EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI
Pendahuluan:
Perbedaan pandangan antara denominasi Gereja yang menerapkan Kehendak Bebas Manusia (Free Will ) yang mengacu kepada ajaran Jakobus Arminius dengan denominasi Gereja yang menerapkan Kedaulatan Tuhan ,yang berpegang pada ajaran Martin Luther dan John Cavin , telah berlangsung hampir 400 tahun , semenjak Sinode Dordrecht 1618 . Terlepas dari pertikaian tentang predestinasi , perbedaan kedua pandangan tersebut adalah masalah keselamatan orang Kristen, apakah hasil dari iman pada Salib Kristus, ataukah hasil dari kesanggupan manusia melalui perbuatan baiknya , ataukah hasil dari iman pada Salib Kristus ditambah kesanggupan manusia melalui perbuatan baik ? . Dalam paham Kedaulatan Tuhan dari Luther dan Calvin , keselamatan mutlak terletak pada karya penyelamatan Kristus , di mana keselamatan yang kita terima dengan cuma-cuma itu harus diikuti dengan perbuatan baik sebagai buah dari iman. Sementara paham Free Will dari Jakobus Arminius mengajarkan bahwa inisiatif datang dari pihak manusia untuk berusaha merebut keselamatan dengan upayanya sendiri dalam berbuat baik dengan dibantu oleh rahmat Allah . Jadi menurut Luther dan Calvin , inisiatif keselamatan itu datang dari Allah , sehingga Allahlah yang mencari manusia yang akan diselamatkan . Menurut Arminius , inisiatif datang dari pihak manusia, sehingga manusialah yang mencari Allah supaya diselamatkan, sebab manusia mempunyai kehendak bebas untuk mencari Allah atau tidak . . Berdasarkan hal itu nampak bahwa teologi Arminus bertumpu pada usaha manusia !
Mari kita kupas perbedaan pandangan-pandangan tersebut melalui beberapa tahap , mulai dari sejarah Free Will (kehendak bebas manusia ) , perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia , perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia , perbedaan periode waktu dalam Alkitab , maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia , Deklarasi Bersama tentang Pembenaran oleh iman dan Teks-Teks Alkitab yang ditafsir salah .
Sejarah Free Will (kehendak bebas manusia ) :
1) Pada awal abad Ke V Masehi , Agustinus , Bapa Gereja segala abad mengajarkan bahwa keselamatan datang melalui iman pada karya penyelamatan Kristus . Tuhan hanya memberi tanpa menuntut dan manusia menerima keselamatan itu dengan iman , dan tanpa syarat (non conditional ). Tetapi ajaran Agustinus itu ditentang oleh Pelagius ! Pelagius mengajarkan bahwa yang dimaksud dengan rahmat Allah adalah kehendak bebas manusia untuk berbuat baik , sehingga dengan kehendaknya itu manusia berjuang untuk memperoleh keselamatan .Jadi jelas bahwa ajaran Pelagius memandang kesanggupan-manusia untuk menyelamatkan dirinya melalui kehendaknya yang bebas , yakni dengan melakukan kebaikan-kebaikan, di mana kebaikan-kebaikan itu akan diganjari Tuhan dengan keselamatan . Posisi Kristus sebagai Tuhan Juruselamat bergeser menjadi " nabi pemberi teladan berbuat baik " . Jadi keselamatan itu menurut Pelagius adalah datang dari inisiatif manusia , bukan dari Allah, . Kelihatannya pandangan Pelagius ini logis dan memang secara logika dapat diterima oleh akal sehat , jika dipandang dari sisi pandang dunia yang meritokrasi, di mana suatu reward hanya dapat diterima melalui prestasi . Namun pandangan Agustinus tidak sama dengan pandangan dunia , melainkan dari sisi pandang kasih-karunia yang tanpa syarat .(band. Roma 3 : 23-24 ) Akhirnya pertikaian kedua orang itu diselesaikan pada konsili Gereja . Demikianlah pada konsili di Cathargo pada tahun 418 dan konsili di Efesus pada tahun 431 , ajaran kehendak bebas manusia (free will) dari Pelagius itu ditolak dan dinyatakan sesat !
Namun, pada akhir abad ke XVII ajaran ini muncul kembali , terutama di Belanda dan Jerman dengan nama "Piestis" yang bersifat moralistis dan eskatologis di mana penganutnya suka beraskese ( menjauhi hal-hal yang duniawi, bertarak birahi , puasa dan sebagainya, dengan tujuan supaya diselamatkan ). Jadi Piestis memusatkan ajarannya pada hakekat manusia yang memilki kesanggupan untuk menyelamatkan dirinya sendiri lewat perbuatan-perbuatan yang baik dan bukan pada kebaikan Kristus sebagai Juruselamat . Lagi-lagi, dari sisi pandang dunia yang meritokrasi , pandangan orang Pietis ini masuk akal . Namun tidak sesuai dengan pandangan Alkitab . Kemerdekaan orang Kristen yang sudah dimerdekakan oleh Kristus , ditukar dengan suasana Torat , di mana manusia harus begini dan harus begitu, serta jangan begini dan jangan begitu , supaya dengan usahanya itu manusia dapat diselamatkan. Dengan demikian tidak ada lagi kasih-karunia ! Pantaslah kalau pada konsili di Cathargo dan di Efesus dahulu, pandangan Pelagius ditolak dan dinyatakan sesat !
2) Pada awal abad ke VI Masehi , lahirlah ajaran semi-pelagian , sebagai lanjutan dari ajaran free-will dari Pelagius . Ajaran ini pada awalnya merupakan jalan tengah dari pertentangan Agustinus dan Pelagius . Ajaran ini mengajarkan bahwa keselamatan manusia tergantung dari kehendak Tuhan dan kehendak manusia yang bekerja sama dalam hidup manusia . Inilah ajaran sinergisme , di mana karya penyelamatan Kristus di kayu salib perlu ditambah dengan perbuatan baik manusia menurut kehendaknya yang bebas . Jadi karya Yesus di kayu salib sepertinya belum selesai dan belum sempurna , sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia lewat kebaikan-kebaikan . Slogannya :" Kerjakan bagianmu dan Tuhan mengerjakan bagianNya !." Inisiatif juga datang dari pihak manusia, bukan dari Allah , sebab rahmat Allah hanya bersifat membantu kepada kehendak bebas manusia tersebut . Keselamatan bisa hilang , kalau manusia tidak mengerjakan bagiannya, sebab dengan hilangnya inisiatif manusia , hilang pula bantuan rahmat . Sinode Gereja pada tahun 529 yang diselenggarakan di Galilea , memutuskan bahwa ajaran sinergisme dari semi-pelagian ini , ditolak dan dinyatakan sesat !
Pada masa reformasi Marthin Luther , seorang humanis , Desiderius Erasmus menyerang Luher dengan tulisannya "Diatribe de Libero Arbitrio " (uraian tentang Kehendak Bebas ) yang kemudian dibantah oleh Luther dalam tulisannya " De Servo Arbitrio " (Kehendak yang Terikat ) . Kemudian , tidak sampai 100 tahun setelah reformasi Martin Luther tentang pembenaran dan keselamatan orang percaya hanya oleh iman pada karya penyelamatan Kristus , ajaran semi-pelagian ini muncul lagi dengan baju yang baru , terutama di Belanda, yang dimotori oleh Jakobus Arminius , seorang profesor theologi di Leiden , Belanda . Awalnya ia adalah pengikut John Calvin , tetapi kemudian menentang ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Luther maupun Jhon Calvin , bahwa keselamatan manusia itu hanya terletak pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib saja . Menurut Jakobus Arminius, keselamatan itu adalah hasil dari Karya Kristus ditambah usaha manusia melalui kehendak yang yang bebas , untuk mau percaya atau tidak Menurut Arminius , iman itu bukan pemberian Allah kepada manusia melainkan pemberian manusia kepada Allah ketika ia percaya . Menurut Arminius , bukan Allah yang memilih manusia , melainkan manusialah yang memilih Allah dengan kehendaknya yang bebas itu .
Sekalipun Roh Kudus sanggup membuat orang menjadi percaya, tetapi manusia dapat menolakNya karena manusia bukan robot, dan dapat menolak dengan kehendaknya yang bebas itu . Jadi kehendak Roh Kudus dapat dikalahkan oleh kehendak manusia Dengan kata lain, kedaulatan Allah berada di bawah kedaulatan manusia . Dengan demikian, keselamatan bisa hilang , karena tergantung kepada kehendak manusianya ..Bukankah semua itu bertentangan dengan ajaran soteria dari Alkitab ? Sekalipun demikian, orang-orang Arminian ( demikian sebutan untuk pengikut Arminius) selalu menolak kalau mereka dikatakan sebagai terusan dari ajaran semi-pelagian sebagai perkembangan dari ajaran Pelagius .. Padahal nyata benar kesamaannya bukan?
Namun, pada akhir abad ke XVII ajaran ini muncul kembali , terutama di Belanda dan Jerman dengan nama "Piestis" yang bersifat moralistis dan eskatologis di mana penganutnya suka beraskese ( menjauhi hal-hal yang duniawi, bertarak birahi , puasa dan sebagainya, dengan tujuan supaya diselamatkan ). Jadi Piestis memusatkan ajarannya pada hakekat manusia yang memilki kesanggupan untuk menyelamatkan dirinya sendiri lewat perbuatan-perbuatan yang baik dan bukan pada kebaikan Kristus sebagai Juruselamat . Lagi-lagi, dari sisi pandang dunia yang meritokrasi , pandangan orang Pietis ini masuk akal . Namun tidak sesuai dengan pandangan Alkitab . Kemerdekaan orang Kristen yang sudah dimerdekakan oleh Kristus , ditukar dengan suasana Torat , di mana manusia harus begini dan harus begitu, serta jangan begini dan jangan begitu , supaya dengan usahanya itu manusia dapat diselamatkan. Dengan demikian tidak ada lagi kasih-karunia ! Pantaslah kalau pada konsili di Cathargo dan di Efesus dahulu, pandangan Pelagius ditolak dan dinyatakan sesat !
2) Pada awal abad ke VI Masehi , lahirlah ajaran semi-pelagian , sebagai lanjutan dari ajaran free-will dari Pelagius . Ajaran ini pada awalnya merupakan jalan tengah dari pertentangan Agustinus dan Pelagius . Ajaran ini mengajarkan bahwa keselamatan manusia tergantung dari kehendak Tuhan dan kehendak manusia yang bekerja sama dalam hidup manusia . Inilah ajaran sinergisme , di mana karya penyelamatan Kristus di kayu salib perlu ditambah dengan perbuatan baik manusia menurut kehendaknya yang bebas . Jadi karya Yesus di kayu salib sepertinya belum selesai dan belum sempurna , sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia lewat kebaikan-kebaikan . Slogannya :" Kerjakan bagianmu dan Tuhan mengerjakan bagianNya !." Inisiatif juga datang dari pihak manusia, bukan dari Allah , sebab rahmat Allah hanya bersifat membantu kepada kehendak bebas manusia tersebut . Keselamatan bisa hilang , kalau manusia tidak mengerjakan bagiannya, sebab dengan hilangnya inisiatif manusia , hilang pula bantuan rahmat . Sinode Gereja pada tahun 529 yang diselenggarakan di Galilea , memutuskan bahwa ajaran sinergisme dari semi-pelagian ini , ditolak dan dinyatakan sesat !
Pada masa reformasi Marthin Luther , seorang humanis , Desiderius Erasmus menyerang Luher dengan tulisannya "Diatribe de Libero Arbitrio " (uraian tentang Kehendak Bebas ) yang kemudian dibantah oleh Luther dalam tulisannya " De Servo Arbitrio " (Kehendak yang Terikat ) . Kemudian , tidak sampai 100 tahun setelah reformasi Martin Luther tentang pembenaran dan keselamatan orang percaya hanya oleh iman pada karya penyelamatan Kristus , ajaran semi-pelagian ini muncul lagi dengan baju yang baru , terutama di Belanda, yang dimotori oleh Jakobus Arminius , seorang profesor theologi di Leiden , Belanda . Awalnya ia adalah pengikut John Calvin , tetapi kemudian menentang ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Luther maupun Jhon Calvin , bahwa keselamatan manusia itu hanya terletak pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib saja . Menurut Jakobus Arminius, keselamatan itu adalah hasil dari Karya Kristus ditambah usaha manusia melalui kehendak yang yang bebas , untuk mau percaya atau tidak Menurut Arminius , iman itu bukan pemberian Allah kepada manusia melainkan pemberian manusia kepada Allah ketika ia percaya . Menurut Arminius , bukan Allah yang memilih manusia , melainkan manusialah yang memilih Allah dengan kehendaknya yang bebas itu .
Sekalipun Roh Kudus sanggup membuat orang menjadi percaya, tetapi manusia dapat menolakNya karena manusia bukan robot, dan dapat menolak dengan kehendaknya yang bebas itu . Jadi kehendak Roh Kudus dapat dikalahkan oleh kehendak manusia Dengan kata lain, kedaulatan Allah berada di bawah kedaulatan manusia . Dengan demikian, keselamatan bisa hilang , karena tergantung kepada kehendak manusianya ..Bukankah semua itu bertentangan dengan ajaran soteria dari Alkitab ? Sekalipun demikian, orang-orang Arminian ( demikian sebutan untuk pengikut Arminius) selalu menolak kalau mereka dikatakan sebagai terusan dari ajaran semi-pelagian sebagai perkembangan dari ajaran Pelagius .. Padahal nyata benar kesamaannya bukan?
3) Pertikaian antara kelompok Calvin yang dipimpin oleh Fransiscus Gomarus , dengan kelompok Arminian , akhirnya memuncak pada masalah predestinasi .Yohn Calvin sudah meninggal dunia dan Jakobus Arminiuspun sudah meninggal dunia , ketika pertikaian kedua kelompok tersebut di bawa ke sidang sinode Dordrecht pada tahun 1618 . Sinode gereja di Dordrecht Belanda itu diikuti oleh utusan dari Inggris, Palts. Bremen , Emden , Swiss, Hessen dan Jenewa . Hasil keputusan sinode adalah ajaran Arminius ditolak dan dinyatakan sesat !
Namun ajaran Arminius itu tetap hidup sampai sekarang di dalam beberapa denominasi gereja . Mereka menganggap usaha manusia yang lahir dari kehendaknya yang bebas itu berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Meskipun nyata-nyata Alkitab mencatat bahwa pekerjaan Kristus dalam karya salibNya adalah mutlak inisiatif dari Allah , mereka tetap memandang keselamatan itu pada tabiat dan kesanggupan manusia untuk berinisiatif merebut keselamatan , sementara rahmat Tuhan hanya membantunya. .Jadi berbeda benar dengan pandangan Luther dan Calvin bahwa karya Yesus di kayu salib adalah benar-benar datang dari kemauan Allah dalam mencari manusia yang berdosa , supaya dengan iman yang diberikan kepada mereka , mereka percaya pada karya tersebut dan diselamatkan .(band. Filipi 1 :29 ; Efesus 2 : 8 ; 2 Tesalonika 3 : 2 ; Roma 12 ; 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ) Dalam buku "Sejarah Gereja " , DR. H. Berkhof menulis :
"Perbedaan pandangan antara kedua golongan itu adalah berdasarkan perbedaan anggapannya tentang tabiat dan kesanggupan manusia . Pengikut-pengikut Jakobus Arminius yang disebut Arminian, memandang manusia itu secara optimis ! Walaupun manusia telah jatuh ke dalam dosa , tapi ia belum kehilangan nilainya dan kesanggupan untuk berbuat baik . ( sama dengan pandangan Pelagius ; penulis ) , sehingga manusia dapat dan wajib berusaha untuk mendapatkan keselamatan bersama-sama rahmat Tuhan yang membantunya ( sama dengan ajaran sinergisme dari semi pelagian ; penulis ) .Kita lihat ajarannya ini bahwa pandangannya terhadap manusia ini sesuai dengan anggapan semi-pelagian dan Gereja Katolik Roma ( saat itu ; penulis ). Padahal pandangan Alkitab , Paulus, Agustinus, Martin Luther dan Jhon Calvin lain sekali , karena manusia dipandang dari terang kekudusan Allah . Golongan Gomarus yang memihak pandangan ini (maksudnya memihak pada pandangan Alkitab ; penulis ) merasa ajaran Arminius sangat bengis , karena membawa manusia pada putus asa . Bukankah dengan ajaran itu ( ajaran Arminius ; penulis ) manusia yang berdosa disuruh bersandar pada usaha dan kerajinannya sendiri saja untuk merebut keselamatan , sama seperti yang diajarkan Gereja Katolik Roma (saat itu ; penulis ) ? ( Dr. H. Berkhof , Sejarah Gereja 2006 , hal.210 )
Banyak orang menganggap bahwa teologi Luther dan Calvin menghilangkan kehendak-bebas manusia , padahal bukan demikian adanya . Jika Pelagius, Erasmus dan Arminius memandang kehendak bebas manusia itu adalah kehendak bebas yang mutlak, maka Luther dan Calvin memandang bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia itu tidak mutlak tetapi terikat , dalam arti dikendalikan oleh Allah yang mempunyai kedaulatan untuk mengendalikan, sehingga manusia tidak sanggup lagi menggunakan kehendak bebasnya selain dalam kendali Allah .
Namun ajaran Arminius itu tetap hidup sampai sekarang di dalam beberapa denominasi gereja . Mereka menganggap usaha manusia yang lahir dari kehendaknya yang bebas itu berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Meskipun nyata-nyata Alkitab mencatat bahwa pekerjaan Kristus dalam karya salibNya adalah mutlak inisiatif dari Allah , mereka tetap memandang keselamatan itu pada tabiat dan kesanggupan manusia untuk berinisiatif merebut keselamatan , sementara rahmat Tuhan hanya membantunya. .Jadi berbeda benar dengan pandangan Luther dan Calvin bahwa karya Yesus di kayu salib adalah benar-benar datang dari kemauan Allah dalam mencari manusia yang berdosa , supaya dengan iman yang diberikan kepada mereka , mereka percaya pada karya tersebut dan diselamatkan .(band. Filipi 1 :29 ; Efesus 2 : 8 ; 2 Tesalonika 3 : 2 ; Roma 12 ; 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ) Dalam buku "Sejarah Gereja " , DR. H. Berkhof menulis :
"Perbedaan pandangan antara kedua golongan itu adalah berdasarkan perbedaan anggapannya tentang tabiat dan kesanggupan manusia . Pengikut-pengikut Jakobus Arminius yang disebut Arminian, memandang manusia itu secara optimis ! Walaupun manusia telah jatuh ke dalam dosa , tapi ia belum kehilangan nilainya dan kesanggupan untuk berbuat baik . ( sama dengan pandangan Pelagius ; penulis ) , sehingga manusia dapat dan wajib berusaha untuk mendapatkan keselamatan bersama-sama rahmat Tuhan yang membantunya ( sama dengan ajaran sinergisme dari semi pelagian ; penulis ) .Kita lihat ajarannya ini bahwa pandangannya terhadap manusia ini sesuai dengan anggapan semi-pelagian dan Gereja Katolik Roma ( saat itu ; penulis ). Padahal pandangan Alkitab , Paulus, Agustinus, Martin Luther dan Jhon Calvin lain sekali , karena manusia dipandang dari terang kekudusan Allah . Golongan Gomarus yang memihak pandangan ini (maksudnya memihak pada pandangan Alkitab ; penulis ) merasa ajaran Arminius sangat bengis , karena membawa manusia pada putus asa . Bukankah dengan ajaran itu ( ajaran Arminius ; penulis ) manusia yang berdosa disuruh bersandar pada usaha dan kerajinannya sendiri saja untuk merebut keselamatan , sama seperti yang diajarkan Gereja Katolik Roma (saat itu ; penulis ) ? ( Dr. H. Berkhof , Sejarah Gereja 2006 , hal.210 )
Banyak orang menganggap bahwa teologi Luther dan Calvin menghilangkan kehendak-bebas manusia , padahal bukan demikian adanya . Jika Pelagius, Erasmus dan Arminius memandang kehendak bebas manusia itu adalah kehendak bebas yang mutlak, maka Luther dan Calvin memandang bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia itu tidak mutlak tetapi terikat , dalam arti dikendalikan oleh Allah yang mempunyai kedaulatan untuk mengendalikan, sehingga manusia tidak sanggup lagi menggunakan kehendak bebasnya selain dalam kendali Allah .
Perbedaan hukum Torat dengan Kasih Karunia :
Torat harus ditaati karena Torat bersifat hukum (legalistik) . Di zaman Torat , ketaatan diperlukan untuk syarat dibenarkan oleh Tuhan . Tidak taat , pasti terkutuk ( Ulangan 27 : 26 ; Galatia 3 : 10 ) . Di zaman Torat , orang berzina , dihukum mati , dan tidak ada pengampunan ! Di zaman Torat orang membunuh , sudah pasti dihukum mati , dan juga tidak ada pengampunan . Berkat diperoleh dari ketaatan dan kalau tidak taat , terkutuk . ! ( Ulangan 28 : 2 dan 15 ) . Ketika orang Israel mengomel , Tuhan marah besar dan akibatnya banyak orang Israel yang mati dipagut ular berbisa ! (Bilangan 21 : 6 ). Sama sekali tidak ada kasih-karunia . Karena manusia selalu bersalah , selalu berada di bawah ancaman kutuk , dosa dan hukuman . Oleh karena itu , dari hukum Torat kita diberitahu bahwa manusia selalu melakukan upacara korban pagi dan korban petang (Bilangan 28 : 1-8). Belum lagi korban keselamatan dan korban penghapus dosa (Imamat pasal 3 dan 4 ). Setahun sekali diadakan Hari Raya Pendamaian , hari berdamai dengan Tuhan atas segala dosa orang selama satu tahun ( Imamat 16 : 34 ) .Semuanya bernuansa legalistik (hukum). Demikian dilakukan terus-menerus selama lebih dari 1200 tahun sejak Torat diberikan lewat Musa ! Jadi selama lebih dari 1200 tahun , manusia tidak pernah lolos dari kutuk Torat dikarenakan tidak ada seorangpun manusia yang sanggup melakukan semua aturan hukum Torat .Jadi benarlah kata Alkitab bahwa : "Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan ", jadi benar-benar kerusakan total (total depravity). Betul manusia dengan kehendak-bebasnya berusaha berbuat baik , namun tidak satupun yang mampu menggenapi seluruh aturan hukum Torat dengan perbuatan ! Tidak ada ! (band. Roma 11 : 32 )
"Seperti ada tertulis : Tidak ada yang benar seorangpun tidak . Tidak ada seorangpun yang berakal-budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah . Semua orang telah menyeleweng , mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik , seorangpun tidak ....Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan dalam Kristus Yesus .' ( Roma 3 : 10 - 12 dan 23- 24 Terjemahan LAI 1987 )
Meskipun orang telah berusaha untuk berbuat baik , mereka tetap dianggap tidak benar dan tidak seorangpun yang baik , selain bahwa semua orang berdosa , sudah menyeleweng ! Mengapa dianggap begitu ? Karena tuntutan hukum Tuhan mengharuskan manusia mengerjakan seluruhnya yang nyatanya tidak sanggup digenapi oleh manusia .(band. Yakobus 2 : 10 ). Sebaik apapun hidup manusia, sesaleh apapun kehidupannya , tetap saia di hadapan Tuhan , tidak ada manusia yang baik ! Mengapa ? Tidak perlu diulang-ulang bahwa fakta telah nyata , tidak ada seorangpun yang bisa melakukan semuanya sesuai tuntutan Allah . (band. Galatia 3 : 10 - 11 ). Tetapi puji syukur pada Tuhan Yesus, ketika ia datang ke dunia mencari kita , jangan sampai ada yang terhilang . Memang kita semua berdosa , namun oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma ( tanpa syarat ; penulis ) dalam penebusan Kristus Yesus . Inilah kasih karunia ! Inisiatif datang dari Allah , bukan dari manusia ! Jika kita bersalah, kita tidak akan dihukum , tetapi diampuni, tanpa syarat ! Kalau kita berdosa , kita tidak akan dihukum , melainkan diampuni, tanpa syarat. . Kalau kita keliru , kita tidak akan dihukum seperti pada zaman Torat , tetapi selalu diampuni, tanpa syarat . . Betullah kata Alkitab yang mengatakan :
"Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus . Sebab Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan hukum maut ." ( Roma 8 : 1-2 , Terjemahan LAI 1987 )
Kisah wanita-nakal dalam Yohanes 8 : 2 - 11 juga menjadi bukti bahwa hukum Torat berbeda dengan kasih-karunia . Wanita itu tidak lagi dihukum mati sebagai tuntutan hukum Torat ! Melainkan langsung diampuni dengan nasehat jangan berbuat lagi (ayat 11). Jadi jelas , pengampunan diikuti oleh pertobatan . Bukan pertobatan dahulu barulah pengampunan . Ini terbalik ! Saya ulangi :" Pengampunan dahulu , baru diikuti pertobatan ! Dalam kaitannya dengan pengampunan ini , saudara jangan mencampur-adukkan dengan hukuman dunia . Kita sedang bicara masalah keselamatan kekal. Sebagai orang percaya , segala dosa kita sudah diampuni ! Namun bukan berarti bahwa kita lolos dari hukum dunia kalau melakukan pelanggaran (Roma 13 : 1- 5 ) . Jika seseorang yang telah diselamatkan melakukan penipuan , misalnya , dosa penipuannya pasti diampuni , namun pelanggarannya terhadap hukum-negara harus dipertanggung-jawabkan di depan Pengadilan dunia ! Jika seorang percaya melakukan perzinahan , memang dosanya diampuni , tetapi resiko perbuatannya di dunia pasti tetap dipertanggung-jawabkan, misalnya terjangkit penyakit kelamin atau dikejar-kejar suami dari perempuan yang dizinahi !
Perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia :
Sering-kali kita tidak dapat membedakan kebenaran Allah ( theon dikaiosune) dengan kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune). Roma 10 : 2 - 3 memperjelas perbedaan kedua kebenaran itu .Kebenaran manusia terletak pada perbuatan baiknya . Jikalau kita melakukan kebaikan kepada sesama manusia, itu adalah benar dan dianggap benar di hadapan manusia . Ketika kita menyumbang 100 karung beras untuk orang-orang yang tertimpa bencana banjir , siapa bilang itu salah ! Itu adalah benar ! Namun saudara jangan kecil hati kalau dikatakan bahwa itu hanyalah kebenaran manusia , bukan kebenaran Tuhan ! Seluruh kebenaran manusia yang kita kerjakan , sama-sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Jika itu berkontribusi , maka kita sudah menganut ajaran Pelagius atau setidaknya semi-pelagian dan dalam Roma 10 : 2 - 3 dikatakan sebagai "tidak mengenal kebenaran Allah " dan "berusaha menegakkan kebenaran sendiri "!. Jikalau demikian, dimanakah letak kebenaran Allah ? Saya tidak perlu menjawab , biarlah Alkitab sendiri yang menjawab , berikut di bawah ini :
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil , karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya , pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya (maksudnya di dalam Injil) nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman , seperti ada tertulis :" Orang benar akan hidup oleh iman" ( Roma 1 : 16 - 17 , Terjemahan LAI 1987 )
Jadi jelas bahwa kebenaran Allah itu terletak pada Injil (Kabar Baik ; euanggelion , Yunani ) ! Apakah kabar Baik itu ? Inilah bentuk berita bahwa fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang telah menyelamatkan orang berdosa . Jadi kebenaran Allah bukan terletak pada perbuatan baik manusia , melainkan pada perbuatan baik Kristus di kayu salib . Yang dilihat Allah supaya kita dipandang benar di hadapanNya , adalah kebaikan Kristus dan sama-sekali bukan kebaikan kita ! (band., Roma 9 : 30 - 32) Saudara dan saya dipandang benar dalam kebenaran Allah berdasarkan kebenaran Kristus dan sama-sekali bukan karena kebenaran kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan .Bagian akhir dari teks Roma 1 : 17 dalam bahasa sumber berbunyi :" Ho dikaios ek pisteos zesetai " . Ini lebih jelas artinya yaitu :" Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ! Dibenarkan karena imannya , bukan karena perbuatannya !
Perbedaan periode waktu dalam Alkitab :
Adalah merupakan suatu fakta bahwa ada dua periode waktu dalam Alkitab ! Yang pertama adalah periode waktu sebelum darah Yesus tumpah di kayu salib dan yang kedua adalah periode waktu setelah darah Yesus tumpah di kayu salib . Fakta tak terbantah adalah penebusan dosa satu kali untuk selama-lamanya , tidak terjadi pada masa sebelum darahNya tumpah ! Fakta membuktikan penebusan kekal terjadi setelah darahNya tumpah ! Jadi jikalau kita akan membicarakan masalah keselamatan , setiap penjabaran tidak boleh lepas dari konstek setelah darahNya tumpah ! Jika orang berkhotbah tentang keselamatan , sementara ia menguraikan masalah- perbuatan dalam hukum Torat , maka jelas ini tidak "ngonstek " ! Lagi pula , yang diperintahkan Tuhan Yesus bahwa kita harus mengabarkan berita , maksudnya berita Kabar Baik (Injil) , dan bukan Torat . Pertanyaannya , kita hidup di bawah Torat dan pada zaman Torat ataukah kita hidup di bawah kasih-karunia di zaman kasih karunia ? Apakah saudara hidup di masa sebelum darah Yesus tumpah ataukah di masa setelah darah Yesus tumpah ? (band. Roma 6 : 14 ). Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :
" Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula .(Markus 2 : 22 Terjemahan LAI 1987 )
Sekalipun konstek teks di atas adalah perihal berpuasa seperti yang ada disinggung dalam hukum Torat , namun bisa kita kembangkan melalui theological canonical reading sebagai wahyu yang berkembang , bahwa tidak mungkin kita mencampurkan kasih-karunia dengan hukum Torat terkait keselamatan kekal . Torat menuntut ketaatan ( bersyarat ) , sementara kasih-karunia tidak menuntut apa-apa, selain manusia menerima saja keselamatan itu dengan gratis (tanpa syarat apa-apa ) . Torat tidak mengenal pengampunan tanpa syarat , kasih-karunia penuh pengampunan tanpa syarat . Tidaklah mungkin kita mencampurkan kasih karunia dengan sistem hukum . Mengapa ? Melakukan hukum Torat, sudah jelas inisiatifnya datang dari pihak manusia untuk melakukannnya Sedangkan kasih-karunia, inisiatifnya datang dari Allah yang datang untuk menyelamatkan kita yang berdosa . Meskipun hukum Torat tidak batal, namun dalam kaitannya dengan keselamatan kekal, hukum Torat dikesampingkan karena sudah terbukti bahwa sistem legalistik tidak mampu membawa manusia keluar dari keadaan berdosa . (band. Lukas 16 ; 16 ) Jadi kedudukan hukum Torat sekarang hanya sebagai pedoman untuk kita mengenal dosa dan bukan untuk melepaskan kita dari perhambaan dosa . ( Band, Roma 7 : 6 - 7 )
Maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia :
Banyak orang kurang memahami maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ! Setiap bulan Desember orang selalu ramai merayakan Natal dengan meriah tanpa mengerti makna sebenarnya ! Banyak slogan Natal yang berbunyi :" Semangat Natal memperdamaikan manusia dengan saling-mengasihi " . Slogan seperti ini secara sepintas benar dan tidak salah , tetapi secara subtantif adalah salah besar ! Mengapa ? Karena tujuan utama Yesus datang kedunia bukan untuk mengajarkan perbuatan baik , sekalipun ajaranNya adalah ajaran kasih ! Namun tujuan utamaNya datang ke dunia , bukanlah itu ! Tujuan utamaNya adalah untuk menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa kita ( band. Matius 1 : 21 ) . Perhatikan ucapanNya di bawah ini :
"Bapa mengasihi aku oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali . Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu ( maksudNya : mengambil nyawaNya ; penulis) , melainkan Aku memberikannya (maksudNYa : memberikan nyawaNya ; penulis ) menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya ( maksudNya : memberikan nyawaNya di kayu salib) dan berkuasa mengambilnya kembali (maksudNya : pada waktu Ia hidup kembali ). Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu ." ( Yohanes 10 : 17 - 18 Terjemahan LAI 1987 )
Perhatikan ! Bahwa Yesus mengatakan bahwa ia harus mati menurut kehendakNya sendiri . Dan juga Dia harus bangkit dari kematian menurut kuasaNya sendiri . Jadi dengan tegas Dia berkata bahwa Dia harus mati dan harus bangkit untuk keselamatan kita , domba-dombanya . Dan bahwa itu adalah tujuan utamaNya , terlihat secara explisit pada ucapanNya : " Inilah tugas yang Kuterima dari Bapaku ." . Terus terang harus kita akui bahwa kita diselamatkan bukan karena ajaranNya , melainkan karena karyaNya di kayu salib . Harus dibedakan antara ajaranNya dan karya SalibNya ! Harus dibedakan waktu sebelum darahNya tumpah dengan waktu setelah darahNya tumpah . Kita hidup di waktu yang mana ?
Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran Oleh Iman :
Sejarah Gereja membuktikan bahwa Kekristenan adalah suatu ajaran yang senantiasa berkecimpung dalam theologi soteria ( keselamatan ) . Di sinilah bedanya Kekristenan dengan semua agama lain yang ada . Kekristenan selalu mengangkat topik tentang keselamatan , karena hanya pada Kekristenan terdapat adanya penebusan-dosa yang dilakukan oleh Allah melalui Kristus Yesus . Implikasinya timbullah berbagai banyak pertanyaan yang harus dijawab . Apakah subtansial dari karya Salib Kristus itu ? Sejauh apa karya tersebut menyelamatkan manusia ? Apakah ada kontribusi manusia pada karya penebusan tersebut ? Masalah-masalah seperti itulah yang menjadi pembicaraan dari abad keabad , sehingga bermacam-macam tafsiran timbul , mulai dari pandangan Arius , Origenes, Agustinus , Pelagius , Erasmus , Martin Luther , Thomas Aquinos , Jhon Calvin , Jakobus Arminius dan lain-lainya . Sekalipun demikian , tetap saja bahwa pedoman dari Kekristenan adalah Alkitab (sola scripture ) dan oleh karena Kekristenan bukanlah agama Yahudi yang bertumpu pada hukum Torat , maka pedoman yang lain lagi adalah kasih-karunia (sola gracia) oleh karya Kristus yang melahirkan pedoman berikutnya , yakni iman (sola fide).pada karya Salib Kristus.
Selama berabad-abad Gereja dipengaruhi oleh ajaran sekitarnya , ajaran dari agama lain, juga termasuk ajaran dari penyembah berhala dan filsafat dari filsuf Yunani . Kita mengenal ajaran sinergisme dari Aesop (penyembah berhala) , Euripides (filsuf Yunani) , George Herbert (seorang behaviorisme) dan Benyamin Franklin ( seorang Deisme ) .Kita juga mengenal ajaran Epicurus (filsuf Yunani) yang berpandangan Deis tentang kehendak bebas manusia atau Erasmus (seorang humanis) yang mendukung ajaran tentang kehendak bebas manusia Pertikaian teologi selama berabad-abad mengoyak tubuh Kristus . .Akhirnya, pada abad ke XX , pada tanggal 31 Oktober 1999 , di Ausburg Jerman , setelah melalui pergumulan selama puluhan tahun mengenai pembenaran oleh Allah , denominasi Gereja terbesar di dunia , Gereja Katolik Roma , menandatangani Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran ( the Joint Declaration on the Doctrine of Justification /JDDJ ) bersama Gereja Protestan yang diwakili oleh Lutheran World Federation (LWF) , yang bagian ketiganya berbunyi :
"Together we confess : By grace alone , in faith in Christ's saving work and not because of any merit on our part , we ara accapted by God and receive the Holy Spirit who renews our hearts while equipping and calling us to good works . "
Intinya, kedua denominasi gereja terbesar tersebut telah mengakui bahwa "oleh kasih-karunia saja , di dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan dikarenakan jasa perbuatan-kebaikan manusia, kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus yang memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik ! "
Nampak dengan jelas bahwa usaha manusia dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik , sama sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Perbuatan-perbuatan baik itu hanya buah dari keselamatan yang diberikan Allah tanpa syarat . Menurut pendapat saya , perbuatan-perbuatan baik itu adalah ungkapan rasa syukur dan terima-kasih kita oleh karena kita sudah diselamatkan . Sebagai catatan , dengan lahirnya Deklarasi Bersama tersebut, dikotomi antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant , sudah tidak ada lagi . Karena keduanya sudah sepakat bahwa pembenaran oleh Allah berdasarkan oleh kasih-karunia saja dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan pada kebaikan manusia . Dengan demikian Deklarasi Bersama ini sudah menggugurkan semua ajaran yang lahir dari pandangan Pelagius dan semi-pelagian .
Teks-teks Alkitab yang sering ditafsir salah :
Iman itu pemberian Allah ! (Filipi 1 : 29 ; Efesus 2 : 8 ; Roma 12 : 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ; 2 Tesalonika 3 : 2 dll) Keselamatan itu datang dari pihak Allah . Bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia . Keselamatan benar-benar pemberian cuma-cuma dari Allah tanpa menuntut apa-apa , dan manusia menerimanya dengan iman dan dengan tangan. kosong , tidak membawa syarat apa-apa . Dengan demikian , adalah benar keselamatan itu bukan usaha manusia , melainkan hanya karena kasih-karunia Allah saja dalam karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Tetapi pasti selalu akan ada sebagian orang yang mempertanyakan teks Alkitab berikut ini :
"..dan mereka yang telah berbuat baik , akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal , tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum ." ( Yohanes 5 : 29 Terjemahan LAI 2002 )
Sepintas , jika teks di atas kita lepas dari konsteknya , baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauh , "kelihatannya ", keselamatan itu datang dari usaha manusia lewat perbuatan-perbuatan baik !Kalau kita diselamatkan dari karena perbuatan baik ,seluruh teks dalam Alkitab yang menyuarakan kasih-karunia, menjadi gugur-berantakan . Kalau memang demikian adanya, teks Yohanes 5 : 29 bertabrakan dengan konstek jarak dekatnya pada Yohanes 5 : 24 dan Yohanes 3 : 16 . Berbenturan juga dengan konstek jarak jauhnya pada Roma 3 : 10 - 12 dan 27 - 28 . Bertentangan juga dengan Titus 3 : 4 -5 . Berlawanan pula dengan Matius 26 : 28 . Berbicara masalah keselamatan tidak bisa lepas dari pengampunan dosa ! Dalam Matius 26 : 28 sudah jelas Yesus berkata bahwa "Ia menumpahkan darahNya untuk pengampunan dosa-dosa ." ! Dosa hanya dapat diampuni oleh darah Yesus ! Jangan ditukar dengan perbuatan baik ! Dengan demikian jelas bahwa makna "berbuat baik" dalam teks Yohanes 5 : 29 itu adalah dalam konstek "berbuat baik secara vertikal " , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus ! ( band. Matius 7 : 23 dan Yohanes 6 : 28 - 29 dan 8 : 24 ). Lalu, bagaimana dengan teks di bawah ini ?
"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya , yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan , kehormatan dan ketidak-binasaan ." ( Roma 2 : 6 - 7 Terjemahan LAI 1987 )
Sama dengan teks Yohanes 5 : 29 , jika teks di atas dilepaskan dari konstek-konsteknya , sekilas "kelihatan" seakan-akan yang memberikan kita keselamatan itu adalah usaha manusia dari berbuat baik ! Padahal bukan demikian adanya . Pertanyaannya adalah perbuatan baik yang bagaimana ? Vertikal atau horizontal ? Jelas yang dimaksud adalah perbuatan baik vertikal , yakni percaya pada karya penyelamatan Kristus yang memberikan kemuliaan, kehormatan dan ketidak-binasaan ! (band. Roma 8 : 30 ). Jika tidak demikian , maka teks Roma 2 : 6 - 7 ini akan berbenturan dengan konstek jarak-dekatnya, yakni Roma 1 : 16 - 17 , tentang "orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ." . Berlawanan pula dengan Roma 3 : 27 : 28 , bahwa " orang dibenarkan bukan karena perbuatannya melainkan karena imannya ." . Berbenturan juga dengan konstek jarak-jauhnya seperti pada 1 Korintus 6 : 20 dan 1 Petrus 1 : 18 - 19 serta Wahyu 5 : 9 , yang menyatakan bahwa kita sudah dibeli dan lunas dibayar dengan darah Kristus Yesus ! Bukan dengan yang lain-lain , termasuk amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita .! Jadi setiap kali kita bertemu dengan teks Alkitab yang "kelihatannya" menggambarkan bahwa perbuatan-baik kitalah yang menyelamatkan kita , maka gunakanlah hermenutika , dan paling tidak jangan melepaskan teks dari konsteknya, baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauhnya .
Kesimpulan :
Torat harus ditaati karena Torat bersifat hukum (legalistik) . Di zaman Torat , ketaatan diperlukan untuk syarat dibenarkan oleh Tuhan . Tidak taat , pasti terkutuk ( Ulangan 27 : 26 ; Galatia 3 : 10 ) . Di zaman Torat , orang berzina , dihukum mati , dan tidak ada pengampunan ! Di zaman Torat orang membunuh , sudah pasti dihukum mati , dan juga tidak ada pengampunan . Berkat diperoleh dari ketaatan dan kalau tidak taat , terkutuk . ! ( Ulangan 28 : 2 dan 15 ) . Ketika orang Israel mengomel , Tuhan marah besar dan akibatnya banyak orang Israel yang mati dipagut ular berbisa ! (Bilangan 21 : 6 ). Sama sekali tidak ada kasih-karunia . Karena manusia selalu bersalah , selalu berada di bawah ancaman kutuk , dosa dan hukuman . Oleh karena itu , dari hukum Torat kita diberitahu bahwa manusia selalu melakukan upacara korban pagi dan korban petang (Bilangan 28 : 1-8). Belum lagi korban keselamatan dan korban penghapus dosa (Imamat pasal 3 dan 4 ). Setahun sekali diadakan Hari Raya Pendamaian , hari berdamai dengan Tuhan atas segala dosa orang selama satu tahun ( Imamat 16 : 34 ) .Semuanya bernuansa legalistik (hukum). Demikian dilakukan terus-menerus selama lebih dari 1200 tahun sejak Torat diberikan lewat Musa ! Jadi selama lebih dari 1200 tahun , manusia tidak pernah lolos dari kutuk Torat dikarenakan tidak ada seorangpun manusia yang sanggup melakukan semua aturan hukum Torat .Jadi benarlah kata Alkitab bahwa : "Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan ", jadi benar-benar kerusakan total (total depravity). Betul manusia dengan kehendak-bebasnya berusaha berbuat baik , namun tidak satupun yang mampu menggenapi seluruh aturan hukum Torat dengan perbuatan ! Tidak ada ! (band. Roma 11 : 32 )
"Seperti ada tertulis : Tidak ada yang benar seorangpun tidak . Tidak ada seorangpun yang berakal-budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah . Semua orang telah menyeleweng , mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik , seorangpun tidak ....Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan dalam Kristus Yesus .' ( Roma 3 : 10 - 12 dan 23- 24 Terjemahan LAI 1987 )
Meskipun orang telah berusaha untuk berbuat baik , mereka tetap dianggap tidak benar dan tidak seorangpun yang baik , selain bahwa semua orang berdosa , sudah menyeleweng ! Mengapa dianggap begitu ? Karena tuntutan hukum Tuhan mengharuskan manusia mengerjakan seluruhnya yang nyatanya tidak sanggup digenapi oleh manusia .(band. Yakobus 2 : 10 ). Sebaik apapun hidup manusia, sesaleh apapun kehidupannya , tetap saia di hadapan Tuhan , tidak ada manusia yang baik ! Mengapa ? Tidak perlu diulang-ulang bahwa fakta telah nyata , tidak ada seorangpun yang bisa melakukan semuanya sesuai tuntutan Allah . (band. Galatia 3 : 10 - 11 ). Tetapi puji syukur pada Tuhan Yesus, ketika ia datang ke dunia mencari kita , jangan sampai ada yang terhilang . Memang kita semua berdosa , namun oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma ( tanpa syarat ; penulis ) dalam penebusan Kristus Yesus . Inilah kasih karunia ! Inisiatif datang dari Allah , bukan dari manusia ! Jika kita bersalah, kita tidak akan dihukum , tetapi diampuni, tanpa syarat ! Kalau kita berdosa , kita tidak akan dihukum , melainkan diampuni, tanpa syarat. . Kalau kita keliru , kita tidak akan dihukum seperti pada zaman Torat , tetapi selalu diampuni, tanpa syarat . . Betullah kata Alkitab yang mengatakan :
"Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus . Sebab Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan hukum maut ." ( Roma 8 : 1-2 , Terjemahan LAI 1987 )
Kisah wanita-nakal dalam Yohanes 8 : 2 - 11 juga menjadi bukti bahwa hukum Torat berbeda dengan kasih-karunia . Wanita itu tidak lagi dihukum mati sebagai tuntutan hukum Torat ! Melainkan langsung diampuni dengan nasehat jangan berbuat lagi (ayat 11). Jadi jelas , pengampunan diikuti oleh pertobatan . Bukan pertobatan dahulu barulah pengampunan . Ini terbalik ! Saya ulangi :" Pengampunan dahulu , baru diikuti pertobatan ! Dalam kaitannya dengan pengampunan ini , saudara jangan mencampur-adukkan dengan hukuman dunia . Kita sedang bicara masalah keselamatan kekal. Sebagai orang percaya , segala dosa kita sudah diampuni ! Namun bukan berarti bahwa kita lolos dari hukum dunia kalau melakukan pelanggaran (Roma 13 : 1- 5 ) . Jika seseorang yang telah diselamatkan melakukan penipuan , misalnya , dosa penipuannya pasti diampuni , namun pelanggarannya terhadap hukum-negara harus dipertanggung-jawabkan di depan Pengadilan dunia ! Jika seorang percaya melakukan perzinahan , memang dosanya diampuni , tetapi resiko perbuatannya di dunia pasti tetap dipertanggung-jawabkan, misalnya terjangkit penyakit kelamin atau dikejar-kejar suami dari perempuan yang dizinahi !
Perbedaan kebenaran Allah dengan kebenaran manusia :
Sering-kali kita tidak dapat membedakan kebenaran Allah ( theon dikaiosune) dengan kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune). Roma 10 : 2 - 3 memperjelas perbedaan kedua kebenaran itu .Kebenaran manusia terletak pada perbuatan baiknya . Jikalau kita melakukan kebaikan kepada sesama manusia, itu adalah benar dan dianggap benar di hadapan manusia . Ketika kita menyumbang 100 karung beras untuk orang-orang yang tertimpa bencana banjir , siapa bilang itu salah ! Itu adalah benar ! Namun saudara jangan kecil hati kalau dikatakan bahwa itu hanyalah kebenaran manusia , bukan kebenaran Tuhan ! Seluruh kebenaran manusia yang kita kerjakan , sama-sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Jika itu berkontribusi , maka kita sudah menganut ajaran Pelagius atau setidaknya semi-pelagian dan dalam Roma 10 : 2 - 3 dikatakan sebagai "tidak mengenal kebenaran Allah " dan "berusaha menegakkan kebenaran sendiri "!. Jikalau demikian, dimanakah letak kebenaran Allah ? Saya tidak perlu menjawab , biarlah Alkitab sendiri yang menjawab , berikut di bawah ini :
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil , karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya , pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya (maksudnya di dalam Injil) nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman , seperti ada tertulis :" Orang benar akan hidup oleh iman" ( Roma 1 : 16 - 17 , Terjemahan LAI 1987 )
Jadi jelas bahwa kebenaran Allah itu terletak pada Injil (Kabar Baik ; euanggelion , Yunani ) ! Apakah kabar Baik itu ? Inilah bentuk berita bahwa fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang telah menyelamatkan orang berdosa . Jadi kebenaran Allah bukan terletak pada perbuatan baik manusia , melainkan pada perbuatan baik Kristus di kayu salib . Yang dilihat Allah supaya kita dipandang benar di hadapanNya , adalah kebaikan Kristus dan sama-sekali bukan kebaikan kita ! (band., Roma 9 : 30 - 32) Saudara dan saya dipandang benar dalam kebenaran Allah berdasarkan kebenaran Kristus dan sama-sekali bukan karena kebenaran kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan .Bagian akhir dari teks Roma 1 : 17 dalam bahasa sumber berbunyi :" Ho dikaios ek pisteos zesetai " . Ini lebih jelas artinya yaitu :" Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ! Dibenarkan karena imannya , bukan karena perbuatannya !
Perbedaan periode waktu dalam Alkitab :
Adalah merupakan suatu fakta bahwa ada dua periode waktu dalam Alkitab ! Yang pertama adalah periode waktu sebelum darah Yesus tumpah di kayu salib dan yang kedua adalah periode waktu setelah darah Yesus tumpah di kayu salib . Fakta tak terbantah adalah penebusan dosa satu kali untuk selama-lamanya , tidak terjadi pada masa sebelum darahNya tumpah ! Fakta membuktikan penebusan kekal terjadi setelah darahNya tumpah ! Jadi jikalau kita akan membicarakan masalah keselamatan , setiap penjabaran tidak boleh lepas dari konstek setelah darahNya tumpah ! Jika orang berkhotbah tentang keselamatan , sementara ia menguraikan masalah- perbuatan dalam hukum Torat , maka jelas ini tidak "ngonstek " ! Lagi pula , yang diperintahkan Tuhan Yesus bahwa kita harus mengabarkan berita , maksudnya berita Kabar Baik (Injil) , dan bukan Torat . Pertanyaannya , kita hidup di bawah Torat dan pada zaman Torat ataukah kita hidup di bawah kasih-karunia di zaman kasih karunia ? Apakah saudara hidup di masa sebelum darah Yesus tumpah ataukah di masa setelah darah Yesus tumpah ? (band. Roma 6 : 14 ). Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :
" Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula .(Markus 2 : 22 Terjemahan LAI 1987 )
Sekalipun konstek teks di atas adalah perihal berpuasa seperti yang ada disinggung dalam hukum Torat , namun bisa kita kembangkan melalui theological canonical reading sebagai wahyu yang berkembang , bahwa tidak mungkin kita mencampurkan kasih-karunia dengan hukum Torat terkait keselamatan kekal . Torat menuntut ketaatan ( bersyarat ) , sementara kasih-karunia tidak menuntut apa-apa, selain manusia menerima saja keselamatan itu dengan gratis (tanpa syarat apa-apa ) . Torat tidak mengenal pengampunan tanpa syarat , kasih-karunia penuh pengampunan tanpa syarat . Tidaklah mungkin kita mencampurkan kasih karunia dengan sistem hukum . Mengapa ? Melakukan hukum Torat, sudah jelas inisiatifnya datang dari pihak manusia untuk melakukannnya Sedangkan kasih-karunia, inisiatifnya datang dari Allah yang datang untuk menyelamatkan kita yang berdosa . Meskipun hukum Torat tidak batal, namun dalam kaitannya dengan keselamatan kekal, hukum Torat dikesampingkan karena sudah terbukti bahwa sistem legalistik tidak mampu membawa manusia keluar dari keadaan berdosa . (band. Lukas 16 ; 16 ) Jadi kedudukan hukum Torat sekarang hanya sebagai pedoman untuk kita mengenal dosa dan bukan untuk melepaskan kita dari perhambaan dosa . ( Band, Roma 7 : 6 - 7 )
Maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia :
Banyak orang kurang memahami maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ! Setiap bulan Desember orang selalu ramai merayakan Natal dengan meriah tanpa mengerti makna sebenarnya ! Banyak slogan Natal yang berbunyi :" Semangat Natal memperdamaikan manusia dengan saling-mengasihi " . Slogan seperti ini secara sepintas benar dan tidak salah , tetapi secara subtantif adalah salah besar ! Mengapa ? Karena tujuan utama Yesus datang kedunia bukan untuk mengajarkan perbuatan baik , sekalipun ajaranNya adalah ajaran kasih ! Namun tujuan utamaNya datang ke dunia , bukanlah itu ! Tujuan utamaNya adalah untuk menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa kita ( band. Matius 1 : 21 ) . Perhatikan ucapanNya di bawah ini :
"Bapa mengasihi aku oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali . Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu ( maksudNya : mengambil nyawaNya ; penulis) , melainkan Aku memberikannya (maksudNYa : memberikan nyawaNya ; penulis ) menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya ( maksudNya : memberikan nyawaNya di kayu salib) dan berkuasa mengambilnya kembali (maksudNya : pada waktu Ia hidup kembali ). Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu ." ( Yohanes 10 : 17 - 18 Terjemahan LAI 1987 )
Perhatikan ! Bahwa Yesus mengatakan bahwa ia harus mati menurut kehendakNya sendiri . Dan juga Dia harus bangkit dari kematian menurut kuasaNya sendiri . Jadi dengan tegas Dia berkata bahwa Dia harus mati dan harus bangkit untuk keselamatan kita , domba-dombanya . Dan bahwa itu adalah tujuan utamaNya , terlihat secara explisit pada ucapanNya : " Inilah tugas yang Kuterima dari Bapaku ." . Terus terang harus kita akui bahwa kita diselamatkan bukan karena ajaranNya , melainkan karena karyaNya di kayu salib . Harus dibedakan antara ajaranNya dan karya SalibNya ! Harus dibedakan waktu sebelum darahNya tumpah dengan waktu setelah darahNya tumpah . Kita hidup di waktu yang mana ?
Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran Oleh Iman :
Sejarah Gereja membuktikan bahwa Kekristenan adalah suatu ajaran yang senantiasa berkecimpung dalam theologi soteria ( keselamatan ) . Di sinilah bedanya Kekristenan dengan semua agama lain yang ada . Kekristenan selalu mengangkat topik tentang keselamatan , karena hanya pada Kekristenan terdapat adanya penebusan-dosa yang dilakukan oleh Allah melalui Kristus Yesus . Implikasinya timbullah berbagai banyak pertanyaan yang harus dijawab . Apakah subtansial dari karya Salib Kristus itu ? Sejauh apa karya tersebut menyelamatkan manusia ? Apakah ada kontribusi manusia pada karya penebusan tersebut ? Masalah-masalah seperti itulah yang menjadi pembicaraan dari abad keabad , sehingga bermacam-macam tafsiran timbul , mulai dari pandangan Arius , Origenes, Agustinus , Pelagius , Erasmus , Martin Luther , Thomas Aquinos , Jhon Calvin , Jakobus Arminius dan lain-lainya . Sekalipun demikian , tetap saja bahwa pedoman dari Kekristenan adalah Alkitab (sola scripture ) dan oleh karena Kekristenan bukanlah agama Yahudi yang bertumpu pada hukum Torat , maka pedoman yang lain lagi adalah kasih-karunia (sola gracia) oleh karya Kristus yang melahirkan pedoman berikutnya , yakni iman (sola fide).pada karya Salib Kristus.
Selama berabad-abad Gereja dipengaruhi oleh ajaran sekitarnya , ajaran dari agama lain, juga termasuk ajaran dari penyembah berhala dan filsafat dari filsuf Yunani . Kita mengenal ajaran sinergisme dari Aesop (penyembah berhala) , Euripides (filsuf Yunani) , George Herbert (seorang behaviorisme) dan Benyamin Franklin ( seorang Deisme ) .Kita juga mengenal ajaran Epicurus (filsuf Yunani) yang berpandangan Deis tentang kehendak bebas manusia atau Erasmus (seorang humanis) yang mendukung ajaran tentang kehendak bebas manusia Pertikaian teologi selama berabad-abad mengoyak tubuh Kristus . .Akhirnya, pada abad ke XX , pada tanggal 31 Oktober 1999 , di Ausburg Jerman , setelah melalui pergumulan selama puluhan tahun mengenai pembenaran oleh Allah , denominasi Gereja terbesar di dunia , Gereja Katolik Roma , menandatangani Deklarasi Bersama Tentang Pembenaran ( the Joint Declaration on the Doctrine of Justification /JDDJ ) bersama Gereja Protestan yang diwakili oleh Lutheran World Federation (LWF) , yang bagian ketiganya berbunyi :
"Together we confess : By grace alone , in faith in Christ's saving work and not because of any merit on our part , we ara accapted by God and receive the Holy Spirit who renews our hearts while equipping and calling us to good works . "
Intinya, kedua denominasi gereja terbesar tersebut telah mengakui bahwa "oleh kasih-karunia saja , di dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan dikarenakan jasa perbuatan-kebaikan manusia, kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus yang memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik ! "
Nampak dengan jelas bahwa usaha manusia dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik , sama sekali tidak berkontribusi pada keselamatan kita . Perbuatan-perbuatan baik itu hanya buah dari keselamatan yang diberikan Allah tanpa syarat . Menurut pendapat saya , perbuatan-perbuatan baik itu adalah ungkapan rasa syukur dan terima-kasih kita oleh karena kita sudah diselamatkan . Sebagai catatan , dengan lahirnya Deklarasi Bersama tersebut, dikotomi antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Protestant , sudah tidak ada lagi . Karena keduanya sudah sepakat bahwa pembenaran oleh Allah berdasarkan oleh kasih-karunia saja dalam iman pada karya penyelamatan Kristus dan bukan pada kebaikan manusia . Dengan demikian Deklarasi Bersama ini sudah menggugurkan semua ajaran yang lahir dari pandangan Pelagius dan semi-pelagian .
Teks-teks Alkitab yang sering ditafsir salah :
Iman itu pemberian Allah ! (Filipi 1 : 29 ; Efesus 2 : 8 ; Roma 12 : 3 ; 2 Petrus 1 : 1 ; 2 Tesalonika 3 : 2 dll) Keselamatan itu datang dari pihak Allah . Bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia . Keselamatan benar-benar pemberian cuma-cuma dari Allah tanpa menuntut apa-apa , dan manusia menerimanya dengan iman dan dengan tangan. kosong , tidak membawa syarat apa-apa . Dengan demikian , adalah benar keselamatan itu bukan usaha manusia , melainkan hanya karena kasih-karunia Allah saja dalam karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Tetapi pasti selalu akan ada sebagian orang yang mempertanyakan teks Alkitab berikut ini :
"..dan mereka yang telah berbuat baik , akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal , tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum ." ( Yohanes 5 : 29 Terjemahan LAI 2002 )
Sepintas , jika teks di atas kita lepas dari konsteknya , baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauh , "kelihatannya ", keselamatan itu datang dari usaha manusia lewat perbuatan-perbuatan baik !Kalau kita diselamatkan dari karena perbuatan baik ,seluruh teks dalam Alkitab yang menyuarakan kasih-karunia, menjadi gugur-berantakan . Kalau memang demikian adanya, teks Yohanes 5 : 29 bertabrakan dengan konstek jarak dekatnya pada Yohanes 5 : 24 dan Yohanes 3 : 16 . Berbenturan juga dengan konstek jarak jauhnya pada Roma 3 : 10 - 12 dan 27 - 28 . Bertentangan juga dengan Titus 3 : 4 -5 . Berlawanan pula dengan Matius 26 : 28 . Berbicara masalah keselamatan tidak bisa lepas dari pengampunan dosa ! Dalam Matius 26 : 28 sudah jelas Yesus berkata bahwa "Ia menumpahkan darahNya untuk pengampunan dosa-dosa ." ! Dosa hanya dapat diampuni oleh darah Yesus ! Jangan ditukar dengan perbuatan baik ! Dengan demikian jelas bahwa makna "berbuat baik" dalam teks Yohanes 5 : 29 itu adalah dalam konstek "berbuat baik secara vertikal " , yaitu percaya pada karya penyelamatan Kristus ! ( band. Matius 7 : 23 dan Yohanes 6 : 28 - 29 dan 8 : 24 ). Lalu, bagaimana dengan teks di bawah ini ?
"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya , yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan , kehormatan dan ketidak-binasaan ." ( Roma 2 : 6 - 7 Terjemahan LAI 1987 )
Sama dengan teks Yohanes 5 : 29 , jika teks di atas dilepaskan dari konstek-konsteknya , sekilas "kelihatan" seakan-akan yang memberikan kita keselamatan itu adalah usaha manusia dari berbuat baik ! Padahal bukan demikian adanya . Pertanyaannya adalah perbuatan baik yang bagaimana ? Vertikal atau horizontal ? Jelas yang dimaksud adalah perbuatan baik vertikal , yakni percaya pada karya penyelamatan Kristus yang memberikan kemuliaan, kehormatan dan ketidak-binasaan ! (band. Roma 8 : 30 ). Jika tidak demikian , maka teks Roma 2 : 6 - 7 ini akan berbenturan dengan konstek jarak-dekatnya, yakni Roma 1 : 16 - 17 , tentang "orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup ." . Berlawanan pula dengan Roma 3 : 27 : 28 , bahwa " orang dibenarkan bukan karena perbuatannya melainkan karena imannya ." . Berbenturan juga dengan konstek jarak-jauhnya seperti pada 1 Korintus 6 : 20 dan 1 Petrus 1 : 18 - 19 serta Wahyu 5 : 9 , yang menyatakan bahwa kita sudah dibeli dan lunas dibayar dengan darah Kristus Yesus ! Bukan dengan yang lain-lain , termasuk amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita .! Jadi setiap kali kita bertemu dengan teks Alkitab yang "kelihatannya" menggambarkan bahwa perbuatan-baik kitalah yang menyelamatkan kita , maka gunakanlah hermenutika , dan paling tidak jangan melepaskan teks dari konsteknya, baik konstek jarak dekat maupun konstek jarak jauhnya .
Kesimpulan :
Dengan tidak bermaksud mendiskreditkan siapapun dan golongan manapun , penjelasan di atas telah memberikan jawaban bahwa perbuatan-perbuatan baik kita dalam segala bidang , apakah itu berupa amal , ibadah dan kebajikan-kebajikan , sama sekali tidak berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! PekerjaanNya sudah selesai dan sudah sempurna ! (Yohanes 19 : 30 ) . Tidak perlu ditambahi apa-apa ! Menganggap pekerjaanNya belum selesai dan belum sempurna, sama dengan menghina Yesus ! Seharusnya kita sadar bahwa segala amal, ibadah dan kebajikan-kebajikan kita adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima sebagai ungkapan syukur dan terima-kasih kita kepada Allah yang sudah menyelamatkan kita . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan E.P Sihombing SH.M.Ap)
Merit Casino App | Review + Download - deccasino.com
BalasHapusRead this 온카지노 Merit Casino 1xbet korean app deccasino review to find out how it is using the Merit Casino app and why it is so popular among players in the US.