Pandangan di luar Alkitab :
Manusia diciptakan Allah dengan sempurna , lengkap dengan akal budi yang menyertainya . Di dalam akal budinya itu manusia memiliki kehendak di mana kehendak manusia itu bebas tak terkendala oleh apa pun karena manusia adalah mahluk yang bebas untuk menyatakan kehendaknya . Demikianlah kira-kira pandangan filsafat dan humanisme mengenai hakekat manusia ! Berkaitan dengan kehendak bebas , beberapa pandangan di luar Alkitab mengatakan demikian :
(1) Aesop , seorang filsuf penyembah berhala dari agama pagan , kira-kira 500 tahun sebelum Kristus , menulis bahwa :" The gods help those who help themselves ." ( Dewa-dewa menolong orang yang menolong dirinya sendiri ) .Dalam pandangan Aesop , kehendak manusia itu hidup .dan bekerja sama dengan Allah . Jadi Allah tidak akan menolong seseorang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri .
(2) Euripides , seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa :" Seek first alone and then cried out to God ." ( Berusahalah sendiri dulu dan baru kemudian berserulah kepada Allah ." ) Demikianlah , dalam pandangan Euripides , kehendak manusia pun hidup serta memiliki peran dalam menentukan nasibnya ! Maksudnya , Allah tidak akan menolong seseorang jika orang itu tidak bisa menolong dirinya sendiri .
(3) Pandangan agama lain :"God will change the destiny of a person if the person trying to change his own destiny ." ( Allah akan mengubah nasib seseorang jika orang itu berusaha untuk mengubah nasibnya ) . Ini pun berarti sama bahwa Allah tidak akan bertindak kalau manusia tidak bertindak dulu untuk menolong diri sendiri
Pada gilirannya , pandangan di atas melahirkan pandangan yang tidak Alkitabiah , yaitu " Do your part and God will doing His part ." ( Kerjakan bagianmu dan Allah akan mengerjakan bagianNya ." yang anehnya merembes masuk ke dalam gereja Kristus !
Pandangan teologi gereja lama :
Ketika kehendak bebas manusia masuk ke ranah teologi , sejarah mencatat paling tidak ada 3 teori yang mengupas tentang kehendak bebas manusia !
(1) AGUSTINUS : ( Kasih-Karunia )
Agustinus ,Bapa Gereja segala abad , yang hidup pada abad ke IV - V Masehi , berpendapat bahwa setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia menjadi mati ! Awalnya , kepada manusia diberikan pilihan untuk taat atau tidak taat pada Allah menurut kehendaknya yang bebas. Tetapi manusia telah salah menggunakan kehendaknya yang bebas dengan memilih tidak taat kepada Allah , sehingga manusia jatuh ke dalam dosa dan benihnya pun benih dosa . Kehendak bebas yang pernah dipunyai sudah dipergunakannya dengan salah , sehingga sekarang menjadi mati dan hilang , dan akibatnya manusia hanya tinggal menunggu bagaimana Allah akan bertindak kepadanya ; dengan kata lain nasib manusia tergantung dari kehendak Allah ! Demikian Agustinus !
(1) Aesop , seorang filsuf penyembah berhala dari agama pagan , kira-kira 500 tahun sebelum Kristus , menulis bahwa :" The gods help those who help themselves ." ( Dewa-dewa menolong orang yang menolong dirinya sendiri ) .Dalam pandangan Aesop , kehendak manusia itu hidup .dan bekerja sama dengan Allah . Jadi Allah tidak akan menolong seseorang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri .
(2) Euripides , seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa :" Seek first alone and then cried out to God ." ( Berusahalah sendiri dulu dan baru kemudian berserulah kepada Allah ." ) Demikianlah , dalam pandangan Euripides , kehendak manusia pun hidup serta memiliki peran dalam menentukan nasibnya ! Maksudnya , Allah tidak akan menolong seseorang jika orang itu tidak bisa menolong dirinya sendiri .
(3) Pandangan agama lain :"God will change the destiny of a person if the person trying to change his own destiny ." ( Allah akan mengubah nasib seseorang jika orang itu berusaha untuk mengubah nasibnya ) . Ini pun berarti sama bahwa Allah tidak akan bertindak kalau manusia tidak bertindak dulu untuk menolong diri sendiri
Pada gilirannya , pandangan di atas melahirkan pandangan yang tidak Alkitabiah , yaitu " Do your part and God will doing His part ." ( Kerjakan bagianmu dan Allah akan mengerjakan bagianNya ." yang anehnya merembes masuk ke dalam gereja Kristus !
Pandangan teologi gereja lama :
Ketika kehendak bebas manusia masuk ke ranah teologi , sejarah mencatat paling tidak ada 3 teori yang mengupas tentang kehendak bebas manusia !
(1) AGUSTINUS : ( Kasih-Karunia )
Agustinus ,Bapa Gereja segala abad , yang hidup pada abad ke IV - V Masehi , berpendapat bahwa setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia menjadi mati ! Awalnya , kepada manusia diberikan pilihan untuk taat atau tidak taat pada Allah menurut kehendaknya yang bebas. Tetapi manusia telah salah menggunakan kehendaknya yang bebas dengan memilih tidak taat kepada Allah , sehingga manusia jatuh ke dalam dosa dan benihnya pun benih dosa . Kehendak bebas yang pernah dipunyai sudah dipergunakannya dengan salah , sehingga sekarang menjadi mati dan hilang , dan akibatnya manusia hanya tinggal menunggu bagaimana Allah akan bertindak kepadanya ; dengan kata lain nasib manusia tergantung dari kehendak Allah ! Demikian Agustinus !
Lebih lanjut Agustinus berpendapat bahwa sejak kejatuhannya dalam dosa , manusia tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan dirinya ! Puji syukur Allah datang ke dalam dunia , untuk memberi keselamatan pada manusia . Allah hanya memberi tanpa menuntut , dan manusia hanya menerima dengan tangan kosong pemberian Allah itu dengan iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .
(2) PELAGIUS (Usaha Manusia )
Pelagius , seorang rahib , menentang ajaran Agustinus! Menurut Pelagius , rahmad Allah itu terletak pada pemberian kehendak bebas ! Kehendak bebas manusia tidak mati ketika manusia jatuh dalam dosa ! Dosa turunan pun tidak diakuinya ; karena menurut dia tabiat berdosa itu datang dari pengaruh ;lingkungan , Oleh karena itu , manusia dapat menyelamatkan dirinya melalui kehendak bebasnya ,dengan memilih apakah melakukan perbuatan baik ataukah tidak ? . Perbuatan baik yang lahir dari kehendak manusia itu sanggup menyelamatkan dirinya . Demikian pandangan Pelagius .
Menurut saya pribadi , hal itu tidak perlu mengherankan kita , karena mungkin saja Agustinus dan Pelagius sudah pernah membaca ajaran Aesop dan Euripides , dengan hasil yang tidak sama . Agustinus bertahan pada Alkitab , sementara Pelagius terpengaruh oleh ajaran penyembah berhala itu .
(3) SEMI PELAGIAN ( Kerja sama Allah dengan manusia )
Perselisihan antara Agustinus dengan Pelagius memuncak sehingga mengharu-birukan gereja saat itu . Akhirnya perselisihan kedua orang itu di bawa ke konsili gereja . Pertama di Chatargo , pada tahun 418 M , dimana hasil konsili menyatakan bahwa ajaran Pelagius adalah ajaran sesat ! Pelagius dipecat dan dibuang dari gereja . Kedua pada konsili gereja di Efesus pada tahun 431 M , ajaran Pelagius tetap dinyatakan sesat .
Namun, sekitar seratus tahun kemudian , timbul suatu jalan tengah yang bermaksud mendamaikan ajaran Agustinus dengan ajaran Pelagius . Ajaran ini dikenal dengan nama semi-pelagian ; karena menurut mereka kehendak bebas manusia tidak mati , tidak juga hidup ,melainkan sedang sakit ! Jadi dengan kehendak bebasnya yang sakit itu , manusia belum sanggup untuk menyelamatkan dirinya sendiri sehingga memerlukan bantuan rahmad Allah . Inilah yang terkenal dengan ajaran sinergismne ( kerja sama ) antara manusia dengan Allah . Do your part and God will doing His part ." ( Kerjakan bagianmu dan Allah akan mengerjakan bagianNya )
Tetapi kalau kita cermati , ajaran ini juga terpengaruh oleh ajaran filsuf penyembah berhala Aesop dan Euripides dan ajaran agama lain di luar Kekristenan ! Manusia mengerjakan bagiannya dan Allah mengerjakan bagianNya ; demikian menurut Aesop dan Euripides .
Masa humanisme:
Ajaran sinergisme akhirnya melanda gereja berabad-abad lamanya sehingga pada suatu ketika , tatkala Paus Leo X mengadakan penjualan surat penghapusan siksa dosa (indulgensia ) , Martin Luther , seorang professor teologi waktu itu , memprotesnya ! Pada tanggal 31 Oktober 1517 , Luther menempelkan 95 tesisnya pada pintu gereja Wittenberg , yang isinya memprotes keputusan Paus Leo X . Luther berpendapat bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib dan sama sekali tidak melibatkan usaha manusia (human effort ) lewat apapun .
Akan tetapi seorang imam dan tokoh humanisme yang pandai , Erasmus menyerang Luther karena Luther mengajarkan bahwa sejak kejatuhan manusia dalam dosa , manusia tidak memiliki kehendak bebas lagi . Jadi manusia tidak sanggup untuk menyelamatkan dirinya , dan hanya oleh anugerah saja manusia memperoleh keselamatannya . Erasmus membantah dengan tulisannya yang berjudul " Diatribe de Libero Artibrio " ( Uraian tentang kehendak bebas ) .Tetapi Luther membalasnya dengan tulisannya yang berjudul " De Servo Artibrio " ( Kehendak yang Terikat ) .
Faktanya , Eropa terpecah menjadi dua , sebagian mengikut Luther , sebagian ,mengikut Paus Leo X ! Perselisihan ini berlangsung lama tanpa dapat dipersatukan lagi , dan akhirnya pada tahun 1555 diadakanlah Perdamaian Agama di Ausburg , dimana Gereja terpecah menjadi dua denominasi yang besar , yakni Gereja Reformasi (Protestan ) dan Gereja Katolik Roma . Namun , sebelum itu terjadi , Martin Luther sudah meninggal dunia pada tahun 1546 pada usia 62 tahun . Konsili Trente tahun 1563 juga tidak menghasilkan persatuan kembali Gereja Kristus , sehingga sejak saat itu secara definitip gereja terpecah menjadi dua .
Masa lahirnya Armenian dan setelahnya :
Bermula , pandangan Martin Luther tentang pembenaran oleh iman ,diteruskan oleh Yohanes Calvin yang lebih memperdalam pandangan Agustinus dan Luther ! Ia mengajarkan bahwa orang yang diselamatkan adalah adalah orang yang sedari zaman kekekalan telah ditentukan untuk diselamatkan ! Namun setelah Yohanes Calvin meninggal dunia , seorang professor teologi dari Belanda mulai menentang ajaran Calvin . Ia adalah Jakobus Arminius . Ia bersilang pendapat dengan Gomarrus , seorang pengikut Calvin . Sebab Jakobus berpendapat bahwa dalam keselamatan manusia , manusia berperan di dalamnya lewat perbuatan-perbuatan baik . Sampai Jakobus Arminius meninggal dunia , perselisihan ini tak terselesaikan . Dalam bukunya " Sejarah Gereja " , H. Berkhof menulis :
"Golongan Gomarrus yang memihak pandangan ini ( maksudnya : pandangan hanya oleh iman ) , merasa bahwa ajaran Arminius sangat bengis karena membawa manusia kepada putus asa . Bukankah dengan ajaran itu manusia yang berdosa disuruh bersandar kepada usaha dan kerajinannya sendiri saja untuk merebut keselamatan ? " ( H. Berkhof , Sejarah Gerejab hal. 210)
Akhirnya , pada sinode Gereja di Dordrecht pada tahun 1618 M , pandangan Jakobus Arminius yang cenderung pada ajaran Pelagius dan semi-pelagian ( sekalipun tidak diakui ) dinyatakan sesat ! Sebab manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri sehingga harus tergantung semata-mata hanya pada kasih-karunia Kristus saja !
Namun sejarah mencatat, sekali pun ajaran Pelagius dinyatakan sesat , dan ajaran Jakobus Arminius juga dinyatakan sesat , pada kenyataannya banyak denominasi gereja yang mengadopsi ajaran mereka sampai pada hari ini . Tuhan mengerjakan bagianNya lewat salib Kristus , dan kita mengerjakan bagian kita lewat perbuatan-perbuatan baik ; karena mungkin karya Salib Kristus belum selesai dan belum sempurna ? Sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia , berdasarkan kehendaknya yang bebas ?
Keadaan lebih runyam lagi ketika pada abad ke XVII M George Herbert menyatakan :" Help yourself and God will helps you ." ( Tolonglah dirimu sendiri , maka Allah akan menolong kamu ." ) . Di susul kemudian oleh Benyamin Franklin dengan ucapannya : " God helps those who help themselves ." ( Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ) .
Perhatikan ! Bahwa pandangan George Herbert , Benyamin Franklin dan pandangan agama di luar Kekristenan , sama benar dengan pandangan filsuf Yunani yang hidup sebelum Masehi , yakni Aesop dan Euripides ! Karena Aesop dan Euripides hidup lebih dahulu , sudah jelas bahwa Herbert dan Franklin mengadopsi pandangan filsuf Yunani tersebut ! Pandangan ini sangat bertentangan dengan kasih-karunia dalam Alkitab , di mana manusia dipandang dari terang kasih Allah , bahwa manusia tidak sanggup menyelamatkan dirinya sehingga memerlukan belas-kasihan Allah dan harus ditolong !
Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ?
Sekalipun banyak denominasi gereja yang mengadopsi pandangan ini ,namun bagi kita yang mengaku hidup di bawah kasih-karunia Kristus , baiklah kita mengujinya dari dalam Alkitab sendiri . Sementara itu Dr. Erwin W Lutzer , dalam bukunya yang berjudul " Ten Lies About God " , mengatakan bahwa banyak contoh di Alkitab yang membuktikan bahwa Allah menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri . Sekarang marilah kita ambil beberapa contoh tersebut :
(1) Kisah Yosafat , Raja Yehuda :
2 Tawarikh 20 : 1 - 28 mengisahkan bagaimana Yerusalem dikepung oleh suatu laskar yang sangat besar , yang terdiri laskar bangsa Amon , Moab dan Meunim . Raja Yosafat tidak dapat berbuat apa-apa , dalam arti , tidak dapat menolong dirinya sendiri . Lalu ia memutuskan untuk menemui TUHAN ( 2 Tawarikh 20 : 3). Ia mengaku tidak dapat menolong diri sendiri dan ia minta TUHAN bertindak . ( ayat 12 ) . Lalu TUHAN berfirman kepada orang Yehuda :
"Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur .... " ( 2 Tawarikh 20 : 17 )
"..sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah ." ( 2 Tawarikh 20 : 15.b )
Singkat ceritera , Allah menolong mereka yang tidak mampu menolong diri sendiri , dengan membuat semua musuh Yehuda tewas dan tak seorangpun yang luput , di mana Yosafat dan tentaranya sama-sekali tidak bertempur , sebab yang bertempur adalah Allah sendiri ( ayat 24 ).
(2) Kisah Hizkia , Raja Yehuda :
2 Raja-Raja 19 : 1 - 35 mengisahkan tentang Hizkia , Raja Yehuda yang mengalami pengepungan oleh tentara Asyur di bawah pimpinan Raja Sanherib yang bermaksud menjatuhkan Yerusalem . Hizkia merasa tidak mampu menolong diri sendiri karena memang KemahaRajaan Asyur di zaman itu terkenal kedigdayaannya . Maka ia minta pertolongan TUHAN ( ayat 19 ) . Apakah Allah menolongnya ? Ya , Allah menolong orang yang tidak mampu menolong dirinya sendiri dengan menewaskan semua tentara musuh tanpa orang Yehuda turut berperang ( ayat 35 ).
"Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN lalu dibunuhNyalah seratus delapan puluh ribu orang dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi pagi tampaklah semuanya bangkai orang-orang mati belaka ." ( 2 Raja -Raja 19 : 35 ) .
Kisah Hizkia di atas bukan dongeng ! Ini benar-benar kisah anak manusia yang tidak dapat menolong dirinya sendiri , lalu berseru kepada Allah meminta pertolongan dan Allah menolongnya !
(3) Kisah orang sakit kusta :
Markus 1 : 40 - 42 , mengisahkan tentang seorang yang berpenyakit kusta yang jelas tidak dapat menolong dirinya sendiri . Ia pun dijauhi sanak saudaranya dan orang lain , karena penyakit kusta menjijikkan ! Waktu ia bertemu Tuhan Yesus ia berkata bahwa kalau Tuhan Yesus mau , Ia dapat menyembuhkannya ." ( ayat 40 ). Apakah Tuhan Yesus menolak menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri ? Tidak !
"Maka tergeraklah hatiNya oleh belas-kasihan lalu Ia mengulurkan tanganNya , menjamah orang itu dan berkata kepadanya ;" Aku mau , jadilah engkau tahir ." Seketika itu juga lenyaplah sakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir ." ( Markus 1 : 41 - 42 )
Luar biasa ! Orang sakit kusta itu tidak pernah dijamah siapapun karena menjijikkan ! Tetapi Yesus menjamahnya dan menolongnya dan menyembuhkannya ! Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak sanggup menolong dirinya sendiri ?
(4) Kisah orang lumpuh di kolam Siloam :
Yohanes 5 : 1 - 9 mengisahkan seorang yang lumpuh di kolam Siloam (Betesda ) sudah 38 tahun lamanya! Setiap kali kolam itu bergolak , ia tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk lebih dahulu masuk ke dalam kolam itu . Jadi ia tetap tinggal sakit ! Sampai ia bertemu Tuhan Yesus ! Kemudian Yesus menyembuhkan orang lumpuh tersebut .
"Kata Yesus kepadanya ;" Bangunlah , angkat tilammu dan berjalanlah ." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu mengangkat tilamnya dan berjalan ." ( Yohanes 5 : 8 - 9 )
Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak mampu menolong diri sendiri ? Bukankah justru ketika manusia tidak mampu untuk menolong dirinya sendiri , hanya ada satu jalan bagi mereka yang percaya , yaitu ada Allah yang sanggup menolong ?
(5) Keselamatan kita hanya oleh kasih-karunia :
Perjanjian Baru berisi Kabar Baik , yakni kabar keselamatan bagi orang berdosa ! Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan kita , justru ketika kita masih berdosa dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri . ( band. Matius 1 : 21 ) . Kita semua adalah orang yang terhilang dan tidak dapat menolong diri sendiri , dan TUHAN datang mencari kita supaya tidak terhilang lagi .
"Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakKu , melainkan melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku . Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku , yaitu supaya dari semua orang yang telah diberikanNya kepadaKu , jangan ada yang hilang , tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman ." ( Yohanes 6 : 38 - 39 )
Kita semua pada dasarnya terhilang ! Dan tidak dapat menolong diri sendiri dari keterhilangan itu ! Dan Yesus datang menolong kita , supaya kita tidak terhilang , tanpa bantuan kita !. Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak sanggup menolong dirinya sendiri ?
Terlalu banyak contoh di Alkitab tentang Allah menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri , sehingga dengan bukti-bukti Alkitabiah ini , gugurlah pandangan "Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ,"
Konklusi :
Dari contoh-contoh di atas , yang merupakan kejadian konkrit , bukan dongeng , bukan juga kata-kata hikmat , melainkan kejadian nyata di muka bumi terhadap seorang anak manusia , nyata bahwa pandangan Aesop , Euripides , Pelagius , semi-pelagian , Erasmus , Arminius , George Herbert , Benyamin Franklin dan pandangan sinergisme , serta pandangan agama lain tidak cocok dengan Alkitab ! Mereka berkata bahwa "Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ." , sementara bukti-bukti Alkitab memperlihatkan bahwa Allah menolong orang yang tidak dapat menolong diri sendiri !
Kita cepat tergoda pada pikiran manusia kita ! Misalnya kita hanya mau menolong orang yang menunjukkan sikap positip bahwa ia mau menolong dirinya sendiri ! Kalau mau berusaha , cobalah dulu dengan modal yang ada , baru nanti aku akan membantumu dengan menambah modal ! Pikiran manusia seperti ini sering kita manifestasikan kepada Allah seakan-akan Allah itu juga manusia !
Ada seorang Kristen yang divonis dokter harus mati dalam beberapa minggu ke depan karena komplikasi beberapa penyakit pada tubuhnya . Sekarang , dapatkah ia menolong dirinya sendiri ? Dengan apa ? Bukankah dia tinggal menunggu jam kematiannya saja ? Maukah Allah menolong orang yang tidak mampu menolong dirinya sendiri ini ? Orang itu berdoa dengan dibantu oleh para hamba Tuhan dari gereja tempat ia berjemaat ! Apa yang terjadi ? Seluruh penyakitnya hilang ! Allah telah menolong dia yang tidak mampu menolong diri sendiri . !
Terlepas dari semua teori manusia itu , fakta tidak dapat dibantah bahwa begitu banyak contoh di Alkitab bahwa Allah menolong orang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri ! Jika misalnya , Allah hanya mau menolong orang yang menolong dirinya sendiri , sesungguhnya kita semua adalah orang yang terhilang ! Kenapa ? Karena memang kita tidak dapat menolong diri sendiri , lebih-lebih dalam hal keselamatan kekal ! Itu masalahnya .
Pandangan bahwa " God helps those who help themselves " ( Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri .) dalam banyak hal justru melemahkan iman orang percaya dan merupakan musuh dari kasih-karunia ! Begitu ia tidak dapat menolong dirinya sendiri maka ia berhenti berdoa ! Haruskah begitu ? Tidak ! Justru ketika kita tidak mampu menolong diri sendiri , ada tangan Tuhan yang berkuasa mutlak menolong kita tanpa bantuan kita ! Tuhan Yesus memberkati kita . Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )