Sabtu, 28 Februari 2015

MEMAHAMI UNGKAPAN "KEHENDAK BAPA" DALAM ALKITAB

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Kalau kita berbicara masalah keselamatan , tidak bisa tidak , kita harus mengakui bahwa masalah keselamatan berkaitan erat dan tak terpisahkan dari hal-ihwal tentang dosa dan pengampunan . Dalam arti , pengampunan dosalah yang membuat orang berdosa diselamatkan . Berbicara mengenai pengampunan dosa , kita tidak bisa memungkiri bahwa pengampunan dosa hanya bersumber pada karya penebusan Kristus di kayu salib ; dalam arti hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Sama sekali tidak ada jalan lain yang dapat digunakan oleh manusia , supaya dosanya diampuni , selain percaya pada karya penyelamatan Kristus tersebut . Sepanjang darah dan tubuh Kristus tidak ditukar dengan yang lain , maka kita tidak akan terperangkap pada ajaran manapun yang mengajarkan bahwa pengampunan dosa dapat diperoleh dari usaha manusia . Pemahaman seperti itu sangat penting dalam hal kita ingin memahami ungkapan "Kehendak Bapa " atau yang searti dengan itu, yang banyak kita temui di Alkitab .

Sering kali orang kurang dapat memahami ungkapan "Kehendak Bapa" yang sering kita temui di dalam Alkitab , terutama di dalam Perjanjian Baru . Ungkapan yang sama artinya dengan "Kehendak Bapa" adalah "Kehendak Allah" atau "Kehendak Tuhan " yang kadang-kadang menggunakan kata-ganti orang ketiga "KehendakNya " atau "Kehendak Dia "  atau kata ganti orang kedua "KehendakMu". Semua ungkapan itu mengacu pada satu pengertian saja yaitu "Kehendak Allah" . Jikalau kita bertanya pada orang Kristen , apakah maksud dari "Kehendak Bapa" itu , hampir pasti bahwa mereka menjawab :" Kehendak Bapa adalah supaya kita berbuat baik ! " tanpa memperhatikan konsteknya . Jawaban seperti ini tidak sepenuhnya benar ; apalagi jika kita ingat bahwa perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan adalah bentuk suruhan (imperatif) yang mengikuti bentuk berita (indikatif) bahwa kita sudah diselamatkan oleh karya penyelamatan Kristus dan bukan karena kebaikan kita . Akibat kontaminasi dari ajaran-ajaran lain di luar Alkitab, orang selalu terfokus pada hal-hal yang menyangkut etika dan moral yang bersifat legalistik dan meritokrasi , sehingga seringkali mengesampingkan hal yang paling utama dalam Kekristenan perihal kasih-karunia bahwa kehendak Bapa yang utama adalah untuk menyelamatkan kita dari perhambaan dosa  melalui Kristus (band. Matius 1 : 21 ). Sebagai contoh , perhatikan  teks-teks Alkitab di bawah ini :

"Karena kehendakNya inilah , kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10  Terjemahan LAI 2002 )

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

Ibrani 10:10 menegaskan bahwa kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya , oleh sebab kehendakNya , oleh sebab kehendak Bapa , oleh sebab kehendak TUHAN yang sudah dinubuatkan kira-kira 700 tahun sebelumnya oleh Yesaya . Kata "kehendakNya" dan "kehendak TUHAN" dalam teks Alkitab di atas adalah berkaitan dengan karya penyelamatan Kristus dan sama-sekali bukan masalah ajaran etika dan moral ! Adalah memang pengertian ungkapan "Kehendak Tuhan " dalam ajaran lain di luar Kekristenan  mengacu pada ajaran etika dan moral , di mana dengan etika dan moral itu manusia diganjari dengan kehidupan yang baik di akhirat .  Akibatnya, banyak orang Kristen yang terperangkap pada ungkapan "Kehendak Allah " dalam pengertian yang sama dengan ajaran lain di luar Kekristenan . Padahal ajaran keselamatan dalam Kekristenan sangat berbeda dengan ajaran lain tersebut . Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada pengampunan tanpa ada penumpahan darah Yesus ! (band. Ibrani 9 : 22 ).  Hal yang paling sering diartikan salah oleh orang, karena sering-kali mengabaikan pedoman eksegese dan eksposisi , sehingga menimbulkan eisegesis (menurut pikirannya sendiri ) ditambah dengan kontaminasi dari ajaran meritokrasi di luar Kekristenan ,  adalah teks Alkitab di bawah ini :


"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu :"Tuhan, Tuhan !" akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak BapaKu yang disurga . "( Matius 7 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang menyangka bahwa ungkapan "melakukan kehendak BapaKu" pada teks di atas adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik supaya manusia mendapatkan keselamatan . Jikalau demikian adanya, maka jika dikaitkan dengan konstek jarak-dekatnya pada ayat 23 , seakan-akan  keselamatan memang diperoleh dari perbuatan baik . Dan itu salah, karena keselamatan kita diperoleh dari anugerah berdasarkan karya salib Kristus dalam arti berdasarkan pengampunan dosa oleh darah Kristus  .  Pertanyaan yang selalu timbul adalah , kita diselamatkan karna anugerah oleh karya salib Kristus ataukah karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan ?  Kalau kita percaya bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dari penumpahan darah Kristus , bukan dari sebab lain , maka jelas bahwa arti ungkapan "melakukan kehendak BapaKu " dalam teks Matius 7 : 21 itu adalah " percaya pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan untuk memperoleh keselamatan ."


Sebab jikalau kata "kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 ini kita artikan dengan kaitannya pada etika dan moral , maka teks tersebut berbenturan langsung dengan konstek jarak-jauhnya, misalnya saja  Titus 3 : 4-5 ,  dan Roma 3 : 27 - 28 ,  di mana dikatakan bahwa kita dibenarkan dan diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita ! Mari kita cermati teks-teks yang merupakan konstek jarak dekat maupun jarak jauhnya , berikut ini :

"Pada waktu itulah Aku akan berterus-terang kepada mereka dan berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan !." ( Matius 7 : 23 Terjemahan LAI 1987 ) 

"Aku gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa ; dan Aku memberikan nyawaKu untuk domba-dombaKu ,  ( Yohanes 10 : 14 Terjemahan LAI 1987 )

"..tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-bombaku . Domba-dombaku mndengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku ." ( Yohanes 10 : 26 - 27 Terjemahan LAI 1987 )

Yesus mengenal domba-dombaNya ! Jadi kalau Matius 7 : 23 mencatat ucapan Yesus " Aku tidak pernah mengenal kamu !." , berarti orang-orang itu tidak termasuk domba-dombaNya . Sebab Yesus berkata bahwa sebagai gembala yang baik , Ia mengenal domba-dombaNya dan  Ia menyerahkan nyawaNya untuk domba-dombaNya . ( band. Yohanes 10 : 14 - 18 ). Hanya yang bukan dombaNya saja yang tidak percaya pada misi penyelamatanNya . Domba-dombaNya  percaya bahwa Yesus sebagai gembala , menumpahkan darah bagi keselamatan mereka .  Jadi terhadap mereka , siapapun mereka , yang tidak mendasarkan kepercayaannya pada karya Yesus untuk keselamatan mereka ( melainkan berdasarkan usahanya sendiri lewat etika dan moral yang baik ) Tuhan Yesus berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " atau :" kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaku !"


Namun saya pernah mendengar khotbah seorang pembicara di suatu gereja yang mengatakan dengan enteng bahwa arti ungkapan " melakukan kehendak Bapaku " dalam Matius 7 : 21 itu adalah perintah untuk supaya kita dibaptis secara selam . Ini lebih konyol lagi dan sama-sekali tidak berdasarkan hermeneutika ! Demikianlah jika ungkapan "Kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 di artikan sebagai perintah berbuat baik , termasuk harus dibaptis selam ,  maka secara langsung teks tersebut bertentangan dengan konstek jarak jauhnya yang lain , yakni Yohanes 6 : 28 - 29 .

"Lalu kata mereka kepadaNya :" Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah ? Jawab Yesus kepada mereka :" Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah ." ( Yohanes 6 : 28 - 29 Terjemahan LAI 2002 )

Orang-orang bertanya , pekerjaan-pekerjaan apa (bentuk jamak) , yang harus diperbuat supaya mereka melakukan "kehendak Allah" dalam arti "Kehendak Bapa" ? Yesus menjawab bahwa kehendak Allah (kehendak Bapa )   adalah supaya mereka "percaya pada Kristus " ! (perintah untuk percaya, dalam bentuk tunggal ) . Jadi Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai kehendak Bapa yang terkait dengan keselamatan kekal ( ayat 27 ). Kehendak Allah di sini adalah "percaya pada misi keselamatan yang datang melalui Yesus Kristus " dan bukan  dalam kaitannya dengan etika dan moral dan  masalah baptis . .Pertanyaan dalam bentuk lain adalah : Apakah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita lewat etika , moral dan tata-cara baptisan , ataukah karena fakta kematian dan kebangkitan Kristus ?  Keselamatan kita peroleh karena penumpahan darah Yesus , dan bukan karena sebab lain !

Suatu ketika saya bertanya kepada seorang pembicara di sebuah gereja yang sedang mengadakan sesi tanya-jawab . Pertanyaan saya adalah  tentang persamaan orang percaya dengan orang yang tak percaya . Saya tidak menanyakan perbedaannya , melainkan persamaannya ! Perbedaan antara kita dengan orang dunia adalah jelas bahwa kita memiliki Kristus yang sudah menyelamatkan kita , sementara orang dunia tidak memilikinya . Sekarang apa persamaannya ? Setiap kali saya bertanya tentang persamaannya , pembicara itu selalu menjawab tentang perbedaannya . Padahal persamaannya jelas bahwa kita semua adalah manusia , yang sebagai mahluk sosial tentulah saling berinter-aksi satu sama lain dalam hal berbuat baik ! Hal ini adalah suatu keniscayaan , kapanpun dan di bagian dunia manapun !  Mulai dari zaman Kodek Hammurabi  , hukum Torat  , Kitab Zend Avesta  , Kitab Weda  , Tripitaka , filsafat Socrates  ,  ajaran Kong Fu Tze , Tao , Stoa ,  bahkan sampai saat ini, lewat aturan-hukum, kaidah susila , norma-norma kepatutan , dan norma-norma agama , seluruh manusia diajak untuk berbuat baik .(band. 1 Korintus 5 : 1 ).  Itulah persamaan kita dengan yang lain ! Oleh karena itu , Roma 12 : 2 mengajak kita untuk tidak sama dengan dunia, artinya dalam  hal perbedaannya , yaitu  iman pada karya penyelamatan Kristus, yang pada zaman Pauluspun ditertawakan dan tidak dipercaya oleh masyarakat dunia waktu itu .

"Persamaan apa yang terdapat antara Kristus dengan Belial ? Apa bagian bersama orang-orang percaya dengan orang tak percaya ? ...Sebab itu :Keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkan dirimu dari mereka, firman Tuhan , dan jangan menyentuh yang najis, maka Aku akan menerima kamu ." ( 2  Korintus 6 : 15 dan 17 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas mengisyaratkan bahwa kita tidak sama dengan orang dunia , dalam hal iman pada Kristus ! Dalam hal yang berbeda ini , yakni iman pada Kristus , kita diharuskan keluar dan memisahkan diri dengan mereka , supaya iman kita tidak terkontaminasi pada ilah yang lain, yang merupakan hal yang najis bagi Tuhan . Tetapi dalam hal persamaannya , saling berbuat baik , sudah barang tentu kita lakukan dalam hidup bertetangga, bermasyarakat , di kampung, di kota , di dalam berbangsa dan bernegara ,  di tempat kerja , di dalam pabrik , di dalam kendaraan umum , dan di mana saja . Tidak mungkin kita keluar dan memisahkan diri , dengan tinggal sendiri di hutan , karena kita adalah makhluk sosial .  Yang harus dipisahkan dari mereka adalah perbedaannya, yakni iman kita pada Kristus . Para rasul pada zaman dulu juga bermasyarakat , bahkan rasul Paulus adalah warga-negara Roma , hidup bersama di antara lapisan masyarakat yang majemuk , namun berbeda dalam satu hal yakni iman pada Kristus !

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah : Apa yang baik, yang berkenan kepadaNya dan sempurna." ( Roma 12 : 2 Terjemahan LAI 2002 ). 

Kita disuruh untuk tidak sama dengan dunia ini , dalam arti disuruh berbeda ! Apa perbedaan kita dengan dunia ? Dunia tidak percaya pada karya penyelamatan Kristus , namun kita percaya ! Itu perbedaannya ! Itu yang membuat kita tidak sama dengan dunia . Dalam hal itu, kita tidak boleh sama dengan dunia .  Kita harus berubah dalam  memperbaharui cara berpikir ,sebab kata Yunani "noos" dalam teks dia atas berarti "pikiran" ! Kita harus memperbaharui pikiran kita , supaya tidak sama dengan dunia yang tidak percaya Kristus . Kalau orang dunia terpaku pada sistem meritokrasi , di mana suatu jasa mendapat imbalan pahala , maka kita harus berpikir bahwa bukan karena jasa,  kita diselamatkan , melainkan karena kasih-karuniaNya. Sebab jika kita sama dengan dunia, yang mengemukakan"jasa manusia" , maka hal itu bertentangan dengan konstek jarak dekat dari teks di atas, yaitu pada teks Roma 11 : 32 , di mana di katakan semua manusia tidak bisa taat , sehingga membutuhkan kemurahanNya dalam mengampuni dosa kita  . Bahkan Kabar Baik yang membawa berita keselamatan, berubah menjadi Kabar Buruk .


Demikianlah jika kita sudah memperbaharui cara berpikir kita yang terpusat pada salib Kristus, maka kita akan dapat membedakan  kehendak Allah ? Lagi-lagi kita bertemu dengan ungkapan "kehendak Allah " . Kehendak Allah di sini menyangkut perilaku , etika dan moral kita sebagai orang-orang percaya ! Kita harus dapat membedakan yang mana inti iman kita (menyangkut kematian dan kebangkitan Kristus) dan yang mana muatan iman kita (menyangkut ertika, moral dan peri-laku kita )   Pandangan dunia mengatakan bahwa kebaikan manusia diganjari keselamatan ! Tetapi pandangan Allah berbeda, sebab bukan kebaikan kita yang membuat kita diselamatkan, namun hanya karena kemurahanNya saja . Dalam hal inilah kita dapat membedakan kehendak Allah dengan kehendak dunia . Sebagai orang percaya kita harus melakukan kehendakNya, apa yang baik , apa yang berkenan kepadaNya dan apa yang sempurna , yakni dengan mengasihi semua orang tanpa pandang bulu ! (band. Matius 5 : 43 - 48 dan Roma 12 : 17 - 18 )  . Namun , dalam hal keselamatan kekal, kita tidak boleh menyerupai dunia yang mengajarkan bahwa kebaikan-kebaikan kita itulah yang menyelamatkan 

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, orang sering salah kira pada ucapanNya yang nyata-nyata berbeda dengan ajaran orang Farisi dan Saduki . Orang Farisi dan Saduki yang ahli Torat mengajarkan kebaikan-kebaikan hidup lewat hukum Torat yang legalistik .(band. Matius 23 : 1 - 2 ) Orang Farisi percaya bahwa ketaatan pada hukum Torat menghasilkan keselamatan kekal . Orang Saduki mengajarkan bahwa kekekalan itu tidak ada ! Tetapi Yesus memberitakan keselamatan jiwa yang kekal , tetapi bukan dari perbuatan baik , melainkan dari percaya kepada misi penyelamatanNya, seperti ucapanNya berikut ini :

"Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku , yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang , tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang orang yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya , beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman .' ( Yohanes 6 : 39 - 40 Terjemahan LAI 2002 )

Dalam teks di atas terdapat ungkapan "Kehendak Dia " dan "Kehendak Bapa " , yang keduanya terkait dengan misi penyelamatan Kristus , dan sama-sekali tidak berbicara mengenai etika dan moral .  Kata kehendak Dia dan kehendak BapaKu , dalam teks ini sinkron dengan kata kehendak BapaKu di Matius 7 : 21 dan sinkron pula dengan kata kehendak Allah pada Yohanes 6 : 28 - 29 . Semuanya terkait misi penyelamatan Kristus ! Bukan maksud saya untuk mengajarkan kepada anda untuk jangan berbuat baik , sama-sekali bukan ! Kehendak Allah juga menghendaki kita untuk berbuat baik kepada semua orang seperti yang dimaksud dalam Roma 12 : 2 . Bahkan menurut Alkitab , Tuhan Yesus juga menghendaki kita berbuat baik , menjadi garam dunia dan terang dunia yang bermanfaat bagi sesama . Namun , kita tidak boleh terperangkap pada sistem hukum , sehingga mata kita hanya terfokus pada perbuatan baik kita, sehingga berita keselamatan dari fakta kematian dan kebangkitan Kristus menjadi kabur ! Tidak perlu diulang-ulang bahwa kebaikan kita tidaklah berkonstribusi pada keselamatan kita, sebab jika tidak demikian apakah Karya Salib Kristus tanpa guna ?!


"Kemudian Ia maju sedikit lalu sujud dan berdoa : Ya BapaKu, sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari hadapanKu , tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki .....Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa :" Ya BapaKu, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya , jadilah kehendakMu ." ( Matius 26 : 39 dan 42 Terjemahan LAI 2002 )

Inilah ucapan Yesus di taman Getsemani , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib . Sebelumnya , Dia sudah berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang masuk ke dalam Kerajaan Surga , artinya menjadi umat baru Allah yang percaya pada misi penyelamatanNya. (Matius 7 : 21 ) . Sebelumnya Dia sudah berkata , bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosa (Matius 26 : 28 ) dalam arti bukan kebaikan kita yang menghapus dosa , tetapi darahNya . Sebelumnya juga Dia sudah berkata bahwa kehendak Allah adalah supaya orang percaya pada misi penyelamatan Kristus (Yohanes 6 : 28 - 29 ) .  Sebelumnya pula Dia sudah mengatakan bahwa kehendak Bapa adalah supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, diselamatkan ( Yohanes 6 : 40 ) . Sekarang , di taman Getsemani , Tuhan Yesus berkata :" jadilah kehendakMu ." .Ungkapan "kehendakMu" di sini adalah sama dengan ungkapan kehendakNya , kehendak TUHAN , kehendak Bapa dan  kehendak Allah .yang menyangkut misi penyelamatan ,  yaitu kehendak untuk menyelamatkan manusia  lewat karya salib Kristus Yesus . Kata "jadilah kehendakMu"  , di dalam teks ini tidak mungkin punya arti lain ! Seandainya kita bisa menyelamatkan diri kita dengan perbuatan-perbuatan baik ( seandainya bisa) , sudah barang-tentu tidak perlu Allah berkehendak menyelamatkan kita melalui darah Kristus Yesus .

"Aku tidak menolak kasih-karunia Allah , sebab sekiranya ada pembenaran melalui hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ," ( Galatia 2: 21 Terjemahan LAI 2002 )

Terpaksa saya ulangi lagi , bahwa kita tidak dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan kebaikan-kebaikan menurut hukum Torat . Mengapa ? Tidak ada seorangpun yang dianggap baik oleh .karena semua jatuh dalam kutuk akibat ketidak-mampuannya untuk menggenapi hukum Torat secara keseluruhan ( band. Galatia 3 : 10 - 11 ) .Seandainya kita bisa, tidak perlu Tuhan Yesus datang dan tidak perlu ada kekristenan . Cukup kita beragama Yahudi saja, genapi hukum Torat , beres !  Sebagai warga kerajaan surga yang sejati , yang tidak hanya bisa berkata : "Tuhan Yesus , Tuhan Yesus " , lakukanlah kehendak Bapa yang utama , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus itulah yang sudah menyelamatkan kita dan bukan karena kebaikan-kebaikan kita , supaya jangan sampai Ia berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " . Mengapa demikian ? Sebab tidak mempercayai bahwa hanya karya penyelamatan Kristus yang membuat kita diselamatkan , sama dengan menolak kasih-karunia dan sama juga dengan menghina Kristus .

"Tetapi betapa lebih beratnya lagi hukuman yang harus dijatuhkan atas dia yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya , dan yang menghina Roh kasih-karunia ." ( Ibrani 10 : 29  Terjemahan LAI 1987 )

Lihat saudaraku ! Tidak percaya bahwa hanya darah Yesus yang menguduskan kita dalam arti bukan kebaikan kita , dianggap sama dengan menghina Tuhan Yesus , menghina darahNya dan menghina kasih karuniaNya ! Sebab itu mari kita percayai karya penyelamatannya itu dengan tidak mencampurkannya dengan apapun yang lain , sambil kita melakukan kehendak Bapa yang lain, yaitu untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri . Jadi urutan penerimaan keselamatan adalah :

(1) tanpa penumpahan darah Kristus, tidak mungkin akan ada pengampunan dosa ( Matius 26 : 28  band. Ibrani 9 : 22 )
(2) tanpa pengampunan dosa , tidak mungkin kita dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan ( Roma 3 : 24 ; Ibrani 10 : 10 dan 14 )
(3) tanpa ada pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan , tidak mungkin ada keselamatan ( band. Roma 5 : 8 - 9 )

Dari ketiga urutan tersebut diatas , kita dapat melihat dengan jelas bahwa tidak terdapat usaha manusia lewat perbuatan baik apapun juga , supaya olehnya kita diselamatkan ! Karena itu , janganlah kita selalu mempertentangkan  teks-teks yang kelihatannya memberi gambaran bahwa seolah-olah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita dalam berbuat baik . Peganglah selalu ketiga pedoman di atas ! Selalu saya mengulang-ulang , bahwa kita membutuhkan pengampunan dosa oleh darah Yesus, oleh sebab kita sudah gagal dalam membenarkan diri sendiri lewat sistem hukum ! (band. Yakobus 2 : 10 dan Roma 11 : 32  ) Namun demikian, Roh Kudus memperbaharui hidup kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik .Akhir kata , janganlah kita mengubah keselamatan Kristiani yang inidikatif-imperatif menjadi imperatif-indikatif . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar