Jumat, 03 April 2015

KUTUK SUDAH DICABUT DI SALIB KRISTUS !

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Masa berlakunya kutuk :


Kutuk hanya berlaku pada periode sebelum penyaliban Tuhan Yesus ! Tatkala Tuhan memberikan hukumnya kepada orang Israel lewat Musa , hukum tersebut terdiri dari Sepuluh Firman  ( aseret hadevarim , Ibrani, dekalogoi ,Yunani ; ten commandement , Inggris  ) dan ratusan aturan yang disebut Torat ( tora , Ibrani, nomos , Yunani ; law , Inggris  ) . Profesor Gordon Fee dalam bukunya "Hermenutik" mengatakan bahwa terdapat lebih dari 600 aturan yang harus dilakukan oleh orang Israel .  Dan begitu amat berat bagi bangsa itu untuk mentaatinya , karena begitu banyak aturan yang harus dikerjakan dengan perbuatan , baik perbuatan vertikal (terhadap Tuhan ) maupun perbuatan horisontal.( terhadap sesama manusia )  Pehatikan teks Alkitab berikut ini :

"Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata : Amin !." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas diakomodir oleh rasul Paulus untuk mengingatkan orang-orang Kristen di Galatia , berhubung orang-orang Galatia terpengaruh ajaran hukum Torat Yahudi yang membuat mereka perlu dinasehati , setelah menerima berita Injil . Berikut kutipannya :

"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat , berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis:" Terkutuklah  orang yang tidak  setia melakukan segala sesuatu  yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Jika seandainya aturan hukum tersebut hanya terdiri dari sepuluh atau tiga puluh aturan , barangkali manusia masih mampu mengerjakannya seluruhnya ! Tetapi ini , lebih dari 600 aturan harus ditaati dan dilakukan secara konkrit  ! Tidak ada seorangpun yang mampu ! Bukti empiris dan historis , seluruh bangsa Israel tidak ada yang mampu , dalam arti selalu saja ada salahnya ! Padahal , satu saja salah , pasti jatuh dalam kutuk ! Bandingkan dengan Yakobus 2 : 10 .

Meskipun ajaran korban pagi dan korban petang , korban penghapus salah dan korban penghapus dosa serta adanya Hari Raya Pendamaian , merupakan bagian dari hukum Torat ,  tetap saja manusia berada di bawah kutuk hukum Torat oleh karena selalu tidak sanggup melakukan "segala apa yang tertulis " !  Saudara tentu bertanya mengapa Tuhan memberikan aturan yang Dia sendiri mengetahui bahwa manusia tidak akan mampu menjalankannya ?  Rasul Paulus menjawab sebagai berikut :

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas-kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 2002 )

Jadi semuanya , tujuannya adalah hanya untuk kemuliaan Allah ! Di mana manusia tidak bisa taat sepenuhnya , maka manusia membutuhkan pengampunan dan di sinilah Tuhan menunjukkan belas-kasihanNya dalam mengampuni manusia .  Pada zaman Torat , pengampunan itu diperoleh lewat korban-korban darah hewan yang tak bercacat-cela , dan setahun sekali melalui Hari Raya Pendamaian .  Persembahan korban-korban seperti itu terus dilakukan secara terus-menerus selama mereka berada di bawah hukum Torat , karena setiap korban hanya mengampuni dosa untuk sekali itu saja, dan tidak untuk selamanya . 

Sementara itu , mereka selalu berada di bawah ancaman kutuk hukum Torat yang mengerikan itu ! Setiap kali salah , bikin korban pengampunan ! Salah lagi , bikin lagi korban penghapus salah ! Dosa lagi, bikin korban penghapus dosa ! Terus menerus seperti itu ,  dan terus menerus hidup di bawah ancaman kutuk ! Tidak tanggung-tanggung , bahwa jenis-jenis kutuk itupun tertulis dengan jelas dan tegas di dalam aturan hukum Torat . Jikalau kita membaca Imamat 26 : 14 - 46 dan Ulangan 28 : 15 - 46 , terdapat banyak jenis kutuk yang tertulis di dalamnya .  Semuanya akibat salah dan  dosa manusia .

Jenis-jenis kutuk itu antara lain adalah : kutuk sakit penyakit ( Imamat 26 : 16 ; Ulangan 28 : 21 - 22  dan 35 ) , kutuk kegagalan dan kemiskinan ( Imamat 26 : 16 , 20 dan 26 ;  Ulangan 28 : 17 - 18 , 38 - 40 ) ; kutuk kelaparan , kemalangan dan kesialan ( Imamat 26 , : 17 , 22 , 29  ; Ulangan 28 : 25 ,28 , 29 , 31 ) , kutuk malapetaka dan bencana ( Imamat 26 : 30 - 31 ; Ulangan 28 : 33 - 35  ) dan kutuk tidak pernah jadi kepala tetapi jadi ekor ( Ulangan 28 :  44 ) dan lain-lainnya , yang semuanya terjadi karena dosa di mana mereka tidak dapat melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya . ( Imamat 26 : 14 dan Ulangan 28 : 15 ).

Itulah segala kutuk yang mengancam manusia , jika tidak dengan setia melakukan , bukan sebagian , melainkan segala sesuatu , seluruhnya , yang sudah merupakan perintah dan ketetapanNya sesuai dengan aturan hukum Torat ! Dan itu hanya  berlaku bagi setiap orang yang berada di bawah hukum Torat !


Masa dicabutnya kutuk hukum Torat :

Orang Israel mempunyai kepercayaan yang berasal dari aturan hukum Torat , bahwa setiap orang yang dihukum mati dengan cara digantung pada tiang kayu ( ets , Ibrani ) adalah lambang kutuk ! Artinya di hadapan Allah , orang mati yang tergantung di sebuah tiang kayu , adalah terkutuk .

"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati , lalu ia dihukum mati kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang , maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga , sebab  seorang yang digantung terkutuk oleh Allah ....." ( Ulangan 21 : 22 - 23 Terjemahan LAI 1987 )

 Jadi ketika pada hari Raya Pentakosta Petrus berkhotbah di hadapan masa Yahudi di Yerusalem  , dia menyinggung masalah Yesus tersalib dan tergantung di kayu salib , maka semua orang Yahudi memahami maksud perkataan itu karena di dalam budaya dan kepercayaan mereka , orang yang tergantung pada tiang kayu , adalah terkutuk di hadapan Allah !  Perhatikan khotbah Petrus di bawah ini :

"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya ,  telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka . Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, sebab tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu " ( Kisah Para Rasul  2 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Andaikata yang tergantung pada tiang kayu itu manusia biasa seperti kita , itu karena kesalahan kita sendiri dan sama sekali tidak mempunyai pengaruh apa-apa kepada manusia lain ! Orang itu terkutuk ! Cuma begitu saja tanpa ada efeknya pada kita . Akan tetapi masalahnya menjadi berbeda , jikalau yang tergantung pada kayu itu adalah Yesus  sendiri , menurut kemauannya sendiri , menggenapi nubuatan para nabi  dan bukan merupakan tragedi manusia ! Yang digantung pada kayu salib adalah Firman yang telah menjadi manusia , atau Tuhan itu sendiri ( lihat Yohanes 1 :  1 dan ayat 14 ) .  Perhatikan ucapan Yesus , beberapa jam sebelum Dia digantung pada kayu salib :

"Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan ! Di dalam hukum Torat , akibat dosa adalah kutuk ! Dan Yesus mengatakan darahNya akan ditumpahkan untuk pengampunan dosa ! Ini berarti bahwa di atas kayu salib , Ia akan mencabut segala kutuk , karena dosa akan dihapuskan oleh darahNya ! Mengapa demikian ? Sebab Ia adalah Tuhan , dan hanya Tuhan yang berkuasa mengampuni dosa dan mencabut kutuk , dengan menjadikan diriNya berdosa dan kutuk , supaya di dalam Dia kita dibenarkan dan merdeka dari kutuk hukum Torat !

Orang yang tidak mengerti akan menyanggah :" Mengapa Tuhan harus mengorbankan diriNya sendiri untuk mengampuni dosa ? Bukankah cukup Dia berkata :" Hai manusia , dosamu sudah Aku ampuni ! Kan beres sudah ! Ngapain repot repot ? Bukankah Dia Tuhan ? "  Sanggahan seperti ini menghilangkan natur Tuhan , bahwa Ia tidak dapat berbohong ! Sebab Ia sudah berfirman bahwa upah dosa adalah kematian atau maut ! ( bandingkan dengan Kejadian 2 : 16 - 17 dan Roma 6 : 23 ).

Maka akibat dosa , manusia harus mati ! Dalam arti mati kekal ! Dalam arti maut kekal ! Dan siapakah yang dapat menghapus maut kekal itu kalau bukan Tuhan sendiri ? Maka Ia melakukanNya di kayu salib dengan tidak melanggar naturNya  sebagai Tuhan yang tidak dapat berbohong ! Ia menjadikan dirinya berdosa dan mati sebagai akibat dosa itu !  Jadi kematian Kristus di atas kayu salib itu adalah suatu keniscayaan yang harus terjadi , sebagaimana nubuatan  nabi  Deutero Yesaya sebelum peristiwa itu terjadi .

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan . Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAi 1987 )

Teks Yesaya pasal 53 adalah ayat Mesianik , artinya perkataan nubuat untuk Yesus , mengenai karya penyelamatanNya di kayu salib yang 100% adalah kehendak TUHAN  untuk membayar harga dosa manusia yang berarti juga mencabut semua kutuk hukum Torat . Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :

"Kristus telah menebus kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk bagi kita . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )

Dengan kematian Kristus di kayu salib , bagi orang Kristen yang hidup di bawah kasih karunia , kutuk apapun sudah tidak ada lagi, meskipun kita tidak mampu untuk melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya !  . Namun , terus terang saya harus berkata , jika saudara menempatkan diri di bawah hukum Torat , anda masih berada di bawah kutuk karena mana mungkin saudara mampu mengerjakan seluruh perintah dan ketetapanNya  ! ( Galatia 3 : 10 - 11  ).


Apakah benar Yesus mati di kayu salib ?

Jikalau ternyata Yesus tidak pernah mati di kayu salib , sudah barang tentu Kekristenan didasarkan pada kebohongan besar ! Banyak tulisan maupun pendapat dari beberapa golongan yang menyatakan Yesus tidak pernah disalibkan ,  dengan berbagai teori , tetapi tanpa bukti bahkan bertentangan secara historis !  Tetapi setelah melalui penelitian yang seksama dari sejarah dan arkeologi , banyak pakar yang tadinya skeptis , sekarang menjadi percaya bahwa penyaliban Yesus itu nyata terjadi  !

Ada banyak bukti yang mendukung kebenaran bahwa Yesus memang mati di atas kayu salib , baik bukti dari Alkitab maupun bukti dari sejarah sekuler dan kitab-kitab apokrif .serta penemuan arkelogi .  Jadi saudara jangan percaya pada bualan siapapun yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib , sebab pandangan mereka  tanpa bukti akurat bahkan melawan sejarah . Hukum logika dasar mengatakan bahwa  suatu pernyataan , konsekuensinya adalah pemberian bukti yang akurat , dalam hal ini sudah barang tentu bukti historis dan arkeologis ! Sedangkan bukti bahwa Yesus benar-benar disalibkan , bertebaran dalam banyak bukti sejarah , baik dari keempat Injil Kanonik maupun dari tulisan sejarah dari pihak non Kristen dan  kitab-kitab apokrif . serta  penemuan arkeologi . Inilah bukti bukti tersebut :

1). Keempat Injil Kanonik , yaitu Injil Matius , Injil Markus , Injil Lukas dan Injil Yohanes mencatat ke matian Kristus di atas kayu salib , Jangan lupa , Matius dan Yohanes adalah saksi mata  dari peristiwa itu , sementara Markus dan Lukas adalah sahabat sekaligus murid dari Petrus dan Paulus .  .

2) Tulisan sejarahwan pada abad Pertama dan Kedua Masehi , yang nota-bene bukan orang Kristen menguatkan bukti bahwa Yesus mati di atas kayu salib .  Mereka adalah Flavius Josephus , Cornelius Tacitus , Lucianus dari Samosata , Mara Bar Sarapion , Suetonius  , Plinius Muda dan lain-lain . Mereka itu semua mencatat tentang Kristus yang disalibkan oleh Pontius Pilatus pada masa Kekasiran Romawi, Tiberius . Mereka ini bukan orang Kristen dan tidak punya kepentingan dengan Kekristenan , selain hanya mencatat suatu kejadian sebagai tugas dari seorang sejarahwan .

3) Kitab kitab apokrif seperti yang mengatas-namakan Petrus, Nikodemus , Philipus , dan yang disebut sebagai Injil Ebionit , Injil Masa kanak-kanak Yesus , bahkan yang mengatas-namakan Yudas Iskariot  dan lain-lain , yang bertujuan untuk menyerang  Kekristenan , ternyata juga mencatat tentang kematian Kristus di atas kayu salib. Demikian pula Surat Barnabas dan yang disebut Injil Kebenaran , semuanya mencatat tentang penyaliban Yesus .

4) Bukti arkelogis yang sejalan dengan historis , misalnya penemuan bekas makam Kristus , penemuan pemakaian paku besar untuk orang yang disalib pada zaman Kristus , dan penemuan inkripsi Pilatus "The Pilate incription "  yang menyatakan bahwa Yesus mati di kayu salib atas perintah Pilatus . Penemuan ini cocok dengan sejarah yang ditulis baik oleh Flavius Josephus maupun Carnelius Tacistus dan lain-lain .

Dari keempat bukti di atas , bukti yang paling akurat secara ilmiah  adalah bukti nomor 2 dan nomor 4 , sebab merupakan bukti historis dan arkeologis ! Dengan adanya bukti bukti kuno tersebut , nyatalah bahwa iman Kristiani pada kematian Kristus di kayu salib ,  bukanlah mitos , bukan juga iman yang buta , sebab apa yang menjadi inti iman Kristiani tentang penyaliban Kristus itu adalah iman yang berdasarkan fakta yang historis! Bukan dongeng , bukan legenda dan bukan mitos ! Sebab dongeng , legenda atau mitos tidak pernah secara nyata terjadi di muka bumi ! Tetapi kematian Kristus di kayu salib nyata terjadi di muka bumi , disaksikan banyak orang dan dicatat dalam sejarah !




Kutuk hukum Torat sudah tidak berlaku :

Pada hari Jumat siang , pada bulan Nisan , kira-kira pada tahun 30 M , pada masa Tiberius menjadi Kaisar Romawi, atas prakarsa Dewan Sanhedrin dan orang orang Yahudi   , prokurator Romawi yang bertugas di tanah Yudea  , Pontius Pilatus , memerintahkan  penghukuman mati untuk Yesus di kayu salib . Pada hari itu bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi , yaitu peringatan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir .  Tanda-tanda yang dahsyat terjadi pada hari itu , ketika Tuhan Yesus tergantung di atas kayu salib dengan seluruh tubuhNya berlumuran darah .

Mulai dari jam dua belas siang hingga jam tiga petang , kegelapan meliputi seluruh bumi ( Matius 27 : 45 ; Markus 15 : 33  ; Lukas 23 : 44 ). Tirai Bait Suci ( yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus ) terkoyak menjadi dua , dari atas sampai ke bawah ( Matius 27 : 51 ;  Markus 15 : 38 ; Lukas 23 : 45  ) . Terjadi gempa bumi dan kuburan-kuburan terbuka ( Matius 27 : 51 - 52 ). Sungguh kejadian yang luar biasa , sehingga kepala pasukan dan prajurit prajurit Romawi menjadi sangat ketakutan ! ( Matius 27 : 54 ; bandingkan dengan Markus 15 : 39  ; Lukas 23 : 47 )

Ketika Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ? " ( Allahku, Allahku , mengapa Engkau meninggalkan Aku?), pada saat itulah hadirat Allah meninggalkan kemanusianNya supaya hadirat Allah bersama kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan keilahianNya berpindah kepada kita , sementara segala dosa dan kutuk yang seharusnya kita terima , berpindah kepadaNya ! Inilah pertukaran Ilahi ! Inilah subtitusi ; dimana Yesus masuk ke dalam dimensi kutuk dan dosa , sementara kita masuk ke dalam dimensi berkat dan pembenaran .

Dan sesaat  sebelum menyerahkan nyawaNya , Yesus berkata :" Sudah selesai " ( Tetelestai, Yunani ) . Selesailah sudah karya penyelamatanNya di kayu salib ! Sempurnalah sudah !  Maka sejak itu , dosa tidak berkuasa lagi atas kita orang percaya dan kutuk hukum Toratpun sudah tidak berlaku bagi kita yang hidup di bawah kasih karunia .  Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :

"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah , telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia , sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita , dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 13 - 14 Terjemahan LAI 2002 )

Dahulu kita mati dalam dosa  dan juga bukan bagian dari umat pilihan ! Tetapi setelah penebusan di kayu salib , kita dihidupkan dan tidak mati lagi . Seluruh hutang dosa dan kutukan dalam hukum Torat yang sifatnya mendakwa dan mengancam , dihapus oleh darah Yesus ! Semua dosa dan kutuk itu ditiadakan oleh Kristus di kayu salib .  Maka seluruh kutuk yang tertulis dalam hukum Torat , yang tertera pada Kitab Imamat 26 dan Ulangan 28 , sudah tidak berlaku lagi bagi kita !


Jadi , kalau saudara mendengar suatu khotbah dari seorang pembicara , yang isinya masih mendakwa dan mengancam-ancam dengan kutukan hukum Torat ,  saya tidak mengerti , apakah pembicara itu lupa bahwa kutuk hukum Torat sudah dicabut oleh Kristus di kayu salib ?  Yang penting , perkataan seperti itu jangan didengarkan , melainkan peganglah apa yang dikatakan oleh firman Tuhan dalam Alkitab , yaitu bahwa kutuk hukum Torat sudah ditebus oleh Kristus dan memakukannya pada kayu salib !


Konklusi :

Saudara dan saya sudah dimerdekakan , baik dari hukum dosa maupun hukum maut ! ( Roma 8 : 2 ).  Sengat maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah hukum Torat ( 1 Korintus 15 : 56 ).  Maut tidak berkuasa lagi atas kita , karena kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup ( Yohanes 5 : 24 ).  Kuasa dosa yang adalah hukum Torat juga sudah tidak mempunyai taring lagi , karena :

"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu ,  karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih-karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAi 1987 )

Teks di atas menyatakan bahwa kita yang hidup di bawah kasih karunia Kristus , sudah tidak hidup lagi di bawah hukum Torat ! Ini berarti bahwa kita sudah merdeka dari kutuk dosa  yang begitu banyak mendakwa dan mengancam hidup kita ! Kita sudah berpindah dari dimensi kutuk dan dosa ke dalam dimensi berkat dan pembenaran !  Itulah sebabnya , berkaitan dengan penghapusan dosa dan kutuk , Tuhan Yesus berkata :


"Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes , dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAi 2002 )

Lihatlah ! Dalam bahasa figuratif paradok , Tuhan Yesus membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia. Hukum Torat begitu kuat dan satu titikpun tidak bisa batal ! Akan tetapi berhadapan dengan kasih karunia sebagai hukum Kristus , hukum Torat sudah tidak berlaku lagi  ; hanya berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis  ; bukan dalam masalah etika , moral dan cara hidup yang baik , melainkan dalam hal yang terkait dengan penebusan dosa dan kutuk !


Karena itu , jika kita mau dimerdekakan dari kutuk hukum Torat akibat dosa kita ,  hiduplah di bawah kasih karunia ; jangan hidup di bawah hukum Torat ! Kita bukan antinomianisme ! Kita bukan anti pada hukum Torat ! Bukan ! Tetapi sejak Kristus menumpahkan darahNya di kayu salib , keselamatan kita tidak tergantung lagi kepada hukum Torat , tetapi kepada hukum Kristus , yakni kasih-karuniaNya ! Dan segala kutuk apapun sudah tidak berlaku lagi bagi kita ! Halleluyah !

Selamat Hari Paskah ! Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai pada hari Maranatha ! Salam saya  dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )


Minggu, 29 Maret 2015

ORANG KRISTEN SEBAGAI AHLI WARIS ALLAH

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Batasan tentang pengertian "ahli waris " : 


Di dalam hukum yang berlaku secara universal , seperti misalnya sistem hukum Eropa Continental dan sistem hukum Anglo Saxon  , persoalan ahli waris diatur dalam hukum waris .  Untuk kita, orang Kristen yang warga negara Indonesia (WNI)  ,   tunduk pada  hukum waris perdata Barat ( Burgelijk Wetboek )    di mana ahli waris adalah ab intestato , artinya hanya orang-orang yang mempunyai  hubungan  darah yang  berhak   menjadi  ahli waris ,  tetapi boleh juga testamenter ,  artinya  orang  yang di beri hak sebagai  ahli waris melalui  surat wasiat yang dibuat oleh si pewaris semasa hidupnya .


Mengenai hak ahli waris , hukum mengatur bahwa hak ahli waris tersebut bersifat beneficiaries , artinya warisan itu diterima sebagai suatu keuntungan , dan saisine , artinya hak waris tersebut timbul karena  akibat hukum , bukan karena diusahakan lewat bekerja dan lain sebagainya , serta hereditas petitio , artinya ahli waris mempunyai hak mempertahankan hak-warisnya terhadap orang lain  yang bukan ahli-waris .

Hukum mengatur bahwa anak-anak adalah ahli waris dari ayahnya ! Suatu warisan tidak diperoleh dari berusaha atau bekerja keras , melainkan hanya bersifat pemberian cuma-cuma saja . Jika misalnya seorang ayah mempunyai lima orang anak yang sifatnya berbeda-beda , kelimanya mempunyai hak waris yang sama , sebab hak waris tidak bersifat individual  , melainkan ab intestato, beneficiaries dan saisine !  Dengan perkataan lain,  ahli waris berhak atas warisan , tanpa berusaha dan berbuat apa-apa .  Pertanyaannya , dapatkah ahli waris tidak mendapat warisan ?  Hukum mengatur bahwa ahli waris dapat tidak memperoleh warisan hanya jika (1) : ahli waris menolak menerima warisan dan (2) : jika ahli waris berbuat kejahatan pada si pewaris . 

Sebagai tambahan kiranya perlu diketahui bahwa kodifikasi hukum Romawi sudah dimulai sebelum kelahiran Kristus dan yang terakhir adalah Codex Yustiniani pada zaman kaisar Romawi , Yustinianus . Sistem hukum Eropa Kontinental yang kita anut , berasal dari Codex Napoleon , di mana Napoleon  Bonaparte mengadosinya dari hukum Romawi , di tempat di mana  rasul Paulus pernah hidup di sana . Jadi , sudah barang tentu rasul Paulus juga mengerti pada sistem hukum waris di zaman itu . Karena itu jika rasul Paulus mengatakan kepada jemaat di Roma bahwa  bahwa kita harus tunduk pada hukum negara , sudah barang-tentu , di dalamnya terdapat hukum waris juga, meskipun tak tertulis  ( band. Roma 13 : 1  5 ).


Orang Kristen sebagai ahli-waris Allah :


Stigma Kristen tidaklah menyelamatkan ! Denominasi gereja juga tidak menyelamatkan ! Yang menyelamatkan kita adalah semata-mata karya penyelamatan Kristus di kayu salib dalam mengampuni segala dosa kita ! ( band. Matius 26 : 28  ; Roma 3 : 24 ).  Karena itu, yang dimaksud dengan "orang Kristen" di sini adalah yang "benar benar Kristiani " , yaitu yang percaya bahwa Kekristenan adalah "menerima apa yang dikerjakan Yesus di kayu salib .".  Mengapa orang Kristen dikatakan sebagai ahli-waris Allah ? Sebab mereka adalah anak-anak Allah ! Alkitab yang menyatakannya :

"Namun semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah , yaitu mereka yang percaya dalam namaNya ." ( Yohanes 1 : 12 Terjemahan LAI 2002 )

"Jadi, kamu bukan lagi hamba ,  melainkan anak . Jikalau kamu anak, kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa kita adalah anak-anakNya dan sebagai anak-anakNya , kita juga berkedudukan sebagai ahli-ahli waris dari Bapa kita  !  Tidak ada yang dapat membatalkan warisan kita , sebab warisan yang kita terima itu bersifat pemberian semata berdasarkan hukum , dan bukan tergantung dari usaha atau pekerjaan kita !  Apakah gerangan warisan yang nanti kita terima dari Bapa kita itu ? Sudah barang tentu hidup yang kekal , sebagai harta warisan yang tak ternilai harganya . 


Sebagai ahli waris Allah , kita mempunyai hak atas warisan kita yang bersifat  ab intestato , artinya kita menerima warisan dari Allah itu semata-mata karena kita adalah anak-anakNya !  Kalau di gunakan hak yang bersifat testamenter , itu sama saja , bahwa kita telah ditunjuk sebagai ahli-warisnya karena telah diangkat menjadi anak-anakNya !  Dan hak kita itu sebagai ahli waris itu bersifat pemberian cuma-cuma saja tanpa usaha apa-apa , melainkan karena sifatnya yang beneficiaries !  Selain itu juga, kita mempunyai hak hereditas petitio , artinya hak warisan kita dari Bapa kita , tidak dapat diganggu-gugat orang lain yang bukan ahli waris !


Mengapa kita lari pada persoalan hukum ? Mau tidak mau kita harus membahas persoalan "ahli waris Allah" ini dari sisi pandang hukum , karena kata "ahli waris " adalah kata-kata hukum !  Jikalau orang sama sekali tidak mengerti persoalan hukum waris , bagaimana ia dapat menerangkan dengan benar teks Alkitab yang menyatakan bahwa kita adalah ahli-ahli waris Allah ?  Di belahan dunia manapun , setiap anak  secara hukum adalah ahli-waris dari ayahnya ( sistem patrilineal ) atau ibunya (sistem  matrilineal )  ! Dalam perkataan lain, anak adalah ahli waris dari orang-tuanya !

Karena sifat dari warisan adalah  saisine dan beneficiaries , maka sangat jelas bahwa warisan itu hanya bersifat pemberian semata dan bukan diperjuangkan atau diusahakan lewat apapun oleh si ahli-waris ! Demikian pulalah kita sebagai ahli-waris Allah , berhak atas warisan keselamatan kekal , sama sekali bukan karena usaha kita dan bukan karena pekerjaan kita dan juga bukan karena perbuatan baik kita !  Semua itu tidak berkonstribusi kepada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .  Mengapa begitu ? Sebab jikalau keselamatan itu adalah hasil usaha dan perjuangan kita melalui perbuatan-perbuatan baik , itu namanya bukan warisan ! Itu namanya bukan kasih-karunia ! Itu namanya bukan pemberian cuma-cuma !

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Keselamatan berkaitan erat dengan pengampunan dosa-dosa ! Ketika Tuhan Yesus menumpahkan darah di kayu salib , apakah di sana ada perbuatan baik saudara dan saya ? Apakah kita terlibat dan ikut membantu karya penyelamatan itu ? Tidak bukan ?  Jadi darahNya tertumpah untuk mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita secara cuma-cuma , sebagai suatu warisan dari Allah !


"Karena semua orang telah berbuat dosa  dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh anugerahNya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Bagaimana mungkin orang berpikir bahwa keselamatan itu berawal dari usaha kita ? Bukankah keselamatan itu bersifat pemberian cuma-cuma ? Bersifat kasih-karunia ? Bukan bersifat legalistik seperti hukum Torat yang menuntut ketaatan .  Rasul Paulus , saya dan saudara bukan orang yang antinominianisme , orang yang anti pada hukum Torat ! Bukan sama sekali ! Akan tetapi  jika  Ulangan 27 : 26 yang diulangi oleh rasul Paulus dalam Galatia 3 : 10 , mengatakan bahwa terkutuklah orang yang tidak setia melakukan seluruh apa yang tertulis dalam hukum Torat , apakah itu salah ?  Kalau Alkitab mengatakan bahwa kita diselamatkan bukan karena berbuat menurut hukum Torat , melainkan karena kasih-karunia , apakah kita akan menolaknya ?


Kita menerima keselamatan itu berdasarkan warisan yang oleh ketentuan hukum kita terima berdasarkan hubungan anak dan Bapak di mana Allah  telah menjadikan kita anak-anakNya !  Dan sama-sekali bukan sebagai balas-jasa karena kita telah melakukan banyak perbuatan baik !  Di dalam kasih-karunia, tidak ada unsur balas-jasa ; yang ada adalah anugerah , pemberian cuma-cuma , tanpa diusahakan dan tanpa bayaran. Berdasarkan hukum waris ,  maka keselamatan kita tidak mungkin bisa batal ! Keselamatan kita itu bersifat pasti , seperti warisan bagi si ahli waris , dan persis sama dengan ucapan Tuhan Yesus pada Yohanes 10 : 28 .di mana terdapat kata "pasti " !

Namun , jika kita menolak Kristus , menolak karya salibnya , sudah barang-tentu kita tidak memperoleh warisan hidup yang kekal ! Begitu juga  jika kita melakukan kejahatan vertikal terhadap Tuhan Yesus , misalnya dengan menghujatNya atau dengan melecehkan darah perjanjianNya , atau membuat ceritera atau film yang menghina Dia , atau sama-sekali tidak mempercayai Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat ,  maka kitapun tidak akan menerima warisan dari Bapa kita ! Mengapa begitu ? Sebab hukum waris mengatur bahwa warisan bisa tidak diterima jika warisan ditolak atau si ahli waris melakukan kejahatan berat terhadap si pewaris ,bukan kejahatan terhadap orang lain ( misalnya membunuh atau mencoba membunuh si pewaris ).


Orang Kristen sebagai anak-kecil di hadapan Allah : 

Saudara mengetahui hal-hal anak kecil ? Saudara dan saya pernah menjadi anak-kecil ! Seorang anak kecil  sangat tergantung pada orang-tuanya ! Seorang anak kecil tidak dapat mengurus dirinya sendiri ; sebab itu ia sangat tergantung kepada ayahnya atau ibunya .Seorang anak kecil menaruh seluruh kepercayaannya kepada ayah atau ibunya . Seandainya ia akan dibawa ketempat pembantaianpun , ia tidak mengerti dan tetap percaya bahwa ayah-ibunya adalah tempat ia menyandarkan hidupnya . ( contoh : ketika Ishak di bawa Abraham untuk dikorbankan di gunung Moria pada Kejadian pasal 22  ) .

 
Di hadapan Allah , kita adalah anak-anak kecil ! Terkait dengan ahli waris , setiap anak , tidak perduli ia sudah tua, atau masih anak-kecil , kedudukannnya sebagai ahli-waris tak tergoyahkan !  Tua atau muda atau masih anak-kecil , sama-sama ahli-waris dari bapanya atau ibunya ! Karna itu , berkaitan dengan anak-kecil , Tuhan Yesus berkata :

"Sesungguhnya Aku berkata  kepadamu :" Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak-kecil , ia tidak akan masuk ke dalamnya ." ( Markus 10 : 15 Terjemahan LAI 2002 )

Frasa kata "sesungguhnya" dalam teks di atas , dalam bahasa aslinya tertulis "amen" ( Yunani) , yang artinya " ya dan pasti" !  Jadi sudah menjadi suatu kepastian bahwa jika kita tidak menjadi seperti anak-kecil , kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang sejati ! Kata "Kerajaan Allah " ( basileian tou theou , Yunani ) , menggambarkan pribadi Kristus .  Teks di atas sering disalah-artikan oleh orang dengan mengatakan bahwa "seperti anak kecil" artinya tidak melakukan kejahatan , sebab anak kecil belum tahu berbuat jahat ! Pengertian seperti itu lemah dan mudah dipatahkan ! Bukankah anak kecil itu masih kecil , sehingga jangankan berbuat jahat , berbuat baik itu yang bagaimana , ia sendiri belum tahu !?


Pengertian anak-kecil di atas adalah berkaitan langsung dengan sifat anak kecil pada umumnya , yakni sangat tergantung kepada orang-tuanya  ! Anak kecil sangat percaya pada ayahnya ! Anak kecil sangat membanggakan ayahnya . Di depan anak-kecil , seorang ayah adalah segala-galanya !  Di pangkuan ayah atau ibunya , anak kecil merasa aman dan terlindung . Dengan sepenuh hati anak kecil mempercayakan keselamatannya pada ayahnya atau ibunya ! Anak kecil percaya pada pemeliharaan ayahnya untuk kehidupannya . Itulah sifat anak-kecil !  Itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus ; bahwa jika kita sudah menjadi anak-anakNya , percayakanlah seluruh kehidupan kita kepadaNya seperti anak-kecil !

"Serahkanlah segala kekhawatiranmu  kepadaNya , sebab Ia memelihara kamu ." ( 1 Petrus 5 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Kita harus menjadi anak-kecil di hadapan Tuhan dalam segala hal yang menyangkut keselamatan kita ! Anak kecil tidak dapat menyelamatkan diri sendiri ; dan dalam banyak hal segala tindakannya membahayakan dirinya . Tetapi di dalam gendongan orang-tuanya , anak kecil terlindung . Demikian juga kita , sebagai anak-kecil , kita tidak dapat berbuat apa-apa se;lain mengandalkan Tuhan sebagai Bapa kita !  Jadi , seberapa tua umur kita , seberapa tinggi pangkat kita dan seberapa gagah-perkasanya kita , ingatlah selalu bahwa kita harus seperti anak-kecil di hadapanNya !


Tidak ada anak-kecil yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri ! Keselamatan anak kecil tergantung pada perlindungan dan perbuatan orang tuanya ! Jadi keselamatan anak-kecil itu jelas merupakan pemberian cuma-cuma dari orang tuanya . Demikian pula kita , tidak ada di antara kita yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri , selain karena Tuhan sendiri yang menyelamatkan kita lewat karya penyelamatanNya di kayu salib . Tanpa mengakui seperti ini , kita dikatakan sebagai bukan pengikut Kristus ! ( band. Galatia 5 : 4 )


Konklusi:

Membandingkan uraian di atas , antara orang Kristen sebagai anak-anak Allah yang merupakan ahli-ahli waris dari Allah , dengan orang Kristen harus seperti anak kecil , terdapat benang merah yang menjadikan keduanya sinkron !  Sebagai ahli waris kita tidak berbuat apa-apa untuk memperoleh warisan hidup kekal , demikian juga seperti anak-kecil kitapun sangat tergantung pada pemberian Bapa kita ! Banyak orang berdebat masalah keselamatan , apakah bisa batal ataukah tidak bisa batal ?

Yang mengatakan keselamatan bisa batal , mengatakan bahwa perbuatan kita yang jahat dapat membatalkan keselamatan kita ! Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar ! Sebab hukum waris mengatur bahwa warisan bisa batal kalau si ahli waris melakukan kejahatan berat kepada si pewaris , bukan kepada orang lain . Jadi kalau kita jahat terhadap Bapa kita, dengan tidak percaya lagi pada karya penyelamatan Kristus, memang warisan bisa batal, sebab dosa vertikal yang kekal tak terampuni, yaitu dosa yang mendatangkan maut  !

"Kalau seseorang melihat saudara seimannya berbuat dosa ,yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut , hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepada mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut .   Ada dosa yang mendatangkan maut . Tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa . Semua kejahatan adalah dosa  , tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut ." ( 1 Yohanes 5 : 16 - 17 Terjemahan LAI 2002 )

Dosa yang mendatangkan maut adalah dosa vertikal , yakni menolak kasih-karunia Allah ! Dosa yang tidak mendatangkan maut adalah dosa-dosa horisontal terhadap sesama , sebab dosa jenis ini selalu diampuni ! Sesuai dengan hukum waris, jika orang berbuat jahat terhadap si pewaris , dalam hal ini Bapa kita , sudah pasti ia tidak mendapat warisan hidup kekal .

Yang menyatakan keselamatan tidak bisa batal mengatakan bahwa sepanjang kita tetap percaya pada karya penyelamatan Kristus , dalam arti tidak berbuat jahat terhadap Tuhan dengan menolak darah perjanjianNya, warisan tidak mungkin batal ! Dan pernyataan ini  benar ! Jika seseorang memang merupakan seorang Kristen yang benar-benar Kristen , tidak mungkin ia menolak Kristus dan tidak mungkin ia berbuat jahat kepada Bapa ! Bisa saja ia berbuat dosa , tetapi dosa yang tidak mendatangkan maut yang selalu mendapat pengampunan dan bukan dosa yang mendatangkan maut ! (band. Matius 12 : 31 - 32 ).

Tetapi satu hal sudah pasti , bahwa sebagai ahli-ahli waris Allah , semua orang Kristen Sejati , yang percaya sepenuhnya pada karya penyelamatan Kristus , memperoleh warisan dari Bapa dan tidak bisa batal , yaitu hidup kekal . Mengapa pasti ? Karena orang Kristen Sejati , tidak mungkin berbuat jahat terhadap si pewaris , yaitu Bapa kita !  Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai selama-lamanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )















Rabu, 25 Maret 2015

ORANG KRISTEN SEBAGAI "ISTERI" TUHAN

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Wujud kasih seorang isteri kepada suami :


Berbicara mengenai hubungan suami-isteri , seorang isteri harus patuh dan tunduk kepada suaminya (Efesus 5 : 22 - 24 ).  Dalam patuh dan tunduk kepada suami , seorang isteri mendasarkan kepada kasihnya kepada suami, berdasarkan kasih Kristus . Pada umumnya wujud kasih seorang isteri antara lain adalah , pandai mengatur rumah-tangga , mendidik anak-anak , memperhatikan suami , melayaninya , menjaga hubungan baik dengan orang sekitarnya dan keluarganya  , dan segala kebaikan yang lain ! Namun yang paling penting dari semua itu adalah , seorang isteri harus setia kepada suaminya , dalam arti tidak pernah memindahkan cintanya kepada laki-laki lain , apalagi kalau sampai berselingkuh !

Sekalipun seorang isteri dalam segala hal membanggakan , pandai mengatur rumah tangga, mendidik anak , mengatur keuangan ,menjaga hubungan baik dengan orang-orang sekitarnya dan keluarga ,  baik hati , sopan santun dan sebagainya , namun pada hari ia memindahkan cintanya kepada laki-laki lain  di hadapan suaminya  (apalagi kalau sampai berselingkuh ) , maka apa yang terjadi ?  Seluruh kebaikannya , seketika sirna dan tidak berarti lagi ! Suaminya merasa  dihianati , dan dalam banyak kasus, isteri seperti itu dibuang oleh suaminya ! Seluruh kebaikannya pada tahun-tahun yang telah berlalu , seketika lenyap dan tidak dapat menyembuhkan kepedihan hati sang suami . 

Gambaran ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suami adalah : setia ; dalam arti tidak pernah mencintai laki-laki lain selain suaminya sendiri . Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa seorang isteri yang menyeleweng dari suaminya , adalah satu-satunya alasan yang dapat dipakai oleh seorang suami untuk membuang isteri seperti itu .

"Tetapi Aku berkata kepadamu : Siapa saja yang menceraikan isterinya , kecuali karena zinah , lalu kawin dengan perempuan lain , ia berzinah .' ( Matius 19 : 9 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan frasa " kecuali karena zinah "  !  Teks di atas sangat mudah dipahami , bahwa seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya , kecuali kalau isterinya itu berzinah dengan laki-laki lain !  ( terlepas dari adanya peraturan gereja ) . Teks inipun menjadi bukti , bahwa wujud kasih yang paling utama dari seorang isteri kepada suaminya adalah setia !  Sekali lagi : s e t i a  , dalam arti tidak mencintai atau memberikan cintanya kepada laki-laki lain !


Gambaran orang Kristen sebagai "isteri" Tuhan :

Dari mimbar-mimbar gereja , kita sering mendengar bahwa orang Kristen disebut sebagai anak-anak Tuhan ,sebagaimana teks Alkitab pada Yohanes 1 : 12  atau Galatia 4 : 7 . Akan tetapi sangat jarang kita mendengar uraian bahwa orang Kristen dilambangkan sebagai "isteri" Tuhan ! Yang sering kita dengar adalah orang Kristen sebagai Mempelai Wanita Kristus !  Kira-kira  di abad ke VI  sebelum Kristus datang ke dunia orang-orang percaya sudah digambarkan sebagai "isteri" Tuhan di dalam Perjanjian Lama.   Gambaran sebagai "isteri" Tuhan inilah yang nantinya digambarkan lagi sebagai Mempelai Wanita Kristus , dalam Perjanjian Baru .  Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Aku  akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan Engkau isteriKu  dalam keadilan dan kebenaran , dalam kasih setia dan kasih sayang ." ( Hosea 2 :19 Terjemahan LAI 1987 )

  FirmanTuhan di atas diucapkan lewat nabi Hosea , kira-kira di abad ke VIII SM , pada zaman Raja Yerobeam II di Kerajaan Israel , ketika terjadi kemerosotan moral dan iman di Israel .( sezaman dengan raja Uzia, Ahas dan Hizkia di Kerajaan Yehuda )   Firman mengenai orang percaya yang dilambangkan sebagai "isteri" tersebut diucapkan lagi oleh Tuhan pada zaman orang-orang Yehuda  berada dalam pembuangan di Babilonia pada abad ke VI SM .  Berikut petikan teks Alkitabnya :

"Sebab yang menjadi suamimu  ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam namaNya ; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Maha Kudus, Allah Israel , Ia disebut Allah seluruh bumi . Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati , TUHAN memanggil engkau kembali;  masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak ? firman Allahmu ." ( Yesaya 54 : 5 - 6 Terjemahan LAI 1987 )

Jika di baca secara historical exegetical reading ,  teks di atas diucapkan Tuhan lewat Deutero Yesaya bagi orang Yehuda dalam masa pembuangan di Babilonia .kira-kira di penghujung abad ke VI SM , yang menjanjikan pembebasan mereka dari pembuangan tersebut . Karena orang-orang percaya di zaman itu digambarkan sebagai "isteri" Tuhan , demikian pula kita orang-orang percaya zaman sekarang, digambarkan sebagai Mempelai Wanita  . Itulah sebabnya , jika orang-orang percaya di zaman itu berpaling ke pada "allah" lain , TUHAN, sebagai "suami " ,  menjadi murka , sebagaimana ucapanNya di bawah ini : 

" FirmanNya :" Jika seseorang menceraikan isterinya lalu perempuan itu pergi dari padanya , dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu ? Bukankah  negeri itu sudah tetap cemar ? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepadaKu ? demikianlah firman TUHAN ." ( Yeremia 3 : 1 Terjemahan LAI 1987 )

Firman Tuhan di atas di ucapkan lewat nabi Yeremia di zaman Raja Yoyakim dan Zedekia , di Kerajaan Yehuda , di awal abad ke VI SM ,  ketika orang Yehuda berpaling kepada "allah" lain ! Sesungguhnya sebagai seorang "suami" , Tuhan adalah Allah yang cemburuan , yang memang selalu mengingatkan kita agar tidak berpaling ke "suami" yang lain , selain Dia saja ! Jauh sebelum pembuangan orang Israel ke Asyur dan orang Yehuda ke Babilonia , Tuhan sudah berfirman mengenai sifatnya yang cemburuan terhadap orang-orang percaya . Perhatikan teks Alkitab berikut ini :

"Janganlah kamu mengikuti allah lain dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu , sebab TUHAN , Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu ,  supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu,  terhadap engkau, sehingga Ia memusnahkan engkau dari muka bumi ." ( Ulangan 6 : 14 - 15 Terjemahan LAI 1987 ) 

Bayangkan betapa dahsyatnya kecemburuan Tuhan ketika orang-orang percaya di zaman itu menyakiti hatiNya dengan berpaling kepada "allah" lain ! Kira-kira pada tahun 722 SM , orang Israel di Kerajaan Israel  bersama Raja Hosea , dibawa tertawan oleh Raja Asyur sebagai orang buangan di negeri Asyur ( 2 Raja Raja 17 : 1 - 6 ). Kemudian pada tahun 587 SM , orang Yehuda bersama Raja Zedekia di bawa tertawan dalam pembuangan di Babilonia .( 2 Raja Raja 25 : 1 - 11 )

 Mereka yang pernah menjadi suatu bangsa yang merdeka , sekarang menjadi orang buangan dan baru pada tahun 1948 , sehabis Perang Dunia ke II , mereka memiliki negara lagi dan kembali menjadi suatu bangsa yang merdeka  , yakni negara Israel modern sekarang ini . Lebih dari 2500 tahun mereka menjadi bangsa jajahan, mulai dari Kemaharajaan Asyur , Babilonia , Persia , Yunani dan Romawi , dan hidup dalam diaspora (perserakan ).

Sejarah hitam bangsa Israel seperti yang disebutkan di atas , menjadi pelajaran bagi kita orang-percaya zaman sekarang , agar supaya sebagai "isteri atau mempelai wanita" dari Tuhan Yesus , jangan sampai kita berlaku tidak setia, dalam arti mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain yang bukan Dia !


Wujud kasih orang Kristen terhadap Tuhan :

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang percaya digambarkan sebagai Mempelai Wanita , sementara Tuhan Yesus di gambarkan sebagai Mempelai Laki-laki. (band. Matius 25 : 1 ). Rasul Paulus menggambarkan kita sebagai perawan suci sementara Tuhan Yesus sebagai tunangan laki-laki .

"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci  kepada Kristus ." ( 2 Korintus 11 : 2 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa di Perjanjian Lama kita sebagai dilambangkan sebagai isteriNya dan di Perjanjian Baru juga sebagai isteriNya, karena dalam budaya Yahudi , tunangan perempuan itu sudah seperti isteri  ( bandingkan dengan hubungan Yusuf dan Maria , dan cermati teks Matius 1 : 18 - 19 ). Tuhan Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai Mempelai Laki-laki , sebagaimana ucapanNya di bawah ini :


"Jawab Yesus kepada mereka :" Dapatkah sahabat-sahabat  mempelai laki-laki  berpuasa  sementara mempelai itu bersama mereka ? ... " ( Markus 2 : 19 ).

Di dalam Wahyu 19 : 7 juga digambarkan bahwa kita , sebagai gereja Kristus , adalah Mempelai Wanita dari Tuhan Yesus yang digambarkan sebagai  Anak Domba . Dan sekarang , pertanyaan yang timbul dalam hubungan kita sebagai isteri dan Tuhan sebagai suami , bagaimanakah wujud kasih kita kepadaNya ?


"Kasihilah TUHAN. Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu ." ( Ulangan 6 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

"Jawab Yesus kepadanya :" Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu  dan dengan segenap akal-budimu ." ( Matius 22 : 37  Terjemahan LAI 2002 )

Wujud konkrit dari "mengasihi sesama manusia " sudah jelas , yakni kita harus melakukan segala kebaikan yang berguna bagi sesama manusia ! Bantu-membantu , tolong-menolong , menghindari yang jahat , berlaku sabar, murah hati , pemaaf , tidak menghakimi dan lain sebagainya !  Namun wujud konkrit dari "mengasihi Tuhan "  , lebih ke arah yang berhubungan dengan masalah rohani , misalnya rajin melayani , membantu pekerjaan Tuhan , membantu pembangunan gereja , rajin beribadah , berdoa dan memuji Dia , aktif dalam pelayanan diakonia dan sebagainya !  Dan wujud konkrit yang paling utama dari "mengasihi Tuhan " adalah setia , dalam arti tidak mencintai laki-laki lain , tidak mempunyai selingkuhan atau suami lain , yang mengandung makna bahwa hati kita tidak pernah berpindah ke "allah" yang lain , selain hanya Allah di dalam Kristus Yesus .!


Sekalipun kita rajin melayani Dia , rajin membantu pekerjaanNya , rajin beribadah , menyembah dan memuji Dia , dan segala kebaikan-kebaikan kita yang lain , namun pada hari kita memindahkan cinta kita kepada "allah" yang lain , seketika seluruh kebaikan kita lenyap , sirna tak berbekas ! Jangankan seorang isteri mencintai laki-laki lain , sedangkan hanya membandingkan suaminya dengan laki-laki lain , hanya membandingkan saja , misalnya dalam hal tampannya, pangkatnya , kekayaannya atau kebaikannya dan lain sebagainya ,  suaminya pasti tersinggung dan marah !

"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ?" ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

Lihat ! baru dibandingkan saja, Tuhan marah ! Apalagi kalau kita sudah mencintai "laki-laki" lain ! Sudah barang tentu tidak ada ampun bagi kita , dan kita dibuang ! Jikalau kita hanya  berbuat dosa terhadap sesama sebagai suatu dosa horisontal , pasti Tuhan Yesus mengampuni . Tetapi kalau kita sudah menghianati Dia sebagai suami kita , sama artinya dengan melecehkan Dia , sama artinya dengan menghujat Dia , maka dosa kita adalah dosa vertikal yang tak terampuni ! (band. Matius 12 : 31 ; Markus 3 : 28 - 29 ).


Dengan demikian sangat jelas bagi kita bahwa wujud konkrit yang paling utama dari perintah :" Kasihilah Tuhan , Allahmu .." , adalah kita bertindak setia sampai selama-lalamnya , dengan tidak pernah berpaling pada "laki-laki" lain atau |"suami" lain dalam arti "allah" lain ! Hal setia inilah yang paling esensial dalam hubungan kasih antara kita yang digambarkan sebagai isteri dengan Tuhan yang dilambangkan sebagai suami  atau mempelai pria . .


Konklusi :

Saudaraku ! Bukankah sudah sering kita dengar betapa banyak orang Kristen , bahkan yang bekerja dalam pelayanan , yang cara hidupnya baik-baik saja , dan tiba-tiba menghianati Tuhan Yesus ?!  Perhatikanlah bahwa seluruh kebaikannya dan pelayanannya yang dahulu , lenyap dan sirna seketika !  Dan bagi mereka tidak ada lagi pengampunan , terkecuali mereka kembali kepada Tuhan Yesus ( baca Yeremia 3 : 6 - 14 ).  Segala kebaikan yang dahulu dan sekarang dikerjakan oleh mereka , sia-sia belaka , karena mereka telah mencintai "allah" lain ! Sebagai suami , tentu saja Tuhan cemburu dan dalam cemburunya , amarahNya meluap sehingga tidak ada sama-sekali pengampunan bagi mereka yang berkhianat selama-lamanya .


"Hai isteri yang berzinah , yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri . ...Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuanKu ....Demikianlah Aku melampiaskan murkaKu kepadamu sehingga cemburuKu kepadamu reda kembali ; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi ." ( Yehezkiel 16 :32 , 38 , 42 Terjemahan LAI 1987 )

Di dalam Perjanjian Baru , orang-orang yang sudah mencintai "allah" lain untuk selama-lamanya, disebut sebagai orang yang murtad kekal , artinya tidak akan kembali lagi ! Dan bagi mereka memang tidak ada lagi pengampunan lewat darah Kristus . ( band. Ibrani 6 : 4 - 6 ).  Namun , tidak perlu kita heran , sebab kemurtadan itu harus terjadi , supaya nyata bahwa dari semula mereka itu memang tidak sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus !

"Memang mereka berasal dari antara kita , tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita , sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita , tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi , supaya nyata bahwa mereka semua tidak termasuk pada kita ." ( 1 Yohanes 2 : 19 Terjemahan LAI 2002 )

Karena itu, jika kita semua adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus yang dilambangkan sebagai "suami atau mempelai pria" kita , marilah di antara seluruh kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan , baik yang menyangkut kebaikan horisontal terhadap sesama , maupun kebaikan vertikal terhadap Tuhan ;  yang paling utama sebagai "isteri atau mempelai wanita " , kita berlaku setia kepadaNya dengan tidak pernah mencintai atau memberikan cinta kita kepada "allah" lain !


Tuhan Yesus pasti memberkati kita semua, selama-lamanya ! Salam dari laut ! (Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar)











Selasa, 24 Maret 2015

APAKAH ORANG KRISTEN MASIH BERDOSA ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Batasan tentang dosa :

Kalau kita cermati isi Alkitab yang menyangkut tentang dosa , kita menemukan dua pengelompokan dosa , yaitu yang pertama adalah dosa terhadap Tuhan sebagai dosa-vertikal dan yang kedua adalah dosa terhadap sesama manusia sebagai dosa horisontal .  Dosa terhadap Tuhan dan dosa terhadap sesama manusia , dapat meliputi dosa pikiran, dosa angan-angan , hati dan bathin , dosa melalui ucapan dan perkataan , serta dosa melalui sikap jasmani kita dan perbuatan konkrit .serta dosa karena tidak berbuat apa-apa !  

 Sebagai perbandingan , KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) hanya mengatur dosa atau pelanggaran yang bersifat konkrit , yakni perbuatan nyata , sementara yang dikatakan dosa di dalam Alkitab ternyata jauh lebih luas , karena bukan saja mencakup dosa dalam sikap jasmani dan perbuatan nyata, tetapi juga dosa-dosa yang tidak di atur dalam KUHP , seperti dosa pikiran, angan-angan,dan suasana hati dan bathin seseorang .Dalam pada itu, dosa terhadap sesama manusia, terbagi pula menjadi dua bagian yaitu dosa terhadap orang lain dan dosa terhadap diri sendiri !

"Setiap orang yang berbuat dosa , melanggar juga hukum Allah , sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." ( 1 Yohanes 3 : 4 Terjemahan LAI 2002  )

"Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang mengadili ; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi pengantara baginya ?"... ( 1 Samuel 2 : 25 Terjemahan LAI 1987 )

Dari  teks 1 Yohanes 3 : 4  di atas , kita menjadi paham bahwa dosa adalah setiap pelanggaran terhadap firman Tuhan . Firman Tuhan yang mana ? Ya semua firman Tuhan yang berada dalam Alkitab , di mana jika dihitung dari aturan hukum Torat sampai kata-kata yang bernuansa hukum di dalam Perjanjian Baru , jumlahnya sangat banyak , lebih dari 600 aturan , baik yang bersifat nyata dan konkrit maupun yang tidak bersifat nyata seperti "hanya membenci dalam hati " dan lain sebagainya . Sedangkan dari teks 1 Samuel 2 : 25 , kita mengetahui bahwa ada dua pengelompokan dosa sebagaimana sudah disebutkan terlebih dahulu , yaitu dosa terhadap sesama manusia dan dosa terhadap Tuhan (dosa horisontal dan dosa vertikal ).


Dosa terhadap sesama manusia (dosa horisontal)

Dengan mengacu kepada definisi dosa pada 1 Yohanes 3 : 4 di atas , maka batasan dari dosa terhadap sesama manusia adalah " setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang kepada orang lain atau diri-sendiri  ,serta termasuk kalau tidak berbuat-apa-apa , yang melanggar firman Allah !"  Sebagai contoh , ketika seseorang atau kelompok orang melakukan transaksi suap-menyuap dalam tindak-pidana korupsi , maka mereka berbuat dosa terhadap orang lain ( yakni seluruh lapisan masyarakat ) , karena firman Tuhan mengatakan :

"Suap janganlah kamu terima, sebab suap membuat buta  mata orang-orang yang melihat dan memutar-balikkan perkara orang-orang yang benar ." ( Keluaran 23 : 8 Terjemahan LAI 1987 )

Contoh yang lain , jika seseorang secara diam-diam ( tidak terlihat ) menaruh kebencian kepada orang lain , maka orang itu berbuat dosa kepada sesama karena firman Tuhan mengatakan : " Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu ..." ( Imamat 19 : 17 ) . Demikian pula kalau seseorang tidak mau berbuat apa-apa untuk  memberi atau meminjamkan uang pada orang yang meminta atau meminjam , padahal dia mempunyainya , atau ia tidak mau berbuat apa-apa untuk membantu orang miskin , maka ia berbuat dosa kepada orang itu , karena firman Tuhan mengatakan

"Berilah kepada  orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu ." ( Matius 5 : 42  Terjemahan LAI 2002 )

"..Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu ." ( Ulangan 15 :11.b Terjemahan LAI 1987 )

Begitu komplek firman Tuhan yang harus kita kerjakan dan taati agar kita tidak jatuh dalam dosa ! Bukan saja dosa-dosa yang nyata dan kelihatan , melainkan juga dosa-dosa yang tak terlihat oleh manusia . Bagaimana dengan orang yang "bunuh diri" ? Apakah dia berbuat dosa ? Ya ! Orang yang melakukan bunuh-diri juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri  sebab ketika firman Tuhan mengatakan :" Jangan membunuh " ( Ulangan 5 : 17  ) itu bermakna bahwa manusia tidak boleh membunuh manusia, termasuk  dirinya sendiri . Orang yang berzina dengan perempuan cabul, juga berbuat dosa kepada dirinya sendiri , berdasarkan firman Tuhan berikut ini :

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang  yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri ." ( 1 Korintus 6 : 18 Terjemahan LAI 2002)

Dan masih ratusan contoh yang dapat dibuat untuk menggambarkan dosa terhadap sesama manusia , dan yang paling sering kita lakukan adalah dosa yang seperti disebutkan pada teks Yakobus 4 : 17 yang berbunyi :" Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."  Jenis dosa ini juga termasuk pada dosa "tidak berbuat apa-apa " ! Misalnya kita tahu bahwa dalam segala rencana kita , adalah baik kalau meminta penyertaan Tuhan . Kita tahu , tetapi tidak melakukannya, dalam arti kita melangkah sendiri tanpa Tuhan . Hal seperti ini adalah dosa ! Dan masih banyak lagi permisalan yang lain .


Dosa terhadap TUHAN  (dosa vertikal)


Mengacu pada teks 1 Yohanes 3 : 4 tersebut di atas , maka batasan dosa terhadap TUHAN adalah "setiap perilaku atau perbuatan , ucapan atau perkataan , pikiran atau angan-angan serta sikap hati atau bathin dari seseorang atau kelompok orang terhadap TUHAN , serta termasuk kalau tidak berbuat-apa , yang melanggar firman Allah ."   Sebagai contoh , ketika seseorang melakukan suatu upacara keberhalaan ( misalnya pergi ke pemantera , ke guru spiritual , ke makam keramat dan lain sebagainya ) ;  apapun alasannya , orang itu telah berbuat dosa kepada Tuhan , karena telah melanggar firman Allah yang berbunyi :" Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu ." ( Keluaran 20 : 3 ).

Contoh yang lain ,  jika orang  atau kelompok orang tidak mempercayai bahwa Yesus itu adalah TUHAN, maka orang atau kelompok orang itu berbuat dosa terhadap Tuhan, seperti bunyi teks Alkitab di bawah ini :

"Karena itu , tadi Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia , kamu akan mati dalam dosamu ." ( Yohanes 8 : 24 Terjemahan LAI 2002 )

Jadi barang siapa saja yang tidak percaya bahwa Yesus adalah TUHAN , dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa orang itu berdosa, yakni berdosa terhadap Tuhan dan akan mati dalam dosanya. (band, Yohanes 10 : 30 ). Demikian pula siapa saja yang menyamakan TUHAN kita dengan "tuhan lain " yang bukan Tuhan Yesus , orang itu berdosa terhadap Tuhan , karena firman Tuhan mengatakan sebagai berikut :


"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama ? " ( Yesaya 46 : 5 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas adalah peringatan dari Tuhan kita , agar kita jangan sampai mempunyai pemikiran bahwa Tuhan yang kita sembah dalam nama Kristus Yesus itu , sama saja dengan "tuhan lain " , cuma cara ibadahnya saja yang berbeda !    Pemikiran seperti itu, membuat kita berbuat dosa kepada Tuhan .(band. 1 Korintus 8 : 5 - 6 ) Padahal baru berpikir saja , belum dalam wujud beribadah kepada yang lain , kita sudah dianggap berbuat dosa .,  . Dan masih banyak lagi contoh yang lain tentang dosa terhadap Tuhan .. Teks Alkitab di bawah ini  termasuk dosa terhadap TUHAN  dalam kategori "dosa tidak berbuat apa-apa " kalau kita tidak melaksanakannya :

"Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan ; roh memang berniat baik tetapi tabiat manusia lemah ." ( Matius 26 : 41 Terjemahan LAI 2002 )


Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?

Supaya manusia tidak berbuat dosa , manusia harus menjadi kudus seperti Tuhan . Pada pribadi Tuhan , tidak ada sedikitpun dosa , sebab Ia kudus . Sekarang pertanyaannya :" Apakah ada manusia yang kudus ?" . Teks Alkitab berikut ini sebagai jawabannya :

"Tis ou me phobethe , kurie, kai doksasei  to onoma sou, hoti monos hosios ... " ( Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus .. )  Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002  dari Greek Modern Text.

Kata Yunani " hoti monos hosios " diterjemahkan oleh LAI dengan kata Indonesia " Sebab Engkau saja yang kudus" , sementara terjemahan NKJV menggunakan kata Inggris " For you alone are holy " . Ketiganya mengandung makna yang sama bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus " , dalam arti tidak ada yang lain !  Jika demikian , tidak seorangpun manusia yang kudus ( hosios) selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi , Yunani ) . Karena itu tidak ada seorangpun manusia yang benar ( alethinos , Yunani ) selain hanya dibenarkan ( dikaioumenoi , Yunani ) Dengan kata lain tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa , selain hanya  "diberi status tidak berdosa " oleh Tuhan !


Begitu banyak firman Allah yang tidak boleh dilanggar, sehingga sejak zaman Musa, tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa . Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar , sehingga manusia selalu menjadi pelanggar hukum Allah . (band. Yakobus 2 : 10 ).  Bukti empiris bahwa manusia selalu berbuat dosa , paling tidak adalah fakta diadakannya Hari Raya Pendamaian (yom kippur , Ibrani)  setahun sekali seperti yang dikatakan pada Imamat 16 : 34 .  Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia , bukan meniadakan dosa , melainkan menghapus dosa orang yang percaya kepada karya penyelamatanNya di kayu salib . Dosa tetap ada , tetapi dosa itu tidak lagi menguasai orang-orang percaya .

Sebab sekiranya, dari dahulu manusia sanggup untuk tidak berbuat dosa dalam arti mampu untuk tidak melanggar firman Allah , sudah barang-tentu Tuhan Yesus tidak perlu repot-repot turun dari surga untuk memikul seluruh ketidak-sanggupan kita , di kayu salib . Justru karena manusia tidak sanggup untuk benar, dan tidak sanggup untuk kudus dan tidak sanggup untuk sempurna , Yesus datang dan oleh darahNya kita yang tidak benar memperoleh pembenaran ( Roma 3 : 24 ) , kita yang tidak kudus memperoleh pengudusan ( Ibrani 10 : 10 ) dan kita yang tidak sempurna memperoleh penyempurnaan ( Ibrani 10 : 14 ).

Menjawab pertanyaan di atas, "Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ? " Jawabnya adalah :" Masih ! Semua orang Kristen masih berbuat dosa !"  Namun ada sebagian orang yang berkata bahwa dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus , manusia dapat menjadi kudus !  Pernyataan seperti ini terasa sangat janggal ! Roh kudus memang memimpin kita menjadi orang baik dan mampu melakukan kebaikan-kebaikan ; namun tabiat daging manusia adalah lemah , sehingga manusia tidak dapat menjadi kudus (hosios) seperti Allah ; dalam arti selalu saja ada salahnya ! Selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar .

Bukankah  dari sejak zaman Musa, Roh Allah  memberi kemampuan supaya manusia menjadi baik , dalam arti tidak melanggar firmanNya ? Tetapi  mengapa selalu ada korban-korban penebus salah, penebus dosa , termasuk Hari raya Pendamaian untuk penghapusan dosa ?! ( Imamat 3 , Imamat 4 dan Imamat 16 ) Jawabannya adalah karena tabiat daging manusia lemah, sehingga selalu saja ada firman Allah yang dilanggar ! Mengapa selalu ada saja firman Tuhan yang dilanggar ?  Jawabannya : karena begitu sangat banyak firman Tuhan yang harus kita jaga untuk tidak kita langgar , sehingga dengan tabiat daging kita yang lemah , kita tidak mampu mengerjakan semuanya ! Mengapa begitu ? Supaya kita tetap memerlukan kemurahanNya dalam mengampuni kita selalu  di dalam kasih-karuniaNya !

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 - 32 , Terjemahan LAI 2002 )

Tidak pernah ada  seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Semua manusia terkurung dalam begitu banyak firman Allah yang harus kita taati .  Memang kita bisa tidak membunuh, tidak menyembah berhala, tidak mencuri , tidak berzina , tidak menjadi saksi dusta , tidak menganiaya orang , tidak menerima suap , tidak mefitnah dan lain sebagainya . Mata kita selalu tertuju kepada dosa-dosa yang nyata dan masif   Tetapi kita sering tidak memperhatikan dosa-dosa yang tidak nyata yang sering-kali secara tidak sengaja tidak bisa kita hindari . Dosa yang tidak bisa kita hindari itu adalah dosa berpikir, dosa berangan-angan , yang merupakan sikap hati dan bathin , termasuk dosa " tidak berbuat apa-apa " , yang tidak seorangpun tahu, selain Tuhan !

:Contoh kecil  : Saudara sedang naik mobil , ketika melihat seorang yang cacat duduk kelaparan di tepi jalan . Apakah saudara berhenti , lalu turun untuk memberi sesuatu pada orang itu ? Sering-kali kita terus saja dan tidak berbuat-apa-apa terhadap si miskin itu . Bukankah saudara sudah berbuat dosa ?  Untuk dosa berpikir , tidak perlu berpikir 1 atau 2 jam atau 1 bulan ! Berpikir salah 1 detik saja , sudah berbuat dosa ! Berangan-angan buruk 1 detik saja, sudah berbuat dosa !  Membenci orang dalam hati 1 detik saja, sudah berbuat dosa ! Jengkel atau marah terhadap orang 1 detik saja, sudah berbuat dosa !

 Hal-hal kecil seperti itulah yang selalu luput dari perhatian kita, padahal hal kecil seperti itu yang sering kita lakukan secara tidak sengaja. Orang Kristen yang jujur pasti menyetujui penjelasan ini, kecuali orang Kristen yang munafik, siapapun dia  ! Lagi pula perkataan Roh Kudus bukan suatu dusta ketika Ia berkata :" hoti monos hosios " ( Sebab Engkau saja yang kudus ) . Hanya Tuhan yang kudus ! Hanya Tuhan yang tidak berbuat dosa !



Apakah orang Kristen masih berdosa ?

Sekarang, kalau pertanyaannya adalah :" Apakah orang Kristen masih berdosa ?" , maka jawabannya adalah :" Tidak ! Orang Kristen sudah tidak berdosa lagi ." .Harus dibedakan pertanyaannya, antara " Apakah orang Kristen masih berbuat dosa ?"  dengan " Apakah orang Kristen masih berdosa ?".  Secara daging dan tabiat berdosa (sarkos , Yunani ) , orang Kristen memang masih berbuat dosa . Tetapi secara status , orang Kristen sudah bukan orang berdosa lagi . Mengapa demikian ?  Sebab Alkitab yang menyatakannya !

"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas mengatakan bahwa kita ini sebenarnya adalah orang berdosa  ! Tetapi hutang dosa kita seumur hidup sudah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib , sehingga seumur hidup , kita tidak mempunyai hutang dosa lagi , karena sudah dibayar di muka oleh Yesus ! Hasilnya , kita menjadi orang benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah penebusan Yesus !  Dengan demikian , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena dosa kita sudah ditiadakan oleh pembayaran lunas melalui darah Yesus .


Seumur hidup, sampai kita menutup mata , kita mempunyai tabiat daging yang selalu cenderung untuk berbuat salah , terlebih-lebih pikiran , angan-angan, sikap hati dan bathin serta  tidak mau berbuat apa-apa. Kadang kala , kita juga marah atau jengkel terhadap orang . Ada juga yang bertengkar dengan isterinya atau suaminya .  Kecil atau besar , selalu saja ada kesalahan kita , meskipun kita tidak menyukainya ! Tetapi inilah kabar baiknya : selama hidup kita  , darah Yesus selalu menghapus dosa dan kesalahan kita , sehingga posisi kita selalu menjadi benar di hadapan Allah , bukan karena kita benar , melainkan karena dibenarkan oleh darah Yesus . Dengan demikian , seumur hidup , kita adalah orang yang tidak berdosa di hadapan Bapa .

"Dan kamu tahu bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa dan di dalam Dia tidak ada dosa .  Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ; setiap orang yang tetap berbuat dosa , tidak pernah melihat dan tidak pernah mengenal Dia ." ( 1 Yohanes 3 : 5 - 6 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas membagi manusia menjadi 2 golongan , yaitu orang percaya yang mengenal Kristus dan orang yang tak percaya yang tidak mengenal Kristus . Orang percaya dikatakan sebagai orang yang berada di dalam Kristus Yesus , sehingga baginya tidak ada penghukuman (Roma 8 : 1 ). Karena di dalam Kristus tidak ada dosa , maka kitapun yang berada dalam Kristus pasti tidak mempunyai dosa ; bukan karena kita tidak berdosa , melainkan karena dosa kita diampuni terus-menerus selama-lamanya ( Ibrani 10 : 10 ).  Sebaliknya , untuk orang di luar Kristus , tetap dianggap berdosa , karena bagi mereka tidak ada pengampunan oleh darah Yesus ,terutama terhadap dosa "tidak percaya" ,   sekalipun cara hidup mereka baik secara moral . (bandingkan kembali dengan Yohanes 8 : 24 )


Teks pada 1 Yohanes 3 : 5 - 6 , khusus pada frasa :" Setia:p orang yang tetap berada di dalam Dia , tidak berbuat dosa lagi ." , jangan diartikan bahwa sebagai orang Kristen kita sudah tidak bisa berbuat dosa ! Jikalau kita artikan seperti itu, maka penafsiran seperti itu bertentangan dengan 1 Yohanes 2  : 1- 2 ; di mana dinyatakan bahwa orang Kristen masih bisa berbuat dosa ! ( perhatikan frasa :" Namun, jika seorang berbuat dosa , kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil ." )

Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang menerima Kristus diberi hak menjadi anak-anak Allah ( Yohanes 1 : 12 ) . Kita menjadi -anak-anak Allah bukan karena kita baik atau kita kudus ! Justru ketika kita masih dalam keadaan berdosa , Yesus mengerjakan keselamatan kita di kayu-salib , sehingga kita yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat , diberi hak menjadi anak-anak Allah .

"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak ;  jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah ." ( Galatia 4 : 7 Terjemahan LAI 2002 )

Sebagai anak Allah , kita adalah ahli-waris Allah , Bapa kita ! Apakah gerangan warisan kita ? Sudah barang tentu hidup kekal di surga bersama Bapa kita .Bagaimana kita bisa hidup di surga jika kedudukan kita adalah orang berdosa ? Tidak ! Kita bukan orang berdosa  di hadapan dan Allah  ! Kita sudah dibenarkan oleh darah Yesus , sehingga kita bisa mewarisi surga , karena kita bukan orang berdosa lagi ! Bagi mereka yang pernah belajar ilmu hukum tentu mengetahui bahwa sifat warisan adalah ab intestato, testameinteir  dan beneficiaries , artinya ahli waris berhak atas warisan berdasarkan keturunan atau sedarah , ataupun karena penunjukan , dimana ahli waris menerima warisan itu mutlak sebagai pemberian saja ! Warisan hanya bisa tidak diterima kalau orang menolak warisan atau berbuat jahat terhadap si pewaris !


Tidak ada warisan yang diusahakan ! Semua warisan hanya bersifat pemberian ! Demikianlah kita sebagai anak-anak Allah berhak atas warisan kita yakni kehidupan kekal , tanpa usaha apa-apa atau berbuat apa-apa ! Bagaimana kita dapat dikatakan sebagai ahli waris Allah , kalau dikatakan kita adalah manusia yang masih berdosa ? Itu tidak relevan ! Jangan mempercayai iblis yang selalu ingin menjauhkan kita dari kasih-karunia dengan mengatakan bahwa :" Kamu masih berdosa !" ! Jangan percaya tuduhan atau dakwaan si iblis !

Kalau saudara sedang menggerutu kepada  suami atau isteri , iblis langsung menuduh :"  Itu lihat , kamu masih berdosa bukan ?" . Segeralah ingat perkataan Yesus :" Dosamu sudah diampuni !" .  , maka benar-benar saudara sudah diampuni dan tidak berdosa lagi . Ingatlah sepanjang hidup saudara dan saya , pengampunannya tidak pernah berhenti , satu detikpun tidak pernah ! Hanya orang yang menolak Kristus yang tidak memperoleh warisan Allah dan hanya orang yang menghujat Kristus yang tidak mendapatkan warisan kehidupan kekal !

"Anak-anakku , hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa . Namun , jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa , yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia ." ( 1 Yohanes 2 : 1 -2 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menunjuk pada kita orang percaya di seluruh dunia ! Kita dinasehati untuk menjauh dari dosa ! Namun , tabiat daging kita yang lemah , membuat kita selalu melanggar salah satu firman Allah dan kita berbuat dosa . Tetapi tidak perlu kuatir ! Kita punya pendamai , yakni Yesus Kristus yang telah mendamaikan kita dengan Bapa .  Kalau tiba-tiba saudara mengumpat orang yang mengejutkan saudara ketika berlalu-lintas di jalan raya , maka umpatan saudara itu adalah dosa . Namun jangan cemas , darah Tuhan Yesus selalu mengampuni kesalahan saudara .  Dengan demikian , dapatlah dikatakan bahwa orang Kristen yang benar-benar Kristen , posisinya adalah bukan orang berdosa di hadapan Allah , bukan karena kita tidak berbuat dosa , melainkan karena kasih karuniaNya dalam pengampunanNya yang kekal !



Konklusi :

Pada periode waktu sebelum darah Yesus tumpah , orang percaya hidup di bawah hukum Torat dan mau tidak mau berada di bawah kutuk ! (Galatia 3 : 10 ). Pengampunan dosa dilakukan terus menerus sepanjang hidup mereka , berupa korban-korban berdarah , termasuk Hari Raya Pendamaian . Namun, pengampunan seperti itu, hanya berlaku sekali itu saja ! ( Ibrani 10 : 1 - 3 ) .Tetapi sekarang , kita hidup pada periode waktu setelah darah Yesus tumpah , sehingga kita tidak lagi hidup di bawah hukum Torat melainkan di bawah hukum Kristus, yakni kasih-karunia . ( Roma 6 : 14 ).

Seluruh dosa kita, baik dosa warisan , maupun dosa yang lain , yang kita buat dahulu, kemarin, sekarang , besok , minggu depan , tahun depan , sampai seumur hidup kita , sudah dihapuskan oleh darah Kristus Yesus . Mengapa begitu ? Karena karya penyelamatan Kristus berlaku bukan untuk sekali itu saja , melainkan sekali untuk selama-lamanya !  Betul-betul kita sudah dimerdekakan dari kutuk hukum Torat dan kutuk  maut ( Galatia 3 : 13 ; Roma 8 : 1 - 2 )  sebab Alkitab yang menyatakannya :

"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Torat  . Tetapi syukur kepada Allah , yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita ." ( 1 Korintus 15 : 56 - 57 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah arti , teks di atas ? Dahulu , kalau kita berbuat dosa  , jatuh dalam kutuk hukum Torat ! Akibatnya, sebagai upah dosa kita , adalah maut ! Akan tetapi di bawah kasih-karunia , kutuk hukum Torat sudah dicabut , bahkan sudah dipakukan pada kayu salib ( Kolose 2 : 14 ).  Hasilnya ? Kita dimerdekakan , baik dari hukum dosa , maupun hukum maut .  Keadaan seperti ini, berlaku sepanjang hidup kita , selama-lamanya , sehingga di hadapan Bapa , kita semua bukan orang berdosa lagi , melainkan oranr-orang benar , bukan karena kita benar , melainkan karena sudah diberi status "benar"  dalam arti sudah dibenarkan , dikuduskan dan disempurnakan selama-lamanya !

Tuhan Yesus memberkati kita semuanya , selama-lamanya , sampai Tuhan Yesus datang pada kedua kalinya , Maranatha ! Salam dari laut selalu ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )









,

Jumat, 20 Maret 2015

BERANI MENGGUNAKAN IMAN ! MENGAPA HARUS GAGAL ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Dua buah jenis janji Tuhan :

Terdapat ribuan janji Tuhan di dalam Alkitab , dan 365  diantaranya disertai dengan pesan serius "Jangan takut !" Akan tetapi sering-kali orang tidak dapat membedakan antara janji Tuhan yang menuntut ketaatan pada hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih-karuniaNya yang tidak menuntut ketaatan pada hukum Torat. Di dalam hukum Torat , setiap janji pasti bersyarat , di mana syarat itu harus ditaati , sebab jika tidak , selain tidak mendapat janjiNya,  kutuk berjalan ! Jangan lupa, ini janji Tuhan menurut sistem hukum Torat yang legalistik , yang mau tidak mau bersifat meritokrasi .

" Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah mengatakan :Amin !  ." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

" Sebab semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk , sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak dengan setia melakukan segala apa yang tercantum di dalam hukum Torat dengan melakukannya ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan baik-baik pada frasa " semua orang yang hidup di bawah pekerjaan hukum Torat berada di bawah kutuk !" . Itu berarti kita semua , jika mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , justru jatuh ke dalam kutuk . Mengapa demikian ? Sebab saya dan saudara tidak ada yang mampu mentaati hukum Torat secara utuh menurut standar Allah ( lihat frasa "segala apa yang tercantum " ) . Mengapa ?   Lebih dari 600 aturan yang semuanya harus kita taati  , dan tak seorangpun yang mampu !( periksa Keluaran 20 hingga Ulangan 32 ; belum termasuk ucapan Tuhan Yesus )

Jadi , di bawah hukum Torat , semua janji Tuhan bersyarat , apabila kamu begini atau jikalau kamu begitu dan lain sebagainya  dengan ancaman "kutukan "  jika kita tidak melakukannya ! Tidak ada kasih-karunia di sini ! Yang ada adalah penghukuman jika tidak taat dan berkat jikalau taat ! Keadaannya sangat berbeda dengan hukum Kristus , hukum kasih , lengkapnya hukum kasih-karunia , yang penuh pengampunan sekalipun kita sering tidak taat ( band. 2 Timotius 2 : 13 ) . Mengapa begitu ? Bukankah kita telah diberi hak untuk menjadi anak-anakNya ?.( Yohanes 1 : 12 )

"Kritus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk karena kita , sebab ada tertulis "Terkutuklah orang yang digantung di kayu salib." ( Galatia 3 : 13Terjemahan LAI 2002  )

" ...dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Jadi di dalam kasih karunia , sudah tidak ada lagi syarat yang diancam dengan kutukan ! Pertanyaannya adalah : Apakah kita ini orang Kristen ataukah Yudaisme pengikut Torat ?  Kalau saudara dan saya adalah orang Kristen dan bukan Yudaisme , berarti kita berada di luar kutuk hukum Torat karena kita tidak hidup di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia yang tidak legalistik seperti hukum Torat .

"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu , karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat tetapi di bawah anugerah ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 2002  )

Nah ! Masalahnya banyak orang Kristen yang mencampurkan janji Tuhan yang bernuansa kutuk hukum Torat dengan janji Tuhan dalam kasih karuniaNya yang justru menghilangkan ancaman kutuk hukum Torat . Orang Kristen seperti ini hidup di bawah bayang-bayang hukum Torat , padahal sebenarnya ia hidup di bawah kasih-karunia . Misalnya, jika ia sulit mendapatkan pekerjaan , maka ia berpikir negatip :" Barangkali aku mempunyai kesalahan kepada Tuhan ? " Kalau ia menderita sakit ia berkata :" Mungkin aku dikutuk Tuhan karena dosaku !"  Orang seperti ini tanpa disadarinya telah menempatkan dirinya kembali berada di bawah hukum Torat . Ia mengira bahwa jika ia bersalah, kesalahannya tidak terampuni . Padahal , bukankah segala kesalahan kita selalu dihapus oleh darah Tuhan Yesus  , setiap saat , seumur-hidup kita , selama-lamanya ? 

Pertanyaannya :"Apakah sebagai orang Kristen kita masih saja berbuat salah ?"  Tentu saja ! Kalau dahulu orang Israel tidak mampu mentaati lebih dari 600 aturan hukum Torat , kitapun sekarang sebagai orang Kristen ,  sama saja   , yaitu tidak akan sanggup mentaati lebih dari 600 aturan hukum tersebut . Perbedaannya, mereka yang berada saja di bawah hukum Torat ada di bawah kutuk , sementara kita yang berada di bawah kasih-karunia, tidak berada di bawah kutuk !  Profesor Gorden Fee mengatakan  bahwa tidak ada seorangpun manusia yang tidak pernah bersalah seumur hidupnya ! Namun tidak perlu kuatir , karena di bawah kasih-karunia , pengampunan berjalan terus seumur hidup kita .

Beranilah menggunakan iman :

Ini suatu kisah nyata ! Sebuah kapal berlayar dari Singapore menuju Papua, menempuh jarak lebih dari 1500 mil laut, ketika kemudian di Laut Banda kapal tersebut menemui cuaca yang sangat amat buruk yang mengancam jiwa . Tidak ada pendeta atau pastur atau penginjil atau penatua di kapal itu. Dari 20 orang crew kapal , hanya Nakhoda dan Chief Officer yang Kristen . Dalam deru angin yang membahana dan debur ombak yang menggelegar , Nakhoda dan Chief Officer berseru dengan penuh iman :" Tuhan Yesus tolong ! Selamatkan jiwa kami ya Tuhan ! Hentikanlah cuaca buruk ini ya Tuhan ! "  Apa yang terjadi ? Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Dosamu masih banyak ! Kamu tidak kudus ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama sekali ! Yang terjadi adalah keajaiban , cuaca buruk mereda , angin bersahabat , ombakpun tersenyum gembira laksana sahabat ! Mengapa terjadi seperti itu ? Karena Nakhoda dan Chief Officer kapal itu berani menggunakan iman dalam mengklaim janji Tuhan yang penuh kasih-karunia .

Demikianlah kita , harus berani menggunakan iman kita dan jangan berpikir bahwa kita hidup di bawah kutuk hukum Torat lagi . Berhentilah menyalahkan diri sendiri atau orang lain ! Semenjak kita percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib , semenjak itu pula segala dosa kita sudah diampuni dan bukan dikutuki ! Saudara butuh apa ? Masalah anak-anak ? Masalah keluarga ? Masalah keuangan ? Masalah pekerjaan ? Masalah sakit penyakit ? Masalah yang menggunung ? Berhentilah menyalahkan diri sendiri dan datang kepada Tuhan serta berani menggunakan iman . Berserulah kepada Tuhan sebab Ia baik dan berhentilah mencari-cari kesalahan diri sendiri . Percayalah kasih-karuniaNya non-conditional ( tidak bersyarat ) selain saudara dan saya dituntut untuk tetap percaya .

"Demikian juga halnya dengan  iman . jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan , maka iman itu  pada hakekatnya mati ." (Yakobus 2 : 17 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang yang kurang memahami makna teks di atas , akibat kontaminasi ajaran dari luar yang berbau legalistik bahkan dipertentangkan dengan ajaran rasul Paulus  tentang kasih-karunia . Abraham percaya dan ia bertindak , karena Ia percaya pada janji Tuhan bahwa keturunannya akan sangat banyak ( Kejadian 15 : 5 - 6 ) Tetapi sekarang , dia harus mempersembahkan anaknya itu kepada Tuhan . Bagaimana mungkin keturunannya akan menjadi banyak , jika anaknya yang akan menjadi cikal-bakal orang Israel itu,  sekarang harus disembelih ? Namun ia tetap percaya  dan melakukan tindakan atau perbuatan iman ( band. Kejadian 22 : 1 - 10 dengan Yakobus 2: 21 ) . Demikian pula  Rahab , sebelum ia melihat kenyataan konkrit bahwa Yerikho akan diruntuhkan , ia bertindak dalam iman , untuk keselamatan dia dan keluarganya.  Jadi ia percaya , lalu ia berbuat sesuai imannya ! ( band. Yosua 2 : 1 - 24 dengan Yakobus 2 : 25 ).

Begitu  pula orang Kristen, seharusnya seperti Abraham atau Rahab yang dicontohkan itu . . Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "paranormal" ketika ia menemui suatu tantangan ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi mengapa pergi ke "orang pintar" ketika menghadapi kesulitan hidup ? Ke mana imannya ? Katanya percaya kepada Tuhan Yesus , tetapi mengapa pergi ke guru "spiritual" ketika harus menyelesaikan suatu gunung persoalan ? Ke mana imannya ?  Kenapa tidak melakukan tindakan iman atau perbuatan iman dengan datang kepada Tuhan Yesus ?

Di bawah kasih-karunia , Tuhan tidak melihat kesalahan saudara dan saya . Jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri . Mengapa demikian ? Bukankah segala kesalahan kita sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib ?  Tuhan tidak pernah melihat perbuatan kita , sebab pembenaran bukan datang dari perbuatan kita tetapi hanya oleh "darah Kristus " ! Tanpa darah Kristus tidak ada pembenaran !  Perbuatan kita yang mana yang sanggup membenarkan kita ? Perbuatan yang tidak mampu mentaati seluruh apa yang tertulis dalam kitab hukum Torat itukah ?  Kesalahan kita adalah sering sekali memperlakukan segala kebaikan yang kita lakukan serta kesalahan yang kita buat, dengan sistem dunia yang legalistik dan meritokrasi .

" Kamu lepas dari Kristus jikalau kamu mengharapkan pembenaran dari hukum Torat , kamu hidup di luar kasih-karunia ." ( Galatia 5 : 4  Terjemahan LAI 1987 )

Saudara dan saya jangan mempunyai mata rohani yang tertutup oleh sifat legalistik hukum Torat . Justru karena kita tidak taat , dan memang tidak bisa taat , Tuhan Yesus datang membenarkan kita lewat kayu salib , di mana seluruh ketidak-taatan kita dipikulNya di sana . Saudara dan saya jangan mencari pembenaran diri sendiri , termasuk dengan mengatakan bahwa Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita . Memang benar Roh Kudus memanggil dan memperlengkapi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan , tetapi bukan berarti saudara dan saya dapat melakukan semuanya . Sebab kalau kita menganggap bahwa kita sanggup melakukan semuanya dan menjadi kudus , berhentilah kasih karunia dan berhenti pula pengampunanNya . Mengapa ? Karena kita sudah tidak membutuhkan pengampunan !  Apakah begitu ?

"..tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu ." ( Yesaya 59 : 2 Terjemahan LAI 1987 ) 

Teks di atas paling sering disalah-gunakan oleh orang sehingga bertentangan dengan janji Tuhan Yesus di zaman kasih-karunia ! Di bawah kasih-karunia, Tuhan tidak mencari-cari kesalahan kita , karena hal itu membuat Ia menyangkali diriNya . Bukankah kedudukan kita sebagai orang percaya yang hidup di bawah kasih-karunia adalah orang benar , kudus dan sempurna karena darah Yesus ?!  Lalu mengapa teks Yesaya 59 : 2 itu didestinasikan buat kita ? Bukankah menjadi tidak relevan dan tidak konsisten dengan berita kasih-karunia ?  Kalau kita terpancing untuk menilai diri kita sebagai orang yang berdosa , itu berarti kita percaya pada dakwaan dan tuduhan si penuduh , yakni iblis !  Seharusnya saudara harus berpegang pada teks Mesianik di bawah ini :


"...demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang , tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu  dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang.... " ( Yesaya 54 : 9 - 10 Terjemahan LAI 1987 )

Inilah teks Mesianik sebagai suatu rangkaian dari teks Mesianik pada Yesaya pasal 53 .  Ini adalah sebuah nubuatan tentang karya penyelamatan Kristus pada Yesaya 53 : 10  yang harus dibaca secara theological canonical reading , yang mengacu pada kasih-karunia yang tidak lagi mencari-cari kesalahan kita, yang diucapkan Tuhan di bawah sumpah .  Itulah sebabnya kita harus dapat membedakan janji Tuhan yang bersyarat menurut sistem hukum Torat dan janji Tuhan yang tidak bersyarat di bawah kasih karunia . Beranilah menggunakan iman , sambil memandang salib Kristus bahwa di sana segala salah dan dosa kita telah dihapuskan, sebab kita hidup di bawah kasih karunia .


Mengapa harus gagal ?

Janji Tuhan dalam kasih karunia tidak pernah gagal ! Jika kita tidak memperoleh janjiNya, bukan berarti janjiNya gagal atau karena saudara dan saya banyak dosa . Pemikiran seperti itu meremehkan Tuhan Yesus, seakan-akan Ia gagal dalam membuat kita sudah dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan  dalam kuasa darahNya , sekali buat selamanya !  Penyebabnya adalah karena saudara tidak berani menggunakan iman , karena terkendala oleh dakwaan Iblis :" Kamu orang berdosa ! Mana mungkin didengar doamu ! Kamu orang berdosa ! Darah Yesus itu tidak ada apa-apanya ! " Padahal dakwaan dan ancaman seperti itu . bukankah sudah dipaku di kayu salib ?

Berikut ini suatu kisah nyata lagi . Sebuah kapal berlayar dari Surabaya menuju Jepang , ketika kapal terjebak pada badai taifun yang mematikan di sebelah barat pantai Pilipina . . Di kapal itu , hanya ada satu orang Kristen , yaitu Nakhodanya sendiri . Perhitungan di atas kertas , kapal tidak akan mampu bertahan dan seluruh jiwa manusia di kapal itu sudah dipastikan celaka atau tewas . Tetapi , Nakhoda kapal itu  berseru kepada Tuhan Yesus :" Tuhan Yesus tolonglah kami ! Selamatkanlah jiwa kami ! ." Apakah Tuhan menjawab :" Tidak ! Hidupmu rusak ! Banyak dosamu ! Buat apa aku mendengar doamu ?"  Tidak begitu  ! Apa yang terjadi ? Di luar sadar dari seluruh crew kapal , tiba-tiba mereka merasa ada yang berubah . Tidak ada lagi goncangan ombak dan gelombang . Mereka membuka pintu dan jendela kedap air . Dan apa yang dilihat oleh mereka ? Ternyata kapal mereka sudah berada di tengah-tengah ladang , kurang lebih 7 mil dari garis pantai . Semua selamat ! Pertanyaannya siapakah yang meletakkan kapal tersebut duduk manis di tengah ladang ?  Jawabnya " Tangan Tuhan Yesus ! Mengapa ? Karena Nakhoda kapal itu berani menggunakan imannya dengan melakukan perbuatan iman .

Contoh lain yang juga kisah nyata . Ada seorang Kristen yang terkena serangan jantung . Setelah lepas dari serangan jantung , orang itu hidup tergantung kepada obat .Seluruh aktivitasnya berkurang drastis dan ia harus hidup dari obat-obatan dan kontrol dokter . Setelah 6 bulan , orang itu bosan dengan perawatan dunia seperti itu . Ia mengklaim janji Tuhan :" Tuhan Yesus ! Kata dokter , jantung saya sudah rusak Tuhan . Tolonglah Tuhan , gantilah jantung saya dengan jantung yang baru ." Begitu polos dan sederhana permintaan orang itu , tetapi didasari iman yang sangat kuat . Apa yang terjadi ? Untuk membuktikan imannya, ia berani melakukan perbuatan iman , yaitu berhenti ke dokter dan berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter , dengan hanya mengandalkan imannya saja .  Hasilnya ? Ia sembuh total seperti orang yang tidak pernah rusak jantungnya . Apa sebabnya ? Sebab ia mempunyai iman yang hidup yang disertai perbuatan iman .

Percayalah saudaraku .. Janji Tuhan pasti ditepati dan tidak akan mencari-cari kesalahan kita dengan berkata :" Tidak ! Perbaiki dulu hidupmu ! Kamu masih banyak dosa ! " Apakah seperti itu ? Tidak sama-sekali ! Kita hidup di bawah kasih-karunia , bukan di bawah sistem hukum Torat yang kerjanya hanya menuntut , mengancam dan mengutuk !Bagaimana mungkin Ia mencari-cari kesalahan kita yang sudah dibenarkanNya, sudah dikuduskanNya dan sudah disempurnakanNya ? Apakah Ia harus menyangkali diriNya sendiri ?" ( band. kembali 2 Timotius 2 : 13 )

" Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Maha Tinggi  telah kau buat tempat perteduhanmu ; malapetaka tidak menimpa kamu dan tulah tidak akan mendekat pada kemahmu, sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu  ." ( Mazmur 91 : 9 - 11 Terjemahan LAI 1987  )

Teks di atas adalah janji Tuhan lewat ucapan Daud yang diurapi Roh Kudus .  Sekalipun begitu banyak janji Tuhan , satupun tidak akan pernah kita peroleh kalau kita tidak percaya atau ragu-ragu karena satu dan lain hal . Ada yang disebabkan mendengar ajaran bahwa  di zaman sekarang ini sudah tidak ada mijizat lagi , ada juga karena terkungkung oleh perasaan bersalahnya , dan tidak sedikit yang terkontaminasi oleh ajaran di luar Kekristenan .  Pada hal janji Tuhan itu ya dan amin , kekal selamanya . Saudara dan saya tidak boleh gagal ! Dalam segala hal kehidupan , baik yang kecil maupun yang besar , baik yang ringan maupun yang berat , sangat mudah bagi Tuhan buat menyelesaikannya .Soal apa saja , soal anak kuliah , soal suami belum bekerja , soal suami atau isteri dipecat dari pekerjaan , soal pacar atau belum mendapatkan pasangan hidup , soal keuangan yang sangat berat , soal penyakit , atau apa saja , baik yang hanya seperti kerikil sampai yang besarnya seperti gunung , percayalah ! Jangan gagal ! Percayalah Tuhan Yesus tidak akan tinggal diam jika kita berseru kepadaNya . 

" Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu , Aku telah melakukannya dan mau  menanggung kamu terus . Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu  " ( Yesaya 46 : 4 Terjemahan LAi 1987 )

Lihat ! Tuhan bilang :" Aku mau ! Aku mau ! Aku mau menanggung kamu terus !" Lalu mengapa kita tidak berani menggunakan iman ? Mengapa harus gagal ? Bukankah Ia sudah bersumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali ? ( Yesaya 45 : 23.a )  Karena itu marilah kita terima  semua janji Tuhan dengan pemahaman bahwa kita menerimanya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih-karunia , bukan di bawah hukum Torat yang selalu mengancam kita dengan kutukan . Percayalah , Ia bukan manusia seperti kita yang sering-kali tidak dapat dipegang janjinya . Tuhan pasti menepati janjiNya, sebab sekalipun Ia Maha Kuasa , Ia tidak dapat berbohong !

Di dalam segala hal , lakukanlah dengan iman . Lebih-lebih jika menghadapi tantangan apapun juga , hadapilah dengan menggunakan iman . Inilah yang disebut dengan "perbuatan dalam iman " , sehingga berdasarkan iman kita melakukan perbuatan iman .   Percayalah , kita memegang janjiNya di bawah hukum Kristus , di bawah kasih karunia dan sama-sekali bukan di bawah hukum Torat . Jadi , jikalau saudara mendengar khotbah yang bersyarat dan mendakwa , menuduh dan mengancam kita , jangan didengarkan ; karena orang itu dengan sengaja atau tidak sengaja telah membawa kita kembali ke sistem hukum Torat dan keluar dari kasih-karunia ! Apakah tidak janggal kalau di bawah kasih-karunia , masih ada orang yang berkhotbah tentang kutuk !?

"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu , Aku akan melakukannya ." ( Yohanes 14 : 14 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas adalah janji Tuhan Yesus di bawah sumpah , bahwa setiap kata-kataNya tidak dapat ditarik kembali dalam arti harus terjadi seperti ucapanNya . Jadi , beranilah menggunakan iman , sepanjang yang saudara perlukan adalah sesuatu yang bukan merupakan hal yang jahat , melainkan dipandang baik oleh manusia dan juga oleh Tuhan dan ingatlah bahwa janji Tuhan di dalam kasih-karuniaNya tidak bersyarat  Yang sering-kali membuat janji Tuhan bersyarat adalah beberapa pengkhotbah dengan menambahi janji Tuhan dengan kata-kata bersyarat seperti : " asalkan " atau "apabila"  ! Memang boleh saja dikatakan bahwa janji Tuhan itu bersyarat , tetapi syaratnya hanyalah percaya ! Jadi bukan syarat yang bernuansa legalistik !


Konklusi :

 Sekarang , apakah meminta kesehatan itu jahat ? Apakah meminta supaya suami mendapatkan pekerjaan itu hal yang tidak benar ? .Apakah meminta supaya anak bisa melanjutkan kuliah itu hal yang buruk ? Tidak bukan ? Lain halnya kalau saudara meminta supaya tetangga sebelah rumah mati ditabrak kereta-api , sudah barang tentu hal ini jahat .  Tetapi bagaimana dengan doa permintaan Rasul Paulus pada 2 Korintus 12 : 7 - 8 , di mana dia sudah meminta sebanyak 3 kali,  tetapi Tuhan menolaknya dengan  menjawab sebagai berikut :

"Cukuplah kasih karunia Ku kepadamu , sebab justru  dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna." ( 2 Korintus 12 : 9 Terjemahan LAi 1987 )

Perhatikan teks di atas ! Kalau saudara tidak cermat , teks di atas dapat disalah-gunakan orang untuk melemahkan iman saudara, dengan mengatakan bahwa teks 2 Korintus 12 : 9 itu adalah bukti bahwa tidak setiap doa itu akan dijawab ! Padahal itu adalah bukti bahwa suatu doa yang dianggap oleh Tuhan bukan merupakan sesuatu yang baik , pasti ditolak !  (contoh lain : Yakobus 4 : 3 ) Tetapi jika sekedar kita meminta segala sesuatu yang menyangkut makan-minum , pakaian , dan kebutuhan hidup yang lain , apakah itu salah ? Apakah jika kita meminta supaya dilepaskan dari mara-bahaya , itu adalah keliru ?

Teks 2 Korintus 12 : 9 tersebut di atas  pada dasarnya menjelaskan bahwa   justru jikalau kita masih memiliki kelemahan menurut sifat daging dengan tabiat berdosanya ( sarkos, Yunani ) , kuasa pengampunan oleh darah Yesus menjadi sempurna (band. Roma 11 : 32 ). Kasih-karunia itu kita terima bukan karena kita kudus , melainkan justru ketika kita dalam keadaan yang tidak benar dan tidak kudus serta tidak sempurna , dibuatNya menjadi benar, kudus dan sempurna , semuanya semata-mata hanya oleh kasih-karuniaNya saja .

 Itulah sebabnya permintaan rasul Paulus tidak dikabulkan oleh Tuhan , bukan karena Tuhan mengingkari janjiNya melainkan karena apa yang diminta oleh rasul Paulus tersebut merupakan hal yang tidak baik di hadapan Tuhan . Apa yang diminta rasul Paulus tidak jelas karena tidak ada penjelasan explisit  dan pandangan theolog berbeda-beda tentang hal ini . Tetapi mengacu pada frasa " dalam kelemahan kuasaKu menjadi sempurna " , kemungkinan besar hal itu terkait dengan kelemahan daging dalam makna sarkos ( tabiat daging )   dan bukan dalam makna soma ( tubuh jasmani ).

Di dalam kasih-karunia , kita harus berani menggunakan iman dan mengapa harus gagal , sepanjang apa yang kita minta adalah sesuatu yang baik dan tidak jahat , bukan saja di hadapan manusia melainkan juga di hadapan Allah . Mintalah , akan diberi ; carilah , kamu akan mendapatkannya ; ketuklah pintu, pintu akan dibukakan !  ( band. Matius 7 : 7 )  Ingatlah selalu bahwa kita orang Kristen yang hidup di bawah kasih-karunia dan sama-sekali berbeda dengan Yudaisme yang hidup di bawah hukum Torat . Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Itu pasti ! Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap)