Rabu, 25 Maret 2015

ORANG KRISTEN SEBAGAI "ISTERI" TUHAN

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Wujud kasih seorang isteri kepada suami :


Berbicara mengenai hubungan suami-isteri , seorang isteri harus patuh dan tunduk kepada suaminya (Efesus 5 : 22 - 24 ).  Dalam patuh dan tunduk kepada suami , seorang isteri mendasarkan kepada kasihnya kepada suami, berdasarkan kasih Kristus . Pada umumnya wujud kasih seorang isteri antara lain adalah , pandai mengatur rumah-tangga , mendidik anak-anak , memperhatikan suami , melayaninya , menjaga hubungan baik dengan orang sekitarnya dan keluarganya  , dan segala kebaikan yang lain ! Namun yang paling penting dari semua itu adalah , seorang isteri harus setia kepada suaminya , dalam arti tidak pernah memindahkan cintanya kepada laki-laki lain , apalagi kalau sampai berselingkuh !

Sekalipun seorang isteri dalam segala hal membanggakan , pandai mengatur rumah tangga, mendidik anak , mengatur keuangan ,menjaga hubungan baik dengan orang-orang sekitarnya dan keluarga ,  baik hati , sopan santun dan sebagainya , namun pada hari ia memindahkan cintanya kepada laki-laki lain  di hadapan suaminya  (apalagi kalau sampai berselingkuh ) , maka apa yang terjadi ?  Seluruh kebaikannya , seketika sirna dan tidak berarti lagi ! Suaminya merasa  dihianati , dan dalam banyak kasus, isteri seperti itu dibuang oleh suaminya ! Seluruh kebaikannya pada tahun-tahun yang telah berlalu , seketika lenyap dan tidak dapat menyembuhkan kepedihan hati sang suami . 

Gambaran ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suami adalah : setia ; dalam arti tidak pernah mencintai laki-laki lain selain suaminya sendiri . Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa seorang isteri yang menyeleweng dari suaminya , adalah satu-satunya alasan yang dapat dipakai oleh seorang suami untuk membuang isteri seperti itu .

"Tetapi Aku berkata kepadamu : Siapa saja yang menceraikan isterinya , kecuali karena zinah , lalu kawin dengan perempuan lain , ia berzinah .' ( Matius 19 : 9 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan frasa " kecuali karena zinah "  !  Teks di atas sangat mudah dipahami , bahwa seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya , kecuali kalau isterinya itu berzinah dengan laki-laki lain !  ( terlepas dari adanya peraturan gereja ) . Teks inipun menjadi bukti , bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suaminya adalah setia !  Sekali lagi : s e t i a  , dalam arti tidak mencintai atau memberikan cintanya kepada laki-laki lain !


Gambaran orang Kristen sebagai "isteri" Tuhan :

Dari mimbar-mimbar gereja , kita sering mendengar bahwa orang Kristen disebut sebagai anak-anak Tuhan ,sebagaimana teks Alkitab pada Yohanes 1 : 12  atau Galatia 4 : 7 . Akan tetapi sangat jarang kita mendengar uraian bahwa orang Kristen dilambangkan sebagai "isteri" Tuhan ! Yang sering kita dengar adalah orang Kristen sebagai Mempelai Wanita Kristus !  Kira-kira  di abad ke VI  sebelum Kristus datang ke dunia orang-orang percaya sudah digambarkan sebagai "isteri" Tuhan di dalam Perjanjian Lama.   Gambaran sebagai "isteri" Tuhan inilah yang nantinya digambarkan lagi sebagai Mempelai Wanita Kristus , dalam Perjanjian Baru .  Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Aku  akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan Engkau isteriKu  dalam keadilan dan kebenaran , dalam kasih setia dan kasih sayang ." ( Hosea 2 :19 Terjemahan LAI 1987 )

  FirmanTuhan di atas diucapkan lewat nabi Hosea , kira-kira di abad ke VIII SM , pada zaman Raja Yerobeam II di Kerajaan Israel , ketika terjadi kemerosotan moral dan iman di Israel .( sezaman dengan raja Uzia, Ahas dan Hizkia di Kerajaan Yehuda )   Firman mengenai orang percaya yang dilambangkan sebagai "isteri" tersebut diucapkan lagi oleh Tuhan pada zaman orang-orang Yehuda  berada dalam pembuangan di Babilonia pada abad ke VI SM .  Berikut petikan teks Alkitabnya :

"Sebab yang menjadi suamimu  ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam namaNya ; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Maha Kudus, Allah Israel , Ia disebut Allah seluruh bumi . Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati , TUHAN memanggil engkau kembali;  masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak ? firman Allahmu ." ( Yesaya 54 : 5 - 6 Terjemahan LAI 1987 )

Jika di baca secara historical exegetical reading ,  teks di atas diucapkan Tuhan lewat Deutero Yesaya bagi orang Yehuda dalam masa pembuangan di Babilonia .kira-kira di penghujung abad ke VI SM , yang menjanjikan pembebasan mereka dari pembuangan tersebut . Karena orang-orang percaya di zaman itu digambarkan sebagai "isteri" Tuhan , demikian pula kita orang-orang percaya zaman sekarang, digambarkan sebagai Mempelai Wanita  . Itulah sebabnya , jika orang-orang percaya di zaman itu berpaling ke pada "allah" lain , TUHAN, sebagai "suami " ,  menjadi murka , sebagaimana ucapanNya di bawah ini : 

" FirmanNya :" Jika seseorang menceraikan isterinya lalu perempuan itu pergi dari padanya , dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu ? Bukankah  negeri itu sudah tetap cemar ? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepadaKu ? demikianlah firman TUHAN ." ( Yeremia 3 : 1 Terjemahan LAI 1987 )

Firman Tuhan di atas di ucapkan lewat nabi Yeremia di zaman Raja Yoyakim dan Zedekia , di Kerajaan Yehuda , di awal abad ke VI SM ,  ketika orang Yehuda berpaling kepada "allah" lain ! Sesungguhnya sebagai seorang "suami" , Tuhan adalah Allah yang cemburuan , yang memang selalu mengingatkan kita agar tidak berpaling ke "suami" yang lain , selain Dia saja ! Jauh sebelum pembuangan orang Israel ke Asyur dan orang Yehuda ke Babilonia , Tuhan sudah berfirman mengenai sifatnya yang cemburuan terhadap orang-orang percaya . Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Janganlah kamu mengikuti allah lain dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu , sebab TUHAN , Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu ,  supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu,  terhadap engkau, sehingga Ia memusnahkan engkau dari muka bumi ." ( Ulangan 6 : 14 - 15 Terjemahan LAI 1987 ) 

Bayangkan betapa dahsyatnya kecemburuan Tuhan ketika orang-orang percaya di zaman itu menyakiti hatiNya dengan berpaling kepada "allah" lain ! Kira-kira pada tahun 722 SM , orang Israel di Kerajaan Israel  bersama Raja Hosea , dibawa tertawan oleh Raja Asyur sebagai orang buangan di negeri Asyur ( 2 Raja Raja 17 : 1 - 6 ). Kemudian pada tahun 587 SM , orang Yehuda bersama Raja Zedekia di bawa tertawan dalam pembuangan di Babilonia .( 2 Raja Raja 25 : 1 - 11 )

 Mereka yang pernah menjadi suatu bangsa yang merdeka , sekarang menjadi orang buangan dan baru pada tahun 1948 , sehabis Perang Dunia ke II , mereka memiliki negara lagi dan kembali menjadi suatu bangsa yang merdeka  , yakni negara Israel modern sekarang ini . Lebih dari 2500 tahun mereka menjadi bangsa jajahan, mulai dari Kemaharajaan Asyur , Babilonia , Persia , Yunani dan Romawi , dan hidup dalam diaspora (perserakan ).

Sejarah hitam bangsa Israel seperti yang disebutkan di atas , menjadi pelajaran bagi kita orang-percaya zaman sekarang , agar supaya sebagai "isteri atau mempelai wanita" dari Tuhan Yesus , jangan sampai kita berlaku tidak setia, dalam arti mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain yang bukan Dia !


Wujud kasih orang Kristen terhadap Tuhan :

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang percaya digambarkan sebagai Mempelai Wanita , sementara Tuhan Yesus di gambarkan sebagai Mempelai Laki-laki. (band. Matius 25 : 1 ). Rasul Paulus menggambarkan kita sebagai perawan suci sementara Tuhan Yesus sebagai tunangan laki-laki .

"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci  kepada Kristus ." ( 2 Korintus 11 : 2 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa di Perjanjian Lama kita sebagai dilambangkan sebagai isteriNya dan di Perjanjian Baru juga sebagai isteriNya, karena dalam budaya Yahudi , tunangan perempuan itu sudah seperti isteri  ( bandingkan dengan hubungan Yusuf dan Maria , dan cermati teks Matius 1 : 18 - 19 ). Tuhan Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai Mempelai Laki-laki , sebagaimana ucapanNya di bawah ini :


"Jawab Yesus kepada mereka :" Dapatkah sahabat-sahabat  mempelai laki-laki  berpuasa  sementara mempelai itu bersama mereka ? ... " ( Markus 2 : 19 ).

Di dalam Wahyu 19 : 7 juga digambarkan bahwa kita , sebagai gereja Kristus , adalah Mempelai Wanita dari Tuhan Yesus yang digambarkan sebagai  Anak Domba . Dan sekarang , pertanyaan yang timbul dalam hubungan kita sebagai isteri dan Tuhan sebagai suami , bagaimanakah wujud kasih kita kepadaNya ?


"Kasihilah TUHAN. Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu ." ( Ulangan 6 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

"Jawab Yesus kepadanya :" Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu  dan dengan segenap akal-budimu ." ( Matius 22 : 37  Terjemahan LAI 2002 )

Wujud konkrit dari "mengasihi sesama manusia " sudah jelas , yakni kita harus melakukan segala kebaikan yang berguna bagi sesama manusia ! Bantu-membantu , tolong-menolong , menghindari yang jahat , berlaku sabar, murah hati , pemaaf , tidak menghakimi dan lain sebagainya !  Namun wujud konkrit dari "mengasihi Tuhan "  , lebih ke arah yang berhubungan dengan masalah rohani , misalnya rajin melayani , membantu pekerjaan Tuhan , membantu pembangunan gereja , rajin beribadah , berdoa dan memuji Dia , aktif dalam pelayanan diakonia dan sebagainya !  Dan wujud konkrit yang paling utama dari "mengasihi Tuhan " adalah setia , dalam arti tidak mencintai laki-laki lain , tidak mempunyai selingkuhan atau suami lain , yang mengandung makna bahwa hati kita tidak pernah berpindah ke "allah" yang lain , selain hanya Allah di dalam Kristus Yesus .!


Sekalipun kita rajin melayani Dia , rajin membantu pekerjaanNya , rajin beribadah , menyembah dan memuji Dia , dan segala kebaikan-kebaikan kita yang lain , namun pada hari kita memindahkan cinta kita kepada "allah" yang lain , seketika seluruh kebaikan kita lenyap , sirna tak berbekas ! Jangankan seorang isteri mencintai laki-laki lain , sedangkan hanya membandingkan suaminya dengan laki-laki lain , hanya membandingkan saja , misalnya dalam hal tampannya, pangkatnya , kekayaannya atau kebaikannya dan lain sebagainya ,  suaminya pasti tersinggung dan marah !

"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ?" ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

Lihat ! baru dibandingkan saja, Tuhan marah ! Apalagi kalau kita sudah mencintai "laki-laki" lain ! Sudah barang tentu tidak ada ampun bagi kita , dan kita dibuang ! Jikalau kita hanya  berbuat dosa terhadap sesama sebagai suatu dosa horisontal , pasti Tuhan Yesus mengampuni . Tetapi kalau kita sudah menghianati Dia sebagai suami kita , sama artinya dengan melecehkan Dia , sama artinya dengan menghujat Dia , maka dosa kita adalah dosa vertikal yang tak terampuni ! (band. Matius 12 : 31 ; Markus 3 : 28 - 29 ).


Dengan demikian sangat jelas bagi kita bahwa wujud konkrit yang paling utama dari perintah :" Kasihilah Tuhan , Allahmu .." , adalah kita bertindak setia sampai selama-lalamnya , dengan tidak pernah berpaling pada "laki-laki" lain atau |"suami" lain dalam arti "allah" lain ! Hal setia inilah yang paling esensial dalam hubungan kasih antara kita yang digambarkan sebagai isteri dengan Tuhan yang dilambangkan sebagai suami  atau mempelai pria . .


Konklusi :

Saudaraku ! Bukankah sudah sering kita dengar betapa banyak orang Kristen , bahkan yang bekerja dalam pelayanan , yang cara hidupnya baik-baik saja , dan tiba-tiba menghianati Tuhan Yesus ?!  Perhatikanlah bahwa seluruh kebaikannya dan pelayanannya yang dahulu , lenyap dan sirna seketika !  Dan bagi mereka tidak ada lagi pengampunan , terkecuali mereka kembali kepada Tuhan Yesus ( baca Yeremia 3 : 6 - 14 ).  Segala kebaikan yang dahulu dan sekarang dikerjakan oleh mereka , sia-sia belaka , karena mereka telah mencintai "allah" lain ! Sebagai suami , tentu saja Tuhan cemburu dan dalam cemburunya , amarahNya meluap sehingga tidak ada sama-sekali pengampunan bagi mereka yang berkhianat selama-lamanya .


"Hai isteri yang berzinah , yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri . ...Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuanKu ....Demikianlah Aku melampiaskan murkaKu kepadamu sehingga cemburuKu kepadamu reda kembali ; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi ." ( Yehezkiel 16 :32 , 38 , 42 Terjemahan LAI 1987 )

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang yang sudah mencintai "allah" lain untuk selama-lamanya, disebut sebagai orang yang murtad kekal , artinya tidak akan kembali lagi ! Dan bagi mereka memang tidak ada lagi pengampunan lewat darah Kristus . ( band. Ibrani 6 : 4 - 6 ).  Namun , tidak perlu kita heran , sebab kemurtadan itu harus terjadi , supaya nyata bahwa dari semula mereka itu memang tidak sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus !

"Memang mereka berasal dari antara kita , tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita , sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita , tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi , supaya nyata bahwa mereka semua tidak termasuk pada kita ." ( 1 Yohanes 2 : 19 Terjemahan LAI 2002 )

Karena itu, jika kita semua adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus yang dilambangkan sebagai "suami atau mempelai pria" kita , marilah di antara seluruh kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan , baik yang menyangkut kebaikan horisontal terhadap sesama , maupun kebaikan vertikal terhadap Tuhan ;  yang paling utama sebagai "isteri atau mempelai wanita " , kita berlaku setia kepadaNya dengan tidak pernah mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain !


Tuhan Yesus pasti memberkati kita semua, selama-lamanya ! Salam dari laut ! (Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar)











Tidak ada komentar:

Posting Komentar