Masa berlakunya kutuk :
Kutuk hanya berlaku pada periode sebelum penyaliban Tuhan Yesus ! Tatkala Tuhan memberikan hukumnya kepada orang Israel lewat Musa , hukum tersebut terdiri dari Sepuluh Firman ( aseret hadevarim , Ibrani, dekalogoi ,Yunani ; ten commandement , Inggris ) dan ratusan aturan yang disebut Torat ( tora , Ibrani, nomos , Yunani ; law , Inggris ) . Profesor Gordon Fee dalam bukunya "Hermenutik" mengatakan bahwa terdapat lebih dari 600 aturan yang harus dilakukan oleh orang Israel . Dan begitu amat berat bagi bangsa itu untuk mentaatinya , karena begitu banyak aturan yang harus dikerjakan dengan perbuatan , baik perbuatan vertikal (terhadap Tuhan ) maupun perbuatan horisontal.( terhadap sesama manusia ) Pehatikan teks Alkitab berikut ini :
"Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Torat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata : Amin !." ( Ulangan 27 : 26 Terjemahan LAI 1987 )
Teks di atas diakomodir oleh rasul Paulus untuk mengingatkan orang-orang Kristen di Galatia , berhubung orang-orang Galatia terpengaruh ajaran hukum Torat Yahudi yang membuat mereka perlu dinasehati , setelah menerima berita Injil . Berikut kutipannya :
"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat , berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis:" Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." ( Galatia 3 : 10 Terjemahan LAI 2002 )
Jika seandainya aturan hukum tersebut hanya terdiri dari sepuluh atau tiga puluh aturan , barangkali manusia masih mampu mengerjakannya seluruhnya ! Tetapi ini , lebih dari 600 aturan harus ditaati dan dilakukan secara konkrit ! Tidak ada seorangpun yang mampu ! Bukti empiris dan historis , seluruh bangsa Israel tidak ada yang mampu , dalam arti selalu saja ada salahnya ! Padahal , satu saja salah , pasti jatuh dalam kutuk ! Bandingkan dengan Yakobus 2 : 10 .
Meskipun ajaran korban pagi dan korban petang , korban penghapus salah dan korban penghapus dosa serta adanya Hari Raya Pendamaian , merupakan bagian dari hukum Torat , tetap saja manusia berada di bawah kutuk hukum Torat oleh karena selalu tidak sanggup melakukan "segala apa yang tertulis " ! Saudara tentu bertanya mengapa Tuhan memberikan aturan yang Dia sendiri mengetahui bahwa manusia tidak akan mampu menjalankannya ? Rasul Paulus menjawab sebagai berikut :
"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan , supaya Ia dapat menunjukkan belas-kasihanNya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 2002 )
Jadi semuanya , tujuannya adalah hanya untuk kemuliaan Allah ! Di mana manusia tidak bisa taat sepenuhnya , maka manusia membutuhkan pengampunan dan di sinilah Tuhan menunjukkan belas-kasihanNya dalam mengampuni manusia . Pada zaman Torat , pengampunan itu diperoleh lewat korban-korban darah hewan yang tak bercacat-cela , dan setahun sekali melalui Hari Raya Pendamaian . Persembahan korban-korban seperti itu terus dilakukan secara terus-menerus selama mereka berada di bawah hukum Torat , karena setiap korban hanya mengampuni dosa untuk sekali itu saja, dan tidak untuk selamanya .
Sementara itu , mereka selalu berada di bawah ancaman kutuk hukum Torat yang mengerikan itu ! Setiap kali salah , bikin korban pengampunan ! Salah lagi , bikin lagi korban penghapus salah ! Dosa lagi, bikin korban penghapus dosa ! Terus menerus seperti itu , dan terus menerus hidup di bawah ancaman kutuk ! Tidak tanggung-tanggung , bahwa jenis-jenis kutuk itupun tertulis dengan jelas dan tegas di dalam aturan hukum Torat . Jikalau kita membaca Imamat 26 : 14 - 46 dan Ulangan 28 : 15 - 46 , terdapat banyak jenis kutuk yang tertulis di dalamnya . Semuanya akibat salah dan dosa manusia .
Jenis-jenis kutuk itu antara lain adalah : kutuk sakit penyakit ( Imamat 26 : 16 ; Ulangan 28 : 21 - 22 dan 35 ) , kutuk kegagalan dan kemiskinan ( Imamat 26 : 16 , 20 dan 26 ; Ulangan 28 : 17 - 18 , 38 - 40 ) ; kutuk kelaparan , kemalangan dan kesialan ( Imamat 26 , : 17 , 22 , 29 ; Ulangan 28 : 25 ,28 , 29 , 31 ) , kutuk malapetaka dan bencana ( Imamat 26 : 30 - 31 ; Ulangan 28 : 33 - 35 ) dan kutuk tidak pernah jadi kepala tetapi jadi ekor ( Ulangan 28 : 44 ) dan lain-lainnya , yang semuanya terjadi karena dosa di mana mereka tidak dapat melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya . ( Imamat 26 : 14 dan Ulangan 28 : 15 ).
Itulah segala kutuk yang mengancam manusia , jika tidak dengan setia melakukan , bukan sebagian , melainkan segala sesuatu , seluruhnya , yang sudah merupakan perintah dan ketetapanNya sesuai dengan aturan hukum Torat ! Dan itu hanya berlaku bagi setiap orang yang berada di bawah hukum Torat !
Masa dicabutnya kutuk hukum Torat :
Orang Israel mempunyai kepercayaan yang berasal dari aturan hukum Torat , bahwa setiap orang yang dihukum mati dengan cara digantung pada tiang kayu ( ets , Ibrani ) adalah lambang kutuk ! Artinya di hadapan Allah , orang mati yang tergantung di sebuah tiang kayu , adalah terkutuk .
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati , lalu ia dihukum mati kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang , maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga , sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah ....." ( Ulangan 21 : 22 - 23 Terjemahan LAI 1987 )
Jadi ketika pada hari Raya Pentakosta Petrus berkhotbah di hadapan masa Yahudi di Yerusalem , dia menyinggung masalah Yesus tersalib dan tergantung di kayu salib , maka semua orang Yahudi memahami maksud perkataan itu karena di dalam budaya dan kepercayaan mereka , orang yang tergantung pada tiang kayu , adalah terkutuk di hadapan Allah ! Perhatikan khotbah Petrus di bawah ini :
"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya , telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka . Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, sebab tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu " ( Kisah Para Rasul 2 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )
Andaikata yang tergantung pada tiang kayu itu manusia biasa seperti kita , itu karena kesalahan kita sendiri dan sama sekali tidak mempunyai pengaruh apa-apa kepada manusia lain ! Orang itu terkutuk ! Cuma begitu saja tanpa ada efeknya pada kita . Akan tetapi masalahnya menjadi berbeda , jikalau yang tergantung pada kayu itu adalah Yesus sendiri , menurut kemauannya sendiri , menggenapi nubuatan para nabi dan bukan merupakan tragedi manusia ! Yang digantung pada kayu salib adalah Firman yang telah menjadi manusia , atau Tuhan itu sendiri ( lihat Yohanes 1 : 1 dan ayat 14 ) . Perhatikan ucapan Yesus , beberapa jam sebelum Dia digantung pada kayu salib :
"Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )
Perhatikan ! Di dalam hukum Torat , akibat dosa adalah kutuk ! Dan Yesus mengatakan darahNya akan ditumpahkan untuk pengampunan dosa ! Ini berarti bahwa di atas kayu salib , Ia akan mencabut segala kutuk , karena dosa akan dihapuskan oleh darahNya ! Mengapa demikian ? Sebab Ia adalah Tuhan , dan hanya Tuhan yang berkuasa mengampuni dosa dan mencabut kutuk , dengan menjadikan diriNya berdosa dan kutuk , supaya di dalam Dia kita dibenarkan dan merdeka dari kutuk hukum Torat !
Orang yang tidak mengerti akan menyanggah :" Mengapa Tuhan harus mengorbankan diriNya sendiri untuk mengampuni dosa ? Bukankah cukup Dia berkata :" Hai manusia , dosamu sudah Aku ampuni ! Kan beres sudah ! Ngapain repot repot ? Bukankah Dia Tuhan ? " Sanggahan seperti ini menghilangkan natur Tuhan , bahwa Ia tidak dapat berbohong ! Sebab Ia sudah berfirman bahwa upah dosa adalah kematian atau maut ! ( bandingkan dengan Kejadian 2 : 16 - 17 dan Roma 6 : 23 ).
Maka akibat dosa , manusia harus mati ! Dalam arti mati kekal ! Dalam arti maut kekal ! Dan siapakah yang dapat menghapus maut kekal itu kalau bukan Tuhan sendiri ? Maka Ia melakukanNya di kayu salib dengan tidak melanggar naturNya sebagai Tuhan yang tidak dapat berbohong ! Ia menjadikan dirinya berdosa dan mati sebagai akibat dosa itu ! Jadi kematian Kristus di atas kayu salib itu adalah suatu keniscayaan yang harus terjadi , sebagaimana nubuatan nabi Deutero Yesaya sebelum peristiwa itu terjadi .
"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan . Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAi 1987 )
Teks Yesaya pasal 53 adalah ayat Mesianik , artinya perkataan nubuat untuk Yesus , mengenai karya penyelamatanNya di kayu salib yang 100% adalah kehendak TUHAN untuk membayar harga dosa manusia yang berarti juga mencabut semua kutuk hukum Torat . Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :
"Kristus telah menebus kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk bagi kita . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )
Dengan kematian Kristus di kayu salib , bagi orang Kristen yang hidup di bawah kasih karunia , kutuk apapun sudah tidak ada lagi, meskipun kita tidak mampu untuk melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya ! . Namun , terus terang saya harus berkata , jika saudara menempatkan diri di bawah hukum Torat , anda masih berada di bawah kutuk karena mana mungkin saudara mampu mengerjakan seluruh perintah dan ketetapanNya ! ( Galatia 3 : 10 - 11 ).
Apakah benar Yesus mati di kayu salib ?
Jikalau ternyata Yesus tidak pernah mati di kayu salib , sudah barang tentu Kekristenan didasarkan pada kebohongan besar ! Banyak tulisan maupun pendapat dari beberapa golongan yang menyatakan Yesus tidak pernah disalibkan , dengan berbagai teori , tetapi tanpa bukti bahkan bertentangan secara historis ! Tetapi setelah melalui penelitian yang seksama dari sejarah dan arkeologi , banyak pakar yang tadinya skeptis , sekarang menjadi percaya bahwa penyaliban Yesus itu nyata terjadi !
Ada banyak bukti yang mendukung kebenaran bahwa Yesus memang mati di atas kayu salib , baik bukti dari Alkitab maupun bukti dari sejarah sekuler dan kitab-kitab apokrif .serta penemuan arkelogi . Jadi saudara jangan percaya pada bualan siapapun yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib , sebab pandangan mereka tanpa bukti akurat bahkan melawan sejarah . Hukum logika dasar mengatakan bahwa suatu pernyataan , konsekuensinya adalah pemberian bukti yang akurat , dalam hal ini sudah barang tentu bukti historis dan arkeologis ! Sedangkan bukti bahwa Yesus benar-benar disalibkan , bertebaran dalam banyak bukti sejarah , baik dari keempat Injil Kanonik maupun dari tulisan sejarah dari pihak non Kristen dan kitab-kitab apokrif . serta penemuan arkeologi . Inilah bukti bukti tersebut :
1). Keempat Injil Kanonik , yaitu Injil Matius , Injil Markus , Injil Lukas dan Injil Yohanes mencatat ke matian Kristus di atas kayu salib , Jangan lupa , Matius dan Yohanes adalah saksi mata dari peristiwa itu , sementara Markus dan Lukas adalah sahabat sekaligus murid dari Petrus dan Paulus . .
2) Tulisan sejarahwan pada abad Pertama dan Kedua Masehi , yang nota-bene bukan orang Kristen menguatkan bukti bahwa Yesus mati di atas kayu salib . Mereka adalah Flavius Josephus , Cornelius Tacitus , Lucianus dari Samosata , Mara Bar Sarapion , Suetonius , Plinius Muda dan lain-lain . Mereka itu semua mencatat tentang Kristus yang disalibkan oleh Pontius Pilatus pada masa Kekasiran Romawi, Tiberius . Mereka ini bukan orang Kristen dan tidak punya kepentingan dengan Kekristenan , selain hanya mencatat suatu kejadian sebagai tugas dari seorang sejarahwan .
3) Kitab kitab apokrif seperti yang mengatas-namakan Petrus, Nikodemus , Philipus , dan yang disebut sebagai Injil Ebionit , Injil Masa kanak-kanak Yesus , bahkan yang mengatas-namakan Yudas Iskariot dan lain-lain , yang bertujuan untuk menyerang Kekristenan , ternyata juga mencatat tentang kematian Kristus di atas kayu salib. Demikian pula Surat Barnabas dan yang disebut Injil Kebenaran , semuanya mencatat tentang penyaliban Yesus .
4) Bukti arkelogis yang sejalan dengan historis , misalnya penemuan bekas makam Kristus , penemuan pemakaian paku besar untuk orang yang disalib pada zaman Kristus , dan penemuan inkripsi Pilatus "The Pilate incription " yang menyatakan bahwa Yesus mati di kayu salib atas perintah Pilatus . Penemuan ini cocok dengan sejarah yang ditulis baik oleh Flavius Josephus maupun Carnelius Tacistus dan lain-lain .
Dari keempat bukti di atas , bukti yang paling akurat secara ilmiah adalah bukti nomor 2 dan nomor 4 , sebab merupakan bukti historis dan arkeologis ! Dengan adanya bukti bukti kuno tersebut , nyatalah bahwa iman Kristiani pada kematian Kristus di kayu salib , bukanlah mitos , bukan juga iman yang buta , sebab apa yang menjadi inti iman Kristiani tentang penyaliban Kristus itu adalah iman yang berdasarkan fakta yang historis! Bukan dongeng , bukan legenda dan bukan mitos ! Sebab dongeng , legenda atau mitos tidak pernah secara nyata terjadi di muka bumi ! Tetapi kematian Kristus di kayu salib nyata terjadi di muka bumi , disaksikan banyak orang dan dicatat dalam sejarah !
Kutuk hukum Torat sudah tidak berlaku :
Pada hari Jumat siang , pada bulan Nisan , kira-kira pada tahun 30 M , pada masa Tiberius menjadi Kaisar Romawi, atas prakarsa Dewan Sanhedrin dan orang orang Yahudi , prokurator Romawi yang bertugas di tanah Yudea , Pontius Pilatus , memerintahkan penghukuman mati untuk Yesus di kayu salib . Pada hari itu bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi , yaitu peringatan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir . Tanda-tanda yang dahsyat terjadi pada hari itu , ketika Tuhan Yesus tergantung di atas kayu salib dengan seluruh tubuhNya berlumuran darah .
Mulai dari jam dua belas siang hingga jam tiga petang , kegelapan meliputi seluruh bumi ( Matius 27 : 45 ; Markus 15 : 33 ; Lukas 23 : 44 ). Tirai Bait Suci ( yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus ) terkoyak menjadi dua , dari atas sampai ke bawah ( Matius 27 : 51 ; Markus 15 : 38 ; Lukas 23 : 45 ) . Terjadi gempa bumi dan kuburan-kuburan terbuka ( Matius 27 : 51 - 52 ). Sungguh kejadian yang luar biasa , sehingga kepala pasukan dan prajurit prajurit Romawi menjadi sangat ketakutan ! ( Matius 27 : 54 ; bandingkan dengan Markus 15 : 39 ; Lukas 23 : 47 )
Ketika Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ? " ( Allahku, Allahku , mengapa Engkau meninggalkan Aku?), pada saat itulah hadirat Allah meninggalkan kemanusianNya supaya hadirat Allah bersama kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan keilahianNya berpindah kepada kita , sementara segala dosa dan kutuk yang seharusnya kita terima , berpindah kepadaNya ! Inilah pertukaran Ilahi ! Inilah subtitusi ; dimana Yesus masuk ke dalam dimensi kutuk dan dosa , sementara kita masuk ke dalam dimensi berkat dan pembenaran .
Dan sesaat sebelum menyerahkan nyawaNya , Yesus berkata :" Sudah selesai " ( Tetelestai, Yunani ) . Selesailah sudah karya penyelamatanNya di kayu salib ! Sempurnalah sudah ! Maka sejak itu , dosa tidak berkuasa lagi atas kita orang percaya dan kutuk hukum Toratpun sudah tidak berlaku bagi kita yang hidup di bawah kasih karunia . Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :
"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah , telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia , sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita , dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 13 - 14 Terjemahan LAI 2002 )
Dahulu kita mati dalam dosa dan juga bukan bagian dari umat pilihan ! Tetapi setelah penebusan di kayu salib , kita dihidupkan dan tidak mati lagi . Seluruh hutang dosa dan kutukan dalam hukum Torat yang sifatnya mendakwa dan mengancam , dihapus oleh darah Yesus ! Semua dosa dan kutuk itu ditiadakan oleh Kristus di kayu salib . Maka seluruh kutuk yang tertulis dalam hukum Torat , yang tertera pada Kitab Imamat 26 dan Ulangan 28 , sudah tidak berlaku lagi bagi kita !
Jadi , kalau saudara mendengar suatu khotbah dari seorang pembicara , yang isinya masih mendakwa dan mengancam-ancam dengan kutukan hukum Torat , saya tidak mengerti , apakah pembicara itu lupa bahwa kutuk hukum Torat sudah dicabut oleh Kristus di kayu salib ? Yang penting , perkataan seperti itu jangan didengarkan , melainkan peganglah apa yang dikatakan oleh firman Tuhan dalam Alkitab , yaitu bahwa kutuk hukum Torat sudah ditebus oleh Kristus dan memakukannya pada kayu salib !
Konklusi :
Saudara dan saya sudah dimerdekakan , baik dari hukum dosa maupun hukum maut ! ( Roma 8 : 2 ). Sengat maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah hukum Torat ( 1 Korintus 15 : 56 ). Maut tidak berkuasa lagi atas kita , karena kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup ( Yohanes 5 : 24 ). Kuasa dosa yang adalah hukum Torat juga sudah tidak mempunyai taring lagi , karena :
"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu , karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih-karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAi 1987 )
Teks di atas menyatakan bahwa kita yang hidup di bawah kasih karunia Kristus , sudah tidak hidup lagi di bawah hukum Torat ! Ini berarti bahwa kita sudah merdeka dari kutuk dosa yang begitu banyak mendakwa dan mengancam hidup kita ! Kita sudah berpindah dari dimensi kutuk dan dosa ke dalam dimensi berkat dan pembenaran ! Itulah sebabnya , berkaitan dengan penghapusan dosa dan kutuk , Tuhan Yesus berkata :
"Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes , dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAi 2002 )
Lihatlah ! Dalam bahasa figuratif paradok , Tuhan Yesus membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia. Hukum Torat begitu kuat dan satu titikpun tidak bisa batal ! Akan tetapi berhadapan dengan kasih karunia sebagai hukum Kristus , hukum Torat sudah tidak berlaku lagi ; hanya berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis ; bukan dalam masalah etika , moral dan cara hidup yang baik , melainkan dalam hal yang terkait dengan penebusan dosa dan kutuk !
Karena itu , jika kita mau dimerdekakan dari kutuk hukum Torat akibat dosa kita , hiduplah di bawah kasih karunia ; jangan hidup di bawah hukum Torat ! Kita bukan antinomianisme ! Kita bukan anti pada hukum Torat ! Bukan ! Tetapi sejak Kristus menumpahkan darahNya di kayu salib , keselamatan kita tidak tergantung lagi kepada hukum Torat , tetapi kepada hukum Kristus , yakni kasih-karuniaNya ! Dan segala kutuk apapun sudah tidak berlaku lagi bagi kita ! Halleluyah !
Selamat Hari Paskah ! Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai pada hari Maranatha ! Salam saya dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )
Itulah segala kutuk yang mengancam manusia , jika tidak dengan setia melakukan , bukan sebagian , melainkan segala sesuatu , seluruhnya , yang sudah merupakan perintah dan ketetapanNya sesuai dengan aturan hukum Torat ! Dan itu hanya berlaku bagi setiap orang yang berada di bawah hukum Torat !
Masa dicabutnya kutuk hukum Torat :
Orang Israel mempunyai kepercayaan yang berasal dari aturan hukum Torat , bahwa setiap orang yang dihukum mati dengan cara digantung pada tiang kayu ( ets , Ibrani ) adalah lambang kutuk ! Artinya di hadapan Allah , orang mati yang tergantung di sebuah tiang kayu , adalah terkutuk .
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati , lalu ia dihukum mati kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang , maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga , sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah ....." ( Ulangan 21 : 22 - 23 Terjemahan LAI 1987 )
Jadi ketika pada hari Raya Pentakosta Petrus berkhotbah di hadapan masa Yahudi di Yerusalem , dia menyinggung masalah Yesus tersalib dan tergantung di kayu salib , maka semua orang Yahudi memahami maksud perkataan itu karena di dalam budaya dan kepercayaan mereka , orang yang tergantung pada tiang kayu , adalah terkutuk di hadapan Allah ! Perhatikan khotbah Petrus di bawah ini :
"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya , telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka . Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, sebab tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu " ( Kisah Para Rasul 2 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )
Andaikata yang tergantung pada tiang kayu itu manusia biasa seperti kita , itu karena kesalahan kita sendiri dan sama sekali tidak mempunyai pengaruh apa-apa kepada manusia lain ! Orang itu terkutuk ! Cuma begitu saja tanpa ada efeknya pada kita . Akan tetapi masalahnya menjadi berbeda , jikalau yang tergantung pada kayu itu adalah Yesus sendiri , menurut kemauannya sendiri , menggenapi nubuatan para nabi dan bukan merupakan tragedi manusia ! Yang digantung pada kayu salib adalah Firman yang telah menjadi manusia , atau Tuhan itu sendiri ( lihat Yohanes 1 : 1 dan ayat 14 ) . Perhatikan ucapan Yesus , beberapa jam sebelum Dia digantung pada kayu salib :
"Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang , untuk pengampunan dosa dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )
Perhatikan ! Di dalam hukum Torat , akibat dosa adalah kutuk ! Dan Yesus mengatakan darahNya akan ditumpahkan untuk pengampunan dosa ! Ini berarti bahwa di atas kayu salib , Ia akan mencabut segala kutuk , karena dosa akan dihapuskan oleh darahNya ! Mengapa demikian ? Sebab Ia adalah Tuhan , dan hanya Tuhan yang berkuasa mengampuni dosa dan mencabut kutuk , dengan menjadikan diriNya berdosa dan kutuk , supaya di dalam Dia kita dibenarkan dan merdeka dari kutuk hukum Torat !
Orang yang tidak mengerti akan menyanggah :" Mengapa Tuhan harus mengorbankan diriNya sendiri untuk mengampuni dosa ? Bukankah cukup Dia berkata :" Hai manusia , dosamu sudah Aku ampuni ! Kan beres sudah ! Ngapain repot repot ? Bukankah Dia Tuhan ? " Sanggahan seperti ini menghilangkan natur Tuhan , bahwa Ia tidak dapat berbohong ! Sebab Ia sudah berfirman bahwa upah dosa adalah kematian atau maut ! ( bandingkan dengan Kejadian 2 : 16 - 17 dan Roma 6 : 23 ).
Maka akibat dosa , manusia harus mati ! Dalam arti mati kekal ! Dalam arti maut kekal ! Dan siapakah yang dapat menghapus maut kekal itu kalau bukan Tuhan sendiri ? Maka Ia melakukanNya di kayu salib dengan tidak melanggar naturNya sebagai Tuhan yang tidak dapat berbohong ! Ia menjadikan dirinya berdosa dan mati sebagai akibat dosa itu ! Jadi kematian Kristus di atas kayu salib itu adalah suatu keniscayaan yang harus terjadi , sebagaimana nubuatan nabi Deutero Yesaya sebelum peristiwa itu terjadi .
"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan . Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAi 1987 )
Teks Yesaya pasal 53 adalah ayat Mesianik , artinya perkataan nubuat untuk Yesus , mengenai karya penyelamatanNya di kayu salib yang 100% adalah kehendak TUHAN untuk membayar harga dosa manusia yang berarti juga mencabut semua kutuk hukum Torat . Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :
"Kristus telah menebus kutuk hukum Torat dengan jalan menjadi kutuk bagi kita . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )
Dengan kematian Kristus di kayu salib , bagi orang Kristen yang hidup di bawah kasih karunia , kutuk apapun sudah tidak ada lagi, meskipun kita tidak mampu untuk melakukan seluruh perintah dan ketetapanNya ! . Namun , terus terang saya harus berkata , jika saudara menempatkan diri di bawah hukum Torat , anda masih berada di bawah kutuk karena mana mungkin saudara mampu mengerjakan seluruh perintah dan ketetapanNya ! ( Galatia 3 : 10 - 11 ).
Apakah benar Yesus mati di kayu salib ?
Jikalau ternyata Yesus tidak pernah mati di kayu salib , sudah barang tentu Kekristenan didasarkan pada kebohongan besar ! Banyak tulisan maupun pendapat dari beberapa golongan yang menyatakan Yesus tidak pernah disalibkan , dengan berbagai teori , tetapi tanpa bukti bahkan bertentangan secara historis ! Tetapi setelah melalui penelitian yang seksama dari sejarah dan arkeologi , banyak pakar yang tadinya skeptis , sekarang menjadi percaya bahwa penyaliban Yesus itu nyata terjadi !
Ada banyak bukti yang mendukung kebenaran bahwa Yesus memang mati di atas kayu salib , baik bukti dari Alkitab maupun bukti dari sejarah sekuler dan kitab-kitab apokrif .serta penemuan arkelogi . Jadi saudara jangan percaya pada bualan siapapun yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib , sebab pandangan mereka tanpa bukti akurat bahkan melawan sejarah . Hukum logika dasar mengatakan bahwa suatu pernyataan , konsekuensinya adalah pemberian bukti yang akurat , dalam hal ini sudah barang tentu bukti historis dan arkeologis ! Sedangkan bukti bahwa Yesus benar-benar disalibkan , bertebaran dalam banyak bukti sejarah , baik dari keempat Injil Kanonik maupun dari tulisan sejarah dari pihak non Kristen dan kitab-kitab apokrif . serta penemuan arkeologi . Inilah bukti bukti tersebut :
1). Keempat Injil Kanonik , yaitu Injil Matius , Injil Markus , Injil Lukas dan Injil Yohanes mencatat ke matian Kristus di atas kayu salib , Jangan lupa , Matius dan Yohanes adalah saksi mata dari peristiwa itu , sementara Markus dan Lukas adalah sahabat sekaligus murid dari Petrus dan Paulus . .
2) Tulisan sejarahwan pada abad Pertama dan Kedua Masehi , yang nota-bene bukan orang Kristen menguatkan bukti bahwa Yesus mati di atas kayu salib . Mereka adalah Flavius Josephus , Cornelius Tacitus , Lucianus dari Samosata , Mara Bar Sarapion , Suetonius , Plinius Muda dan lain-lain . Mereka itu semua mencatat tentang Kristus yang disalibkan oleh Pontius Pilatus pada masa Kekasiran Romawi, Tiberius . Mereka ini bukan orang Kristen dan tidak punya kepentingan dengan Kekristenan , selain hanya mencatat suatu kejadian sebagai tugas dari seorang sejarahwan .
3) Kitab kitab apokrif seperti yang mengatas-namakan Petrus, Nikodemus , Philipus , dan yang disebut sebagai Injil Ebionit , Injil Masa kanak-kanak Yesus , bahkan yang mengatas-namakan Yudas Iskariot dan lain-lain , yang bertujuan untuk menyerang Kekristenan , ternyata juga mencatat tentang kematian Kristus di atas kayu salib. Demikian pula Surat Barnabas dan yang disebut Injil Kebenaran , semuanya mencatat tentang penyaliban Yesus .
4) Bukti arkelogis yang sejalan dengan historis , misalnya penemuan bekas makam Kristus , penemuan pemakaian paku besar untuk orang yang disalib pada zaman Kristus , dan penemuan inkripsi Pilatus "The Pilate incription " yang menyatakan bahwa Yesus mati di kayu salib atas perintah Pilatus . Penemuan ini cocok dengan sejarah yang ditulis baik oleh Flavius Josephus maupun Carnelius Tacistus dan lain-lain .
Dari keempat bukti di atas , bukti yang paling akurat secara ilmiah adalah bukti nomor 2 dan nomor 4 , sebab merupakan bukti historis dan arkeologis ! Dengan adanya bukti bukti kuno tersebut , nyatalah bahwa iman Kristiani pada kematian Kristus di kayu salib , bukanlah mitos , bukan juga iman yang buta , sebab apa yang menjadi inti iman Kristiani tentang penyaliban Kristus itu adalah iman yang berdasarkan fakta yang historis! Bukan dongeng , bukan legenda dan bukan mitos ! Sebab dongeng , legenda atau mitos tidak pernah secara nyata terjadi di muka bumi ! Tetapi kematian Kristus di kayu salib nyata terjadi di muka bumi , disaksikan banyak orang dan dicatat dalam sejarah !
Kutuk hukum Torat sudah tidak berlaku :
Pada hari Jumat siang , pada bulan Nisan , kira-kira pada tahun 30 M , pada masa Tiberius menjadi Kaisar Romawi, atas prakarsa Dewan Sanhedrin dan orang orang Yahudi , prokurator Romawi yang bertugas di tanah Yudea , Pontius Pilatus , memerintahkan penghukuman mati untuk Yesus di kayu salib . Pada hari itu bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi , yaitu peringatan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir . Tanda-tanda yang dahsyat terjadi pada hari itu , ketika Tuhan Yesus tergantung di atas kayu salib dengan seluruh tubuhNya berlumuran darah .
Mulai dari jam dua belas siang hingga jam tiga petang , kegelapan meliputi seluruh bumi ( Matius 27 : 45 ; Markus 15 : 33 ; Lukas 23 : 44 ). Tirai Bait Suci ( yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus ) terkoyak menjadi dua , dari atas sampai ke bawah ( Matius 27 : 51 ; Markus 15 : 38 ; Lukas 23 : 45 ) . Terjadi gempa bumi dan kuburan-kuburan terbuka ( Matius 27 : 51 - 52 ). Sungguh kejadian yang luar biasa , sehingga kepala pasukan dan prajurit prajurit Romawi menjadi sangat ketakutan ! ( Matius 27 : 54 ; bandingkan dengan Markus 15 : 39 ; Lukas 23 : 47 )
Ketika Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ? " ( Allahku, Allahku , mengapa Engkau meninggalkan Aku?), pada saat itulah hadirat Allah meninggalkan kemanusianNya supaya hadirat Allah bersama kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan keilahianNya berpindah kepada kita , sementara segala dosa dan kutuk yang seharusnya kita terima , berpindah kepadaNya ! Inilah pertukaran Ilahi ! Inilah subtitusi ; dimana Yesus masuk ke dalam dimensi kutuk dan dosa , sementara kita masuk ke dalam dimensi berkat dan pembenaran .
Dan sesaat sebelum menyerahkan nyawaNya , Yesus berkata :" Sudah selesai " ( Tetelestai, Yunani ) . Selesailah sudah karya penyelamatanNya di kayu salib ! Sempurnalah sudah ! Maka sejak itu , dosa tidak berkuasa lagi atas kita orang percaya dan kutuk hukum Toratpun sudah tidak berlaku bagi kita yang hidup di bawah kasih karunia . Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :
"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah , telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia , sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita , dengan menghapuskan surat hutang yang dengan ketentuan ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita . Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib ." ( Kolose 2 : 13 - 14 Terjemahan LAI 2002 )
Dahulu kita mati dalam dosa dan juga bukan bagian dari umat pilihan ! Tetapi setelah penebusan di kayu salib , kita dihidupkan dan tidak mati lagi . Seluruh hutang dosa dan kutukan dalam hukum Torat yang sifatnya mendakwa dan mengancam , dihapus oleh darah Yesus ! Semua dosa dan kutuk itu ditiadakan oleh Kristus di kayu salib . Maka seluruh kutuk yang tertulis dalam hukum Torat , yang tertera pada Kitab Imamat 26 dan Ulangan 28 , sudah tidak berlaku lagi bagi kita !
Jadi , kalau saudara mendengar suatu khotbah dari seorang pembicara , yang isinya masih mendakwa dan mengancam-ancam dengan kutukan hukum Torat , saya tidak mengerti , apakah pembicara itu lupa bahwa kutuk hukum Torat sudah dicabut oleh Kristus di kayu salib ? Yang penting , perkataan seperti itu jangan didengarkan , melainkan peganglah apa yang dikatakan oleh firman Tuhan dalam Alkitab , yaitu bahwa kutuk hukum Torat sudah ditebus oleh Kristus dan memakukannya pada kayu salib !
Konklusi :
Saudara dan saya sudah dimerdekakan , baik dari hukum dosa maupun hukum maut ! ( Roma 8 : 2 ). Sengat maut adalah dosa dan kuasa dosa adalah hukum Torat ( 1 Korintus 15 : 56 ). Maut tidak berkuasa lagi atas kita , karena kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup ( Yohanes 5 : 24 ). Kuasa dosa yang adalah hukum Torat juga sudah tidak mempunyai taring lagi , karena :
"Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu , karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih-karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAi 1987 )
Teks di atas menyatakan bahwa kita yang hidup di bawah kasih karunia Kristus , sudah tidak hidup lagi di bawah hukum Torat ! Ini berarti bahwa kita sudah merdeka dari kutuk dosa yang begitu banyak mendakwa dan mengancam hidup kita ! Kita sudah berpindah dari dimensi kutuk dan dosa ke dalam dimensi berkat dan pembenaran ! Itulah sebabnya , berkaitan dengan penghapusan dosa dan kutuk , Tuhan Yesus berkata :
"Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes , dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAi 2002 )
Lihatlah ! Dalam bahasa figuratif paradok , Tuhan Yesus membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia. Hukum Torat begitu kuat dan satu titikpun tidak bisa batal ! Akan tetapi berhadapan dengan kasih karunia sebagai hukum Kristus , hukum Torat sudah tidak berlaku lagi ; hanya berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis ; bukan dalam masalah etika , moral dan cara hidup yang baik , melainkan dalam hal yang terkait dengan penebusan dosa dan kutuk !
Karena itu , jika kita mau dimerdekakan dari kutuk hukum Torat akibat dosa kita , hiduplah di bawah kasih karunia ; jangan hidup di bawah hukum Torat ! Kita bukan antinomianisme ! Kita bukan anti pada hukum Torat ! Bukan ! Tetapi sejak Kristus menumpahkan darahNya di kayu salib , keselamatan kita tidak tergantung lagi kepada hukum Torat , tetapi kepada hukum Kristus , yakni kasih-karuniaNya ! Dan segala kutuk apapun sudah tidak berlaku lagi bagi kita ! Halleluyah !
Selamat Hari Paskah ! Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai pada hari Maranatha ! Salam saya dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar