Rabu, 11 Maret 2015

PILIH KASIH KARUNIA ATAU HUKUM TORAT ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Judul : "Pilih Kasih karunia atau hukum Torat ? "  tersebut di atas , sama-sekali bukan bermaksud untuk mempertentangkan keduanya, melainkan untuk memberi penjelasan tentang perbedaan keduanya dipandang dari perspektif iman Kristiani , dan bukan dari perspektif Yudaisme ,  supaya tidak dicampur-aduk .  Sebagaimana kita semua mengetahui bahwa hukum Torat terdapat pada Kitab Suci orang Yahudi yang terdiri dari Tora (Torat) , Nebiim (Kitab para nabi) dan Ketubiim (tulisan-tulisan) yang disebut TNK ( baca " tanakh )  , yang sekarang kita kenal dengan sebutan Perjanjian Lama . Sementara itu , jikalau kita perhatikan dengan seksama seluruh isi Alkitab kita ( PL dan PB )  , kita menemukan 3 (tiga) periode waktu , yakni masa sebelum ada hukum Torat , masa  pada zaman hukum Torat dan masa  setelah zaman hukum Torat .

Kekristenan lahir setelah zaman hukum Torat berlalu, tepatnya berada di belakang , setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Seandainya Kekristenan tidak pernah lahir, sudah barang tentu tidak akan pernah ada Perjanjian Baru . Perlu saudara ketahui bahwa sampai hari ini orang-orang Yahudi yang non Kristen , tetap menggunakan Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka , sementara Kekristenan menggunakan keduanya yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru .Namun demikian, saudara harus juga mengingat bahwa jemaat Kristen mula-mula  juga orang-orang Yahudi , yang kemudian oleh pekerjaan rasul Paulus berkembang kepada seluruh bangsa di dunia . ( Bandingkan dengan Sidang Raya di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 15 : 6 - 10 )

Masa sebelum ada hukum Torat :

Di sini kita membatasi diri hanya untuk membicarakan kehidupan orang percaya sebelum adanya hukum Torat , yaitu orang-orang Israel sebagai keturunan Abraham . Ketika terjadi bahaya kelaparan di tanah Kanaan , Abraham , Sarah , Ishak dan Ribka sudah meninggal dunia  Kelompok orang Israel di bawah pimpinan Yakub (cucu Abraham)  berpindah ke Mesir atas prakarsa anaknya , Yusuf , yang sedang menjabat sebagai orang kedua di negeri itu (band. Kejadian 46 : 1 - 27 ). Makin lama jumlah orang Israel yang di Mesir makin bertambah banyak .  Yakub meninggal dunia dan jenazahnya di bawa pulang untuk dikuburkan di tanah Kanaan . Tidak lama kemudian , Yusuf pun meninggal dunia . Sementara itu , penguasa Mesir silih-berganti , sampai tiba pada  masa Firaun Ramses I yang mempekerjakan orang-orang Israel sebagai budak . ( Keluaran 1 : 8 - 14 ) Kemudian , lewat Musa , Tuhan memanggil bangsa itu keluar dari perbudakan di negeri Mesir  ( pada zaman Firaun Ramses II ) untuk dijadikanNya menjadi suatu bangsa sendiri di Tanah Perjanjian , yaitu kembali ke tanah Kanaan ,  sesuai dengan janji Tuhan kepada Abraham ratusan tahun sebelumnya .( Kejadian 12 : 7 )

Ketika bangsa Israel akan keluar dari perbudakan di Mesir, untuk kembali ke tanah Kanaan , Tuhan memperlihatkan kuasaNya dengan mengadakan 10 (sepuluh) perbuatan ajaib , supaya orang Israel percaya dan orang Mesir mengakui  bahwa Ia memang Maha Kuasa dan tidak ada Tuhan selain Dia ( band. Keluaran pasal 7 sampai pasal 11 ) Itu semua dilakukan Tuhan bukan karena kebaikan orang Israel, melainkan semata-mata karena pembelaanNya yang tak bersyarat, agar Firaun membebaskan mereka dari perbudakan , sesuai dengan janjiNya kepada Abraham .ketika Abraham berada di Kanaan dahulu kala . (Kejadian 15 : 13 - 14 ) . Alkitab mencatat bahwa rombongan yang keluar dari Mesir berjumlah 600 ribu laki-laki Israel , belum termasuk perempuan-perempuan dan anak-anak , dan juga belum termasuk berbagai bangsa yang ikut bersama mereka , serta sangat banyak ternak kambing domba lembu dan sapi . Sungguh suatu romobongan yang sangat besar pada masa itu  , yang oleh para theolog diperkirakan berjumlah paling tidak sekitar  2 (dua) juta   manusia . (Keluaran 12 : 37 - 38 )

Namun apa yang terjadi ketika orang Israel tiba di padang gurun , di tepi laut Teberau ? Melihat bahwa tentara Mesir mengejar mereka , sementara di depan terdapat laut yang menghalangi jalan mereka , orang Israel mulai marah-marah , menggerutu dan berkata-kata yang tidak senonoh . ( Keluaran 14 : 11 - 12 ) Mereka marah terhadap Musa, dalam arti marah kepada Tuhan .  Pertanyaannya :" Apakah Tuhan murka dengan kedegilan mereka itu dan menghukum mereka ?" Tidak ! Mengapa tidak ? Karena pada waktu itu belum ada aturan hukum Torat yang dapat dipakai dasar untuk hukuman  ! Kasih karuniaNya menghapus segala salah mereka , dengan membelah laut Teberau menjadi dua bagian, sehingga mereka selamat dari kejaran tentara Mesir yang akhirnya tenggelam di laut Teberau . Kasih karunia diterima oleh mereka, bukan dari ketaatan mereka  (mereka bahkan bersungut-sungut) , melainkan karena Tuhan mengasihi mereka .Inilah kasih-karunia !

Ketika orang Israel tiba di Mara dalam keadaan kehausan , sementara air yang ada di sana rasanya pahit , kembali mereka bersungut-sungut tanpa terkendali . (Keluaran 15 : 24 ) . Apakah Tuhan marah dengan omelan mereka dan menghukum mereka ? Tidak ! Mengapa tidak ? Kasih karuniaNya melupakan salah dan dosa mereka, dengan membuat air yang pahit itu menjadi manis (Keluaran 15 : 25).  Demikian pula ketika tiba di Meriba , bangsa itu bersungut-sungut lagi karena kehausan dan di tempat itu tidak ada air ( Keluaran 17 : 2 -3 ). Apakah Tuhan murka lalu menghukum mereka ? Tidak ! Kasih-karuniaNya mengampuni kesalahan mereka, dan mengeluarkan air dari balik bebatuan . (Keluaran 17 : 6 )

Demikian pula ketika orang Israel kelaparan, mereka bersungut-sungut lagi  (Keluaran 16 : 2 - 3 ) . Apakah Tuhan marah dan menghukum mereka  ? Sama-sekali tidak ! Ia bahkan menurunkan manna dari langit bersama burung-burung puyuh , supaya mereka bisa makan daging  .( Keluaran 16 : 13 - 15 ) . Alkitab mencatat bahwa mereka makan roti manna itu , selama 40 tahun di padang gurun . (Keluaran 16 : 35 )   Kalau saudara membaca dengan cermat Kitab Keluaran , mulai dari pasal  3 hingga pasal 17 , saudara akan dapat melihat betapa Tuhan penuh kasih karunia , yang membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan tanganNya yang kuat , sama sekali bukan karena ketaatan bangsa itu , melainkan semata-mata karena kasih-karunia Allah . 

Saudara juga dapat melihat betapa kedegilan  orang Israel yang menggerutu , mengomel dan marah kepada Musa dan kepada Tuhan ,  bahkan Alkitab mencatatnya sebagai perbuatan yang "mencobai Tuhan " ( Keluaran 17 : 7 ),  tidak membuat Ia menjadi murka atau mengutuk atau menghukum mereka . Sama sekali tidak ! Bahkan dengan penuh kasih-sayang Tuhan memelihara mereka di padang gurun ;  pada waktu siang dituntun oleh tiang awan dan pada waktu malam diterangi dengan tiang api . ( Secara pribadi saya berpikir bahwa tiang awan itu mungkin juga berfungsi sebagai pelindung dari panasnya matahari siang di padang gurun , dan tiang api itu sebagai penerang pada waktu malam . )   Inilah kasih karunia ! Tetapi satu hal lagi yang harus kita perhatikan  bahwa pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, sama sekali bukan karena mereka mencari Tuhan , justru Tuhanlah yang mendatangi mereka dengan mengutus Musa sebagai pemimpin mereka .

Perlu saudara ketahui bahwa dalam sistem hukum dunia berlaku azas legalitas yang berbunyi :" nullum delictum sine praevia lege poenali " yang artinya :" orang tidak dapat dihukum  jika aturan hukumnya belum dibuat . Atau dengan perkataan singkat :" hukum tidak berlaku surut ." !   Secara pribadi juga saya berpikir, mungkin  ,  azas  nullum delictum sine praevia lege poenali itu mengambil idenya dari sejarah Israel yang keluar dari Mesir sebelum diberikannya hukum Torat , di mana segala kedegilan mereka tidak dihukum oleh Tuhan , oleh karena aturan hukum Torat itu sendiri belum diberikan . Lalu bagaimana setelah hukum Torat diberikan lewat Musa ? Apa yang terjadi ?

Masa pada zaman hukum Torat : 

 Akhirnya , di gunung Sinai , Tuhan memberikan aturan hukum kepada bangsa Israel . Hukum yang diberikan adalah Sepuluh Firman Tuhan dan yang kemudian dijabarkan menjadi lebih dari 600 aturan hukum . Saudara dapat memeriksanya , mulai dari Keluaran 20 sampai Ulangan 33.  Kita harus dapat membedakan antara Sepuluh firman Tuhan dengan aturan hukum Torat yang jumlahnya lebih dari 600 aturan tersebut . Dalam bahasa Ibrani , Sepuluh Firman Tuhan disebut sebagai " aseret hadevarim " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai " dekalogoi " , dan dalam bahasa Inggris disebut "Ten commandement " .  Sementara itu , dalam bahasa Ibrani, hukum Torat disebut sebagai "Tora " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai "nomos" dan bahasa Inggris diterjemahkan menjadi "law " .  Jadi yang dimaksud dengan aturan-aturan hukum Torat adalah mencakup semuanya, baik Sepuluh Firman ( aseret hadevarim ) maupun seluruh aturan pelaksanaannya ( tora ) , sehingga jumlah seluruhnya menjadi lebih dari 600 aturan . (periksa kembali Keluaran 20 hingga Ulangan 32 , kemudian dengan cermat kumpulkan semua kata-kata dalam bentuk suruhan , seperti  "jangan" , " hendaklah " , " haruslah " , "pastilah " dan lain-lain kata yang bernuansa hukum ) .

Sebagaimana sifat semua hukum , maka hukum menuntut ketaatan ! Apabila tidak taat , disebut melanggar hukum , dan hasilnya adalah pelanggaran atau dosa ! Dan sesuai dengan azas hukum , maka setiap pelanggaran harus dihukum.  Mari kita lihat akibat dari ketidak-taatan yang melahirkan dosa tersebut . Dua loh batu berisi Sepuluh Firman sudah di tangan Musa, ketika orang Israel kedapatan beribadah kepada patung lembu emas. Ini melanggar firman pertama : Jangan ada padamu ilah lain di hadapanKu . Lalu apa akibatnya ? Suatu pelanggaran harus dihukum ! Alkitab bersaksi betapa tiga ribu orang harus mati pada saat itu (Keluaran 32 : 28 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

.Ketika orang Israel mengalami kelaparan dan kehausan lagi , mereka bersungut-sungut , mengomel dan  menyalahkan Musa . Mereka bahkan berkata sudah bosan makan roti manna terus .  Apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah ! Mengapa ? Karena sekarang sudah ada hukum yang menuntut ketaatan . Apa akibatnya ? Tuhan menghukum mereka dengan menyuruh ular-ular tedung membinasakan mereka yang mengomel ! ( Bilangan 21 : 4 - 6 ). Ketika Miryam mengata-katai Musa sebagai pemimpin Israel , apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah , sebab sudah ada aturan hukumnya . Miryam dihukum dengan penyakit kusta ( band, Bilangan 12 : 1 - 10 ) Ketika Korah dan teman-temannya memberontak kepada Musa , yang sama artinya memberontak kepada Tuhan , Tuhan marah dan menghukum mereka dengan ditelan oleh bumi yang dibuat menganga dan menutup kembali  oleh Tuhan . (Bilangan 16 : 30 - 33 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

Sungguh-sungguh Torat menuntut ketaatan ! Di dalam lebih dari 600 aturan hukum tersebut terdapat bidang hukum pidana , hukum perdata, hukum perang , hukum agama dan hukum perkawinan . Yang menjadi masalah besar bagi orang Israel adalah ketentuan untuk mematuhi seluruh hukum itu dengan perbuatan konkrit ! Jika tidak bisa , jatuh ke dalam kutuk ! ( Ulangan 27 : 26 ). Untuk supaya diberkati ,  harus taat kepada aturan , sebab kalau tidak , bukan berkat yang diperoleh tetapi kutuk ( Ulangan 28 : 1 - 6 dan 15 - 21  ) . Ketentuan mengenai pidana mati sangat banyak  ! Pembunuhan yang disengaja , dihukum mati . Perzinahan , dihukum mati ! Memukul ayah atau ibu dihukum mati . Penculikan dihukum mati . Mengutuki orang tua , dihukum mati . Mengata-katai pemimpin bangsa , dilarang . Menerima dan memberi suap , adalah berdosa . Membenci sesama , tidak boleh . Mengingini milik orang lain adalah dosa . Berpikir buruk , salah ! Membenci orang lain , berdosa . Makan daging babi , haram . Makan daging katak, dipantangkan ! Makan ikan lele dan belut tidak boleh .  Menerima gadai seorang janda , dilarang ! Jangan bertindak sebagai penagih hutang kalau kita meminjamkan uang pada orang miskin .  Lebih dari 600 aturan itu harus di taati . Pertanyaannya : Apakah orang Israel sanggup mentaati secara utuh semuanya itu  ?

Selama lebih dari 1200 tahun sejak aturan hukum Torat diberikan , tak seorangpun manusia yang sanggup mentaati seluruhnya . ( para theolog bersilang pendapat tentang masa diberikannya hukum Torat , yang secara umum berkisar antara 1200 - 1500 tahun SM ) . Selalu ada yang kurang , selalu ada yang bolong !  Untung Tuhan memberikan jalan keluar untuk penghapus salah, penghapus dosa dan sejenisnya, tetapi hanya untuk pelanggaran yang tidak diancam hukuman mati  . Itulah sebabnya kita mengenal adanya korban penghapus salah, penghapus dosa dan juga Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali untuk pengampunan dosa ( Imamat pasal 3 hingga pasal 7 dan Imamat 16 : 34 ) . Hal itu dilakukan terus menerus lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang . Itulah bukti bahwa hukum Torat tidak mampu meniadakan dosa !  Justru karena ada hukum maka ada pelanggaran . Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan bahwa "kuasa dosa adalah hukum Torat " ( 1 Korintus 15 : 56 ) .

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, seluruh orang Yahudi , terikat erat dan berada di bawah ketentuan aturan hukum Torat ! Banyak kelompok orang Yahudi di zaman itu  . Orang Eseni , kelompok ahli Torat yang mengasingkan diri dengan menjauhkan diri dari duniawai dan tinggal di gua-gua Qumran . Orang Farisi , ahli Torat dari kalangan rakyat biasa , tinggal di kota-kota . Demikian pula orang Zaduki , kelompok ahli Torat dari kaum bangsawan , mempunyai hubungan dekat dengan birokrat Romawi zaman itu . Orang Zelot , kelompok orang Yahudi yang militan , yang menginginkan kemerdekaan Israel dari penjajahan Romawi . Rasul Paulus adalah salah satu ahli Torat dari kelompok Farisi terkemuka di zaman itu , karena ia adalah murid guru-besar Gamaliel . Namun , setelah dia mengenal Kristus , tahulah dia bahwa aturan hukum Torat tidak dapat membuat manusia diselamatkan , selain hanya untuk mengenal bahwa dosa itu ada ! ( Filipi 3 : 4 - 9 dan Roma 7 : 7 )

Masa setelah zaman hukum Torat :

Menurut kalender Gregorius , Tuhan datang ke dunia menjelma menjadi daging , kira-kira pada tahun 4 Sebelum Masehi, pada zaman Augustus Octavianus menjadi kaisar dari kekaisaran Romawi zaman itu , atau boleh dikatakan "dunia masa itu " .  Pertanyaan yang bisa timbul adalah mengapa Ia tidak datang pada zaman Kekaisaran Jenghis Khan misalnya ?  Kedatangan Tuhan Yesus pada zaman kekaisaran Romawi itu adalah bagian dari penggenapan nubuatan, bahwa Ia harus mati di kayu salib ( Galatia 3 : 13 ; Ulangan 21 : 23 ). Sebab jika seandainya Dia datang pada zaman Jenghis Khan , tentulah tidak dapat menggenapi nubutan tersebut , karena hukuman dengan kayu-salib, hanya ada pada zaman kekaisaran Romawi .( Pada jaman Jenghis Khan tidak ada hukuman mati dengan kayu salib )

Pada tahun 14 Masehi, Augustus Octavianus meninggal dunia dan sejak tahun 11 M , kendali pemerintahan memang sudah dipegang oleh anak tirinya , Tiberius . Jadi , Yesus mati di kayu salib pada zaman Kaisar Tiberius , yaitu kira-kira tahun 30 M .  Paling tidak , mulai dari 17 tahun setelah penyaliban Yesus tersebut, mulailah ditulis kitab-kitab dan surat-surat , yang sekarang kita kenal sebagai Perjanjian Baru . Menurut para theolog, bagian tertua dari Perjanjian Baru adalah Surat Tesalonika yang ditulis oleh Paulus pada tahun 47 M ; jadi 17 tahun setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Zaman berubah ! Zaman Torat ditinggalkan , beralih ke zaman kasih karunia ! Seluruh manusia dikatakan berdosa dan tak seorangpun yang benar , karena fakta , tidak ada seorangpun yang bisa taat sepenuhnya pada aturan hukum . Semua jatuh ke dalam kutuk ! (Roma 3 : 10 - 12 ) . Jadi manusia itu dikatakan berdosa bukan karena tidak taat , melainkan karena tidak dapat taat sepenuhnya ! Kenapa ? Saking banyaknya aturan , maka manusia terkurung dalam banyaknya aturan tersebut, sehingga ada saja yang salah . ( band. Roma 11 : 32 )

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 1993 ) 

"Yesus mendengarnya dan berkata :" Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini :  Yang Kukehendaki adalah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa ." ( Matius 9 : 12-13 Terjemahan LAI 1993 )

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang, untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 1993 )

Mengacu kepada Ulangan 27 : 26 serta fakta adanya upacara korban-korban yang terus menerus selama lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang , itu merupakan bukti bahwa tidak ada manusia yang tidak berdosa ! Semua berdosa dan semua membutuhkan pengampunan !  Kalau dahulu pengampunan dapat diberikan untuk sementara saja , lewat aturan-aturan hukum Torat , maka sekarang , pengampunan dapat diperoleh secara cuma-cuma tanpa syarat lagi , lewat darah Kristus Yesus ! Kalau dahulu , seluruh etika dan moral yang diatur dalam Torat merupakan hukum yang harus ditaati sepenuhnya , maka sekarang kita melakukan perintah "saling mengasihi" itu bukan daris sisi aturan hukum yang legalistik , melainkan berdasarkan kasih-karunia Yesus, dalam arti bukan berdasarkan hukum Torat tetapi berdasarkan hukum Kristus , yakni kasih !

Kutuk hukum Torat yang ganas itupun telah ditiadakan oleh kasih-karunia Yesus ! Contoh konkrit adalah wanita pezinah dalam Yohanes pasal 8 . Menurut aturan hukum Torat , ia harus dihukum mati dengan hukuman dirajam dengan batu .  Ini harus dilakukan karena ini aturan hukum ! Tetapi apa kata Tuhan Yesus mengenai perempuan yang seharusnya dihukum mati itu ?

" Lalu kata Yesus :" Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan mulai sekarang , jangan berbuat dosa lagi ." ( Yohanes 8 : 11 Terjemahan LAI 2002 )

Lihatlah , perbuatan yang menurut hukum Torat harus dihukum mati , oleh Tuhan Yesus diampuni ! Lihatlah, bahwa pengampunan diberikan dahulu baru menyusul perintah agar bertobat dari perbuatan tersebut !  Jangan dibalik ! Yang sering kita dengar adalah terbalik :" Bertobatlah dahulu baru ada pengampunan !." Jikalau demikian, bukan kasih karunia namanya, melainkan tetap cara-cara Torat !Teks di bawah ini membantu anda untuk mengerti :

"Sebab kamu sudah dibeli, harganya sudah lunas dibayar . Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ."( 1 Korintus 6 : 20 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menjelaskan bahwa kita sudah diselamatkan oleh darah Yesus ! Sudah lunas dibayar dan saudara tidak perlu membayar apa-apa. Pengampunan sudah kita terima ketika kita masih berdosa, dengan menerima pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan bukan untuk hari ini saja , tetapi buat selama-lamanya . Karena itu , setelah kita sudah dibeli lunas , kita diperintahkan untuk memuliakan Allah lewat perbuatan-perbuatan baik . Jadi perbuatan baik adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima berdasarkan darah Yesus Kristus . ( band. Ibrani 10 : 10  - 14 ; Titus 3 : 4 - 8 )

Masa sebelum dan setelah darah Yesus tumpah :

Sekalipun kita sering mendengar ucapan Yesus yang bernuansa kasih-karunia, sebelum Ia menumpahkan darahNya di kayu salib , namun secara definitif , karya penebusan terjadi setelah darahNya tumpah dan bukan sebelumnya .  Saudara harus selalu ingat , bahwa pada waktu saudara membaca Kitab Kitab maupun surat-surat dalam Perjanjian Baru , sadarilah selalu  bahwa para penulisnya adalah orang-orang yang sudah menjadi Kristen , Sebagai contoh : Matius menulis Injil Matius bukan pada zaman Yesus hidup di dunia, melainkan kira-kira 30 tahun setelah Yesus naik ke surga . Jadi jelas , pada waktu itu ia sudah menjadi Kristen yang tahu betul tentang kasih-karunia . Jadi kalau Matius menulis tentang Torat , jangan dianggap bahwa ia pengikut Torat sebagaimana orang-orang Farisi dan Saduki , karena ia sedang memberikan perbandingan antara Torat dengan kasih-karunia . Mengapa demikian ? Karena ia Kristen sejati , 

Setelah darah Yesus tumpah , mutlak untuk hal keselamatan ( inti Pesan Kristiani ) , berlakulah kasih-karunia dan tidak berlaku lagi hukum Torat maupun kitab para nabi . Maksud saya , perintah yang menyangkut etika dan moral  dalam Torat , baik pidana maupun perdata , tetap berlaku untuk menjaga etika dan moral kita , di mana kita mengerjakannya berdasarkan hukum Kristus ! Tetapi untuk keselamatan , bukan lagi tergantung kepada etika dan moral kita , melainkan pada karya penebusan Kristus di kayu salib . Mengapa demikian ? Bukankah sudah terbukti bahwa tidak seorangpun mampu mengerjakan seluruh aturan hukum Torat ? Kalau sudah jelas tidak mampu, mengapa kita harus bersikeras bahwa seakan-akan kita mampu ?  Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :

" Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes, dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa dalam teks di atas Tuhan Yesus sedang berbicara dalam bahasa figuratif paradoks , di mana ia membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia Kerajaan Allah !Ia berkata tentang kekuatan hukum Torat yang tidak bisa batal , sekalipun langit dan bumi lenyap ! Akan tetapi , terkait dengan kasih-karunia Kerajaan Allah , hal yang mengenai keselamatan kekal , ternyata hukum Torat tidak lagi berlaku karena masa-berlakunya hanya sampai zaman Yohanes , ketika berita Kerajaan Allah diberitakan ! Di sini nampak bahwa kekuatan hukum Torat dikalahkan oleh kekuatan kasih-karunia .  Dengan perkataan yang lebih jelas , hukum Torat tetap berlaku dan tidak batal , namun khusus untuk keselamatan kekal hukum Torat tidak dapat dipergunakan ! Seluruh aturan hukum Torat tidak berlaku kalau saudara mengharapkan keselamatan . Pengampunan dosa lewat cara-cara hukum Torat yang cuma bersifat sementara itu, sekarang sudah diganti dengan karya penebusan yang akan dilakukan Kristus di kayu salib, sekali dan berlaku selamanya ! Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :

" Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 1993 )

"Kamu lepas dari Kristus , jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Torat , kamu hidup di luar anugerah  ." ( Galatia 5 :4 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah dengan demikian , hukum Torat yang mengatur etika dan moral sudah tidak lagi berlaku ? Bukan seperti itu ! Hukum Torat yang menyangkut perbuatan-perbuatan baik tetap berlaku  ! Sekalipun saudara dan saya tidak sanggup melakukan seluruhnya , tidak ada lagi kutuk ! Tidak ada lagi korban-korban persembahan dari darah hewan dan tidak berlaku lagi Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali . Sebab kita ada di bawah hukum Kristus , yakni kasih ! Dan  di bawah kasih-karunia, segala kekurangan kita dalam ketidak-mampuan kita untuk menggenapi seluruh aturan hukum Torat , dibayar lunas oleh darah Yesus ! ( band. Mat:ius  5 : 19 )  Contoh konkrit : kalau dahulu orang yang berbuat dosa harus membawa hewan tak bercacat-cela kepada imam untuk digunakan sebagai korban penebus dosa , maka sekarang , apapun kekurangan kita , apapun salah kita, diampuni lewat darah Kristus . Jadi dalam hal ini cara-cara hukum Torat tak berlaku lagi ! Yang berlaku adalah hukum Kristus !


Barang siapa yang pernah belajar ilmu hukum , tentu mengenal adagium hukum yang berbunyi " lex posteriori  derogate legi priori " , artinya jika ada aturan yang baru, maka aturan yang baru itu mengesampingkan aturan yang lama . Kalau dahulu , manusia tidak sanggup melakukan seluruh aturan hukum Torat terkait etika dan moral  jatuh ke dalam kutuk , sekarangpun kita selaku manusia , sama dengan mereka dahulu , yakni tidak sanggup melakukan seluruh kebaikan menurut standar Tuhan . Hanya saja kita tidak jatuh dalam kutuk karena kita bukan lagi di bawah hukum Torat tetapi di bawah kasih karuniaNya .

"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat, berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." Lagi pula jelaslah , tidak ada orang yang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena :" Orang yang benar akan hidup oleh iman ." ( Galatia 3 : 10 - 11 Terjemahan LAI 2002 )

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat  dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bagian kalimat " segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Torat" pada teks Galatia 3 : 10 di atas .Teks itu sinkron dengan teks Ulangan 27 : 26 . Artinya , kita tidak sanggup melakukan "seluruh" apa yang tertulis dalam hukum Torat ! Tidak sanggup melakukan semuanya ! Dan harusnya kita jatuh dalam kutuk ! Tetapi ketidak-sanggupan kita itu ditebus oleh darah Yesus di kayu salib , sehingga kita bebas dari kutuk , sekalipun tidak sanggup berbuat baik sesuai standar Allah . Inilah kasih karunia !


Ada satu hal yang harus saudara perhatikan dengan cermat ! Sebelum darah Yesus tumpah , apalagi jauh pada zaman hukum Torat , untuk mendapatkan pengampunan, selalu datang dari usaha manusia lewat perbuatan , misalnya dengan mengikuti upacara pengampunan dosa , atau mengikuti upacara Hari Raya Pendamaian . Inisiatif datang dari pihak manusia ! Namun pada zaman kasih-karunia, inisiatif datang dari Allah . Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup menggunakan hukum Torat untuk meniadakan dosa , karena itu Dia berinisiatif datang ke dunia untuk tujuan penyelamatan (Matius 1 : 21 ).  Dengan jelas Yesus berkata bahwa Dia turun dari surga dengan tujuan penyelamatan . ( Yohanes 6 : 38 - 40 ). Jadi jelas pengampunan pada zaman kasih-karunia , datang dari inisiatif Tuhan , yang dalam bahasa Alkitab "karena kehendakNya" dalam arti bukan kehendak kita (band. Ibrani 10 : 10 , pada kata-kata "karena kehendakNya' dan bandingkan dengan nubuatan di Yesaya 53 : 10 , pada kata "Kehendak TUHAN "  )

Konklusi :

Kita tidak sedang mempertentangkan hukum Torat dengan kasih-karunia ! Kita sedang mempelajari perbedaan fungsinya ! Hukum Torat tidak batal , tetap berlaku , sebatas isinya yang terkait aturan etika dan moral serta cara hidup yang baik , dengan tambahan penyempurnaan yang diberikan oleh Tuhan Yesus . Itulah yang saya maksud dengan istilah "Muatan Pesan Kristiani"  ! Dalam satu kata yang terkenal , kita diperintahkan untuk" mengasihi Tuhan  dan mengasihi  sesama manusia " (band. Ulangan 6 : 5 dan  Imamat 19 : 18 , serta Matius 22 : 37 - 40 ). Perintah ini adalah bentuk suruhan (imperatif) yang merupakan Muatan Pesan Kristani dan bukan Inti Pesan !  Namun menyangkut keselamatan kekal , tidak mungkin dapat kita peroleh dengan perbuatan-perbuatan baik yang sudah terbukti tidak sanggup dilakukan manusia seluruhnya . Jadi kita bergantung sepenuhnya pada kasih-karunia , bahwa hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa sehingga keselamatan kita tergantung mutlak pada kematian dan kebangkitan Kristus , bukan pada yang lain-lain . Inilah bentuk berita (indikatif) yang merupakan Inti Pesan Kristiani .

Itulah sebabnya, sebelum tulisan ini, saya sudah menulis tentang Inti Pesan Kristiani, Muatan Pesan Kristiani, dan Keselamatan Kristen indikatif imperatif . ( Saudara boleh membacanya pada blog ini juga dan sebagai tambahan saudara boleh buka blog solafide-solagracia.blogspot.com ). Saudara dapat ,membandingkan masa sebelum hukum Torat , di mana kasih karunia bekerja penuh pengampunan ; dengan masa pada zaman Torat yang menuntut ketaatan dengan ancaman hukuman dan kutuk , serta masa setelah zaman hukum Torat , yakni zaman kasih-karunia yang penuh rahmat dan pengampunan , tanpa kutuk !  Oleh karena itu , jika saudara mendengar khotbah yang isinya legalistik serta penuh ancaman kutuk yang menakutkan , yang menuntut ketaatan bukan pada iman tetapi ketaatan pada perbuatan , saran saya : jangan di dengarkan ! Mengapa begitu ? Karena kita hidup di zaman kasih karunia dan bukan di zaman Torat yang penuh kutuk ! Kalau saudara mendengar khotbah bahwa kita harus kudus dan sempurna melalui usaha kita lewat kebaikan-kebaikan hidup  , ingatlah selalu teks Alkitab di bawah ini, untuk menilai apakah khotbah seperti itu Alkitabiah ?

"Tis ou me phobethe kurie, kai doksasei to onoma sou , hoti monos hosios ... ( Apokalupsie Ioannou 15 :4 , naskah asli bahasa Yunani Modern text )

"Who shal not fear You, O Lord , and glorify Your name ? For you alone are holy... ( Revelation 15 : 4 , Terjemahan NKJV 1982 )

"Siapakah yang tidak takut ya Tuhan , dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus.. ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan kalilmat Yunani " hoti monos hosios " yang sama dengan terjemahan NKJV " for you alone are holy " dan sama pula dengan terjemahan LAI " Sebab Engkau saja yang kudus " ! Kata Yunani "monos" sama dengan kata Inggris "alone" dan sama pula dengan kata bahasa Indonesia " saja " . Dengan demikian terbuktilah bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus  dan tidak ada yang lain ."  Konsekuensi teks tersebut adalah tidak ada manusia yang kudus (hosios, Yunani ; holy , Inggris) dari usahanya , selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi, Yunani ; sanctified , Inggris ) . Karenanya , tidak ada juga manusia yang sempurna, selain disempurnakan oleh darah Kristus . Jadi kita ini kudus , karena dikuduskan dan kita ini sempurna , karena disempurnakan , sama-sekali bukan dari kebaikan kita melainkan dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib .

Demikian pula jika kita mendengar pandangan sebagian orang yang merasa bahwa mereka sanggup mengerjakan seluruh kebaikan karena diberi kemampuan oleh Roh Kudus , pandangan seperti ini tidak sepenuhnya benar ! Sebab hal yang dahulu mustahil dikerjakan orang , mustahil juga sekarang ! Lagi pula jika memang benar demikian adanya, karya Kristus seakan-akan tidak sempurna serta tidak berlaku selamanya .  Tetapi keberatan yang paling masif adalah " Kalau memang kita sanggup mengerjakan seluruhnya karena diberi kemampuan olehNya ,  mengapa tidak dari zaman Torat saja manusia diberi kemampuan , supaya tidak perlu Tuhan Yesus datang ke dunia ? Justru karena memang kita tidak sanggup untuk melakukan semuanya , maka  kita selalu tergantung pada kemurahanNya dalam mengampuni kita selamanya melalui darah Yesus . Perhatikan teks di bawah ini :

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahannya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 1987  )

Semua manusia tidak bisa mentaati aturan hukum secara utuh ! Dalam hal inilah Tuhan menunjukkan belas kasihanNya kepada manusia dalam mengampuni mereka lewat darah Kristus , sehingga kita yang sebenarnya tidak bisa taat , di hadapan Allah dianggap taat  dan memperoleh pembenaran , Bukan saudara dan saya yang dilihat oleh Allah , bukan ! Yang dilihat oleh Allah adalah Kristus Yesus , sehingga olehNya kita menerima kebenaranNYa, kekudusanNya dan kesempurnaanNya . ( baca Pertukaran Ilahi di Kayu Salib , pada blog. sola-scripture.blogspot.com )

Sebagi penutup , saya mengingatkan kepada saudara hiduplah yang baik sesuai perintah untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia , tetapi jangan berusaha mencari keselamatan dengan perbuatan baik saudara itu ! Sebab kasih-karunia tidak dapat dicari atau diusahakan ! Itu hanya pemberian Allah ! Percayalah sepenuhnya pada karya penyelamatan Kristus , maka Alkitab berkata bahwa kita sudah diselamatkan ! Suatu persamaan harus saudara catat bahwa ketika orang Israel akan dibebaskan dari perbudakan di Mesir, inisiatif datang dari Tuhan melalui Musa . Demikian pula ketika Tuhan berkehendak menyelamatkan kita, inisiatif datang dari Tuhan lewat Kristus ! Tuhan Yesus memberkati kita semuanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M,Ap )

Senin, 02 Maret 2015

KEBENARAN TUHAN & KEBENARAN MANUSIA

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Dalam bukunya  "Homiletika" , Dr, H. Rothlisberger  mengatakan bahwa keselamatan Kristiani itu indikatif-imperatif dan jangan dibalik . Hal inilah yang membedakan Kekristenan dengan semua agama yang ada  Berdasarkan itu pula kita harus mengakui bahwa di dalam Alkitab , teristimewa di dalam Perjanjian Baru , terdapat dua buah kebenaran yang sering-kali kita tidak dapat melihat perbedaannya . Yang pertama adalah kebenaran Tuhan (theon dikaiosune ) dan yang kedua adalah kebenaran manusia (anthropon dikaiosune ). Dalam bahasa Profesor Graig A Evans , pada bukunya "Fabricating Jesus" , kita harus dapat menempatkan iman pada tempat yang benar , dalam arti jangan menempatkan iman pada tempat yang salah . Inipun berkaitan dengan perbedaan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia .  Singkat kata , kebenaran Tuhan terletak mutlak  pada kebaikanNya kepada manusia , sementara kebenaran manusia terletak pada kebaikan manusia terhadap sesama manusia bahkan juga kebaikan manusia terhadap Tuhan !

"Karena begitu besar kasih Allah akan isi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa , melainkan beroleh hidup yang kekal ." ( Yohanes 3 : 16 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran Tuhan ! Tuhan begitu baik kepada manusia ,  begitu besar cintaNya kepada kita, sehingga Ia melakukan kebaikan yang luar biasa , dengan membuat karya penyelamatan lewat Kristus , supaya barang-siapa yang percaya kepada karya Kristus , tidak binasa , melainkan mendapat hidup yang kekal . Bukankah ini kebaikan Tuhan kepada manusia dan bukan kebaikan manusia terhadap sesama maupun terhadap Tuhan ? Jadi yang melakukan kebaikan di sini adalah Tuhan dan bukan manusia . Maka dari itu, terkadang kita heran. mengapa ada orang yang tidak percaya bahwa keselamatan manusia itu adalah inisiatif Allah sendiri dalam mengasihi kita dan sama-sekali bukan inisiatif kita sendiri dalam mencari Tuhan .

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura ! jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik . Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat . Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan . ...Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk ! ...Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang ." ( Roma 12 :  9 - 11 dan 14  , 17  Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran manusia ! Dalam hal berbuat baik seperti di atas , bolehlah kita katakan bahwa inisiatif untuk berbuat baik datang dari manusia sendiri . Yaitu kebaikan manusia terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan, menurut kehendak manusianya . Jadi yang melakukan kebaikan adalah manusia, dan bukan Tuhan .Kalau kita memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan, itu adalah kebenaran manusia . Kalau kita rajin beribadah dan bersyukur kepada Tuhan , itupun kebenaran manusia . Kalau kita rajin berpuasa, itupun kebenaran manusia juga . Jadi, segala kebaikan apapun yang kita kerjakan , baik yang kita tujukan terhadap sesama maupun yang kita tujukan kepada Tuhan, itu semua adalah kebenaran manusia, karena kita, sebagai manusia, yang mengerjakannya . Dengan demikian kita sudah dapat membedakan ciri dari kedua kebenaran yang kita bicarakan sekarang ini . Kebenaran Tuhan , adalah kebaikan yang dikerjakan oleh Tuhan dan kebenaran manusia adalah segala kebaikan yang dikerjakan oleh manusia . 

Dalam perspektif Injil Kasih Karunia, jika kita tidak dapat membedakan kedua kebenaran tersebut , akan menimbulkan masalah iman , yang oleh profesor Graig A Evans , dikatakan :" Jangan menenmpatkan iman pada tempat yang salah ." .  Dalam kaitannya dengan keselamatan Kristiani yang indikatif-imperatif , maka kebenaran manusia masuk ke dalam bentuk suruhan (imperatif) , sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam bentuk berita (indikatif).  Dalam kaitannya dengan pembagian pesan , maka kebenaran manusia masuk ke dalam Muatan Pesan sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam Inti Pesan Kristiani. Artinya , apakah kita dibenarkan dan diselamatkan karena kebenaran kita , ataukah karena kebenaran Tuhan ?  Kita dibenarkan oleh Allah, apakah karena kita rajin melakukan kebaikan ataukah karena kita percaya pada karya penyelamatan Kristus ?  Perhatikan teks-teks Alkitab berikut ini :

" Jika demikian, apa yang hendak kita katakan ? Ternyata bangsa-bangsa lain (maksudnya : kita semua orang percaya yang non Yahudi ) yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran berdasarkan iman ( maksudnya : bukan berdasarkan kebenaran diri sendiri ).  Sedangkan Israel , sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidak sampai kepada hukum itu  . Mengapa tidak ? Karena Israel  mengejarnya bukan  berdasarkan iman , tetapi berdasarkan perbuatan ( maksudnya berdasarkan kebenaran manusianya sendiri  )" ( Roma 9 : 30 -32 Terjemahan LAI 2002 )

" Sebab aku dapat memberikan kesaksian  tentang mereka  bahwa mereka sungguh berapi-api untuk Allah, tetapi tanpa pengertian . Sebab oleh karena mereka tidak mengenal pembenaran oleh Allah ( maksudnya : tidak mengenal kebenaran Allah ) dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran  diri mereka sendiri (maksudnya : mendirikan kebenaran manusianya ) , maka mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah ." ( Roma 10 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )

Kebenaran manusia adalah segala bentuk amal, ibadah dan kebajikan oleh manusia lewat hukum yang mengatur kita supaya jangan begini dan jangan begitu dan haruslah begini dan haruslah begitu ! Akan tetapi sangat disayangkan bahwa tidak ada seorangpun manusia yang dibenarkan berdasarkan amal, ibadah dan kebajikannya . Mengapa  ? Karena Alkitab sudah bersaksi bahwa tidak seorangpun yang mampu melakukan seluruh aturan hukum tersebut . ( band. Yakobus 2 : 10 ).  Semua manusia jatuh dalam kutuk ! ( band. Ulangan 27 : 26 dan Galatia 3 : 10 ) .  Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3 : 23 ) . Tak seorangpun yang benar , tak seorangpun yang baik ! ( Roma 3 : 10 - 12 ). Sementara, untuk dapat dibenarkan oleh Allah , tidak ada jalan lain selain pengampunan dosa ! Mengapa tidak lewat perbuatan baik ? Karena perbuatan baik kita tidak cukup bahkan jauh dari cukup untuk bisa mengampuni dosa kita. Mengatakan pengampunan dosa bisa diperoleh dari berbuat baik , itu sama dengan menghina darah Yesus . Sebab hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Mengatakan bahwa dengan berbuat banyak kasih , akan menghapus banyak dosa , adalah sama dengan melecehkan darah Yesus , atau setidaknya salah mengartikan teks pada 1 Petrus 4 : 8 .  Sebab teks di bawah ini adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib :

"Sebab inilah darahKu, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas ini adalah contoh lain dari kebenaran Tuhan , yang dikerjakan oleh Tuhan ! Tuhan berkehendak menyelamatkan kita melalui karya penebusan dosa yang dikerjakan Kristus di kayu salib . Oleh darah Yesus kita memperoleh pembenaran dari Allah , dan sama-sekali bukan karena amal, ibadah dan kebajikan kita . Tidak ada Kekristenan kalau tidak ada penumpahan darah Yesus di kayu salib . Demikian pula tidak ada Kekristenan kalau tidak ada kebangkitan Kristus .  Fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang melahirkan Kekristenan . Mengapa saya bilang "fakta" ? Karena kematian dan kebangkitanNya itu bukan karangan atau dongeng belaka , melainkan benar-benar terjadi di muka bumi !  Sejarah yang ditulis oleh sejarawan masa itu menjadi bukti bahwa hal itu benar-benar terjadi . Demikian banyak manusia yang menjadi saksi tatkala Ia mati di kayu salib . Demikian juga, demikian banyak orang yang menjadi saksi ketika Ia bangkit dari antara orang mati .


Kembali ke Roma 10 : 2 -3 di atas ! Orang -orang Israel yang tidak percaya pada karya salib Kristus, mengira bahwa dengan amal, ibadah dan kebajikan mereka, mereka memperoleh pembenaran oleh Allah . Memang mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah , tetapi tanpa pengertian tentang kebenaran . Disangkanya, dengan kebenaran manusia , dengan kebenaran mereka sendiri , mereka mendapatkan pengampunan dosa ! Sama-sekali tidak ! Bahkan Alkitab mencatat bahwa mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah .  Semua orang berdosa hanya dapat memperoleh pembenaran dari Allah , kalau Allah memandang mereka benar . Dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia , memang manusia dipandang benar di hadapan manusia , tetapi tidak di hadapan Tuhan .

"Sebab sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya , maka ia beroleh dasar untuk bermegah , tetapi tidak di hadapan Allah ! Sebab apa yang dikatakan nas Kitab Suci ? Lalu percayalah Abraham kepada Allah , maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya ( maksdunya : hal ia percaya itu ) , sebagai kebenaran . " ( Roma 4 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas berbicara , jika seandainya ( seandainya saja ) Abraham dibenarkan oleh Allah berdasarkan kebenaran manusianya , lewat kebaikan-kebaikan hidup , tentulah ia punya dasar untuk berbangga ! Tetapi tidak demikian ! Sebab , ia dibenarkan bukan berdasarkan kebenarannya sendiri , melainkan melalui pembenaran oleh Allah berdasarkan imannya . (band. Kejadian 15 : 6 ).  Pada tulisan saya "Apakah perbuatan baik berkontribusi pada keselamatan ?" , sudah saya jelaskan bahwa  jikalau kebenaran manusia itu terletak pada amal, ibadah dan kebajikan yang dikerjakan oleh manusia, maka kebenaran Allah terletak pada  Kabar Baik , kabar keselamatan , yang diberikan oleh Allah lewat darah Kristus . Mengapa selalu saya ulang-ulang ? Supaya kita selalu ingat bahwa pembenaran oleh Allah itu hanya bisa kita terima kalau dosa kita diampuni . Sementara dosa kita hanya dapat diampuni lewat darah Kristus, dan tidak bisa dari kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan ! Mari kita ingat kembali ucapanNya pada Matius 26 ; 28  lalu kita bandingkan dengan ucapan rasul Paulus di bawah ini :


" Aku tidak menolak kasih karunia , sebab sekiranya ada kebenaran menurut hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ( Galatia 2 : 21 Terjemahan LAI 1987 )

Tuhan Yesus berkata  bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa (Matius 26 : 28 ). Rasul Paulus berkata , kalau sekiranya kita dapat dibenarkan melalui kebenaran manusia dengan amal-ibadah dan kebajikan kita sebagaimana tuntutan hukum Torat , buat apa darah Yesus harus ditumpahkan ?! Jadi kalau ada orang menilai bahwa teologi rasul Paulus bertentangan dengan ucapan Yesus , itu salah ! Ucapan Tuhan Tuhan Yesus sinkron dengan ucapan Paulus mengenai pembenaran oleh Allah !

Dahulu kala, dizaman Tuhan Yesus ada di dunia , orang Farisi dan juga ahli Torat yang lain , merasa lebih benar dari orang lain . Mereka tidak dapat mengerti , yang mana kebenaran manusia dan yang mana kebenaran Tuhan ( band. kembali dengan Roma 10 : 2 - 3 ). Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang isinya menegaskan bahwa orang tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari orang lain, semantara orang lain itu dianggap kurang benar ! (Lukas 18 : 9 ). Padahal, di mata Tuhan , semua manusia tidak benar ! Baik orang Farisi dan para ahli Torat ,maupun orang biasa , sama-sama orang berdosa ! Karena itu, dalam perumpamaan itu , orang Farisi tidak memperoleh pembenaran dari Allah , karena menganggap kebenaran manusianya bisa membenarkannya . Sementara pemungut cukai itu memperoleh pembenaran dari Allah karena ia merasa tidak bisa benar dari kebenarannya sendiri . ( band. Lukas 18 : 11-14 ) .

Namun, sungguh disayangkan , bahwa sekarang inipun banyak orang yang tidak dapat memisahkan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia ! Persis seperti orang Farisi zaman dahulu ! Saya tidak melarang saudara memperbanyak amal. ibadah dan kebajikan ! Firman Tuhan malah mengharuskan kita untuk memperbanyak amal, ibadah dan kebajikan yang berguna bagi manusia . Namun, harus selalu kita ingat bahwa semua itu adalah kebenaran manusia saja ! Siapa yang bilang salah kalau kita beramal ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa yang bilang salah, kalau kita rajin beribadah ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa pula yang bilang salah kalau kita melakukan kebajikan yang bermanfaat bagi sesama ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Tetapi ,  silahkan saudara bertanya kepada diri sendiri dan menjawabnya dengan jujur :" Apakah saya sudah melakukan semua kebenaran manusia saya ?|"  Kalau saudara menjawab :" Sudah saya lakukan semuanya !" , saudara pembohong !  Justru karena kita tidak mampu untuk menjadi benar menurut standar Tuhan , maka kita memerlukan pengampunan dosa seumur hidup kita ! Dari mana kita dapat pengampunan dosa kalau tidak dari darah Yesus ?!

|"Semua orang  telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan Yesus Kristus ... JIka demikian apakah dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan apa ? Berdasarkan perbuatan ? Tidak, melainkan berdasarkan iman . " ( R:oma 3 : 23 , 24 dan 27 Terjemahan LAI 1987 )

Apakah saudara tidak geli kalau melihat ada orang yang diberi rumah secara gratis, lalu bersikeras mau membayar harga rumah tersebut, sementara ia sama sekali tidak sanggup membayarnya ? Demikian juga kita , yang tidak sanggup membayar harga keselamatan kita dengan apapun , telah diberi secara gratis lewat pembenaran oleh Allah melalui darah Kristus . Betapa gobloknya kita kalau kita tidak mau menerimanya, hanya karena kita mengira bahwa kita sanggup membayarnya !Pembenaran oleh Allah itu sangat mahal harganya dan tidak ternilai sehingga tidak ada seorangpun manusia yang sanggup membayarnya , Saudara dan saya sudah dibeli, sudah lunas harganya ; mengapa saudara dan saya tidak mau menerima kenyataan bahwa kita sudah dibeli dan sudah dibayar lunas ? (band. 1 Korintus 6 : 20 ) Mengapa kita seakan-akan merasa belum dibeli dan belum lunas dibayar sehingga kita berusaha dengan kebenaran kita sendiri untuk membayarnya ?


"..sebab hukum Torat diberikan melalui Musa , tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus " ( Yohanes 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 )

"Kata Yesus kepadanya :" Akulah jalan, kebenaran dan hidup . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku ." ( Yohanes 14 : 6 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas ini mengandung pembenaran oleh Allah ! Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh Bapa jika tidak melalui kebenaran Tuhan  , kebenaran yang dipandang benar di hadapanNya ! Kata "kebenaran " dalam kedua teks tersebut menggunakan kata Yunani :" aletheia" , suatu kata yang menunjukkan kebenaran yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Arti kata "aletheia " bukanlah mengenai perbuatan yang benar atau cara hidup yang benar seperti yang diatur dalam hukum Torat  , melainkan mengenai "ajaran yang benar " ! Apakah ajaran yang benar itu ? Ajaran yang benar adalah "percaya dan menerima apa yang sudah dilakukan Kristus di kayu salib ." . Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata :" Akulah jalan , kebenaran (aletheia) dan hidup !" Untuk memperoleh kebenaran Allah , jalannya hanya melalui Kristus supaya kita memperoleh hidup . Caranya ? Lewat kebenaran "aletheia" , yakni menerima apa yang sudah Kristus kerjakan di kayu salib , dalam arti bukan melalui hukum Torat !  Hanya itu !


Perlu kita ketahui bahwa dalam Alkitab kita mengenal dua jenis kata "benar" ! Kata "benar" dalam arti betul dan tidak salah adalah "dikaios" (Yunani) , yang searti dengan "tsaddiq" (Ibrani) dan "righteous"(Inggris) . Tetapi kata "benar" yang mengandung makna "kebenaran yang kekal dan tak berubah " adalah "alethinos (Yunani) yang searti dengan "emeth" (Ibrani) dan "true" (Inggris) . Contohnya : Allah adalah alethinos , artinya bahwa Allah adalah sungguh benar dan kebenarannya tak berubah . Sementara untuk manusia digunakan kata  "dikaios" artinya "benar" tetapi  tidak benar seperti Allah !  Hal ini pula yang membuat perbedaan antara kebenaran manusia dengan kebenaran Tuhan yang sudah barang tentu tidaklah sama .

"Hotan de elthe ekeinos, to pneuma tes aletheias, hodegesei humas en te aletheia pase, ou gar lalesei aph heautou , alla hosa akousei lalesei  kai ta erkhomena anangelei humin ." ( Tetapi apabila Ia datang , yaitu Roh Kebenaran , ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran , sebab Ia tidak akan berkata-kata  dari diriNya sendiri , tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah  yang akan dikatakanNya  dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang  ) . Yohanes 16 : 13  Terjemahan LAI 2002. 

Dalam teks di atas Tuhan Yesus juga menggunakan kata "aletheia" seperti pada Yohanes 14 : 6 . Jadi apabila Roh Kebenaran ( pneuma tes aletheias ) datang , maka Roh Kebenaran itu (Roh Kudus) akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran ( aletheia pase ) . Jadi di sini Roh Kudus akan mengajarkan kita seluruh ajaran yang benar , yang dipandang benar di hadapan Allah , yaitu "menerima apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib ."  supaya kita memperoleh hidup yang akan datang , yaitu hidup yang kekal . Namun bukan berarti bahwa kita tidak terpanggil untuk melakukan kebaikan-kebaikan menurut kebenaran manusia , sama-sekali bukan ! Justru karena kita sudah dibenarkan melalui darah Yesus, sudah sepantasnya kalau kita hidup dalam etika , moral dan cara hidup Kristiani yang baik . Tetapi yang saya maksudkan adalah, janganlah kebenaran diri kita sendiri itu kita gunakan sebagai pembayar kebenaran Tuhan yang sudah lunas dikerjakan Kristus di kayu salib. Jikalau memang benar bahwa hanya kebenaran Allah yang kita perlukan untuk keselamatan kita, di manakah hal itu dinyatakan di dalam Alkitab ?


" Dikaiosune gar theon en auto apokaluptetai ek pisteos eis pistin , kathos gegraptai :" Ho de dikaios ek pisteos zesetai " (Sebab di dalamnya (maksudnya : di dalam Kabar Baik ) dinyatakan pembenaran oleh Allah , yang bertolak dari iman dan memimpin ke dalam iman , seperti ada tertulis :" Orang yang dibenarkan  karena imannya , akan hidup) Roma 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 .

Pembenaran oleh Allah itu dinyatakan di dalam Kabar Baik , yakni kabar-keselamatan yang bertumpu pada karya penyelamatan Kristus, yang kita peroleh dari ketekunan iman kita  pada karya tersebut.  Sebab orang yang dibenarkan (dikaios) oleh karena imannya ( ek pisteos ) , akan hidup ! Jadi dibenarkan melalui pembenaran oleh Allah , bukan melalui kebenaran diri sendiri yang nota-bene hanya kebenaran manusia .  Kata Yunani :' apokaluptetai " menggunakan bentuk present tense  , artinya pembenaran oleh Allah itu terus menerus berlangsung di dalam hidup orang percaya sepanjang hidup mereka .  Bahagia bukan, bahwa sekarang kita tahu bahwa kita memperoleh pembenaran oleh Allah bukan cuma satu dua hari atau 10 - 20 tahun , melainkan terus menerus selama-lamanya ( band. Ibrani 10 : 10 )


Sebagai penutup , saya teringat perkataan Joseph Prince dalam bukunya "Unmerited favor " , yang mengatakan bahwa "Ajaran yang benar (maksudnya aletheia ) sudah pasti akan menghasilkan perbuatan yang benar (maksudnya dikaioma ) . " Benar sekali ! Jikalau kita "sudah menerima keselamatan melalui apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib " pastilah kita menghasilkan buah-buah Roh , yakni segala amal, ibadah dan kebajikan yang berfaedah bagi sesama . Mudah-mudahan saudara dapat membedakan yang mana kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune ) dan yang mana kebenaran Allah ( theon dikaiosune ) . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )


Sabtu, 28 Februari 2015

MEMAHAMI UNGKAPAN "KEHENDAK BAPA" DALAM ALKITAB

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Kalau kita berbicara masalah keselamatan , tidak bisa tidak , kita harus mengakui bahwa masalah keselamatan berkaitan erat dan tak terpisahkan dari hal-ihwal tentang dosa dan pengampunan . Dalam arti , pengampunan dosalah yang membuat orang berdosa diselamatkan . Berbicara mengenai pengampunan dosa , kita tidak bisa memungkiri bahwa pengampunan dosa hanya bersumber pada karya penebusan Kristus di kayu salib ; dalam arti hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Sama sekali tidak ada jalan lain yang dapat digunakan oleh manusia , supaya dosanya diampuni , selain percaya pada karya penyelamatan Kristus tersebut . Sepanjang darah dan tubuh Kristus tidak ditukar dengan yang lain , maka kita tidak akan terperangkap pada ajaran manapun yang mengajarkan bahwa pengampunan dosa dapat diperoleh dari usaha manusia . Pemahaman seperti itu sangat penting dalam hal kita ingin memahami ungkapan "Kehendak Bapa " atau yang searti dengan itu, yang banyak kita temui di Alkitab .

Sering kali orang kurang dapat memahami ungkapan "Kehendak Bapa" yang sering kita temui di dalam Alkitab , terutama di dalam Perjanjian Baru . Ungkapan yang sama artinya dengan "Kehendak Bapa" adalah "Kehendak Allah" atau "Kehendak Tuhan " yang kadang-kadang menggunakan kata-ganti orang ketiga "KehendakNya " atau "Kehendak Dia "  atau kata ganti orang kedua "KehendakMu". Semua ungkapan itu mengacu pada satu pengertian saja yaitu "Kehendak Allah" . Jikalau kita bertanya pada orang Kristen , apakah maksud dari "Kehendak Bapa" itu , hampir pasti bahwa mereka menjawab :" Kehendak Bapa adalah supaya kita berbuat baik ! " tanpa memperhatikan konsteknya . Jawaban seperti ini tidak sepenuhnya benar ; apalagi jika kita ingat bahwa perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan adalah bentuk suruhan (imperatif) yang mengikuti bentuk berita (indikatif) bahwa kita sudah diselamatkan oleh karya penyelamatan Kristus dan bukan karena kebaikan kita . Akibat kontaminasi dari ajaran-ajaran lain di luar Alkitab, orang selalu terfokus pada hal-hal yang menyangkut etika dan moral yang bersifat legalistik dan meritokrasi , sehingga seringkali mengesampingkan hal yang paling utama dalam Kekristenan perihal kasih-karunia bahwa kehendak Bapa yang utama adalah untuk menyelamatkan kita dari perhambaan dosa  melalui Kristus (band. Matius 1 : 21 ). Sebagai contoh , perhatikan  teks-teks Alkitab di bawah ini :

"Karena kehendakNya inilah , kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10  Terjemahan LAI 2002 )

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya ." ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

Ibrani 10:10 menegaskan bahwa kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya , oleh sebab kehendakNya , oleh sebab kehendak Bapa , oleh sebab kehendak TUHAN yang sudah dinubuatkan kira-kira 700 tahun sebelumnya oleh Yesaya . Kata "kehendakNya" dan "kehendak TUHAN" dalam teks Alkitab di atas adalah berkaitan dengan karya penyelamatan Kristus dan sama-sekali bukan masalah ajaran etika dan moral ! Adalah memang pengertian ungkapan "Kehendak Tuhan " dalam ajaran lain di luar Kekristenan  mengacu pada ajaran etika dan moral , di mana dengan etika dan moral itu manusia diganjari dengan kehidupan yang baik di akhirat .  Akibatnya, banyak orang Kristen yang terperangkap pada ungkapan "Kehendak Allah " dalam pengertian yang sama dengan ajaran lain di luar Kekristenan . Padahal ajaran keselamatan dalam Kekristenan sangat berbeda dengan ajaran lain tersebut . Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada pengampunan tanpa ada penumpahan darah Yesus ! (band. Ibrani 9 : 22 ).  Hal yang paling sering diartikan salah oleh orang, karena sering-kali mengabaikan pedoman eksegese dan eksposisi , sehingga menimbulkan eisegesis (menurut pikirannya sendiri ) ditambah dengan kontaminasi dari ajaran meritokrasi di luar Kekristenan ,  adalah teks Alkitab di bawah ini :


"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu :"Tuhan, Tuhan !" akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak BapaKu yang disurga . "( Matius 7 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Banyak orang menyangka bahwa ungkapan "melakukan kehendak BapaKu" pada teks di atas adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik supaya manusia mendapatkan keselamatan . Jikalau demikian adanya, maka jika dikaitkan dengan konstek jarak-dekatnya pada ayat 23 , seakan-akan  keselamatan memang diperoleh dari perbuatan baik . Dan itu salah, karena keselamatan kita diperoleh dari anugerah berdasarkan karya salib Kristus dalam arti berdasarkan pengampunan dosa oleh darah Kristus  .  Pertanyaan yang selalu timbul adalah , kita diselamatkan karna anugerah oleh karya salib Kristus ataukah karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan ?  Kalau kita percaya bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dari penumpahan darah Kristus , bukan dari sebab lain , maka jelas bahwa arti ungkapan "melakukan kehendak BapaKu " dalam teks Matius 7 : 21 itu adalah " percaya pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan untuk memperoleh keselamatan ."


Sebab jikalau kata "kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 ini kita artikan dengan kaitannya pada etika dan moral , maka teks tersebut berbenturan langsung dengan konstek jarak-jauhnya, misalnya saja  Titus 3 : 4-5 ,  dan Roma 3 : 27 - 28 ,  di mana dikatakan bahwa kita dibenarkan dan diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita ! Mari kita cermati teks-teks yang merupakan konstek jarak dekat maupun jarak jauhnya , berikut ini :

"Pada waktu itulah Aku akan berterus-terang kepada mereka dan berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan !." ( Matius 7 : 23 Terjemahan LAI 1987 ) 

"Aku gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa ; dan Aku memberikan nyawaKu untuk domba-dombaKu ,  ( Yohanes 10 : 14 Terjemahan LAI 1987 )

"..tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-bombaku . Domba-dombaku mndengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku ." ( Yohanes 10 : 26 - 27 Terjemahan LAI 1987 )

Yesus mengenal domba-dombaNya ! Jadi kalau Matius 7 : 23 mencatat ucapan Yesus " Aku tidak pernah mengenal kamu !." , berarti orang-orang itu tidak termasuk domba-dombaNya . Sebab Yesus berkata bahwa sebagai gembala yang baik , Ia mengenal domba-dombaNya dan  Ia menyerahkan nyawaNya untuk domba-dombaNya . ( band. Yohanes 10 : 14 - 18 ). Hanya yang bukan dombaNya saja yang tidak percaya pada misi penyelamatanNya . Domba-dombaNya  percaya bahwa Yesus sebagai gembala , menumpahkan darah bagi keselamatan mereka .  Jadi terhadap mereka , siapapun mereka , yang tidak mendasarkan kepercayaannya pada karya Yesus untuk keselamatan mereka ( melainkan berdasarkan usahanya sendiri lewat etika dan moral yang baik ) Tuhan Yesus berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " atau :" kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaku !"


Namun saya pernah mendengar khotbah seorang pembicara di suatu gereja yang mengatakan dengan enteng bahwa arti ungkapan " melakukan kehendak Bapaku " dalam Matius 7 : 21 itu adalah perintah untuk supaya kita dibaptis secara selam . Ini lebih konyol lagi dan sama-sekali tidak berdasarkan hermeneutika ! Demikianlah jika ungkapan "Kehendak Bapa" dalam Matius 7 : 21 di artikan sebagai perintah berbuat baik , termasuk harus dibaptis selam ,  maka secara langsung teks tersebut bertentangan dengan konstek jarak jauhnya yang lain , yakni Yohanes 6 : 28 - 29 .

"Lalu kata mereka kepadaNya :" Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah ? Jawab Yesus kepada mereka :" Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah ." ( Yohanes 6 : 28 - 29 Terjemahan LAI 2002 )

Orang-orang bertanya , pekerjaan-pekerjaan apa (bentuk jamak) , yang harus diperbuat supaya mereka melakukan "kehendak Allah" dalam arti "Kehendak Bapa" ? Yesus menjawab bahwa kehendak Allah (kehendak Bapa )   adalah supaya mereka "percaya pada Kristus " ! (perintah untuk percaya, dalam bentuk tunggal ) . Jadi Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai kehendak Bapa yang terkait dengan keselamatan kekal ( ayat 27 ). Kehendak Allah di sini adalah "percaya pada misi keselamatan yang datang melalui Yesus Kristus " dan bukan  dalam kaitannya dengan etika dan moral dan  masalah baptis . .Pertanyaan dalam bentuk lain adalah : Apakah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita lewat etika , moral dan tata-cara baptisan , ataukah karena fakta kematian dan kebangkitan Kristus ?  Keselamatan kita peroleh karena penumpahan darah Yesus , dan bukan karena sebab lain !

Suatu ketika saya bertanya kepada seorang pembicara di sebuah gereja yang sedang mengadakan sesi tanya-jawab . Pertanyaan saya adalah  tentang persamaan orang percaya dengan orang yang tak percaya . Saya tidak menanyakan perbedaannya , melainkan persamaannya ! Perbedaan antara kita dengan orang dunia adalah jelas bahwa kita memiliki Kristus yang sudah menyelamatkan kita , sementara orang dunia tidak memilikinya . Sekarang apa persamaannya ? Setiap kali saya bertanya tentang persamaannya , pembicara itu selalu menjawab tentang perbedaannya . Padahal persamaannya jelas bahwa kita semua adalah manusia , yang sebagai mahluk sosial tentulah saling berinter-aksi satu sama lain dalam hal berbuat baik ! Hal ini adalah suatu keniscayaan , kapanpun dan di bagian dunia manapun !  Mulai dari zaman Kodek Hammurabi  , hukum Torat  , Kitab Zend Avesta  , Kitab Weda  , Tripitaka , filsafat Socrates  ,  ajaran Kong Fu Tze , Tao , Stoa ,  bahkan sampai saat ini, lewat aturan-hukum, kaidah susila , norma-norma kepatutan , dan norma-norma agama , seluruh manusia diajak untuk berbuat baik .(band. 1 Korintus 5 : 1 ).  Itulah persamaan kita dengan yang lain ! Oleh karena itu , Roma 12 : 2 mengajak kita untuk tidak sama dengan dunia, artinya dalam  hal perbedaannya , yaitu  iman pada karya penyelamatan Kristus, yang pada zaman Pauluspun ditertawakan dan tidak dipercaya oleh masyarakat dunia waktu itu .

"Persamaan apa yang terdapat antara Kristus dengan Belial ? Apa bagian bersama orang-orang percaya dengan orang tak percaya ? ...Sebab itu :Keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkan dirimu dari mereka, firman Tuhan , dan jangan menyentuh yang najis, maka Aku akan menerima kamu ." ( 2  Korintus 6 : 15 dan 17 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas mengisyaratkan bahwa kita tidak sama dengan orang dunia , dalam hal iman pada Kristus ! Dalam hal yang berbeda ini , yakni iman pada Kristus , kita diharuskan keluar dan memisahkan diri dengan mereka , supaya iman kita tidak terkontaminasi pada ilah yang lain, yang merupakan hal yang najis bagi Tuhan . Tetapi dalam hal persamaannya , saling berbuat baik , sudah barang tentu kita lakukan dalam hidup bertetangga, bermasyarakat , di kampung, di kota , di dalam berbangsa dan bernegara ,  di tempat kerja , di dalam pabrik , di dalam kendaraan umum , dan di mana saja . Tidak mungkin kita keluar dan memisahkan diri , dengan tinggal sendiri di hutan , karena kita adalah makhluk sosial .  Yang harus dipisahkan dari mereka adalah perbedaannya, yakni iman kita pada Kristus . Para rasul pada zaman dulu juga bermasyarakat , bahkan rasul Paulus adalah warga-negara Roma , hidup bersama di antara lapisan masyarakat yang majemuk , namun berbeda dalam satu hal yakni iman pada Kristus !

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah : Apa yang baik, yang berkenan kepadaNya dan sempurna." ( Roma 12 : 2 Terjemahan LAI 2002 ). 

Kita disuruh untuk tidak sama dengan dunia ini , dalam arti disuruh berbeda ! Apa perbedaan kita dengan dunia ? Dunia tidak percaya pada karya penyelamatan Kristus , namun kita percaya ! Itu perbedaannya ! Itu yang membuat kita tidak sama dengan dunia . Dalam hal itu, kita tidak boleh sama dengan dunia .  Kita harus berubah dalam  memperbaharui cara berpikir ,sebab kata Yunani "noos" dalam teks dia atas berarti "pikiran" ! Kita harus memperbaharui pikiran kita , supaya tidak sama dengan dunia yang tidak percaya Kristus . Kalau orang dunia terpaku pada sistem meritokrasi , di mana suatu jasa mendapat imbalan pahala , maka kita harus berpikir bahwa bukan karena jasa,  kita diselamatkan , melainkan karena kasih-karuniaNya. Sebab jika kita sama dengan dunia, yang mengemukakan"jasa manusia" , maka hal itu bertentangan dengan konstek jarak dekat dari teks di atas, yaitu pada teks Roma 11 : 32 , di mana di katakan semua manusia tidak bisa taat , sehingga membutuhkan kemurahanNya dalam mengampuni dosa kita  . Bahkan Kabar Baik yang membawa berita keselamatan, berubah menjadi Kabar Buruk .


Demikianlah jika kita sudah memperbaharui cara berpikir kita yang terpusat pada salib Kristus, maka kita akan dapat membedakan  kehendak Allah ? Lagi-lagi kita bertemu dengan ungkapan "kehendak Allah " . Kehendak Allah di sini menyangkut perilaku , etika dan moral kita sebagai orang-orang percaya ! Kita harus dapat membedakan yang mana inti iman kita (menyangkut kematian dan kebangkitan Kristus) dan yang mana muatan iman kita (menyangkut ertika, moral dan peri-laku kita )   Pandangan dunia mengatakan bahwa kebaikan manusia diganjari keselamatan ! Tetapi pandangan Allah berbeda, sebab bukan kebaikan kita yang membuat kita diselamatkan, namun hanya karena kemurahanNya saja . Dalam hal inilah kita dapat membedakan kehendak Allah dengan kehendak dunia . Sebagai orang percaya kita harus melakukan kehendakNya, apa yang baik , apa yang berkenan kepadaNya dan apa yang sempurna , yakni dengan mengasihi semua orang tanpa pandang bulu ! (band. Matius 5 : 43 - 48 dan Roma 12 : 17 - 18 )  . Namun , dalam hal keselamatan kekal, kita tidak boleh menyerupai dunia yang mengajarkan bahwa kebaikan-kebaikan kita itulah yang menyelamatkan 

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, orang sering salah kira pada ucapanNya yang nyata-nyata berbeda dengan ajaran orang Farisi dan Saduki . Orang Farisi dan Saduki yang ahli Torat mengajarkan kebaikan-kebaikan hidup lewat hukum Torat yang legalistik .(band. Matius 23 : 1 - 2 ) Orang Farisi percaya bahwa ketaatan pada hukum Torat menghasilkan keselamatan kekal . Orang Saduki mengajarkan bahwa kekekalan itu tidak ada ! Tetapi Yesus memberitakan keselamatan jiwa yang kekal , tetapi bukan dari perbuatan baik , melainkan dari percaya kepada misi penyelamatanNya, seperti ucapanNya berikut ini :

"Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku , yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang , tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang orang yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya , beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman .' ( Yohanes 6 : 39 - 40 Terjemahan LAI 2002 )

Dalam teks di atas terdapat ungkapan "Kehendak Dia " dan "Kehendak Bapa " , yang keduanya terkait dengan misi penyelamatan Kristus , dan sama-sekali tidak berbicara mengenai etika dan moral .  Kata kehendak Dia dan kehendak BapaKu , dalam teks ini sinkron dengan kata kehendak BapaKu di Matius 7 : 21 dan sinkron pula dengan kata kehendak Allah pada Yohanes 6 : 28 - 29 . Semuanya terkait misi penyelamatan Kristus ! Bukan maksud saya untuk mengajarkan kepada anda untuk jangan berbuat baik , sama-sekali bukan ! Kehendak Allah juga menghendaki kita untuk berbuat baik kepada semua orang seperti yang dimaksud dalam Roma 12 : 2 . Bahkan menurut Alkitab , Tuhan Yesus juga menghendaki kita berbuat baik , menjadi garam dunia dan terang dunia yang bermanfaat bagi sesama . Namun , kita tidak boleh terperangkap pada sistem hukum , sehingga mata kita hanya terfokus pada perbuatan baik kita, sehingga berita keselamatan dari fakta kematian dan kebangkitan Kristus menjadi kabur ! Tidak perlu diulang-ulang bahwa kebaikan kita tidaklah berkonstribusi pada keselamatan kita, sebab jika tidak demikian apakah Karya Salib Kristus tanpa guna ?!


"Kemudian Ia maju sedikit lalu sujud dan berdoa : Ya BapaKu, sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari hadapanKu , tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki .....Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa :" Ya BapaKu, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya , jadilah kehendakMu ." ( Matius 26 : 39 dan 42 Terjemahan LAI 2002 )

Inilah ucapan Yesus di taman Getsemani , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib . Sebelumnya , Dia sudah berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang masuk ke dalam Kerajaan Surga , artinya menjadi umat baru Allah yang percaya pada misi penyelamatanNya. (Matius 7 : 21 ) . Sebelumnya Dia sudah berkata , bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosa (Matius 26 : 28 ) dalam arti bukan kebaikan kita yang menghapus dosa , tetapi darahNya . Sebelumnya juga Dia sudah berkata bahwa kehendak Allah adalah supaya orang percaya pada misi penyelamatan Kristus (Yohanes 6 : 28 - 29 ) .  Sebelumnya pula Dia sudah mengatakan bahwa kehendak Bapa adalah supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, diselamatkan ( Yohanes 6 : 40 ) . Sekarang , di taman Getsemani , Tuhan Yesus berkata :" jadilah kehendakMu ." .Ungkapan "kehendakMu" di sini adalah sama dengan ungkapan kehendakNya , kehendak TUHAN , kehendak Bapa dan  kehendak Allah .yang menyangkut misi penyelamatan ,  yaitu kehendak untuk menyelamatkan manusia  lewat karya salib Kristus Yesus . Kata "jadilah kehendakMu"  , di dalam teks ini tidak mungkin punya arti lain ! Seandainya kita bisa menyelamatkan diri kita dengan perbuatan-perbuatan baik ( seandainya bisa) , sudah barang-tentu tidak perlu Allah berkehendak menyelamatkan kita melalui darah Kristus Yesus .

"Aku tidak menolak kasih-karunia Allah , sebab sekiranya ada pembenaran melalui hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ," ( Galatia 2: 21 Terjemahan LAI 2002 )

Terpaksa saya ulangi lagi , bahwa kita tidak dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan kebaikan-kebaikan menurut hukum Torat . Mengapa ? Tidak ada seorangpun yang dianggap baik oleh .karena semua jatuh dalam kutuk akibat ketidak-mampuannya untuk menggenapi hukum Torat secara keseluruhan ( band. Galatia 3 : 10 - 11 ) .Seandainya kita bisa, tidak perlu Tuhan Yesus datang dan tidak perlu ada kekristenan . Cukup kita beragama Yahudi saja, genapi hukum Torat , beres !  Sebagai warga kerajaan surga yang sejati , yang tidak hanya bisa berkata : "Tuhan Yesus , Tuhan Yesus " , lakukanlah kehendak Bapa yang utama , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus itulah yang sudah menyelamatkan kita dan bukan karena kebaikan-kebaikan kita , supaya jangan sampai Ia berkata :" Aku tidak pernah mengenal kamu ! " . Mengapa demikian ? Sebab tidak mempercayai bahwa hanya karya penyelamatan Kristus yang membuat kita diselamatkan , sama dengan menolak kasih-karunia dan sama juga dengan menghina Kristus .

"Tetapi betapa lebih beratnya lagi hukuman yang harus dijatuhkan atas dia yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya , dan yang menghina Roh kasih-karunia ." ( Ibrani 10 : 29  Terjemahan LAI 1987 )

Lihat saudaraku ! Tidak percaya bahwa hanya darah Yesus yang menguduskan kita dalam arti bukan kebaikan kita , dianggap sama dengan menghina Tuhan Yesus , menghina darahNya dan menghina kasih karuniaNya ! Sebab itu mari kita percayai karya penyelamatannya itu dengan tidak mencampurkannya dengan apapun yang lain , sambil kita melakukan kehendak Bapa yang lain, yaitu untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri . Jadi urutan penerimaan keselamatan adalah :

(1) tanpa penumpahan darah Kristus, tidak mungkin akan ada pengampunan dosa ( Matius 26 : 28  band. Ibrani 9 : 22 )
(2) tanpa pengampunan dosa , tidak mungkin kita dibenarkan, dikuduskan dan disempurnakan ( Roma 3 : 24 ; Ibrani 10 : 10 dan 14 )
(3) tanpa ada pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan , tidak mungkin ada keselamatan ( band. Roma 5 : 8 - 9 )

Dari ketiga urutan tersebut diatas , kita dapat melihat dengan jelas bahwa tidak terdapat usaha manusia lewat perbuatan baik apapun juga , supaya olehnya kita diselamatkan ! Karena itu , janganlah kita selalu mempertentangkan  teks-teks yang kelihatannya memberi gambaran bahwa seolah-olah keselamatan kita diperoleh dari usaha kita dalam berbuat baik . Peganglah selalu ketiga pedoman di atas ! Selalu saya mengulang-ulang , bahwa kita membutuhkan pengampunan dosa oleh darah Yesus, oleh sebab kita sudah gagal dalam membenarkan diri sendiri lewat sistem hukum ! (band. Yakobus 2 : 10 dan Roma 11 : 32  ) Namun demikian, Roh Kudus memperbaharui hidup kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik .Akhir kata , janganlah kita mengubah keselamatan Kristiani yang inidikatif-imperatif menjadi imperatif-indikatif . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )

Minggu, 22 Februari 2015

APAKAH PERBUATAN BAIK BERKONTRIBUSI PADA KESELAMATAN ?


EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pendahuluan:

Perbedaan pandangan antara denominasi Gereja yang menerapkan Kehendak Bebas Manusia (Free Will ) yang mengacu kepada ajaran Jakobus Arminius  dengan  denominasi Gereja yang menerapkan Kedaulatan Tuhan ,yang berpegang pada ajaran Martin Luther dan John Cavin ,  telah berlangsung hampir 400 tahun , semenjak Sinode Dordrecht 1618 . Terlepas dari pertikaian tentang predestinasi , perbedaan kedua pandangan tersebut adalah masalah keselamatan orang Kristen, apakah hasil dari iman pada Salib Kristus, ataukah hasil dari kesanggupan manusia melalui perbuatan baiknya , ataukah hasil dari iman pada Salib Kristus ditambah kesanggupan manusia melalui perbuatan baik ?  . Dalam paham Kedaulatan Tuhan dari Luther dan Calvin , keselamatan mutlak terletak pada karya penyelamatan Kristus , di mana keselamatan yang kita terima dengan cuma-cuma itu harus diikuti dengan perbuatan baik sebagai buah dari iman.  Sementara paham Free Will dari Jakobus Arminius mengajarkan bahwa inisiatif datang dari pihak manusia untuk berusaha merebut keselamatan dengan upayanya sendiri dalam berbuat baik dengan dibantu oleh rahmat Allah . Jadi menurut Luther dan Calvin , inisiatif keselamatan itu datang dari Allah , sehingga Allahlah yang mencari manusia yang akan diselamatkan . Menurut Arminius , inisiatif datang dari pihak manusia, sehingga manusialah yang mencari Allah supaya diselamatkan, sebab manusia mempunyai kehendak bebas untuk mencari Allah atau tidak . . Berdasarkan hal itu nampak bahwa teologi Arminus bertumpu pada usaha manusia !

Mari kita kupas perbedaan pandangan-pandangan tersebut melalui beberapa tahap , mulai dari sejarah Free Will  (kehendak bebas manusia ) , perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia , perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia , perbedaan periode waktu dalam Alkitab , maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia , Deklarasi Bersama tentang Pembenaran oleh iman dan Teks-Teks Alkitab yang ditafsir salah .

Sejarah Free Will (kehendak bebas manusia ) :

1) Pada awal abad Ke V Masehi , Agustinus , Bapa Gereja segala abad mengajarkan bahwa keselamatan datang melalui iman pada karya penyelamatan Kristus . Tuhan hanya memberi tanpa menuntut dan manusia menerima keselamatan itu dengan iman , dan tanpa syarat (non conditional ). Tetapi ajaran Agustinus itu ditentang oleh Pelagius ! Pelagius mengajarkan bahwa yang dimaksud dengan rahmat Allah adalah kehendak bebas manusia untuk berbuat baik , sehingga dengan kehendaknya itu manusia berjuang untuk memperoleh keselamatan .Jadi jelas bahwa ajaran Pelagius memandang kesanggupan-manusia untuk menyelamatkan dirinya melalui kehendaknya yang bebas , yakni dengan melakukan kebaikan-kebaikan, di mana kebaikan-kebaikan itu akan diganjari Tuhan dengan keselamatan .  Posisi Kristus sebagai Tuhan Juruselamat bergeser menjadi " nabi pemberi teladan berbuat baik " . Jadi keselamatan itu menurut Pelagius adalah datang dari inisiatif manusia , bukan dari Allah, . Kelihatannya pandangan Pelagius ini logis dan memang secara logika dapat diterima oleh akal sehat , jika dipandang dari sisi pandang dunia yang meritokrasi, di mana suatu reward hanya dapat diterima melalui prestasi .  Namun pandangan Agustinus tidak sama dengan pandangan dunia , melainkan  dari sisi pandang kasih-karunia yang tanpa syarat .(band. Roma 3 : 23-24 )   Akhirnya pertikaian kedua orang itu diselesaikan pada konsili Gereja . Demikianlah pada konsili di Cathargo pada tahun 418 dan konsili di Efesus pada tahun 431 , ajaran kehendak bebas manusia  (free will) dari Pelagius itu ditolak dan dinyatakan sesat !  

Namun,  pada akhir abad ke XVII ajaran ini muncul kembali , terutama di Belanda dan Jerman  dengan nama "Piestis" yang bersifat moralistis dan eskatologis di mana penganutnya suka beraskese ( menjauhi hal-hal yang duniawi, bertarak birahi , puasa dan sebagainya, dengan tujuan supaya diselamatkan ). Jadi Piestis memusatkan ajarannya pada hakekat manusia yang memilki kesanggupan untuk menyelamatkan dirinya sendiri lewat perbuatan-perbuatan yang baik dan bukan pada kebaikan Kristus sebagai Juruselamat . Lagi-lagi, dari sisi pandang dunia yang meritokrasi , pandangan orang Pietis ini masuk akal . Namun tidak sesuai dengan pandangan Alkitab . Kemerdekaan orang Kristen yang sudah dimerdekakan oleh Kristus , ditukar dengan suasana Torat , di mana manusia harus begini dan harus begitu, serta jangan begini dan jangan begitu , supaya dengan usahanya itu manusia dapat diselamatkan. Dengan demikian tidak ada lagi kasih-karunia ! Pantaslah kalau pada konsili di Cathargo dan di Efesus dahulu, pandangan Pelagius ditolak dan dinyatakan sesat !

2) Pada awal abad ke VI Masehi , lahirlah ajaran semi-pelagian , sebagai lanjutan dari ajaran free-will dari Pelagius . Ajaran ini pada awalnya merupakan jalan tengah dari pertentangan Agustinus dan Pelagius . Ajaran ini mengajarkan bahwa  keselamatan manusia tergantung dari kehendak Tuhan dan kehendak manusia yang bekerja sama dalam hidup manusia . Inilah ajaran sinergisme , di mana karya penyelamatan Kristus di kayu salib perlu ditambah dengan perbuatan baik manusia menurut kehendaknya yang bebas  . Jadi karya Yesus di kayu salib sepertinya belum selesai dan belum sempurna , sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia lewat kebaikan-kebaikan . Slogannya :" Kerjakan bagianmu dan Tuhan mengerjakan bagianNya !." Inisiatif juga datang dari pihak manusia, bukan dari Allah , sebab rahmat Allah hanya bersifat membantu kepada kehendak bebas manusia tersebut .  Keselamatan bisa hilang , kalau manusia tidak mengerjakan bagiannya, sebab dengan hilangnya inisiatif manusia , hilang pula bantuan rahmat .  Sinode Gereja pada tahun 529 yang diselenggarakan di Galilea , memutuskan bahwa ajaran sinergisme dari semi-pelagian ini , ditolak dan dinyatakan sesat !


Pada masa reformasi Marthin Luther , seorang humanis , Desiderius Erasmus menyerang Luher dengan tulisannya "Diatribe de Libero Arbitrio " (uraian tentang Kehendak Bebas ) yang kemudian dibantah oleh Luther dalam tulisannya " De Servo Arbitrio " (Kehendak yang Terikat ) . Kemudian ,  tidak sampai 100 tahun setelah reformasi Martin Luther  tentang pembenaran dan keselamatan orang percaya hanya oleh iman pada karya penyelamatan Kristus , ajaran semi-pelagian ini muncul lagi dengan baju yang baru , terutama di Belanda, yang dimotori oleh Jakobus Arminius , seorang profesor theologi di Leiden , Belanda . Awalnya ia adalah pengikut John Calvin , tetapi kemudian menentang ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Luther maupun Jhon Calvin , bahwa keselamatan manusia itu hanya terletak  pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib saja . Menurut Jakobus Arminius, keselamatan itu adalah hasil dari Karya Kristus ditambah usaha manusia melalui kehendak yang yang bebas , untuk mau percaya atau tidak  Menurut Arminius , iman itu bukan pemberian Allah kepada manusia melainkan pemberian manusia kepada Allah ketika ia percaya . Menurut Arminius , bukan Allah yang memilih manusia , melainkan manusialah yang memilih Allah dengan kehendaknya yang bebas itu .

 Sekalipun Roh Kudus sanggup membuat orang menjadi percaya, tetapi manusia dapat menolakNya karena manusia bukan robot, dan dapat menolak dengan kehendaknya yang bebas itu . Jadi kehendak Roh Kudus dapat dikalahkan oleh kehendak manusia Dengan kata lain, kedaulatan Allah berada di bawah kedaulatan manusia . Dengan demikian, keselamatan bisa hilang , karena tergantung kepada kehendak manusianya ..Bukankah semua itu bertentangan dengan ajaran soteria dari Alkitab ?  Sekalipun demikian, orang-orang Arminian ( demikian sebutan untuk pengikut Arminius) selalu menolak kalau mereka dikatakan sebagai terusan dari ajaran semi-pelagian sebagai perkembangan dari ajaran Pelagius .. Padahal nyata benar kesamaannya bukan?

3) Pertikaian antara kelompok Calvin yang dipimpin oleh Fransiscus Gomarus , dengan kelompok Arminian , akhirnya memuncak pada masalah predestinasi .Yohn Calvin sudah meninggal dunia dan Jakobus Arminiuspun sudah meninggal dunia , ketika pertikaian kedua kelompok tersebut di bawa ke sidang sinode Dordrecht pada tahun 1618 . Sinode gereja di Dordrecht Belanda itu diikuti oleh utusan dari Inggris, Palts. Bremen , Emden , Swiss, Hessen dan Jenewa .  Hasil keputusan sinode adalah ajaran Arminius ditolak dan dinyatakan sesat !

Namun ajaran Arminius itu tetap hidup sampai sekarang di dalam beberapa denominasi gereja . Mereka menganggap usaha manusia yang lahir dari kehendaknya yang bebas itu berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Meskipun nyata-nyata Alkitab mencatat bahwa pekerjaan Kristus dalam karya salibNya adalah mutlak inisiatif dari Allah  , mereka tetap memandang keselamatan itu pada tabiat dan kesanggupan manusia untuk berinisiatif merebut keselamatan , sementara rahmat Tuhan hanya membantunya.  .Jadi berbeda benar dengan pandangan Luther dan Calvin bahwa karya Yesus di kayu salib adalah benar-benar datang dari kemauan Allah dalam mencari manusia yang berdosa , supaya dengan iman yang diberikan kepada mereka  , mereka percaya pada karya tersebut dan diselamatkan .(band. Filipi 1 :29 ; Efesus 2 : 8 ; 2 Tesalonika 3 : 2 ; Roma 12 ; 3 ; 2 Petrus 1 : 1 )  Dalam buku "Sejarah Gereja " , DR. H. Berkhof menulis :

"Perbedaan pandangan antara kedua golongan itu adalah berdasarkan perbedaan anggapannya tentang tabiat dan kesanggupan manusia . Pengikut-pengikut Jakobus Arminius yang disebut Arminian, memandang manusia itu secara optimis ! Walaupun manusia telah jatuh ke dalam dosa , tapi ia belum kehilangan nilainya dan kesanggupan untuk berbuat baik . ( sama dengan pandangan Pelagius ; penulis ) , sehingga manusia dapat dan wajib berusaha untuk mendapatkan keselamatan bersama-sama rahmat Tuhan yang membantunya ( sama dengan ajaran sinergisme dari semi pelagian ; penulis ) .Kita lihat ajarannya ini bahwa pandangannya terhadap manusia ini sesuai dengan anggapan semi-pelagian dan Gereja Katolik Roma ( saat itu ; penulis ). Padahal pandangan Alkitab , Paulus, Agustinus, Martin Luther dan Jhon Calvin lain sekali , karena manusia dipandang dari terang kekudusan Allah . Golongan Gomarus yang memihak pandangan ini (maksudnya memihak pada pandangan Alkitab ; penulis ) merasa ajaran Arminius sangat bengis , karena membawa manusia pada putus asa .  Bukankah dengan ajaran itu ( ajaran Arminius ; penulis ) manusia yang berdosa disuruh bersandar pada usaha dan kerajinannya sendiri saja untuk merebut keselamatan , sama seperti yang diajarkan Gereja Katolik Roma (saat itu ; penulis ) ? ( Dr. H. Berkhof , Sejarah Gereja 2006 , hal.210 )

Banyak orang menganggap bahwa teologi Luther dan Calvin menghilangkan kehendak-bebas manusia , padahal bukan demikian adanya . Jika Pelagius, Erasmus dan Arminius memandang kehendak bebas manusia itu adalah kehendak bebas yang mutlak, maka Luther dan Calvin memandang bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia itu tidak mutlak tetapi terikat , dalam arti dikendalikan oleh Allah yang mempunyai kedaulatan untuk mengendalikan,  sehingga manusia tidak sanggup lagi menggunakan kehendak bebasnya selain dalam kendali Allah .

Perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia :

Torat harus ditaati karena Torat bersifat  hukum (legalistik) . Di zaman Torat , ketaatan diperlukan untuk syarat dibenarkan oleh Tuhan . Tidak taat , pasti terkutuk ( Ulangan 27 : 26 ; Galatia 3 : 10 ) . Di zaman Torat , orang berzina , dihukum mati , dan tidak ada pengampunan ! Di zaman Torat orang membunuh , sudah pasti dihukum mati , dan juga tidak ada pengampunan . Berkat diperoleh dari ketaatan dan kalau tidak taat , terkutuk . ! ( Ulangan 28 : 2 dan 15 ) . Ketika orang Israel mengomel , Tuhan marah besar dan akibatnya banyak orang Israel yang mati dipagut ular berbisa ! (Bilangan 21 : 6 ). Sama sekali tidak ada kasih-karunia . Karena manusia selalu bersalah , selalu berada di bawah ancaman kutuk , dosa dan hukuman . Oleh karena itu , dari hukum Torat kita diberitahu  bahwa manusia selalu melakukan upacara korban pagi dan  korban petang (Bilangan 28 : 1-8). Belum lagi korban keselamatan dan korban penghapus dosa (Imamat pasal 3 dan 4 ). Setahun sekali diadakan Hari Raya Pendamaian , hari berdamai dengan Tuhan atas segala dosa orang selama satu tahun ( Imamat 16 : 34 ) .Semuanya bernuansa legalistik (hukum).  Demikian dilakukan terus-menerus selama lebih dari 1200 tahun sejak Torat diberikan lewat Musa ! Jadi selama lebih dari 1200 tahun , manusia tidak pernah lolos dari kutuk Torat dikarenakan tidak ada seorangpun manusia yang sanggup melakukan semua aturan hukum Torat .Jadi benarlah kata Alkitab bahwa : "Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan ", jadi benar-benar kerusakan total (total depravity). Betul manusia dengan kehendak-bebasnya berusaha berbuat baik , namun tidak satupun yang mampu menggenapi seluruh aturan hukum Torat dengan perbuatan ! Tidak ada ! (band. Roma 11 : 32 ) 

"Seperti  ada tertulis : Tidak ada yang benar seorangpun tidak . Tidak ada seorangpun yang berakal-budi,  tidak ada seorangpun yang mencari Allah . Semua orang telah menyeleweng , mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik , seorangpun tidak ....Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan dalam Kristus Yesus .' ( Roma 3  : 10 - 12 dan 23- 24  Terjemahan LAI 1987 )

Meskipun orang  telah berusaha untuk berbuat baik , mereka tetap dianggap tidak benar dan tidak seorangpun yang baik , selain bahwa semua orang berdosa , sudah menyeleweng ! Mengapa dianggap begitu ? Karena tuntutan hukum Tuhan mengharuskan manusia mengerjakan seluruhnya yang nyatanya tidak sanggup digenapi oleh manusia .(band. Yakobus 2 : 10 ). Sebaik apapun hidup manusia, sesaleh apapun kehidupannya , tetap saia di hadapan Tuhan , tidak ada manusia yang baik ! Mengapa ? Tidak perlu diulang-ulang bahwa fakta telah nyata , tidak ada seorangpun yang bisa melakukan semuanya sesuai tuntutan Allah . (band. Galatia 3 : 10 - 11 ).  Tetapi puji syukur pada Tuhan Yesus, ketika ia datang ke dunia mencari kita , jangan sampai ada yang terhilang . Memang kita semua berdosa , namun oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma ( tanpa syarat ; penulis ) dalam penebusan Kristus Yesus .  Inilah kasih karunia ! Inisiatif datang dari Allah , bukan dari manusia ! Jika kita bersalah, kita tidak akan dihukum , tetapi diampuni, tanpa syarat  ! Kalau kita berdosa , kita tidak akan dihukum , melainkan diampuni, tanpa syarat. . Kalau kita keliru , kita tidak akan dihukum seperti pada zaman Torat , tetapi selalu diampuni, tanpa syarat . . Betullah kata Alkitab yang mengatakan :


"Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus . Sebab Roh yang memberi hidup  telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan hukum maut ." ( Roma 8 : 1-2 , Terjemahan LAI 1987 )

Kisah wanita-nakal dalam Yohanes 8 : 2 - 11 juga menjadi bukti bahwa hukum Torat berbeda dengan kasih-karunia . Wanita itu tidak lagi dihukum mati sebagai tuntutan hukum Torat !  Melainkan langsung diampuni dengan nasehat jangan berbuat lagi (ayat 11). Jadi jelas , pengampunan diikuti oleh pertobatan . Bukan pertobatan dahulu barulah pengampunan . Ini terbalik ! Saya ulangi :" Pengampunan dahulu , baru diikuti pertobatan ! Dalam kaitannya dengan pengampunan ini , saudara jangan mencampur-adukkan dengan hukuman dunia . Kita sedang bicara masalah keselamatan kekal. Sebagai orang percaya , segala dosa kita sudah diampuni ! Namun bukan berarti bahwa kita lolos dari hukum dunia kalau melakukan pelanggaran (Roma 13 : 1- 5 ) . Jika seseorang yang telah diselamatkan melakukan penipuan , misalnya , dosa penipuannya pasti diampuni , namun pelanggarannya terhadap hukum-negara harus dipertanggung-jawabkan di depan Pengadilan dunia ! Jika seorang percaya melakukan perzinahan , memang dosanya diampuni , tetapi resiko perbuatannya di dunia pasti tetap dipertanggung-jawabkan, misalnya terjangkit penyakit kelamin atau dikejar-kejar suami dari perempuan yang dizinahi  !

Perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia :

Sering-kali kita tidak dapat membedakan kebenaran Allah ( theon dikaiosune) dengan kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune). Roma 10 : 2 - 3 memperjelas perbedaan kedua kebenaran itu .Kebenaran manusia terletak pada perbuatan baiknya .  Jikalau kita melakukan kebaikan kepada sesama manusia, itu adalah benar dan dianggap benar di hadapan manusia . Ketika kita menyumbang 100 karung beras untuk orang-orang yang tertimpa bencana banjir , siapa bilang itu salah ! Itu adalah benar ! Namun saudara jangan kecil hati kalau dikatakan bahwa itu hanyalah kebenaran manusia , bukan kebenaran Tuhan ! Seluruh kebenaran manusia yang kita kerjakan , sama-sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Jika itu berkontribusi , maka kita sudah menganut ajaran Pelagius atau setidaknya semi-pelagian dan dalam Roma 10 : 2 - 3 dikatakan sebagai "tidak mengenal kebenaran Allah " dan "berusaha menegakkan kebenaran sendiri "!. Jikalau demikian, dimanakah letak kebenaran Allah ? Saya tidak perlu menjawab , biarlah Alkitab sendiri yang menjawab , berikut di bawah ini :

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil , karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya , pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani.  Sebab di dalamnya (maksudnya di dalam Injil) nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman , seperti ada tertulis :" Orang benar  akan hidup oleh iman" ( Roma 1 : 16 - 17 , Terjemahan LAI 1987 ) 

Jadi jelas bahwa kebenaran Allah itu terletak pada Injil (Kabar Baik ; euanggelion , Yunani ) ! Apakah kabar Baik itu ? Inilah bentuk berita bahwa fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang telah menyelamatkan orang berdosa .  Jadi kebenaran Allah bukan terletak pada perbuatan baik manusia , melainkan pada perbuatan baik Kristus di kayu salib . Yang dilihat Allah supaya kita dipandang benar di hadapanNya , adalah kebaikan Kristus dan sama-sekali bukan kebaikan kita ! (band., Roma 9 : 30 - 32) Saudara dan saya dipandang benar dalam kebenaran Allah berdasarkan kebenaran Kristus dan sama-sekali bukan karena kebenaran kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan .Bagian akhir dari teks Roma 1 : 17 dalam bahasa sumber berbunyi :" Ho dikaios ek pisteos zesetai " . Ini lebih jelas artinya yaitu :" Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup !  Dibenarkan karena imannya , bukan karena perbuatannya !


Perbedaan periode waktu dalam Alkitab :

Adalah merupakan suatu fakta bahwa ada dua periode waktu dalam Alkitab ! Yang pertama adalah periode waktu sebelum darah Yesus tumpah di kayu salib dan yang kedua adalah periode waktu setelah darah Yesus tumpah di kayu salib . Fakta tak terbantah adalah penebusan dosa satu kali untuk selama-lamanya , tidak terjadi pada masa sebelum darahNya tumpah ! Fakta membuktikan penebusan kekal terjadi setelah darahNya tumpah ! Jadi jikalau kita akan membicarakan masalah keselamatan , setiap penjabaran tidak boleh lepas dari konstek setelah darahNya tumpah ! Jika orang berkhotbah tentang keselamatan , sementara ia menguraikan masalah- perbuatan dalam hukum Torat , maka jelas ini tidak "ngonstek " ! Lagi pula , yang diperintahkan Tuhan Yesus bahwa kita harus mengabarkan berita , maksudnya berita Kabar Baik (Injil) , dan bukan Torat . Pertanyaannya , kita hidup di bawah Torat dan pada zaman Torat ataukah kita hidup di bawah kasih-karunia di zaman kasih karunia ? Apakah saudara  hidup di masa sebelum darah Yesus tumpah ataukah di masa setelah darah Yesus tumpah ? (band. Roma 6 : 14 ).  Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :


" Demikian juga  tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula .(Markus 2 : 22 Terjemahan LAI 1987 )

Sekalipun konstek teks di atas adalah perihal berpuasa seperti yang ada disinggung dalam hukum Torat , namun bisa kita kembangkan melalui theological canonical reading  sebagai wahyu yang berkembang , bahwa tidak  mungkin kita mencampurkan kasih-karunia dengan hukum Torat  terkait keselamatan kekal . Torat menuntut ketaatan ( bersyarat ) ,  sementara kasih-karunia tidak menuntut apa-apa, selain manusia menerima saja keselamatan itu dengan gratis (tanpa syarat apa-apa )  . Torat tidak mengenal pengampunan tanpa syarat , kasih-karunia penuh pengampunan tanpa syarat . Tidaklah mungkin kita mencampurkan kasih karunia dengan sistem hukum . Mengapa ? Melakukan hukum Torat, sudah jelas inisiatifnya datang dari pihak manusia untuk melakukannnya  Sedangkan kasih-karunia, inisiatifnya datang dari Allah yang datang untuk menyelamatkan kita yang berdosa . Meskipun hukum Torat tidak batal, namun dalam kaitannya dengan keselamatan kekal, hukum Torat dikesampingkan karena sudah terbukti bahwa sistem legalistik tidak mampu membawa manusia keluar dari keadaan berdosa .  (band. Lukas 16 ; 16 ) Jadi kedudukan hukum Torat sekarang hanya sebagai pedoman untuk kita mengenal dosa dan bukan untuk melepaskan kita dari perhambaan dosa . ( Band, Roma 7 : 6 - 7 )

Maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia :

Banyak orang kurang memahami maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ! Setiap bulan Desember orang selalu ramai merayakan Natal dengan meriah tanpa mengerti makna sebenarnya ! Banyak slogan Natal yang berbunyi :" Semangat Natal memperdamaikan manusia dengan saling-mengasihi " . Slogan seperti ini secara sepintas benar dan tidak salah , tetapi secara subtantif adalah salah besar ! Mengapa ? Karena tujuan utama Yesus datang kedunia bukan untuk mengajarkan perbuatan baik , sekalipun ajaranNya adalah ajaran kasih ! Namun tujuan utamaNya datang ke dunia , bukanlah itu ! Tujuan utamaNya adalah untuk menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa kita ( band. Matius 1 : 21 ) . Perhatikan ucapanNya di bawah ini :


"Bapa mengasihi aku oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali . Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu ( maksudNya : mengambil nyawaNya ; penulis) , melainkan Aku memberikannya (maksudNYa : memberikan nyawaNya ; penulis ) menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya ( maksudNya : memberikan nyawaNya di kayu salib) dan berkuasa mengambilnya kembali (maksudNya : pada waktu Ia hidup kembali ). Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu ." ( Yohanes 10 : 17 - 18 Terjemahan LAI 1987 )

Perhatikan ! Bahwa Yesus mengatakan bahwa ia harus mati menurut kehendakNya sendiri . Dan juga Dia harus bangkit dari kematian menurut kuasaNya sendiri . Jadi dengan tegas Dia berkata bahwa Dia harus mati dan harus bangkit untuk keselamatan kita , domba-dombanya . Dan bahwa itu adalah tujuan utamaNya , terlihat secara explisit pada ucapanNya : " Inilah tugas yang Kuterima dari Bapaku ." . Terus terang harus kita akui bahwa kita diselamatkan bukan karena ajaranNya , melainkan karena karyaNya di kayu salib . Harus dibedakan antara ajaranNya dan karya SalibNya ! Harus dibedakan waktu sebelum darahNya tumpah dengan waktu setelah darahNya tumpah . Kita hidup di waktu yang mana ? 

Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran Oleh Iman :

Sejarah Gereja membuktikan bahwa Kekristenan adalah suatu ajaran yang senantiasa berkecimpung dalam theologi soteria ( keselamatan ) . Di sinilah bedanya Kekristenan dengan semua agama lain yang ada . Kekristenan selalu mengangkat topik tentang keselamatan , karena hanya pada Kekristenan terdapat adanya penebusan-dosa yang dilakukan oleh Allah melalui Kristus Yesus . Implikasinya timbullah berbagai banyak pertanyaan yang harus dijawab . Apakah subtansial dari karya Salib Kristus itu ? Sejauh apa karya tersebut menyelamatkan manusia ?  Apakah ada kontribusi manusia pada karya penebusan tersebut ? Masalah-masalah seperti itulah yang menjadi pembicaraan dari abad keabad , sehingga bermacam-macam tafsiran timbul , mulai dari pandangan Arius , Origenes, Agustinus , Pelagius , Erasmus , Martin Luther , Thomas Aquinos , Jhon Calvin , Jakobus Arminius dan lain-lainya . Sekalipun demikian , tetap saja bahwa pedoman  dari Kekristenan adalah Alkitab (sola scripture ) dan oleh karena Kekristenan bukanlah agama Yahudi yang bertumpu pada hukum Torat , maka pedoman  yang lain lagi adalah kasih-karunia (sola gracia) oleh karya Kristus yang melahirkan pedoman berikutnya , yakni iman (sola fide).pada karya Salib Kristus.


Selama berabad-abad Gereja dipengaruhi oleh ajaran sekitarnya , ajaran dari agama lain, juga termasuk ajaran dari penyembah berhala dan filsafat dari filsuf Yunani . Kita mengenal ajaran sinergisme dari Aesop (penyembah berhala) , Euripides (filsuf Yunani)  , George Herbert (seorang behaviorisme) dan Benyamin Franklin ( seorang Deisme ) .Kita juga mengenal ajaran Epicurus (filsuf Yunani) yang berpandangan Deis tentang kehendak bebas manusia atau Erasmus (seorang humanis) yang mendukung ajaran tentang kehendak bebas manusia  Pertikaian teologi selama berabad-abad mengoyak tubuh Kristus .  .Akhirnya, pada abad ke XX , pada tanggal 31 Oktober 1999 , di Ausburg Jerman , setelah melalui pergumulan selama puluhan tahun mengenai pembenaran oleh Allah , denominasi Gereja terbesar di dunia , Gereja Katolik Roma , menandatangani Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran  ( the Joint Declaration on the Doctrine of Justification /JDDJ ) bersama Gereja Protestan yang diwakili oleh Lutheran World Federation (LWF) , yang bagian ketiganya berbunyi :

"Together we confess : By grace alone , in faith in Christ's saving work and not because of any merit on our part , we ara accapted by God and receive the Holy Spirit who renews our hearts while equipping and calling us to good works . "

Intinya, kedua denominasi gereja terbesar tersebut telah mengakui bahwa "oleh kasih-karunia saja , di dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan dikarenakan jasa perbuatan-kebaikan manusia, kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus yang memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik ! "

Nampak dengan jelas bahwa usaha manusia dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik , sama sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Perbuatan-perbuatan baik itu hanya buah dari keselamatan yang diberikan Allah tanpa syarat . Menurut pendapat saya , perbuatan-perbuatan baik itu adalah ungkapan rasa syukur dan terima-kasih kita oleh karena kita sudah diselamatkan . Sebagai catatan , dengan lahirnya Deklarasi Bersama tersebut, dikotomi antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant , sudah tidak ada lagi . Karena keduanya sudah sepakat bahwa pembenaran oleh Allah berdasarkan oleh kasih-karunia saja dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan pada kebaikan manusia . Dengan demikian Deklarasi Bersama ini sudah menggugurkan semua ajaran yang lahir dari pandangan Pelagius dan semi-pelagian .

Teks-teks Alkitab yang sering ditafsir salah :

Iman itu pemberian Allah ! (Filipi 1 : 29 ; Efesus 2 : 8 ; Roma 12 : 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ; 2 Tesalonika 3 : 2 dll)  Keselamatan itu datang dari pihak Allah . Bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia . Keselamatan benar-benar pemberian cuma-cuma dari Allah tanpa menuntut apa-apa , dan manusia menerimanya dengan iman dan dengan tangan. kosong , tidak membawa syarat apa-apa .  Dengan demikian , adalah benar keselamatan itu bukan usaha manusia , melainkan hanya karena kasih-karunia Allah saja dalam karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Tetapi pasti selalu akan ada sebagian orang yang mempertanyakan teks Alkitab berikut ini :

"..dan mereka yang telah berbuat baik , akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal , tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum ." ( Yohanes 5 : 29 Terjemahan LAI 2002 )

Sepintas , jika teks di atas kita lepas dari konsteknya , baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauh , "kelihatannya ", keselamatan itu datang dari usaha manusia lewat perbuatan-perbuatan baik !Kalau kita diselamatkan dari karena perbuatan baik ,seluruh teks dalam Alkitab yang menyuarakan kasih-karunia, menjadi gugur-berantakan . Kalau memang demikian adanya, teks Yohanes 5 : 29 bertabrakan dengan konstek jarak dekatnya pada Yohanes 5 : 24  dan Yohanes 3 : 16 . Berbenturan juga dengan konstek jarak jauhnya pada Roma 3 : 10 - 12 dan 27 - 28 .  Bertentangan juga dengan Titus 3 : 4 -5  . Berlawanan  pula dengan Matius 26 : 28 . Berbicara masalah keselamatan tidak bisa lepas dari pengampunan dosa ! Dalam Matius 26 : 28 sudah jelas Yesus berkata bahwa  "Ia menumpahkan darahNya untuk pengampunan dosa-dosa ." ! Dosa hanya dapat diampuni oleh darah Yesus ! Jangan ditukar dengan perbuatan baik ! Dengan demikian jelas bahwa makna "berbuat baik" dalam teks Yohanes 5 : 29 itu adalah dalam konstek "berbuat baik secara vertikal " , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus ! ( band. Matius 7 : 23  dan Yohanes 6 : 28 - 29 dan 8 : 24 ). Lalu, bagaimana dengan teks di bawah ini ?

"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya , yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan , kehormatan dan ketidak-binasaan ." ( Roma 2 : 6 - 7 Terjemahan LAI 1987 )

Sama dengan teks Yohanes 5 : 29 , jika teks di atas dilepaskan dari konstek-konsteknya , sekilas "kelihatan" seakan-akan yang memberikan kita keselamatan itu adalah usaha manusia dari berbuat baik ! Padahal bukan demikian adanya . Pertanyaannya adalah perbuatan baik yang bagaimana ? Vertikal atau horizontal ? Jelas yang dimaksud adalah perbuatan baik vertikal , yakni percaya pada karya penyelamatan Kristus yang memberikan kemuliaan, kehormatan dan ketidak-binasaan ! (band. Roma 8 : 30 ). Jika tidak demikian , maka teks Roma 2 : 6 - 7 ini akan berbenturan dengan konstek jarak-dekatnya, yakni Roma 1 : 16 - 17 , tentang "orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ."  . Berlawanan pula dengan Roma 3 : 27 : 28 , bahwa " orang dibenarkan bukan karena perbuatannya melainkan karena imannya ." .  Berbenturan juga dengan konstek jarak-jauhnya seperti pada 1 Korintus 6 : 20 dan 1 Petrus 1 : 18 - 19 serta Wahyu  5 : 9 , yang menyatakan bahwa kita sudah dibeli dan lunas dibayar dengan darah Kristus Yesus ! Bukan dengan yang lain-lain , termasuk amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita .! Jadi setiap kali kita bertemu dengan teks Alkitab yang "kelihatannya" menggambarkan bahwa perbuatan-baik kitalah yang menyelamatkan kita , maka gunakanlah hermenutika , dan paling tidak jangan melepaskan teks dari konsteknya, baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauhnya .

Kesimpulan :

Dengan tidak bermaksud mendiskreditkan siapapun dan golongan manapun , penjelasan di atas telah memberikan jawaban bahwa perbuatan-perbuatan baik kita dalam segala bidang , apakah itu berupa amal , ibadah dan kebajikan-kebajikan , sama sekali tidak berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! PekerjaanNya sudah selesai dan sudah sempurna ! (Yohanes 19 : 30 ) . Tidak perlu ditambahi apa-apa ! Menganggap pekerjaanNya belum selesai dan belum sempurna, sama dengan menghina Yesus ! Seharusnya kita sadar bahwa segala amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima sebagai ungkapan syukur dan terima-kasih kita kepada Allah yang sudah menyelamatkan kita .  Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan E.P Sihombing SH.M.Ap)