Jumat, 13 Maret 2015

SIAPA BILANG KESELAMATAN BISA HILANG !?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Pendahuluan :

Polemik dan pertentangan di dunia Kristiani mengenai keselamatan , tidak pernah berhenti ! Ada yang mengajarkan bahwa keselamatan Kristiani itu kemungkinan bisa hilang dan ada yang mengajarkan bahwa keselamatan itu tidak mungkin bisa hilang . Terlepas dari berbagai sudut pandang yang ada , seandainya saya seorang yang sangat awam mengenai Kekristenan dan sama sekali belum menjadi Kristen , mendengar berita Injil yang menawarkan keselamatan yang kemungkinan bisa hilang , sudah barang tentu saya akan berpikir dua kali untuk menjadi Kristen . Paling tidak saya akan bertanya  :" Buat apa saya masuk Kristen jikalau hasilnya sama saja ? " . Sebaliknya jika saya menerima berita Injil yang menjanjikan bahwa keselamatan saya adalah suatu keniscayaan yang pasti dan tidak mungkin bisa hilang , maka paling tidak saya akan merasa bahwa ada perbedaan mendasar yang belum pernah saya dengar .  Orang akan tertarik jika mendengar sesuatu yang diinginkannya adalah sesuatu yang pasti !  Ini logika berpikir yang sederhana.

Saya sendiri sudah menjadi Kristen sejak lahir ! Jika kemudian pada saat ini saya mendengar bahwa keselamatan saya mungkin bisa hilang , dalam arti sesuatu yang tidak pasti , saya  akan bertanya :" Jikalau begitu, buat apa selama ini saya menjadi Kristen yang benar-benar "percaya" ? Bukankah saya bisa saja mengikuti ajaran kepercayaan yang lain ?"  Dengan tegas saya harus menyatakan bahwa saya tidak mau menjadi orang Kristen yang percaya pada karya penyelamatan Kristus , kalau ternyata keselamatan saya adalah sesuatu yang tidak pasti , dalam arti masih tergantung pada diri saya sendiri ! Kalau keselamatan masih tergantung pada diri saya sendiri, menurut kadar ketaatan saya pada aturan hukum yang dipersyaratkan , sampai sebatas apa saya dapat memastikan bahwa ketaatan saya sudah cukup atau belum cukup ?!  Ini membingungkan saya dan membuat saya frustasi , karena secara jujur saya harus mengakui bahwa kadar ketaatan saya pastilah tidak cukup untuk membuat saya diselamatkan , sebaik apapun hidup saya , sebab yang harus saya penuhi adalah kebaikan hidup menurut standar Tuhan , bukan menurut standar manusia ! 

Memang kita diselamatkan bukan karena stigma "Kristen " atau menjadi anggota suatu denominasi gereja tertentu , sebab stigma Kristen dan menjadi anggota denominasi gereja tertentu , bukanlah syarat untuk memperoleh keselamatan .  Sebab jikalau kita tidak memahami dan menjalani arti Kekristenan itu sendiri , sudah barang-tentu kita adalah orang-orang Kristen yang dimaksudkan  dalam Matius 7 : 21 . Seperti sudah sering kita dengar , keselamatan Kristiani itu bersifat indikatif imperatif  , di mana yang indikatif merupakan Inti Pesan dalam bentuk berita  yaitu :" bahwa kita sudah diselamatkan oleh karya penyelamatan Kristus " ; sementara yang imperatif merupakan Muatan Pesan dalam bentuk suruhan yaitu "  bahwa kita harus menjaga etika dan moral kita sebagai buah dari keselamatan itu ." 

 Kita harus dapat membedakan kata " telah diselamatkan " dengan "akan diselamatkan " yang terdapat dalam Perjanjian Baru . Sebab pengertian kata "telah diselamatkan " ditujukan kepada mereka yang telah percaya , sementara pengertian kata "akan diselamatkan" ditujukan pada mereka yang masih "akan percaya" ! ( bandingkan dengan kata "sudah" pada Yohanes 5 : 24 dan kata "akan" pada Roma 10 : 9 ) .Kalau demikian, kalau sebagai orang yang telah percaya kita telah diselamatkan , mengapa harus gagal ? Apakah kata "telah " pada Titus 3 : 5 itu merupakan kebohongan ?

Pandangan Synergisme :
 
Kata synergisme berasal dari kata Yunani "sunergeo "  yang artinya "bekerja sama " ! Tanpa bermaksud mendiskreditkan suatu denominasi gereja , pandangan synergisme mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah hasil kerja-sama antara manusia dengan Tuhan . Dengan perkataan lain, di dalam karya penyelamatan itu , manusia mempunyai andil  ! Tuhan mengerjakan bagianNya, dan manusia mengerjakan bagiannya . Tuhan sudah mengerjakan bagianNya dengan karya penyelamatan Kristus di kayu salib dan manusia harus menambahi keselamatan itu dengan ketaatan pada aturan-aturan hukum yang dipersyaratkan , sehingga dengan perpaduan kerja-sama ini , manusia beroleh keselamatan .  Kedengarannya memang indah dan masuk akal , jika ditinjau dari perspektif dunia yang meritokrasi  . Sangat masuk akal bahwa siapa berprestasi memperoleh promosi . Orang yang berusaha pasti mendapatkan . Jika kita berjasa kita mendapat reward . Siapa yang bekerja beroleh upah sebagai haknya . Bukankah hal seperti ini benar dan logis ?

Oleh karena cara pandang meritokrasi seperti itu , logis pulalah kalau dikatakan bahwa keselamatan bisa hilang . Tidak mungkin ada gaji kalau tidak bekerja . Tidak mungkin mendapat reward kalau tidak ada jasa . Tidak mungkin ada hasil tanpa usaha . Jadi keselamatan kita itu sangat tergantung kepada diri kita sendiri , dalam memelihara keselamatan yang kita ingin peroleh , yakni dengan cara hidup yang baik sesuai etika dan moral Kristiani . Jika tidak , keselamatan  kita hilang ! Tetapi pertanyaannya , apakah  kasih-karunia yang diajarkan Alkitab itu bersifat meritokrasi ataukah tidak ? Pertanyaan kedua , apakah keselamatan kita itu tergantung pada etika dan moral kita ataukah hanya semata-mata dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib ?

"Jika demikian apa dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan azas apa ? Berdasarkan azas perbuatankah ? Bukan , melainkan berdasarkan azas iman !  Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman , bukan karena melakukan hukum Torat ." ( Roma 3 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 ).

" Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman , itu bukan hasil usahamu , tetapi pemberian Allah ; itu bukan hasil pekerjaanmu , supaya tidak ada orang yang memegahkan diri ." ( Efesus 2 : 8 - 9 Terjemahan LAI 2002 )

Dari teks di atas, nampak jelas bahwa keselamatan kita tidak tergantung pada sistem meritokrasi  ! Kita tidak berusaha apa-apa dan kita tidak melakukan apa-apa , selain hanya percaya bahwa keselamatan itu pemberian cuma-cuma ! Bukan hasil kita dalam bekerja , sebagaimana layaknya sistem dunia . (band. Roma 4 : 1 - 5 , cermati kalimat " dibenarkan bukan berdasarkan perbuatannya " )   Ketika Tuhan mengerjakan keselamatan kita di kayu salib , tuntas dan selesai dan sempurna ( Yohanes 19 : 30 ) , kita sama sekali tidak terlibat ! Kita sama sekali tidak membantuNya ! Bantuan apa yang kita sumbangkan pada waktu Tuhan Yesus mengerjakan karya keselamatan di kayu salib ? Apakah kita ikut dihina ? Dipukuli ? Ditempeleng ? Dipaku ? Ditombak ? Lalu mengapa ada ajaran keselamatan yang bertumpu pada kerja-sama Allah dengan manusia ( synergisme) ? Kerja-samanya di mana ? Janganlah kita mengaku-ngaku pernah bekerja sama denganNya dalam karya salib , padahal karyaNya sudah selesai tanpa melibatkan kita ! Namun pandangan sinergisme tetap menyatakan bahwa perbuatan baik mereka mempunyai andil dalam karya penyelamatan . 

" Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu .....Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat ,  oleh karena kasihNya yang besar , yang dilimpahkanNya kepada kita , telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita , oleh anugerah kamu diselamatkan .." ( Efesus 2 : 1 , 4 dan 5 Terjemahan LAI 2002 )

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh anugerahnya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24  Terjemahan LAI 2002 )

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas memperlihatkan bahwa kita sudah mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita ! Semua sudah mati karena berdosa ! Oleh karenanya , barang yang mati , sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa ? Mengapa ? Karena sudah mati !  Oleh darah Yesus kita dihidupkan kembali  dan diselamatkan ! Bagaimana mungkin orang mati bisa bekerja sama menyelamatkan dirinya ? Sekarang kita telah hidup , karena sudah diselamatkan , dan jangan diputar-balik , seakan-akan saudara dalam keadaan hidup dan tidak mati , sehingga mampu untuk menyelamatkan diri saudara . Kita sudah mati , dan darah Yesus yang membuat kita hidup dan selamat .  Bagaimana mungkin ada kerja-sama antara Allah dengan orang mati ?!  Setelah kita hidup dan melakukan kebaikan-kebaikan , kebaikan-kebaikan itu bukanlah andil dalam keselamatan kita , sebab sebelum kita melakukan kebaikan-kebaikan tersebut , terlebih dahulu kita sudah diselamatkan ! Urutan yang benar adalah : Kita mati , lalu dihidupkan , lalu berbuat baik ! Jangan dibalik menjadi  :" Kita mati , lalu berbuat baik , lalu hidup ! " Ini salah ! Karena orang mati , tidak bisa berbuat baik !

Kriteria "mati " dalam teks Alkitab itu tidak dapat kita nilai dari cara pandang dunia ! Sebab jika dilihat dari cara pandang dunia , semua orang yang masih hidup sanggup berbuat baik , bahkan orang yang tidak percaya Yesuspun sanggup berbuat baik ! Kriteria :"mati " dalam Alkitab itu adalah dipandang dari sisi kebenaran Allah , di mana seluruh manusia sudah dianggap mati karena tidak mampu lagi menjadi baik menurut standar Allah , bukan menurut standar manusia . Jadi etika dan moral kita tidak berkontribusi pada keselamatan kita, sebab etika dan moral kita adalah etika dan moral yang standarnya tidak cukup untuk menyelamatkan kita !  ( band. Ulangan 27 : 26  ; Galatia 3 : 10 - 11  dan Roma 3 : 10 - 12 ) .  Jadi ketika Roma 3 : 10 - 12 mengatakan tidak ada yang benar dan tidak ada yang baik , bukan berarti tidak ada manusia hidup yang berbuat baik , melainkan tidak ada yang perbuatan baiknya sesuai standar Allah . Contohnya, orang percaya di zaman Torat pun berbuat baik , namun kebaikan mereka tidak memenuhi standar Allah . Kalau mencukupi , mengapa harus ada Hari Raya Pendamaian , untuk penghapusan dosa mereka selama satu tahun ? ( Imamat 16 : 34 ) .

Itulah sebabnya pandangan synergisme menjadi tidak Alkitabiah ! Sebab jikalau keselamatan kita adalah hasil dari etika dan moral kita ,  apapun alasannya ,  maka logislah kalau dikatakan bahwa keselamatan bisa hilang ! Bahkan dengan tegas saya katakan bahwa kalau kita berpegang pada etika dan moral kita , sudah pasti kita tidak selamat ! Mengapa ? Sejauh mana kita bisa menjamin bahwa usaha kita itu sudah cukup untuk seharga dengan nilai keselamatan ? Dan siapa yang menjamin ?  Sekalipun , synergisme mengajarkan bahwa kita diberi kemampuan oleh Roh Kudus untuk melakukan kebaikan , namun bukan berarti diberi kemampuan untuk menyelamatkan diri sendiri . Sebab jikalau demikian , hilanglah anugerah , hilanglah kasih-karunia !  Apakah Roh Kudus harus membohongi diriNya sendiri  , dengan adanya teks di bawah ini  ?

" Tis ou me phobete , kurie , kai doksasei to onoma sou , hoti monos hosios  ...( Apokalupsie Ionnaou 15 : 4 , naskah Yunani Modern Text )

" Who shall are not fear You, O my Lord ? For you alone are holy . ( Relevation 15 : 4 Terjemahan NKJV 1982 )

" Siapakah yang tidak takut ya Tuhan, dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus . ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Kebaikan apa yang bisa kita kerjakan sehingga cukup untuk menyelamatkan diri kita ? Bukankah sudah terbukti bahwa  kebaikan manusia tidak mencapai standar Tuhan , sehingga Ia harus datang ke dunia guna menggenapi apa yang tidak bisa kita genapi ?  Apakah Tuhan Yesus datang ke dunia ini tidak berdasarkan bahwa kita sudah mati dalam pelanggaran-pelanggaran kita  yang tidak sanggup memenuhi secara utuh aturan hukumNya ?  Kalau kita sanggup mengapa Dia harus datang ? Kalau kita sanggup dan merasa bisa kudus dan sempurna seperti Dia , mengapa teks di atas berkata :" hoti monos hosios = for you alone are holy = sebab Engkau saja yang kudus ?" Bukankah itu berarti tidak ada yang kudus selain Allah ?  Apakah kalimat "hoti monos hosios " itu dapat diganti bahwa manusia juga bisa kudus ?  Bukankah kita cuma dikuduskan (hegiasmenoi ) dan bukan kudus (hosios) ?   Urutannya adalah : " kita mati - dihidupkan - dikuduskan " dan jangan dibalik menjadi " kita mati - menguduskan diri - dihidupkan " . Ini salah lagi !Jadi kesimpulannya, saya setuju dengan mereka yang percaya bahwa keselamatan bisa hilang , sepanjang keselamatan itu memang hasil kerja-sama Allah dengan manusia .  Tetapi uraian di atas sudah menegaskan tidak ada kerja-sama antara Allah dengan manusia  dalam hal keselamatan .

Kalau saudara belajar di Universitas sampai mencapai gelar dan kemudian saudara bekerja di suatu instansi pemerintah , mungkin saja bisa terjadi kerja-sama antara saudara dengan Tuhan . Bagian saudara adalah belajar dan berusaha dengan rajin membaca dan sebagainya , sementara bagian Tuhan membantu saudara dalam memperoleh keberhasilan ! Barangkali kalau yang seperti ini , bisa masuk di akal ! Karena yang kita bicarakan adalah dunia dengan sistem meritokrasinya . Namun bicara soal keselamatan , kita berbicara mengenai karya salib , dan di kayu salib , kita tidak menyumbang apa-apa dalam karya penyelamatan tersebut .Jadi kita tidak dapat memberlakukan sistem meritokrasi pada karya penyelamatan Kristus .

Pandangan monergisme :

Kata monergisme berasal dari akar kata Yunani monos = satu atau saja, dan  ergon = pekerjaan ; dalam arti bahwa Allah bekerja sendiri tanpa kerja-sama dengan manusia dalam karya penyelamatan ! Apakah kita tidak mempercayai bahwa Allah sanggup bekerja sendiri untuk menyelamatkan kita ? Ya ! Itu terbukti di kayu salib ! Saudara dan saya tidak punya andil apa-apa di sana ! Ketika pekerjaannya sudah selesai , saudara tidak dapat menambahi pekerjaan yang sudah selesai dan sempurna !  Jikalau kita menambahi , terus terang kita menghina Tuhan Yesus, seakan-akan pekerjaanNya belum selesai dan belum sempurna  ! Pertanyaan yang harus di jawab adalah : Apakah keselamatan itu merupakan kehendak Allah ataukah kehendak manusia ?  Pertanyaan kedua : "  Apakah karya keselamatan yang dikerjakan Yesus itu  merupakan kehendak bersama dari Allah dan manusia ?"


" Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah .... dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya . " ( Yesaya 53 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

" Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus ." ( Ibrani 10 : 10 Terjemahan LAI 1987 )

" Sebab inilah kehandak Bapaku , yaitu supaya setiap orang  yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman ." ( Yohanes 6 : 40 Terjemahan LAI 1987 )

Mari kita cermati baik-baik , bahwa dari teks Alkitab di atas , nyata bahwa karya keselamatan adalah kehendak Allah yang dari dahulu sudah dirancang dan dinubuatkan bahwa melalui Kristuslah karya keselamatan akan dikerjakan .  Ia sama sekali tidak pernah berunding dengan manusia mengenai bagaimana karya keselamatan itu harus dilaksanakan . Ia merencanakan sendiri dan Ia mengerjakannya sendiri . Sebab keselamatan yang dikerjakanNya itu adalah kehendakNya sendiri , bukan kehendak manusia ! Bukan berarti manusia tidak berkehendak untuk selamat , bukan ! Manusia juga berkehendak untuk selamat tetapi tidak tahu harus bagaimana ?  Jadi manusia mencari sendiri keselamatan itu dengan usahanya ; ada yang bertapa menjauhi dunia , ada yang hidup sesaleh mungkin , ada yang beraskese ( bertarak birahi ) , ada yang menjaga kesucian pikirannya, perkataan dan perbuatannya , dan sebagainya , yang merupakan usaha manusia untuk bisa menyelamatkan diri . Dalam perspektif keselamatan yang dikerjakan oleh Allah , mutlak itu adalah kehendakNya sendiri, bukan kehendak manusia yang tidak tahu harus bagaimana itu . 

" Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang , tetapi kepada belas kasihan Allah ." ( Roma 9 : 16 Terjemahan LAI 2002 ). 

"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juruselamat kita, dan kasihNya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita , bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus , yang sudah dilimpahkanNya kepada kita melalui Yesus Kristus, Juruselamat kita , supaya kita , sebagai orang yang dibenarkan karena anugerahnya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai pengharapan kita ." ( Titus 3 : 4 - 7 Terjemahan LAI 2002)

Kita dibenarkan oleh anugerahnya , dan bukan dibenarkan karena perbuatan kita yang baik yang sudah kita kerjakan !  Bahwa kita dibenarkan , itu adalah kehendakNya , dan tidak tergantung pada kehendak manusia atau usaha manusia . Jadi jelas tidak ada kerja-sama antara kehendak Allah dengan kehendak manusia . Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa manusia tidak mempunyai kehendak untuk keselamatan , bukan !  Sejak dahulu kala, manusia mempunyai kehendak untuk keselamatannya, sehingga berusaha mencari jalan untuk keselamatan dirinya , namun tidak tahu harus bagaimana ?  Karena itulah , Tuhan berinisiatif sendiri lewat kehendakNya untuk menyelamatkan manusia dengan caraNya sendiri , yang ternyata sangat jauh dari cara-cara yang menurut kehendak manusia .  Manusia berkehendak memperoleh keselamatan itu dengan sistem meritokrasi , yakni sistem balas jasa . Sedangkan Tuhan berkehendak menyelamatkan kita dengan sistem kasih-karunia , keselamatan yang cuma-cuma ! Mengapa bertolak belakang ? Karena seluruh jasa manusia tidak cukup untuk membayar harga keselamatan yang sangat mahal itu .  Sesuatu yang tidak sanggup kita beli , hanya dapat kita terima kalau sesuatu itu berupa pemberian , anugerah !  Inipun logika berpikir yang sederhana .

Oleh karena keselamatan merupakan karya dan kehendak Allah sendiri , sama-sekali tidak dicampurkan dengan usaha manusia , maka siapakah manusia yang sanggup membatalkan karya Allah tersebut ?  Memang sangat logis kalau kita mengerjakan keselamatan berdasarkan kemampuan kita ( yang sebetulnya tidak mampu ) , keselamatan bisa hilang ! Bahkan menurut saya memang pasti gagal . Akan tetapi, jika yang mengerjakan adalah Tuhan , bukan diri kita sendiri , dan bukan juga hasil kerja-sama dengan kita , siapakah yang sanggup membatalkannya ?  Siapakah yang sanggup merebut keselamatan itu dari tangan Tuhan ( bukan dari tangan kita )  sehingga keselamatan kita batal ?

"Domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mengenal mereka  dan mereka mengenal Aku dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa  sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu." ( Yohanes 10 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 )

Tuhan berkehendak menyelamatkan manusia ! Berbeda dengan pandangan sinergisme  di mana karya salib yang sempurna harus ditambahi  atau dilengkapi dengan etika dan moral manusia , maka pada pandangan monergisme , karya salib yang sempurna direspon oleh manusia dengan iman , bahwa hanya oleh darah Yesus , manusia beroleh keselamatan , dan tidak ditambahi apa-apa lagi . Dan Yesus berjanji , seperti teks di atas , bahwa keselamatan kita adalah pasti , dan tidak ada seorangpun yang dapat merebutnya , bukan dari tangan kita , tetapi dari tanganNya ! ( perhatikan anak kalimat " pasti tidak akan binasa " pada  teks di atas ) Sebab kalau keselamatan itu ada di tangan kita berdasarkan usaha kita , sudah barang-tentu tidak ada yang menjamin kelangsungannya . Akan tetapi jika keselamatan itu berada di tangan Tuhan , sudah barang tentu terjamin kelangsungannya , karena tidak ada manusia yang dapat merebut sesuatu dari tanganNya .


" Beginilah firman TUHAN , Penebusmu , yang membentuk engkau sejak dari kandungan ; Akulah TUHAN yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit , yang menghamparkan bumi - siapakah yang mendampingi Aku ?" ( Yesaya 44 : 24 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas ini adalah pernyataan Allah , bahwa segala sesuatu Dia yang mengerjakan seorang diri , tanpa kita ikut membantu , termasuk keselamatan kita ! Bahwa itu adalah kehendakNya sendiri , dalam arti kehendakNya yang spesifik , yakni melalui darah Kristus .Jadi , kehendak Tuhan untuk menyelamatkan kita lewat darah Yesus itu, benar-benar bukan lahir dari usaha atau kehendak kita  !  Jangankan kita yang tidak hidup di zaman Tuhan Yesus dan para rasul ; orang Yahudi yang hidup di zaman itu juga  tidak memiliki pemikiran bahwa penyelamatan akan datang lewat darah Yesus . Mengapa ? Karena mereka terbelenggu oleh kehendak sendiri , dengan mencari keselamatan lewat ketaatan pada hukum Torat .


Kita lihat bahwa pandangan monergisme ini bertolak belakang dengan pandangan sinergisme ! Pandangan sinergisme sangat logis dan masuk akal jikalau dilihat dari perspektif sistem meritokrasi , di mana harus ada usaha baru ada balas jasa .  Sementara itu pandangan monergisme , sangat tidak masuk akal dan tidak logis , karena kita manusia hanya menerima saja tanpa usaha , dan pemberian itu sifatnya cuma-cuma, bukan karena sebagai balas-jasa .  Namun saudara harus mengerti bahwa ajaran soteria (keselamatan) Kekristenan memang tidak masuk akal karena berbeda dengan ajaran di luar Kekristenan . Akan tetapi , bahwa keselamatan Kristiani itu tidak masuk akal , telah dicatat dalam Alkitab , seperti teks di bawah ini :

" Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa , tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah . Karena ada tertulis :" Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan ."  ( 1 Korintus 1 : 18 - 19 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas bermakna bahwa berita keselamatan lewat karya salib Kristus itu , tidak masuk akal !  Mereka yang tidak percaya menjadi tidak mengerti dan bodoh , bukan karena mereka bodoh , melainkan karena hikmat mereka adalah hikmat dunia , bukan hikmat Allah ( band. 1 Korintus 1 : 20 ) . Bagaimana mungkin manusia yang tidak berusaha apa-apa mendapatkan keselamatan secara cuma-cuma ? Ini tidak logis kalau dipandang dari sisi pandang dunia .  Berdasarkan cara berpikir seperti itu pula , ada orang yang mengatakan bahwa pandangan monergisme menghilangkan tanggung-jawab manusia ! Penilaian seperti itu salah besar !  Jikalau tanggung-jawab manusia pada pandangan synergisme terletak pada hal yang imperatif (bentuk suruhan) , tanggung jawab manusia pada pandangan monergisme terletak pada hal yang indikatif (bentuk berita ) yaitu "merespon berita salib itu dengan iman yang sungguh-sungguh ." . 

Rasul Paulus sendiri menggambarkan bahwa kalau kita mengharapkan keselamatan dari sistem balas-jasa , justru kita tidak mendapatkan keselamatan itu ( bukan kehilangan , tetapi memang tidak memperolehnya ) . Hal itu dijelaskan olehnya dalam 1 Korintus 9 , di mana dia berbicara mengenai hak sebagai penginjil , misalnya hak makan dan minum ; hak membawa isteri atau keluarga ; hak atas upah menginjil ; di mana dia sebenarnya punya hak untuk semuanya itu . Tetapi dia tidak mempergunakan haknya itu .  Sekalipun demikian , ia tidak sembarangan saja menginjil , tidak sembarangan berlari , tidak sembarangan bertinju  . Ia melatih dirinya supaya tidak mempermasalahkan hak-haknya itu .

"Tetapi akau melatih tubuhku dan menguasainya , supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak ." ( 1 Korintus 9 : 27 Terjemahan LAI 2002 ) 

Dalam teks di atas, kata "tubuh" menggunakan kata Yunani "soma" , dan bukan "sarkos " ! Ini berarti yang dibicarakan Paulus bukan masalah etika, moral dan peri-laku , melainkan masalah kebutuhan jasmani , yaitu haknya sebagai manusia penginjil . ( band. 1 Korintus 9 : 1 - 26 sebagai konsteknya ) . Jadi teks di atas tidak dapat dijadikan dasar pembenaran bahwa keselamatan kita bisa batal .  Jikalau dianggap demikian , teks tersebut akan berbenturan langsung dengan ucapan Yesus pada Yohanes 10 : 27 - 28 , di mana dikatakan bahwa keselamatan kita adalah pasti ! Yang dibicarakan rasul Paulus adalah hak-jasmaninya sebagai penginjil . Sebab jika hak-haknya itu dipermasalahkan, itu berarti ia  meminta balas jasa dari penginjilannya .  Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu  , dengan tidak meminta balas-jasa atas penginjilannya,  tidaklah berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus . Hal itu tidak sesuai dengan ucapannya sendiri pada 1 Korintus 6 : 20 , bahwa kita semua , termasuk rasul Paulus, sudah dibeli dan harganya sudah lunas dibayar !


Dengan iman yang sungguh-sungguh , keselamatan yang kita terima dari Allah tersebut ( bukan dari usaha kita , bukan dari kebaikan kita , bukan dari pelayanan kita dan bukan dari penginjilan kita ) tidak mungkin bisa hilang ! Saya menggunakan kata "sungguh-sungguh" , karena kalau tidak memenuhi unsur "sungguh-sungguh" , yang terjadi adalah kemurtadan sebagaimana yang dimaksud dalam 1 Yohanes 2 : 19 .  Namun esensinya terletak mutlak pada kenyataan bahwa keselamatan kita itu ada di tangan Tuhan ! Lalu manusia mana dan siapa yang mampu dan punya kuasa melebihi kuasa Tuhan , sehingga sanggup merebut keselamatan itu dari tanganNya ?


Konklusi :

Terlepas dari berbagai pandangan yang mempertentangkan kedaulatan Allah dan tanggung-jawab manusia , serta yang mempertentangkan kedaulatan Allah dengan kehendak bebas manusia , dari uraian singkat di atas nampak bahwa pandangan synergisme tidak memberi jaminan akan kelangsungan keselamatan . Jikalau tidak menjamin , pertanyaan yang pasti timbul adalah :" Apa bedanya Kekristenan dengan yang di luar Kekristenan ? Jikalau demikian , apakah kelebihan saya menjadi pengikut Kristus dan buat apa saya harus menjadi Kristen ? "

Persoalannya  adalah, jika etika dan moral menjadi ukuran yang ikut menentukan keselamatan , apakah ada manusia yang tidak bersalah seumur hidupnya ?  Sebab kebaikan menurut standar Allah berbeda dengan kebaikan menurut standar manusia .  Kita bisa tidak melanggar  hukum dunia seumur hidup kita , namun kita tidak bisa  tidak melanggar hukum Tuhan seumur hidup kita . Satu saja kita abaikan , gugurlah semuanya , dan kita tetap dianggap sebagai tidak baik ( Yakobus 2 : 10 ). Mengapa begitu ? Sebab dalam hukum dunia, berpikir kotor, berangan-angan yang salah , dalam hati membenci sesama , atau bersungut-sungut , atau tidak bersyukur , tidak ada aturan yang membuat orang yang melakukannya dapat dianggap bersalah untuk menjadi terdakwa di pengadilan  . Akan tetapi, hukum Tuhan sangat jauh lebih luas , di mana suasana hati kita , bathin kita , pikiran kita , angan-angan kita dan ucapan kita yang salah , menjadikan kita pelanggar hukumNya ! Ittulah yang saya maksud bahwa tidak ada seorangpun yang baik dan benar di .hadapan Allah dalam arti memenuhi standarNya.

Namun, bukankah seluruh ketidak-mampuan kita untuk menjadi baik sebagaimana standar Allah , telah dibayar lunas di kayu salib oleh Yesus ? Maka ini berarti , bahwa apa yang diusahakan dan dicari oleh pandangan synergisme yang terkait usaha manusia , bukankah sudah didapatkan lewat darah Yesus ? Mengapa harus dicari terus ?  Ketika Tuhan Yesus berseru :" Eli, Eli , lama sabakhtani ?" , di situlah telah terjadi pertukaran Ilahi .( Matius 27 : 46 ).  Seluruh salah kita, dosa kita, ketidak-mampuan kita untuk menjadi baik , ditanggung semuanya oleh Yesus di kayu salib ; dan pada saat yang sama hadirat Allah , kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan Yesus berpindah kepada kita . ( band. 2 Korintus 5 : 21 ) .

Kemudian, Yesus berkata :" Tetelestai " yang artinya "sudah selesai " atau "sudah sempurna" ( Yohanes 19 : 30 ) . Jadi karya penyelamatan sudah selesai, sudah sempurna ! Bagaimana mungkin pekerjaan yang sudah selesai dan sudah sempurna , yang di lakukan bukan oleh manusia , tetapi oleh Allah sendiri , bisa batal atau gagal atau hilang ? Di sini kita gunakan logika juga , bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Allah tidak dapat dibatalkan oleh manusia .

"Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah , dari mulutKu telah keluar kebenaran , suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali , .. ( Yesaya 45 : 23.a Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas mengajarkan kita bahwa firman Tuhan itu ya dan amin adanya ! Tidak bisa batal, tidak bisa gagal dan tidak bisa tidak jadi . Jadi kalau Dia berfirman bahwa " kita pasti tidak akan binasa " dan " telah dibenarkan, telah dikuduskan dan telah disempurnakan " , maka apa yang difirmankanNya itu tidak dapat batal .( band. Roma 3 : 24 ; Ibrani 10 : 10 dan 14 ) .   Siapa bilang keselamatan bisa hilang ? Tuhan Yesus memberkati kita semuanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )



Rabu, 11 Maret 2015

PILIH KASIH KARUNIA ATAU HUKUM TORAT ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Judul : "Pilih Kasih karunia atau hukum Torat ? "  tersebut di atas , sama-sekali bukan bermaksud untuk mempertentangkan keduanya, melainkan untuk memberi penjelasan tentang perbedaan keduanya dipandang dari perspektif iman Kristiani , dan bukan dari perspektif Yudaisme ,  supaya tidak dicampur-aduk .  Sebagaimana kita semua mengetahui bahwa hukum Torat terdapat pada Kitab Suci orang Yahudi yang terdiri dari Tora (Torat) , Nebiim (Kitab para nabi) dan Ketubiim (tulisan-tulisan) yang disebut TNK ( baca " tanakh )  , yang sekarang kita kenal dengan sebutan Perjanjian Lama . Sementara itu , jikalau kita perhatikan dengan seksama seluruh isi Alkitab kita ( PL dan PB )  , kita menemukan 3 (tiga) periode waktu , yakni masa sebelum ada hukum Torat , masa  pada zaman hukum Torat dan masa  setelah zaman hukum Torat .

Kekristenan lahir setelah zaman hukum Torat berlalu, tepatnya berada di belakang , setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Seandainya Kekristenan tidak pernah lahir, sudah barang tentu tidak akan pernah ada Perjanjian Baru . Perlu saudara ketahui bahwa sampai hari ini orang-orang Yahudi yang non Kristen , tetap menggunakan Perjanjian Lama sebagai kitab suci mereka , sementara Kekristenan menggunakan keduanya yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru .Namun demikian, saudara harus juga mengingat bahwa jemaat Kristen mula-mula  juga orang-orang Yahudi , yang kemudian oleh pekerjaan rasul Paulus berkembang kepada seluruh bangsa di dunia . ( Bandingkan dengan Sidang Raya di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 15 : 6 - 10 )

Masa sebelum ada hukum Torat :

Di sini kita membatasi diri hanya untuk membicarakan kehidupan orang percaya sebelum adanya hukum Torat , yaitu orang-orang Israel sebagai keturunan Abraham . Ketika terjadi bahaya kelaparan di tanah Kanaan , Abraham , Sarah , Ishak dan Ribka sudah meninggal dunia  Kelompok orang Israel di bawah pimpinan Yakub (cucu Abraham)  berpindah ke Mesir atas prakarsa anaknya , Yusuf , yang sedang menjabat sebagai orang kedua di negeri itu (band. Kejadian 46 : 1 - 27 ). Makin lama jumlah orang Israel yang di Mesir makin bertambah banyak .  Yakub meninggal dunia dan jenazahnya di bawa pulang untuk dikuburkan di tanah Kanaan . Tidak lama kemudian , Yusuf pun meninggal dunia . Sementara itu , penguasa Mesir silih-berganti , sampai tiba pada  masa Firaun Ramses I yang mempekerjakan orang-orang Israel sebagai budak . ( Keluaran 1 : 8 - 14 ) Kemudian , lewat Musa , Tuhan memanggil bangsa itu keluar dari perbudakan di negeri Mesir  ( pada zaman Firaun Ramses II ) untuk dijadikanNya menjadi suatu bangsa sendiri di Tanah Perjanjian , yaitu kembali ke tanah Kanaan ,  sesuai dengan janji Tuhan kepada Abraham ratusan tahun sebelumnya .( Kejadian 12 : 7 )

Ketika bangsa Israel akan keluar dari perbudakan di Mesir, untuk kembali ke tanah Kanaan , Tuhan memperlihatkan kuasaNya dengan mengadakan 10 (sepuluh) perbuatan ajaib , supaya orang Israel percaya dan orang Mesir mengakui  bahwa Ia memang Maha Kuasa dan tidak ada Tuhan selain Dia ( band. Keluaran pasal 7 sampai pasal 11 ) Itu semua dilakukan Tuhan bukan karena kebaikan orang Israel, melainkan semata-mata karena pembelaanNya yang tak bersyarat, agar Firaun membebaskan mereka dari perbudakan , sesuai dengan janjiNya kepada Abraham .ketika Abraham berada di Kanaan dahulu kala . (Kejadian 15 : 13 - 14 ) . Alkitab mencatat bahwa rombongan yang keluar dari Mesir berjumlah 600 ribu laki-laki Israel , belum termasuk perempuan-perempuan dan anak-anak , dan juga belum termasuk berbagai bangsa yang ikut bersama mereka , serta sangat banyak ternak kambing domba lembu dan sapi . Sungguh suatu romobongan yang sangat besar pada masa itu  , yang oleh para theolog diperkirakan berjumlah paling tidak sekitar  2 (dua) juta   manusia . (Keluaran 12 : 37 - 38 )

Namun apa yang terjadi ketika orang Israel tiba di padang gurun , di tepi laut Teberau ? Melihat bahwa tentara Mesir mengejar mereka , sementara di depan terdapat laut yang menghalangi jalan mereka , orang Israel mulai marah-marah , menggerutu dan berkata-kata yang tidak senonoh . ( Keluaran 14 : 11 - 12 ) Mereka marah terhadap Musa, dalam arti marah kepada Tuhan .  Pertanyaannya :" Apakah Tuhan murka dengan kedegilan mereka itu dan menghukum mereka ?" Tidak ! Mengapa tidak ? Karena pada waktu itu belum ada aturan hukum Torat yang dapat dipakai dasar untuk hukuman  ! Kasih karuniaNya menghapus segala salah mereka , dengan membelah laut Teberau menjadi dua bagian, sehingga mereka selamat dari kejaran tentara Mesir yang akhirnya tenggelam di laut Teberau . Kasih karunia diterima oleh mereka, bukan dari ketaatan mereka  (mereka bahkan bersungut-sungut) , melainkan karena Tuhan mengasihi mereka .Inilah kasih-karunia !

Ketika orang Israel tiba di Mara dalam keadaan kehausan , sementara air yang ada di sana rasanya pahit , kembali mereka bersungut-sungut tanpa terkendali . (Keluaran 15 : 24 ) . Apakah Tuhan marah dengan omelan mereka dan menghukum mereka ? Tidak ! Mengapa tidak ? Kasih karuniaNya melupakan salah dan dosa mereka, dengan membuat air yang pahit itu menjadi manis (Keluaran 15 : 25).  Demikian pula ketika tiba di Meriba , bangsa itu bersungut-sungut lagi karena kehausan dan di tempat itu tidak ada air ( Keluaran 17 : 2 -3 ). Apakah Tuhan murka lalu menghukum mereka ? Tidak ! Kasih-karuniaNya mengampuni kesalahan mereka, dan mengeluarkan air dari balik bebatuan . (Keluaran 17 : 6 )

Demikian pula ketika orang Israel kelaparan, mereka bersungut-sungut lagi  (Keluaran 16 : 2 - 3 ) . Apakah Tuhan marah dan menghukum mereka  ? Sama-sekali tidak ! Ia bahkan menurunkan manna dari langit bersama burung-burung puyuh , supaya mereka bisa makan daging  .( Keluaran 16 : 13 - 15 ) . Alkitab mencatat bahwa mereka makan roti manna itu , selama 40 tahun di padang gurun . (Keluaran 16 : 35 )   Kalau saudara membaca dengan cermat Kitab Keluaran , mulai dari pasal  3 hingga pasal 17 , saudara akan dapat melihat betapa Tuhan penuh kasih karunia , yang membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan tanganNya yang kuat , sama sekali bukan karena ketaatan bangsa itu , melainkan semata-mata karena kasih-karunia Allah . 

Saudara juga dapat melihat betapa kedegilan  orang Israel yang menggerutu , mengomel dan marah kepada Musa dan kepada Tuhan ,  bahkan Alkitab mencatatnya sebagai perbuatan yang "mencobai Tuhan " ( Keluaran 17 : 7 ),  tidak membuat Ia menjadi murka atau mengutuk atau menghukum mereka . Sama sekali tidak ! Bahkan dengan penuh kasih-sayang Tuhan memelihara mereka di padang gurun ;  pada waktu siang dituntun oleh tiang awan dan pada waktu malam diterangi dengan tiang api . ( Secara pribadi saya berpikir bahwa tiang awan itu mungkin juga berfungsi sebagai pelindung dari panasnya matahari siang di padang gurun , dan tiang api itu sebagai penerang pada waktu malam . )   Inilah kasih karunia ! Tetapi satu hal lagi yang harus kita perhatikan  bahwa pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir, sama sekali bukan karena mereka mencari Tuhan , justru Tuhanlah yang mendatangi mereka dengan mengutus Musa sebagai pemimpin mereka .

Perlu saudara ketahui bahwa dalam sistem hukum dunia berlaku azas legalitas yang berbunyi :" nullum delictum sine praevia lege poenali " yang artinya :" orang tidak dapat dihukum  jika aturan hukumnya belum dibuat . Atau dengan perkataan singkat :" hukum tidak berlaku surut ." !   Secara pribadi juga saya berpikir, mungkin  ,  azas  nullum delictum sine praevia lege poenali itu mengambil idenya dari sejarah Israel yang keluar dari Mesir sebelum diberikannya hukum Torat , di mana segala kedegilan mereka tidak dihukum oleh Tuhan , oleh karena aturan hukum Torat itu sendiri belum diberikan . Lalu bagaimana setelah hukum Torat diberikan lewat Musa ? Apa yang terjadi ?

Masa pada zaman hukum Torat : 

 Akhirnya , di gunung Sinai , Tuhan memberikan aturan hukum kepada bangsa Israel . Hukum yang diberikan adalah Sepuluh Firman Tuhan dan yang kemudian dijabarkan menjadi lebih dari 600 aturan hukum . Saudara dapat memeriksanya , mulai dari Keluaran 20 sampai Ulangan 33.  Kita harus dapat membedakan antara Sepuluh firman Tuhan dengan aturan hukum Torat yang jumlahnya lebih dari 600 aturan tersebut . Dalam bahasa Ibrani , Sepuluh Firman Tuhan disebut sebagai " aseret hadevarim " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai " dekalogoi " , dan dalam bahasa Inggris disebut "Ten commandement " .  Sementara itu , dalam bahasa Ibrani, hukum Torat disebut sebagai "Tora " , yang dalam bahasa Yunani Septuaginta disebut sebagai "nomos" dan bahasa Inggris diterjemahkan menjadi "law " .  Jadi yang dimaksud dengan aturan-aturan hukum Torat adalah mencakup semuanya, baik Sepuluh Firman ( aseret hadevarim ) maupun seluruh aturan pelaksanaannya ( tora ) , sehingga jumlah seluruhnya menjadi lebih dari 600 aturan . (periksa kembali Keluaran 20 hingga Ulangan 32 , kemudian dengan cermat kumpulkan semua kata-kata dalam bentuk suruhan , seperti  "jangan" , " hendaklah " , " haruslah " , "pastilah " dan lain-lain kata yang bernuansa hukum ) .

Sebagaimana sifat semua hukum , maka hukum menuntut ketaatan ! Apabila tidak taat , disebut melanggar hukum , dan hasilnya adalah pelanggaran atau dosa ! Dan sesuai dengan azas hukum , maka setiap pelanggaran harus dihukum.  Mari kita lihat akibat dari ketidak-taatan yang melahirkan dosa tersebut . Dua loh batu berisi Sepuluh Firman sudah di tangan Musa, ketika orang Israel kedapatan beribadah kepada patung lembu emas. Ini melanggar firman pertama : Jangan ada padamu ilah lain di hadapanKu . Lalu apa akibatnya ? Suatu pelanggaran harus dihukum ! Alkitab bersaksi betapa tiga ribu orang harus mati pada saat itu (Keluaran 32 : 28 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

.Ketika orang Israel mengalami kelaparan dan kehausan lagi , mereka bersungut-sungut , mengomel dan  menyalahkan Musa . Mereka bahkan berkata sudah bosan makan roti manna terus .  Apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah ! Mengapa ? Karena sekarang sudah ada hukum yang menuntut ketaatan . Apa akibatnya ? Tuhan menghukum mereka dengan menyuruh ular-ular tedung membinasakan mereka yang mengomel ! ( Bilangan 21 : 4 - 6 ). Ketika Miryam mengata-katai Musa sebagai pemimpin Israel , apakah Tuhan marah ? Ya sekarang Tuhan marah , sebab sudah ada aturan hukumnya . Miryam dihukum dengan penyakit kusta ( band, Bilangan 12 : 1 - 10 ) Ketika Korah dan teman-temannya memberontak kepada Musa , yang sama artinya memberontak kepada Tuhan , Tuhan marah dan menghukum mereka dengan ditelan oleh bumi yang dibuat menganga dan menutup kembali  oleh Tuhan . (Bilangan 16 : 30 - 33 ). Tidak ada pengampunan bukan ?

Sungguh-sungguh Torat menuntut ketaatan ! Di dalam lebih dari 600 aturan hukum tersebut terdapat bidang hukum pidana , hukum perdata, hukum perang , hukum agama dan hukum perkawinan . Yang menjadi masalah besar bagi orang Israel adalah ketentuan untuk mematuhi seluruh hukum itu dengan perbuatan konkrit ! Jika tidak bisa , jatuh ke dalam kutuk ! ( Ulangan 27 : 26 ). Untuk supaya diberkati ,  harus taat kepada aturan , sebab kalau tidak , bukan berkat yang diperoleh tetapi kutuk ( Ulangan 28 : 1 - 6 dan 15 - 21  ) . Ketentuan mengenai pidana mati sangat banyak  ! Pembunuhan yang disengaja , dihukum mati . Perzinahan , dihukum mati ! Memukul ayah atau ibu dihukum mati . Penculikan dihukum mati . Mengutuki orang tua , dihukum mati . Mengata-katai pemimpin bangsa , dilarang . Menerima dan memberi suap , adalah berdosa . Membenci sesama , tidak boleh . Mengingini milik orang lain adalah dosa . Berpikir buruk , salah ! Membenci orang lain , berdosa . Makan daging babi , haram . Makan daging katak, dipantangkan ! Makan ikan lele dan belut tidak boleh .  Menerima gadai seorang janda , dilarang ! Jangan bertindak sebagai penagih hutang kalau kita meminjamkan uang pada orang miskin .  Lebih dari 600 aturan itu harus di taati . Pertanyaannya : Apakah orang Israel sanggup mentaati secara utuh semuanya itu  ?

Selama lebih dari 1200 tahun sejak aturan hukum Torat diberikan , tak seorangpun manusia yang sanggup mentaati seluruhnya . ( para theolog bersilang pendapat tentang masa diberikannya hukum Torat , yang secara umum berkisar antara 1200 - 1500 tahun SM ) . Selalu ada yang kurang , selalu ada yang bolong !  Untung Tuhan memberikan jalan keluar untuk penghapus salah, penghapus dosa dan sejenisnya, tetapi hanya untuk pelanggaran yang tidak diancam hukuman mati  . Itulah sebabnya kita mengenal adanya korban penghapus salah, penghapus dosa dan juga Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali untuk pengampunan dosa ( Imamat pasal 3 hingga pasal 7 dan Imamat 16 : 34 ) . Hal itu dilakukan terus menerus lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang . Itulah bukti bahwa hukum Torat tidak mampu meniadakan dosa !  Justru karena ada hukum maka ada pelanggaran . Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan bahwa "kuasa dosa adalah hukum Torat " ( 1 Korintus 15 : 56 ) .

Ketika Tuhan Yesus berada di dunia, seluruh orang Yahudi , terikat erat dan berada di bawah ketentuan aturan hukum Torat ! Banyak kelompok orang Yahudi di zaman itu  . Orang Eseni , kelompok ahli Torat yang mengasingkan diri dengan menjauhkan diri dari duniawai dan tinggal di gua-gua Qumran . Orang Farisi , ahli Torat dari kalangan rakyat biasa , tinggal di kota-kota . Demikian pula orang Zaduki , kelompok ahli Torat dari kaum bangsawan , mempunyai hubungan dekat dengan birokrat Romawi zaman itu . Orang Zelot , kelompok orang Yahudi yang militan , yang menginginkan kemerdekaan Israel dari penjajahan Romawi . Rasul Paulus adalah salah satu ahli Torat dari kelompok Farisi terkemuka di zaman itu , karena ia adalah murid guru-besar Gamaliel . Namun , setelah dia mengenal Kristus , tahulah dia bahwa aturan hukum Torat tidak dapat membuat manusia diselamatkan , selain hanya untuk mengenal bahwa dosa itu ada ! ( Filipi 3 : 4 - 9 dan Roma 7 : 7 )

Masa setelah zaman hukum Torat :

Menurut kalender Gregorius , Tuhan datang ke dunia menjelma menjadi daging , kira-kira pada tahun 4 Sebelum Masehi, pada zaman Augustus Octavianus menjadi kaisar dari kekaisaran Romawi zaman itu , atau boleh dikatakan "dunia masa itu " .  Pertanyaan yang bisa timbul adalah mengapa Ia tidak datang pada zaman Kekaisaran Jenghis Khan misalnya ?  Kedatangan Tuhan Yesus pada zaman kekaisaran Romawi itu adalah bagian dari penggenapan nubuatan, bahwa Ia harus mati di kayu salib ( Galatia 3 : 13 ; Ulangan 21 : 23 ). Sebab jika seandainya Dia datang pada zaman Jenghis Khan , tentulah tidak dapat menggenapi nubutan tersebut , karena hukuman dengan kayu-salib, hanya ada pada zaman kekaisaran Romawi .( Pada jaman Jenghis Khan tidak ada hukuman mati dengan kayu salib )

Pada tahun 14 Masehi, Augustus Octavianus meninggal dunia dan sejak tahun 11 M , kendali pemerintahan memang sudah dipegang oleh anak tirinya , Tiberius . Jadi , Yesus mati di kayu salib pada zaman Kaisar Tiberius , yaitu kira-kira tahun 30 M .  Paling tidak , mulai dari 17 tahun setelah penyaliban Yesus tersebut, mulailah ditulis kitab-kitab dan surat-surat , yang sekarang kita kenal sebagai Perjanjian Baru . Menurut para theolog, bagian tertua dari Perjanjian Baru adalah Surat Tesalonika yang ditulis oleh Paulus pada tahun 47 M ; jadi 17 tahun setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Zaman berubah ! Zaman Torat ditinggalkan , beralih ke zaman kasih karunia ! Seluruh manusia dikatakan berdosa dan tak seorangpun yang benar , karena fakta , tidak ada seorangpun yang bisa taat sepenuhnya pada aturan hukum . Semua jatuh ke dalam kutuk ! (Roma 3 : 10 - 12 ) . Jadi manusia itu dikatakan berdosa bukan karena tidak taat , melainkan karena tidak dapat taat sepenuhnya ! Kenapa ? Saking banyaknya aturan , maka manusia terkurung dalam banyaknya aturan tersebut, sehingga ada saja yang salah . ( band. Roma 11 : 32 )

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 1993 ) 

"Yesus mendengarnya dan berkata :" Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini :  Yang Kukehendaki adalah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa ." ( Matius 9 : 12-13 Terjemahan LAI 1993 )

" Sebab inilah darahKu , darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang, untuk pengampunan dosa-dosa ." ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 1993 )

Mengacu kepada Ulangan 27 : 26 serta fakta adanya upacara korban-korban yang terus menerus selama lebih dari 1200 tahun sebelum Kristus datang , itu merupakan bukti bahwa tidak ada manusia yang tidak berdosa ! Semua berdosa dan semua membutuhkan pengampunan !  Kalau dahulu pengampunan dapat diberikan untuk sementara saja , lewat aturan-aturan hukum Torat , maka sekarang , pengampunan dapat diperoleh secara cuma-cuma tanpa syarat lagi , lewat darah Kristus Yesus ! Kalau dahulu , seluruh etika dan moral yang diatur dalam Torat merupakan hukum yang harus ditaati sepenuhnya , maka sekarang kita melakukan perintah "saling mengasihi" itu bukan daris sisi aturan hukum yang legalistik , melainkan berdasarkan kasih-karunia Yesus, dalam arti bukan berdasarkan hukum Torat tetapi berdasarkan hukum Kristus , yakni kasih !

Kutuk hukum Torat yang ganas itupun telah ditiadakan oleh kasih-karunia Yesus ! Contoh konkrit adalah wanita pezinah dalam Yohanes pasal 8 . Menurut aturan hukum Torat , ia harus dihukum mati dengan hukuman dirajam dengan batu .  Ini harus dilakukan karena ini aturan hukum ! Tetapi apa kata Tuhan Yesus mengenai perempuan yang seharusnya dihukum mati itu ?

" Lalu kata Yesus :" Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan mulai sekarang , jangan berbuat dosa lagi ." ( Yohanes 8 : 11 Terjemahan LAI 2002 )

Lihatlah , perbuatan yang menurut hukum Torat harus dihukum mati , oleh Tuhan Yesus diampuni ! Lihatlah, bahwa pengampunan diberikan dahulu baru menyusul perintah agar bertobat dari perbuatan tersebut !  Jangan dibalik ! Yang sering kita dengar adalah terbalik :" Bertobatlah dahulu baru ada pengampunan !." Jikalau demikian, bukan kasih karunia namanya, melainkan tetap cara-cara Torat !Teks di bawah ini membantu anda untuk mengerti :

"Sebab kamu sudah dibeli, harganya sudah lunas dibayar . Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ."( 1 Korintus 6 : 20 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menjelaskan bahwa kita sudah diselamatkan oleh darah Yesus ! Sudah lunas dibayar dan saudara tidak perlu membayar apa-apa. Pengampunan sudah kita terima ketika kita masih berdosa, dengan menerima pembenaran, pengudusan dan penyempurnaan bukan untuk hari ini saja , tetapi buat selama-lamanya . Karena itu , setelah kita sudah dibeli lunas , kita diperintahkan untuk memuliakan Allah lewat perbuatan-perbuatan baik . Jadi perbuatan baik adalah buah dari keselamatan yang sudah kita terima berdasarkan darah Yesus Kristus . ( band. Ibrani 10 : 10  - 14 ; Titus 3 : 4 - 8 )

Masa sebelum dan setelah darah Yesus tumpah :

Sekalipun kita sering mendengar ucapan Yesus yang bernuansa kasih-karunia, sebelum Ia menumpahkan darahNya di kayu salib , namun secara definitif , karya penebusan terjadi setelah darahNya tumpah dan bukan sebelumnya .  Saudara harus selalu ingat , bahwa pada waktu saudara membaca Kitab Kitab maupun surat-surat dalam Perjanjian Baru , sadarilah selalu  bahwa para penulisnya adalah orang-orang yang sudah menjadi Kristen , Sebagai contoh : Matius menulis Injil Matius bukan pada zaman Yesus hidup di dunia, melainkan kira-kira 30 tahun setelah Yesus naik ke surga . Jadi jelas , pada waktu itu ia sudah menjadi Kristen yang tahu betul tentang kasih-karunia . Jadi kalau Matius menulis tentang Torat , jangan dianggap bahwa ia pengikut Torat sebagaimana orang-orang Farisi dan Saduki , karena ia sedang memberikan perbandingan antara Torat dengan kasih-karunia . Mengapa demikian ? Karena ia Kristen sejati , 

Setelah darah Yesus tumpah , mutlak untuk hal keselamatan ( inti Pesan Kristiani ) , berlakulah kasih-karunia dan tidak berlaku lagi hukum Torat maupun kitab para nabi . Maksud saya , perintah yang menyangkut etika dan moral  dalam Torat , baik pidana maupun perdata , tetap berlaku untuk menjaga etika dan moral kita , di mana kita mengerjakannya berdasarkan hukum Kristus ! Tetapi untuk keselamatan , bukan lagi tergantung kepada etika dan moral kita , melainkan pada karya penebusan Kristus di kayu salib . Mengapa demikian ? Bukankah sudah terbukti bahwa tidak seorangpun mampu mengerjakan seluruh aturan hukum Torat ? Kalau sudah jelas tidak mampu, mengapa kita harus bersikeras bahwa seakan-akan kita mampu ?  Perhatikan ucapan Yesus di bawah ini :

" Hukum Torat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes, dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa . Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Torat batal ." ( Lukas 16 : 16 - 17 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bahwa dalam teks di atas Tuhan Yesus sedang berbicara dalam bahasa figuratif paradoks , di mana ia membandingkan hukum Torat dengan kasih-karunia Kerajaan Allah !Ia berkata tentang kekuatan hukum Torat yang tidak bisa batal , sekalipun langit dan bumi lenyap ! Akan tetapi , terkait dengan kasih-karunia Kerajaan Allah , hal yang mengenai keselamatan kekal , ternyata hukum Torat tidak lagi berlaku karena masa-berlakunya hanya sampai zaman Yohanes , ketika berita Kerajaan Allah diberitakan ! Di sini nampak bahwa kekuatan hukum Torat dikalahkan oleh kekuatan kasih-karunia .  Dengan perkataan yang lebih jelas , hukum Torat tetap berlaku dan tidak batal , namun khusus untuk keselamatan kekal hukum Torat tidak dapat dipergunakan ! Seluruh aturan hukum Torat tidak berlaku kalau saudara mengharapkan keselamatan . Pengampunan dosa lewat cara-cara hukum Torat yang cuma bersifat sementara itu, sekarang sudah diganti dengan karya penebusan yang akan dilakukan Kristus di kayu salib, sekali dan berlaku selamanya ! Itulah sebabnya rasul Paulus menulis :

" Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Torat , tetapi di bawah kasih karunia ." ( Roma 6 : 14 Terjemahan LAI 1993 )

"Kamu lepas dari Kristus , jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Torat , kamu hidup di luar anugerah  ." ( Galatia 5 :4 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah dengan demikian , hukum Torat yang mengatur etika dan moral sudah tidak lagi berlaku ? Bukan seperti itu ! Hukum Torat yang menyangkut perbuatan-perbuatan baik tetap berlaku  ! Sekalipun saudara dan saya tidak sanggup melakukan seluruhnya , tidak ada lagi kutuk ! Tidak ada lagi korban-korban persembahan dari darah hewan dan tidak berlaku lagi Hari Raya Pendamaian yang dilakukan setahun sekali . Sebab kita ada di bawah hukum Kristus , yakni kasih ! Dan  di bawah kasih-karunia, segala kekurangan kita dalam ketidak-mampuan kita untuk menggenapi seluruh aturan hukum Torat , dibayar lunas oleh darah Yesus ! ( band. Mat:ius  5 : 19 )  Contoh konkrit : kalau dahulu orang yang berbuat dosa harus membawa hewan tak bercacat-cela kepada imam untuk digunakan sebagai korban penebus dosa , maka sekarang , apapun kekurangan kita , apapun salah kita, diampuni lewat darah Kristus . Jadi dalam hal ini cara-cara hukum Torat tak berlaku lagi ! Yang berlaku adalah hukum Kristus !


Barang siapa yang pernah belajar ilmu hukum , tentu mengenal adagium hukum yang berbunyi " lex posteriori  derogate legi priori " , artinya jika ada aturan yang baru, maka aturan yang baru itu mengesampingkan aturan yang lama . Kalau dahulu , manusia tidak sanggup melakukan seluruh aturan hukum Torat terkait etika dan moral  jatuh ke dalam kutuk , sekarangpun kita selaku manusia , sama dengan mereka dahulu , yakni tidak sanggup melakukan seluruh kebaikan menurut standar Tuhan . Hanya saja kita tidak jatuh dalam kutuk karena kita bukan lagi di bawah hukum Torat tetapi di bawah kasih karuniaNya .

"Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Torat, berada di bawah kutuk . Sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Torat ." Lagi pula jelaslah , tidak ada orang yang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena :" Orang yang benar akan hidup oleh iman ." ( Galatia 3 : 10 - 11 Terjemahan LAI 2002 )

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Torat  dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis :" Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib." ( Galatia 3 : 13 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan bagian kalimat " segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Torat" pada teks Galatia 3 : 10 di atas .Teks itu sinkron dengan teks Ulangan 27 : 26 . Artinya , kita tidak sanggup melakukan "seluruh" apa yang tertulis dalam hukum Torat ! Tidak sanggup melakukan semuanya ! Dan harusnya kita jatuh dalam kutuk ! Tetapi ketidak-sanggupan kita itu ditebus oleh darah Yesus di kayu salib , sehingga kita bebas dari kutuk , sekalipun tidak sanggup berbuat baik sesuai standar Allah . Inilah kasih karunia !


Ada satu hal yang harus saudara perhatikan dengan cermat ! Sebelum darah Yesus tumpah , apalagi jauh pada zaman hukum Torat , untuk mendapatkan pengampunan, selalu datang dari usaha manusia lewat perbuatan , misalnya dengan mengikuti upacara pengampunan dosa , atau mengikuti upacara Hari Raya Pendamaian . Inisiatif datang dari pihak manusia ! Namun pada zaman kasih-karunia, inisiatif datang dari Allah . Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup menggunakan hukum Torat untuk meniadakan dosa , karena itu Dia berinisiatif datang ke dunia untuk tujuan penyelamatan (Matius 1 : 21 ).  Dengan jelas Yesus berkata bahwa Dia turun dari surga dengan tujuan penyelamatan . ( Yohanes 6 : 38 - 40 ). Jadi jelas pengampunan pada zaman kasih-karunia , datang dari inisiatif Tuhan , yang dalam bahasa Alkitab "karena kehendakNya" dalam arti bukan kehendak kita (band. Ibrani 10 : 10 , pada kata-kata "karena kehendakNya' dan bandingkan dengan nubuatan di Yesaya 53 : 10 , pada kata "Kehendak TUHAN "  )

Konklusi :

Kita tidak sedang mempertentangkan hukum Torat dengan kasih-karunia ! Kita sedang mempelajari perbedaan fungsinya ! Hukum Torat tidak batal , tetap berlaku , sebatas isinya yang terkait aturan etika dan moral serta cara hidup yang baik , dengan tambahan penyempurnaan yang diberikan oleh Tuhan Yesus . Itulah yang saya maksud dengan istilah "Muatan Pesan Kristiani"  ! Dalam satu kata yang terkenal , kita diperintahkan untuk" mengasihi Tuhan  dan mengasihi  sesama manusia " (band. Ulangan 6 : 5 dan  Imamat 19 : 18 , serta Matius 22 : 37 - 40 ). Perintah ini adalah bentuk suruhan (imperatif) yang merupakan Muatan Pesan Kristani dan bukan Inti Pesan !  Namun menyangkut keselamatan kekal , tidak mungkin dapat kita peroleh dengan perbuatan-perbuatan baik yang sudah terbukti tidak sanggup dilakukan manusia seluruhnya . Jadi kita bergantung sepenuhnya pada kasih-karunia , bahwa hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa sehingga keselamatan kita tergantung mutlak pada kematian dan kebangkitan Kristus , bukan pada yang lain-lain . Inilah bentuk berita (indikatif) yang merupakan Inti Pesan Kristiani .

Itulah sebabnya, sebelum tulisan ini, saya sudah menulis tentang Inti Pesan Kristiani, Muatan Pesan Kristiani, dan Keselamatan Kristen indikatif imperatif . ( Saudara boleh membacanya pada blog ini juga dan sebagai tambahan saudara boleh buka blog solafide-solagracia.blogspot.com ). Saudara dapat ,membandingkan masa sebelum hukum Torat , di mana kasih karunia bekerja penuh pengampunan ; dengan masa pada zaman Torat yang menuntut ketaatan dengan ancaman hukuman dan kutuk , serta masa setelah zaman hukum Torat , yakni zaman kasih-karunia yang penuh rahmat dan pengampunan , tanpa kutuk !  Oleh karena itu , jika saudara mendengar khotbah yang isinya legalistik serta penuh ancaman kutuk yang menakutkan , yang menuntut ketaatan bukan pada iman tetapi ketaatan pada perbuatan , saran saya : jangan di dengarkan ! Mengapa begitu ? Karena kita hidup di zaman kasih karunia dan bukan di zaman Torat yang penuh kutuk ! Kalau saudara mendengar khotbah bahwa kita harus kudus dan sempurna melalui usaha kita lewat kebaikan-kebaikan hidup  , ingatlah selalu teks Alkitab di bawah ini, untuk menilai apakah khotbah seperti itu Alkitabiah ?

"Tis ou me phobethe kurie, kai doksasei to onoma sou , hoti monos hosios ... ( Apokalupsie Ioannou 15 :4 , naskah asli bahasa Yunani Modern text )

"Who shal not fear You, O Lord , and glorify Your name ? For you alone are holy... ( Revelation 15 : 4 , Terjemahan NKJV 1982 )

"Siapakah yang tidak takut ya Tuhan , dan tidak memuliakan namaMu ? Sebab Engkau saja yang kudus.. ( Wahyu 15 : 4 Terjemahan LAI 2002 )

Perhatikan kalilmat Yunani " hoti monos hosios " yang sama dengan terjemahan NKJV " for you alone are holy " dan sama pula dengan terjemahan LAI " Sebab Engkau saja yang kudus " ! Kata Yunani "monos" sama dengan kata Inggris "alone" dan sama pula dengan kata bahasa Indonesia " saja " . Dengan demikian terbuktilah bahwa "hanya Tuhan saja yang kudus  dan tidak ada yang lain ."  Konsekuensi teks tersebut adalah tidak ada manusia yang kudus (hosios, Yunani ; holy , Inggris) dari usahanya , selain hanya dikuduskan ( hegiasmenoi, Yunani ; sanctified , Inggris ) . Karenanya , tidak ada juga manusia yang sempurna, selain disempurnakan oleh darah Kristus . Jadi kita ini kudus , karena dikuduskan dan kita ini sempurna , karena disempurnakan , sama-sekali bukan dari kebaikan kita melainkan dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib .

Demikian pula jika kita mendengar pandangan sebagian orang yang merasa bahwa mereka sanggup mengerjakan seluruh kebaikan karena diberi kemampuan oleh Roh Kudus , pandangan seperti ini tidak sepenuhnya benar ! Sebab hal yang dahulu mustahil dikerjakan orang , mustahil juga sekarang ! Lagi pula jika memang benar demikian adanya, karya Kristus seakan-akan tidak sempurna serta tidak berlaku selamanya .  Tetapi keberatan yang paling masif adalah " Kalau memang kita sanggup mengerjakan seluruhnya karena diberi kemampuan olehNya ,  mengapa tidak dari zaman Torat saja manusia diberi kemampuan , supaya tidak perlu Tuhan Yesus datang ke dunia ? Justru karena memang kita tidak sanggup untuk melakukan semuanya , maka  kita selalu tergantung pada kemurahanNya dalam mengampuni kita selamanya melalui darah Yesus . Perhatikan teks di bawah ini :

"Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidak-taatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahannya atas mereka semua ." ( Roma 11 : 32 Terjemahan LAI 1987  )

Semua manusia tidak bisa mentaati aturan hukum secara utuh ! Dalam hal inilah Tuhan menunjukkan belas kasihanNya kepada manusia dalam mengampuni mereka lewat darah Kristus , sehingga kita yang sebenarnya tidak bisa taat , di hadapan Allah dianggap taat  dan memperoleh pembenaran , Bukan saudara dan saya yang dilihat oleh Allah , bukan ! Yang dilihat oleh Allah adalah Kristus Yesus , sehingga olehNya kita menerima kebenaranNYa, kekudusanNya dan kesempurnaanNya . ( baca Pertukaran Ilahi di Kayu Salib , pada blog. sola-scripture.blogspot.com )

Sebagi penutup , saya mengingatkan kepada saudara hiduplah yang baik sesuai perintah untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia , tetapi jangan berusaha mencari keselamatan dengan perbuatan baik saudara itu ! Sebab kasih-karunia tidak dapat dicari atau diusahakan ! Itu hanya pemberian Allah ! Percayalah sepenuhnya pada karya penyelamatan Kristus , maka Alkitab berkata bahwa kita sudah diselamatkan ! Suatu persamaan harus saudara catat bahwa ketika orang Israel akan dibebaskan dari perbudakan di Mesir, inisiatif datang dari Tuhan melalui Musa . Demikian pula ketika Tuhan berkehendak menyelamatkan kita, inisiatif datang dari Tuhan lewat Kristus ! Tuhan Yesus memberkati kita semuanya . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M,Ap )

Senin, 02 Maret 2015

KEBENARAN TUHAN & KEBENARAN MANUSIA

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Dalam bukunya  "Homiletika" , Dr, H. Rothlisberger  mengatakan bahwa keselamatan Kristiani itu indikatif-imperatif dan jangan dibalik . Hal inilah yang membedakan Kekristenan dengan semua agama yang ada  Berdasarkan itu pula kita harus mengakui bahwa di dalam Alkitab , teristimewa di dalam Perjanjian Baru , terdapat dua buah kebenaran yang sering-kali kita tidak dapat melihat perbedaannya . Yang pertama adalah kebenaran Tuhan (theon dikaiosune ) dan yang kedua adalah kebenaran manusia (anthropon dikaiosune ). Dalam bahasa Profesor Graig A Evans , pada bukunya "Fabricating Jesus" , kita harus dapat menempatkan iman pada tempat yang benar , dalam arti jangan menempatkan iman pada tempat yang salah . Inipun berkaitan dengan perbedaan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia .  Singkat kata , kebenaran Tuhan terletak mutlak  pada kebaikanNya kepada manusia , sementara kebenaran manusia terletak pada kebaikan manusia terhadap sesama manusia bahkan juga kebaikan manusia terhadap Tuhan !

"Karena begitu besar kasih Allah akan isi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa , melainkan beroleh hidup yang kekal ." ( Yohanes 3 : 16 Terjemahan LAI 1987 )

Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran Tuhan ! Tuhan begitu baik kepada manusia ,  begitu besar cintaNya kepada kita, sehingga Ia melakukan kebaikan yang luar biasa , dengan membuat karya penyelamatan lewat Kristus , supaya barang-siapa yang percaya kepada karya Kristus , tidak binasa , melainkan mendapat hidup yang kekal . Bukankah ini kebaikan Tuhan kepada manusia dan bukan kebaikan manusia terhadap sesama maupun terhadap Tuhan ? Jadi yang melakukan kebaikan di sini adalah Tuhan dan bukan manusia . Maka dari itu, terkadang kita heran. mengapa ada orang yang tidak percaya bahwa keselamatan manusia itu adalah inisiatif Allah sendiri dalam mengasihi kita dan sama-sekali bukan inisiatif kita sendiri dalam mencari Tuhan .

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura ! jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik . Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat . Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan . ...Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk ! ...Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang ." ( Roma 12 :  9 - 11 dan 14  , 17  Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas adalah salah satu contoh kebenaran manusia ! Dalam hal berbuat baik seperti di atas , bolehlah kita katakan bahwa inisiatif untuk berbuat baik datang dari manusia sendiri . Yaitu kebaikan manusia terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan, menurut kehendak manusianya . Jadi yang melakukan kebaikan adalah manusia, dan bukan Tuhan .Kalau kita memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan, itu adalah kebenaran manusia . Kalau kita rajin beribadah dan bersyukur kepada Tuhan , itupun kebenaran manusia . Kalau kita rajin berpuasa, itupun kebenaran manusia juga . Jadi, segala kebaikan apapun yang kita kerjakan , baik yang kita tujukan terhadap sesama maupun yang kita tujukan kepada Tuhan, itu semua adalah kebenaran manusia, karena kita, sebagai manusia, yang mengerjakannya . Dengan demikian kita sudah dapat membedakan ciri dari kedua kebenaran yang kita bicarakan sekarang ini . Kebenaran Tuhan , adalah kebaikan yang dikerjakan oleh Tuhan dan kebenaran manusia adalah segala kebaikan yang dikerjakan oleh manusia . 

Dalam perspektif Injil Kasih Karunia, jika kita tidak dapat membedakan kedua kebenaran tersebut , akan menimbulkan masalah iman , yang oleh profesor Graig A Evans , dikatakan :" Jangan menenmpatkan iman pada tempat yang salah ." .  Dalam kaitannya dengan keselamatan Kristiani yang indikatif-imperatif , maka kebenaran manusia masuk ke dalam bentuk suruhan (imperatif) , sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam bentuk berita (indikatif).  Dalam kaitannya dengan pembagian pesan , maka kebenaran manusia masuk ke dalam Muatan Pesan sementara fakta kematian dan kebangkitan Kristus masuk ke dalam Inti Pesan Kristiani. Artinya , apakah kita dibenarkan dan diselamatkan karena kebenaran kita , ataukah karena kebenaran Tuhan ?  Kita dibenarkan oleh Allah, apakah karena kita rajin melakukan kebaikan ataukah karena kita percaya pada karya penyelamatan Kristus ?  Perhatikan teks-teks Alkitab berikut ini :

" Jika demikian, apa yang hendak kita katakan ? Ternyata bangsa-bangsa lain (maksudnya : kita semua orang percaya yang non Yahudi ) yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran berdasarkan iman ( maksudnya : bukan berdasarkan kebenaran diri sendiri ).  Sedangkan Israel , sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidak sampai kepada hukum itu  . Mengapa tidak ? Karena Israel  mengejarnya bukan  berdasarkan iman , tetapi berdasarkan perbuatan ( maksudnya berdasarkan kebenaran manusianya sendiri  )" ( Roma 9 : 30 -32 Terjemahan LAI 2002 )

" Sebab aku dapat memberikan kesaksian  tentang mereka  bahwa mereka sungguh berapi-api untuk Allah, tetapi tanpa pengertian . Sebab oleh karena mereka tidak mengenal pembenaran oleh Allah ( maksudnya : tidak mengenal kebenaran Allah ) dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran  diri mereka sendiri (maksudnya : mendirikan kebenaran manusianya ) , maka mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah ." ( Roma 10 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )

Kebenaran manusia adalah segala bentuk amal, ibadah dan kebajikan oleh manusia lewat hukum yang mengatur kita supaya jangan begini dan jangan begitu dan haruslah begini dan haruslah begitu ! Akan tetapi sangat disayangkan bahwa tidak ada seorangpun manusia yang dibenarkan berdasarkan amal, ibadah dan kebajikannya . Mengapa  ? Karena Alkitab sudah bersaksi bahwa tidak seorangpun yang mampu melakukan seluruh aturan hukum tersebut . ( band. Yakobus 2 : 10 ).  Semua manusia jatuh dalam kutuk ! ( band. Ulangan 27 : 26 dan Galatia 3 : 10 ) .  Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3 : 23 ) . Tak seorangpun yang benar , tak seorangpun yang baik ! ( Roma 3 : 10 - 12 ). Sementara, untuk dapat dibenarkan oleh Allah , tidak ada jalan lain selain pengampunan dosa ! Mengapa tidak lewat perbuatan baik ? Karena perbuatan baik kita tidak cukup bahkan jauh dari cukup untuk bisa mengampuni dosa kita. Mengatakan pengampunan dosa bisa diperoleh dari berbuat baik , itu sama dengan menghina darah Yesus . Sebab hanya darah Yesus yang berkuasa mengampuni dosa . Mengatakan bahwa dengan berbuat banyak kasih , akan menghapus banyak dosa , adalah sama dengan melecehkan darah Yesus , atau setidaknya salah mengartikan teks pada 1 Petrus 4 : 8 .  Sebab teks di bawah ini adalah ucapan Tuhan Yesus sendiri , beberapa saat sebelum Ia mengerjakan karya penyelamatan di kayu salib :

"Sebab inilah darahKu, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa ( Matius 26 : 28 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas ini adalah contoh lain dari kebenaran Tuhan , yang dikerjakan oleh Tuhan ! Tuhan berkehendak menyelamatkan kita melalui karya penebusan dosa yang dikerjakan Kristus di kayu salib . Oleh darah Yesus kita memperoleh pembenaran dari Allah , dan sama-sekali bukan karena amal, ibadah dan kebajikan kita . Tidak ada Kekristenan kalau tidak ada penumpahan darah Yesus di kayu salib . Demikian pula tidak ada Kekristenan kalau tidak ada kebangkitan Kristus .  Fakta kematian dan kebangkitan Kristus itulah yang melahirkan Kekristenan . Mengapa saya bilang "fakta" ? Karena kematian dan kebangkitanNya itu bukan karangan atau dongeng belaka , melainkan benar-benar terjadi di muka bumi !  Sejarah yang ditulis oleh sejarawan masa itu menjadi bukti bahwa hal itu benar-benar terjadi . Demikian banyak manusia yang menjadi saksi tatkala Ia mati di kayu salib . Demikian juga, demikian banyak orang yang menjadi saksi ketika Ia bangkit dari antara orang mati .


Kembali ke Roma 10 : 2 -3 di atas ! Orang -orang Israel yang tidak percaya pada karya salib Kristus, mengira bahwa dengan amal, ibadah dan kebajikan mereka, mereka memperoleh pembenaran oleh Allah . Memang mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah , tetapi tanpa pengertian tentang kebenaran . Disangkanya, dengan kebenaran manusia , dengan kebenaran mereka sendiri , mereka mendapatkan pengampunan dosa ! Sama-sekali tidak ! Bahkan Alkitab mencatat bahwa mereka tidak takluk pada pembenaran oleh Allah .  Semua orang berdosa hanya dapat memperoleh pembenaran dari Allah , kalau Allah memandang mereka benar . Dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia , memang manusia dipandang benar di hadapan manusia , tetapi tidak di hadapan Tuhan .

"Sebab sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya , maka ia beroleh dasar untuk bermegah , tetapi tidak di hadapan Allah ! Sebab apa yang dikatakan nas Kitab Suci ? Lalu percayalah Abraham kepada Allah , maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya ( maksdunya : hal ia percaya itu ) , sebagai kebenaran . " ( Roma 4 : 2 - 3 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas berbicara , jika seandainya ( seandainya saja ) Abraham dibenarkan oleh Allah berdasarkan kebenaran manusianya , lewat kebaikan-kebaikan hidup , tentulah ia punya dasar untuk berbangga ! Tetapi tidak demikian ! Sebab , ia dibenarkan bukan berdasarkan kebenarannya sendiri , melainkan melalui pembenaran oleh Allah berdasarkan imannya . (band. Kejadian 15 : 6 ).  Pada tulisan saya "Apakah perbuatan baik berkontribusi pada keselamatan ?" , sudah saya jelaskan bahwa  jikalau kebenaran manusia itu terletak pada amal, ibadah dan kebajikan yang dikerjakan oleh manusia, maka kebenaran Allah terletak pada  Kabar Baik , kabar keselamatan , yang diberikan oleh Allah lewat darah Kristus . Mengapa selalu saya ulang-ulang ? Supaya kita selalu ingat bahwa pembenaran oleh Allah itu hanya bisa kita terima kalau dosa kita diampuni . Sementara dosa kita hanya dapat diampuni lewat darah Kristus, dan tidak bisa dari kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan ! Mari kita ingat kembali ucapanNya pada Matius 26 ; 28  lalu kita bandingkan dengan ucapan rasul Paulus di bawah ini :


" Aku tidak menolak kasih karunia , sebab sekiranya ada kebenaran menurut hukum Torat , maka sia-sialah kematian Kristus ( Galatia 2 : 21 Terjemahan LAI 1987 )

Tuhan Yesus berkata  bahwa darahNya ditumpahkan untuk pengampunan dosa (Matius 26 : 28 ). Rasul Paulus berkata , kalau sekiranya kita dapat dibenarkan melalui kebenaran manusia dengan amal-ibadah dan kebajikan kita sebagaimana tuntutan hukum Torat , buat apa darah Yesus harus ditumpahkan ?! Jadi kalau ada orang menilai bahwa teologi rasul Paulus bertentangan dengan ucapan Yesus , itu salah ! Ucapan Tuhan Tuhan Yesus sinkron dengan ucapan Paulus mengenai pembenaran oleh Allah !

Dahulu kala, dizaman Tuhan Yesus ada di dunia , orang Farisi dan juga ahli Torat yang lain , merasa lebih benar dari orang lain . Mereka tidak dapat mengerti , yang mana kebenaran manusia dan yang mana kebenaran Tuhan ( band. kembali dengan Roma 10 : 2 - 3 ). Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang isinya menegaskan bahwa orang tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari orang lain, semantara orang lain itu dianggap kurang benar ! (Lukas 18 : 9 ). Padahal, di mata Tuhan , semua manusia tidak benar ! Baik orang Farisi dan para ahli Torat ,maupun orang biasa , sama-sama orang berdosa ! Karena itu, dalam perumpamaan itu , orang Farisi tidak memperoleh pembenaran dari Allah , karena menganggap kebenaran manusianya bisa membenarkannya . Sementara pemungut cukai itu memperoleh pembenaran dari Allah karena ia merasa tidak bisa benar dari kebenarannya sendiri . ( band. Lukas 18 : 11-14 ) .

Namun, sungguh disayangkan , bahwa sekarang inipun banyak orang yang tidak dapat memisahkan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia ! Persis seperti orang Farisi zaman dahulu ! Saya tidak melarang saudara memperbanyak amal. ibadah dan kebajikan ! Firman Tuhan malah mengharuskan kita untuk memperbanyak amal, ibadah dan kebajikan yang berguna bagi manusia . Namun, harus selalu kita ingat bahwa semua itu adalah kebenaran manusia saja ! Siapa yang bilang salah kalau kita beramal ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa yang bilang salah, kalau kita rajin beribadah ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Siapa pula yang bilang salah kalau kita melakukan kebajikan yang bermanfaat bagi sesama ? Tidak ada yang salah ! Itu benar ! Tetapi ,  silahkan saudara bertanya kepada diri sendiri dan menjawabnya dengan jujur :" Apakah saya sudah melakukan semua kebenaran manusia saya ?|"  Kalau saudara menjawab :" Sudah saya lakukan semuanya !" , saudara pembohong !  Justru karena kita tidak mampu untuk menjadi benar menurut standar Tuhan , maka kita memerlukan pengampunan dosa seumur hidup kita ! Dari mana kita dapat pengampunan dosa kalau tidak dari darah Yesus ?!

|"Semua orang  telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh penebusan Yesus Kristus ... JIka demikian apakah dasarnya untuk bermegah ? Tidak ada ! Berdasarkan apa ? Berdasarkan perbuatan ? Tidak, melainkan berdasarkan iman . " ( R:oma 3 : 23 , 24 dan 27 Terjemahan LAI 1987 )

Apakah saudara tidak geli kalau melihat ada orang yang diberi rumah secara gratis, lalu bersikeras mau membayar harga rumah tersebut, sementara ia sama sekali tidak sanggup membayarnya ? Demikian juga kita , yang tidak sanggup membayar harga keselamatan kita dengan apapun , telah diberi secara gratis lewat pembenaran oleh Allah melalui darah Kristus . Betapa gobloknya kita kalau kita tidak mau menerimanya, hanya karena kita mengira bahwa kita sanggup membayarnya !Pembenaran oleh Allah itu sangat mahal harganya dan tidak ternilai sehingga tidak ada seorangpun manusia yang sanggup membayarnya , Saudara dan saya sudah dibeli, sudah lunas harganya ; mengapa saudara dan saya tidak mau menerima kenyataan bahwa kita sudah dibeli dan sudah dibayar lunas ? (band. 1 Korintus 6 : 20 ) Mengapa kita seakan-akan merasa belum dibeli dan belum lunas dibayar sehingga kita berusaha dengan kebenaran kita sendiri untuk membayarnya ?


"..sebab hukum Torat diberikan melalui Musa , tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus " ( Yohanes 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 )

"Kata Yesus kepadanya :" Akulah jalan, kebenaran dan hidup . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku ." ( Yohanes 14 : 6 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas ini mengandung pembenaran oleh Allah ! Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh Bapa jika tidak melalui kebenaran Tuhan  , kebenaran yang dipandang benar di hadapanNya ! Kata "kebenaran " dalam kedua teks tersebut menggunakan kata Yunani :" aletheia" , suatu kata yang menunjukkan kebenaran yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Arti kata "aletheia " bukanlah mengenai perbuatan yang benar atau cara hidup yang benar seperti yang diatur dalam hukum Torat  , melainkan mengenai "ajaran yang benar " ! Apakah ajaran yang benar itu ? Ajaran yang benar adalah "percaya dan menerima apa yang sudah dilakukan Kristus di kayu salib ." . Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata :" Akulah jalan , kebenaran (aletheia) dan hidup !" Untuk memperoleh kebenaran Allah , jalannya hanya melalui Kristus supaya kita memperoleh hidup . Caranya ? Lewat kebenaran "aletheia" , yakni menerima apa yang sudah Kristus kerjakan di kayu salib , dalam arti bukan melalui hukum Torat !  Hanya itu !


Perlu kita ketahui bahwa dalam Alkitab kita mengenal dua jenis kata "benar" ! Kata "benar" dalam arti betul dan tidak salah adalah "dikaios" (Yunani) , yang searti dengan "tsaddiq" (Ibrani) dan "righteous"(Inggris) . Tetapi kata "benar" yang mengandung makna "kebenaran yang kekal dan tak berubah " adalah "alethinos (Yunani) yang searti dengan "emeth" (Ibrani) dan "true" (Inggris) . Contohnya : Allah adalah alethinos , artinya bahwa Allah adalah sungguh benar dan kebenarannya tak berubah . Sementara untuk manusia digunakan kata  "dikaios" artinya "benar" tetapi  tidak benar seperti Allah !  Hal ini pula yang membuat perbedaan antara kebenaran manusia dengan kebenaran Tuhan yang sudah barang tentu tidaklah sama .

"Hotan de elthe ekeinos, to pneuma tes aletheias, hodegesei humas en te aletheia pase, ou gar lalesei aph heautou , alla hosa akousei lalesei  kai ta erkhomena anangelei humin ." ( Tetapi apabila Ia datang , yaitu Roh Kebenaran , ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran , sebab Ia tidak akan berkata-kata  dari diriNya sendiri , tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah  yang akan dikatakanNya  dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang  ) . Yohanes 16 : 13  Terjemahan LAI 2002. 

Dalam teks di atas Tuhan Yesus juga menggunakan kata "aletheia" seperti pada Yohanes 14 : 6 . Jadi apabila Roh Kebenaran ( pneuma tes aletheias ) datang , maka Roh Kebenaran itu (Roh Kudus) akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran ( aletheia pase ) . Jadi di sini Roh Kudus akan mengajarkan kita seluruh ajaran yang benar , yang dipandang benar di hadapan Allah , yaitu "menerima apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib ."  supaya kita memperoleh hidup yang akan datang , yaitu hidup yang kekal . Namun bukan berarti bahwa kita tidak terpanggil untuk melakukan kebaikan-kebaikan menurut kebenaran manusia , sama-sekali bukan ! Justru karena kita sudah dibenarkan melalui darah Yesus, sudah sepantasnya kalau kita hidup dalam etika , moral dan cara hidup Kristiani yang baik . Tetapi yang saya maksudkan adalah, janganlah kebenaran diri kita sendiri itu kita gunakan sebagai pembayar kebenaran Tuhan yang sudah lunas dikerjakan Kristus di kayu salib. Jikalau memang benar bahwa hanya kebenaran Allah yang kita perlukan untuk keselamatan kita, di manakah hal itu dinyatakan di dalam Alkitab ?


" Dikaiosune gar theon en auto apokaluptetai ek pisteos eis pistin , kathos gegraptai :" Ho de dikaios ek pisteos zesetai " (Sebab di dalamnya (maksudnya : di dalam Kabar Baik ) dinyatakan pembenaran oleh Allah , yang bertolak dari iman dan memimpin ke dalam iman , seperti ada tertulis :" Orang yang dibenarkan  karena imannya , akan hidup) Roma 1 : 17 Terjemahan LAI 2002 .

Pembenaran oleh Allah itu dinyatakan di dalam Kabar Baik , yakni kabar-keselamatan yang bertumpu pada karya penyelamatan Kristus, yang kita peroleh dari ketekunan iman kita  pada karya tersebut.  Sebab orang yang dibenarkan (dikaios) oleh karena imannya ( ek pisteos ) , akan hidup ! Jadi dibenarkan melalui pembenaran oleh Allah , bukan melalui kebenaran diri sendiri yang nota-bene hanya kebenaran manusia .  Kata Yunani :' apokaluptetai " menggunakan bentuk present tense  , artinya pembenaran oleh Allah itu terus menerus berlangsung di dalam hidup orang percaya sepanjang hidup mereka .  Bahagia bukan, bahwa sekarang kita tahu bahwa kita memperoleh pembenaran oleh Allah bukan cuma satu dua hari atau 10 - 20 tahun , melainkan terus menerus selama-lamanya ( band. Ibrani 10 : 10 )


Sebagai penutup , saya teringat perkataan Joseph Prince dalam bukunya "Unmerited favor " , yang mengatakan bahwa "Ajaran yang benar (maksudnya aletheia ) sudah pasti akan menghasilkan perbuatan yang benar (maksudnya dikaioma ) . " Benar sekali ! Jikalau kita "sudah menerima keselamatan melalui apa yang dikerjakan Kristus di kayu salib " pastilah kita menghasilkan buah-buah Roh , yakni segala amal, ibadah dan kebajikan yang berfaedah bagi sesama . Mudah-mudahan saudara dapat membedakan yang mana kebenaran manusia ( anthropon dikaiosune ) dan yang mana kebenaran Allah ( theon dikaiosune ) . Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap )