Selasa, 28 April 2015

TUJUH PENYESATAN UTAMA TENTANG YESUS KRISTUS

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Mengapa penyesatan harus terjadi ?

Kisah tentang Yesus Kristus tidak habis-habisnya menjadi bahan pembicaraan orang di seluruh dunia , baik melalui media cetak maupun melalui media elektronik ! Tidak ada buku yang ditulis manusia sebanyak buku mengenai Yesus Kristus , banyak yang dibuat  dengan maksud yang baik dan tidak kurang juga yang dibuat dengan maksud yang buruk !  Demikian pula tidak ada kitab yang paling banyak dibaca orang di seluruh dunia , selain Alkitab , baik dengan maksud yang terpuji maupun dengan maksud yang tidak terpuji !  Entah mengapa , kisah mengenai Yesus Kristus ini tidak kunjung habis menjadi bahan ceritera manusia  dari tahun ke tahun , dari abad ke abad , dan sampai sekarang sudah hampir 2000 tahun . Belum lagi dengan film-film yang diproduksi oleh para produsen film , ada yang menampilkan Yesus sebagaimana fakta sejarah tetapi tidak kurang pula yang melecehkanNya  secara vulgar . Misalnya film "Jesus Christ Super Star (1973) " , The Last Temptation of Christ (1988) " dan "The Da Vinci Code (2006)" .

Tidak kunjung bosan manusia mencari-cari sisi buruk Kristus atau mencari-cari kesalahan Injil yang menceritakan hal mengenai Yesus , baik melalui tulisan maupun film-film layar lebar !  Tidak ada orang yang sepanjang sejarah manusia dalam abad-abad Masehi ini  terus menerus diceritakan  dengan berbagai bagai versi , termasuk versi penyesatan , selain Yesus  ! Mengapa penyesatan itu harus terjadi ?  Jawabannya ada pada ucapan Yesus sendiri , kira-kira 2000 tahun yang lalu , berikut di bawah ini :

" Yesus berkata kepada murid-muridNya :" Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan , tetapi celakalah orang yang mengadakannya ." ( Lukas 17 : 1 Terjemahan LAI 1987 ) 

"Eipe de proV touV  maqhtaVx  Adunaton einai na mh  elqwsi ta skandalax plhn ouai eiV ekeinon, dia tou opoiou ercontai ." ( Lukas 17 : 1 Greek Modern Text ) 

Teks bahasa sumber Yunani menuliskan kata " skandala "  yang berasal dari kata " skandalizo " yang mengandung makna " hal yang menyebabkan orang tersesat " !  Dengan demikian , bahwa harus terjadi penyesatan ! Tidak bisa tidak , penyesatan harus terjadi ! Sebab yang mengucapkan adalah Tuhan Yesus sendiri , di mana ucapanNya ini bersifat nubuatan , artinya harus terjadi di kemudian hari ! 

Oleh karena itu , jika kemudian kita mendengar atau membaca atau melihat model-model penyesatan mengenai Yesus Kristus , sesungguhnya bagi kita , orang-orang Kristiani , tidak perlu heran dan terkejut , karena hampir 2000 tahun yang lalu , Dia telah mengatakannya .  Mungkin pada waktu itu , para muridNya belum mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus ! Tetapi di kemudian hari , sejak kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati , mereka baru mengerti bahkan mengalami sendiri , betapa Dewan Sanhedrin , Dewan Agama Yahudi , menyebarkan berita bahwa mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya . Inilah penyesatan tentang Yesus Kristus yang pertama terjadi di bawah kolong langit ini . ( Matius 28 : 11 - 15 ).

Begitu cepatnya penyesatan lahir , justru ketika Yesus baru saja bangkit dari antara orang mati ! Hal itu tidak perlu mengherankan kita , sebab sudah pasti iblis tidak akan tinggal diam . Dalam kurun waktu hampir 2000 tahun penyesatan demi penyesatan terjadi ! Sudah barang tentu tujuan dari penyesatan penyesatan tersebut adalah untuk merontokkan Kekristenan yang memang sudah dimulai dari zaman kekaisaran Romawi dahulu kala . Akan tetapi  Kekristenan tidak mungkin akan rontok bahkan bertambah subur  , sebab Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya , dahulu , sebelum Dia melaksanakan karya penyelamatanNya di kayu salib ,

"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah .  Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada  di bumi . Tetapi apabila ditaburkan benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain .... " ( Markus 4 : 31 - 32  Terjemahan LAI 2002 ) 

Teks di atas membuktikan bahwa apapun yang dilakukan untuk merontokkan Kekristenan tidak akan pernah berhasil , karena Tuhan Yesus sudah menjanjikan bahwa , sekali pun pada waktu itu Kekristenan sangat kecil jumlahnya dibandingkan dengan ajaran kepercayaan yang sudah ada pada waktu itu , dengan berjalannya waktu , Kekristenan akan tumbuh dan tumbuh dan akhirnya  menjadi lebih besar dari segala "sayuran" yang lain .  Hal itu sudah terbukti dengan penggenapannya sekarang ini !


 Namun , sebelum iblis dibelenggu , selama itu pula ia tetap bersemangat menyebarkan kebohongan kebohongan yang menyesatkan . Apakah saja model-model penyesatan tersebut ? Di bawah ini akan diulas secara singkat tujuh penyesatan yang paling utama yang dialami oleh dunia Kekristenan mengenai Yesus Kristus . Mengingat sempitnya tempat untuk menulis , ulasan demi ulasan dibatasi .


Tujuh penyesatan utama tentang Yesus Kristus :


(1) Yesus tidak pernah ada  : Dalam upaya meruntuhkan iman Kristiani , iblis melalui agen-agennya , terutama orang-orang atheis , menyebarkan berita dalam bentuk tulisan maupun lisan , bahwa yang namaNya Yesus itu tidak pernah ada di dalam sejarah ! Jadi dengan kebencian yang amat sangat kelompok ini menegaskan bahwa tokoh Yesus itu adalah fiktif , yang hanya dikarang-karang oleh jemaat Kristen awal tempo dulu .  Banyak tulisan dari orang-orang yang dalam kapasitas pakar , yang secara berapi-api mengatakan bahwa kisah tentang Yesus itu tidak historis .

Di antara orang-orang yang skeptis adalah Ketua Atheis USA  ,  Ellen Jhonson yang mengatakan bahwa Yesus adalah khayalan orang-orang Kristen awal dan hanya mitos seperti mitos-mitos Yunani dan Romawi yang lain ! Jadi yang namaNya Yesus itu tidak pernah ada , cuma diada-adakan saja . Tidak kalah hebat lagi adalah penganut atheis Bertrand Russel ; yang dalam bukunya "  Why I am not Christian ? " mengatakan bahwa keberadaan Yesus sebagai manusia nyata meragukan karena kurangnya bukti historis ! .

Kita tidak boleh terkecoh oleh bualan mereka , sebab bukti bahwa Yesus itu nyata pernah ada di muka bumi , justru datang dari pihak non-Kristiani , di antaranya adalah  Talmud Yahudi dan tulisan sejarahwan abad pertama Josephus Flavius . Bagian Talmud Yahudi bahkan menyebutkan bahwa Yesus adalah "ben pandera " artinya anak-haram dari wanita pezinah ! Bahkan di Indonesia , bukti keberadaannya di tulis dalam Sejarah Dunia yang dipelajari oleh anak-anak di SMA . Bagaimana mungkin dikatakan bahwa  bukti historisnya kurang ? Ya maklumlah , mereka adalah orang atheis ( anti Tuhan )

Bukti keberadaan Kristus di muka bumi ini berkaitan langsung dengan pelayananNya , kematian dan kebangkitanNya ! Jika Ia tidak pernah ada , maka sudah barang tentu pelayananNya pun tidak pernah ada , serta kematian dan kebangkitanNya pun cuma dongeng belaka . Dan Kekristenan ternyata adalah suatu agama yang diletakkan di atas dasar penipuan ! Apakah demikian ? Tidak ! Mari lanjutkan membacanya .

(2) Yesus bukan TUHAN  :  Kelompok ini percaya bahwa Yesus benar-benar pernah ada secara nyata di muka bumi , tetapi Dia sama sekali bukan Tuhan dan bahwa Dia hanya manusia biasa , seorang petani Yahudi saja . Pernyataan seperti ini datang dari Marcus Borg , seorang teolog liberal, pada simposium "Jesus at 2000 " yang diprakarsainya pada tahun 1996.  Bermula pandangan seperti ini lahir dari Arius , seorang presbiter di Alexandria abad ke IV Masehi .  Ia mengatakan bahwa Yesus benar-benar manusia dan bukan Tuhan dan bukan pula setengah Tuhan ! ( H. Berkhof , Sejarah Gereja ) .

Tetapi pada konsili Nicea 325 M , ajaran Arius dinyatakan sesat oleh gereja dan Arius dibuang ! Namun ajarannya itu berkembang menjadi liar , sehingga dewasa ini terdapat kelompok yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan , antara lain adalah kelompok theosofi  , watch tower (Saksi Yehovah)  , unitarian ( Kristen Tauhid ) , modern theology , Christian Science , spiritualisme , dan . New Age Movement (Gerakan Zaman Baru ) . Pada zaman sebelum Konsili Nicea , Yudaisme (agama Yahudi) juga tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias !

Kita tidak perlu menanggapi bualan mereka , sebab hal-ihwal mengenai Yesus adalah Tuhan hanya dapat dibuktikan dari Alkitab dan tidak dapat dibuktikan dari sejarah karena menyangkut hal yang adikodrati ! Seluruh umat Kristiani sejati mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan yang masuk ke dalam sejarah manusia dan dapat dirasakan kehadiranNya dalam sejarah gereja dari abad ke abad !

(3) Yesus tidak pernah mati di kayu salib  :  Ini pun kelompok yang percaya bahwa Yesus itu pernah ada di muka bumi ! Namun menurut mereka Yesus tidak pernah mati di kayu salib . Teori venturini mengatakan bahwa Ia hanya pingsan , dan kemudian dirawat . Setelah sembuh, ia  melarikan diri ke India dan hidup berkeluarga sampai meninggal dunia di sana . Teori pelenyapan deus ex machina , mengatakan bahwa Yesus dibuat menghilang , lalu orang yang menyerupai Dia yang disalib .  Semua teori buatan manusia itu gugur berantakan tanpa bukti sejarah !

Bahkan bukti-bukti di luar Alkitab bertebaran , bahwa memang betul Yesus mati di kayu salib ! Kita tidak dapat mengabaikan tulisan para sejahrawan abad ke I dan II Masehi , antara lain Josephus Flavius , Tacitus , Mara Bar Serapion , Lucian dari Samosata , Tallus  dan lain lain . Bahkan Talmud Yahudi " Talmud Babylonian : juga menyebutkan kematian Yesus di kayu salib . Kita juga tidak dapat mengabaikan penemuan arkeologi , di antaranya penemuan Inkripsi  Pilatus  " Pilate Inscription" yang menyatakan bahwa Yesus dihukum mati di kayu salib ! Bahkan James Tabor , pengarang buku Jesus Dynasti  yang anti kebangkitan Kristus , mengakui bahwa Yesus mati di kayu salib .

Jadi segala bualan mereka yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mati di kayu salib ,  patah berantakan berhadapan dengan bukti historis dan arkeologis ! Ada banyak bukti di luar Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus di hukum mati di kayu salib oleh prokurator Pntius Pilatus di zaman pemerintahan Kaisar Romawi , Tiberius , penerus Octavianus Augustus .

(4) Yesus tidak pernah bangkit dari antara orang mati :   Kelompok ini juga mempercayai Yesus memang seorang tokoh dalam sejarah manusia . Namun mereka menyebarkan kebohongan tentang kebangkitan Kristus dengan berbagai teori , mulai dari teori mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya , mayat Yesus dipindahkan oleh para lawanNya , teori halusinasi yang berpendapat bahwa para pengikut hanya berhalusinasi dan teori mitos yang mengatakan bahwa kisah kebangkitan Yesus hanya menjiplak mitos dewa-dewa Yunani dan Romawi .

Tetapi semua teori mereka gugur tak berbentuk lagi ketika berhadapan dengan kekuatan "hukum bukti " , baik yang dari luar Alkitab maupun yang dari dalam Alkitab !  Karenanya , kita tidak perlu memikirkannya , sebab kalau kita ingat perkataan Tuhan Yesus tentang harus adanya penyesatan , hal itu tidak perlu membuat kita heran . Lagi pula tulisan sejahrawan abad pertama Masehi , Josephus Flavius juga mencatat tentang kebangkitan Kristus .  Sementara itu Sir  Leonel Luckhoo seorang pakar hukum-bukti yang paling terkenal mengatakan :

"Bukti kebangkitan Yesus Kristus begitu banyak dan kuat sehingga harus diterima tanpa ada keraguan sama sekali ."  ( Sir Leonel Luckhoo ) 

Sementara itu ,mengenai hukum bukti yang menguatkan kebangkitan Kristus sebagai suatu fakta sejarah , Henry Morris mendefinisikan sebagai berikut :


" Hukum bukti yang terkenal berkata bahwa kesaksian dari beberapa saksi mata yang berbeda, masing-masing melaporkan dari sudut pandang mereka secara khusus, memberikan bukti yang paling kuat apabila kesaksian itu memuat kontradiksi yang dangkal yang menyelesaikan kontradiksi itu melalui penyelidikan seksama dan secara ketat . "

Itulah situasi sebenarnya dengan berbagai saksi kebangkitan Kristus ! Dalam hal ini , Profesor Simon Greenleaf , pendiri Sekolah Hukum Harvard , sependapat bahwa kebangkitan Kristus itu nyata melalui bukti hukum , yang melibatkan murid-murid dan pengikut Yesus sebagai saksi mata !

(5) Yesus tidak pernah bermujizat :   Kelompok ini pun percaya bahwa Yesus pernah ada di dunia .namun mereka skeptis terhadap mujizat yang dilakukanNya . Pandangan ini datang justru dari kelompok theolog liberal yang dimulai dari abad ke XIX M dengan teori historis kritis .  Semua yang bernuansa supranatural tidak mereka percayai ! Jadi mereka ingin membuat Alkitab menurut pikiran mereka yang rasional !  Dengan perkataan lain , Alkitab harus tunduk pada mereka dan bukan mereka yang tunduk pada Alkitab . Yang terkenal adalah Rudolf Bultman , teolog Jerman pada pertengahan Abad ke XX  , dengan demitologisasi-nya , yang benar-benar menolak apapun yang bernuansa adikodrati ! Kemudian menyusul Profesor Robert Funk dan Dominican Crossan  dalam "Jesus Seminar" yang sempat menggemparkan Amerika Serikat pada penghujung abad ke XX yang lalu .

Tetapi tulisan-tulisan kuno justru berkata lain ! Tulisan Celsus yang anti Kristen justru mengakui bahwa Yesus melakukan mujizat . , walaupun ia mengatakan bahwa mujizatNya itu datang dari sihir yang dipelajariNya di Mesir . Ada lagi yang mengatakan bahwa Ia belajar sihir ke India , sehingga bisa bermujizat . Tetapi saudara lihat , subtansi dari mujizat yang dilakukan Yesus diakuinya ! Belum lagi tulisan kuno, yang ditulis di atas papirus dengan bahasa Koptik ,  yang berisi mantra-mantra penyembuhan , yang selalu mengkaitkan nama Yesus ! Tulisan tulisan kuno tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja, bahwa memang benar Yesus melakukan banyak mujizat !

Dalam perkembangannya, sekarang ini teori historis kritis tidak lagi diakui ! Karena para pakar hukum alam mengatakan bahwa suatu pengecualian bisa terjadi pada hukum alam yang tidak dapat diketahui bagaimana terjadinya ; itulah mungkin yang disebut mujizat . Dengan perkataan lain , pada zaman modern ini , justru para pakar hukum alam mempercayai bahwa mujizat itu ada !


(6) Yesus mati bukan menebus dosa manusia :  Kelompok ini juga percaya bahwa Yesus pernah hidup di muka bumi . Hanya mereka tidak percaya bahwa kematian Yesus sebagai penebus dosa manusia .Pandangan ini datang dari kelompok yang skeptis pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Mereka menggunakan teori X dan Y; di mana di katakan bahwa tidak mungkin dosa manusia Y di tebus oleh kematian manusia X .  Setiap manusia , menanggung dosanya masing-masing dan tidak bisa diwakilkan kepada manusia lain .  Sangat janggal kalau dosa manusia Y harus ditimpakan kepada manusia X . Ini tidak logis !

Pendapat mereka itu benar, jika X dan Y adalah sama-sama manusia biasa ! Akan tetapi , yang tergantung di kayu salib itu bukan manusia biasa ; melainkan Dia adalah Tuhan itu sendiri ! Manusia mana yang bisa memprotes Tuhan jika Dia menggunakan caraNya sendiri untuk menebus dosa manusia ? Jikalau Yesus bukan Tuhan , memang masuk akal kalau Dia tidak mungkin menebus dosa orang lain . Namun Dia adalah TUHAN itu sendiri , yang dengan caraNya menebus kita dari kematian kekal .

Jadi teori X dan Y ini berangkat dari ketidak-percayaan bahwa Yesus adalah Tuhan ! Jadi kalau orang berangkat dari ketidak-percayaan bahwa Yesus adalah Tuhan , maka bagi mereka mujizat Yesus pun tidak diakui ! PenebusanNya di kayu salib juga tidak akan diakui . KebangkitanNya pun pasti tidak akan diterima.. Sebab teori X dan Y menempatkan si X yang manusia dan si Y juga manusia !

(7) Trinitas itu kebohongan :   Kelompok ini pun mengakui keberadaan Yesus di dunia ! Tetapi mereka menyatakan bahwa dogma Trinitas mengenai Kesatuan Yang Tiga , Bapa , Anak dan Roh Kudus , adalah buatan orang Kristen sendiri melalui Konsili Nicea 325 M tanpa dasar Alkitab ! Penentangan terhadap Trinitas inilah yang melahirkan ajaran bias bahwa Yesus bukan Tuhan ! Yang dianggap sebagai Tuhan hanyalah Bapa saja ! Roh Kudus pun bukan Tuhan ! Jadi konsep "KetigaNya yang Esa " itu hanya buatan Gereja belaka . Itulah tuduhan mereka !

Tetapi kalau kita cermati Alkitab dalam bahasa asli Ibrani , nyata bahwa Trinitas itu Alkitabiah ! Kata Ibrani "elohim" pada Kejadian 1 : 1 menyiratkan Trinitas , sebab kata itu adalah kata Ibrani plural yang bersifat singular . Lagi pula Bapa Bapa Gereja zaman dahulu tidak mungkin salah menafsir sehingga mendapatkan dogma yang sesat ! Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :

"Berfirmanlah Allah :" Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita .... " ( Kejadian 1 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

Perhatikan frasa kata "Kita" dalam teks di atas ! Jadi tidak perlu menunggu Konsili Nicea untuk merumuskan Trinitas ! Kata "Kita" sudah menunjukkan arti plural yang bersifat singular dari pengertian Trinitas !  Konsili Nicea bukan melahirkan Trinitas , sebab sebelum konsili itu digelar , semua Bapa Gereja sudah memilki iman pada Bapa , Anak dan Roh Kudus sebagai TUHAN Yang Esa sesuai dengan ajaran para rasul di abad pertama Masehi dan sesuai pula dengan Alkitab ! Konsili Nicea hanya mengesahkannya saja , akibat perlawanan Arius yang sesat !

Pertanyaan yang jujur adalah mengapa timbul Konsili Nicea ? Kenyataannya Konsili Nicea bukan akan membicarakan masalah Trinitas ! Konsili itu digelar karena Arius , mengajarkan bahwa Yesus bukan Tuhan ! Jadi digelarlah Konsili itu untuk mengesahkan pemahaman Trinitas yang sudah terlebih ada di dalam gereja Kristen , dan memecat serta membuang Arius dari Gereja . 


Bagaimana mengantisipasi penyesatan itu ?

Iman Kristiani bukanlah iman yang buta ! Saudara harus menanamkan dalam hati bahwa Kekristenan lahir setelah Yudaisme ! Sekalipun orang Yahudi  memiliki Alkitab Perjanjian Lama , namun mereka yang non-Kristiani , tidak pernah memiliki iman pada Kristus Yesus !  Iman kita adalah iman yang berdasarkan pada fakta ! Itu harus kita ingat terus ! Berdasarkan pada fakta sejarah ! Bukan iman pada sesuatu di angan-angan dan tidak jelas . Mengapa ? Karena TUHAN yang kita percaya dalam Perjanjian Lama telah masuk dalam sejarah manusia , menjadi manusia Yesus yang nyata ada di muka bumi waktu itu !

Bahwa saya percaya Yesus pernah mati tersalib di bukit Calvary , bukan iman yang buta ! Saya percaya hal itu , karena hal Yesus mati di kayu salib itu adalah fakta sejarah , dalam arti benar-benar terjadi di muka bumi pada tahun 30 M di zaman pemerintahan Kaisar Romawi , Tiberius , sewaktu prokurator tanah Yudea adalah Pontius Pilatus ."  

Menurut teori iman dari semua kepercayaan , iman adalah suatu dalil tanpa bukti ! Contohnya , orang Zoroastrian percaya pada sesembahan mereka yang bernama Azura Mazda ! Mereka memiliki iman pada Azura Mazda , meskipun Azura Mazda itu tidak pernah ada di muka bumi , dalam arti tidak menyejarah , tidak historis !  Teori iman seperti itu bermasalah dengan Kekristenan ; sebab iman Kristiani bukan seperti itu . Iman Kristiani adalah iman yang berdasarkan fakta sejarah . Jadi , di dalam Kekristenan , iman dan fakta segaris , menjadi satu !


" Saya percaya pada kebangkitan Yesus dari antara orang mati , dan iman saya ini pun bukan iman yang buta . Saya percaya akan kebangkitan Kristus , sebab kebangkitanNya itu bukan dongeng, bukan legenda dan bukan mitos ; tetapi benar-benar fakta sejarah ! Yesus bangkit dari antara orang mati  , sesuai hukum bukti tidak perlu diragukan lagi . Itulah yang saya imani . Iman dan fakta sejalan ! "

Demikianlah cara kita dalam mengantisipasi datangnya penyesatan ! Apa yang kita percayai dengan iman kita bukanlah sesuatu yang terjadi di negeri antah-berantah , melainkan secara riil terjadi di muka bumi ini , masuk dalam sejarah manusia sebagai suatu kejadian yang nyata ! Sudah merupakan tugas para penyampai firman dalam memberikan wawasan pada jemaatnya untuk membuat mereka mengerti bahwa kisah tentang Yesus itu bukan dongeng , bukan mitos dan bukan berada di angan-angan , melainkan betul-betul suatu peristiwa yang terjadi di bawah kolong-langit ini !

Mengapa saya berkata begitu ? Sebab saya punya pengalaman ! Ketika saya bertanya kepada seluruh jemaat yang berada dalam ruangan gereja :" Dari mana saudara percaya bahwa Yesus mati tersalib di kayu salib ? Dari mana saudaraku ?"  Tidak ada yang menjawab , ketika kemudian satu dua orang mengacungkan tangan sambil menjawab :" Katanya begitu di Alkitab ! " Lihat saudara ! Dia mengatakan :" Katanya begitu ! Jadi rata-rata iman mereka belum menyatu dengan fakta , karena mereka belum tahu bahwa kejadian penyaliban itu fakta , bukan katanya !

Saya bertanya lagi :" Dari mana saudara percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati?"Lagi-lagi mereka menjawab :" Katanya Alkitab begitu ! " Jawaban seperti ini terlalu lemah , karena jika jemaat tidak diberi informasi mengenai fakta sejarahnya , pada waktu penyesatan datang , mereka mudah tumbang ! Harus diinformasikan bahwa iman Kristiani adalah iman yang berdasarkan fakta !


Konklusi :

Kita harus waspada dan selalu siap sedia seperti lima gadis yang menjemput mempelai pria dengan pelita dan minyak yang cukup ! ( Matius 25  : 1 - 4 ) . Pada akhir zaman di mana kita hidup sekarang ini , penyesatan makin menjadi-jadi , bahkan masuk menyusup ke dalam tubuh gereja tanpa kita sadari ! Oleh karena itu , haruslah selalu kita ingat bahwa semua penyesatan tentang Yesus Kristus hanyalah buatan iblis melalui manusia-manusia yang mau diperalatnya .

"Sebagaimana dahulu nabi-nabi palsu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru  palsu . Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan demikian segera mendatangkan  kebinasaan atas diri mereka ." ( 2 Petrus 2 : 1 ) 

Dalam mengulas teks Alkitab di atas , Dr. R.L Hymers .Jr  mengatakan :"  Ini adalah seseorang yang mengingkari pribadi Yesus Kristus dan mengingkari bahwa Ia telah mati di  kayu salib untuk dosa-dosa kita dan bahwa Ia telah membeli kita dengan darahNya sendiri yang mahal ! Ini bukanlah doktrin Kristen yang sepele  ! Ini adalah inti-sari Kristiani !  Orang yang mengingkari pribadi Yesus dan pekerjaanNya dalam definisi Alkitabiah , bukanlah orang Kristen sama sekali ! Ia adalah anti Kristen ! Ia penentang Injil !  Ia adalah orang bidat , yaitu orang yang belum diselamatkan ."


Bagi saya pribadi dan bagi saudara juga , kematian dan kebangkitan adalah inti-sari Kekristenan , yang dalam bahasa saya " Inti Pesan Kristiani " ! Itu adalah suatu fakta historis yang saya imani ! Tanpa fakta itu , yang namanya Kekristenan tidak akan pernah ada ! ( 1 Korintus 15 : 14 - 17 )  Jadi di sini kita dapat melihat bahwa Kekristenan tidak lahir dari budaya manusia , bukan juga dari filsafat manusia , melainkan dari fakta sejarah tentang Yesus yang mati dan bangkit ! Sepanjang pemahaman seperti ini kita pegang teguh , penyesatan tidak akan punya kekuatan untuk menyerang kita .
Tuhan Yesus memberkati kita ! Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan E.P.Sihombing SH.M.Ap )










Selasa, 21 April 2015

APAKAH ORANG KRISTEN PERLU MINTA PENGAMPUNAN DOSA ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Perihal dosa :

Ketika manusia tidak taat kepada firman Tuhan  dengan melanggar ketentuanNya serta memakan buah pengetahuan baik dan jahat , seketika itu pula manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah !  Manusia jatuh ke dalam kutuk dosa , yaitu maut ! ( Kejadian 2 : 16 - 17 band. Roma 6 : 23  ) . Manusia berusaha untuk menutupi dosanya dengan usaha sendiri tetapi gagal ( Kejadian 3 : 7 ) . Satu-satunya jalan untuk menutupi dosa manusia adalah karya Tuhan sendiri ; di mana Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang bahkan memakaikannya pada manusia itu untuk menutupi dosanya ( Kejadian 3 : 21 ) . 

Kisah di atas adalah gambaran bahwa manusia telah berdosa karena melanggar firman Tuhan ! Di situ pula digambarkan bahwa usaha manusia untuk menutupi dosanya , tidak akan berhasil . Gambaran darah Kristus ada di situ , yaitu ketika harus ada darah yang ditumpahkan , dan kulit hewan itu dibuat pakaian oleh Tuhan dan dikenakannya pada manusia . Lihat ! Manusia pasif saja ! Ia hanya menerima apa yang dikerjakan Tuhan baginya , untuk menutupi dosanya .  

Demikian  juga sekarang !  Harus  ditanamkan  bahwa  Kekristenan   adalah   "menerima saja apa yang dikerjakan oleh Tuhan di kayu salib ." ! Tidak lebih dan tidak kurang dari itu ! Sebab segala usaha kita sebagai manusia untuk menyelamatkan diri sendiri sudah pasti gagal ! Apa penyebabnya ? Dosa !  Apakah dosa itu ?

" Setiap orang yang berbuat dosa , melanggar juga firman Allah , sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah ." ( 1 Yohanes 3 : 4 terjemahan LAI 2002 )

Jadi jelas bahwa dosa adalah setiap pelanggaran terhadap firman Allah yang diatur dalam hukum-hukumnya . Berapa banyakkah hukum Allah itu ?  Di dalam Perjanjian Lama saja tidak kurang terdapat 613 mitsvot (aturan hukum) dan belum yang terdapat pada Perjanjian Baru sebagai inovasi hukum dari Tuhan Yesus . 
Saudara melanggar salah satu saja dari hukum itu , saudara menjadi pelanggar hukum secara keseluruhan dan harus dihukum ! ( Yakobus 2 : 10 ) . 

Apakah pada masa Perjanjian Lama , manusia mampu melaksanakan seluruh hukum itu secara lengkap ? Tidak ! Sejarah membuktikan bahwa manusia tidak sanggup untuk tidak berdosa ! Jangan lupa , Roh Kudus pun sudah ada pada zaman itu ! ( Kejadian 1 : 2 ) .Tetap saja , manusia terbatas untuk dapat melakukan segala aturan hukum yang sangat banyak itu .  Kita memang dapat tidak melanggar hukum negara selama hidup kita , sebab hukum negara hanya mencakup yang terlihat saja secara jasmani ! Tetapi hukum Tuhan mencakup hal-hal yang tidak terlihat , seperti misalnya dosa pikiran, dosa angan-angan , dosa keinginan , dosa hati , dosa bathin dan sebagainya yang bukan terlihat seperti sikap atau gerak jasmani .

Apakah bukti bahwa pada Perjanjian Lama manusia tidak sanggup untuk tidak berdosa ? Perhatikan korban pagi dan korban petang pada Bilangan 28 : 1 - 8 ; perhatikan pula korban keselamatan , korban penebus salah dan korban penebus dosa pada Imamat pasal 3 sampai dengan pasal 5 .  Cermati juga Hari raya Pendamaian yang dilakukan setiap tahun pada Imamat 16 :  1  - 34 . Semua itu membuktikan bahwa manusia tidak mampu untuk tidak berdosa ; dalam arti ada saja yang salah !


Bagaimana dengan sekarang ?

Banyak orang Kristen yang ternyata tidak memerlukan Tuhan Yesus lagi ! Dia berkata bahwa dia bisa tidak berdosa dan tidak melanggar firman Allah ! Orang seperti ini menipu dirinya sendiri dan tidak ada kebenaran dalam ucapannya . Darah Tuhan Yesus  yang tertumpah di kayu salib itu , bekerja selama hidup kita ! Artinya , sepanjang hidup , kita memerlukan pengampunan dosa oleh darah Kristus ! Sepanjang hidup ! Itu berarti bahwa sepanjang hidup kita masih berdosa karena tabiat daging ! Hanya orang yang merasa dirinya benar yang tidak memerlukan pengampunan seumur hidupnya ! Kenapa ? Karena dia sudah bisa benar sendiri .barangkali ?

" Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa ,  maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita ." ( 1 Yohanes 1 : 8 Terjemahan LAI 2002)

Jangan malu dan jangan gengsi saudaraku ! Natur kita sebagai manusia yang terdiri dari darah dan daging , memang cenderung untuk salah ! Terlalu banyak firman Tuhan yang harus kita taati dan sejarah telah membuktikan , bahwa manusia tidak mampu untuk tidak berdosa . Dan itu Tuhan tahu ! Itulah sebabnya kita memerlukan pengampunan lewat darah Kristus seumur hidup kita , sampai kita mati . Sebab darah Tuhan Yesus tertumpah satu kali , tetapi hasilnya adalah pengampunan dosa untuk selama-lamanya ! Mengapa begitu ? Sebab Dia tahu kalau pengampunan tidak berlaku untuk selama-lamanya , manusia tidak sanggup untuk tidak berdosa dan binasa ! 

" Jika kita berkata bahwa kita tidak pernah berbuat dosa , maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita ." ( 1 Yohanes 1 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Jangan malu dan jangan gengsi saudaraku ! Kita memang manusia berdosa yang tidak mampu untuk tidak berdosa ! Itu natur kita secara daging manusia ! Tuhan tahu itu ! Makanya kalau kita berkata bahwa kita bisa kudus dan tidak berdosa sama-sekali , justru kita dikatakan membuat Tuhan menjadi pendusta . Mengapa demikian ? Sebab Dia telah berfirman , bahwa tidak ada yang baik dan tidak ada yang benar menurut standar Allah ( Roma 3 : 10 - 12 ) .  Berarti kalau kita berkata bahwa kita tidak pernah berbuat dosa , firmanNya itu tidak ada di dalam kita !

Yang kudus tidak berdosa itu hanya Tuhan ! Kalau suatu kalimat menulis "saja" ( monos , Yunani ; alone , Inggris ) , untuk suatu kata pengganti kedua tunggal , maka itu berarti hanya satu saja yang kudus yaitu Tuhan dan tidak ada yang lain ! 

" Siapakah yang tidak takut ya Tuhan dan tidak memuliakan namaMu , sebab Engkau saja yang kudus ." ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Aneh , tetapi kenyataannya ada ! Yaitu orang yang menganggap dirinya bisa kudus , bisa suci , bisa tidak berdosa ! Kalau sudah begitu , yang salah apakah orang itu atau Alkitab yang salah ?  Dengan 1001 macam dalih apapun , firman Tuhan pada Wahyu 15 : 4 tersebut di atas tidak dapat digugurkan !  Jangan malu dan jangan gengsi saudaraku ! Tuhan tahu kita butuh pengampunanNya .

"Jika kita mengakui dosa kita maka Ia setia dan adil sehingga Ia  akan mengampuni  segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ." ( 1 Yohanes 1 : 9 Terjemahan LAI 2002 )

Jangan malu dan jangan gengsi saudaraku ! Akui saja bahwa kita memang secara natur manusia adalah berdosa ! Justru kalau kita mengakui bahwa kita berdosa , pengampunanNya jalan ! PengampunanNya hanya berjalan untuk orang yang perlu pengampunan , yaitu kita yang berdosa . Sekali lagi saya katakan , bahwa orang yang mengatakan dirinya tidak berdosa , berarti dia tidak membutuhkan pengampunan ! Dan terus terang , itu sama dengan menghina Tuhan Yesus ! 

Jadi , manusia pada zaman dahulu sebelum ada Kekristenan , dengan manusia zaman sekarang setelah ada Kekristenan , sama saja ! Yaitu tidak mampu untuk tidak berdosa ! Bedanya terletak pada cara pengampunan ! Zaman dahulu pengampunan hanya bersifat sekali dan sementara saja , melalui korban-korban darah hewan ! Zaman sekarang , pengampunan bersifat sekali untuk selama-lamanya , melalui korban darah Kristus di kayu salib ! Saudara melihat inti perbedaannya ? Ini yang penting !  Dahulu orang selalu minta ampun dosa lewat korban-korban darah hewan ! Diulang-ulang terus sampai seumur hidup ! Tetapi sekarang , pengampunan sudah diberikan sekali dan selama-lamanya oleh darah Kristus dan tidak diulang-ulang lagi ! 


Sifat pengampunan salib Kristus : 


Bagian ini yang paling penting ! Sebab banyak yang menyangka bahwa pengampunan oleh darah Kristus , cuma berlaku sekali itu saja ! Begitu kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat , segala dosa kita di masa lalu terampuni ; tetapi dosa yang akan datang , tunggu dulu ! Dosa di masa yang akan datang , ditanggung sendiri ! Makanya usahakan jangan berbuat dosa ! Ajaran seperti ini salah besar !! Bukankah sudah dikatakan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu , manusia tidak sanggup untuk tidak berdosa ? Itulah sebabnya , Kristus datang untuk menebus kita dari ketidak-sanggupan kita , justru pada saat kita dalam keadaan yang tidak sanggup untuk tidak berdosa !  Kalau kita sanggup untuk tidak berdosa , tidak perlu Kristus datang ! Dia datang justru untuk menyelamatkan kita yang tidak dapat untuk tidak berdosa !

"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita , supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 )

Tuhan tidak mengenal dosa , telah membuat diriNya berdosa ganti kita di kayu salib ! Sebab yang seharusnya dihukum itu adalah kita , bukan Tuhan ! Tetapi Ia menggantikan kita di sana , supaya di dalam Kristus kita dibenarkan oleh Allah ! Lihat ! Kita dibenarkan oleh Allah bukan karena kita benar , melainkan karena Kristus yang benar ! Kita menjadi benar bukan karena usaha kita yang sudah terbukti gagal , melainkan karena kita dibenarkan , dianggap benar , dihadapan Allah , karena Kristus ! 

Dan karya Yesus di kayu salib sudah selesai dan sempurna dan tidak akan diulang-ulang lagi seperti model zaman hukum Torat . Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita , segala dosa kita , mulai dari lahir, yang dahulu , yang kemarin , yang sekarang , yang besok , yang sebulan ke depan , yang dua tahun ke depan , dan yang sepuluh tahun ke muka , sepanjang hidup kita , sudah diampuni oleh kuasa darahNya ! Mengapa demikian ? Ya , tidak mungkin saudara tidak berbuat dosa selama hidup saudara !  Itulah arti kita dikuduskan untuk selama-lamanya , bukan karena kita kudus ( yang kudus hanya Tuhan saja ) , melainkan karena kita dipandang kudus dalam kekudusan Kristus ! 

"Karena kehendakNya inilah , kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10 Terjemahan LAI 2002 ) .

"En ho de lemati hegiasmenoi esmen dia tes prosphoras tou somatos Iesou Khristou ephapaks ." ( Ibrani 10 : 10 dari Greek Modern Text ) 

"And this will was for us to be made holy the offering of the body of Jesus Christ made once and for all ." ( Ibrani 10 : 10 Terjemahan New Jerusalem Bible )

Perhatikan ! Karena kehendakNya ! Jadi pengudusan kita itu karena kehendak Allah , bukan kehendak kita ! Kita dikuduskan , bukan kudus hasil usaha kita yang sudah dapat dipastikan  gagal  ! Sekali untuk selama-lamanya ! Alkitab berbahasa asli menggunakan kata Yunani "ephapaks " , artinya sekaligus !  Alkitab New Jerusalem Bible juga menuliskan kata Inggris " once and for all " , artinya  sekali dan untuk semua , sekaligus !  Apakah yang dimaksud dengan sekaligus ?  Ya ! Seluruh dosa kita selama hidup , mulai dari lahir sampai mati , sekaligus sudah diampuni , sehingga posisi kita selama hayat adalah dikuduskan dan tidak tergoyangkan oleh apapun ! Kita adalah orang orang yang telah dikuduskan ! Selamanya ! Oleh persembahan tubuh Kristus !

Jadi , sekarang jelas bahwa sifat pengampunan salib Kristus adalah sekaligus , sekali untuk semuanya , sekali untuk selama-lamanya ! Dengan demikian , iblis tidak dapat lagi menuduh kita sebagai orang berdosa ! Kita ini orang benar dalam kebenaran Kristus ! Kita ini orang kudus dalam kekudusan Kristus ! Kita ini orang sempurna dalam kesempurnaan Kristus !  Camkan itu baik baik ! Semuanya karena Kristus ; jadi yang dimuliakan adalah Kristus , bukan kita ! 

Dengan demikian , sekalipun secara natur manusia kita , secara daging kita masih berdosa , namun ingat baik-baik , secara status kita bukan lagi orang berdosa , melainkan orang benar , orang kudus dan orang sempurna , bukan karena kebaikan kita , melainkan karena kebaikan Kristus . Di hadapan Allah kita dipandang benar karena Kristus ! Sama dengan kalau saudara ujian di sekolah , dapat nilai 4 atau D . Itu tidak benar dan tidak lulus ! Tetapi Dosen berbelas kasih kepada saudara , nilai saudara dibuat menjadi 9 atau B+ , berarti saudara benar dan lulus ! Jadi ketika saudara benar dan lulus , bukan karena saudara benar dan lulus , melainkan karena dipandang benar oleh Dosen dan lulus . 


Perlukah kita minta ampun dosa tiap saat ?

Bagian ini penting juga ! Supaya saudara jangan bingung , saya hanya akan mengajak saudara pada masa setelah darah Yesus tumpah , yakni setelah pembayaran dosa di kayu salib selesai ! Ini beralasan , karena yang kita bicarakan adalah pengampunan berdasarkan salib Kristus ! Yang diajarkan oleh Tuhan Yesus , berupa Doa Bapa Kami itu adalah doa sebelum terjadi penebusan di kayu salib ! Jadi tidaklah sama dengan pengampunan setelah penebusan terjadi . 

Sebelum penebusan terjadi , saudara harus mengampuni dulu orang lain , baru Bapa mengampuni saudara ! Itulah pengampunan bersyarat ! Akan tetapi setelah penebusan terjadi , masalahnya menjadi lain ; yaitu seluruh dosa saudara sudah diampuni justru ketika saudara masih berdosa , maka sudah seharusnya sekarang saudara mengampuni orang lain juga ! ( baca Efesus 4 : 32 dan Kolose 3 : 13 ) .Itu sama dengan saudara sudah diselamatkan , maka saudara harus berbuat baik , bukan untuk diselamatkan , tetapi karena sudah diselamatkan . Demikianlah , setelah penebusan terjadi , saudara sudah diampuni , maka saudara harus mengampuni orang lain , bukan untuk supaya diampuni , melainkan karena sudah diampuni ! 

Oleh karena itu , jika saudara memeriksa Alkitab saudara pada masa setelah penebusan terjadi ( jangan sebelumnya ) , maka saudara tidak akan menemui lagi teks yang memberitahu kita bahwa kita harus meminta ampun atas segala dosa kita ! Kalau mengaku berdosa ya , tetapi kalau meminta ampun dosa , sudah tidak ada lagi . Mengapa begitu ? 

" Semua manusia sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , tetapi oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan Yesus Kristus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 ).

Tadinya kita berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ! Tetapi setelah penebusan , kita dibenarkan dengan cuma-cuma , artinya segala dosa kita sudah diampuni sehingga kita mempunyai status orang benar karena kebenaran Kristus ! Dan itu berlaku selamanya , bukan cuma sekali saja ! Berarti sepanjang hidup saudara , saudara dipandang benar di hadapan Allah , sekalipun sesungguhnya kita adalah orang berdosa ! Menganggap dosa kita belum diampuni sama dengan melecehkan karya salib Kristus ! Kita sudah diampuni , dan bukan akan diampuni . Jangan menganggap karya Salib Kristus gagal !

Karena itu bersyukurlah dan berterima-kasihlah setiap saat kepada Tuhan Yesus karena Ia sudah dan selalu mengampuni dosa kita , tanpa kita minta sekalipun ! Tanpa kita minta sekalipun , hasil pengampunannya di kayu salib bergulir terus menerus dalam hidup orang percaya , sehingga kita selalu berada di dalam kebenaran dan kekudusan dan kesempurnaan Kristus !  Kalau saudara punya pemahaman seperti ini, iblis tidak punya kesempatan untuk menuduh dan mendakwa saudara .

Pada suatu hari , ada yang bertanya kepada saya :" Kalau begitu kita tidak perlu lagi minta ampun dosa ? " 
Saya menjawab dan menjelaskan :" Kalau saudara meminta ampun dosa , maka itu  berarti saudara belum percaya kalau saudara sudah mendapatkan pengampunan ? Saudara sudah mendapatkan pengampunan gratis , sehingga saudara tinggal bersyukur dan berterimakasih terus kepada Tuhan , karena setiap kali saudara bersalah , setiap kali pula kuasa pengampunan oleh darahNya bekerja mengampuni saudara tanpa saudara minta ! 

Sama dengan arti saudara sudah diselamatkan ! Pernahkah saudara berdoa minta diselamatkan ? Tidak bukan ? Mengapa ? Karena kita sudah diselamatkan , tanpa kita mintapun kita sudah diselamatkan , karena keselamatan kita itu adalah kehendakNya dan bukan kehendak kita ! ( Ingat kata "kehendakNya" pada Ibrani 10 : 10 ). Doa doa yang kita mintakan pada Tuhan Yesus , setelah penebusan terjadi dan selesai , adalah doa-doa mengenai kehidupan di dunia , misalnya doa untuk orang sakit, doa untuk dapat pekerjaan , doa supaya dapat jodoh yang baik , doa supaya diberkati usahanya , doa dijauhkan dan diselamatkan dari mara-bahaya , doa supaya anak  bisa kuliah dan sebagainya ! 

Tidak ada cacatan Alkitab setelah penebusan terjadi , mengenai doa minta ampun dosa dan doa minta diberi keselamatan kekal ! Mengapa ? Karena keduanya sudah kita terima ! Keselamatan adalah ketiadaaan dosa ! Di mana ada keselamatan , di situ pasti sudah tidak ada dosa ! Hidup kekal di sorga , adalah jaminan bagi kita , dan di sorga tidak ada dosa . Mengapa kita dijamin masuk sorga ? Karena segala dosa kita diampuni terus sampai kita mati , dan ketika kita mati , saldo dosa kita = nol ! Kalau saldo dosa kita tidak nol , kita tidak bisa masuk sorga . Tidak sukar bukan untuk memahaminya ?

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 ). 


Teks di atas adalah ucapan Tuhan Yesus menjelang karya penebusan terjadi ! Dia mengatakan bahwa darahnya ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosa ! Sebelumnya , jauh sebelum karya penebusan , Ia berkata bahwa kita harus mengampuni orang lain dulu baru kita diampuni oleh Bapa, ( Matius 6 : 14 - 15 ) tapi jangan lupa hanya untuk sekali itu saja . Sehingga minta ampun harus berulang-ulang karena kita berdosa berulang-ulang .  .  Jadi jelas, sebelum penebusan terjadi , pengampunan dosa itu diusahakan oleh manusia ; tetapi sekarang tidak ! Dengan tumpahnya darah Yesus , pengampunan dosa terjadi , bukan karena usaha kita atau kebaikan kita , melainkan karena darah Yesus saja !  Berlaku selamanya lagi ! Tidak perlu diulang-ulang ! Sekali untuk selamanya .

Masalah ini menjadi pelik dan menjadi perdebatan di antara para theolog ! Apakah perlu kita minta ampun dosa ataukah tidak lagi ? Yang mengacu pada Alkitab pada masa setelah penebusan terjadi , berkata bahwa meminta ampun dosa sama dengan tidak percaya bahwa pengampunan sudah terjadi !  Bagi yang mengatakan harus meminta ampun dosa , mengatakan bahwa meskipun kita percaya bahwa dosa kita sudah diampuni , namun tidak salah juga kalau kita selalu minta ampun dosa !  Bagi saya , kedua-duanya benar , asalkan kedua-duanya mempunyai pandangan yang sama bahwa pengampunan sudah terjadi sekali dan untuk selamanya ! Diucapkan atau tidak diucapkan ,, pengampunan sudah terjadi !

Tetapi secara pribadi saya tidak pernah minta ampun dosa karena saya percaya segala dosa saya sudah diampuni. Jadi kalau saya berdoa , saya mengatakan demikian :" Tuhan Yesus .. saya mengucapkan syukur terima-kasih karena Tuhan sudah mati bagi saya di kayu salib . Terima-kasih Tuhan , karena oleh darahMu , saya sudah dibenarkan, sudah dikuduskan dan sudah disempurnakan ! Saya tidak mau lagi mendengar tipuan , tuduhan dan dakwaan iblis , bahwa saya masih berdosa ! Tidak ! Saya percaya Tuhan , saya adalah orang yang sudah mendapatkan pembenaran , pengudusan dan penyempurnaan oleh karena darah Yesus . Dan itu bukan berlaku cuma sekali saja ya Tuhan , melainkan seumur hidup saya . Sehingga setiap kali saya berdosa , darah Tuhan Yesus menghapus dosa saya seketika , sehingga posisi saya sebagai orang benar , tidak tergoyangkan dan iblis kecewa !  Terima-kasih Tuhan Yesus bahwa Tuhan sudah bangkit dari antara orang mati, memberikan saya kemenangan untuk selama=lamanya ... Terima-kasih Tuhan Yesus .. Amin . "

Saudara boleh mengikuti cara berdoa saya tersebut di atas . Sungguh suatu perubahan terjadi ! Ada perasaan yang lapang di dalam dada dan tidak ada beban sama-sekali ! Kenapa ? Karena dosa kita sudah dibayar lunas di kayu salib ! Dan ada perasaan bangga , karena kita tahu iblis tidak punya kesempatan lagi untuk mendakwa kita !  Dia lari terbirit-birit karena tahu kita adalah orang benar , kudus dan sempurna di dalam Kristus !


 Konklusi :

Iblis paling suka menuduh dan mendakwa kita sebagai orang berdosa ! Ia suka menipu kita dan berbisik pada telinga kita bahwa pengampunan dosa di kayu salib itu , bohong-bohongan saja ! Ia mengintimidasi kita dan menanamkan sugesti pada pikiran kita , bahwa karya Tuhan Yesus di kayu salib gagal dan tidak ada kuasanya untuk mengampuni dosa ! Apalagi untuk selama-lamanya ! Ketika saudara membuat kekeliruan , iblis berteriak :" Nah itu ! Kamu tetap berdosa bukan ?"  Jangan terkecoh ! Kuasa darah Yesus dalam mengampuni dosa , berlaku selamanya , sampai saudara mati ! Tanamkan itu pada diri saudara dan perkatakan dengan mulutmu melalui iman ; maka iblis kecewa dan akan mundur teratur !


"Anak-anakku , hal-hal ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu jangan berbuat dosa . Namun jika seseorang berbuat dosa , kita mempunyai seorang pengantara  kepada Bapa yaitu Yesus Kristus yang adil . Dialah pendamaian untuk segala dosa kita dan bukan untuk dosa kita saja tetapi juga untuk dosa seluruh dunia ." ( 1 Yohanes 2 : 1 - 2 Terjemahan LAI 2002 )

 Perhatikan teks di atas ! Jika kita berbuat dosa , tidak perlu gelisah ! Darah Tuhan Yesus senantiasa menghapus dosa kita dalam arti Dialah pendamai bagi kita dengan Allah , sehingga kebenaran , kekudusan dan kesempurnaan Kristus tetap melekat pada kita ! Jangan beri kesempatan pada iblis untuk mengecoh kita ! Bahkan Alkitab dengan tegas berkata bahwa kita sudah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut ( Roma 8 : 2 ) . Namun Alkitab juga memperingatkan bahwa janganlah kita menyalah-gunakan kemerdekaan itu sebagai suatu kesempatan untuk berbuat dosa ( Galatia 5 : 13 ) .

Semakin anda sadar akan hal ini , semakin anda akan mencintai Tuhan Yesus ! Semakin anda mengerti kebenaran ini , semakin anda akan menjauhi dosa ! Perasaan sebagai orang yang sudah benar , membuat kita menjadi sayang kalau kebenaran kita dikotori lagi . Walaupun memang kita akan selalu dibersihkan dari kejahatan kita , tetapi secara sengaja perbuatan yang jahat  tidak akan kita kerjakan , karena sayang pada kebenaran yang sudah kita terima !


Sekarang terserah saudara ! Yang penting saudara ketahui adalah segala dosa saudara , mulai dari lahir sampai meninggal nanti , sudah diampuni ! Ini hanya terjadi setelah karya penyelamatan Kristus di kayu salib ! Jangan dicampurkan dengan ceritera-ceritera sebelum darah Yesus tumpah ! Tidak ketemu ! Saudara ucapkan dalam doa minta ampun dosa atau tidak , kenyataan ini tidak berubah , bahwa seluruh dosa kita telah diampuni ! Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )





Jumat, 10 April 2015

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN DAN KUTUK HUKUM TORAT

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pendahuluan: 


Tidak semua denominasi gereja mengajarkan dan menerapkan persepuluhan ! Salah satu contoh , Gereja terbesar di dunia , Gereja Katolik Roma tidak mewajibkan persembahan persepuluhan pada umatnya  . Persembahan suka-rela yang diutamakan ! Tapi nyatanya  ? Bukankah hampir semua Gereja Katolik Roma sangat megah ? Lihatlah , bukankah gereja ini sangat terberkati ? Lihatlah , mana ada lembaga-lembaga pendidikan sekuler (sekolah-sekolah) Katholik yang tidak mentereng ? .Masih banyak denominasi gereja yang lain , yang juga tidak menerapkan kewajiban persembahan persepuluhan , misalnya Gereja Protestan Mainstream . Mengapa mereka itu juga diberkati  ? Karena mereka bukan agama Yahudi ! Mereka adalah umat Kristiani , yang menggantungkan berkatnya bukan pada persepuluhan , melainkan pada kasih-karunia Kristus !

Sebab, semenjak kematian dan kebangkitan Kristus, keselamatan Kristiani tidak tergantung pada hukum Torat  , dan dengan demikian,  berkat-berkat  Kristiani pun  tidak tergantung pada  persembahan persepuluhan , melainkan pada kasih-karunia Kristus .saja .  Sebab jika sekiranya ada pembenaran pada hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ( Galatia 2 : 21 ) . Terus terang , kalau hanya mau diberkati saja , tidak perlu orang menjadi Kristiani  !  Tidak menjadi Kristiani pun , banyak orang menjadi kaya raya, dalam arti diberkati !

Begitu pula sejak berdirinya gereja mula-mula , dalam Kisah Para Rasul , kita melihat ajaran persepuluhan sudah tidak di utamakan ; namun bukan berarti bahwa jemaat tidak dianjurkan untuk memberi sebagai wujud kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama (band. Kisah Para Rasul 6 : 1 - 6 ; 2 Kor. 9 : 6 - 7 dll ). Bukti sekulernya pun ada ! Ajaran Torat tentang persembahan persepuluhan , baru nyata terlihat masuk ke dalam tubuh gereja adalah pada abad ke VIII Masehi ; berarti sebelumnya,  ajaran itu tidak pernah diterapkan atau minimal tidak menjadi suatu hal yang penting . Bukti Alkitabnya , di dalam surat-surat rasul Paulus , seakan-akan ia selalu mempertentangkan kasih-karunia Kristus dengan hukum Torat ! ( band. Galatia 3 : 1 - 5 )

Itupun bukan tanpa dasar, ketika rasul Paulus selalu menempatkan hukum Torat sebagai aturan yang sudah usang berada di bawah hukum Kristus . Sebab jelas-jelas juga Tuhan Yesus mengajarkan bahwa anggur   yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru , bukan di kantong yang tua ! ( Matius 9 : 17 ). Selain itu, Tuhan Yesus juga menjelaskan bahwa sekalipun hukum Torat itu kuat dan tidak bisa batal ,tetapi berhadapan dengan Injil Kerajaan Allah , hukum Torat  hanya berlaku sampai dengan zaman Yohanes Pembaptis , semenjak Injil mulai diberitakan ( Lukas 16 : 16 - 17 ) .


Apakah sebenarnya persembahan persepuluhan itu ?

Hukum Torat Yahudi terdiri dari Hukum Pidana (misalnya pembunuhan , perzinahan dll ) , Hukum Perdata ( misalnya soal ganti rugi , hutang piutang dll ) , Hukum Perang ( misalnya jarahan , tawanan dll ) dan Hukum Agama ( misalnya harus sunat , harus ibadah hari Sabtu dll ) . Sekarang , pertanyaannya , di manakah letak persembahan persepuluhan itu ? Di Hukum Pidana ? Tidak ! Di Hukum Perdata ? Tidak ! Di Hukum Perang ? Tidak ! Yang jelas , persembahan persepuluhan berada dalam ranah Hukum Agama Yahudi , satu paket dengan persembahan korban pagi , korban petang , persembahan khusus , korban penghapus salah , persembahan korban penghapus dosa , pajak bea Bait Allah ,  Hari Raya Pendamaian , ibadah hari Sabat dan lain lain sebagainya, yang terkait dengan peraturan agama Yahudi !

Sekarang pertanyaannya adalah :" Apakah Kekristenan lahir sebelum kematian dan kebangkitan Kristus , ataukah sesudahnya ? Apakah kita orang Kristiani  atau pengikut agama Yahudi ? Kalau kita penganut agama Yahudi , sudah pasti 100% tunduk pada Hukum Agama Yahudi dan tidak percaya pada karya Salib Kristus ?  Kalau kita sebagai Kristiani tunduk pada Hukum Agama Yahudi , buat apa Kristus harus mati terpaku di kayu salib ? Bukankah kita harus tunduk pada hukum Kristus ?  Bahwa adalah sangat janggal kalau orang Kristiani harus tunduk pada Hukum Agama Yahudi ! Dan itu tidak mungkin ! Tidak ada orang Kristiani yang menyediakan mesbah untuk korban bakaran di rumahnya , dan tidak ada pula Hari Raya Pendamaian (yom kippur ) bagi orang Kristiani ! Tidak ada juga korban pagi , korban petang , korban penebus salah dan korban penebus dosa yang menggunakan darah hewan . Dan juga bukan keharusan bagi orang Kristiani  untuk disunat dan beribadah pada hari Sabtu .

Di dalam hukum agama Yahudi (Torat )  terdapat 4 jenis persepuluhan , yaitu persepuluhan tahunan dari jemaat untuk perjamuan bersama orang Lewi  ( Ulangan 14 :  22 -  27 ) , persepuluhan tiga-tahunan dari jemaat untuk orang Lewi , orang asing , anak yatim dan janda-janda ( Ulangan 14 : 28 - 29 ) , persepuluhan tahunan  dari jemaat khusus kepada orang Lewi saja  sebagai persembahan khusus  ( Bilangan 18 :24 ) dan persepuluhan tahunan dari orang Lewi kepada Imam Harun sebagai persembahan khusus ( Bilangan 18 : 26 - 28 ). Jadi tidak ada persembahan persepuluhan yang bersifat bulanan !  Perhatikan teks-teks  berikut ini :

 (1) "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun " ( Ulangan 14 : 22 )

Ini adalah jenis persembahan persepuluhan tahunan ! Jika kita cermati teks di atas dengan tidak melepaskan konsteknya pada Ulangan 14 : 23 - 27,   ternyata setiap tahun orang Israel berpesta pora dengan makan minum penuh suka-cita atas hasil yang diberikan TUHAN , dari persembahan persepuluhan itu , dengan tidak melupakan orang Lewi ! Jadi intinya , setiap tahun mereka mengadakan semacam perjamuan syukuran dengan menggunakan persepuluhan dari hasil mereka ! 

(2) "Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu ; maka orang Lewi , karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau , dan orang asing , anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu , akan datang makan dan menjadi kenyang , supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu ." ( Ulangan 14 :  28 - 29 )

Ini adalah perjamuan tiga tahunan bagi bangsa Israel atas hasil yang diberikan oleh TUHAN ! Tiga tahun sekali mereka mengadakan perjamuan syukuran lagi , makan minum , dengan melibatkan semua orang , bukan hanya orang Lewi saja , tetapi juga orang asing , anak yatim dan janda-janda , juga dari persepuluhan hasil mereka  ! Dan semuanya menjadi kenyang !

(3) "...sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan  khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya ... " ( Bilangan 18 : 24 )

Ini adalah jenis persepuluhan  yang merupakan persembahan khusus , dari jemaat ke pada orang Lewi sebagai milik pusakanya   Orang Lewi adalah mereka yang bekerja sebagai pegawai tempat ibadah , yang mengurusi tempat ibadah , yang bukan Imam  (Dalam pengertian sekarang , para pengerja di Gereja, ) .

(4) "Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel . Dan yang dipersembahkan padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun . ( Bilangan 18 : 28)

Inilah adalah persembahan persepuluhan orang Lewi kepada Imam  . Ketika orang Lewi menerima persepuluhan dari jemaat Israel sebagai persembahan khusus , maka sepersepuluhnya itu harus dipersembahkan kepada Imam  .  Jadi sebagai seorang Imam , Imam tidak pernah menerima persembahan persepuluhan dari jemaat ! ( Jikalau boleh diartikan dalam pengertian sekarang , tidak ada  persepuluhan jemaat itu langsung untuk Gembala atau Pendeta suatu Gereja , melainkan untuk para pengerjanya ! Kemudian para pengerja memberikan persepuluhan kepada Gembala atau Pendeta setempat ) Jadi jika dibuat bagan mengenai persembahan persepuluhan, pembagiannya sebagai berikut :

(1) persembahan persepuluhan dari jemaat , yang dipakai untuk mengadakan perjamuan syukur , bersama orang Lewi , yang bukan Imam., setahun sekali.
(2) persembahan persepuluhan dari jemaat , yang dipakai untuk mengadakan perjamuan syukuran , bersama orang Lewi, orang asing , anak yatim dan janda-janda ; tiga tahun sekali .
(3) persembahan persepuluhan dari jemaat , yang diberikan kepada orang-orang Lewi , yang bukan Imam.
(4) persembahan persepuluhan dari orang-orang Lewi , yang diberikan kepada Imam .

 Di dalam Maleakhi 3 : 10 , persembahan persepuluhan itu , langsung di bawa ke rumah perbendaharaan ,supaya di rumah TUHAN selalu ada makanan . Ini berarti , jenis persepuluhan yang dipersembahkan adalah jenis yang ketiga , yaitu persembahan khusus untuk orang Lewi yang bekerja di rumah Tuhan , termasuk juga jenis yang ke empat , karena persepuluhan yang diterima orang Lewi, sepersepuluhnya harus diberikan kepada Imam .  Perhatikan dan simak teks berikut ini :

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu  dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam , apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan ." ( Maleakhi 3 : 10 )

Membaca tesk harus melibatkan konstek , baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauh ! Harus juga digunakan eksegese , supaya tidak terjadi eisegesis ( menafsirkan teks dengan semaunya sendiri ) .Kapankah Kitab Maleakhi ditulis ? Kitab ini ditulis pada masa paska pembuangan di Babilonia , ketika orang orang Yahudi pulang untuk membangun kembali kota Yerusalem dan Bait Allah !  Penulisan kitab ini diperkirakan antara tahun 514 - 456 SM , di mana Maleakhi hidup sezaman dengan nabi Hagai !  Apakah yang menyebabkan Maleakhi menegur masalah persepuluhan yang harus di bawa ke rumah perbendaharan, seluruhnya  ?

Pada waktu itu pembangunan Bait Allah terbengkalai !( Ezra 4 : 24 ) . Hal itu disebabkan oleh perlawanan dari orang luar dan keengganan orang Yahudi sendiri ( Ezra 4 : 4 - 5 dan Hagai 1 : 2 ) . Orang Yahudi sibuk dengan urusannya sendiri , tidak memperhatikan pembangunan Bait Allah  ( Hagai 1 : 4 dan 9.b ) Tanah Israel sendiri mengalami kekeringan , menjadi tandus dan tidak menghasilkan banyak panen ( Hagai 1 : 6 , 9 - 11 ) Pada saat seperti itu jelas , pembangunan Bait Allah membutuhkan dana , yang zaman dahulu tentulah hasil ladang dan binatang ternak yang bisa diuangkan !

Namun orang Yehuda tidak jujur dalam memberikan persepuluhan, di mana mereka menipu dalam hal  jumlah ( band. Maleakhi 3 : 8 - 9 ; Hagai 2 : 14 - 16 ) . Itulah sebabnya  dalam teks Maleakhi 3 : 10 di atas terdapat kata "seluruh " , dalam arti harus seluruh persembahan persepuluhan yang di bawa ke rumah perbendaraan , yang akan diurus oleh bendahara ? Tidak boleh kalau tidak seluruh ! Siapakah mereka pengurus rumah TUHAN ? Tentunya orang-orang Lewi !

Jika seluruh persembahan persepuluhan itu di bawa ke rumah perbendaraan  , TUHAN berjanji akan membuka tingkap-tingkap langit , dalam arti akan menurunkan hujan agar tanah Israel yang selama ini kekeringan , tidak kekeringan lagi dan bisa menghasilkan panen yang melimpah !  Bahkan kutuk pada Ulangan 28 : 38 - 39 , mengenai belalang yang akan melalap habis tanaman mereka dan pohon anggur yang tidak berbuah pun, ditiadakanNya ( band. Maleakhi  3 : 11 ) .Namun terkait dengan apa yang kita bicarakan di atas , jelas nampak bahwa tujuan persembahan persepuluhan adalah untuk mengingatkan kita , bahwa di dalam berkat yang kita terima dari Tuhan , ada bagian orang lain di dalamnya !


Apakah ada ajaran persepuluhan pada Perjanjian Baru ?

Jawaban pertanyaan di atas adalah tidak ada !  Kenapa ? Karena persepuluhan itu bagian dari hukum Torat , dan hukum Torat identik dengan kutukan , seperti kata rasul Paulus bahwa hukum Torat itu merupakan kuasa dosa ( 1 Korintus 15 : 56 ) . Karena Tuhan Yesus sudah menggenapi semuanya itu di kayu salib bagi kita , maka  kutuk hukum Torat sudah dicabut di kayu salib ( Galatia 3 : 13 ) . Ketika Tuhan Yesus berbicara mengenai koin mata uang Romawi yang bergambar Kaisar , ia sedang tidak berbicara persepuluhan ! Jangan lupa , ketika Ia berbicara itu , darahNya belum tumpah di kayu salib , dan orang-orang sekitarnya masih tunduk pada hukum Torat !

"Lalu kata Yesus kepada mereka :" Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar ,dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah " ( Matius 22 : 21 )

Teks di atas sering disalah-gunakan dengan mengatakan bahwa arti teks di atas adalah Tuhan Yesus mengajarkan persepuluhan ! Pada hal bukan itu maksudNya . Membaca teks harus melibatkan konstek ! Jika kita lihat konsteknya pada ayat sebelumnya ( 15 - 17 ) jelas sekali konstek pembicaraan adalah ":masalah pajak " , bukan masalah persepuluhan ! Jadi maksud Yesus adalah sebagai warga dunia kita harus membayar pajak pada negara dan sebagai warga agama Yahudi yang tunduk pada  ketentuan hukum Torat , mereka harus membayar pajak pada Bait Allah, sebagaimana juga Yesus membayar pajak pada Bait Allah  !( Band. Matius 17 : 24 - 27 ) . Jadi jangan disamakan pajak Bait Allah dengan persepuluhan, meskipun kedua-duanya berasal dari hukum Torat . Perhatikan juga teks Alkitab berikut ini :


"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Torat dan orang-orang Farisi , hai kamu  orang-orang yang munafik, sebab kamu memberi persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan , tetapi yang terpenting dalam hukum Torat kamu abaikan yaitu keadilan dan belas-kasihan dan kesetiaan .  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan ." ( Matius 23 : 23 )

Teks di atas inipun sering disalah-artikan oleh orang untuk mengatakan bahwa Tuhan Yesus sedang mengajarkan tentang persepuluhan . Pada hal bukan demikian maksudNya ! Teks di atas ditujukan pada siapa ? Teks tersebut ditujukan pada ahli Torat yang tunduk pada hukum Torat ! Kalau hukum Torat memerintahkan persepuluhan , mereka melakukannya . Tetapi kalau salah satu hukum Torat tidak dilakukan , terkutuklah mereka ( Ulangan 27 : 26 bandingkan dengan Galatia 3 : 10 ) .  Jadi teks di atas bukan berarti Tuhan Yesus mengajarkan kita memberikan persepuluhan , melainkan Ia sedang menegur ahli-ahli Torat yang salah menerapkan hukum Torat ! Mengapa demikian ?  Karena melakukan hukum Torat tidak boleh sepenggal-sepenggal , melainkan harus lengkap secara keseluruhan , yang jumlahnya 613 mitsvot (aturan). Kalau tidak ? Terkutuk ! Itulah yang dimaksud dengan kalimat "Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan di abaikan " (band. Yakobus 2 : 10 )

Namun sekalipun kita sebagai orang Kristiani yang tidak terikat lagi pada hukum Torat , bukan berarti kita tidak suka memberi ! Sebab dalam hukum kasih Kristus , mengasihi sesama manusia itu mencakup makna suka memberi , berkemurahan dan lain lain yang baik !  Sebagai contoh  dalam bagian khotbah di bukit , Tuhan Yesus mengatakan :

"Berilah kepada orang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang meminjam dari kamu ." ( Matius 5 : 42 )

Dari seluruh ajaran Tuhan Yesus ketika berkhotbah di atas bukit ,mulai dari Matius pasal 5 hingga Matius pasal 7 yang semuanya berjumlah 110 ayat ,  tidak satupun Ia menyinggung perkara persembahan persepuluhan ! Bahkan secara implisit , dengan maksud menjelaskan bahwa persembahan itu bukan lagi penting seperti pada zaman Torat , dengan mengadopsi teks Hosea 6 : 6 , Tuhan Yesus mengatakan :


"Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini :" Yang Kukehendaki  ialah belas kasihan  dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar ,  melainkan orang berdosa ." ( Matius 9 : 13 ) 

Apakah maksud Tuhan Yesus berucap seperti itu ? Ia sedang berbicara tentang kasih-karunia , tentang pengampunan manusia yang berdosa . Itulah sebabnya , sekalipun hukum Torat itu kuat dan tidak bisa batal sebelum semuanya terjadi ( Matius 5 :18 ) ;  namun Tuhan Yesus berkata bahwa berlakunya hukum Torat dan kitab para nabi itu  , hanya sampai zaman Yohanes Pembaptis saja , semenjak Kabar Baik mulai diberitakan ! (Lukas 16 : 16 - 17 ). Jadi sesudah semuanya terjadi , yakni  penggenapannya  di kayu salib  , hukum Torat sebagai hukum agama Yahudi , dikesampingkan ! Perhatikan teks Alkitab berikut :

"..sebab dengan kematianNya  sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Torat dengan segala perintah dan ketentuannya , untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya (maksudnya : Yahudi Kristiani dan non-Yahudi Kristiani : penulis ) dan dengan itu mengadakan damai sejahtera ... " ( Efesus 2 : 15 )

Perhatikan teks di atas ! Dengan kematian Kristus , Dia telah membatalkan hukum Torat dengan segala perintah dan ketentuannya ! Perintah dan ketentuan hukum Torat yang mana yang dibatalkan ? Bukankah perintah :"Jangan membunuh ! , tetap ! Jangan menerima suap , tetap ! Jangan menerima gadai seorang janda, tetap ! Jangan membenci saudaramu , tetap ! Jangan menganiaya orang miskin , tetap ! Kasihilah sesamamu manusia , tetap ! Kasihilah TUHAN, Allahmu , tetap ! Jangan mencuri , tetap ! Dan banyak lagi yang lain ! Kalau begitu , bagian mana dari hukum Torat yang dibatalkan ? Sudah barang tentu bagian bagian dari Hukum Agama Yahudi , supaya "keduanya menjadi satu manusia baru di dalam Kristus" , yaitu orang Yahudi dan non Yahudi yang sudah sama-sama menjadi Kristiani ! (pelajari konsteknya dari ayat 11 sampai 22 ).


Apakah kutuk hukum Torat masih berlaku dalam hukum Kristus ?

 Ada  sebuah adagium hukum yang berbunyi : Lex superiori derogate legi inferiori . Artinya hukum yang lebih tinggi , mengesampingkan hukum yang lebih rendah ! Adagium hukum yang lain : Lex posteriori derogate legi priori ; artinya hukum yang baru , mengesampingkan hukum yang lama !  Ada pula yang lain : Lex specialis derogate legi generalis , artinya hukum yang khusus , mengesampingkan hukum yang umum .Ketiga adagium itu berlaku untuk hukum Kristus , yakni kasih karunia ! Hukum Kristus lebih tinggi dari hukum Torat , dan sebagai hukum yang baru ia mengesampingkan hukum Torat dan hukum Kristus bersifat khusus terhadap hukum Torat yang umum .

"Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Torat . Kamu lepas dari Kristus , jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Torat , kamu hidup di luar anugerah ." ( Galatia 5 : 3 - 4 ).

Dahulu , menurut hukum Torat , kita harus di sunat dan mengikuti seluruh aturan hukum Torat ; termasuk persembahan korban-korban pagi dan petang , korban penebus salah , korban penebus dosa dan Hari Raya Pendamaian , termasuk persembahan pajak Bait Allah , persembahan persepuluhan dan lain-lain ; supaya memperoleh pembenaran  dari Allah !  Itu dulu ! Sekarang pembenaran datang lewat kasih-karunia ketika karya penyelamatan Kristus di kayu salib sudah selesai , , gratis dan cuma-cuma , asal percaya saja !

"Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan . Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata :Amin! " ( Ulangan 27 : 26 )
"Kristus telah menebus kita dari  kutuk hukum Torat  dengan jalan menjadi kutuk karena kita , sebab ada tertulis " Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib ." ( Galatia 3 : 13 )

Dahulu jikalau kita tidak taat pada hukum Torat secara kontinyu dan menyeluruh , kita dikutuk ! Tidak ibadah hari Sabtu di kutuk ! Tidak memberikan pajak Bait Alah dikutuk ! Tidak memberikan persembahan persepuluhan , dikutuk ! ( band. Ulangan 28 : 38 - 39 dengan Maleakhi 3 : 11 ) . Sedikit-sedikit dikutuk !  Akan tetapi sekarang , kutuk hukum Torat sudah dicabut oleh Kristus ; tidak berlaku lagi bagi kita ! Ini bukan kata saya ! ini kata Alkitab !  Jadi sangat lucu rasanya jika mendengar seorang pendeta mengancam-ancam jemaatnya dengan kutuk hukum Torat jika tidak memberikan persepuluhan kepada gerejanya ! Kenapa lucu ? Bukankah kutuk hukum Torat sudah dicabut !?  Bahkan dipakukan di kayu salib !? ( Kolose 2 : 13 - 14 ) .


"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu , jika engkau mendengarkan suara TUHAN , Allahmu .": ( Ulangan 28 : 2 )
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya , maka  semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ( Matius 6 : 33 )

Kalau membaca teks , jangan lepaskan konstek ! Dahulu , sebelum darah Yesus tumpah di kayu salib , kalau ingin diberkati harus tunduk pada seluruh hukum Torat dan melakukannya ! Jika tidak ? Dikutuk ! Fakta historis dan empiris telah membuktikannya, betapa akhirnya orang Israel hidup dalam diaspora ( terkutuk dan terserak kemana-mana ) .  Tetapi sekarang , di bawah hukum Kristus , di bawah kasih karunia , setiap orang yang berada dalam Kristus , pasti diberkati dan tidak ada ancaman kutukan-kutukan ! ( istilah Kerajaan Allah dan kebenaranNya , mengacu pada pribadi Kristus )


Nah  , kita yang bodoh sering-kali ditipu iblis ! Kalau kita jatuh sakit , kita bilang :" Aduh ! Aku berdosa ! Aku dikutuk ! " Kalau kita sulit mendapat pekerjaan , kita bilang :" Kenapa ya ? Jangan-jangan aku banyak dosa ?" . Kalau kita mengalami kesulitan , kita bertanya :" Mungkin aku bersalah ya ? " Kalau kita tidak memberikan persepuluhan , lalu kita mengalami kerugian bisnis , kita bertanya :" Wah ! Berkatku hilang ! Apakah karena lupa tidak kasih persepuluhan ya ? " Lalu dengan nyaring iblis menjawab :" Ya ! Kamu berdosa makanya Tuhan mengutuk kamu ! " Dan iblis gembira karena kita bisa ditipu .

Saudara saudaraku ! Itu semua tipuan Iblis ! Kristus sudah menghapus dosa kita bukan sekali itu saja , tetapi selama-lamanya ( Ibrani 10 : 10 ) Kristus juga sudah mencabut kutuk hukum Torat yang merupakan kuasa dosa ( 1 Korintus 15 : 56 )  !  Jangan mau ditipu Iblis ! .Kita sudah diselamatkan dan di dalam keselamatan itu terdapat berkat jasmani ! Sekali lagi dikatakan , kalau cuma mau diberkati , orang tidak perlu menjadi Kristiani ! Tidak Kristiani pun banyak yang diberkati !

Konklusi :

Esensi memberi itu sangat baik ! Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk suka memberi ! Tetapi janganlah memberi itu kita lakukan karena tekanan hukum Torat ! Memberilah karena kasih karunia Kristus, karena dorongan dari dalam , bukan karena tekanan hukum ! Jadi jangan terpaku pada suatu aturan yang mengharuskan menjadi suatu kewajiban ! Memberilah karena saudara "mau dan ingin " memberi , dan bukan karena "harus dan terpaksa " memberi ! Di dalam kasih karunia , kita melakukan kebaikan-kebaikan bukan untuk mencari keselamatan , melainkan karena sudah diselamatkan !


Demikian pula di dalam kasih karunia , kita memberi bukan supaya kita diberkati , melainkan karena sudah diberkati ! Paradigma seperti ini harus ditanamkan kepada jemaat Kristiani ! Sebab seluruh kebaikan yang kita lakukan bukan dengan mengharap pamrih . Mengapa demikian ? Pamrih apa ? Bukankah semua sudah kita terima ? Pamrih adalah sesuatu yang kita harapkan tetapi belum kita terima !

"Perhatikanlah ini : Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga . Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya. Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan , sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka-cita . " ( 2 Korintus 9 :6-7) 

Teks di atas bukan berbicara mengenai nominal pemberian , melainkan seberapa besar kerelaan hati kita dalam memberi , bukan karena terpaksa dan harus , melainkan karena "mau dan ingin" memberi ! Sekali lagi bukan nominalnya yang diperhitungkan , tetapi ketulusan hati . Jadi kalau memberi dengan sedikit kerelaan hati  , itu namanya memberi sedikit . Tetapi jikalau memberi dengan segenap kerelaan hati , itu namanya memberi banyak !  Marilah kita rajin memberi dengan sukacita karena mau dan ingin , sebagai bagian dari kasih .!


Kalau saudara bertanya :" Bolehkah saya memberi persepuluhan ? " Silahkan ! Itu baik ! Bukankah esensi memberi itu sangat baik ? Lakukanlah tetapi jangan dengan mengharap untuk diberkati , melainkan karena sudah diberkati . Lakukanlah tetapi jangan berdasarkan kewajiban karena tuntutan hukum Torat , melainkan karena "mau dan ingin " berdasarkan kasih karunia Kristus . Sebab keselamatan dan berkat kita tidak tergantung pada persembahan persepuluhan , melainkan pada kasih karunia Kristus . Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan siapapun dan golongan manapun ! Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )


Jumat, 03 April 2015

KUTUK SUDAH DICABUT DI SALIB KRISTUS !

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Masa berlakunya kutuk :


Kutuk hanya berlaku pada periode sebelum penyaliban Tuhan Yesus ! Tatkala Tuhan memberikan hukumnya kepada orang Israel lewat Musa , hukum tersebut terdiri dari Sepuluh Firman  ( aseret hadevarim , Ibrani, dekalogoi ,Yunani ; ten commandement , Inggris  ) dan ratusan aturan yang disebut Torat ( tora , Ibrani, nomos , Yunani ; law , Inggris  ) . Profesor Gordon Fee dalam bukunya "Hermenutik" mengatakan bahwa terdapat lebih dari 600 aturan yang harus dilakukan oleh orang Israel .  Dan begitu amat berat bagi bangsa itu untuk mentaatinya , karena begitu banyak aturan yang harus dikerjakan dengan perbuatan , baik perbuatan vertikal (terhadap Tuhan ) maupun perbuatan horisontal.( terhadap sesama manusia )  Pehatikan teks Alkitab berikut ini :

"Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata : Amin !." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas diakomodir oleh rasul Paulus untuk mengingatkan orang-orang Kristen di Galatia , berhubung orang-orang Galatia terpengaruh ajaran hukum Torat Yahudi yang membuat mereka perlu dinasehati , setelah menerima berita Injil . Berikut kutipannya :

"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat , berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis:" Terkutuklah  orang yang tidak  setia melakukan segala sesuatu  yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Jika seandainya aturan hukum tersebut hanya terdiri dari sepuluh atau tiga puluh aturan , barangkali manusia masih mampu mengerjakannya seluruhnya ! Tetapi ini , lebih dari 600 aturan harus ditaati dan dilakukan secara konkrit  ! Tidak ada seorangpun yang mampu ! Bukti empiris dan historis , seluruh bangsa Israel tidak ada yang mampu , dalam arti selalu saja ada salahnya ! Padahal , satu saja salah , pasti jatuh dalam kutuk ! Bandingkan dengan Yakobus 2 : 10 .

Meskipun ajaran korban pagi dan korban petang , korban penghapus salah dan korban penghapus dosa serta adanya Hari Raya Pendamaian , merupakan bagian dari hukum Torat ,  tetap saja manusia berada di bawah kutuk hukum Torat oleh karena selalu tidak sanggup melakukan "segala apa yang tertulis " !  Saudara tentu bertanya mengapa Tuhan memberikan aturan yang Dia sendiri mengetahui bahwa manusia tidak akan mampu menjalankannya ?  Rasul Paulus menjawab sebagai berikut :

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas-kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 2002 )

Jadi semuanya , tujuannya adalah hanya untuk kemuliaan Allah ! Di mana manusia tidak bisa taat sepenuhnya , maka manusia membutuhkan pengampunan dan di sinilah Tuhan menunjukkan belas-kasihanNya dalam mengampuni manusia .  Pada zaman Torat , pengampunan itu diperoleh lewat korban-korban darah hewan yang tak bercacat-cela , dan setahun sekali melalui Hari Raya Pendamaian .  Persembahan korban-korban seperti itu terus dilakukan secara terus-menerus selama mereka berada di bawah hukum Torat , karena setiap korban hanya mengampuni dosa untuk sekali itu saja, dan tidak untuk selamanya . 

Sementara itu , mereka selalu berada di bawah ancaman kutuk hukum Torat yang mengerikan itu ! Setiap kali salah , bikin korban pengampunan ! Salah lagi , bikin lagi korban penghapus salah ! Dosa lagi, bikin korban penghapus dosa ! Terus menerus seperti itu ,  dan terus menerus hidup di bawah ancaman kutuk ! Tidak tanggung-tanggung , bahwa jenis-jenis kutuk itupun tertulis dengan jelas dan tegas di dalam aturan hukum Torat . Jikalau kita membaca Imamat 26 : 14 - 46 dan Ulangan 28 : 15 - 46 , terdapat banyak jenis kutuk yang tertulis di dalamnya .  Semuanya akibat salah dan  dosa manusia .

Jenis-jenis kutuk itu antara lain adalah : kutuk sakit penyakit ( Imamat 26 : 16 ; Ulangan 28 : 21 - 22  dan 35 ) , kutuk kegagalan dan kemiskinan ( Imamat 26 : 16 , 20 dan 26 ;  Ulangan 28 : 17 - 18 , 38 - 40 ) ; kutuk kelaparan , kemalangan dan kesialan ( Imamat 26 , : 17 , 22 , 29  ; Ulangan 28 : 25 ,28 , 29 , 31 ) , kutuk malapetaka dan bencana ( Imamat 26 : 30 - 31 ; Ulangan 28 : 33 - 35  ) dan kutuk tidak pernah jadi kepala tetapi jadi ekor ( Ulangan 28 :  44 ) dan lain-lainnya , yang semuanya terjadi karena dosa di mana mereka tidak dapat melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya . ( Imamat 26 : 14 dan Ulangan 28 : 15 ).

Itulah segala kutuk yang mengancam manusia , jika tidak dengan setia melakukan , bukan sebagian , melainkan segala sesuatu , seluruhnya , yang sudah merupakan perintah dan ketetapanNya sesuai dengan aturan hukum Torat ! Dan itu hanya  berlaku bagi setiap orang yang berada di bawah hukum Torat !


Masa dicabutnya kutuk hukum Torat :

Orang Israel mempunyai kepercayaan yang berasal dari aturan hukum Torat , bahwa setiap orang yang dihukum mati dengan cara digantung pada tiang kayu ( ets , Ibrani ) adalah lambang kutuk ! Artinya di hadapan Allah , orang mati yang tergantung di sebuah tiang kayu , adalah terkutuk .

"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati , lalu ia dihukum mati kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang , maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga , sebab  seorang yang digantung terkutuk oleh Allah ....." ( Ulangan 21 : 22 - 23 Terjemahan LAI 1987 )

 Jadi ketika pada hari Raya Pentakosta Petrus berkhotbah di hadapan masa Yahudi di Yerusalem  , dia menyinggung masalah Yesus tersalib dan tergantung di kayu salib , maka semua orang Yahudi memahami maksud perkataan itu karena di dalam budaya dan kepercayaan mereka , orang yang tergantung pada tiang kayu , adalah terkutuk di hadapan Allah !  Perhatikan khotbah Petrus di bawah ini :

"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya ,  telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka . Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, sebab tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu " ( Kisah Para Rasul  2 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Andaikata yang tergantung pada tiang kayu itu manusia biasa seperti kita , itu karena kesalahan kita sendiri dan sama sekali tidak mempunyai pengaruh apa-apa kepada manusia lain ! Orang itu terkutuk ! Cuma begitu saja tanpa ada efeknya pada kita . Akan tetapi masalahnya menjadi berbeda , jikalau yang tergantung pada kayu itu adalah Yesus  sendiri , menurut kemauannya sendiri , menggenapi nubuatan para nabi  dan bukan merupakan tragedi manusia ! Yang digantung pada kayu salib adalah Firman yang telah menjadi manusia , atau Tuhan itu sendiri ( lihat Yohanes 1 :  1 dan ayat 14 ) .  Perhatikan ucapan Yesus , beberapa jam sebelum Dia digantung pada kayu salib :

"Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan ! Di dalam hukum Torat , akibat dosa adalah kutuk ! Dan Yesus mengatakan darahNya akan ditumpahkan untuk pengampunan dosa ! Ini berarti bahwa di atas kayu salib , Ia akan mencabut segala kutuk , karena dosa akan dihapuskan oleh darahNya ! Mengapa demikian ? Sebab Ia adalah Tuhan , dan hanya Tuhan yang berkuasa mengampuni dosa dan mencabut kutuk , dengan menjadikan diriNya berdosa dan kutuk , supaya di dalam Dia kita dibenarkan dan merdeka dari kutuk hukum Torat !

Orang yang tidak mengerti akan menyanggah :" Mengapa Tuhan harus mengorbankan diriNya sendiri untuk mengampuni dosa ? Bukankah cukup Dia berkata :" Hai manusia , dosamu sudah Aku ampuni ! Kan beres sudah ! Ngapain repot repot ? Bukankah Dia Tuhan ? "  Sanggahan seperti ini menghilangkan natur Tuhan , bahwa Ia tidak dapat berbohong ! Sebab Ia sudah berfirman bahwa upah dosa adalah kematian atau maut ! ( bandingkan dengan Kejadian 2 : 16 - 17 dan Roma 6 : 23 ).

Maka akibat dosa , manusia harus mati ! Dalam arti mati kekal ! Dalam arti maut kekal ! Dan siapakah yang dapat menghapus maut kekal itu kalau bukan Tuhan sendiri ? Maka Ia melakukanNya di kayu salib dengan tidak melanggar naturNya  sebagai Tuhan yang tidak dapat berbohong ! Ia menjadikan dirinya berdosa dan mati sebagai akibat dosa itu !  Jadi kematian Kristus di atas kayu salib itu adalah suatu keniscayaan yang harus terjadi , sebagaimana nubuatan  nabi  Deutero Yesaya sebelum peristiwa itu terjadi .

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan . Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAi 1987 )

Teks Yesaya pasal 53 adalah ayat Mesianik , artinya perkataan nubuat untuk Yesus , mengenai karya penyelamatanNya di kayu salib yang 100% adalah kehendak TUHAN  untuk membayar harga dosa manusia yang berarti juga mencabut semua kutuk hukum Torat . Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :

"Kristus telah menebus kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk bagi kita . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )

Dengan kematian Kristus di kayu salib , bagi orang Kristen yang hidup di bawah kasih karunia , kutuk apapun sudah tidak ada lagi, meskipun kita tidak mampu untuk melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya !  . Namun , terus terang saya harus berkata , jika saudara menempatkan diri di bawah hukum Torat , anda masih berada di bawah kutuk karena mana mungkin saudara mampu mengerjakan seluruh perintah dan ketetapanNya  ! ( Galatia 3 : 10 - 11  ).


Apakah benar Yesus mati di kayu salib ?

Jikalau ternyata Yesus tidak pernah mati di kayu salib , sudah barang tentu Kekristenan didasarkan pada kebohongan besar ! Banyak tulisan maupun pendapat dari beberapa golongan yang menyatakan Yesus tidak pernah disalibkan ,  dengan berbagai teori , tetapi tanpa bukti bahkan bertentangan secara historis !  Tetapi setelah melalui penelitian yang seksama dari sejarah dan arkeologi , banyak pakar yang tadinya skeptis , sekarang menjadi percaya bahwa penyaliban Yesus itu nyata terjadi  !

Ada banyak bukti yang mendukung kebenaran bahwa Yesus memang mati di atas kayu salib , baik bukti dari Alkitab maupun bukti dari sejarah sekuler dan kitab-kitab apokrif .serta penemuan arkelogi .  Jadi saudara jangan percaya pada bualan siapapun yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib , sebab pandangan mereka  tanpa bukti akurat bahkan melawan sejarah . Hukum logika dasar mengatakan bahwa  suatu pernyataan , konsekuensinya adalah pemberian bukti yang akurat , dalam hal ini sudah barang tentu bukti historis dan arkeologis ! Sedangkan bukti bahwa Yesus benar-benar disalibkan , bertebaran dalam banyak bukti sejarah , baik dari keempat Injil Kanonik maupun dari tulisan sejarah dari pihak non Kristen dan  kitab-kitab apokrif . serta  penemuan arkeologi . Inilah bukti bukti tersebut :

1). Keempat Injil Kanonik , yaitu Injil Matius , Injil Markus , Injil Lukas dan Injil Yohanes mencatat ke matian Kristus di atas kayu salib , Jangan lupa , Matius dan Yohanes adalah saksi mata  dari peristiwa itu , sementara Markus dan Lukas adalah sahabat sekaligus murid dari Petrus dan Paulus .  .

2) Tulisan sejarahwan pada abad Pertama dan Kedua Masehi , yang nota-bene bukan orang Kristen menguatkan bukti bahwa Yesus mati di atas kayu salib .  Mereka adalah Flavius Josephus , Cornelius Tacitus , Lucianus dari Samosata , Mara Bar Sarapion , Suetonius  , Plinius Muda dan lain-lain . Mereka itu semua mencatat tentang Kristus yang disalibkan oleh Pontius Pilatus pada masa Kekasiran Romawi, Tiberius . Mereka ini bukan orang Kristen dan tidak punya kepentingan dengan Kekristenan , selain hanya mencatat suatu kejadian sebagai tugas dari seorang sejarahwan .

3) Kitab kitab apokrif seperti yang mengatas-namakan Petrus, Nikodemus , Philipus , dan yang disebut sebagai Injil Ebionit , Injil Masa kanak-kanak Yesus , bahkan yang mengatas-namakan Yudas Iskariot  dan lain-lain , yang bertujuan untuk menyerang  Kekristenan , ternyata juga mencatat tentang kematian Kristus di atas kayu salib. Demikian pula Surat Barnabas dan yang disebut Injil Kebenaran , semuanya mencatat tentang penyaliban Yesus .

4) Bukti arkelogis yang sejalan dengan historis , misalnya penemuan bekas makam Kristus , penemuan pemakaian paku besar untuk orang yang disalib pada zaman Kristus , dan penemuan inkripsi Pilatus "The Pilate incription "  yang menyatakan bahwa Yesus mati di kayu salib atas perintah Pilatus . Penemuan ini cocok dengan sejarah yang ditulis baik oleh Flavius Josephus maupun Carnelius Tacistus dan lain-lain .

Dari keempat bukti di atas , bukti yang paling akurat secara ilmiah  adalah bukti nomor 2 dan nomor 4 , sebab merupakan bukti historis dan arkeologis ! Dengan adanya bukti bukti kuno tersebut , nyatalah bahwa iman Kristiani pada kematian Kristus di kayu salib ,  bukanlah mitos , bukan juga iman yang buta , sebab apa yang menjadi inti iman Kristiani tentang penyaliban Kristus itu adalah iman yang berdasarkan fakta yang historis! Bukan dongeng , bukan legenda dan bukan mitos ! Sebab dongeng , legenda atau mitos tidak pernah secara nyata terjadi di muka bumi ! Tetapi kematian Kristus di kayu salib nyata terjadi di muka bumi , disaksikan banyak orang dan dicatat dalam sejarah !




Kutuk hukum Torat sudah tidak berlaku :

Pada hari Jumat siang , pada bulan Nisan , kira-kira pada tahun 30 M , pada masa Tiberius menjadi Kaisar Romawi, atas prakarsa Dewan Sanhedrin dan orang orang Yahudi   , prokurator Romawi yang bertugas di tanah Yudea  , Pontius Pilatus , memerintahkan  penghukuman mati untuk Yesus di kayu salib . Pada hari itu bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi , yaitu peringatan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir .  Tanda-tanda yang dahsyat terjadi pada hari itu , ketika Tuhan Yesus tergantung di atas kayu salib dengan seluruh tubuhNya berlumuran darah .

Mulai dari jam dua belas siang hingga jam tiga petang , kegelapan meliputi seluruh bumi ( Matius 27 : 45 ; Markus 15 : 33  ; Lukas 23 : 44 ). Tirai Bait Suci ( yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus ) terkoyak menjadi dua , dari atas sampai ke bawah ( Matius 27 : 51 ;  Markus 15 : 38 ; Lukas 23 : 45  ) . Terjadi gempa bumi dan kuburan-kuburan terbuka ( Matius 27 : 51 - 52 ). Sungguh kejadian yang luar biasa , sehingga kepala pasukan dan prajurit prajurit Romawi menjadi sangat ketakutan ! ( Matius 27 : 54 ; bandingkan dengan Markus 15 : 39  ; Lukas 23 : 47 )

Ketika Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ? " ( Allahku, Allahku , mengapa Engkau meninggalkan Aku?), pada saat itulah hadirat Allah meninggalkan kemanusianNya supaya hadirat Allah bersama kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan keilahianNya berpindah kepada kita , sementara segala dosa dan kutuk yang seharusnya kita terima , berpindah kepadaNya ! Inilah pertukaran Ilahi ! Inilah subtitusi ; dimana Yesus masuk ke dalam dimensi kutuk dan dosa , sementara kita masuk ke dalam dimensi berkat dan pembenaran .

Dan sesaat  sebelum menyerahkan nyawaNya , Yesus berkata :" Sudah selesai " ( Tetelestai, Yunani ) . Selesailah sudah karya penyelamatanNya di kayu salib ! Sempurnalah sudah !  Maka sejak itu , dosa tidak berkuasa lagi atas kita orang percaya dan kutuk hukum Toratpun sudah tidak berlaku bagi kita yang hidup di bawah kasih karunia .  Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :

"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah , telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia , sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita , dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 13 - 14 Terjemahan LAI 2002 )

Dahulu kita mati dalam dosa  dan juga bukan bagian dari umat pilihan ! Tetapi setelah penebusan di kayu salib , kita dihidupkan dan tidak mati lagi . Seluruh hutang dosa dan kutukan dalam hukum Torat yang sifatnya mendakwa dan mengancam , dihapus oleh darah Yesus ! Semua dosa dan kutuk itu ditiadakan oleh Kristus di kayu salib .  Maka seluruh kutuk yang tertulis dalam hukum Torat , yang tertera pada Kitab Imamat 26 dan Ulangan 28 , sudah tidak berlaku lagi bagi kita !


Jadi , kalau saudara mendengar suatu khotbah dari seorang pembicara , yang isinya masih mendakwa dan mengancam-ancam dengan kutukan hukum Torat ,  saya tidak mengerti , apakah pembicara itu lupa bahwa kutuk hukum Torat sudah dicabut oleh Kristus di kayu salib ?  Yang penting , perkataan seperti itu jangan didengarkan , melainkan peganglah apa yang dikatakan oleh firman Tuhan dalam Alkitab , yaitu bahwa kutuk hukum Torat sudah ditebus oleh Kristus dan memakukannya pada kayu salib !


Konklusi :

Saudara dan saya sudah dimerdekakan , baik dari hukum dosa maupun hukum maut ! ( Roma 8 : 2 ).  Sengat maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah hukum Torat ( 1 Korintus 15 : 56 ).  Maut tidak berkuasa lagi atas kita , karena kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup ( Yohanes 5 : 24 ).  Kuasa dosa yang adalah hukum Torat juga sudah tidak mempunyai taring lagi , karena :

"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu ,  karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih-karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAi 1987 )

Teks di atas menyatakan bahwa kita yang hidup di bawah kasih karunia Kristus , sudah tidak hidup lagi di bawah hukum Torat ! Ini berarti bahwa kita sudah merdeka dari kutuk dosa  yang begitu banyak mendakwa dan mengancam hidup kita ! Kita sudah berpindah dari dimensi kutuk dan dosa ke dalam dimensi berkat dan pembenaran !  Itulah sebabnya , berkaitan dengan penghapusan dosa dan kutuk , Tuhan Yesus berkata :


"Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes , dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAi 2002 )

Lihatlah ! Dalam bahasa figuratif paradok , Tuhan Yesus membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia. Hukum Torat begitu kuat dan satu titikpun tidak bisa batal ! Akan tetapi berhadapan dengan kasih karunia sebagai hukum Kristus , hukum Torat sudah tidak berlaku lagi  ; hanya berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis  ; bukan dalam masalah etika , moral dan cara hidup yang baik , melainkan dalam hal yang terkait dengan penebusan dosa dan kutuk !


Karena itu , jika kita mau dimerdekakan dari kutuk hukum Torat akibat dosa kita ,  hiduplah di bawah kasih karunia ; jangan hidup di bawah hukum Torat ! Kita bukan antinomianisme ! Kita bukan anti pada hukum Torat ! Bukan ! Tetapi sejak Kristus menumpahkan darahNya di kayu salib , keselamatan kita tidak tergantung lagi kepada hukum Torat , tetapi kepada hukum Kristus , yakni kasih-karuniaNya ! Dan segala kutuk apapun sudah tidak berlaku lagi bagi kita ! Halleluyah !

Selamat Hari Paskah ! Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai pada hari Maranatha ! Salam saya  dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )