal ! Roh kudus memang memimpin kita menjadi orang baik dan mampu melakukan kebaikan-kebaikan ; namun tabiat daging manusia adalah lemah , sehingga manusia tidak dapat menjadi kudus (hosios) seperti Allah ; dalam arti selalu saja ada salahnya ! Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar .
Bukankah dari sejak zaman Musa, Roh Allah memberi kemampuan supaya manusia menjadi baik , dalam arti tidak melanggar firmanNya ? Tetapi mengapa selalu ada korban-korban penebus salah, penebus dosa , termasuk Hari raya Pendamaian untuk penghapusan dosa ?! ( Imamat 3 , Imamat 4 dan Imamat 16 ) Jawabannya adalah karena tabiat daging manusia lemah, sehingga selalu saja ada firman Allah yang dilanggar ! Mengapa selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar ? Jawabannya : karena begitu sangat banyak firman Tuhan yang harus kita jaga untuk tidak kita langgar , sehingga dengan tabiat daging kita yang lemah , kita tidak mampu mengerjakan semuanya ! Mengapa begitu ? Supaya kita tetap memerlukan kemurahanNya dalam mengampuni kita selalu di dalam kasih-karuniaNya !
"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 - 32 , Terjemahan LAI 2002 )
Tidak pernah ada seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Semua manusia terkurung dalam begitu banyak firman Allah yang harus kita taati . Memang kita bisa tidak membunuh, tidak menyembah berhala, tidak mencuri , tidak berzina , tidak menjadi saksi dusta , tidak menganiaya orang , tidak menerima suap , tidak mefitnah dan lain sebagainya . Mata kita selalu tertuju kepada dosa-dosa yang nyata dan masif Tetapi kita sering tidak memperhatikan dosa-dosa yang tidak nyata yang sering-kali secara tidak sengaja tidak bisa kita hindari . Dosa yang tidak bisa kita hindari itu adalah dosa berpikir, dosa berangan-angan , yang merupakan sikap hati dan bathin , termasuk dosa " tidak berbuat apa-apa " , yang tidak seorangpun tahu, selain Tuhan !
:Contoh kecil : Saudara sedang naik mobil , ketika melihat seorang yang cacat duduk kelaparan di tepi jalan . Apakah saudara berhenti , lalu turun untuk memberi sesuatu pada orang itu ? Sering-kali kita terus saja dan tidak berbuat-apa-apa terhadap si miskin itu . Bukankah saudara sudah berbuat dosa ? Untuk dosa berpikir , tidak perlu berpikir 1 atau 2 jam atau 1 bulan ! Berpikir salah 1 detik saja , sudah berbuat dosa ! Berangan-angan buruk 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Membenci orang dalam hati 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Jengkel atau marah terhadap orang 1 detik saja, sudah berbuat dosa !
Hal-hal kecil seperti itulah yang selalu luput dari perhatian kita, padahal hal kecil seperti itu yang sering kita lakukan secara tidak sengaja. Orang Kristen yang jujur pasti menyetujui penjelasan ini, kecuali orang Kristen yang munafik, siapapun dia ! Lagi pula perkataan Roh Kudus bukan suatu dusta ketika Ia berkata :" hoti monos hosios " ( Sebab Engkau saja yang kudus ) . Hanya Tuhan yang kudus ! Hanya Tuhan yang tidak berbuat dosa !
Apakah orang Kristen masih berdosa ?
Sekarang, kalau pertanyaannya adalah :" Apakah orang Kristen masih berdosa ?" , maka jawabannya adalah :" Tidak ! Orang Kristen sudah tidak berdosa lagi ." .Harus dibedakan pertanyaannya, antara " Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?" dengan " Apakah orang Kristen masih berdosa ?". Secara daging dan tabiat berdosa (sarkos , Yunani ) , orang Kristen memang masih berbuat dosa . Tetapi secara status , orang Kristen sudah bukan orang berdosa lagi . Mengapa demikian ? Sebab Alkitab yang menyatakannya !
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas mengatakan bahwa kita ini sebenarnya adalah orang berdosa ! Tetapi hutang dosa kita seumur hidup sudah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib , sehingga seumur hidup , kita tidak mempunyai hutang dosa lagi , karena sudah dibayar di muka oleh Yesus ! Hasilnya , kita menjadi orang benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah penebusan Yesus ! Dengan demikian , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena dosa kita sudah ditiadakan oleh pembayaran lunas melalui darah Yesus .
Seumur hidup, sampai kita menutup mata , kita mempunyai tabiat daging yang selalu cenderung untuk berbuat salah , terlebih-lebih pikiran , angan-angan, sikap hati dan bathin serta tidak mau berbuat apa-apa. Kadang kala , kita juga marah atau jengkel terhadap orang . Ada juga yang bertengkar dengan isterinya atau suaminya . Kecil atau besar , selalu saja ada kesalahan kita , meskipun kita tidak menyukainya ! Tetapi inilah kabar baiknya : selama hidup kita , darah Yesus selalu menghapus dosa dan kesalahan kita , sehingga posisi kita selalu menjadi benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah Yesus . Dengan demikian , seumur hidup , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Bapa .
"Dan kamu tahu bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa dan di dalam Dia tidak ada dosa . Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ; setiap orang yang tetap berbuat dosa , tidak pernah melihat dan tidak pernah mengenal Dia ." ( 1 Yohanes 3 : 5 - 6 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas membagi manusia menjadi 2 golongan , yaitu orang percaya yang mengenal Kristus dan orang yang tak percaya yang tidak mengenal Kristus . Orang percaya dikatakan sebagai orang yang berada di dalam Kristus Yesus , sehingga baginya tidak ada penghukuman (Roma 8 : 1 ). Karena di dalam Kristus tidak ada dosa , maka kitapun yang berada dalam Kristus pasti tidak mempunyai dosa ; bukan karena kita tidak berdosa , melainkan karena dosa kita diampuni terus-menerus selama-lamanya ( Ibrani 10 : 10 ). Sebaliknya , untuk orang di luar Kristus , tetap dianggap berdosa , karena bagi mereka tidak ada pengampunan oleh darah Yesus ,terutama terhadap dosa "tidak percaya" , sekalipun cara hidup mereka baik secara moral . (bandingkan kembali dengan Yohanes 8 : 24 )
Teks pada 1 Yohanes 3 : 5 - 6 , khusus pada frasa :" Setia:p orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ." , jangan diartikan bahwa sebagai orang Kristen kita sudah tidak bisa berbuat dosa ! Jikalau kita artikan seperti itu, maka penafsiran seperti itu bertentangan dengan 1 Yohanes 2 : 1- 2 ; di mana dinyatakan bahwa orang Kristen masih bisa berbuat dosa ! ( perhatikan frasa :" Namun, jika seorang berbuat dosa , kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil ." )
Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang menerima Kristus diberi hak menjadi anak-anak Allah ( Yohanes 1 : 12 ) . Kita menjadi -anak-anak Allah bukan karena kita baik atau kita kudus ! Justru ketika kita masih dalam keadaan berdosa , Yesus mengerjakan keselamatan kita di kayu-salib , sehingga kita yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat , diberi hak menjadi anak-anak Allah .
"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak ; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )
Sebagai anak Allah , kita adalah ahli-waris Allah , Bapa kita ! Apakah gerangan warisan kita ? Sudah barang tentu hidup kekal di surga bersama Bapa kita .Bagaimana kita bisa hidup di surga jika kedudukan kita adalah orang berdosa ? Tidak ! Kita bukan orang berdosa di hadapan dan Allah ! Kita sudah dibenarkan oleh darah Yesus , sehingga kita bisa mewarisi surga , karena kita bukan orang berdosa lagi ! Bagi mereka yang pernah belajar ilmu hukum tentu mengetahui bahwa sifat warisan adalah ab intestato, testameinteir dan beneficiaries , artinya ahli waris berhak atas warisan berdasarkan keturunan atau sedarah , ataupun karena penunjukan , dimana ahli waris menerima warisan itu mutlak sebagai pemberian saja ! Warisan hanya bisa tidak diterima kalau orang menolak warisan atau berbuat jahat terhadap si pewaris !
Tidak ada warisan yang diusahakan ! Semua warisan hanya bersifat pemberian ! Demikianlah kita sebagai anak-anak Allah berhak atas warisan kita yakni kehidupan kekal , tanpa usaha apa-apa atau berbuat apa-apa ! Bagaimana kita dapat dikatakan sebagai ahli waris Allah , kalau dikatakan kita adalah manusia yang masih berdosa ? Itu tidak relevan ! Jangan mempercayai iblis yang selalu ingin menjauhkan kita dari kasih-karunia dengan mengatakan bahwa :" Kamu masih berdosa !" ! Jangan percaya tuduhan atau dakwaan si iblis !
Kalau saudara sedang menggerutu kepada suami atau isteri , iblis langsung menuduh :" Itu lihat , kamu masih berdosa bukan ?" . Segeralah ingat perkataan Yesus :" Dosamu sudah diampuni !" . , maka benar-benar saudara sudah diampuni dan tidak berdosa lagi . Ingatlah sepanjang hidup saudara dan saya , pengampunannya tidak pernah berhenti , satu detikpun tidak pernah ! Hanya orang yang menolak Kristus yang tidak memperoleh warisan Allah dan hanya orang yang menghujat Kristus yang tidak mendapatkan warisan kehidupan kekal !
"Anak-anakku , hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa . Namun , jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia ." ( 1 Yohanes 2 : 1 -2 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas menunjuk pada kita orang percaya di seluruh dunia ! Kita dinasehati untuk menjauh dari dosa ! Namun , tabiat daging kita yang lemah , membuat kita selalu melanggar salah satu firman Allah dan kita berbuat dosa . Tetapi tidak perlu kuatir ! Kita punya pendamai , yakni Yesus Kristus yang telah mendamaikan kita dengan Bapa . Kalau tiba-tiba saudara mengumpat orang yang mengejutkan saudara ketika berlalu-lintas di jalan raya , maka umpatan saudara itu adalah dosa . Namun jangan cemas , darah Tuhan Yesus selalu mengampuni kesalahan saudara . Dengan demikian , dapatlah dikatakan bahwa orang Kristen yang benar-benar Kristen , posisinya adalah bukan orang berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena kasih karuniaNya dalam pengampunanNya yang kekal !
Konklusi :
Pada periode waktu sebelum darah Yesus tumpah , orang percaya hidup di bawah hukum Torat dan mau tidak mau berada di bawah kutuk ! (Galatia 3 : 10 ). Pengampunan dosa dilakukan terus menerus sepanjang hidup mereka , berupa korban-korban berdarah , termasuk Hari Raya Pendamaian . Namun, pengampunan seperti itu, hanya berlaku sekali itu saja ! ( Ibrani 10 : 1 - 3 ) .Tetapi sekarang , kita hidup pada periode waktu setelah darah Yesus tumpah , sehingga kita tidak lagi hidup di bawah hukum Torat melainkan di bawah hukum Kristus, yakni kasih-karunia . ( Roma 6 : 14 ).
Seluruh dosa kita, baik dosa warisan , maupun dosa yang lain , yang kita buat dahulu, kemarin, sekarang , besok , minggu depan , tahun depan , sampai seumur hidup kita , sudah dihapuskan oleh darah Kristus Yesus . Mengapa begitu ? Karena karya penyelamatan Kristus berlaku bukan untuk sekali itu saja , melainkan sekali untuk selama-lamanya ! Betul-betul kita sudah dimerdekakan dari kutuk hukum Torat dan kutuk maut ( Galatia 3 : 13 ; Roma 8 : 1 - 2 ) sebab Alkitab yang menyatakannya :
"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Torat . Tetapi syukur kepada Allah , yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita ." ( 1 Korintus 15 : 56 - 57 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah arti , teks di atas ? Dahulu , kalau kita berbuat dosa , jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Akibatnya, sebagai upah dosa kita , adalah maut ! Akan tetapi di bawah kasih-karunia , kutuk hukum Torat sudah dicabut , bahkan sudah dipakukan pada kayu salib ( Kolose 2 : 14 ). Hasilnya ? Kita dimerdekakan , baik dari hukum dosa , maupun hukum maut . Keadaan seperti ini, berlaku sepanjang hidup kita , selama-lamanya , sehingga di hadapan Bapa , kita semua bukan orang berdosa lagi , melainkan oranr-orang benar , bukan karena kita benar , melainkan karena sudah diberi status "benar" dalam arti sudah dibenarkan , dikuduskan dan disempurnakan selama-lamanya !
Tuhan Yesus memberkati kita semuanya , selama-lamanya , sampai Tuhan Yesus datang pada kedua kalinya , Maranatha ! Salam dari laut selalu ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )
,
"Suap janganlah kamu terima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutar-balikkan perkara orang-orang yang benar ." ( Keluaran 23 : 8 Terjemahan LAI 1987 )
Contoh yang lain , jika seseorang secara diam-diam ( tidak terlihat ) menaruh kebencian kepada orang lain , maka orang itu berbuat dosa kepada sesama karena firman Tuhan mengatakan : " Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu ..." ( Imamat 19 : 17 ) . Demikian pula kalau seseorang tidak mau berbuat apa-apa untuk memberi atau meminjamkan uang pada orang yang meminta atau meminjam , padahal dia mempunyainya , atau ia tidak mau berbuat apa-apa untuk membantu orang miskin , maka ia berbuat dosa kepada orang itu , karena firman Tuhan mengatakan
"Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu ." ( Matius 5 : 42 Terjemahan LAI 2002 )
"..Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu ." ( Ulangan 15 :11.b Terjemahan LAI 1987 )
Begitu komplek firman Tuhan yang harus kita kerjakan dan taati agar kita tidak jatuh dalam dosa ! Bukan saja dosa-dosa yang nyata dan kelihatan , melainkan juga dosa-dosa yang tak terlihat oleh manusia . Bagaimana dengan orang yang "bunuh diri" ? Apakah dia berbuat dosa ? Ya ! Orang yang melakukan bunuh-diri juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri sebab ketika firman Tuhan mengatakan :" Jangan membunuh " ( Ulangan 5 : 17 ) itu bermakna bahwa manusia tidak boleh membunuh manusia, termasuk dirinya sendiri . Orang yang berzina dengan perempuan cabul, juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri , berdasarkan firman Tuhan berikut ini :
"Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri ." ( 1 Korintus 6 : 18 Terjemahan LAI 2002)
Dan masih ratusan contoh yang dapat dibuat untuk menggambarkan dosa terhadap sesama manusia , dan yang paling sering kita lakukan adalah dosa yang seperti disebutkan pada teks Yakobus 4 : 17 yang berbunyi :" Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Jenis dosa ini juga termasuk pada dosa "tidak berbuat apa-apa " ! Misalnya kita tahu bahwa dalam segala rencana kita , adalah baik kalau meminta penyertaan Tuhan . Kita tahu , tetapi tidak melakukannya, dalam arti kita melangkah sendiri tanpa Tuhan . Hal seperti ini adalah dosa ! Dan masih banyak lagi permisalan yang lain .
Dosa terhadap TUHAN (dosa vertikal)
Mengacu pada teks 1 Yohanes 3 : 4 tersebut di atas , maka batasan dosa terhadap TUHAN adalah "setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang terhadap TUHAN , serta termasuk kalau tidak berbuat-apa , yang melanggar firman Allah ." Sebagai contoh , ketika seseorang melakukan suatu upacara keberhalaan ( misalnya pergi ke pemantera , ke guru spiritual , ke makam keramat dan lain sebagainya ) ; apapun alasannya , orang itu telah berbuat dosa kepada Tuhan , karena telah melanggar firman Allah yang berbunyi :" Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu ." ( Keluaran 20 : 3 ).
Contoh yang lain , jika orang atau kelompok orang tidak mempercayai bahwa Yesus itu adalah TUHAN, maka orang atau kelompok orang itu berbuat dosa terhadap Tuhan, seperti bunyi teks Alkitab di bawah ini :
"Karena itu , tadi Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia , kamu akan mati dalam dosamu ." ( Yohanes 8 : 24 Terjemahan LAI 2002 )
Jadi barang siapa saja yang tidak percaya bahwa Yesus adalah TUHAN , dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa orang itu berdosa, yakni berdosa terhadap Tuhan dan akan mati dalam dosanya. (band, Yohanes 10 : 30 ). Demikian pula siapa saja yang menyamakan TUHAN kita dengan "tuhan lain " yang bukan Tuhan Yesus , orang itu berdosa terhadap Tuhan , karena firman Tuhan mengatakan sebagai berikut :
"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ? " ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas adalah peringatan dari Tuhan kita , agar kita jangan sampai mempunyai pemikiran bahwa Tuhan yang kita sembah dalam nama Kristus Yesus itu , sama saja dengan "tuhan lain " , cuma cara ibadahnya saja yang berbeda ! Pemikiran seperti itu, membuat kita berbuat dosa kepada Tuhan .(band. 1 Korintus 8 : 5 - 6 ) Padahal baru berpikir saja , belum dalam wujud beribadah kepada yang lain , kita sudah dianggap berbuat dosa ., . Dan masih banyak lagi contoh yang lain tentang dosa terhadap Tuhan .. Teks Alkitab di bawah ini termasuk dosa terhadap TUHAN dalam kategori "dosa tidak berbuat apa-apa " kalau kita tidak melaksanakannya :
"Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan ; roh memang berniat baik tetapi tabiat manusia lemah ." ( Matius 26 : 41 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?
Supaya manusia tidak berbuat dosa , manusia harus menjadi kudus seperti Tuhan . Pada pribadi Tuhan , tidak ada sedikitpun dosa , sebab Ia kudus . Sekarang pertanyaannya :" Apakah ada manusia yang kudus ?" . Teks Alkitab berikut ini sebagai jawabannya :
"Tis ou me phobethe , kurie, kai doksasei to onoma sou, hoti monos hosios ... " ( Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus .. ) Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 dari Greek Modern Text.
Kata Yunani " hoti monos hosios " diterjemahkan oleh LAI dengan kata Indonesia " Sebab Engkau saja yang kudus" , sementara terjemahan NKJV menggunakan kata Inggris " For you alone are holy " . Ketiganya mengandung makna yang sama bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus " , dalam arti tidak ada yang lain ! Jika demikian , tidak seorangpun manusia yang kudus ( hosios) selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi , Yunani ) . Karena itu tidak ada seorangpun manusia yang benar ( alethinos , Yunani ) selain hanya dibenarkan ( dikaioumenoi , Yunani ) Dengan kata lain tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa , selain hanya "diberi status tidak berdosa " oleh Tuhan !
Begitu banyak firman Allah yang tidak boleh dilanggar, sehingga sejak zaman Musa, tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa . Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar , sehingga manusia selalu menjadi pelanggar hukum Allah . (band. Yakobus 2 : 10 ). Bukti empiris bahwa manusia selalu berbuat dosa , paling tidak adalah fakta diadakannya Hari Raya Pendamaian (yom kippur , Ibrani) setahun sekali seperti yang dikatakan pada Imamat 16 : 34 . Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia , bukan meniadakan dosa , melainkan menghapus dosa orang yang percaya kepada karya penyelamatanNya di kayu salib . Dosa tetap ada , tetapi dosa itu tidak lagi menguasai orang-orang percaya .
Sebab sekiranya, dari dahulu manusia sanggup untuk tidak berbuat dosa dalam arti mampu untuk tidak melanggar firman Allah , sudah barang-tentu Tuhan Yesus tidak perlu repot-repot turun dari surga untuk memikul seluruh ketidak-sanggupan kita , di kayu salib . Justru karena manusia tidak sanggup untuk benar, dan tidak sanggup untuk kudus dan tidak sanggup untuk sempurna , Yesus datang dan oleh darahNya kita yang tidak benar memperoleh pembenaran ( Roma 3 : 24 ) , kita yang tidak kudus memperoleh pengudusan ( Ibrani 10 : 10 ) dan kita yang tidak sempurna memperoleh penyempurnaan ( Ibrani 10 : 14 ).
Menjawab pertanyaan di atas, "Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ? " Jawabnya adalah :" Masih ! Semua orang Kristen masih berbuat dosa !" Namun ada sebagian orang yang berkata bahwa dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus , manusia dapat menjadi kudus ! Pernyataan seperti ini terasa sangat janggal ! Roh kudus memang memimpin kita menjadi orang baik dan mampu melakukan kebaikan-kebaikan ; namun tabiat daging manusia adalah lemah , sehingga manusia tidak dapat menjadi kudus (hosios) seperti Allah ; dalam arti selalu saja ada salahnya ! Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar .
Bukankah dari sejak zaman Musa, Roh Allah memberi kemampuan supaya manusia menjadi baik , dalam arti tidak melanggar firmanNya ? Tetapi mengapa selalu ada korban-korban penebus salah, penebus dosa , termasuk Hari raya Pendamaian untuk penghapusan dosa ?! ( Imamat 3 , Imamat 4 dan Imamat 16 ) Jawabannya adalah karena tabiat daging manusia lemah, sehingga selalu saja ada firman Allah yang dilanggar ! Mengapa selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar ? Jawabannya : karena begitu sangat banyak firman Tuhan yang harus kita jaga untuk tidak kita langgar , sehingga dengan tabiat daging kita yang lemah , kita tidak mampu mengerjakan semuanya ! Mengapa begitu ? Supaya kita tetap memerlukan kemurahanNya dalam mengampuni kita selalu di dalam kasih-karuniaNya !
"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 - 32 , Terjemahan LAI 2002 )
Tidak pernah ada seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Semua manusia terkurung dalam begitu banyak firman Allah yang harus kita taati . Memang kita bisa tidak membunuh, tidak menyembah berhala, tidak mencuri , tidak berzina , tidak menjadi saksi dusta , tidak menganiaya orang , tidak menerima suap , tidak mefitnah dan lain sebagainya . Mata kita selalu tertuju kepada dosa-dosa yang nyata dan masif Tetapi kita sering tidak memperhatikan dosa-dosa yang tidak nyata yang sering-kali secara tidak sengaja tidak bisa kita hindari . Dosa yang tidak bisa kita hindari itu adalah dosa berpikir, dosa berangan-angan , yang merupakan sikap hati dan bathin , termasuk dosa " tidak berbuat apa-apa " , yang tidak seorangpun tahu, selain Tuhan !
:Contoh kecil : Saudara sedang naik mobil , ketika melihat seorang yang cacat duduk kelaparan di tepi jalan . Apakah saudara berhenti , lalu turun untuk memberi sesuatu pada orang itu ? Sering-kali kita terus saja dan tidak berbuat-apa-apa terhadap si miskin itu . Bukankah saudara sudah berbuat dosa ? Untuk dosa berpikir , tidak perlu berpikir 1 atau 2 jam atau 1 bulan ! Berpikir salah 1 detik saja , sudah berbuat dosa ! Berangan-angan buruk 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Membenci orang dalam hati 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Jengkel atau marah terhadap orang 1 detik saja, sudah berbuat dosa !
Hal-hal kecil seperti itulah yang selalu luput dari perhatian kita, padahal hal kecil seperti itu yang sering kita lakukan secara tidak sengaja. Orang Kristen yang jujur pasti menyetujui penjelasan ini, kecuali orang Kristen yang munafik, siapapun dia ! Lagi pula perkataan Roh Kudus bukan suatu dusta ketika Ia berkata :" hoti monos hosios " ( Sebab Engkau saja yang kudus ) . Hanya Tuhan yang kudus ! Hanya Tuhan yang tidak berbuat dosa !
Apakah orang Kristen masih berdosa ?
Sekarang, kalau pertanyaannya adalah :" Apakah orang Kristen masih berdosa ?" , maka jawabannya adalah :" Tidak ! Orang Kristen sudah tidak berdosa lagi ." .Harus dibedakan pertanyaannya, antara " Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?" dengan " Apakah orang Kristen masih berdosa ?". Secara daging dan tabiat berdosa (sarkos , Yunani ) , orang Kristen memang masih berbuat dosa . Tetapi secara status , orang Kristen sudah bukan orang berdosa lagi . Mengapa demikian ? Sebab Alkitab yang menyatakannya !
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas mengatakan bahwa kita ini sebenarnya adalah orang berdosa ! Tetapi hutang dosa kita seumur hidup sudah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib , sehingga seumur hidup , kita tidak mempunyai hutang dosa lagi , karena sudah dibayar di muka oleh Yesus ! Hasilnya , kita menjadi orang benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah penebusan Yesus ! Dengan demikian , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena dosa kita sudah ditiadakan oleh pembayaran lunas melalui darah Yesus .
Seumur hidup, sampai kita menutup mata , kita mempunyai tabiat daging yang selalu cenderung untuk berbuat salah , terlebih-lebih pikiran , angan-angan, sikap hati dan bathin serta tidak mau berbuat apa-apa. Kadang kala , kita juga marah atau jengkel terhadap orang . Ada juga yang bertengkar dengan isterinya atau suaminya . Kecil atau besar , selalu saja ada kesalahan kita , meskipun kita tidak menyukainya ! Tetapi inilah kabar baiknya : selama hidup kita , darah Yesus selalu menghapus dosa dan kesalahan kita , sehingga posisi kita selalu menjadi benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah Yesus . Dengan demikian , seumur hidup , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Bapa .
"Dan kamu tahu bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa dan di dalam Dia tidak ada dosa . Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ; setiap orang yang tetap berbuat dosa , tidak pernah melihat dan tidak pernah mengenal Dia ." ( 1 Yohanes 3 : 5 - 6 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas membagi manusia menjadi 2 golongan , yaitu orang percaya yang mengenal Kristus dan orang yang tak percaya yang tidak mengenal Kristus . Orang percaya dikatakan sebagai orang yang berada di dalam Kristus Yesus , sehingga baginya tidak ada penghukuman (Roma 8 : 1 ). Karena di dalam Kristus tidak ada dosa , maka kitapun yang berada dalam Kristus pasti tidak mempunyai dosa ; bukan karena kita tidak berdosa , melainkan karena dosa kita diampuni terus-menerus selama-lamanya ( Ibrani 10 : 10 ). Sebaliknya , untuk orang di luar Kristus , tetap dianggap berdosa , karena bagi mereka tidak ada pengampunan oleh darah Yesus ,terutama terhadap dosa "tidak percaya" , sekalipun cara hidup mereka baik secara moral . (bandingkan kembali dengan Yohanes 8 : 24 )
Teks pada 1 Yohanes 3 : 5 - 6 , khusus pada frasa :" Setia:p orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ." , jangan diartikan bahwa sebagai orang Kristen kita sudah tidak bisa berbuat dosa ! Jikalau kita artikan seperti itu, maka penafsiran seperti itu bertentangan dengan 1 Yohanes 2 : 1- 2 ; di mana dinyatakan bahwa orang Kristen masih bisa berbuat dosa ! ( perhatikan frasa :" Namun, jika seorang berbuat dosa , kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil ." )
Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang menerima Kristus diberi hak menjadi anak-anak Allah ( Yohanes 1 : 12 ) . Kita menjadi -anak-anak Allah bukan karena kita baik atau kita kudus ! Justru ketika kita masih dalam keadaan berdosa , Yesus mengerjakan keselamatan kita di kayu-salib , sehingga kita yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat , diberi hak menjadi anak-anak Allah .
"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak ; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )
Sebagai anak Allah , kita adalah ahli-waris Allah , Bapa kita ! Apakah gerangan warisan kita ? Sudah barang tentu hidup kekal di surga bersama Bapa kita .Bagaimana kita bisa hidup di surga jika kedudukan kita adalah orang berdosa ? Tidak ! Kita bukan orang berdosa di hadapan dan Allah ! Kita sudah dibenarkan oleh darah Yesus , sehingga kita bisa mewarisi surga , karena kita bukan orang berdosa lagi ! Bagi mereka yang pernah belajar ilmu hukum tentu mengetahui bahwa sifat warisan adalah ab intestato, testameinteir dan beneficiaries , artinya ahli waris berhak atas warisan berdasarkan keturunan atau sedarah , ataupun karena penunjukan , dimana ahli waris menerima warisan itu mutlak sebagai pemberian saja ! Warisan hanya bisa tidak diterima kalau orang menolak warisan atau berbuat jahat terhadap si pewaris !
Tidak ada warisan yang diusahakan ! Semua warisan hanya bersifat pemberian ! Demikianlah kita sebagai anak-anak Allah berhak atas warisan kita yakni kehidupan kekal , tanpa usaha apa-apa atau berbuat apa-apa ! Bagaimana kita dapat dikatakan sebagai ahli waris Allah , kalau dikatakan kita adalah manusia yang masih berdosa ? Itu tidak relevan ! Jangan mempercayai iblis yang selalu ingin menjauhkan kita dari kasih-karunia dengan mengatakan bahwa :" Kamu masih berdosa !" ! Jangan percaya tuduhan atau dakwaan si iblis !
Kalau saudara sedang menggerutu kepada suami atau isteri , iblis langsung menuduh :" Itu lihat , kamu masih berdosa bukan ?" . Segeralah ingat perkataan Yesus :" Dosamu sudah diampuni !" . , maka benar-benar saudara sudah diampuni dan tidak berdosa lagi . Ingatlah sepanjang hidup saudara dan saya , pengampunannya tidak pernah berhenti , satu detikpun tidak pernah ! Hanya orang yang menolak Kristus yang tidak memperoleh warisan Allah dan hanya orang yang menghujat Kristus yang tidak mendapatkan warisan kehidupan kekal !
"Anak-anakku , hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa . Namun , jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia ." ( 1 Yohanes 2 : 1 -2 Terjemahan LAI 2002 )
Teks di atas menunjuk pada kita orang percaya di seluruh dunia ! Kita dinasehati untuk menjauh dari dosa ! Namun , tabiat daging kita yang lemah , membuat kita selalu melanggar salah satu firman Allah dan kita berbuat dosa . Tetapi tidak perlu kuatir ! Kita punya pendamai , yakni Yesus Kristus yang telah mendamaikan kita dengan Bapa . Kalau tiba-tiba saudara mengumpat orang yang mengejutkan saudara ketika berlalu-lintas di jalan raya , maka umpatan saudara itu adalah dosa . Namun jangan cemas , darah Tuhan Yesus selalu mengampuni kesalahan saudara . Dengan demikian , dapatlah dikatakan bahwa orang Kristen yang benar-benar Kristen , posisinya adalah bukan orang berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena kasih karuniaNya dalam pengampunanNya yang kekal !
Konklusi :
Pada periode waktu sebelum darah Yesus tumpah , orang percaya hidup di bawah hukum Torat dan mau tidak mau berada di bawah kutuk ! (Galatia 3 : 10 ). Pengampunan dosa dilakukan terus menerus sepanjang hidup mereka , berupa korban-korban berdarah , termasuk Hari Raya Pendamaian . Namun, pengampunan seperti itu, hanya berlaku sekali itu saja ! ( Ibrani 10 : 1 - 3 ) .Tetapi sekarang , kita hidup pada periode waktu setelah darah Yesus tumpah , sehingga kita tidak lagi hidup di bawah hukum Torat melainkan di bawah hukum Kristus, yakni kasih-karunia . ( Roma 6 : 14 ).
Seluruh dosa kita, baik dosa warisan , maupun dosa yang lain , yang kita buat dahulu, kemarin, sekarang , besok , minggu depan , tahun depan , sampai seumur hidup kita , sudah dihapuskan oleh darah Kristus Yesus . Mengapa begitu ? Karena karya penyelamatan Kristus berlaku bukan untuk sekali itu saja , melainkan sekali untuk selama-lamanya ! Betul-betul kita sudah dimerdekakan dari kutuk hukum Torat dan kutuk maut ( Galatia 3 : 13 ; Roma 8 : 1 - 2 ) sebab Alkitab yang menyatakannya :
"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Torat . Tetapi syukur kepada Allah , yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita ." ( 1 Korintus 15 : 56 - 57 Terjemahan LAI 2002 )
Apakah arti , teks di atas ? Dahulu , kalau kita berbuat dosa , jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Akibatnya, sebagai upah dosa kita , adalah maut ! Akan tetapi di bawah kasih-karunia , kutuk hukum Torat sudah dicabut , bahkan sudah dipakukan pada kayu salib ( Kolose 2 : 14 ). Hasilnya ? Kita dimerdekakan , baik dari hukum dosa , maupun hukum maut . Keadaan seperti ini, berlaku sepanjang hidup kita , selama-lamanya , sehingga di hadapan Bapa , kita semua bukan orang berdosa lagi , melainkan oranr-orang benar , bukan karena kita benar , melainkan karena sudah diberi status "benar" dalam arti sudah dibenarkan , dikuduskan dan disempurnakan selama-lamanya !
Tuhan Yesus memberkati kita semuanya , selama-lamanya , sampai Tuhan Yesus datang pada kedua kalinya , Maranatha ! Salam dari laut selalu ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )
,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar