Sabtu, 28 Februari 2015

MEMAHAMI UNGKAPAN "KEHENDAK BAPA" DALAM ALKITAB

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Kalau kita berbicara masalah keselamatan , tidak bisa tidak , kita harus mengakui bahwa masalah keselamatan berkaitan erat dan tak terpisahkan dari hal-ihwal tentang dosa dan pengampunan . Dalam arti , pengampunan dosalah yang membuat orang berdosa diselamatkan . Berbicara mengenai pengampunan dosa , kita tidak bisa memungkiri bahwa pengampunan dosa hanya bersumber pada karya penebusan Kristus di kayu salib ; dalam arti hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Sama sekali tidak ada jalan lain yang dapat digunakan oleh manusia , supaya dosanya diampuni , selain percaya pada karya penyelamatan Kristus tersebut . Sepanjang darah dan tubuh Kristus tidak ditukar dengan yang lain , maka kita tidak akan terperangkap pada ajaran manapun yang mengajarkan bahwa pengampunan dosa dapat diperoleh dari usaha manusia . Pemahaman seperti itu sangat penting dalam hal kita ingin memahami ungkapan "Kehendak Bapa " atau yang searti dengan itu, yang banyak kita temui di Alkitab .

Sering kali orang kurang dapat memahami ungkapan "Kehendak Bapa" yang sering kita temui di dalam Alkitab , terutama di dalam Perjanjian Baru . Ungkapan yang sama artinya dengan "Kehendak Bapa" adalah "Kehendak Allah" atau "Kehendak Tuhan " yang kadang-kadang menggunakan kata-ganti orang ketiga "KehendakNya " atau "Kehendak Dia "  atau kata ganti orang kedua "KehendakMu". Semua ungkapan itu mengacu pada satu pengertian saja yaitu "Kehendak Allah" . Jikalau kita bertanya pada orang Kristen , apakah maksud dari "Kehendak Bapa" itu , hampir pasti bahwa mereka menjawab :" Kehendak Bapa adalah supaya kita berbuat baik ! " tanpa memperhatikan konsteknya . Jawaban seperti ini tidak sepenuhnya benar ; apalagi jika kita ingat bahwa perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan adalah bentuk suruhan (imperatif) yang mengikuti bentuk berita (indikatif) bahwa kita sudah diselamatkan oleh karya penyelamatan Kristus dan bukan karena kebaikan kita . Akibat kontaminasi dari ajaran-ajaran lain di luar Alkitab, orang selalu terfokus pada hal-hal yang menyangkut etika dan moral yang bersifat legalistik dan meritokrasi , sehingga seringkali mengesampingkan hal yang paling utama dalam Kekristenan perihal kasih-karunia bahwa kehendak Bapa yang utama adalah untuk menyelamatkan kita dari perhambaan dosa  melalui Kristus (band. Matius 1 : 21 ). Sebagai contoh , perhatikan  teks-teks Alkitab di bawah ini :

"Karena kehendakNya inilah , kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10  Terjemahan LAI 2002 )

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

Ibrani 10:10 menegaskan bahwa kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya , oleh sebab kehendakNya , oleh sebab kehendak Bapa , oleh sebab kehendak TUHAN yang sudah dinubuatkan kira-kira 700 tahun sebelumnya oleh Yesaya . Kata "kehendakNya" dan "kehendak TUHAN" dalam teks Alkitab di atas adalah berkaitan dengan karya penyelamatan Kristus dan sama-sekali bukan masalah ajaran etika dan moral ! Adalah memang pengertian ungkapan "Kehendak Tuhan " dalam ajaran lain di luar Kekristenan  mengacu pada ajaran etika dan moral , di mana dengan etika dan moral itu manusia diganjari dengan kehidupan yang baik di akhirat .  Akibatnya, banyak orang Kristen yang terperangkap pada ungkapan "Kehendak Allah " dalam pengertian yang sama dengan ajaran lain di luar Kekristenan . Padahal ajaran keselamatan dalam Kekristenan sangat berbeda dengan ajaran lain tersebut . Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada pengampunan tanpa ada penumpahan darah Yesus ! (band. Ibrani 9 : 22 ).  Hal yang paling sering diartikan salah oleh orang, karena sering-kali mengabaikan pedoman eksegese dan eksposisi , sehingga menimbulkan eisegesis (menurut pikirannya sendiri ) ditambah dengan kontaminasi dari ajaran meritokrasi di luar Kekristenan ,  adalah teks Alkitab di bawah ini :


"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu :"Tuhan, Tuhan !" akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak BapaKu yang disurga . "( Matius 7 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang menyangka bahwa ungkapan "melakukan kehendak BapaKu" pada teks di atas adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik supaya manusia mendapatkan keselamatan . Jikalau demikian adanya, maka jika dikaitkan dengan konstek jarak-dekatnya pada ayat 23 , seakan-akan  keselamatan memang diperoleh dari perbuatan baik . Dan itu salah, karena keselamatan kita diperoleh dari anugerah berdasarkan karya salib Kristus dalam arti berdasarkan pengampunan dosa oleh darah Kristus  .  Pertanyaan yang selalu timbul adalah , kita diselamatkan karna anugerah oleh karya salib Kristus ataukah karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan ?  Kalau kita percaya bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dari penumpahan darah Kristus , bukan dari sebab lain , maka jelas bahwa arti ungkapan "melakukan kehendak BapaKu " dalam teks Matius 7 : 21 itu adalah " percaya pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan untuk memperoleh keselamatan ."


Sebab jikalau kata "kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 ini kita artikan dengan kaitannya pada etika dan moral , maka teks tersebut berbenturan langsung dengan konstek jarak-jauhnya, misalnya saja  Titus 3 : 4-5 ,  dan Roma 3 : 27 - 28 ,  di mana dikatakan bahwa kita dibenarkan dan diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita ! Mari kita cermati teks-teks yang merupakan konstek jarak dekat maupun jarak jauhnya , berikut ini :

"Pada waktu itulah Aku akan berterus-terang kepada mereka dan berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan !." ( Matius 7 : 23 Terjemahan LAI 1987 ) 

"Aku gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa ; dan Aku memberikan nyawaKu untuk domba-dombaKu ,  ( Yohanes 10 : 14 Terjemahan LAI 1987 )

"..tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-bombaku . Domba-dombaku mndengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku ." ( Yohanes 10 : 26 - 27 Terjemahan LAI 1987 )

Yesus mengenal domba-dombaNya ! Jadi kalau Matius 7 : 23 mencatat ucapan Yesus " Aku tidak pernah mengenal kamu !." , berarti orang-orang itu tidak termasuk domba-dombaNya . Sebab Yesus berkata bahwa sebagai gembala yang baik , Ia mengenal domba-dombaNya dan  Ia menyerahkan nyawaNya untuk domba-dombaNya . ( band. Yohanes 10 : 14 - 18 ). Hanya yang bukan dombaNya saja yang tidak percaya pada misi penyelamatanNya . Domba-dombaNya  percaya bahwa Yesus sebagai gembala , menumpahkan darah bagi keselamatan mereka .  Jadi terhadap mereka , siapapun mereka , yang tidak mendasarkan kepercayaannya pada karya Yesus untuk keselamatan mereka ( melainkan berdasarkan usahanya sendiri lewat etika dan moral yang baik ) Tuhan Yesus berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " atau :" kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaku !"


Namun saya pernah mendengar khotbah seorang pembicara di suatu gereja yang mengatakan dengan enteng bahwa arti ungkapan " melakukan kehendak Bapaku " dalam Matius 7 : 21 itu adalah perintah untuk supaya kita dibaptis secara selam . Ini lebih konyol lagi dan sama-sekali tidak berdasarkan hermeneutika ! Demikianlah jika ungkapan "Kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 di artikan sebagai perintah berbuat baik , termasuk harus dibaptis selam ,  maka secara langsung teks tersebut bertentangan dengan konstek jarak jauhnya yang lain , yakni Yohanes 6 : 28 - 29 .

"Lalu kata mereka kepadaNya :" Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah ? Jawab Yesus kepada mereka :" Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah ." ( Yohanes 6 : 28 - 29 Terjemahan LAI 2002 )

Orang-orang bertanya , pekerjaan-pekerjaan apa (bentuk jamak) , yang harus diperbuat supaya mereka melakukan "kehendak Allah" dalam arti "Kehendak Bapa" ? Yesus menjawab bahwa kehendak Allah (kehendak Bapa )   adalah supaya mereka "percaya pada Kristus " ! (perintah untuk percaya, dalam bentuk tunggal ) . Jadi Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai kehendak Bapa yang terkait dengan keselamatan kekal ( ayat 27 ). Kehendak Allah di sini adalah "percaya pada misi keselamatan yang datang melalui Yesus Kristus " dan bukan  dalam kaitannya dengan etika dan moral dan  masalah baptis . .Pertanyaan dalam bentuk lain adalah : Apakah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita lewat etika , moral dan tata-cara baptisan , ataukah karena fakta kematian dan kebangkitan Kristus ?  Keselamatan kita peroleh karena penumpahan darah Yesus , dan bukan karena sebab lain !

Suatu ketika saya bertanya kepada seorang pembicara di sebuah gereja yang sedang mengadakan sesi tanya-jawab . Pertanyaan saya adalah  tentang persamaan orang percaya dengan orang yang tak percaya . Saya tidak menanyakan perbedaannya , melainkan persamaannya ! Perbedaan antara kita dengan orang dunia adalah jelas bahwa kita memiliki Kristus yang sudah menyelamatkan kita , sementara orang dunia tidak memilikinya . Sekarang apa persamaannya ? Setiap kali saya bertanya tentang persamaannya , pembicara itu selalu menjawab tentang perbedaannya . Padahal persamaannya jelas bahwa kita semua adalah manusia , yang sebagai mahluk sosial tentulah saling berinter-aksi satu sama lain dalam hal berbuat baik ! Hal ini adalah suatu keniscayaan , kapanpun dan di bagian dunia manapun !  Mulai dari zaman Kodek Hammurabi  , hukum Torat  , Kitab Zend Avesta  , Kitab Weda  , Tripitaka , filsafat Socrates  ,  ajaran Kong Fu Tze , Tao , Stoa ,  bahkan sampai saat ini, lewat aturan-hukum, kaidah susila , norma-norma kepatutan , dan norma-norma agama , seluruh manusia diajak untuk berbuat baik .(band. 1 Korintus 5 : 1 ).  Itulah persamaan kita dengan yang lain ! Oleh karena itu , Roma 12 : 2 mengajak kita untuk tidak sama dengan dunia, artinya dalam  hal perbedaannya , yaitu  iman pada karya penyelamatan Kristus, yang pada zaman Pauluspun ditertawakan dan tidak dipercaya oleh masyarakat dunia waktu itu .

"Persamaan apa yang terdapat antara Kristus dengan Belial ? Apa bagian bersama orang-orang percaya dengan orang tak percaya ? ...Sebab itu :Keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkan dirimu dari mereka, firman Tuhan , dan jangan menyentuh yang najis, maka Aku akan menerima kamu ." ( 2  Korintus 6 : 15 dan 17 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas mengisyaratkan bahwa kita tidak sama dengan orang dunia , dalam hal iman pada Kristus ! Dalam hal yang berbeda ini , yakni iman pada Kristus , kita diharuskan keluar dan memisahkan diri dengan mereka , supaya iman kita tidak terkontaminasi pada ilah yang lain, yang merupakan hal yang najis bagi Tuhan . Tetapi dalam hal persamaannya , saling berbuat baik , sudah barang tentu kita lakukan dalam hidup bertetangga, bermasyarakat , di kampung, di kota , di dalam berbangsa dan bernegara ,  di tempat kerja , di dalam pabrik , di dalam kendaraan umum , dan di mana saja . Tidak mungkin kita keluar dan memisahkan diri , dengan tinggal sendiri di hutan , karena kita adalah makhluk sosial .  Yang harus dipisahkan dari mereka adalah perbedaannya, yakni iman kita pada Kristus . Para rasul pada zaman dulu juga bermasyarakat , bahkan rasul Paulus adalah warga-negara Roma , hidup bersama di antara lapisan masyarakat yang majemuk , namun berbeda dalam satu hal yakni iman pada Kristus !

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah : Apa yang baik, yang berkenan kepadaNya dan sempurna." ( Roma 12 : 2 Terjemahan LAI 2002 ). 

Kita disuruh untuk tidak sama dengan dunia ini , dalam arti disuruh berbeda ! Apa perbedaan kita dengan dunia ? Dunia tidak percaya pada karya penyelamatan Kristus , namun kita percaya ! Itu perbedaannya ! Itu yang membuat kita tidak sama dengan dunia . Dalam hal itu, kita tidak boleh sama dengan dunia .  Kita harus berubah dalam  memperbaharui cara berpikir ,sebab kata Yunani "noos" dalam teks dia atas berarti "pikiran" ! Kita harus memperbaharui pikiran kita , supaya tidak sama dengan dunia yang tidak percaya Kristus . Kalau orang dunia terpaku pada sistem meritokrasi , di mana suatu jasa mendapat imbalan pahala , maka kita harus berpikir bahwa bukan karena jasa,  kita diselamatkan , melainkan karena kasih-karuniaNya. Sebab jika kita sama dengan dunia, yang mengemukakan"jasa manusia" , maka hal itu bertentangan dengan konstek jarak dekat dari teks di atas, yaitu pada teks Roma 11 : 32 , di mana di katakan semua manusia tidak bisa taat , sehingga membutuhkan kemurahanNya dalam mengampuni dosa kita  . Bahkan Kabar Baik yang membawa berita keselamatan, berubah menjadi Kabar Buruk .


Demikianlah jika kita sudah memperbaharui cara berpikir kita yang terpusat pada salib Kristus, maka kita akan dapat membedakan  kehendak Allah ? Lagi-lagi kita bertemu dengan ungkapan "kehendak Allah " . Kehendak Allah di sini menyangkut perilaku , etika dan moral kita sebagai orang-orang percaya ! Kita harus dapat membedakan yang mana inti iman kita (menyangkut kematian dan kebangkitan Kristus) dan yang mana muatan iman kita (menyangkut ertika, moral dan peri-laku kita )   Pandangan dunia mengatakan bahwa kebaikan manusia diganjari keselamatan ! Tetapi pandangan Allah berbeda, sebab bukan kebaikan kita yang membuat kita diselamatkan, namun hanya karena kemurahanNya saja . Dalam hal inilah kita dapat membedakan kehendak Allah dengan kehendak dunia . Sebagai orang percaya kita harus melakukan kehendakNya, apa yang baik , apa yang berkenan kepadaNya dan apa yang sempurna , yakni dengan mengasihi semua orang tanpa pandang bulu ! (band. Matius 5 : 43 - 48 dan Roma 12 : 17 - 18 )  . Namun , dalam hal keselamatan kekal, kita tidak boleh menyerupai dunia yang mengajarkan bahwa kebaikan-kebaikan kita itulah yang menyelamatkan 

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, orang sering salah kira pada ucapanNya yang nyata-nyata berbeda dengan ajaran orang Farisi dan Saduki . Orang Farisi dan Saduki yang ahli Torat mengajarkan kebaikan-kebaikan hidup lewat hukum Torat yang legalistik .(band. Matius 23 : 1 - 2 ) Orang Farisi percaya bahwa ketaatan pada hukum Torat menghasilkan keselamatan kekal . Orang Saduki mengajarkan bahwa kekekalan itu tidak ada ! Tetapi Yesus memberitakan keselamatan jiwa yang kekal , tetapi bukan dari perbuatan baik , melainkan dari percaya kepada misi penyelamatanNya, seperti ucapanNya berikut ini :

"Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku , yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang , tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang orang yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya , beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman .' ( Yohanes 6 : 39 - 40 Terjemahan LAI 2002 )

Dalam teks di atas terdapat ungkapan "Kehendak Dia " dan "Kehendak Bapa " , yang keduanya terkait dengan misi penyelamatan Kristus , dan sama-sekali tidak berbicara mengenai etika dan moral .  Kata kehendak Dia dan kehendak BapaKu , dalam teks ini sinkron dengan kata kehendak BapaKu di Matius 7 : 21 dan sinkron pula dengan kata kehendak Allah pada Yohanes 6 : 28 - 29 . Semuanya terkait misi penyelamatan Kristus ! Bukan maksud saya untuk mengajarkan kepada anda untuk jangan berbuat baik , sama-sekali bukan ! Kehendak Allah juga menghendaki kita untuk berbuat baik kepada semua orang seperti yang dimaksud dalam Roma 12 : 2 . Bahkan menurut Alkitab , Tuhan Yesus juga menghendaki kita berbuat baik , menjadi garam dunia dan terang dunia yang bermanfaat bagi sesama . Namun , kita tidak boleh terperangkap pada sistem hukum , sehingga mata kita hanya terfokus pada perbuatan baik kita, sehingga berita keselamatan dari fakta kematian dan kebangkitan Kristus menjadi kabur ! Tidak perlu diulang-ulang bahwa kebaikan kita tidaklah berkonstribusi pada keselamatan kita, sebab jika tidak demikian apakah Karya Salib Kristus tanpa guna ?!


"Kemudian Ia maju sedikit lalu sujud dan berdoa : Ya BapaKu, sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari hadapanKu , tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki .....Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa :" Ya BapaKu, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya , jadilah kehendakMu ." ( Matius 26 : 39 dan 42 Terjemahan LAI 2002 )

Inilah ucapan Yesus di taman Getsemani , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib . Sebelumnya , Dia sudah berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang masuk ke dalam Kerajaan Surga , artinya menjadi umat baru Allah yang percaya pada misi penyelamatanNya. (Matius 7 : 21 ) . Sebelumnya Dia sudah berkata , bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosa (Matius 26 : 28 ) dalam arti bukan kebaikan kita yang menghapus dosa , tetapi darahNya . Sebelumnya juga Dia sudah berkata bahwa kehendak Allah adalah supaya orang percaya pada misi penyelamatan Kristus (Yohanes 6 : 28 - 29 ) .  Sebelumnya pula Dia sudah mengatakan bahwa kehendak Bapa adalah supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, diselamatkan ( Yohanes 6 : 40 ) . Sekarang , di taman Getsemani , Tuhan Yesus berkata :" jadilah kehendakMu ." .Ungkapan "kehendakMu" di sini adalah sama dengan ungkapan kehendakNya , kehendak TUHAN , kehendak Bapa dan  kehendak Allah .yang menyangkut misi penyelamatan ,  yaitu kehendak untuk menyelamatkan manusia  lewat karya salib Kristus Yesus . Kata "jadilah kehendakMu"  , di dalam teks ini tidak mungkin punya arti lain ! Seandainya kita bisa menyelamatkan diri kita dengan perbuatan-perbuatan baik ( seandainya bisa) , sudah barang-tentu tidak perlu Allah berkehendak menyelamatkan kita melalui darah Kristus Yesus .

"Aku tidak menolak kasih-karunia Allah , sebab sekiranya ada pembenaran melalui hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ," ( Galatia 2: 21 Terjemahan LAI 2002 )

Terpaksa saya ulangi lagi , bahwa kita tidak dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan kebaikan-kebaikan menurut hukum Torat . Mengapa ? Tidak ada seorangpun yang dianggap baik oleh .karena semua jatuh dalam kutuk akibat ketidak-mampuannya untuk menggenapi hukum Torat secara keseluruhan ( band. Galatia 3 : 10 - 11 ) .Seandainya kita bisa, tidak perlu Tuhan Yesus datang dan tidak perlu ada kekristenan . Cukup kita beragama Yahudi saja, genapi hukum Torat , beres !  Sebagai warga kerajaan surga yang sejati , yang tidak hanya bisa berkata : "Tuhan Yesus , Tuhan Yesus " , lakukanlah kehendak Bapa yang utama , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus itulah yang sudah menyelamatkan kita dan bukan karena kebaikan-kebaikan kita , supaya jangan sampai Ia berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " . Mengapa demikian ? Sebab tidak mempercayai bahwa hanya karya penyelamatan Kristus yang membuat kita diselamatkan , sama dengan menolak kasih-karunia dan sama juga dengan menghina Kristus .

"Tetapi betapa lebih beratnya lagi hukuman yang harus dijatuhkan atas dia yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya , dan yang menghina Roh kasih-karunia ." ( Ibrani 10 : 29  Terjemahan LAI 1987 )

Lihat saudaraku ! Tidak percaya bahwa hanya darah Yesus yang menguduskan kita dalam arti bukan kebaikan kita , dianggap sama dengan menghina Tuhan Yesus , menghina darahNya dan menghina kasih karuniaNya ! Sebab itu mari kita percayai karya penyelamatannya itu dengan tidak mencampurkannya dengan apapun yang lain , sambil kita melakukan kehendak Bapa yang lain, yaitu untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri . Jadi urutan penerimaan keselamatan adalah :

(1) tanpa penumpahan darah Kristus, tidak mungkin akan ada pengampunan dosa ( Matius 26 : 28  band. Ibrani 9 : 22 )
(2) tanpa pengampunan dosa , tidak mungkin kita dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan ( Roma 3 : 24 ; Ibrani 10 : 10 dan 14 )
(3) tanpa ada pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan , tidak mungkin ada keselamatan ( band. Roma 5 : 8 - 9 )

Dari ketiga urutan tersebut diatas , kita dapat melihat dengan jelas bahwa tidak terdapat usaha manusia lewat perbuatan baik apapun juga , supaya olehnya kita diselamatkan ! Karena itu , janganlah kita selalu mempertentangkan  teks-teks yang kelihatannya memberi gambaran bahwa seolah-olah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita dalam berbuat baik . Peganglah selalu ketiga pedoman di atas ! Selalu saya mengulang-ulang , bahwa kita membutuhkan pengampunan dosa oleh darah Yesus, oleh sebab kita sudah gagal dalam membenarkan diri sendiri lewat sistem hukum ! (band. Yakobus 2 : 10 dan Roma 11 : 32  ) Namun demikian, Roh Kudus memperbaharui hidup kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik .Akhir kata , janganlah kita mengubah keselamatan Kristiani yang inidikatif-imperatif menjadi imperatif-indikatif . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )

Minggu, 22 Februari 2015

APAKAH PERBUATAN BAIK BERKONTRIBUSI PADA KESELAMATAN ?


EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pendahuluan:

Perbedaan pandangan antara denominasi Gereja yang menerapkan Kehendak Bebas Manusia (Free Will ) yang mengacu kepada ajaran Jakobus Arminius  dengan  denominasi Gereja yang menerapkan Kedaulatan Tuhan ,yang berpegang pada ajaran Martin Luther dan John Cavin ,  telah berlangsung hampir 400 tahun , semenjak Sinode Dordrecht 1618 . Terlepas dari pertikaian tentang predestinasi , perbedaan kedua pandangan tersebut adalah masalah keselamatan orang Kristen, apakah hasil dari iman pada Salib Kristus, ataukah hasil dari kesanggupan manusia melalui perbuatan baiknya , ataukah hasil dari iman pada Salib Kristus ditambah kesanggupan manusia melalui perbuatan baik ?  . Dalam paham Kedaulatan Tuhan dari Luther dan Calvin , keselamatan mutlak terletak pada karya penyelamatan Kristus , di mana keselamatan yang kita terima dengan cuma-cuma itu harus diikuti dengan perbuatan baik sebagai buah dari iman.  Sementara paham Free Will dari Jakobus Arminius mengajarkan bahwa inisiatif datang dari pihak manusia untuk berusaha merebut keselamatan dengan upayanya sendiri dalam berbuat baik dengan dibantu oleh rahmat Allah . Jadi menurut Luther dan Calvin , inisiatif keselamatan itu datang dari Allah , sehingga Allahlah yang mencari manusia yang akan diselamatkan . Menurut Arminius , inisiatif datang dari pihak manusia, sehingga manusialah yang mencari Allah supaya diselamatkan, sebab manusia mempunyai kehendak bebas untuk mencari Allah atau tidak . . Berdasarkan hal itu nampak bahwa teologi Arminus bertumpu pada usaha manusia !

Mari kita kupas perbedaan pandangan-pandangan tersebut melalui beberapa tahap , mulai dari sejarah Free Will  (kehendak bebas manusia ) , perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia , perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia , perbedaan periode waktu dalam Alkitab , maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia , Deklarasi Bersama tentang Pembenaran oleh iman dan Teks-Teks Alkitab yang ditafsir salah .

Sejarah Free Will (kehendak bebas manusia ) :

1) Pada awal abad Ke V Masehi , Agustinus , Bapa Gereja segala abad mengajarkan bahwa keselamatan datang melalui iman pada karya penyelamatan Kristus . Tuhan hanya memberi tanpa menuntut dan manusia menerima keselamatan itu dengan iman , dan tanpa syarat (non conditional ). Tetapi ajaran Agustinus itu ditentang oleh Pelagius ! Pelagius mengajarkan bahwa yang dimaksud dengan rahmat Allah adalah kehendak bebas manusia untuk berbuat baik , sehingga dengan kehendaknya itu manusia berjuang untuk memperoleh keselamatan .Jadi jelas bahwa ajaran Pelagius memandang kesanggupan-manusia untuk menyelamatkan dirinya melalui kehendaknya yang bebas , yakni dengan melakukan kebaikan-kebaikan, di mana kebaikan-kebaikan itu akan diganjari Tuhan dengan keselamatan .  Posisi Kristus sebagai Tuhan Juruselamat bergeser menjadi " nabi pemberi teladan berbuat baik " . Jadi keselamatan itu menurut Pelagius adalah datang dari inisiatif manusia , bukan dari Allah, . Kelihatannya pandangan Pelagius ini logis dan memang secara logika dapat diterima oleh akal sehat , jika dipandang dari sisi pandang dunia yang meritokrasi, di mana suatu reward hanya dapat diterima melalui prestasi .  Namun pandangan Agustinus tidak sama dengan pandangan dunia , melainkan  dari sisi pandang kasih-karunia yang tanpa syarat .(band. Roma 3 : 23-24 )   Akhirnya pertikaian kedua orang itu diselesaikan pada konsili Gereja . Demikianlah pada konsili di Cathargo pada tahun 418 dan konsili di Efesus pada tahun 431 , ajaran kehendak bebas manusia  (free will) dari Pelagius itu ditolak dan dinyatakan sesat !  

Namun,  pada akhir abad ke XVII ajaran ini muncul kembali , terutama di Belanda dan Jerman  dengan nama "Piestis" yang bersifat moralistis dan eskatologis di mana penganutnya suka beraskese ( menjauhi hal-hal yang duniawi, bertarak birahi , puasa dan sebagainya, dengan tujuan supaya diselamatkan ). Jadi Piestis memusatkan ajarannya pada hakekat manusia yang memilki kesanggupan untuk menyelamatkan dirinya sendiri lewat perbuatan-perbuatan yang baik dan bukan pada kebaikan Kristus sebagai Juruselamat . Lagi-lagi, dari sisi pandang dunia yang meritokrasi , pandangan orang Pietis ini masuk akal . Namun tidak sesuai dengan pandangan Alkitab . Kemerdekaan orang Kristen yang sudah dimerdekakan oleh Kristus , ditukar dengan suasana Torat , di mana manusia harus begini dan harus begitu, serta jangan begini dan jangan begitu , supaya dengan usahanya itu manusia dapat diselamatkan. Dengan demikian tidak ada lagi kasih-karunia ! Pantaslah kalau pada konsili di Cathargo dan di Efesus dahulu, pandangan Pelagius ditolak dan dinyatakan sesat !

2) Pada awal abad ke VI Masehi , lahirlah ajaran semi-pelagian , sebagai lanjutan dari ajaran free-will dari Pelagius . Ajaran ini pada awalnya merupakan jalan tengah dari pertentangan Agustinus dan Pelagius . Ajaran ini mengajarkan bahwa  keselamatan manusia tergantung dari kehendak Tuhan dan kehendak manusia yang bekerja sama dalam hidup manusia . Inilah ajaran sinergisme , di mana karya penyelamatan Kristus di kayu salib perlu ditambah dengan perbuatan baik manusia menurut kehendaknya yang bebas  . Jadi karya Yesus di kayu salib sepertinya belum selesai dan belum sempurna , sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia lewat kebaikan-kebaikan . Slogannya :" Kerjakan bagianmu dan Tuhan mengerjakan bagianNya !." Inisiatif juga datang dari pihak manusia, bukan dari Allah , sebab rahmat Allah hanya bersifat membantu kepada kehendak bebas manusia tersebut .  Keselamatan bisa hilang , kalau manusia tidak mengerjakan bagiannya, sebab dengan hilangnya inisiatif manusia , hilang pula bantuan rahmat .  Sinode Gereja pada tahun 529 yang diselenggarakan di Galilea , memutuskan bahwa ajaran sinergisme dari semi-pelagian ini , ditolak dan dinyatakan sesat !


Pada masa reformasi Marthin Luther , seorang humanis , Desiderius Erasmus menyerang Luher dengan tulisannya "Diatribe de Libero Arbitrio " (uraian tentang Kehendak Bebas ) yang kemudian dibantah oleh Luther dalam tulisannya " De Servo Arbitrio " (Kehendak yang Terikat ) . Kemudian ,  tidak sampai 100 tahun setelah reformasi Martin Luther  tentang pembenaran dan keselamatan orang percaya hanya oleh iman pada karya penyelamatan Kristus , ajaran semi-pelagian ini muncul lagi dengan baju yang baru , terutama di Belanda, yang dimotori oleh Jakobus Arminius , seorang profesor theologi di Leiden , Belanda . Awalnya ia adalah pengikut John Calvin , tetapi kemudian menentang ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Luther maupun Jhon Calvin , bahwa keselamatan manusia itu hanya terletak  pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib saja . Menurut Jakobus Arminius, keselamatan itu adalah hasil dari Karya Kristus ditambah usaha manusia melalui kehendak yang yang bebas , untuk mau percaya atau tidak  Menurut Arminius , iman itu bukan pemberian Allah kepada manusia melainkan pemberian manusia kepada Allah ketika ia percaya . Menurut Arminius , bukan Allah yang memilih manusia , melainkan manusialah yang memilih Allah dengan kehendaknya yang bebas itu .

 Sekalipun Roh Kudus sanggup membuat orang menjadi percaya, tetapi manusia dapat menolakNya karena manusia bukan robot, dan dapat menolak dengan kehendaknya yang bebas itu . Jadi kehendak Roh Kudus dapat dikalahkan oleh kehendak manusia Dengan kata lain, kedaulatan Allah berada di bawah kedaulatan manusia . Dengan demikian, keselamatan bisa hilang , karena tergantung kepada kehendak manusianya ..Bukankah semua itu bertentangan dengan ajaran soteria dari Alkitab ?  Sekalipun demikian, orang-orang Arminian ( demikian sebutan untuk pengikut Arminius) selalu menolak kalau mereka dikatakan sebagai terusan dari ajaran semi-pelagian sebagai perkembangan dari ajaran Pelagius .. Padahal nyata benar kesamaannya bukan?

3) Pertikaian antara kelompok Calvin yang dipimpin oleh Fransiscus Gomarus , dengan kelompok Arminian , akhirnya memuncak pada masalah predestinasi .Yohn Calvin sudah meninggal dunia dan Jakobus Arminiuspun sudah meninggal dunia , ketika pertikaian kedua kelompok tersebut di bawa ke sidang sinode Dordrecht pada tahun 1618 . Sinode gereja di Dordrecht Belanda itu diikuti oleh utusan dari Inggris, Palts. Bremen , Emden , Swiss, Hessen dan Jenewa .  Hasil keputusan sinode adalah ajaran Arminius ditolak dan dinyatakan sesat !

Namun ajaran Arminius itu tetap hidup sampai sekarang di dalam beberapa denominasi gereja . Mereka menganggap usaha manusia yang lahir dari kehendaknya yang bebas itu berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Meskipun nyata-nyata Alkitab mencatat bahwa pekerjaan Kristus dalam karya salibNya adalah mutlak inisiatif dari Allah  , mereka tetap memandang keselamatan itu pada tabiat dan kesanggupan manusia untuk berinisiatif merebut keselamatan , sementara rahmat Tuhan hanya membantunya.  .Jadi berbeda benar dengan pandangan Luther dan Calvin bahwa karya Yesus di kayu salib adalah benar-benar datang dari kemauan Allah dalam mencari manusia yang berdosa , supaya dengan iman yang diberikan kepada mereka  , mereka percaya pada karya tersebut dan diselamatkan .(band. Filipi 1 :29 ; Efesus 2 : 8 ; 2 Tesalonika 3 : 2 ; Roma 12 ; 3 ; 2 Petrus 1 : 1 )  Dalam buku "Sejarah Gereja " , DR. H. Berkhof menulis :

"Perbedaan pandangan antara kedua golongan itu adalah berdasarkan perbedaan anggapannya tentang tabiat dan kesanggupan manusia . Pengikut-pengikut Jakobus Arminius yang disebut Arminian, memandang manusia itu secara optimis ! Walaupun manusia telah jatuh ke dalam dosa , tapi ia belum kehilangan nilainya dan kesanggupan untuk berbuat baik . ( sama dengan pandangan Pelagius ; penulis ) , sehingga manusia dapat dan wajib berusaha untuk mendapatkan keselamatan bersama-sama rahmat Tuhan yang membantunya ( sama dengan ajaran sinergisme dari semi pelagian ; penulis ) .Kita lihat ajarannya ini bahwa pandangannya terhadap manusia ini sesuai dengan anggapan semi-pelagian dan Gereja Katolik Roma ( saat itu ; penulis ). Padahal pandangan Alkitab , Paulus, Agustinus, Martin Luther dan Jhon Calvin lain sekali , karena manusia dipandang dari terang kekudusan Allah . Golongan Gomarus yang memihak pandangan ini (maksudnya memihak pada pandangan Alkitab ; penulis ) merasa ajaran Arminius sangat bengis , karena membawa manusia pada putus asa .  Bukankah dengan ajaran itu ( ajaran Arminius ; penulis ) manusia yang berdosa disuruh bersandar pada usaha dan kerajinannya sendiri saja untuk merebut keselamatan , sama seperti yang diajarkan Gereja Katolik Roma (saat itu ; penulis ) ? ( Dr. H. Berkhof , Sejarah Gereja 2006 , hal.210 )

Banyak orang menganggap bahwa teologi Luther dan Calvin menghilangkan kehendak-bebas manusia , padahal bukan demikian adanya . Jika Pelagius, Erasmus dan Arminius memandang kehendak bebas manusia itu adalah kehendak bebas yang mutlak, maka Luther dan Calvin memandang bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia itu tidak mutlak tetapi terikat , dalam arti dikendalikan oleh Allah yang mempunyai kedaulatan untuk mengendalikan,  sehingga manusia tidak sanggup lagi menggunakan kehendak bebasnya selain dalam kendali Allah .

Perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia :

Torat harus ditaati karena Torat bersifat  hukum (legalistik) . Di zaman Torat , ketaatan diperlukan untuk syarat dibenarkan oleh Tuhan . Tidak taat , pasti terkutuk ( Ulangan 27 : 26 ; Galatia 3 : 10 ) . Di zaman Torat , orang berzina , dihukum mati , dan tidak ada pengampunan ! Di zaman Torat orang membunuh , sudah pasti dihukum mati , dan juga tidak ada pengampunan . Berkat diperoleh dari ketaatan dan kalau tidak taat , terkutuk . ! ( Ulangan 28 : 2 dan 15 ) . Ketika orang Israel mengomel , Tuhan marah besar dan akibatnya banyak orang Israel yang mati dipagut ular berbisa ! (Bilangan 21 : 6 ). Sama sekali tidak ada kasih-karunia . Karena manusia selalu bersalah , selalu berada di bawah ancaman kutuk , dosa dan hukuman . Oleh karena itu , dari hukum Torat kita diberitahu  bahwa manusia selalu melakukan upacara korban pagi dan  korban petang (Bilangan 28 : 1-8). Belum lagi korban keselamatan dan korban penghapus dosa (Imamat pasal 3 dan 4 ). Setahun sekali diadakan Hari Raya Pendamaian , hari berdamai dengan Tuhan atas segala dosa orang selama satu tahun ( Imamat 16 : 34 ) .Semuanya bernuansa legalistik (hukum).  Demikian dilakukan terus-menerus selama lebih dari 1200 tahun sejak Torat diberikan lewat Musa ! Jadi selama lebih dari 1200 tahun , manusia tidak pernah lolos dari kutuk Torat dikarenakan tidak ada seorangpun manusia yang sanggup melakukan semua aturan hukum Torat .Jadi benarlah kata Alkitab bahwa : "Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan ", jadi benar-benar kerusakan total (total depravity). Betul manusia dengan kehendak-bebasnya berusaha berbuat baik , namun tidak satupun yang mampu menggenapi seluruh aturan hukum Torat dengan perbuatan ! Tidak ada ! (band. Roma 11 : 32 ) 

"Seperti  ada tertulis : Tidak ada yang benar seorangpun tidak . Tidak ada seorangpun yang berakal-budi,  tidak ada seorangpun yang mencari Allah . Semua orang telah menyeleweng , mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik , seorangpun tidak ....Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan dalam Kristus Yesus .' ( Roma 3  : 10 - 12 dan 23- 24  Terjemahan LAI 1987 )

Meskipun orang  telah berusaha untuk berbuat baik , mereka tetap dianggap tidak benar dan tidak seorangpun yang baik , selain bahwa semua orang berdosa , sudah menyeleweng ! Mengapa dianggap begitu ? Karena tuntutan hukum Tuhan mengharuskan manusia mengerjakan seluruhnya yang nyatanya tidak sanggup digenapi oleh manusia .(band. Yakobus 2 : 10 ). Sebaik apapun hidup manusia, sesaleh apapun kehidupannya , tetap saia di hadapan Tuhan , tidak ada manusia yang baik ! Mengapa ? Tidak perlu diulang-ulang bahwa fakta telah nyata , tidak ada seorangpun yang bisa melakukan semuanya sesuai tuntutan Allah . (band. Galatia 3 : 10 - 11 ).  Tetapi puji syukur pada Tuhan Yesus, ketika ia datang ke dunia mencari kita , jangan sampai ada yang terhilang . Memang kita semua berdosa , namun oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma ( tanpa syarat ; penulis ) dalam penebusan Kristus Yesus .  Inilah kasih karunia ! Inisiatif datang dari Allah , bukan dari manusia ! Jika kita bersalah, kita tidak akan dihukum , tetapi diampuni, tanpa syarat  ! Kalau kita berdosa , kita tidak akan dihukum , melainkan diampuni, tanpa syarat. . Kalau kita keliru , kita tidak akan dihukum seperti pada zaman Torat , tetapi selalu diampuni, tanpa syarat . . Betullah kata Alkitab yang mengatakan :


"Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus . Sebab Roh yang memberi hidup  telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan hukum maut ." ( Roma 8 : 1-2 , Terjemahan LAI 1987 )

Kisah wanita-nakal dalam Yohanes 8 : 2 - 11 juga menjadi bukti bahwa hukum Torat berbeda dengan kasih-karunia . Wanita itu tidak lagi dihukum mati sebagai tuntutan hukum Torat !  Melainkan langsung diampuni dengan nasehat jangan berbuat lagi (ayat 11). Jadi jelas , pengampunan diikuti oleh pertobatan . Bukan pertobatan dahulu barulah pengampunan . Ini terbalik ! Saya ulangi :" Pengampunan dahulu , baru diikuti pertobatan ! Dalam kaitannya dengan pengampunan ini , saudara jangan mencampur-adukkan dengan hukuman dunia . Kita sedang bicara masalah keselamatan kekal. Sebagai orang percaya , segala dosa kita sudah diampuni ! Namun bukan berarti bahwa kita lolos dari hukum dunia kalau melakukan pelanggaran (Roma 13 : 1- 5 ) . Jika seseorang yang telah diselamatkan melakukan penipuan , misalnya , dosa penipuannya pasti diampuni , namun pelanggarannya terhadap hukum-negara harus dipertanggung-jawabkan di depan Pengadilan dunia ! Jika seorang percaya melakukan perzinahan , memang dosanya diampuni , tetapi resiko perbuatannya di dunia pasti tetap dipertanggung-jawabkan, misalnya terjangkit penyakit kelamin atau dikejar-kejar suami dari perempuan yang dizinahi  !

Perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia :

Sering-kali kita tidak dapat membedakan kebenaran Allah ( theon dikaiosune) dengan kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune). Roma 10 : 2 - 3 memperjelas perbedaan kedua kebenaran itu .Kebenaran manusia terletak pada perbuatan baiknya .  Jikalau kita melakukan kebaikan kepada sesama manusia, itu adalah benar dan dianggap benar di hadapan manusia . Ketika kita menyumbang 100 karung beras untuk orang-orang yang tertimpa bencana banjir , siapa bilang itu salah ! Itu adalah benar ! Namun saudara jangan kecil hati kalau dikatakan bahwa itu hanyalah kebenaran manusia , bukan kebenaran Tuhan ! Seluruh kebenaran manusia yang kita kerjakan , sama-sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Jika itu berkontribusi , maka kita sudah menganut ajaran Pelagius atau setidaknya semi-pelagian dan dalam Roma 10 : 2 - 3 dikatakan sebagai "tidak mengenal kebenaran Allah " dan "berusaha menegakkan kebenaran sendiri "!. Jikalau demikian, dimanakah letak kebenaran Allah ? Saya tidak perlu menjawab , biarlah Alkitab sendiri yang menjawab , berikut di bawah ini :

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil , karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya , pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani.  Sebab di dalamnya (maksudnya di dalam Injil) nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman , seperti ada tertulis :" Orang benar  akan hidup oleh iman" ( Roma 1 : 16 - 17 , Terjemahan LAI 1987 ) 

Jadi jelas bahwa kebenaran Allah itu terletak pada Injil (Kabar Baik ; euanggelion , Yunani ) ! Apakah kabar Baik itu ? Inilah bentuk berita bahwa fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang telah menyelamatkan orang berdosa .  Jadi kebenaran Allah bukan terletak pada perbuatan baik manusia , melainkan pada perbuatan baik Kristus di kayu salib . Yang dilihat Allah supaya kita dipandang benar di hadapanNya , adalah kebaikan Kristus dan sama-sekali bukan kebaikan kita ! (band., Roma 9 : 30 - 32) Saudara dan saya dipandang benar dalam kebenaran Allah berdasarkan kebenaran Kristus dan sama-sekali bukan karena kebenaran kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan .Bagian akhir dari teks Roma 1 : 17 dalam bahasa sumber berbunyi :" Ho dikaios ek pisteos zesetai " . Ini lebih jelas artinya yaitu :" Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup !  Dibenarkan karena imannya , bukan karena perbuatannya !


Perbedaan periode waktu dalam Alkitab :

Adalah merupakan suatu fakta bahwa ada dua periode waktu dalam Alkitab ! Yang pertama adalah periode waktu sebelum darah Yesus tumpah di kayu salib dan yang kedua adalah periode waktu setelah darah Yesus tumpah di kayu salib . Fakta tak terbantah adalah penebusan dosa satu kali untuk selama-lamanya , tidak terjadi pada masa sebelum darahNya tumpah ! Fakta membuktikan penebusan kekal terjadi setelah darahNya tumpah ! Jadi jikalau kita akan membicarakan masalah keselamatan , setiap penjabaran tidak boleh lepas dari konstek setelah darahNya tumpah ! Jika orang berkhotbah tentang keselamatan , sementara ia menguraikan masalah- perbuatan dalam hukum Torat , maka jelas ini tidak "ngonstek " ! Lagi pula , yang diperintahkan Tuhan Yesus bahwa kita harus mengabarkan berita , maksudnya berita Kabar Baik (Injil) , dan bukan Torat . Pertanyaannya , kita hidup di bawah Torat dan pada zaman Torat ataukah kita hidup di bawah kasih-karunia di zaman kasih karunia ? Apakah saudara  hidup di masa sebelum darah Yesus tumpah ataukah di masa setelah darah Yesus tumpah ? (band. Roma 6 : 14 ).  Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :


" Demikian juga  tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula .(Markus 2 : 22 Terjemahan LAI 1987 )

Sekalipun konstek teks di atas adalah perihal berpuasa seperti yang ada disinggung dalam hukum Torat , namun bisa kita kembangkan melalui theological canonical reading  sebagai wahyu yang berkembang , bahwa tidak  mungkin kita mencampurkan kasih-karunia dengan hukum Torat  terkait keselamatan kekal . Torat menuntut ketaatan ( bersyarat ) ,  sementara kasih-karunia tidak menuntut apa-apa, selain manusia menerima saja keselamatan itu dengan gratis (tanpa syarat apa-apa )  . Torat tidak mengenal pengampunan tanpa syarat , kasih-karunia penuh pengampunan tanpa syarat . Tidaklah mungkin kita mencampurkan kasih karunia dengan sistem hukum . Mengapa ? Melakukan hukum Torat, sudah jelas inisiatifnya datang dari pihak manusia untuk melakukannnya  Sedangkan kasih-karunia, inisiatifnya datang dari Allah yang datang untuk menyelamatkan kita yang berdosa . Meskipun hukum Torat tidak batal, namun dalam kaitannya dengan keselamatan kekal, hukum Torat dikesampingkan karena sudah terbukti bahwa sistem legalistik tidak mampu membawa manusia keluar dari keadaan berdosa .  (band. Lukas 16 ; 16 ) Jadi kedudukan hukum Torat sekarang hanya sebagai pedoman untuk kita mengenal dosa dan bukan untuk melepaskan kita dari perhambaan dosa . ( Band, Roma 7 : 6 - 7 )

Maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia :

Banyak orang kurang memahami maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ! Setiap bulan Desember orang selalu ramai merayakan Natal dengan meriah tanpa mengerti makna sebenarnya ! Banyak slogan Natal yang berbunyi :" Semangat Natal memperdamaikan manusia dengan saling-mengasihi " . Slogan seperti ini secara sepintas benar dan tidak salah , tetapi secara subtantif adalah salah besar ! Mengapa ? Karena tujuan utama Yesus datang kedunia bukan untuk mengajarkan perbuatan baik , sekalipun ajaranNya adalah ajaran kasih ! Namun tujuan utamaNya datang ke dunia , bukanlah itu ! Tujuan utamaNya adalah untuk menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa kita ( band. Matius 1 : 21 ) . Perhatikan ucapanNya di bawah ini :


"Bapa mengasihi aku oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali . Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu ( maksudNya : mengambil nyawaNya ; penulis) , melainkan Aku memberikannya (maksudNYa : memberikan nyawaNya ; penulis ) menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya ( maksudNya : memberikan nyawaNya di kayu salib) dan berkuasa mengambilnya kembali (maksudNya : pada waktu Ia hidup kembali ). Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu ." ( Yohanes 10 : 17 - 18 Terjemahan LAI 1987 )

Perhatikan ! Bahwa Yesus mengatakan bahwa ia harus mati menurut kehendakNya sendiri . Dan juga Dia harus bangkit dari kematian menurut kuasaNya sendiri . Jadi dengan tegas Dia berkata bahwa Dia harus mati dan harus bangkit untuk keselamatan kita , domba-dombanya . Dan bahwa itu adalah tujuan utamaNya , terlihat secara explisit pada ucapanNya : " Inilah tugas yang Kuterima dari Bapaku ." . Terus terang harus kita akui bahwa kita diselamatkan bukan karena ajaranNya , melainkan karena karyaNya di kayu salib . Harus dibedakan antara ajaranNya dan karya SalibNya ! Harus dibedakan waktu sebelum darahNya tumpah dengan waktu setelah darahNya tumpah . Kita hidup di waktu yang mana ? 

Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran Oleh Iman :

Sejarah Gereja membuktikan bahwa Kekristenan adalah suatu ajaran yang senantiasa berkecimpung dalam theologi soteria ( keselamatan ) . Di sinilah bedanya Kekristenan dengan semua agama lain yang ada . Kekristenan selalu mengangkat topik tentang keselamatan , karena hanya pada Kekristenan terdapat adanya penebusan-dosa yang dilakukan oleh Allah melalui Kristus Yesus . Implikasinya timbullah berbagai banyak pertanyaan yang harus dijawab . Apakah subtansial dari karya Salib Kristus itu ? Sejauh apa karya tersebut menyelamatkan manusia ?  Apakah ada kontribusi manusia pada karya penebusan tersebut ? Masalah-masalah seperti itulah yang menjadi pembicaraan dari abad keabad , sehingga bermacam-macam tafsiran timbul , mulai dari pandangan Arius , Origenes, Agustinus , Pelagius , Erasmus , Martin Luther , Thomas Aquinos , Jhon Calvin , Jakobus Arminius dan lain-lainya . Sekalipun demikian , tetap saja bahwa pedoman  dari Kekristenan adalah Alkitab (sola scripture ) dan oleh karena Kekristenan bukanlah agama Yahudi yang bertumpu pada hukum Torat , maka pedoman  yang lain lagi adalah kasih-karunia (sola gracia) oleh karya Kristus yang melahirkan pedoman berikutnya , yakni iman (sola fide).pada karya Salib Kristus.


Selama berabad-abad Gereja dipengaruhi oleh ajaran sekitarnya , ajaran dari agama lain, juga termasuk ajaran dari penyembah berhala dan filsafat dari filsuf Yunani . Kita mengenal ajaran sinergisme dari Aesop (penyembah berhala) , Euripides (filsuf Yunani)  , George Herbert (seorang behaviorisme) dan Benyamin Franklin ( seorang Deisme ) .Kita juga mengenal ajaran Epicurus (filsuf Yunani) yang berpandangan Deis tentang kehendak bebas manusia atau Erasmus (seorang humanis) yang mendukung ajaran tentang kehendak bebas manusia  Pertikaian teologi selama berabad-abad mengoyak tubuh Kristus .  .Akhirnya, pada abad ke XX , pada tanggal 31 Oktober 1999 , di Ausburg Jerman , setelah melalui pergumulan selama puluhan tahun mengenai pembenaran oleh Allah , denominasi Gereja terbesar di dunia , Gereja Katolik Roma , menandatangani Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran  ( the Joint Declaration on the Doctrine of Justification /JDDJ ) bersama Gereja Protestan yang diwakili oleh Lutheran World Federation (LWF) , yang bagian ketiganya berbunyi :

"Together we confess : By grace alone , in faith in Christ's saving work and not because of any merit on our part , we ara accapted by God and receive the Holy Spirit who renews our hearts while equipping and calling us to good works . "

Intinya, kedua denominasi gereja terbesar tersebut telah mengakui bahwa "oleh kasih-karunia saja , di dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan dikarenakan jasa perbuatan-kebaikan manusia, kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus yang memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik ! "

Nampak dengan jelas bahwa usaha manusia dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik , sama sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Perbuatan-perbuatan baik itu hanya buah dari keselamatan yang diberikan Allah tanpa syarat . Menurut pendapat saya , perbuatan-perbuatan baik itu adalah ungkapan rasa syukur dan terima-kasih kita oleh karena kita sudah diselamatkan . Sebagai catatan , dengan lahirnya Deklarasi Bersama tersebut, dikotomi antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant , sudah tidak ada lagi . Karena keduanya sudah sepakat bahwa pembenaran oleh Allah berdasarkan oleh kasih-karunia saja dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan pada kebaikan manusia . Dengan demikian Deklarasi Bersama ini sudah menggugurkan semua ajaran yang lahir dari pandangan Pelagius dan semi-pelagian .

Teks-teks Alkitab yang sering ditafsir salah :

Iman itu pemberian Allah ! (Filipi 1 : 29 ; Efesus 2 : 8 ; Roma 12 : 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ; 2 Tesalonika 3 : 2 dll)  Keselamatan itu datang dari pihak Allah . Bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia . Keselamatan benar-benar pemberian cuma-cuma dari Allah tanpa menuntut apa-apa , dan manusia menerimanya dengan iman dan dengan tangan. kosong , tidak membawa syarat apa-apa .  Dengan demikian , adalah benar keselamatan itu bukan usaha manusia , melainkan hanya karena kasih-karunia Allah saja dalam karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Tetapi pasti selalu akan ada sebagian orang yang mempertanyakan teks Alkitab berikut ini :

"..dan mereka yang telah berbuat baik , akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal , tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum ." ( Yohanes 5 : 29 Terjemahan LAI 2002 )

Sepintas , jika teks di atas kita lepas dari konsteknya , baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauh , "kelihatannya ", keselamatan itu datang dari usaha manusia lewat perbuatan-perbuatan baik !Kalau kita diselamatkan dari karena perbuatan baik ,seluruh teks dalam Alkitab yang menyuarakan kasih-karunia, menjadi gugur-berantakan . Kalau memang demikian adanya, teks Yohanes 5 : 29 bertabrakan dengan konstek jarak dekatnya pada Yohanes 5 : 24  dan Yohanes 3 : 16 . Berbenturan juga dengan konstek jarak jauhnya pada Roma 3 : 10 - 12 dan 27 - 28 .  Bertentangan juga dengan Titus 3 : 4 -5  . Berlawanan  pula dengan Matius 26 : 28 . Berbicara masalah keselamatan tidak bisa lepas dari pengampunan dosa ! Dalam Matius 26 : 28 sudah jelas Yesus berkata bahwa  "Ia menumpahkan darahNya untuk pengampunan dosa-dosa ." ! Dosa hanya dapat diampuni oleh darah Yesus ! Jangan ditukar dengan perbuatan baik ! Dengan demikian jelas bahwa makna "berbuat baik" dalam teks Yohanes 5 : 29 itu adalah dalam konstek "berbuat baik secara vertikal " , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus ! ( band. Matius 7 : 23  dan Yohanes 6 : 28 - 29 dan 8 : 24 ). Lalu, bagaimana dengan teks di bawah ini ?

"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya , yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan , kehormatan dan ketidak-binasaan ." ( Roma 2 : 6 - 7 Terjemahan LAI 1987 )

Sama dengan teks Yohanes 5 : 29 , jika teks di atas dilepaskan dari konstek-konsteknya , sekilas "kelihatan" seakan-akan yang memberikan kita keselamatan itu adalah usaha manusia dari berbuat baik ! Padahal bukan demikian adanya . Pertanyaannya adalah perbuatan baik yang bagaimana ? Vertikal atau horizontal ? Jelas yang dimaksud adalah perbuatan baik vertikal , yakni percaya pada karya penyelamatan Kristus yang memberikan kemuliaan, kehormatan dan ketidak-binasaan ! (band. Roma 8 : 30 ). Jika tidak demikian , maka teks Roma 2 : 6 - 7 ini akan berbenturan dengan konstek jarak-dekatnya, yakni Roma 1 : 16 - 17 , tentang "orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ."  . Berlawanan pula dengan Roma 3 : 27 : 28 , bahwa " orang dibenarkan bukan karena perbuatannya melainkan karena imannya ." .  Berbenturan juga dengan konstek jarak-jauhnya seperti pada 1 Korintus 6 : 20 dan 1 Petrus 1 : 18 - 19 serta Wahyu  5 : 9 , yang menyatakan bahwa kita sudah dibeli dan lunas dibayar dengan darah Kristus Yesus ! Bukan dengan yang lain-lain , termasuk amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita .! Jadi setiap kali kita bertemu dengan teks Alkitab yang "kelihatannya" menggambarkan bahwa perbuatan-baik kitalah yang menyelamatkan kita , maka gunakanlah hermenutika , dan paling tidak jangan melepaskan teks dari konsteknya, baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauhnya .

Kesimpulan :

Dengan tidak bermaksud mendiskreditkan siapapun dan golongan manapun , penjelasan di atas telah memberikan jawaban bahwa perbuatan-perbuatan baik kita dalam segala bidang , apakah itu berupa amal , ibadah dan kebajikan-kebajikan , sama sekali tidak berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! PekerjaanNya sudah selesai dan sudah sempurna ! (Yohanes 19 : 30 ) . Tidak perlu ditambahi apa-apa ! Menganggap pekerjaanNya belum selesai dan belum sempurna, sama dengan menghina Yesus ! Seharusnya kita sadar bahwa segala amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima sebagai ungkapan syukur dan terima-kasih kita kepada Allah yang sudah menyelamatkan kita .  Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan E.P Sihombing SH.M.Ap)


Selasa, 17 Februari 2015

DEKLARASI BERSAMA TENTANG PEMBENARAN OLEH IMAN

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pada blog CSM-Ministry.blogspot.com , saya sudah menulis tentang Inti Pesan dan Muatan Pesan Kristiani, di mana akhirnya mengarah pada Keselamatan Kristen Indikatif Imperatif dan berujung pada Pertukaran Ilahi di kayu salib . Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan penjelasan sekitar Deklarasi Bersama antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant yang diwakili LWF , yang dikenal dengan sebutan "the Joint Declaration on the Doctrine of Justification (JDDJ) ". Deklarasi Bersama ini sudah barang-tentu berkaitan langsung dengan Bapa Reformasi Gereja,  Martin Luther ( 1483 - 1546 ). Ia dilahirkan pada tahun 1483 di Eisleben Jerman . Ia sangat cerdas dan bersemangat dalam belajar theologi . Pada usia 29 tahun ia sudah menjadi Guru Besar (profesor ) Theologi , dengan berbagai-bagai jabatan , mulai dari dosen , imam , dan kepala beberapa biara . Ia sungguh-sungguh seorang Katolik yang baik dengan mengikuti secara penuh ajaran Gereja . Berdasarkan Roma 1 : 17 , terutama pada bagian teks yang berbunyi :" Ho de dikaios ek pisteos zesetai " ( Orang yang dibenarkan karena imannya , akan hidup ), Luther percaya bahwa bukan usaha dan pekerjaan manusia dalam bentuk apapun yang membuat manusia dipandang benar di hadapan Allah , selain hanya oleh kasih-karuniaNya berdasarkan iman pada karya penyelamatan Kristus .  Tentu saja Luther mempertahankan kepercayaan ini bukan karena teks Roma 1 : 17 itu saja , melainkan dari seluruh ajaran soteria (keselamatan) yang diajarkan dalam Alkitab .

Pada tanggal 31 Oktober 1517 , Luther menempelkan 95 tesisnya di pintu gereja istana Wittenberg yang maksudnya mengajak siapapun berdebat  , sebagai reaksinya terhadap keputusan Paus Leo X waktu itu  dalam perkara surat indulgensia (penghapusan siksa).  Maka timbullah pertikaian antara Paus Leo X dengan Luther , terutama tentang pembenaran oleh iman . Pada tahun 1520 , Luther mengarang sebuah buku yang terkenal dengan sebutan "Sola fide " ( Hanya oleh iman ) yang  bertentangan dengan pandangan Paus di zaman itu .  Pada tanggal 15 Juni 1520 , terbitlah bulla Paus (kutuk Paus) di mana dinyatakan jika dalam waktu 60 hari Luther tidak menarik pandangannya , ia akan dianggap sebagai penyesat yang terkena hukuman Gereja . Tetapi Luther membalas bulla Paus itu dengan karangannya yang berjudul " Melawan bulla kutuk si Antikrist " . Pada tanggal 18 April 1521 , Luther diadili di Worms  tetapi persidangan itu tidak menghasilkan keputusan apapun bagi Luther , selain hanya terbitnya Edik Worms yang mengucilkan Luther bersama seluruh pengikutnya dengan "kutuk negara " . Terpecahlah Eropa menjadi dua golongan , yakni golongan pengikut Paus di satu pihak dengan golongan pengikut Luher di pihak lain .Sementara itu Paus Leo X sudah diganti oleh Paus Adrianus VI pada tahun 1522  (yang menjadi Paus hanya sampai tahun 1523) . 

Untuk mengembalikan kewibawaan Paus dan kesatuan Gereja , diadakanlah konsili besar di Trente pada tahun 1545  pada zaman Paus Paulus III.  Tetapi persidangan konsili di Trente berlangsung lama sekali , sehingga harus diulang-ulang sampai tahun 1563 . Dalam pada itu , pada tanggal 18 Pebruari 1546 , Martin Luther meninggal dunia di kota kelahirannya,  Eisleben , dalam usia 62 tahun .  Kemudian 9 tahun kemudian , pada tahun 1555,  perselisihan antara golongan Paus dengan golongan reformasi diselesaikan dengan Perdamaian Agama di Ausburg , di mana gereja reformasi diakui sebagai gereja yang resmi juga. Namun konsili Trente tetap berlangsung , hingga tahun 1563 di zaman Paus Pius IV dengan tidak menghasilkan kesatuan gereja . Maka secara definitif , terpisahlan kaum reformasi yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Gereja Protestant dari Gereja Katolik Roma . Di dalam bukunya "Sejarah Gereja " , DR. H. Berkhof menulis sebagai berikut :"

" Sebenarnya Luther dan pengikut-pengikutnya sama sekali tidak bermaksud untuk mengoyakkan tubuh Kristus. Mereka hanya ingin memulangkan Gereja Katolik kepada ketaatan terhadap Alkitab, dan bukanlah niatnya untuk mendirikan suatu Gereja baru . Tetapi di luar kemauan mereka, perpisahan ini telah terjadi ." ( DR. H. Berkhof , Sejarah Gereja 2006 ).

Pada tahun 1960 , pada masa Paus Yohanes XXIII, setelah berpisah selama lebih dari 400 tahun , kedua denominasi gereja terbesar di dunia ini mulai mengadakan pendekatan dengan mempelajari kembali doktrin pembenaran oleh iman , yang dahulu didengungkan oleh Martin Luther . Dialog-dialog yang mengarah ke Deklarasi Bersama terus berkelanjutan , pada masa kepausan Paus Paulus VI (1963 -1978 ) dan Paus Yohanes Paulus I ( 1978 ). Kemudian mulai tahun 1978 Paus Yohanes Paulus II naik takhta Vatikan . Harus diakui bahwa lahirnya Deklarasi Bersama ini dipengaruhi oleh kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Jerman pada tanggal 17 Nopember 1980 dengan mengadakan pertemuan dengan Gereja Lutheran dan Gereja Reformed (Calvinis) di Mainz.  Akhirnya Deklarasi Bersama ini ditanda-tangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 31 Oktober 1999, di Ausburg Jerman . ( tanggal dan bulannya sama dengan tanggal dan bulan di mana Martin Luther memakukan 95 tesisnya di pintu gereja istana Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517 ) .  Deklarasi Bersama tersebut berjudul "the Joint Declaration on the Doctrine of Justification (JDDJ) , di mana Bagian Pertamanya berisi tentang "Pesan Alkitab tentang pembenaran " , Bagian Kedua : "Doktrin Pembenaran sebagai masalah ekumenis" , sementara Bagian Ketiga adalah :" Pengertian pembenaran iman masa kini " yang berbunyi :

" Together we confess : By grace alone, in faith in Christ's saving work, and not because of any merit on our part , we are accepted by God and receive the Holy Spirit who renews our hearts while equipping and calling us to good works ." ( Bersama kami mengaku : Oleh kasih karunia saja , dalam iman pada karya keselamatan Kristus dan bukan disebabkan oleh kebaikan-kebaikan dalam kehidupan kami , kami diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus yang memperbaharui hati kami sambil memperlengkapi dan memanggil kami untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik )

Anak kalimat pertama dari pengakuan bersama ini menyatakan bahwa hanya oleh kasih karunia dalam iman pada karya  penyelamatan Kristus , kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus , dan bukan dikarenakan perbuatan-perbuatan kebaikan kita ( inilah bentuk berita : indikatif ). Anak kalimat yang kedua , menyatakan bahwa Roh Kudus memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi  dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik .( inilah bentuk suruhan : imperatif ). . Nampak jelas bahwa telah tercipta kesamaan pandangan antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant  bahwa keselamatan Kristiani adalah indikatif-imperatif ; bahwa kita semua sudah diselamatkan berdasarkan kasih karuniaNya (indikatif) dan oleh karenanya kita harus melakukan kebaikan-kebaikan hidup (imperatif ). Tidak bisa dibalik ! Kebaikan-kebaikan hidup kita lakukan bukan untuk mendapatkan keselamatan, melainkan karena sudah diselamatkan .


Pengaruh dari Deklarasi Bersama ini sangat signifikan bagi kedua-belah pihak sehingga tidak ada lagi dikotomi yang mengatakan bahwa Gereja Protestant hanya mengutamakan iman sementara Gereja Katolik Roma hanya mengutamakan perbuatan .  Sudah sangat jelas bahwa kedua-belah pihak mempunyai sikap dan pandangan yang sama tentang pembenaran oleh iman yang harus diikuti dengan perbuatan baik sebagai buah dari pembenaran itu .  Hal itu dinyatakan dalam seksi 4.7. No.37 dari Preamble of the Joint Declaration on the Doctrine of Justification (JDDJ) tersebut, yang berbunyi sebagai berikut :

" We confess together that good works - a Christian life lived in faith, hope and love - follow justification and are its fruits . When the justified live in Christ and act in the grace they receive, they bring forth, in biblical terms,  good fruit. Since Christians struggle against sin their entire lives, this consequence of justification is also for them an obligation they must fulfill. Thus both Jesus and the apostolic Scriptures admonish Christians to bring forth the works of love ." ( Terjemahan bebas : Kami mengaku bersama bahwa perbuatan-perbuatan baik - suatu kehidupan Kristiani yang hidup di dalam iman, pengharapan dan kasih - mengikuti pembenaran  dan itu adalah buahnya . Ketika hidup dibenarkan di dalam Kristus dan bertindak di dalam kasih-karunia yang mereka terima, mereka melahirkan , dalam istilah Alkitab, buah yang baik . Semenjak orang-orang Kristiani berjuang melawan dosa dalam seluruh kehidupan mereka, konsekuensi dari pembenaran ini juga untuk mereka sebagai suatu kewajiban yang harus mereka penuhi . Jadi keduanya, Yesus dan penyuruhan Alkitab , menegur orang-orang Kristiani untuk melahirkan perbuatan-perbuatan kasih )

Jadi jelas bahwa pandangan Gereja Protestant dan Gereja Katolik Roma mengenai pembenaran oleh iman , sudah sama . Bahwa "good works - follow justification and are its fruits " ( perbuatan-perbuatan baik - mengikuti pembenaran  dan perbuatan-perbuatan baik itu adalah buah dari pembenaran ). Dengan perkataan lain , pembenaran kita oleh iman pada karya penyelamatan Kristus , diikuti oleh perbuatan-perbuatan baik .  Dan melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidup adalah suatu keharusan yang kita penuhi , namun jangan ditangkap salah sehingga keselamatan yang indikatif imperatif berubah menjadi imperatif indikatif.  Karena sudah jelas bahwa pembenaran hanya oleh iman (indikatif) dan perbuatan-perbuatan kebaikan hanya merupakan buahnya ( imperatif ). Beberapa teks Alkitab di bawah ini mengacu kepada pembenaran yang gratis itu dengan buahnya , berikut di bawah ini :


"Kamu sudah dibeli dan harganya sudah lunas dibayar . Karena itu , muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan dengan rohmu , yang keduanya adalah milik Allah ." ( 1 Korintus 6 : 20 , dari Terjemahan NKJV yang diterjemahkan lagi )

Dalam teks ini bentuk berita adalah pasti bahwa kita sudah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh karya Yesus di kayu salib . Karena itu , karena pembenaran yang cuma-cuma itu , kita harus berbuat baik yang semuanya untuk kemuliaan Tuhan .

"Sebab oleh kasih karunia kamu telah diselamatkan , itu bukan hasil usahamu, itu pemberian Allah , itu bukan hasil pekerjaanmu , jangan seorangpun memegahkan diri " ( Efesus 2 : 8 - 9 , Terjemahan LAI 1993 )

Dalam teks ini, keselamatan sudah kita terima oleh kasih-karunia , dan bukan dari perbuatan-perbuatan baik kita . Sehingga , segala kebaikan kita , tidak dapat menjadi dasar bagi kita untuk memegahkan diri , karena pembenaran itu merupakan pemberian Allah , anugerah atau kasih-karuniaNya . Walau demikian , perbuatan-perbuatan baik harus kita lakukan , sebagai cara hidup orang Kristiani yang baik .

"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juruselamat kita ,  dan kasihNya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik yang sudah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus , yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya , berhak menerima hidup yang kekal , sesuai dengan pengharapan kita . Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah , sungguh-sungguh  berusaha untuk melakukan pekerjaan yang baik . Itulah yang baik dan berguna bagi manusia . ( Titus 3 : 4 - 8 , Terjemahan LAI 1987 )

Dalam teks di atas ini , kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita ! Kita dibenarkan oleh kasih-karuniaNya . Kita berhak menerima hidup yang kekal . Sebagai orang percaya , kita harus melakukan kebaikan yang berguna bagi sesama . Pembagiannya jelas , oleh iman pada kasih-karuniaNya , kita diselamatkan . Keselamatan yang kita terima itu melahirkan buah kebaikan . Jadi , disini tidak ada indikasi akan adanya campuran antara iman dan perbuatan . Iman adalah Iman dan perbuatan adalah perbuatan . Justru di sinilah maksud Yakobus 2 : 17 tentang iman dan perbuatan . Maksudnya , orang yang sudah diselamatkan karena iman itu , harus melahirkan perbuatan-perbuatan baik .yang berguna bagi sesama serta membuat nama Tuhan dipermuliakan .


Hampir 500 tahun setelah Martin Luther memakukan 95 tesisnya di pintu gereja istana Wittenberg , apa yang dirindukan olehnya dan para pengikutnya , yaitu pembenaran oleh iman (sola fide ) , terwujud dengan lahirnya the Joint Declaration on the Doctrine of Justification (JDDJ) . Pernyataan " Together we confess : By grace alone ... " hanya dapat diartikan sebagai :" Bersama kami mengaku : Oleh kasih-karunia saja .." Dampak dari Deklarasi Bersama itu sungguh signifikan , karena di antara kedua Gereja ( Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant ) tercipta banyak persamaan pandangan dan saling mengakui , bukan saja masalah pembenaran oleh iman , tetapi juga masalah perkawinan , baptisan , sidi, Perjamuan Kudus dan pelayanan gereja . Sebagai contoh perkawinan campuran antara kedua gereja tidak akan menggunakan siasat gereja lagi , di mana jika seorang Protestant menikah dengan seorang Katolik di gereja Katolik , tidak akan dibuat lagi baptisan ulang . Demikian pula sebaliknya .

Kita bersyukur dengan lahirnya Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran tersebut di atas , karena kita percaya bahwa Tubuh Kristus hanya satu . Sebagai kesatuan dari tubuh Kristus , seyogyanyalah kita menghargai persembahan tubuh dan darahNya di kayu salib , yang sudah memberikan kepastian bahwa "barang siapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal " ( Yohanes 3 : 16 ). Kiranya Roh kudus yang telah memperbaharui hati kita , memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut !  .
( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )