Minggu, 29 Maret 2015

ORANG KRISTEN SEBAGAI AHLI WARIS ALLAH

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Batasan tentang pengertian "ahli waris " : 


Di dalam hukum yang berlaku secara universal , seperti misalnya sistem hukum Eropa Continental dan sistem hukum Anglo Saxon  , persoalan ahli waris diatur dalam hukum waris .  Untuk kita, orang Kristen yang warga negara Indonesia (WNI)  ,   tunduk pada  hukum waris perdata Barat ( Burgelijk Wetboek )    di mana ahli waris adalah ab intestato , artinya hanya orang-orang yang mempunyai  hubungan  darah yang  berhak   menjadi  ahli waris ,  tetapi boleh juga testamenter ,  artinya  orang  yang di beri hak sebagai  ahli waris melalui  surat wasiat yang dibuat oleh si pewaris semasa hidupnya .


Mengenai hak ahli waris , hukum mengatur bahwa hak ahli waris tersebut bersifat beneficiaries , artinya warisan itu diterima sebagai suatu keuntungan , dan saisine , artinya hak waris tersebut timbul karena  akibat hukum , bukan karena diusahakan lewat bekerja dan lain sebagainya , serta hereditas petitio , artinya ahli waris mempunyai hak mempertahankan hak-warisnya terhadap orang lain  yang bukan ahli-waris .

Hukum mengatur bahwa anak-anak adalah ahli waris dari ayahnya ! Suatu warisan tidak diperoleh dari berusaha atau bekerja keras , melainkan hanya bersifat pemberian cuma-cuma saja . Jika misalnya seorang ayah mempunyai lima orang anak yang sifatnya berbeda-beda , kelimanya mempunyai hak waris yang sama , sebab hak waris tidak bersifat individual  , melainkan ab intestato, beneficiaries dan saisine !  Dengan perkataan lain,  ahli waris berhak atas warisan , tanpa berusaha dan berbuat apa-apa .  Pertanyaannya , dapatkah ahli waris tidak mendapat warisan ?  Hukum mengatur bahwa ahli waris dapat tidak memperoleh warisan hanya jika (1) : ahli waris menolak menerima warisan dan (2) : jika ahli waris berbuat kejahatan pada si pewaris . 

Sebagai tambahan kiranya perlu diketahui bahwa kodifikasi hukum Romawi sudah dimulai sebelum kelahiran Kristus dan yang terakhir adalah Codex Yustiniani pada zaman kaisar Romawi , Yustinianus . Sistem hukum Eropa Kontinental yang kita anut , berasal dari Codex Napoleon , di mana Napoleon  Bonaparte mengadosinya dari hukum Romawi , di tempat di mana  rasul Paulus pernah hidup di sana . Jadi , sudah barang tentu rasul Paulus juga mengerti pada sistem hukum waris di zaman itu . Karena itu jika rasul Paulus mengatakan kepada jemaat di Roma bahwa  bahwa kita harus tunduk pada hukum negara , sudah barang-tentu , di dalamnya terdapat hukum waris juga, meskipun tak tertulis  ( band. Roma 13 : 1  5 ).


Orang Kristen sebagai ahli-waris Allah :


Stigma Kristen tidaklah menyelamatkan ! Denominasi gereja juga tidak menyelamatkan ! Yang menyelamatkan kita adalah semata-mata karya penyelamatan Kristus di kayu salib dalam mengampuni segala dosa kita ! ( band. Matius 26 : 28  ; Roma 3 : 24 ).  Karena itu, yang dimaksud dengan "orang Kristen" di sini adalah yang "benar benar Kristiani " , yaitu yang percaya bahwa Kekristenan adalah "menerima apa yang dikerjakan Yesus di kayu salib .".  Mengapa orang Kristen dikatakan sebagai ahli-waris Allah ? Sebab mereka adalah anak-anak Allah ! Alkitab yang menyatakannya :

"Namun semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah , yaitu mereka yang percaya dalam namaNya ." ( Yohanes 1 : 12 Terjemahan LAI 2002 )

"Jadi, kamu bukan lagi hamba ,  melainkan anak . Jikalau kamu anak, kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa kita adalah anak-anakNya dan sebagai anak-anakNya , kita juga berkedudukan sebagai ahli-ahli waris dari Bapa kita  !  Tidak ada yang dapat membatalkan warisan kita , sebab warisan yang kita terima itu bersifat pemberian semata berdasarkan hukum , dan bukan tergantung dari usaha atau pekerjaan kita !  Apakah gerangan warisan yang nanti kita terima dari Bapa kita itu ? Sudah barang tentu hidup yang kekal , sebagai harta warisan yang tak ternilai harganya . 


Sebagai ahli waris Allah , kita mempunyai hak atas warisan kita yang bersifat  ab intestato , artinya kita menerima warisan dari Allah itu semata-mata karena kita adalah anak-anakNya !  Kalau di gunakan hak yang bersifat testamenter , itu sama saja , bahwa kita telah ditunjuk sebagai ahli-warisnya karena telah diangkat menjadi anak-anakNya !  Dan hak kita itu sebagai ahli waris itu bersifat pemberian cuma-cuma saja tanpa usaha apa-apa , melainkan karena sifatnya yang beneficiaries !  Selain itu juga, kita mempunyai hak hereditas petitio , artinya hak warisan kita dari Bapa kita , tidak dapat diganggu-gugat orang lain yang bukan ahli waris !


Mengapa kita lari pada persoalan hukum ? Mau tidak mau kita harus membahas persoalan "ahli waris Allah" ini dari sisi pandang hukum , karena kata "ahli waris " adalah kata-kata hukum !  Jikalau orang sama sekali tidak mengerti persoalan hukum waris , bagaimana ia dapat menerangkan dengan benar teks Alkitab yang menyatakan bahwa kita adalah ahli-ahli waris Allah ?  Di belahan dunia manapun , setiap anak  secara hukum adalah ahli-waris dari ayahnya ( sistem patrilineal ) atau ibunya (sistem  matrilineal )  ! Dalam perkataan lain, anak adalah ahli waris dari orang-tuanya !

Karena sifat dari warisan adalah  saisine dan beneficiaries , maka sangat jelas bahwa warisan itu hanya bersifat pemberian semata dan bukan diperjuangkan atau diusahakan lewat apapun oleh si ahli-waris ! Demikian pulalah kita sebagai ahli-waris Allah , berhak atas warisan keselamatan kekal , sama sekali bukan karena usaha kita dan bukan karena pekerjaan kita dan juga bukan karena perbuatan baik kita !  Semua itu tidak berkonstribusi kepada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .  Mengapa begitu ? Sebab jikalau keselamatan itu adalah hasil usaha dan perjuangan kita melalui perbuatan-perbuatan baik , itu namanya bukan warisan ! Itu namanya bukan kasih-karunia ! Itu namanya bukan pemberian cuma-cuma !

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Keselamatan berkaitan erat dengan pengampunan dosa-dosa ! Ketika Tuhan Yesus menumpahkan darah di kayu salib , apakah di sana ada perbuatan baik saudara dan saya ? Apakah kita terlibat dan ikut membantu karya penyelamatan itu ? Tidak bukan ?  Jadi darahNya tertumpah untuk mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita secara cuma-cuma , sebagai suatu warisan dari Allah !


"Karena semua orang telah berbuat dosa  dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh anugerahNya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Bagaimana mungkin orang berpikir bahwa keselamatan itu berawal dari usaha kita ? Bukankah keselamatan itu bersifat pemberian cuma-cuma ? Bersifat kasih-karunia ? Bukan bersifat legalistik seperti hukum Torat yang menuntut ketaatan .  Rasul Paulus , saya dan saudara bukan orang yang antinominianisme , orang yang anti pada hukum Torat ! Bukan sama sekali ! Akan tetapi  jika  Ulangan 27 : 26 yang diulangi oleh rasul Paulus dalam Galatia 3 : 10 , mengatakan bahwa terkutuklah orang yang tidak setia melakukan seluruh apa yang tertulis dalam hukum Torat , apakah itu salah ?  Kalau Alkitab mengatakan bahwa kita diselamatkan bukan karena berbuat menurut hukum Torat , melainkan karena kasih-karunia , apakah kita akan menolaknya ?


Kita menerima keselamatan itu berdasarkan warisan yang oleh ketentuan hukum kita terima berdasarkan hubungan anak dan Bapak di mana Allah  telah menjadikan kita anak-anakNya !  Dan sama-sekali bukan sebagai balas-jasa karena kita telah melakukan banyak perbuatan baik !  Di dalam kasih-karunia, tidak ada unsur balas-jasa ; yang ada adalah anugerah , pemberian cuma-cuma , tanpa diusahakan dan tanpa bayaran. Berdasarkan hukum waris ,  maka keselamatan kita tidak mungkin bisa batal ! Keselamatan kita itu bersifat pasti , seperti warisan bagi si ahli waris , dan persis sama dengan ucapan Tuhan Yesus pada Yohanes 10 : 28 .di mana terdapat kata "pasti " !

Namun , jika kita menolak Kristus , menolak karya salibnya , sudah barang-tentu kita tidak memperoleh warisan hidup yang kekal ! Begitu juga  jika kita melakukan kejahatan vertikal terhadap Tuhan Yesus , misalnya dengan menghujatNya atau dengan melecehkan darah perjanjianNya , atau membuat ceritera atau film yang menghina Dia , atau sama-sekali tidak mempercayai Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat ,  maka kitapun tidak akan menerima warisan dari Bapa kita ! Mengapa begitu ? Sebab hukum waris mengatur bahwa warisan bisa tidak diterima jika warisan ditolak atau si ahli waris melakukan kejahatan berat terhadap si pewaris ,bukan kejahatan terhadap orang lain ( misalnya membunuh atau mencoba membunuh si pewaris ).


Orang Kristen sebagai anak-kecil di hadapan Allah : 

Saudara mengetahui hal-hal anak kecil ? Saudara dan saya pernah menjadi anak-kecil ! Seorang anak kecil  sangat tergantung pada orang-tuanya ! Seorang anak kecil tidak dapat mengurus dirinya sendiri ; sebab itu ia sangat tergantung kepada ayahnya atau ibunya .Seorang anak kecil menaruh seluruh kepercayaannya kepada ayah atau ibunya . Seandainya ia akan dibawa ketempat pembantaianpun , ia tidak mengerti dan tetap percaya bahwa ayah-ibunya adalah tempat ia menyandarkan hidupnya . ( contoh : ketika Ishak di bawa Abraham untuk dikorbankan di gunung Moria pada Kejadian pasal 22  ) .

 
Di hadapan Allah , kita adalah anak-anak kecil ! Terkait dengan ahli waris , setiap anak , tidak perduli ia sudah tua, atau masih anak-kecil , kedudukannnya sebagai ahli-waris tak tergoyahkan !  Tua atau muda atau masih anak-kecil , sama-sama ahli-waris dari bapanya atau ibunya ! Karna itu , berkaitan dengan anak-kecil , Tuhan Yesus berkata :

"Sesungguhnya Aku berkata  kepadamu :" Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak-kecil , ia tidak akan masuk ke dalamnya ." ( Markus 10 : 15 Terjemahan LAI 2002 )

Frasa kata "sesungguhnya" dalam teks di atas , dalam bahasa aslinya tertulis "amen" ( Yunani) , yang artinya " ya dan pasti" !  Jadi sudah menjadi suatu kepastian bahwa jika kita tidak menjadi seperti anak-kecil , kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang sejati ! Kata "Kerajaan Allah " ( basileian tou theou , Yunani ) , menggambarkan pribadi Kristus .  Teks di atas sering disalah-artikan oleh orang dengan mengatakan bahwa "seperti anak kecil" artinya tidak melakukan kejahatan , sebab anak kecil belum tahu berbuat jahat ! Pengertian seperti itu lemah dan mudah dipatahkan ! Bukankah anak kecil itu masih kecil , sehingga jangankan berbuat jahat , berbuat baik itu yang bagaimana , ia sendiri belum tahu !?


Pengertian anak-kecil di atas adalah berkaitan langsung dengan sifat anak kecil pada umumnya , yakni sangat tergantung kepada orang-tuanya  ! Anak kecil sangat percaya pada ayahnya ! Anak kecil sangat membanggakan ayahnya . Di depan anak-kecil , seorang ayah adalah segala-galanya !  Di pangkuan ayah atau ibunya , anak kecil merasa aman dan terlindung . Dengan sepenuh hati anak kecil mempercayakan keselamatannya pada ayahnya atau ibunya ! Anak kecil percaya pada pemeliharaan ayahnya untuk kehidupannya . Itulah sifat anak-kecil !  Itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus ; bahwa jika kita sudah menjadi anak-anakNya , percayakanlah seluruh kehidupan kita kepadaNya seperti anak-kecil !

"Serahkanlah segala kekhawatiranmu  kepadaNya , sebab Ia memelihara kamu ." ( 1 Petrus 5 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Kita harus menjadi anak-kecil di hadapan Tuhan dalam segala hal yang menyangkut keselamatan kita ! Anak kecil tidak dapat menyelamatkan diri sendiri ; dan dalam banyak hal segala tindakannya membahayakan dirinya . Tetapi di dalam gendongan orang-tuanya , anak kecil terlindung . Demikian juga kita , sebagai anak-kecil , kita tidak dapat berbuat apa-apa se;lain mengandalkan Tuhan sebagai Bapa kita !  Jadi , seberapa tua umur kita , seberapa tinggi pangkat kita dan seberapa gagah-perkasanya kita , ingatlah selalu bahwa kita harus seperti anak-kecil di hadapanNya !


Tidak ada anak-kecil yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri ! Keselamatan anak kecil tergantung pada perlindungan dan perbuatan orang tuanya ! Jadi keselamatan anak-kecil itu jelas merupakan pemberian cuma-cuma dari orang tuanya . Demikian pula kita , tidak ada di antara kita yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri , selain karena Tuhan sendiri yang menyelamatkan kita lewat karya penyelamatanNya di kayu salib . Tanpa mengakui seperti ini , kita dikatakan sebagai bukan pengikut Kristus ! ( band. Galatia 5 : 4 )


Konklusi:

Membandingkan uraian di atas , antara orang Kristen sebagai anak-anak Allah yang merupakan ahli-ahli waris dari Allah , dengan orang Kristen harus seperti anak kecil , terdapat benang merah yang menjadikan keduanya sinkron !  Sebagai ahli waris kita tidak berbuat apa-apa untuk memperoleh warisan hidup kekal , demikian juga seperti anak-kecil kitapun sangat tergantung pada pemberian Bapa kita ! Banyak orang berdebat masalah keselamatan , apakah bisa batal ataukah tidak bisa batal ?

Yang mengatakan keselamatan bisa batal , mengatakan bahwa perbuatan kita yang jahat dapat membatalkan keselamatan kita ! Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar ! Sebab hukum waris mengatur bahwa warisan bisa batal kalau si ahli waris melakukan kejahatan berat kepada si pewaris , bukan kepada orang lain . Jadi kalau kita jahat terhadap Bapa kita, dengan tidak percaya lagi pada karya penyelamatan Kristus, memang warisan bisa batal, sebab dosa vertikal yang kekal tak terampuni, yaitu dosa yang mendatangkan maut  !

"Kalau seseorang melihat saudara seimannya berbuat dosa ,yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut , hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepada mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut .   Ada dosa yang mendatangkan maut . Tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa . Semua kejahatan adalah dosa  , tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut ." ( 1 Yohanes 5 : 16 - 17 Terjemahan LAI 2002 )

Dosa yang mendatangkan maut adalah dosa vertikal , yakni menolak kasih-karunia Allah ! Dosa yang tidak mendatangkan maut adalah dosa-dosa horisontal terhadap sesama , sebab dosa jenis ini selalu diampuni ! Sesuai dengan hukum waris, jika orang berbuat jahat terhadap si pewaris , dalam hal ini Bapa kita , sudah pasti ia tidak mendapat warisan hidup kekal .

Yang menyatakan keselamatan tidak bisa batal mengatakan bahwa sepanjang kita tetap percaya pada karya penyelamatan Kristus , dalam arti tidak berbuat jahat terhadap Tuhan dengan menolak darah perjanjianNya, warisan tidak mungkin batal ! Dan pernyataan ini  benar ! Jika seseorang memang merupakan seorang Kristen yang benar-benar Kristen , tidak mungkin ia menolak Kristus dan tidak mungkin ia berbuat jahat kepada Bapa ! Bisa saja ia berbuat dosa , tetapi dosa yang tidak mendatangkan maut yang selalu mendapat pengampunan dan bukan dosa yang mendatangkan maut ! (band. Matius 12 : 31 - 32 ).

Tetapi satu hal sudah pasti , bahwa sebagai ahli-ahli waris Allah , semua orang Kristen Sejati , yang percaya sepenuhnya pada karya penyelamatan Kristus , memperoleh warisan dari Bapa dan tidak bisa batal , yaitu hidup kekal . Mengapa pasti ? Karena orang Kristen Sejati , tidak mungkin berbuat jahat terhadap si pewaris , yaitu Bapa kita !  Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai selama-lamanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )















Rabu, 25 Maret 2015

ORANG KRISTEN SEBAGAI "ISTERI" TUHAN

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Wujud kasih seorang isteri kepada suami :


Berbicara mengenai hubungan suami-isteri , seorang isteri harus patuh dan tunduk kepada suaminya (Efesus 5 : 22 - 24 ).  Dalam patuh dan tunduk kepada suami , seorang isteri mendasarkan kepada kasihnya kepada suami, berdasarkan kasih Kristus . Pada umumnya wujud kasih seorang isteri antara lain adalah , pandai mengatur rumah-tangga , mendidik anak-anak , memperhatikan suami , melayaninya , menjaga hubungan baik dengan orang sekitarnya dan keluarganya  , dan segala kebaikan yang lain ! Namun yang paling penting dari semua itu adalah , seorang isteri harus setia kepada suaminya , dalam arti tidak pernah memindahkan cintanya kepada laki-laki lain , apalagi kalau sampai berselingkuh !

Sekalipun seorang isteri dalam segala hal membanggakan , pandai mengatur rumah tangga, mendidik anak , mengatur keuangan ,menjaga hubungan baik dengan orang-orang sekitarnya dan keluarga ,  baik hati , sopan santun dan sebagainya , namun pada hari ia memindahkan cintanya kepada laki-laki lain  di hadapan suaminya  (apalagi kalau sampai berselingkuh ) , maka apa yang terjadi ?  Seluruh kebaikannya , seketika sirna dan tidak berarti lagi ! Suaminya merasa  dihianati , dan dalam banyak kasus, isteri seperti itu dibuang oleh suaminya ! Seluruh kebaikannya pada tahun-tahun yang telah berlalu , seketika lenyap dan tidak dapat menyembuhkan kepedihan hati sang suami . 

Gambaran ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suami adalah : setia ; dalam arti tidak pernah mencintai laki-laki lain selain suaminya sendiri . Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa seorang isteri yang menyeleweng dari suaminya , adalah satu-satunya alasan yang dapat dipakai oleh seorang suami untuk membuang isteri seperti itu .

"Tetapi Aku berkata kepadamu : Siapa saja yang menceraikan isterinya , kecuali karena zinah , lalu kawin dengan perempuan lain , ia berzinah .' ( Matius 19 : 9 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan frasa " kecuali karena zinah "  !  Teks di atas sangat mudah dipahami , bahwa seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya , kecuali kalau isterinya itu berzinah dengan laki-laki lain !  ( terlepas dari adanya peraturan gereja ) . Teks inipun menjadi bukti , bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suaminya adalah setia !  Sekali lagi : s e t i a  , dalam arti tidak mencintai atau memberikan cintanya kepada laki-laki lain !


Gambaran orang Kristen sebagai "isteri" Tuhan :

Dari mimbar-mimbar gereja , kita sering mendengar bahwa orang Kristen disebut sebagai anak-anak Tuhan ,sebagaimana teks Alkitab pada Yohanes 1 : 12  atau Galatia 4 : 7 . Akan tetapi sangat jarang kita mendengar uraian bahwa orang Kristen dilambangkan sebagai "isteri" Tuhan ! Yang sering kita dengar adalah orang Kristen sebagai Mempelai Wanita Kristus !  Kira-kira  di abad ke VI  sebelum Kristus datang ke dunia orang-orang percaya sudah digambarkan sebagai "isteri" Tuhan di dalam Perjanjian Lama.   Gambaran sebagai "isteri" Tuhan inilah yang nantinya digambarkan lagi sebagai Mempelai Wanita Kristus , dalam Perjanjian Baru .  Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Aku  akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan Engkau isteriKu  dalam keadilan dan kebenaran , dalam kasih setia dan kasih sayang ." ( Hosea 2 :19 Terjemahan LAI 1987 )

  FirmanTuhan di atas diucapkan lewat nabi Hosea , kira-kira di abad ke VIII SM , pada zaman Raja Yerobeam II di Kerajaan Israel , ketika terjadi kemerosotan moral dan iman di Israel .( sezaman dengan raja Uzia, Ahas dan Hizkia di Kerajaan Yehuda )   Firman mengenai orang percaya yang dilambangkan sebagai "isteri" tersebut diucapkan lagi oleh Tuhan pada zaman orang-orang Yehuda  berada dalam pembuangan di Babilonia pada abad ke VI SM .  Berikut petikan teks Alkitabnya :

"Sebab yang menjadi suamimu  ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam namaNya ; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Maha Kudus, Allah Israel , Ia disebut Allah seluruh bumi . Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati , TUHAN memanggil engkau kembali;  masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak ? firman Allahmu ." ( Yesaya 54 : 5 - 6 Terjemahan LAI 1987 )

Jika di baca secara historical exegetical reading ,  teks di atas diucapkan Tuhan lewat Deutero Yesaya bagi orang Yehuda dalam masa pembuangan di Babilonia .kira-kira di penghujung abad ke VI SM , yang menjanjikan pembebasan mereka dari pembuangan tersebut . Karena orang-orang percaya di zaman itu digambarkan sebagai "isteri" Tuhan , demikian pula kita orang-orang percaya zaman sekarang, digambarkan sebagai Mempelai Wanita  . Itulah sebabnya , jika orang-orang percaya di zaman itu berpaling ke pada "allah" lain , TUHAN, sebagai "suami " ,  menjadi murka , sebagaimana ucapanNya di bawah ini : 

" FirmanNya :" Jika seseorang menceraikan isterinya lalu perempuan itu pergi dari padanya , dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu ? Bukankah  negeri itu sudah tetap cemar ? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepadaKu ? demikianlah firman TUHAN ." ( Yeremia 3 : 1 Terjemahan LAI 1987 )

Firman Tuhan di atas di ucapkan lewat nabi Yeremia di zaman Raja Yoyakim dan Zedekia , di Kerajaan Yehuda , di awal abad ke VI SM ,  ketika orang Yehuda berpaling kepada "allah" lain ! Sesungguhnya sebagai seorang "suami" , Tuhan adalah Allah yang cemburuan , yang memang selalu mengingatkan kita agar tidak berpaling ke "suami" yang lain , selain Dia saja ! Jauh sebelum pembuangan orang Israel ke Asyur dan orang Yehuda ke Babilonia , Tuhan sudah berfirman mengenai sifatnya yang cemburuan terhadap orang-orang percaya . Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Janganlah kamu mengikuti allah lain dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu , sebab TUHAN , Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu ,  supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu,  terhadap engkau, sehingga Ia memusnahkan engkau dari muka bumi ." ( Ulangan 6 : 14 - 15 Terjemahan LAI 1987 ) 

Bayangkan betapa dahsyatnya kecemburuan Tuhan ketika orang-orang percaya di zaman itu menyakiti hatiNya dengan berpaling kepada "allah" lain ! Kira-kira pada tahun 722 SM , orang Israel di Kerajaan Israel  bersama Raja Hosea , dibawa tertawan oleh Raja Asyur sebagai orang buangan di negeri Asyur ( 2 Raja Raja 17 : 1 - 6 ). Kemudian pada tahun 587 SM , orang Yehuda bersama Raja Zedekia di bawa tertawan dalam pembuangan di Babilonia .( 2 Raja Raja 25 : 1 - 11 )

 Mereka yang pernah menjadi suatu bangsa yang merdeka , sekarang menjadi orang buangan dan baru pada tahun 1948 , sehabis Perang Dunia ke II , mereka memiliki negara lagi dan kembali menjadi suatu bangsa yang merdeka  , yakni negara Israel modern sekarang ini . Lebih dari 2500 tahun mereka menjadi bangsa jajahan, mulai dari Kemaharajaan Asyur , Babilonia , Persia , Yunani dan Romawi , dan hidup dalam diaspora (perserakan ).

Sejarah hitam bangsa Israel seperti yang disebutkan di atas , menjadi pelajaran bagi kita orang-percaya zaman sekarang , agar supaya sebagai "isteri atau mempelai wanita" dari Tuhan Yesus , jangan sampai kita berlaku tidak setia, dalam arti mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain yang bukan Dia !


Wujud kasih orang Kristen terhadap Tuhan :

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang percaya digambarkan sebagai Mempelai Wanita , sementara Tuhan Yesus di gambarkan sebagai Mempelai Laki-laki. (band. Matius 25 : 1 ). Rasul Paulus menggambarkan kita sebagai perawan suci sementara Tuhan Yesus sebagai tunangan laki-laki .

"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci  kepada Kristus ." ( 2 Korintus 11 : 2 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa di Perjanjian Lama kita sebagai dilambangkan sebagai isteriNya dan di Perjanjian Baru juga sebagai isteriNya, karena dalam budaya Yahudi , tunangan perempuan itu sudah seperti isteri  ( bandingkan dengan hubungan Yusuf dan Maria , dan cermati teks Matius 1 : 18 - 19 ). Tuhan Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai Mempelai Laki-laki , sebagaimana ucapanNya di bawah ini :


"Jawab Yesus kepada mereka :" Dapatkah sahabat-sahabat  mempelai laki-laki  berpuasa  sementara mempelai itu bersama mereka ? ... " ( Markus 2 : 19 ).

Di dalam Wahyu 19 : 7 juga digambarkan bahwa kita , sebagai gereja Kristus , adalah Mempelai Wanita dari Tuhan Yesus yang digambarkan sebagai  Anak Domba . Dan sekarang , pertanyaan yang timbul dalam hubungan kita sebagai isteri dan Tuhan sebagai suami , bagaimanakah wujud kasih kita kepadaNya ?


"Kasihilah TUHAN. Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu ." ( Ulangan 6 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

"Jawab Yesus kepadanya :" Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu  dan dengan segenap akal-budimu ." ( Matius 22 : 37  Terjemahan LAI 2002 )

Wujud konkrit dari "mengasihi sesama manusia " sudah jelas , yakni kita harus melakukan segala kebaikan yang berguna bagi sesama manusia ! Bantu-membantu , tolong-menolong , menghindari yang jahat , berlaku sabar, murah hati , pemaaf , tidak menghakimi dan lain sebagainya !  Namun wujud konkrit dari "mengasihi Tuhan "  , lebih ke arah yang berhubungan dengan masalah rohani , misalnya rajin melayani , membantu pekerjaan Tuhan , membantu pembangunan gereja , rajin beribadah , berdoa dan memuji Dia , aktif dalam pelayanan diakonia dan sebagainya !  Dan wujud konkrit yang paling utama dari "mengasihi Tuhan " adalah setia , dalam arti tidak mencintai laki-laki lain , tidak mempunyai selingkuhan atau suami lain , yang mengandung makna bahwa hati kita tidak pernah berpindah ke "allah" yang lain , selain hanya Allah di dalam Kristus Yesus .!


Sekalipun kita rajin melayani Dia , rajin membantu pekerjaanNya , rajin beribadah , menyembah dan memuji Dia , dan segala kebaikan-kebaikan kita yang lain , namun pada hari kita memindahkan cinta kita kepada "allah" yang lain , seketika seluruh kebaikan kita lenyap , sirna tak berbekas ! Jangankan seorang isteri mencintai laki-laki lain , sedangkan hanya membandingkan suaminya dengan laki-laki lain , hanya membandingkan saja , misalnya dalam hal tampannya, pangkatnya , kekayaannya atau kebaikannya dan lain sebagainya ,  suaminya pasti tersinggung dan marah !

"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ?" ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

Lihat ! baru dibandingkan saja, Tuhan marah ! Apalagi kalau kita sudah mencintai "laki-laki" lain ! Sudah barang tentu tidak ada ampun bagi kita , dan kita dibuang ! Jikalau kita hanya  berbuat dosa terhadap sesama sebagai suatu dosa horisontal , pasti Tuhan Yesus mengampuni . Tetapi kalau kita sudah menghianati Dia sebagai suami kita , sama artinya dengan melecehkan Dia , sama artinya dengan menghujat Dia , maka dosa kita adalah dosa vertikal yang tak terampuni ! (band. Matius 12 : 31 ; Markus 3 : 28 - 29 ).


Dengan demikian sangat jelas bagi kita bahwa wujud konkrit yang paling utama dari perintah :" Kasihilah Tuhan , Allahmu .." , adalah kita bertindak setia sampai selama-lalamnya , dengan tidak pernah berpaling pada "laki-laki" lain atau |"suami" lain dalam arti "allah" lain ! Hal setia inilah yang paling esensial dalam hubungan kasih antara kita yang digambarkan sebagai isteri dengan Tuhan yang dilambangkan sebagai suami  atau mempelai pria . .


Konklusi :

Saudaraku ! Bukankah sudah sering kita dengar betapa banyak orang Kristen , bahkan yang bekerja dalam pelayanan , yang cara hidupnya baik-baik saja , dan tiba-tiba menghianati Tuhan Yesus ?!  Perhatikanlah bahwa seluruh kebaikannya dan pelayanannya yang dahulu , lenyap dan sirna seketika !  Dan bagi mereka tidak ada lagi pengampunan , terkecuali mereka kembali kepada Tuhan Yesus ( baca Yeremia 3 : 6 - 14 ).  Segala kebaikan yang dahulu dan sekarang dikerjakan oleh mereka , sia-sia belaka , karena mereka telah mencintai "allah" lain ! Sebagai suami , tentu saja Tuhan cemburu dan dalam cemburunya , amarahNya meluap sehingga tidak ada sama-sekali pengampunan bagi mereka yang berkhianat selama-lamanya .


"Hai isteri yang berzinah , yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri . ...Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuanKu ....Demikianlah Aku melampiaskan murkaKu kepadamu sehingga cemburuKu kepadamu reda kembali ; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi ." ( Yehezkiel 16 :32 , 38 , 42 Terjemahan LAI 1987 )

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang yang sudah mencintai "allah" lain untuk selama-lamanya, disebut sebagai orang yang murtad kekal , artinya tidak akan kembali lagi ! Dan bagi mereka memang tidak ada lagi pengampunan lewat darah Kristus . ( band. Ibrani 6 : 4 - 6 ).  Namun , tidak perlu kita heran , sebab kemurtadan itu harus terjadi , supaya nyata bahwa dari semula mereka itu memang tidak sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus !

"Memang mereka berasal dari antara kita , tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita , sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita , tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi , supaya nyata bahwa mereka semua tidak termasuk pada kita ." ( 1 Yohanes 2 : 19 Terjemahan LAI 2002 )

Karena itu, jika kita semua adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus yang dilambangkan sebagai "suami atau mempelai pria" kita , marilah di antara seluruh kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan , baik yang menyangkut kebaikan horisontal terhadap sesama , maupun kebaikan vertikal terhadap Tuhan ;  yang paling utama sebagai "isteri atau mempelai wanita " , kita berlaku setia kepadaNya dengan tidak pernah mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain !


Tuhan Yesus pasti memberkati kita semua, selama-lamanya ! Salam dari laut ! (Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar)











Selasa, 24 Maret 2015

APAKAH ORANG KRISTEN MASIH BERDOSA ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Batasan tentang dosa :

Kalau kita cermati isi Alkitab yang menyangkut tentang dosa , kita menemukan dua pengelompokan dosa , yaitu yang pertama adalah dosa terhadap Tuhan sebagai dosa-vertikal dan yang kedua adalah dosa terhadap sesama manusia sebagai dosa horisontal .  Dosa terhadap Tuhan dan dosa terhadap sesama manusia , dapat meliputi dosa pikiran, dosa angan-angan , hati dan bathin , dosa melalui ucapan dan perkataan , serta dosa melalui sikap jasmani kita dan perbuatan konkrit .serta dosa karena tidak berbuat apa-apa !  

 Sebagai perbandingan , KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) hanya mengatur dosa atau pelanggaran yang bersifat konkrit , yakni perbuatan nyata , sementara yang dikatakan dosa di dalam Alkitab ternyata jauh lebih luas , karena bukan saja mencakup dosa dalam sikap jasmani dan perbuatan nyata, tetapi juga dosa-dosa yang tidak di atur dalam KUHP , seperti dosa pikiran, angan-angan,dan suasana hati dan bathin seseorang .Dalam pada itu, dosa terhadap sesama manusia, terbagi pula menjadi dua bagian yaitu dosa terhadap orang lain dan dosa terhadap diri sendiri !

"Setiap orang yang berbuat dosa , melanggar juga hukum Allah , sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." ( 1 Yohanes 3 : 4 Terjemahan LAI 2002  )

"Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang mengadili ; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi pengantara baginya ?"... ( 1 Samuel 2 : 25 Terjemahan LAI 1987 )

Dari  teks 1 Yohanes 3 : 4  di atas , kita menjadi paham bahwa dosa adalah setiap pelanggaran terhadap firman Tuhan . Firman Tuhan yang mana ? Ya semua firman Tuhan yang berada dalam Alkitab , di mana jika dihitung dari aturan hukum Torat sampai kata-kata yang bernuansa hukum di dalam Perjanjian Baru , jumlahnya sangat banyak , lebih dari 600 aturan , baik yang bersifat nyata dan konkrit maupun yang tidak bersifat nyata seperti "hanya membenci dalam hati " dan lain sebagainya . Sedangkan dari teks 1 Samuel 2 : 25 , kita mengetahui bahwa ada dua pengelompokan dosa sebagaimana sudah disebutkan terlebih dahulu , yaitu dosa terhadap sesama manusia dan dosa terhadap Tuhan (dosa horisontal dan dosa vertikal ).


Dosa terhadap sesama manusia (dosa horisontal)

Dengan mengacu kepada definisi dosa pada 1 Yohanes 3 : 4 di atas , maka batasan dari dosa terhadap sesama manusia adalah " setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang kepada orang lain atau diri-sendiri  ,serta termasuk kalau tidak berbuat-apa-apa , yang melanggar firman Allah !"  Sebagai contoh , ketika seseorang atau kelompok orang melakukan transaksi suap-menyuap dalam tindak-pidana korupsi , maka mereka berbuat dosa terhadap orang lain ( yakni seluruh lapisan masyarakat ) , karena firman Tuhan mengatakan :

"Suap janganlah kamu terima, sebab suap membuat buta  mata orang-orang yang melihat dan memutar-balikkan perkara orang-orang yang benar ." ( Keluaran 23 : 8 Terjemahan LAI 1987 )

Contoh yang lain , jika seseorang secara diam-diam ( tidak terlihat ) menaruh kebencian kepada orang lain , maka orang itu berbuat dosa kepada sesama karena firman Tuhan mengatakan : " Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu ..." ( Imamat 19 : 17 ) . Demikian pula kalau seseorang tidak mau berbuat apa-apa untuk  memberi atau meminjamkan uang pada orang yang meminta atau meminjam , padahal dia mempunyainya , atau ia tidak mau berbuat apa-apa untuk membantu orang miskin , maka ia berbuat dosa kepada orang itu , karena firman Tuhan mengatakan

"Berilah kepada  orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu ." ( Matius 5 : 42  Terjemahan LAI 2002 )

"..Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu ." ( Ulangan 15 :11.b Terjemahan LAI 1987 )

Begitu komplek firman Tuhan yang harus kita kerjakan dan taati agar kita tidak jatuh dalam dosa ! Bukan saja dosa-dosa yang nyata dan kelihatan , melainkan juga dosa-dosa yang tak terlihat oleh manusia . Bagaimana dengan orang yang "bunuh diri" ? Apakah dia berbuat dosa ? Ya ! Orang yang melakukan bunuh-diri juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri  sebab ketika firman Tuhan mengatakan :" Jangan membunuh " ( Ulangan 5 : 17  ) itu bermakna bahwa manusia tidak boleh membunuh manusia, termasuk  dirinya sendiri . Orang yang berzina dengan perempuan cabul, juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri , berdasarkan firman Tuhan berikut ini :

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang  yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri ." ( 1 Korintus 6 : 18 Terjemahan LAI 2002)

Dan masih ratusan contoh yang dapat dibuat untuk menggambarkan dosa terhadap sesama manusia , dan yang paling sering kita lakukan adalah dosa yang seperti disebutkan pada teks Yakobus 4 : 17 yang berbunyi :" Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."  Jenis dosa ini juga termasuk pada dosa "tidak berbuat apa-apa " ! Misalnya kita tahu bahwa dalam segala rencana kita , adalah baik kalau meminta penyertaan Tuhan . Kita tahu , tetapi tidak melakukannya, dalam arti kita melangkah sendiri tanpa Tuhan . Hal seperti ini adalah dosa ! Dan masih banyak lagi permisalan yang lain .


Dosa terhadap TUHAN  (dosa vertikal)


Mengacu pada teks 1 Yohanes 3 : 4 tersebut di atas , maka batasan dosa terhadap TUHAN adalah "setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang terhadap TUHAN , serta termasuk kalau tidak berbuat-apa , yang melanggar firman Allah ."   Sebagai contoh , ketika seseorang melakukan suatu upacara keberhalaan ( misalnya pergi ke pemantera , ke guru spiritual , ke makam keramat dan lain sebagainya ) ;  apapun alasannya , orang itu telah berbuat dosa kepada Tuhan , karena telah melanggar firman Allah yang berbunyi :" Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu ." ( Keluaran 20 : 3 ).

Contoh yang lain ,  jika orang  atau kelompok orang tidak mempercayai bahwa Yesus itu adalah TUHAN, maka orang atau kelompok orang itu berbuat dosa terhadap Tuhan, seperti bunyi teks Alkitab di bawah ini :

"Karena itu , tadi Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia , kamu akan mati dalam dosamu ." ( Yohanes 8 : 24 Terjemahan LAI 2002 )

Jadi barang siapa saja yang tidak percaya bahwa Yesus adalah TUHAN , dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa orang itu berdosa, yakni berdosa terhadap Tuhan dan akan mati dalam dosanya. (band, Yohanes 10 : 30 ). Demikian pula siapa saja yang menyamakan TUHAN kita dengan "tuhan lain " yang bukan Tuhan Yesus , orang itu berdosa terhadap Tuhan , karena firman Tuhan mengatakan sebagai berikut :


"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ? " ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas adalah peringatan dari Tuhan kita , agar kita jangan sampai mempunyai pemikiran bahwa Tuhan yang kita sembah dalam nama Kristus Yesus itu , sama saja dengan "tuhan lain " , cuma cara ibadahnya saja yang berbeda !    Pemikiran seperti itu, membuat kita berbuat dosa kepada Tuhan .(band. 1 Korintus 8 : 5 - 6 ) Padahal baru berpikir saja , belum dalam wujud beribadah kepada yang lain , kita sudah dianggap berbuat dosa .,  . Dan masih banyak lagi contoh yang lain tentang dosa terhadap Tuhan .. Teks Alkitab di bawah ini  termasuk dosa terhadap TUHAN  dalam kategori "dosa tidak berbuat apa-apa " kalau kita tidak melaksanakannya :

"Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan ; roh memang berniat baik tetapi tabiat manusia lemah ." ( Matius 26 : 41 Terjemahan LAI 2002 )


Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?

Supaya manusia tidak berbuat dosa , manusia harus menjadi kudus seperti Tuhan . Pada pribadi Tuhan , tidak ada sedikitpun dosa , sebab Ia kudus . Sekarang pertanyaannya :" Apakah ada manusia yang kudus ?" . Teks Alkitab berikut ini sebagai jawabannya :

"Tis ou me phobethe , kurie, kai doksasei  to onoma sou, hoti monos hosios ... " ( Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus .. )  Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002  dari Greek Modern Text.

Kata Yunani " hoti monos hosios " diterjemahkan oleh LAI dengan kata Indonesia " Sebab Engkau saja yang kudus" , sementara terjemahan NKJV menggunakan kata Inggris " For you alone are holy " . Ketiganya mengandung makna yang sama bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus " , dalam arti tidak ada yang lain !  Jika demikian , tidak seorangpun manusia yang kudus ( hosios) selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi , Yunani ) . Karena itu tidak ada seorangpun manusia yang benar ( alethinos , Yunani ) selain hanya dibenarkan ( dikaioumenoi , Yunani ) Dengan kata lain tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa , selain hanya  "diberi status tidak berdosa " oleh Tuhan !


Begitu banyak firman Allah yang tidak boleh dilanggar, sehingga sejak zaman Musa, tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa . Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar , sehingga manusia selalu menjadi pelanggar hukum Allah . (band. Yakobus 2 : 10 ).  Bukti empiris bahwa manusia selalu berbuat dosa , paling tidak adalah fakta diadakannya Hari Raya Pendamaian (yom kippur , Ibrani)  setahun sekali seperti yang dikatakan pada Imamat 16 : 34 .  Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia , bukan meniadakan dosa , melainkan menghapus dosa orang yang percaya kepada karya penyelamatanNya di kayu salib . Dosa tetap ada , tetapi dosa itu tidak lagi menguasai orang-orang percaya .

Sebab sekiranya, dari dahulu manusia sanggup untuk tidak berbuat dosa dalam arti mampu untuk tidak melanggar firman Allah , sudah barang-tentu Tuhan Yesus tidak perlu repot-repot turun dari surga untuk memikul seluruh ketidak-sanggupan kita , di kayu salib . Justru karena manusia tidak sanggup untuk benar, dan tidak sanggup untuk kudus dan tidak sanggup untuk sempurna , Yesus datang dan oleh darahNya kita yang tidak benar memperoleh pembenaran ( Roma 3 : 24 ) , kita yang tidak kudus memperoleh pengudusan ( Ibrani 10 : 10 ) dan kita yang tidak sempurna memperoleh penyempurnaan ( Ibrani 10 : 14 ).

Menjawab pertanyaan di atas, "Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ? " Jawabnya adalah :" Masih ! Semua orang Kristen masih berbuat dosa !"  Namun ada sebagian orang yang berkata bahwa dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus , manusia dapat menjadi kudus !  Pernyataan seperti ini terasa sangat janggal ! Roh kudus memang memimpin kita menjadi orang baik dan mampu melakukan kebaikan-kebaikan ; namun tabiat daging manusia adalah lemah , sehingga manusia tidak dapat menjadi kudus (hosios) seperti Allah ; dalam arti selalu saja ada salahnya ! Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar .

Bukankah  dari sejak zaman Musa, Roh Allah  memberi kemampuan supaya manusia menjadi baik , dalam arti tidak melanggar firmanNya ? Tetapi  mengapa selalu ada korban-korban penebus salah, penebus dosa , termasuk Hari raya Pendamaian untuk penghapusan dosa ?! ( Imamat 3 , Imamat 4 dan Imamat 16 ) Jawabannya adalah karena tabiat daging manusia lemah, sehingga selalu saja ada firman Allah yang dilanggar ! Mengapa selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar ?  Jawabannya : karena begitu sangat banyak firman Tuhan yang harus kita jaga untuk tidak kita langgar , sehingga dengan tabiat daging kita yang lemah , kita tidak mampu mengerjakan semuanya ! Mengapa begitu ? Supaya kita tetap memerlukan kemurahanNya dalam mengampuni kita selalu  di dalam kasih-karuniaNya !

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 - 32 , Terjemahan LAI 2002 )

Tidak pernah ada  seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Semua manusia terkurung dalam begitu banyak firman Allah yang harus kita taati .  Memang kita bisa tidak membunuh, tidak menyembah berhala, tidak mencuri , tidak berzina , tidak menjadi saksi dusta , tidak menganiaya orang , tidak menerima suap , tidak mefitnah dan lain sebagainya . Mata kita selalu tertuju kepada dosa-dosa yang nyata dan masif   Tetapi kita sering tidak memperhatikan dosa-dosa yang tidak nyata yang sering-kali secara tidak sengaja tidak bisa kita hindari . Dosa yang tidak bisa kita hindari itu adalah dosa berpikir, dosa berangan-angan , yang merupakan sikap hati dan bathin , termasuk dosa " tidak berbuat apa-apa " , yang tidak seorangpun tahu, selain Tuhan !

:Contoh kecil  : Saudara sedang naik mobil , ketika melihat seorang yang cacat duduk kelaparan di tepi jalan . Apakah saudara berhenti , lalu turun untuk memberi sesuatu pada orang itu ? Sering-kali kita terus saja dan tidak berbuat-apa-apa terhadap si miskin itu . Bukankah saudara sudah berbuat dosa ?  Untuk dosa berpikir , tidak perlu berpikir 1 atau 2 jam atau 1 bulan ! Berpikir salah 1 detik saja , sudah berbuat dosa ! Berangan-angan buruk 1 detik saja, sudah berbuat dosa !  Membenci orang dalam hati 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Jengkel atau marah terhadap orang 1 detik saja, sudah berbuat dosa !

 Hal-hal kecil seperti itulah yang selalu luput dari perhatian kita, padahal hal kecil seperti itu yang sering kita lakukan secara tidak sengaja. Orang Kristen yang jujur pasti menyetujui penjelasan ini, kecuali orang Kristen yang munafik, siapapun dia  ! Lagi pula perkataan Roh Kudus bukan suatu dusta ketika Ia berkata :" hoti monos hosios " ( Sebab Engkau saja yang kudus ) . Hanya Tuhan yang kudus ! Hanya Tuhan yang tidak berbuat dosa !



Apakah orang Kristen masih berdosa ?

Sekarang, kalau pertanyaannya adalah :" Apakah orang Kristen masih berdosa ?" , maka jawabannya adalah :" Tidak ! Orang Kristen sudah tidak berdosa lagi ." .Harus dibedakan pertanyaannya, antara " Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?"  dengan " Apakah orang Kristen masih berdosa ?".  Secara daging dan tabiat berdosa (sarkos , Yunani ) , orang Kristen memang masih berbuat dosa . Tetapi secara status , orang Kristen sudah bukan orang berdosa lagi . Mengapa demikian ?  Sebab Alkitab yang menyatakannya !

"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas mengatakan bahwa kita ini sebenarnya adalah orang berdosa  ! Tetapi hutang dosa kita seumur hidup sudah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib , sehingga seumur hidup , kita tidak mempunyai hutang dosa lagi , karena sudah dibayar di muka oleh Yesus ! Hasilnya , kita menjadi orang benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah penebusan Yesus !  Dengan demikian , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena dosa kita sudah ditiadakan oleh pembayaran lunas melalui darah Yesus .


Seumur hidup, sampai kita menutup mata , kita mempunyai tabiat daging yang selalu cenderung untuk berbuat salah , terlebih-lebih pikiran , angan-angan, sikap hati dan bathin serta  tidak mau berbuat apa-apa. Kadang kala , kita juga marah atau jengkel terhadap orang . Ada juga yang bertengkar dengan isterinya atau suaminya .  Kecil atau besar , selalu saja ada kesalahan kita , meskipun kita tidak menyukainya ! Tetapi inilah kabar baiknya : selama hidup kita  , darah Yesus selalu menghapus dosa dan kesalahan kita , sehingga posisi kita selalu menjadi benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah Yesus . Dengan demikian , seumur hidup , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Bapa .

"Dan kamu tahu bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa dan di dalam Dia tidak ada dosa .  Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ; setiap orang yang tetap berbuat dosa , tidak pernah melihat dan tidak pernah mengenal Dia ." ( 1 Yohanes 3 : 5 - 6 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas membagi manusia menjadi 2 golongan , yaitu orang percaya yang mengenal Kristus dan orang yang tak percaya yang tidak mengenal Kristus . Orang percaya dikatakan sebagai orang yang berada di dalam Kristus Yesus , sehingga baginya tidak ada penghukuman (Roma 8 : 1 ). Karena di dalam Kristus tidak ada dosa , maka kitapun yang berada dalam Kristus pasti tidak mempunyai dosa ; bukan karena kita tidak berdosa , melainkan karena dosa kita diampuni terus-menerus selama-lamanya ( Ibrani 10 : 10 ).  Sebaliknya , untuk orang di luar Kristus , tetap dianggap berdosa , karena bagi mereka tidak ada pengampunan oleh darah Yesus ,terutama terhadap dosa "tidak percaya" ,   sekalipun cara hidup mereka baik secara moral . (bandingkan kembali dengan Yohanes 8 : 24 )


Teks pada 1 Yohanes 3 : 5 - 6 , khusus pada frasa :" Setia:p orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ." , jangan diartikan bahwa sebagai orang Kristen kita sudah tidak bisa berbuat dosa ! Jikalau kita artikan seperti itu, maka penafsiran seperti itu bertentangan dengan 1 Yohanes 2  : 1- 2 ; di mana dinyatakan bahwa orang Kristen masih bisa berbuat dosa ! ( perhatikan frasa :" Namun, jika seorang berbuat dosa , kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil ." )

Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang menerima Kristus diberi hak menjadi anak-anak Allah ( Yohanes 1 : 12 ) . Kita menjadi -anak-anak Allah bukan karena kita baik atau kita kudus ! Justru ketika kita masih dalam keadaan berdosa , Yesus mengerjakan keselamatan kita di kayu-salib , sehingga kita yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat , diberi hak menjadi anak-anak Allah .

"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak ;  jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Sebagai anak Allah , kita adalah ahli-waris Allah , Bapa kita ! Apakah gerangan warisan kita ? Sudah barang tentu hidup kekal di surga bersama Bapa kita .Bagaimana kita bisa hidup di surga jika kedudukan kita adalah orang berdosa ? Tidak ! Kita bukan orang berdosa  di hadapan dan Allah  ! Kita sudah dibenarkan oleh darah Yesus , sehingga kita bisa mewarisi surga , karena kita bukan orang berdosa lagi ! Bagi mereka yang pernah belajar ilmu hukum tentu mengetahui bahwa sifat warisan adalah ab intestato, testameinteir  dan beneficiaries , artinya ahli waris berhak atas warisan berdasarkan keturunan atau sedarah , ataupun karena penunjukan , dimana ahli waris menerima warisan itu mutlak sebagai pemberian saja ! Warisan hanya bisa tidak diterima kalau orang menolak warisan atau berbuat jahat terhadap si pewaris !


Tidak ada warisan yang diusahakan ! Semua warisan hanya bersifat pemberian ! Demikianlah kita sebagai anak-anak Allah berhak atas warisan kita yakni kehidupan kekal , tanpa usaha apa-apa atau berbuat apa-apa ! Bagaimana kita dapat dikatakan sebagai ahli waris Allah , kalau dikatakan kita adalah manusia yang masih berdosa ? Itu tidak relevan ! Jangan mempercayai iblis yang selalu ingin menjauhkan kita dari kasih-karunia dengan mengatakan bahwa :" Kamu masih berdosa !" ! Jangan percaya tuduhan atau dakwaan si iblis !

Kalau saudara sedang menggerutu kepada  suami atau isteri , iblis langsung menuduh :"  Itu lihat , kamu masih berdosa bukan ?" . Segeralah ingat perkataan Yesus :" Dosamu sudah diampuni !" .  , maka benar-benar saudara sudah diampuni dan tidak berdosa lagi . Ingatlah sepanjang hidup saudara dan saya , pengampunannya tidak pernah berhenti , satu detikpun tidak pernah ! Hanya orang yang menolak Kristus yang tidak memperoleh warisan Allah dan hanya orang yang menghujat Kristus yang tidak mendapatkan warisan kehidupan kekal !

"Anak-anakku , hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa . Namun , jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia ." ( 1 Yohanes 2 : 1 -2 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menunjuk pada kita orang percaya di seluruh dunia ! Kita dinasehati untuk menjauh dari dosa ! Namun , tabiat daging kita yang lemah , membuat kita selalu melanggar salah satu firman Allah dan kita berbuat dosa . Tetapi tidak perlu kuatir ! Kita punya pendamai , yakni Yesus Kristus yang telah mendamaikan kita dengan Bapa .  Kalau tiba-tiba saudara mengumpat orang yang mengejutkan saudara ketika berlalu-lintas di jalan raya , maka umpatan saudara itu adalah dosa . Namun jangan cemas , darah Tuhan Yesus selalu mengampuni kesalahan saudara .  Dengan demikian , dapatlah dikatakan bahwa orang Kristen yang benar-benar Kristen , posisinya adalah bukan orang berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena kasih karuniaNya dalam pengampunanNya yang kekal !



Konklusi :

Pada periode waktu sebelum darah Yesus tumpah , orang percaya hidup di bawah hukum Torat dan mau tidak mau berada di bawah kutuk ! (Galatia 3 : 10 ). Pengampunan dosa dilakukan terus menerus sepanjang hidup mereka , berupa korban-korban berdarah , termasuk Hari Raya Pendamaian . Namun, pengampunan seperti itu, hanya berlaku sekali itu saja ! ( Ibrani 10 : 1 - 3 ) .Tetapi sekarang , kita hidup pada periode waktu setelah darah Yesus tumpah , sehingga kita tidak lagi hidup di bawah hukum Torat melainkan di bawah hukum Kristus, yakni kasih-karunia . ( Roma 6 : 14 ).

Seluruh dosa kita, baik dosa warisan , maupun dosa yang lain , yang kita buat dahulu, kemarin, sekarang , besok , minggu depan , tahun depan , sampai seumur hidup kita , sudah dihapuskan oleh darah Kristus Yesus . Mengapa begitu ? Karena karya penyelamatan Kristus berlaku bukan untuk sekali itu saja , melainkan sekali untuk selama-lamanya !  Betul-betul kita sudah dimerdekakan dari kutuk hukum Torat dan kutuk  maut ( Galatia 3 : 13 ; Roma 8 : 1 - 2 )  sebab Alkitab yang menyatakannya :

"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Torat  . Tetapi syukur kepada Allah , yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita ." ( 1 Korintus 15 : 56 - 57 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah arti , teks di atas ? Dahulu , kalau kita berbuat dosa  , jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Akibatnya, sebagai upah dosa kita , adalah maut ! Akan tetapi di bawah kasih-karunia , kutuk hukum Torat sudah dicabut , bahkan sudah dipakukan pada kayu salib ( Kolose 2 : 14 ).  Hasilnya ? Kita dimerdekakan , baik dari hukum dosa , maupun hukum maut .  Keadaan seperti ini, berlaku sepanjang hidup kita , selama-lamanya , sehingga di hadapan Bapa , kita semua bukan orang berdosa lagi , melainkan oranr-orang benar , bukan karena kita benar , melainkan karena sudah diberi status "benar"  dalam arti sudah dibenarkan , dikuduskan dan disempurnakan selama-lamanya !

Tuhan Yesus memberkati kita semuanya , selama-lamanya , sampai Tuhan Yesus datang pada kedua kalinya , Maranatha ! Salam dari laut selalu ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )









,

Jumat, 20 Maret 2015

BERANI MENGGUNAKAN IMAN ! MENGAPA HARUS GAGAL ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Dua buah jenis janji Tuhan :

Terdapat ribuan janji Tuhan di dalam Alkitab , dan 365  diantaranya disertai dengan pesan serius "Jangan takut !" Akan tetapi sering-kali orang tidak dapat membedakan antara janji Tuhan yang menuntut ketaatan pada hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih-karuniaNya yang tidak menuntut ketaatan pada hukum Torat. Di dalam hukum Torat , setiap janji pasti bersyarat , di mana syarat itu harus ditaati , sebab jika tidak , selain tidak mendapat janjiNya,  kutuk berjalan ! Jangan lupa, ini janji Tuhan menurut sistem hukum Torat yang legalistik , yang mau tidak mau bersifat meritokrasi .

" Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah mengatakan :Amin !  ." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

" Sebab semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk , sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak dengan setia melakukan segala apa yang tercantum di dalam hukum Torat dengan melakukannya ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan baik-baik pada frasa " semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk !" . Itu berarti kita semua , jika mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , justru jatuh ke dalam kutuk . Mengapa demikian ? Sebab saya dan saudara tidak ada yang mampu mentaati hukum Torat secara utuh menurut standar Allah ( lihat frasa "segala apa yang tercantum " ) . Mengapa ?   Lebih dari 600 aturan yang semuanya harus kita taati  , dan tak seorangpun yang mampu !( periksa Keluaran 20 hingga Ulangan 32 ; belum termasuk ucapan Tuhan Yesus )

Jadi , di bawah hukum Torat , semua janji Tuhan bersyarat , apabila kamu begini atau jikalau kamu begitu dan lain sebagainya  dengan ancaman "kutukan "  jika kita tidak melakukannya ! Tidak ada kasih-karunia di sini ! Yang ada adalah penghukuman jika tidak taat dan berkat jikalau taat ! Keadaannya sangat berbeda dengan hukum Kristus , hukum kasih , lengkapnya hukum kasih-karunia , yang penuh pengampunan sekalipun kita sering tidak taat ( band. 2 Timotius 2 : 13 ) . Mengapa begitu ? Bukankah kita telah diberi hak untuk menjadi anak-anakNya ?.( Yohanes 1 : 12 )

"Kritus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk karena kita , sebab ada tertulis "Terkutuklah orang yang digantung di kayu salib." ( Galatia 3 : 13Terjemahan LAI 2002  )

" ...dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Jadi di dalam kasih karunia , sudah tidak ada lagi syarat yang diancam dengan kutukan ! Pertanyaannya adalah : Apakah kita ini orang Kristen ataukah Yudaisme pengikut Torat ?  Kalau saudara dan saya adalah orang Kristen dan bukan Yudaisme , berarti kita berada di luar kutuk hukum Torat karena kita tidak hidup di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia yang tidak legalistik seperti hukum Torat .

"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu , karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat tetapi di bawah anugerah ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Nah ! Masalahnya banyak orang Kristen yang mencampurkan janji Tuhan yang bernuansa kutuk hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih karuniaNya yang justru menghilangkan ancaman kutuk hukum Torat . Orang Kristen seperti ini hidup di bawah bayang-bayang hukum Torat , padahal sebenarnya ia hidup di bawah kasih-karunia . Misalnya, jika ia sulit mendapatkan pekerjaan , maka ia berpikir negatip :" Barangkali aku mempunyai kesalahan kepada Tuhan ? " Kalau ia menderita sakit ia berkata :" Mungkin aku dikutuk Tuhan karena dosaku !"  Orang seperti ini tanpa disadarinya telah menempatkan dirinya kembali berada di bawah hukum Torat . Ia mengira bahwa jika ia bersalah, kesalahannya tidak terampuni . Padahal , bukankah segala kesalahan kita selalu dihapus oleh darah Tuhan Yesus  , setiap saat , seumur-hidup kita , selama-lamanya ? 

Pertanyaannya :"Apakah sebagai orang Kristen kita masih saja berbuat salah ?"  Tentu saja ! Kalau dahulu orang Israel tidak mampu mentaati lebih dari 600 aturan hukum Torat , kitapun sekarang sebagai orang Kristen ,  sama saja   , yaitu tidak akan sanggup mentaati lebih dari 600 aturan hukum tersebut . Perbedaannya, mereka yang berada saja di bawah hukum Torat ada di bawah kutuk , sementara kita yang berada di bawah kasih-karunia, tidak berada di bawah kutuk !  Profesor Gorden Fee mengatakan  bahwa tidak ada seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Namun tidak perlu kuatir , karena di bawah kasih-karunia , pengampunan berjalan terus seumur hidup kita .

Beranilah menggunakan iman :

Ini suatu kisah nyata ! Sebuah kapal berlayar dari Singapore menuju Papua, menempuh jarak lebih dari 1500 mil laut, ketika kemudian di Laut Banda kapal tersebut menemui cuaca yang sangat amat buruk yang mengancam jiwa . Tidak ada pendeta atau pastur atau penginjil atau penatua di kapal itu. Dari 20 orang crew kapal , hanya Nakhoda dan Chief Officer yang Kristen . Dalam deru angin yang membahana dan debur ombak yang menggelegar , Nakhoda dan Chief Officer berseru dengan penuh iman :" Tuhan Yesus tolong ! Selamatkan jiwa kami ya Tuhan ! Hentikanlah cuaca buruk ini ya Tuhan ! "  Apa yang terjadi ? Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Dosamu masih banyak ! Kamu tidak kudus ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama sekali ! Yang terjadi adalah keajaiban , cuaca buruk mereda , angin bersahabat , ombakpun tersenyum gembira laksana sahabat ! Mengapa terjadi seperti itu ? Karena Nakhoda dan Chief Officer kapal itu berani menggunakan iman dalam mengklaim janji Tuhan yang penuh kasih-karunia .

Demikianlah kita , harus berani menggunakan iman kita dan jangan berpikir bahwa kita hidup di bawah kutuk hukum Torat lagi . Berhentilah menyalahkan diri sendiri atau orang lain ! Semenjak kita percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib , semenjak itu pula segala dosa kita sudah diampuni dan bukan dikutuki ! Saudara butuh apa ? Masalah anak-anak ? Masalah keluarga ? Masalah keuangan ? Masalah pekerjaan ? Masalah sakit penyakit ? Masalah yang menggunung ? Berhentilah menyalahkan diri sendiri dan datang kepada Tuhan serta berani menggunakan iman . Berserulah kepada Tuhan sebab Ia baik dan berhentilah mencari-cari kesalahan diri sendiri . Percayalah kasih-karuniaNya non-conditional ( tidak bersyarat ) selain saudara dan saya dituntut untuk tetap percaya .

"Demikian juga halnya dengan  iman . jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan , maka iman itu  pada hakekatnya mati ." (Yakobus 2 : 17 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang yang kurang memahami makna teks di atas , akibat kontaminasi ajaran dari luar yang berbau legalistik bahkan dipertentangkan dengan ajaran rasul Paulus  tentang kasih-karunia . Abraham percaya dan ia bertindak , karena Ia percaya pada janji Tuhan bahwa keturunannya akan sangat banyak ( Kejadian 15 : 5 - 6 ) Tetapi sekarang , dia harus mempersembahkan anaknya itu kepada Tuhan . Bagaimana mungkin keturunannya akan menjadi banyak , jika anaknya yang akan menjadi cikal-bakal orang Israel itu,  sekarang harus disembelih ? Namun ia tetap percaya  dan melakukan tindakan atau perbuatan iman ( band. Kejadian 22 : 1 - 10 dengan Yakobus 2: 21 ) . Demikian pula  Rahab , sebelum ia melihat kenyataan konkrit bahwa Yerikho akan diruntuhkan , ia bertindak dalam iman , untuk keselamatan dia dan keluarganya.  Jadi ia percaya , lalu ia berbuat sesuai imannya ! ( band. Yosua 2 : 1 - 24 dengan Yakobus 2 : 25 ).

Begitu  pula orang Kristen, seharusnya seperti Abraham atau Rahab yang dicontohkan itu . . Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "paranormal" ketika ia menemui suatu tantangan ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "orang pintar" ketika menghadapi kesulitan hidup ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus , tetapi mengapa pergi ke guru "spiritual" ketika harus menyelesaikan suatu gunung persoalan ? Ke mana imannya ?  Kenapa tidak melakukan tindakan iman atau perbuatan iman dengan datang kepada Tuhan Yesus ?

Di bawah kasih-karunia , Tuhan tidak melihat kesalahan saudara dan saya . Jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri . Mengapa demikian ? Bukankah segala kesalahan kita sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib ?  Tuhan tidak pernah melihat perbuatan kita , sebab pembenaran bukan datang dari perbuatan kita tetapi hanya oleh "darah Kristus " ! Tanpa darah Kristus tidak ada pembenaran !  Perbuatan kita yang mana yang sanggup membenarkan kita ? Perbuatan yang tidak mampu mentaati seluruh apa yang tertulis dalam kitab hukum Torat itukah ?  Kesalahan kita adalah sering sekali memperlakukan segala kebaikan yang kita lakukan serta kesalahan yang kita buat, dengan sistem dunia yang legalistik dan meritokrasi .

" Kamu lepas dari Kristus jikalau kamu mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , kamu hidup di luar kasih-karunia ." ( Galatia 5 : 4  Terjemahan LAI 1987 )

Saudara dan saya jangan mempunyai mata rohani yang tertutup oleh sifat legalistik hukum Torat . Justru karena kita tidak taat , dan memang tidak bisa taat , Tuhan Yesus datang membenarkan kita lewat kayu salib , di mana seluruh ketidak-taatan kita dipikulNya di sana . Saudara dan saya jangan mencari pembenaran diri sendiri , termasuk dengan mengatakan bahwa Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita . Memang benar Roh Kudus memanggil dan memperlengkapi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan , tetapi bukan berarti saudara dan saya dapat melakukan semuanya . Sebab kalau kita menganggap bahwa kita sanggup melakukan semuanya dan menjadi kudus , berhentilah kasih karunia dan berhenti pula pengampunanNya . Mengapa ? Karena kita sudah tidak membutuhkan pengampunan !  Apakah begitu ?

"..tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu ." ( Yesaya 59 : 2 Terjemahan LAI 1987 ) 

Teks di atas paling sering disalah-gunakan oleh orang sehingga bertentangan dengan janji Tuhan Yesus di zaman kasih-karunia ! Di bawah kasih-karunia, Tuhan tidak mencari-cari kesalahan kita , karena hal itu membuat Ia menyangkali diriNya . Bukankah kedudukan kita sebagai orang percaya yang hidup di bawah kasih-karunia adalah orang benar , kudus dan sempurna karena darah Yesus ?!  Lalu mengapa teks Yesaya 59 : 2 itu didestinasikan buat kita ? Bukankah menjadi tidak relevan dan tidak konsisten dengan berita kasih-karunia ?  Kalau kita terpancing untuk menilai diri kita sebagai orang yang berdosa , itu berarti kita percaya pada dakwaan dan tuduhan si penuduh , yakni iblis !  Seharusnya saudara harus berpegang pada teks Mesianik di bawah ini :


"...demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang , tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu  dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang.... " ( Yesaya 54 : 9 - 10 Terjemahan LAI 1987 )

Inilah teks Mesianik sebagai suatu rangkaian dari teks Mesianik pada Yesaya pasal 53 .  Ini adalah sebuah nubuatan tentang karya penyelamatan Kristus pada Yesaya 53 : 10  yang harus dibaca secara theological canonical reading , yang mengacu pada kasih-karunia yang tidak lagi mencari-cari kesalahan kita, yang diucapkan Tuhan di bawah sumpah .  Itulah sebabnya kita harus dapat membedakan janji Tuhan yang bersyarat menurut sistem hukum Torat dan janji Tuhan yang tidak bersyarat di bawah kasih karunia . Beranilah menggunakan iman , sambil memandang salib Kristus bahwa di sana segala salah dan dosa kita telah dihapuskan, sebab kita hidup di bawah kasih karunia .


Mengapa harus gagal ?

Janji Tuhan dalam kasih karunia tidak pernah gagal ! Jika kita tidak memperoleh janjiNya, bukan berarti janjiNya gagal atau karena saudara dan saya banyak dosa . Pemikiran seperti itu meremehkan Tuhan Yesus, seakan-akan Ia gagal dalam membuat kita sudah dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan  dalam kuasa darahNya , sekali buat selamanya !  Penyebabnya adalah karena saudara tidak berani menggunakan iman , karena terkendala oleh dakwaan Iblis :" Kamu orang berdosa ! Mana mungkin didengar doamu ! Kamu orang berdosa ! Darah Yesus itu tidak ada apa-apanya ! " Padahal dakwaan dan ancaman seperti itu . bukankah sudah dipaku di kayu salib ?

Berikut ini suatu kisah nyata lagi . Sebuah kapal berlayar dari Surabaya menuju Jepang , ketika kapal terjebak pada badai taifun yang mematikan di sebelah barat pantai Pilipina . . Di kapal itu , hanya ada satu orang Kristen , yaitu Nakhodanya sendiri . Perhitungan di atas kertas , kapal tidak akan mampu bertahan dan seluruh jiwa manusia di kapal itu sudah dipastikan celaka atau tewas . Tetapi , Nakhoda kapal itu  berseru kepada Tuhan Yesus :" Tuhan Yesus tolonglah kami ! Selamatkanlah jiwa kami ! ." Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Hidupmu rusak ! Banyak dosamu ! Buat apa aku mendengar doamu ?"  Tidak begitu  ! Apa yang terjadi ? Di luar sadar dari seluruh crew kapal , tiba-tiba mereka merasa ada yang berubah . Tidak ada lagi goncangan ombak dan gelombang . Mereka membuka pintu dan jendela kedap air . Dan apa yang dilihat oleh mereka ? Ternyata kapal mereka sudah berada di tengah-tengah ladang , kurang lebih 7 mil dari garis pantai . Semua selamat ! Pertanyaannya siapakah yang meletakkan kapal tersebut duduk manis di tengah ladang ?  Jawabnya " Tangan Tuhan Yesus ! Mengapa ? Karena Nakhoda kapal itu berani menggunakan imannya dengan melakukan perbuatan iman .

Contoh lain yang juga kisah nyata . Ada seorang Kristen yang terkena serangan jantung . Setelah lepas dari serangan jantung , orang itu hidup tergantung kepada obat .Seluruh aktivitasnya berkurang drastis dan ia harus hidup dari obat-obatan dan kontrol dokter . Setelah 6 bulan , orang itu bosan dengan perawatan dunia seperti itu . Ia mengklaim janji Tuhan :" Tuhan Yesus ! Kata dokter , jantung saya sudah rusak Tuhan . Tolonglah Tuhan , gantilah jantung saya dengan jantung yang baru ." Begitu polos dan sederhana permintaan orang itu , tetapi didasari iman yang sangat kuat . Apa yang terjadi ? Untuk membuktikan imannya, ia berani melakukan perbuatan iman , yaitu berhenti ke dokter dan berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter , dengan hanya mengandalkan imannya saja .  Hasilnya ? Ia sembuh total seperti orang yang tidak pernah rusak jantungnya . Apa sebabnya ? Sebab ia mempunyai iman yang hidup yang disertai perbuatan iman .

Percayalah saudaraku .. Janji Tuhan pasti ditepati dan tidak akan mencari-cari kesalahan kita dengan berkata :" Tidak ! Perbaiki dulu hidupmu ! Kamu masih banyak dosa ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama-sekali ! Kita hidup di bawah kasih-karunia , bukan di bawah sistem hukum Torat yang kerjanya hanya menuntut , mengancam dan mengutuk !Bagaimana mungkin Ia mencari-cari kesalahan kita yang sudah dibenarkanNya, sudah dikuduskanNya dan sudah disempurnakanNya ? Apakah Ia harus menyangkali diriNya sendiri ?" ( band. kembali 2 Timotius 2 : 13 )

" Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Maha Tinggi  telah kau buat tempat perteduhanmu ; malapetaka tidak menimpa kamu dan tulah tidak akan mendekat pada kemahmu, sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu  ." ( Mazmur 91 : 9 - 11 Terjemahan LAI 1987  )

Teks di atas adalah janji Tuhan lewat ucapan Daud yang diurapi Roh Kudus .  Sekalipun begitu banyak janji Tuhan , satupun tidak akan pernah kita peroleh kalau kita tidak percaya atau ragu-ragu karena satu dan lain hal . Ada yang disebabkan mendengar ajaran bahwa  di zaman sekarang ini sudah tidak ada mijizat lagi , ada juga karena terkungkung oleh perasaan bersalahnya , dan tidak sedikit yang terkontaminasi oleh ajaran di luar Kekristenan .  Pada hal janji Tuhan itu ya dan amin , kekal selamanya . Saudara dan saya tidak boleh gagal ! Dalam segala hal kehidupan , baik yang kecil maupun yang besar , baik yang ringan maupun yang berat , sangat mudah bagi Tuhan buat menyelesaikannya .Soal apa saja , soal anak kuliah , soal suami belum bekerja , soal suami atau isteri dipecat dari pekerjaan , soal pacar atau belum mendapatkan pasangan hidup , soal keuangan yang sangat berat , soal penyakit , atau apa saja , baik yang hanya seperti kerikil sampai yang besarnya seperti gunung , percayalah ! Jangan gagal ! Percayalah Tuhan Yesus tidak akan tinggal diam jika kita berseru kepadaNya . 

" Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu , Aku telah melakukannya dan mau  menanggung kamu terus . Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu  " ( Yesaya 46 : 4 Terjemahan LAi 1987 )

Lihat ! Tuhan bilang :" Aku mau ! Aku mau ! Aku mau menanggung kamu terus !" Lalu mengapa kita tidak berani menggunakan iman ? Mengapa harus gagal ? Bukankah Ia sudah bersumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali ? ( Yesaya 45 : 23.a )  Karena itu marilah kita terima  semua janji Tuhan dengan pemahaman bahwa kita menerimanya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih-karunia , bukan di bawah hukum Torat yang selalu mengancam kita dengan kutukan . Percayalah , Ia bukan manusia seperti kita yang sering-kali tidak dapat dipegang janjinya . Tuhan pasti menepati janjiNya, sebab sekalipun Ia Maha Kuasa , Ia tidak dapat berbohong !

Di dalam segala hal , lakukanlah dengan iman . Lebih-lebih jika menghadapi tantangan apapun juga , hadapilah dengan menggunakan iman . Inilah yang disebut dengan "perbuatan dalam iman " , sehingga berdasarkan iman kita melakukan perbuatan iman .   Percayalah , kita memegang janjiNya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih karunia dan sama-sekali bukan di bawah hukum Torat . Jadi , jikalau saudara mendengar khotbah yang bersyarat dan mendakwa , menuduh dan mengancam kita , jangan didengarkan ; karena orang itu dengan sengaja atau tidak sengaja telah membawa kita kembali ke sistem hukum Torat dan keluar dari kasih-karunia ! Apakah tidak janggal kalau di bawah kasih-karunia , masih ada orang yang berkhotbah tentang kutuk !?

"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu , Aku akan melakukannya ." ( Yohanes 14 : 14 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas adalah janji Tuhan Yesus di bawah sumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali dalam arti harus terjadi seperti ucapanNya . Jadi , beranilah menggunakan iman , sepanjang yang saudara perlukan adalah sesuatu yang bukan merupakan hal yang jahat , melainkan dipandang baik oleh manusia dan juga oleh Tuhan dan ingatlah bahwa janji Tuhan di dalam kasih-karuniaNya tidak bersyarat  Yang sering-kali membuat janji Tuhan bersyarat adalah beberapa pengkhotbah dengan menambahi janji Tuhan dengan kata-kata bersyarat seperti : " asalkan " atau "apabila"  ! Memang boleh saja dikatakan bahwa janji Tuhan itu bersyarat , tetapi syaratnya hanyalah percaya ! Jadi bukan syarat yang bernuansa legalistik !


Konklusi :

 Sekarang , apakah meminta kesehatan itu jahat ? Apakah meminta supaya suami mendapatkan pekerjaan itu hal yang tidak benar ? .Apakah meminta supaya anak bisa melanjutkan kuliah itu hal yang buruk ? Tidak bukan ? Lain halnya kalau saudara meminta supaya tetangga sebelah rumah mati ditabrak kereta-api , sudah barang tentu hal ini jahat .  Tetapi bagaimana dengan doa permintaan Rasul Paulus pada 2 Korintus 12 : 7 - 8 , di mana dia sudah meminta sebanyak 3 kali,  tetapi Tuhan menolaknya dengan  menjawab sebagai berikut :

"Cukuplah kasih karunia Ku kepadamu , sebab justru  dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna." ( 2 Korintus 12 : 9 Terjemahan LAi 1987 )

Perhatikan teks di atas ! Kalau saudara tidak cermat , teks di atas dapat disalah-gunakan orang untuk melemahkan iman saudara, dengan mengatakan bahwa teks 2 Korintus 12 : 9 itu adalah bukti bahwa tidak setiap doa itu akan dijawab ! Padahal itu adalah bukti bahwa suatu doa yang dianggap oleh Tuhan bukan merupakan sesuatu yang baik , pasti ditolak !  (contoh lain : Yakobus 4 : 3 ) Tetapi jika sekedar kita meminta segala sesuatu yang menyangkut makan-minum , pakaian , dan kebutuhan hidup yang lain , apakah itu salah ? Apakah jika kita meminta supaya dilepaskan dari mara-bahaya , itu adalah keliru ?

Teks 2 Korintus 12 : 9 tersebut di atas  pada dasarnya menjelaskan bahwa   justru jikalau kita masih memiliki kelemahan menurut sifat daging dengan tabiat berdosanya ( sarkos, Yunani ) , kuasa pengampunan oleh darah Yesus menjadi sempurna (band. Roma 11 : 32 ). Kasih-karunia itu kita terima bukan karena kita kudus , melainkan justru ketika kita dalam keadaan yang tidak benar dan tidak kudus serta tidak sempurna , dibuatNya menjadi benar, kudus dan sempurna , semuanya semata-mata hanya oleh kasih-karuniaNya saja .

 Itulah sebabnya permintaan rasul Paulus tidak dikabulkan oleh Tuhan , bukan karena Tuhan mengingkari janjiNya melainkan karena apa yang diminta oleh rasul Paulus tersebut merupakan hal yang tidak baik di hadapan Tuhan . Apa yang diminta rasul Paulus tidak jelas karena tidak ada penjelasan explisit  dan pandangan theolog berbeda-beda tentang hal ini . Tetapi mengacu pada frasa " dalam kelemahan kuasaKu menjadi sempurna " , kemungkinan besar hal itu terkait dengan kelemahan daging dalam makna sarkos ( tabiat daging )   dan bukan dalam makna soma ( tubuh jasmani ).

Di dalam kasih-karunia , kita harus berani menggunakan iman dan mengapa harus gagal , sepanjang apa yang kita minta adalah sesuatu yang baik dan tidak jahat , bukan saja di hadapan manusia melainkan juga di hadapan Allah . Mintalah , akan diberi ; carilah , kamu akan mendapatkannya ; ketuklah pintu, pintu akan dibukakan !  ( band. Matius 7 : 7 )  Ingatlah selalu bahwa kita orang Kristen yang hidup di bawah kasih-karunia dan sama-sekali berbeda dengan Yudaisme yang hidup di bawah hukum Torat . Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Itu pasti ! Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap)




Jumat, 13 Maret 2015

SIAPA BILANG KESELAMATAN BISA HILANG !?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pendahuluan :

Polemik dan pertentangan di dunia Kristiani mengenai keselamatan , tidak pernah berhenti ! Ada yang mengajarkan bahwa keselamatan Kristiani itu kemungkinan bisa hilang dan ada yang mengajarkan bahwa keselamatan itu tidak mungkin bisa hilang . Terlepas dari berbagai sudut pandang yang ada , seandainya saya seorang yang sangat awam mengenai Kekristenan dan sama sekali belum menjadi Kristen , mendengar berita Injil yang menawarkan keselamatan yang kemungkinan bisa hilang , sudah barang tentu saya akan berpikir dua kali untuk menjadi Kristen . Paling tidak saya akan bertanya  :" Buat apa saya masuk Kristen jikalau hasilnya sama saja ? " . Sebaliknya jika saya menerima berita Injil yang menjanjikan bahwa keselamatan saya adalah suatu keniscayaan yang pasti dan tidak mungkin bisa hilang , maka paling tidak saya akan merasa bahwa ada perbedaan mendasar yang belum pernah saya dengar .  Orang akan tertarik jika mendengar sesuatu yang diinginkannya adalah sesuatu yang pasti !  Ini logika berpikir yang sederhana.

Saya sendiri sudah menjadi Kristen sejak lahir ! Jika kemudian pada saat ini saya mendengar bahwa keselamatan saya mungkin bisa hilang , dalam arti sesuatu yang tidak pasti , saya  akan bertanya :" Jikalau begitu, buat apa selama ini saya menjadi Kristen yang benar-benar "percaya" ? Bukankah saya bisa saja mengikuti ajaran kepercayaan yang lain ?"  Dengan tegas saya harus menyatakan bahwa saya tidak mau menjadi orang Kristen yang percaya pada karya penyelamatan Kristus , kalau ternyata keselamatan saya adalah sesuatu yang tidak pasti , dalam arti masih tergantung pada diri saya sendiri ! Kalau keselamatan masih tergantung pada diri saya sendiri, menurut kadar ketaatan saya pada aturan hukum yang dipersyaratkan , sampai sebatas apa saya dapat memastikan bahwa ketaatan saya sudah cukup atau belum cukup ?!  Ini membingungkan saya dan membuat saya frustasi , karena secara jujur saya harus mengakui bahwa kadar ketaatan saya pastilah tidak cukup untuk membuat saya diselamatkan , sebaik apapun hidup saya , sebab yang harus saya penuhi adalah kebaikan hidup menurut standar Tuhan , bukan menurut standar manusia ! 

Memang kita diselamatkan bukan karena stigma "Kristen " atau menjadi anggota suatu denominasi gereja tertentu , sebab stigma Kristen dan menjadi anggota denominasi gereja tertentu , bukanlah syarat untuk memperoleh keselamatan .  Sebab jikalau kita tidak memahami dan menjalani arti Kekristenan itu sendiri , sudah barang-tentu kita adalah orang-orang Kristen yang dimaksudkan  dalam Matius 7 : 21 . Seperti sudah sering kita dengar , keselamatan Kristiani itu bersifat indikatif imperatif  , di mana yang indikatif merupakan Inti Pesan dalam bentuk berita  yaitu :" bahwa kita sudah diselamatkan oleh karya penyelamatan Kristus " ; sementara yang imperatif merupakan Muatan Pesan dalam bentuk suruhan yaitu "  bahwa kita harus menjaga etika dan moral kita sebagai buah dari keselamatan itu ." 

 Kita harus dapat membedakan kata " telah diselamatkan " dengan "akan diselamatkan " yang terdapat dalam Perjanjian Baru . Sebab pengertian kata "telah diselamatkan " ditujukan kepada mereka yang telah percaya , sementara pengertian kata "akan diselamatkan" ditujukan pada mereka yang masih "akan percaya" ! ( bandingkan dengan kata "sudah" pada Yohanes 5 : 24 dan kata "akan" pada Roma 10 : 9 ) .Kalau demikian, kalau sebagai orang yang telah percaya kita telah diselamatkan , mengapa harus gagal ? Apakah kata "telah " pada Titus 3 : 5 itu merupakan kebohongan ?

Pandangan Synergisme :
 
Kata synergisme berasal dari kata Yunani "sunergeo "  yang artinya "bekerja sama " ! Tanpa bermaksud mendiskreditkan suatu denominasi gereja , pandangan synergisme mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah hasil kerja-sama antara manusia dengan Tuhan . Dengan perkataan lain, di dalam karya penyelamatan itu , manusia mempunyai andil  ! Tuhan mengerjakan bagianNya, dan manusia mengerjakan bagiannya . Tuhan sudah mengerjakan bagianNya dengan karya penyelamatan Kristus di kayu salib dan manusia harus menambahi keselamatan itu dengan ketaatan pada aturan-aturan hukum yang dipersyaratkan , sehingga dengan perpaduan kerja-sama ini , manusia beroleh keselamatan .  Kedengarannya memang indah dan masuk akal , jika ditinjau dari perspektif dunia yang meritokrasi  . Sangat masuk akal bahwa siapa berprestasi memperoleh promosi . Orang yang berusaha pasti mendapatkan . Jika kita berjasa kita mendapat reward . Siapa yang bekerja beroleh upah sebagai haknya . Bukankah hal seperti ini benar dan logis ?

Oleh karena cara pandang meritokrasi seperti itu , logis pulalah kalau dikatakan bahwa keselamatan bisa hilang . Tidak mungkin ada gaji kalau tidak bekerja . Tidak mungkin mendapat reward kalau tidak ada jasa . Tidak mungkin ada hasil tanpa usaha . Jadi keselamatan kita itu sangat tergantung kepada diri kita sendiri , dalam memelihara keselamatan yang kita ingin peroleh , yakni dengan cara hidup yang baik sesuai etika dan moral Kristiani . Jika tidak , keselamatan  kita hilang ! Tetapi pertanyaannya , apakah  kasih-karunia yang diajarkan Alkitab itu bersifat meritokrasi ataukah tidak ? Pertanyaan kedua , apakah keselamatan kita itu tergantung pada etika dan moral kita ataukah hanya semata-mata dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib ?

"Jika demikian apa dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan azas apa ? Berdasarkan azas perbuatankah ? Bukan , melainkan berdasarkan azas iman !  Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman , bukan karena melakukan hukum Torat ." ( Roma 3 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 ).

" Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman , itu bukan hasil usahamu , tetapi pemberian Allah ; itu bukan hasil pekerjaanmu , supaya tidak ada orang yang memegahkan diri ." ( Efesus 2 : 8 - 9 Terjemahan LAI 2002 )

Dari teks di atas, nampak jelas bahwa keselamatan kita tidak tergantung pada sistem meritokrasi  ! Kita tidak berusaha apa-apa dan kita tidak melakukan apa-apa , selain hanya percaya bahwa keselamatan itu pemberian cuma-cuma ! Bukan hasil kita dalam bekerja , sebagaimana layaknya sistem dunia . (band. Roma 4 : 1 - 5 , cermati kalimat " dibenarkan bukan berdasarkan perbuatannya " )   Ketika Tuhan mengerjakan keselamatan kita di kayu salib , tuntas dan selesai dan sempurna ( Yohanes 19 : 30 ) , kita sama sekali tidak terlibat ! Kita sama sekali tidak membantuNya ! Bantuan apa yang kita sumbangkan pada waktu Tuhan Yesus mengerjakan karya keselamatan di kayu salib ? Apakah kita ikut dihina ? Dipukuli ? Ditempeleng ? Dipaku ? Ditombak ? Lalu mengapa ada ajaran keselamatan yang bertumpu pada kerja-sama Allah dengan manusia ( synergisme) ? Kerja-samanya di mana ? Janganlah kita mengaku-ngaku pernah bekerja sama denganNya dalam karya salib , padahal karyaNya sudah selesai tanpa melibatkan kita ! Namun pandangan sinergisme tetap menyatakan bahwa perbuatan baik mereka mempunyai andil dalam karya penyelamatan . 

" Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu .....Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat ,  oleh karena kasihNya yang besar , yang dilimpahkanNya kepada kita , telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita , oleh anugerah kamu diselamatkan .." ( Efesus 2 : 1 , 4 dan 5 Terjemahan LAI 2002 )

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh anugerahnya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24  Terjemahan LAI 2002 )

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas memperlihatkan bahwa kita sudah mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita ! Semua sudah mati karena berdosa ! Oleh karenanya , barang yang mati , sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa ? Mengapa ? Karena sudah mati !  Oleh darah Yesus kita dihidupkan kembali  dan diselamatkan ! Bagaimana mungkin orang mati bisa bekerja sama menyelamatkan dirinya ? Sekarang kita telah hidup , karena sudah diselamatkan , dan jangan diputar-balik , seakan-akan saudara dalam keadaan hidup dan tidak mati , sehingga mampu untuk menyelamatkan diri saudara . Kita sudah mati , dan darah Yesus yang membuat kita hidup dan selamat .  Bagaimana mungkin ada kerja-sama antara Allah dengan orang mati ?!  Setelah kita hidup dan melakukan kebaikan-kebaikan , kebaikan-kebaikan itu bukanlah andil dalam keselamatan kita , sebab sebelum kita melakukan kebaikan-kebaikan tersebut , terlebih dahulu kita sudah diselamatkan ! Urutan yang benar adalah : Kita mati , lalu dihidupkan , lalu berbuat baik ! Jangan dibalik menjadi  :" Kita mati , lalu berbuat baik , lalu hidup ! " Ini salah ! Karena orang mati , tidak bisa berbuat baik !

Kriteria "mati " dalam teks Alkitab itu tidak dapat kita nilai dari cara pandang dunia ! Sebab jika dilihat dari cara pandang dunia , semua orang yang masih hidup sanggup berbuat baik , bahkan orang yang tidak percaya Yesuspun sanggup berbuat baik ! Kriteria :"mati " dalam Alkitab itu adalah dipandang dari sisi kebenaran Allah , di mana seluruh manusia sudah dianggap mati karena tidak mampu lagi menjadi baik menurut standar Allah , bukan menurut standar manusia . Jadi etika dan moral kita tidak berkontribusi pada keselamatan kita, sebab etika dan moral kita adalah etika dan moral yang standarnya tidak cukup untuk menyelamatkan kita !  ( band. Ulangan 27 : 26  ; Galatia 3 : 10 - 11  dan Roma 3 : 10 - 12 ) .  Jadi ketika Roma 3 : 10 - 12 mengatakan tidak ada yang benar dan tidak ada yang baik , bukan berarti tidak ada manusia hidup yang berbuat baik , melainkan tidak ada yang perbuatan baiknya sesuai standar Allah . Contohnya, orang percaya di zaman Torat pun berbuat baik , namun kebaikan mereka tidak memenuhi standar Allah . Kalau mencukupi , mengapa harus ada Hari Raya Pendamaian , untuk penghapusan dosa mereka selama satu tahun ? ( Imamat 16 : 34 ) .

Itulah sebabnya pandangan synergisme menjadi tidak Alkitabiah ! Sebab jikalau keselamatan kita adalah hasil dari etika dan moral kita ,  apapun alasannya ,  maka logislah kalau dikatakan bahwa keselamatan bisa hilang ! Bahkan dengan tegas saya katakan bahwa kalau kita berpegang pada etika dan moral kita , sudah pasti kita tidak selamat ! Mengapa ? Sejauh mana kita bisa menjamin bahwa usaha kita itu sudah cukup untuk seharga dengan nilai keselamatan ? Dan siapa yang menjamin ?  Sekalipun , synergisme mengajarkan bahwa kita diberi kemampuan oleh Roh Kudus untuk melakukan kebaikan , namun bukan berarti diberi kemampuan untuk menyelamatkan diri sendiri . Sebab jikalau demikian , hilanglah anugerah , hilanglah kasih-karunia !  Apakah Roh Kudus harus membohongi diriNya sendiri  , dengan adanya teks di bawah ini  ?

" Tis ou me phobete , kurie , kai doksasei to onoma sou , hoti monos hosios  ...( Apokalupsie Ionnaou 15 : 4 , naskah Yunani Modern Text )

" Who shall are not fear You, O my Lord ? For you alone are holy . ( Relevation 15 : 4 Terjemahan NKJV 1982 )

" Siapakah yang tidak takut ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus . ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Kebaikan apa yang bisa kita kerjakan sehingga cukup untuk menyelamatkan diri kita ? Bukankah sudah terbukti bahwa  kebaikan manusia tidak mencapai standar Tuhan , sehingga Ia harus datang ke dunia guna menggenapi apa yang tidak bisa kita genapi ?  Apakah Tuhan Yesus datang ke dunia ini tidak berdasarkan bahwa kita sudah mati dalam pelanggaran-pelanggaran kita  yang tidak sanggup memenuhi secara utuh aturan hukumNya ?  Kalau kita sanggup mengapa Dia harus datang ? Kalau kita sanggup dan merasa bisa kudus dan sempurna seperti Dia , mengapa teks di atas berkata :" hoti monos hosios = for you alone are holy = sebab Engkau saja yang kudus ?" Bukankah itu berarti tidak ada yang kudus selain Allah ?  Apakah kalimat "hoti monos hosios " itu dapat diganti bahwa manusia juga bisa kudus ?  Bukankah kita cuma dikuduskan (hegiasmenoi ) dan bukan kudus (hosios) ?   Urutannya adalah : " kita mati - dihidupkan - dikuduskan " dan jangan dibalik menjadi " kita mati - menguduskan diri - dihidupkan " . Ini salah lagi !Jadi kesimpulannya, saya setuju dengan mereka yang percaya bahwa keselamatan bisa hilang , sepanjang keselamatan itu memang hasil kerja-sama Allah dengan manusia .  Tetapi uraian di atas sudah menegaskan tidak ada kerja-sama antara Allah dengan manusia  dalam hal keselamatan .

Kalau saudara belajar di Universitas sampai mencapai gelar dan kemudian saudara bekerja di suatu instansi pemerintah , mungkin saja bisa terjadi kerja-sama antara saudara dengan Tuhan . Bagian saudara adalah belajar dan berusaha dengan rajin membaca dan sebagainya , sementara bagian Tuhan membantu saudara dalam memperoleh keberhasilan ! Barangkali kalau yang seperti ini , bisa masuk di akal ! Karena yang kita bicarakan adalah dunia dengan sistem meritokrasinya . Namun bicara soal keselamatan , kita berbicara mengenai karya salib , dan di kayu salib , kita tidak menyumbang apa-apa dalam karya penyelamatan tersebut .Jadi kita tidak dapat memberlakukan sistem meritokrasi pada karya penyelamatan Kristus .

Pandangan monergisme :

Kata monergisme berasal dari akar kata Yunani monos = satu atau saja, dan  ergon = pekerjaan ; dalam arti bahwa Allah bekerja sendiri tanpa kerja-sama dengan manusia dalam karya penyelamatan ! Apakah kita tidak mempercayai bahwa Allah sanggup bekerja sendiri untuk menyelamatkan kita ? Ya ! Itu terbukti di kayu salib ! Saudara dan saya tidak punya andil apa-apa di sana ! Ketika pekerjaannya sudah selesai , saudara tidak dapat menambahi pekerjaan yang sudah selesai dan sempurna !  Jikalau kita menambahi , terus terang kita menghina Tuhan Yesus, seakan-akan pekerjaanNya belum selesai dan belum sempurna  ! Pertanyaan yang harus di jawab adalah : Apakah keselamatan itu merupakan kehendak Allah ataukah kehendak manusia ?  Pertanyaan kedua : "  Apakah karya keselamatan yang dikerjakan Yesus itu  merupakan kehendak bersama dari Allah dan manusia ?"


" Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah .... dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya . " ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

" Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

" Sebab inilah kehandak Bapaku , yaitu supaya setiap orang  yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman ." ( Yohanes 6 : 40 Terjemahan LAI 1987 )

Mari kita cermati baik-baik , bahwa dari teks Alkitab di atas , nyata bahwa karya keselamatan adalah kehendak Allah yang dari dahulu sudah dirancang dan dinubuatkan bahwa melalui Kristuslah karya keselamatan akan dikerjakan .  Ia sama sekali tidak pernah berunding dengan manusia mengenai bagaimana karya keselamatan itu harus dilaksanakan . Ia merencanakan sendiri dan Ia mengerjakannya sendiri . Sebab keselamatan yang dikerjakanNya itu adalah kehendakNya sendiri , bukan kehendak manusia ! Bukan berarti manusia tidak berkehendak untuk selamat , bukan ! Manusia juga berkehendak untuk selamat tetapi tidak tahu harus bagaimana ?  Jadi manusia mencari sendiri keselamatan itu dengan usahanya ; ada yang bertapa menjauhi dunia , ada yang hidup sesaleh mungkin , ada yang beraskese ( bertarak birahi ) , ada yang menjaga kesucian pikirannya, perkataan dan perbuatannya , dan sebagainya , yang merupakan usaha manusia untuk bisa menyelamatkan diri . Dalam perspektif keselamatan yang dikerjakan oleh Allah , mutlak itu adalah kehendakNya sendiri, bukan kehendak manusia yang tidak tahu harus bagaimana itu . 

" Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang , tetapi kepada belas kasihan Allah ." ( Roma 9 : 16 Terjemahan LAI 2002 ). 

"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juruselamat kita, dan kasihNya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita , bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus , yang sudah dilimpahkanNya kepada kita melalui Yesus Kristus, Juruselamat kita , supaya kita , sebagai orang yang dibenarkan karena anugerahnya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai pengharapan kita ." ( Titus 3 : 4 - 7 Terjemahan LAI 2002)

Kita dibenarkan oleh anugerahnya , dan bukan dibenarkan karena perbuatan kita yang baik yang sudah kita kerjakan !  Bahwa kita dibenarkan , itu adalah kehendakNya , dan tidak tergantung pada kehendak manusia atau usaha manusia . Jadi jelas tidak ada kerja-sama antara kehendak Allah dengan kehendak manusia . Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa manusia tidak mempunyai kehendak untuk keselamatan , bukan !  Sejak dahulu kala, manusia mempunyai kehendak untuk keselamatannya, sehingga berusaha mencari jalan untuk keselamatan dirinya , namun tidak tahu harus bagaimana ?  Karena itulah , Tuhan berinisiatif sendiri lewat kehendakNya untuk menyelamatkan manusia dengan caraNya sendiri , yang ternyata sangat jauh dari cara-cara yang menurut kehendak manusia .  Manusia berkehendak memperoleh keselamatan itu dengan sistem meritokrasi , yakni sistem balas jasa . Sedangkan Tuhan berkehendak menyelamatkan kita dengan sistem kasih-karunia , keselamatan yang cuma-cuma ! Mengapa bertolak belakang ? Karena seluruh jasa manusia tidak cukup untuk membayar harga keselamatan yang sangat mahal itu .  Sesuatu yang tidak sanggup kita beli , hanya dapat kita terima kalau sesuatu itu berupa pemberian , anugerah !  Inipun logika berpikir yang sederhana .

Oleh karena keselamatan merupakan karya dan kehendak Allah sendiri , sama-sekali tidak dicampurkan dengan usaha manusia , maka siapakah manusia yang sanggup membatalkan karya Allah tersebut ?  Memang sangat logis kalau kita mengerjakan keselamatan berdasarkan kemampuan kita ( yang sebetulnya tidak mampu ) , keselamatan bisa hilang ! Bahkan menurut saya memang pasti gagal . Akan tetapi, jika yang mengerjakan adalah Tuhan , bukan diri kita sendiri , dan bukan juga hasil kerja-sama dengan kita , siapakah yang sanggup membatalkannya ?  Siapakah yang sanggup merebut keselamatan itu dari tangan Tuhan ( bukan dari tangan kita )  sehingga keselamatan kita batal ?

"Domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mengenal mereka  dan mereka mengenal Aku dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa  sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu." ( Yohanes 10 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 )

Tuhan berkehendak menyelamatkan manusia ! Berbeda dengan pandangan sinergisme  di mana karya salib yang sempurna harus ditambahi  atau dilengkapi dengan etika dan moral manusia , maka pada pandangan monergisme , karya salib yang sempurna direspon oleh manusia dengan iman , bahwa hanya oleh darah Yesus , manusia beroleh keselamatan , dan tidak ditambahi apa-apa lagi . Dan Yesus berjanji , seperti teks di atas , bahwa keselamatan kita adalah pasti , dan tidak ada seorangpun yang dapat merebutnya , bukan dari tangan kita , tetapi dari tanganNya ! ( perhatikan anak kalimat " pasti tidak akan binasa " pada  teks di atas ) Sebab kalau keselamatan itu ada di tangan kita berdasarkan usaha kita , sudah barang-tentu tidak ada yang menjamin kelangsungannya . Akan tetapi jika keselamatan itu berada di tangan Tuhan , sudah barang tentu terjamin kelangsungannya , karena tidak ada manusia yang dapat merebut sesuatu dari tanganNya .


" Beginilah firman TUHAN , Penebusmu , yang membentuk engkau sejak dari kandungan ; Akulah TUHAN yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit , yang menghamparkan bumi - siapakah yang mendampingi Aku ?" ( Yesaya 44 : 24 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas ini adalah pernyataan Allah , bahwa segala sesuatu Dia yang mengerjakan seorang diri , tanpa kita ikut membantu , termasuk keselamatan kita ! Bahwa itu adalah kehendakNya sendiri , dalam arti kehendakNya yang spesifik , yakni melalui darah Kristus .Jadi , kehendak Tuhan untuk menyelamatkan kita lewat darah Yesus itu, benar-benar bukan lahir dari usaha atau kehendak kita  !  Jangankan kita yang tidak hidup di zaman Tuhan Yesus dan para rasul ; orang Yahudi yang hidup di zaman itu juga  tidak memiliki pemikiran bahwa penyelamatan akan datang lewat darah Yesus . Mengapa ? Karena mereka terbelenggu oleh kehendak sendiri , dengan mencari keselamatan lewat ketaatan pada hukum Torat .


Kita lihat bahwa pandangan monergisme ini bertolak belakang dengan pandangan sinergisme ! Pandangan sinergisme sangat logis dan masuk akal jikalau dilihat dari perspektif sistem meritokrasi , di mana harus ada usaha baru ada balas jasa .  Sementara itu pandangan monergisme , sangat tidak masuk akal dan tidak logis , karena kita manusia hanya menerima saja tanpa usaha , dan pemberian itu sifatnya cuma-cuma, bukan karena sebagai balas-jasa .  Namun saudara harus mengerti bahwa ajaran soteria (keselamatan) Kekristenan memang tidak masuk akal karena berbeda dengan ajaran di luar Kekristenan . Akan tetapi , bahwa keselamatan Kristiani itu tidak masuk akal , telah dicatat dalam Alkitab , seperti teks di bawah ini :

" Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa , tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah . Karena ada tertulis :" Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan ."  ( 1 Korintus 1 : 18 - 19 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas bermakna bahwa berita keselamatan lewat karya salib Kristus itu , tidak masuk akal !  Mereka yang tidak percaya menjadi tidak mengerti dan bodoh , bukan karena mereka bodoh , melainkan karena hikmat mereka adalah hikmat dunia , bukan hikmat Allah ( band. 1 Korintus 1 : 20 ) . Bagaimana mungkin manusia yang tidak berusaha apa-apa mendapatkan keselamatan secara cuma-cuma ? Ini tidak logis kalau dipandang dari sisi pandang dunia .  Berdasarkan cara berpikir seperti itu pula , ada orang yang mengatakan bahwa pandangan monergisme menghilangkan tanggung-jawab manusia ! Penilaian seperti itu salah besar !  Jikalau tanggung-jawab manusia pada pandangan synergisme terletak pada hal yang imperatif (bentuk suruhan) , tanggung jawab manusia pada pandangan monergisme terletak pada hal yang indikatif (bentuk berita ) yaitu "merespon berita salib itu dengan iman yang sungguh-sungguh ." . 

Rasul Paulus sendiri menggambarkan bahwa kalau kita mengharapkan keselamatan dari sistem balas-jasa , justru kita tidak mendapatkan keselamatan itu ( bukan kehilangan , tetapi memang tidak memperolehnya ) . Hal itu dijelaskan olehnya dalam 1 Korintus 9 , di mana dia berbicara mengenai hak sebagai penginjil , misalnya hak makan dan minum ; hak membawa isteri atau keluarga ; hak atas upah menginjil ; di mana dia sebenarnya punya hak untuk semuanya itu . Tetapi dia tidak mempergunakan haknya itu .  Sekalipun demikian , ia tidak sembarangan saja menginjil , tidak sembarangan berlari , tidak sembarangan bertinju  . Ia melatih dirinya supaya tidak mempermasalahkan hak-haknya itu .

"Tetapi akau melatih tubuhku dan menguasainya , supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak ." ( 1 Korintus 9 : 27 Terjemahan LAI 2002 ) 

Dalam teks di atas, kata "tubuh" menggunakan kata Yunani "soma" , dan bukan "sarkos " ! Ini berarti yang dibicarakan Paulus bukan masalah etika, moral dan peri-laku , melainkan masalah kebutuhan jasmani , yaitu haknya sebagai manusia penginjil . ( band. 1 Korintus 9 : 1 - 26 sebagai konsteknya ) . Jadi teks di atas tidak dapat dijadikan dasar pembenaran bahwa keselamatan kita bisa batal .  Jikalau dianggap demikian , teks tersebut akan berbenturan langsung dengan ucapan Yesus pada Yohanes 10 : 27 - 28 , di mana dikatakan bahwa keselamatan kita adalah pasti ! Yang dibicarakan rasul Paulus adalah hak-jasmaninya sebagai penginjil . Sebab jika hak-haknya itu dipermasalahkan, itu berarti ia  meminta balas jasa dari penginjilannya .  Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu  , dengan tidak meminta balas-jasa atas penginjilannya,  tidaklah berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Hal itu tidak sesuai dengan ucapannya sendiri pada 1 Korintus 6 : 20 , bahwa kita semua , termasuk rasul Paulus, sudah dibeli dan harganya sudah lunas dibayar !


Dengan iman yang sungguh-sungguh , keselamatan yang kita terima dari Allah tersebut ( bukan dari usaha kita , bukan dari kebaikan kita , bukan dari pelayanan kita dan bukan dari penginjilan kita ) tidak mungkin bisa hilang ! Saya menggunakan kata "sungguh-sungguh" , karena kalau tidak memenuhi unsur "sungguh-sungguh" , yang terjadi adalah kemurtadan sebagaimana yang dimaksud dalam 1 Yohanes 2 : 19 .  Namun esensinya terletak mutlak pada kenyataan bahwa keselamatan kita itu ada di tangan Tuhan ! Lalu manusia mana dan siapa yang mampu dan punya kuasa melebihi kuasa Tuhan , sehingga sanggup merebut keselamatan itu dari tanganNya ?


Konklusi :

Terlepas dari berbagai pandangan yang mempertentangkan kedaulatan Allah dan tanggung-jawab manusia , serta yang mempertentangkan kedaulatan Allah dengan kehendak bebas manusia , dari uraian singkat di atas nampak bahwa pandangan synergisme tidak memberi jaminan akan kelangsungan keselamatan . Jikalau tidak menjamin , pertanyaan yang pasti timbul adalah :" Apa bedanya Kekristenan dengan yang di luar Kekristenan ? Jikalau demikian , apakah kelebihan saya menjadi pengikut Kristus dan buat apa saya harus menjadi Kristen ? "

Persoalannya  adalah, jika etika dan moral menjadi ukuran yang ikut menentukan keselamatan , apakah ada manusia yang tidak bersalah seumur hidupnya ?  Sebab kebaikan menurut standar Allah berbeda dengan kebaikan menurut standar manusia .  Kita bisa tidak melanggar  hukum dunia seumur hidup kita , namun kita tidak bisa  tidak melanggar hukum Tuhan seumur hidup kita . Satu saja kita abaikan , gugurlah semuanya , dan kita tetap dianggap sebagai tidak baik ( Yakobus 2 : 10 ). Mengapa begitu ? Sebab dalam hukum dunia, berpikir kotor, berangan-angan yang salah , dalam hati membenci sesama , atau bersungut-sungut , atau tidak bersyukur , tidak ada aturan yang membuat orang yang melakukannya dapat dianggap bersalah untuk menjadi terdakwa di pengadilan  . Akan tetapi, hukum Tuhan sangat jauh lebih luas , di mana suasana hati kita , bathin kita , pikiran kita , angan-angan kita dan ucapan kita yang salah , menjadikan kita pelanggar hukumNya ! Ittulah yang saya maksud bahwa tidak ada seorangpun yang baik dan benar di .hadapan Allah dalam arti memenuhi standarNya.

Namun, bukankah seluruh ketidak-mampuan kita untuk menjadi baik sebagaimana standar Allah , telah dibayar lunas di kayu salib oleh Yesus ? Maka ini berarti , bahwa apa yang diusahakan dan dicari oleh pandangan synergisme yang terkait usaha manusia , bukankah sudah didapatkan lewat darah Yesus ? Mengapa harus dicari terus ?  Ketika Tuhan Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ?" , di situlah telah terjadi pertukaran Ilahi .( Matius 27 : 46 ).  Seluruh salah kita, dosa kita, ketidak-mampuan kita untuk menjadi baik , ditanggung semuanya oleh Yesus di kayu salib ; dan pada saat yang sama hadirat Allah , kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan Yesus berpindah kepada kita . ( band. 2 Korintus 5 : 21 ) .

Kemudian, Yesus berkata :" Tetelestai " yang artinya "sudah selesai " atau "sudah sempurna" ( Yohanes 19 : 30 ) . Jadi karya penyelamatan sudah selesai, sudah sempurna ! Bagaimana mungkin pekerjaan yang sudah selesai dan sudah sempurna , yang di lakukan bukan oleh manusia , tetapi oleh Allah sendiri , bisa batal atau gagal atau hilang ? Di sini kita gunakan logika juga , bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Allah tidak dapat dibatalkan oleh manusia .

"Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah , dari mulutKu telah keluar kebenaran , suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali , .. ( Yesaya 45 : 23.a Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas mengajarkan kita bahwa firman Tuhan itu ya dan amin adanya ! Tidak bisa batal, tidak bisa gagal dan tidak bisa tidak jadi . Jadi kalau Dia berfirman bahwa " kita pasti tidak akan binasa " dan " telah dibenarkan, telah dikuduskan dan telah disempurnakan " , maka apa yang difirmankanNya itu tidak dapat batal .( band. Roma 3 : 24 ; Ibrani 10 : 10 dan 14 ) .   Siapa bilang keselamatan bisa hilang ? Tuhan Yesus memberkati kita semuanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )