Jumat, 14 Agustus 2015

APAKAH PAULUS DAN YAKOBUS MENGAJARKAN INJIL YANG BERBEDA ? Meluruskan apa yang dibengkokkan !

Eksklusif untuk Kalangan sendiri .


Pendahuluan 


Bagi orang luar , salah satu senjata untuk menyerang Kekristenan adalah dengan mengatakan bahwa Kekristenan arus-utama ( main-stream Christianity ) yang sekarang ada adalah hasil dari teologi Paulus , sementara Kekristenan yang diajarkan oleh Yesus adalah yang diajarkan oleh Yakobus . Dengan perkataan lain , orang luar menuduh bahwa ada dua jenis Kekristenan yaitu Kekristenan model Paulus dan Kekristenan model Yakobus ! Di dalam praktek , Kekristenan model Paulus adalah wujud dari denominasi gereja Kristen arus-utama  , sementara Kekristenan model Yakobus adalah wujud dari denominasi gereja Kristen yang merupakan kultus, atau sekta atau bidah, seperti misalnya Mormon , Saksi Yehovah , Worldwide  Church of God , Unitarian , Christian's Sciences ,  Christian's Spiritualism dan sebagainya ; demikian pendapat mereka.

Apakah memang ada perbedaan antara Kekristenan arus-utama dengan Kekristenan kultus, sekta atau bidah tersebut ?  Jikalau kita cermati keberadaan Kekristenan kultus, sekta atau bidah , perbedaannya dengan Kekristenan arus-utama adalah :

(1) semua kultus, sekta dan bidah tersebut tersebut di atas tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan , Allah yang telah turun ke dunia sebagaimana kepercayaan Kekristenan arus-utama ( Protestan , Khatolik dan aliran karismatiknya ) . Jangan lupa orang atheis juga sangat tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan !

(2) semua kultus , sekta atau bidah tersebut  mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah hasil dari iman dan perbuatan ! (salvation by  faith and works ) atau ada-kalanya disebut keselamatan karena perbuatan ( salvation by works ) .  Sementara Kekristenan arus-utama mengajarkan bahwa keselamatan itu semata-mata karena iman pada kasih karunia Allah ( salvation by faith ) . Ingat The Joint Declaration on the Doctrine Justification ( JDDJ ) antara Gereja Katholik dengan gereja Protestan arus utama .

Yang manakah yang benar dari model Kekristenan tersebut di atas jika dipandang dari perspektif Alkitab , khusus mengenai keselamatan ? Sekarang mari kita cermati bagaimana ajaran yang mendasari pemikiran bahwa di dalam keselamatan itu terdapat usaha manusia (human effort ) , sehingga melahirkan ajaran keselamatan karena perbuatan ( salvation by works )  Paling tidak ada dua penyebab yang melahirkan ajaran keselamatan karena perbuatan , yaitu dari sistem dunia yang meritokrasi dan penafsiran yang salah dari Surat Yakobus khusus pada pasal 2 : 14 - 26 . . Tetaplah bersama saya .


Sistem dunia yang meritokrasi 

Pandangan dunia yang lahir dari filsafat mengajarkan bahwa tidak mungkin ada keberhasilan tanpa ada perjuangan . Tidak mungkin ada kesuksesan jika tidak ada usaha .  Orang mendapatkan promosi karena menunjukkan adanya prestasi .  Orang harus bekerja supaya memperoleh bayaran atau upah !  Di mana ada jasa di situ harus ada balas-jasa !  Jadi sistem meritokrasi itu adalah sistem balas-jasa ! Dan itu tidak salah , karena kenyataannya itu ada suatu kebenaran yang sudah bersifat universal ., namun itu adalah kebenaran menurut cara pandang manusia ( dikaiosune gar anthropon )  yang sama sekali tidak dapat dikait-kaitkan dengan kebenaran Allah ( dikaiosune gar Theon ) dalam kasih karunia Kristus .

Sejak zaman dahulu kala sistem meritokrasi ini sudah diakui secara umum . Bahkan di dalam Perjanjian Lama, sistem ini sangat kental . Ketaatan pada hukum , menghasilkan berkat , tetapi ketidak-taatan menghasilkan kutuk !  Salah satu ciri sistem meritokrasi adalah adanya suatu syarat , yang sering-kali menggunakan kata " jika  " atau "apabila " untuk melakukan sesuatu  !  Contohnya , jika kamu punya prestasi akan mendapat promosi ! Jika kamu kamu berusaha , pasti kamu akan berhasil . Jika  kamu bekerja , pasti mendapatkan uang ! Tidak ada yang salah dalam sistem ini , karena memang masuk-akal dan dapat diterima oleh semua pihak, di belahan dunia mana pun .

" Jika engkau baik-baik  mendengar suara TUHAN, Allahmu  dan melakukan dengan setia segala perintah Nya ..... Segala berkat ini akan datang kepadamu  dan menjadi bagianmu,  jika engkau  mendengar suara TUHAN , Allahmu . " ( Ulangan 28 :  1 Terjemahan LAI 1987 ) 

Dalam teks di atas teranglah bahwa jika manusia ingin diberkati oleh TUHAN , ada syaratnya yaitu , jika ia mendengar suara TUHAN dan melakukan dengan setia segala perintah Nya !  Jadi mempunyai syarat , yaitu jika begini atau jika begitu ! Bagaimana kalau syarat "jika " tersebut tidak dilaksanakan ?

Tetapi jika  engkau tidak mendengar  suara TUHAN , Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya ,  .......maka segala kutuk ini akan datang kepadamu  dan mencapai engkau . ( Ulangan 28 :  15 Terjemahan LAI 1987 ) 

Teks di atas juga menggunakan syarat "jika " ! Pendek kata " jika setia melaksanakan segala perintah dan ketetapan Nya " diberkati ! "Jika tidak setia melakukan segala perintah dan ketetapan Nya , " dikutuk ! Dari kedua teks Alkitab yang diambil dari hukum Torat tersebut di atas , teranglah bahwa sistem meritokrasi identik dengan ketaatan pada aturan atau hukum .  Tetapi , masalahnya adalah Kekristenan bukan berada di bawah hukum Torat ! Kekristenan ada di bawah kasih karunia Kristus . Apakah di dalam kasih-karunia Kristus tersebut terdapat syarat " jika " yang menunjuk pada usaha manusia, sementara kutuknya sudah dicabut oleh Kristus dan dipakukan pada kayu salib ? ( Galatia 3 : 13 ; Kolose 2 : 13 - 14 )


Mari kita ambil contoh bunyi teks Ulangan 28 : 15  " tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , dikutuk !   Secara empiris dan historis , apakah ada manusia yang bisa dengan setia melakukan segala perintah Nya ? Arti kata setia di sini adalah " terus menerus melakukan " , yakni terus menerus melakukan segala perintah Nya ! Kalau saudara menjawab : ada ! Saudara adalah pendusta besar !  Justru karena manusia tidak bisa setia melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , maka manusia tetap berada di bawah perhambaan dosa ! ( bandingkan dengan 1 Yohanes 1 : 8 dan 10 dan Ulangan 27 : 26 ) . Saudara harus tahu bahwa seluruh perintah dan ketetapan TUHAN itu di Perjanjian Lama saja ada sekitar 613 mitsvot ( 613 aturan ) belum termasuk inovasi dari Tuhan Yesus pada Perjanjian Baru ! Saudara bisa !? Saudara berbohong kalau saudara bilang bisa , apapun alasan saudara !

Itulah sebabnya Perjanjian Lama memberikan bukti bahwa tidak ada satu pun manusia yang mampu melakukan seluruh perintah dan ketetapan Nya , yaitu dengan adanya peraturan tentang korban pagi , korban petang , korban keselamatan , korban penghapus salah , korban penghapus dosa dan setahun sekali di adakan Hari Raya Pendamaian ( yom kippur , Ibrani ) . Jikalau manusia mampu melakukan semuanya , setidaknya tidak perlu ada hari Raya Pendamaian ini . ( bandingkan dengan Ibrani 10 : 1 )

"Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka ." ( Imamat 16 : 34 Terjemahan LAI 1987 )

Dari apa yang diuraikan di atas, sebenarnya sistem meritokrasi dunia , jika dikaitkan dengan keselamatan , tidak dapat diterapkan pada manusia , karena tidak ada seorangpun manusia yang dapat dipandang benar sesuai standar Allah ! Tidak ada yang berjasa ! Tidak ada yang perprestasi ! Tidak ada yang berhasil ! Tidak ada yang baik ! Tidak ada yang benar ! Artinya usaha manusia , ternyata sia-sia belaka ! Semua berusaha untuk melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Nya , tetapi siapa yang mampu ?! Semua gagal !  ( bandingkan dengan Roma 3 : 10 - 12 ) Gordon Fee mengatakan :" Mengandalkan kebaikan untuk mendapatkan keselamatan pasti gagal . karena tidak ada manusia yang tidak bersalah seumur hidupnya ." ( Gordon Fee ; Hermenutic )


Teologi Paulus 

Banyak orang luar maupun orang dalam Kekristenan yang menuduh Paulus membuat sendiri teologinya yang sama sekali tidak Alkitabiah ! Tuduhan seperti itu omong kosong besar , karena Paulus mendasarkan teologinya pada Perjanjian Lama yang kemudian dikomparasikan dengan Kabar Baik tentang Kematian dan kebangkitan Kristus .Tanpa Perjanjian Lama , kita tidak dapat mengerti makna dari kematian dan kebangkitan Kristus secara teologi yang benar  , itu pasti !


"Tetapi kita tahu bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam hukum Torat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Torat supaya tersumbat setiap mulut dan supaya seluruh dunia berada di bawah penghakiman Allah . Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Torat, karena justru oleh hukum Torat orang mengenal dosa ." ( Roma 3 : 19 - 20 Terjemahan LAI 2002 )

Paulus benar ! Tidak ada manusia yang bisa melakukan "seluruh" perintah dan ketetapan Nya , sehingga seluruh manusia jatuh di bawah penghakiman Allah , terkutuk dan tidak ada yang bisa membantah fakta ini !  Oleh karena itu cuma ada satu jalan , yakni kasih-karunia Allah dalam membuat kita memperoleh pembenaran ! Kalau dahulu , pembenaran diperoleh dari darah binatang dan bersifat sementara , maka sekarang pembenaran diperoleh dari darah Yesus yang bersifat kekal .

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , dan oleh kasih-karunia Nya  telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus ." ( Roma 3 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Kemudian pada Roma 4 : 3 Paulus menunjukkan pembenaran yang diterima oleh Abraham yang bukan berdasarkan perbuatan melainkan berdasarkan iman ! Pada Roma 4 : 5 Paulus memperlihatkan kasih-karunia yang bersifat cuma-cuma dan bukan karena usaha .  Dan pada Roma 4 : 6 Paulus mengutip Mazmur Daud dengan penekanan bahwa pembenaran dari Allah itu bukan berdasarkan perbuatan manusia , berikut di bawah ini :


" Seperti juga Daud menyebut berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya :  Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya. Berbahagialah orang yang dosanya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya ." ( Roma 4 : 6 - 8 Terjemahan LAI 2002 ) 

Lalu Paulus membandingkan hukum Torat yang tidak bisa dilakukan seluruhnya oleh manusia , dalam arti manusia tidak mampu menggenapi hukum Torat , selain hanya Yesus saja ! (

bandingkan dengan Matius 5 : 17 )

"Jika demikian , apa dasarnya untuk bermegah ?  Tidak ada ! Berdasarkan asas apa ?  Berdasarkan asas perbuatankah ?  Bukan , melainkan berdasarkan iman .  Karena kami yakin  bahwa manusia dibenarkan karena iman , bukan karena melakukan hukum Torat ." ( Roma 3 : 27 - 28 Terjemahan LAI 2002 ) 

Saudara dan saya tidak mampu menggenapi hukum Torat yang jumlahnya 613 aturan tersebut ! Saudara dan saya jatuh dalam dosa terus menerus ! Saudara dan saya jatuh dalam kutuk hukum Torat !  Karena itu saudara dan saya tidak punya dasar untuk bermegah atau bangga dengan perbuatan kita yang baik . Mengapa demikian ? Karena tidak semua perintah dan ketetapan Nya kita lakukan ! Untuk melakukan semuanya , saudara dan saya tidak punya kemampuan . Jadi hanya tinggal satu saja dasarnya , yakni iman , dalam arti percaya pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib itulah yang sudah membenarkan kita ! Hanya itu dan tidak ada yang lain !


Lebih terang lagi Paulus mengatakan bahwa keselamatan kita sama sekali bukan hasil usaha kita , dan sama sekali bukan hasil pekerjaan kita . Keselamatan kita semata-mata pemberian Allah , tanpa usaha manusia ( human effort ) .

"Sebab karena kasih-karunia  kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu , tetapi pemberian Allah ; itu bukan hasil pekerjaanmu , supaya tidak ada orang yang memegahkan diri ." ( Efesus 2 : 8 - 9  Terjemahan LAI 2002 )

Supaya orang tidak memegahkan diri karena kebaikan-kebaikannya , teks di atas langsung menegor :" Itu bukan hasil usahamu ! Itu bukan hasil pekerjaanmu ! Itu pemberian Allah secara cuma-cuma tanpa usaha manusia dan pekerjaan manusia . Mengapa ? Karena kebaikan kita tidak memenuhi standar Allah ! Adalah memang kita harus melakukan kebaikan sebisa yang kita kerjakan , tetapi tujuannya bukan untuk diselamatkan , melainkan karena sudah diselamatkan ( bandingkan dengan Efesus 2 : 10 ) .  Supaya orang lebih mengerti lagi , Paulus menulis :


"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah , Juru Selamat kita dan kasih Nya kepada manusia , pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita , bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan , tetapi karena rahmat Nya melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus .... " ( Titus 3 : 4 - 5 Terjemahan LAI 2002 )

Memang kita melakukan kebaikan-kebaikan hidup , namun jangan lupa tidak seorangpun mampu mencapai kebaikan sesuai standar Allah sehingga tetap tinggal di bawah kutuk dosa  Satu-satunya jalan hanya pengampunan lewat darah Yesus ! Cuma itu ! Akan tetapi  perhatikan ketika Yakobus menulis :


"Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman ." ( Yakobus 2 : 24 Terjemahan LAI 2002 )

Apakah Injil yang diberitakan oleh Paulus berbeda dengan yang diberitakan oleh Yakobus ! Tidak ! Hanya ada orang yang salah mengeksposisi Yakobus 2 : 14 - 26 .  Injil yang mereka beritakan sama , yakni pembenaran hanya oleh iman saja , dan sama sekali bukan disertai perbuatan . Tetaplah bersama saya .



Teologi Yakobus 

Dari ke 27 Kitab yang terkodifikasi menjadi Perjanjian Baru seperti yang kita punyai sekarang  ( dari Matius hingga Wahyu ) , menurut Dr. D. Edmond Hirbert , Yakobus 2 : 14 - 26 adalah teks Alkitab yang paling sulit dipahami  ( D. Edmond Hirbert , Surat Yakobus , halaman 174 ) . Pada masa abad ke XVI M , bapak reformator Gereja, Martin Luther mengatakan " Surat Yakobus seperti surat jerami , " , maksudnya sangat sulit dipahami jika dikaitkan dengan kasih karunia . ( H. Berkhof " Sejarah Gereja )  Oleh karena itu , tidak heran banyak orang yang salah memahami maksud Yakobus berkaitan dengan Yakobus pasal 2 : 14 - 26 tersebut sehingga muncullah ajaran kultus, sekta atau bidah sebagaimana dimaksudkan di atas .

Akan tetapi jika kita tidak melepaskan teks Yakobus 2 : 24 dengan konstek jarak dekatnya dan konstek jarak jauhnya , mulai dari ayat ke 14 sampai dengan ajat ke 26 , maka kita akan menemukan benang-merah , bahwa apa yang dimaksud oleh Yakobus , tidaklah berbeda dengan apa yang dimaksud oleh Paulus , bahwa keselamatan  hanya diperoleh dari iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .

Martin Luther mengatakan bahwa iman adalah sikap bathin seorang Kristen yang memperbaharui hidup Kekristenannya . Dari dalam iman itu lahirlah perbuatan-perbuatan baik sebagai buahnya , namun perbuatan-perbuatan baik itu tidaklah menyelamatkan , sebab keselamatan hanya datang dari iman pada karya penyelamatan Kristus . Itulah sebabnya Yohanes Calvin mengatakan bahwa :" Iman itu sendiri yang membenarkan , namun iman yang membenarkan itu tidaklah sendirian ." , maksudnya iman yang menyelamatkan itu harus diikuti dan disertai  oleh perbuatan-perbuatan baik .

" Apa gunanya , saudara-saudaraku , jika seseorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman , padahal ia tidak mempunyai perbuatan ?  Dapatlah iman itu menyelamatkan dia ? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari dan seorang dari antara kamu berkata " Selamat jalan , kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang , tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya , apakah gunanya itu ? " ( Yakobus 2 : 14 - 16   Terjemahan LAI 2002 )

Apakah gunanya itu ?! Teks di atas berkaitan erat dengan tulisan Paulus di 1 Korintus 13 : 2 , dikatakan bahwa sekalipun seseorang memiliki iman yang sempurna  , tetapi tidak memiliki kasih terhadap sesama , maka orang itu tidak berguna bagi sesama  ! Sekali lagi  , orang yang beriman itu tidak berguna bagi orang lain ! Maksud Paulus adalah bahwa sekalipun kita dibenarkan bukan dari perbuatan kita , namun iman yang membenarkan itu harus diikuti oleh perbuatan baik , supaya kita berguna bagi orang lain ! ( bandingkan dengan Titus 3 : 8 ) . Maksud Yakobus pun demikian juga , bahwa apa gunanya kita bagi orang lain kalau kita tidak melakukan kebaikan !  Tetapi sama sekali ia tidak bermaksud mengatakan bahwa keselamatan itu adalah hasil dari iman ditambah perbuatan !


Tidak mungkin Yakobus dan Paulus tidak sependapat bahwa hanya oleh kasih karunia Kristus kita dibenarkan dan bukan dari usaha kita dalam bentuk apapun ! Tidak mungkin Yakobus dan Paulus menghina dan merendahkan karya penyelamatan Kristus di kayu salib dengan mengatakan bahwa karya salib Kristus itu tidak cukup , belum selesai dan belum sempurna , sehingga harus ditambah dengan perbuatan baik manusia sebagai unsur bantuannya . Tidak mungkin ! Itu menghina kasih karunia ( bandingkan dengan IBrani 10 : 29 ) .

Pada waktu Paulus membicarakan keselamatan karena iman , yang dimaksud adalah iman pada karya salib Kristus ! Saudara harus memahami perbedaan antara ajaran Tuhan Yesus dengan karya salibnya ! Terus terang , kita dibenarkan bukan dari ajaran Nya melainkan dari karya salib Nya ! Mengapa ? Pembenaran bertalian erat dengan pengampunan dosa , di mana hanya dengan penumpahan darah Yesus ada pengampunan . Tidak ada pengampunan tanpa penumpahan darah ! ( bandingkan  Ibrani 9 : 22 dengan Matius 26 : 28 ) .

Pada waktu Yakobus membicarakan iman , yang dimaksud adalah iman pada ajaran Tuhan Yesus tentang kasih , bukan iman pada karya salib Nya ! ( Yakobus 2 : 14- 16 )   Sekalipun iman pada ajaran Nya itu tidak menyelamatkan , tetapi iman pada ajaran Yesus  ini pasti melekat pada orang yang memiliki iman pada karya salib Nya ! Itu maksud Yakobus !  Paulus pun selalu mengatakan hal yang sama ! Misalnya pada 1 Korintus 6 : 20 ; Efesus 2 : 8 - 10 dan Titus 3 : 4 - 8 .  Kita harus berbuat baik bukan untuk dibenarkan , melainkan karena sudah dibenarkan , supaya kita yang sudah dibenarkan ini berguna bagi orang lain , demi kemuliaan nama Tuhan Yesus !

" Demikian juga halnya dengan iman ; Jika iman itu tidak disertai perbuatan , maka iman itu pada hakekatnya mati ..... Hai manusia yang bebal , maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong ? " ( Yakobus 2  : 17 dan 20 Terjemahan LAI 2002) .


Iman yang dimaksud oleh Yakobus dalam teks di atas adalah jelas iman pada ajaran Yesus tentang kasih , bukan iman yang membenarkan yang hanya ada pada karya penyelamatan Yesus ! Orang yang sudah percaya Yesus , yang sudah dibenarkan oleh darah Yesus, sudah sepantasnya melakukan juga ajaran Yesus ! Itu maksudnya !


" Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya  dan bukan hanya karena iman." ( Yakobus 2 : 24 TerjemahaDi bawah inin LAI 2002 ) 


Di dalam Roma 3 : 27 - 28 , Paulus menulis bahwa orang dibenarkan hanya karena iman dan sama sekali bukan dari perbuatannya . Pada teks di atas, Yakobus menulis bahwa " orang dibenarkan karena perbuatannya , dan bukan hanya oleh iman saja ." Apakah Paulus dan Yakobus berseberangan ? Tidak mungkin !  Yakobus berbicara mengenai iman pada ajaranYesus termasuk iman pada kuasa mujizat Nya , sementara Paulus berbicara mengenai iman pada karya salib Yesus ! Keduanya berbeda substansi !  Kalau kita memiliki iman pada ajaran kasih Nya , sudah barang tentu kita melakukannya ! Demikian pula kalau kita memiliki iman pada karya salib Nya , kitapun melakukan ! Dengan cara apa ? Dengan cara percaya bahwa hanya oleh kasih-karunia Kristus kita dibenarkan dan sama sekali bukan dari perbuatan baik kita yang sudah kita lakukan .

Jadi kalau sistem dunia yang meritokrasi ( sistem balas jasa ) dikombinasikan dengan penafsiran yang salah pada Yakobus 2 : 14 - 26 , maka lahirlah ajaran bahwa keselamatan itu diperoleh dari kombinasi antara iman dan perbuatan ! Contoh sistem meritokrasi yang lain adalah :" Mana mungkin ada pahala jika tidak ada usaha ." Sekali lagi, saya katakan pandangan seperti itu tidak Alkitabiah ! Supaya saudara dan saya lebih memahami apa yang dimaksud dengan "iman " oleh Paulus dan oleh Yakobus, di bawah ini diberikan uraian tentang jenis-jenis iman yang ada di dalam Alkitab .



Jenis-jenis iman terkait dengan Surat Yakobus 2 : 14 - 26

Terdapat empat jenis iman yang kita kenal dari dalam Alkitab , yang satu sama lain berbeda tetapi saling berhubungan , yaitu iman bahwa Yesus adalah Tuhan , iman pada ajaran kasih Nya , iman pada kuasa mujizatNya , dan iman pada karya salib Nya ! Andaikata Yesus hanya Tuhan , yang mengajar saja dan bermujizat saja dengan kuasa Nya , tetapi tidak mati di kayu salib serta bangkit pada hari ketiga , kita semua binasa ! Sebab kita diselamatkan bukan sekedar bahwa Ia Tuhan , bukan juga dari ajaran kasihNya , dan juga bukan dari kuasa mujizat Nya ! Kita diselamatkan karena kematian dan kebangkitan Nya sebagai satu-satunya karya penyelamatan Nya selaku Tuhan !  Hanya itu  ! ( bandingkan dengan Roma 5 : 10 ) Di bawah ini pembagian jenis iman menurut Alkitab :

(1) Iman bahwa Yesus adalah Tuhan  , misalnya  Roma 10 : 9  bagian pertama yang mengatakan :" Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan ...... . Iman seperti ini tidak menyelamatkan , sebab iblispun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan . Lucifer juga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan ! ( bandingkan  Yakobus 2 : 19 dengan Yohanes 10 : 30  ).  Jadi iman bahwa Yesus adalah Tuhan , tidak cukup untuk dapat menyelamatkan saudara , kecuali disertai pengakuan akan kematian dan kebangkitan Nya seperti pada bagian kedua Roma 10 : 9 .

(2) Iman pada ajaran kasih Nya , misalnya Matius 5 : 13 - 16 , di mana kita diminta untuk menjadi garam dunia dan terang dunia , supaya kita berguna bagi sesama dan perbuatan kita yang baik semata-mata hanya untuk kemuliaan nama Tuhan , bukan untuk memperoleh keselamatan .  Jadi di sini perbuatan baik adalah sebagai bukti bahwa kita sudah diselamatkan , bukan dasar untuk diselamatkan . Karena Tuhan terlebih dahulu sudah mengasihi kita , maka kitapun mengasihi dia dengan melakukan perintahnya ( bandingkan  Yohanes 15 : 10  Yakobus 2 : 17  ) Iman  seperti inipun tidaklah menyelamatkan, karena ajaran Nya tentang kasih adalah untuk kebaikan kita selama di dunia , tetapi  karya penyelamatan Nya , yakni kematian dan kebangkitan Nya adalah untuk kehidupan kekal kita di sorga ! Tolong dibedakan !

(3) Iman pada kuasa mujizat Nya , misalnya Matius 15 : 28 , di mana perempuan Kanaan itu percaya pada kuasa mujizat Yesus dan anaknya sembuh . Ini adalah jenis iman yang juga tidak menyelamatkan , hanya menerima pertolonganNya di dunia ini juga  ;  karena keselamatan kita ( untuk di sorga , bukan untuk di dunia ) tidak tergantung pada mujizat kuasaNya dalam menolong kita, menyembuhkan kita dan lain-lain, selain hanya tergantung pada kematian dan kebangkitanNya saja ! Lihat cerita tentang sepuluh orang berpenyakit kusta dalam Lukas 17 : 11 - 18 .  Tolong dibedakan !

(4) Iman pada karya penyelamatan Nya di kayu salib  , misalnya : Efesus 2 : 8 - 9 .  di mana disebutkan bahwa keselamatan kita bukan dari usaha kita , bahkan jelas dikatakan bahwa yang membuat kita diselamatkan adalah karena kematianNya di kayu salib ganti kita ( bandingkan 2 Korintus 5 : 21  dengan Galatia 2 : 21 ) .  Andai-kata Kristus tidak mati dan tidak bangkit , kita semua binasa ! ( 1 Korintus 15 : 17 - 18 ) . Inilah jenis iman yang menyelamatkan kita ! Tidak ada yang lain ! Iman untuk kehidupan kekal kita di sorga , bukan untuk kehidupan kita di dunia .  Tolong dibedakan !

Dari jenis-jenis iman tersebut di atas teranglah bahwa kata" iman" yang digunakan oleh Yakobus dalam Yakobus 2 : 14 - 26 bukanlah jenis iman pada karya penyelamatan Kristus , melainkan jenis iman pada ajaran kasih Nya dan kuasa mujizat Nya !   Iman pada ajaran kasih Nya jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang kosong , tidak berguna bagi sesama , tidak menjadi garam dunia dan tidak menjadi terang dunia ! Demikian juga iman pada kuasa mujizatNya , jika tidak dilakukan dengan perbuatan , menjadi iman yang mati , yang tidak berguna ! Misalnya sakit keras , bukannya mencari pertolongan pada kuasa mujizat Nya , malahan pergi ke dukun atau ke pengobatan alternatif dan sebangsanya !


Konklusi

Tidak ada perbedaan antara ajaran Paulus dengan Yakobus , sebab Paulus menitik-beratkan ajarannya pada iman pada karya penyelamatan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan ; sementara Yakobus menitik beratkan ajarannya pada bukti iman , yaitu tindakan iman atau perbuatan iman !  Yakobus menitik-beratkan pada iman akan ajaran kasih Yesus , supaya setiap orang percaya melakukan kebaikan , karena sudah diselamatkan ! Yakobus juga memberi contoh tentang iman Abraham dan iman Rahab , yang keduanya merupakan iman pada kuasa mujizat Nya , yakni tentang janji Allah membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit , dan janji pada Rahab bahwa jika Yerikho jatuh , Rahab sekeluarga tidak akan dibunuh ! ( bandingkan Yakobus 2 : 21 dan 25 dengan Kejadian 15 : 5 - 6 serta Yoshua pasal 2 tentang pengintai-pengintai di Yerikho .  ) 

Jadi tanpa memahami iman model apa yang diajarkan Yakobus yang berkaitan dengan perbuatan, dan iman model apa yang ditekankan Paulus untuk keselamatan , dengan menggeneralisir semua type iman , maka orang akan terperangkap pada penafsiran yang salah , seakan-akan perbuatan baik ikut berkontribusi pada karya penyelamatan Kristus ! Itu bukan Kekristenan , sebab Kekristenan adalah " menerima apa yang telah dikerjakan Yesus di kayu salib . " ! 

Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari , di mana orang memiliki iman pada ajaran kasih Yesus dan melakukannya , namun orang itu tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan tidak percaya juga bahwa hanya karya salib Nya yang memberikan keselamatan kekal  ( Saksi Yehovah , Mormon ) . Banyak orang yang memiliki iman bahwa Yesus penuh kuasa mujizat , sehingga ketika ada KKR , mereka datang hanya untuk mencari kesembuhan saja ,  namun mereka tidak percaya bahwa Yesuslah satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal  . Banyak orang memiliki iman bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diberi kehormatan ilahi sebagai  Tuhan , tetapi Dia bukanlah Allah ( Unitarian ) . 

Namun perlu ditegaskan kembali bahwa kita diselamatkan bukan karena iman pada ajaran kasihNya , bukan juga iman pada kuasa mujizat Nya  serta bukan pula iman bahwa Yesus adalah Tuhan , titik !  Iman yang menyelamatkan kita adalah iman pada Yesus selaku Tuhan , Allah yang telah turun ke dunia , mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita ! Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Salam selalu dari laut . ( Capt . Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap. M.Mar )




Rabu, 22 Juli 2015

KEKRISTENAN BUKAN LAHIR DARI ALKITAB ! Meluruskan pembengkokan yang menyesatkan .

Eeksklusif untuk Kalangan Sendiri


Pendahuluan :


Sebagai umat Kristiani zaman sekarang , rasanya sulit untuk menemukan orang Kristen yang tidak memiliki Alkitab di rumahnya . Bahkan , tergantung dari besarnya suatu keluarga Kristen , biasanya mereka memiliki lebih dari satu atau dua Alkitab di rumah ! Namun tidak demikian halnya dengan orang atau keluarga Kristen pada zaman dahulu kala , ketika mesin cetak belum ditemukan . Hampir dapat dipastikan kalau jemaat biasa tidak akan pernah melihat Alkitab , baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru ; karena pada masa itu jumlahnya sangat terbatas . Itupun masih dalam bentuk salinan dalam tulisan tangan , yang hanya diperlukan bagi Bapa-Bapa Gereja atau mereka yang terlibat langsung dalam pelayanan .


Sejarah mencatat bahwa kematian dan kebangkitan Kristus terjadi pada tahun 30 Masehi ( atau tahun 33 M , tergantung kalender yang digunakan ) . Kurang dari dua bulan setelah kebangkitanNya dari antara orang mati , Kekristenan secara definitif terbentuk di Yerusalem , dengan pengkhotbah pertama adalah Petrus ! ( memang istilah "Kristen " belum ada pada zaman Yesus berada di dunia , namun pengikut Kristus sudah ada sebelum istilah "Kristen " ada. Lihat Kisah Para Rasul 11 : 26   ) . Apakah yang dikhotbahkan Petrus dan para rasul pada abad Pertama Masehi tersebut .? Tidak lain , hanya masalah fakta kematian dan kebangkitan Kristus !


Ke manapun para rasul bepergian dan di manapun jemaat Kristen yang masih muda itu berkumpul , selalu yang menjadi berita utama adalah bahwa Kristus telah bangkit dari kematian Nya ! Itulah Kabar Baik , yakni kabar keselamatan yang diberitakan dari mulut ke mulut , menyebar dengan cepat di dunia Kekaisaran Romawi zaman itu !  Perlu diketahui bahwa jemaat mula-mula  Kekristenan adalah orang-orang Yahudi di Yerusalem .  Kemudian , oleh pekerjaan para rasul , terutama rasul Paulus , Kabar Baik pun diterima oleh bangsa-bangsa lain . Hal itu sesuai dengan amanah Tuhan Yesus berikut ini :

"...Pergilah ke seluruh dunia , beritakan Injil kepada segala makhluk . Siapa yang percaya dan dibabptis akan diselamatkan , tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum ." ( Markus 16 : 15 - 16  Terjemahan LAI 2002 )


Dari sinilah kita memulai bahasan topik kita kali ini , bahwa Kekristenan lahir sebelum adanya Kitab-kitab  Perjanjian Baru ! Pada waktu Kekristenan terbentuk , Alkitab Perjanjian Baru sama-sekali belum ada ! Lagi pula , manuskrip-manuskrip yang menjadi cika-bakal Perjanjian Baru pun belum ditulis .  Pemberitaan Injil hanya dilakukan secara oral , dari mulut ke mulut dengan satu fokus berita yakni : 'kematian dan kebangkitan Kristus ." ! Teks Alkitab seperti Markus 16 : 15 - 16 tersebut di atas juga belum ada !


Jarak-waktunya masih sangat dekat :

Dari Kisah Para Rasul , kita mengetahui bahwa pada hari raya panen Yahudi ( Pentakosta )  , Petrus memberitakan kematian dan kebangkitan Kristus kepada orang2 yang mendengarkan khotbahnya di Yerusalem .


"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana Nya , telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka . Tetapi Allah membangkitkan  Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut , karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu ." ( Kisah Para Rasul 2 : 23 - 24 Terjemahan LAI 2002 )

Jangan lupa bahwa kita bisa membaca teks Alkitab di atas karena kita hidup di zaman sudah ada Alkitab yang seperti kita miliki sekarang . Tetapi , jemaat mula-mula , tidak pernah membaca teks di atas , karena pada waktu itu , seluruh isi Perjanjian Baru belum ditulis !  Mereka hanya mendengarnya langsung dari mulut Petrus dan diteruskan kepada orang lain juga secara lisan . Namun , iman jemaat tetap terpelihara bahkan membuat Kekristenan semakin besar , hanya dengan berita Kabar Baik dari mulut ke mulut saja !  Sudah jelas bahwa di dalamnya , ada penyertaan Tuhan Yesus ! 

Satu-satunya cara untuk membungkam Kekristenan pada zaman itu , yang dapat diambil oleh penguasa Yahudi dan Romawi adalah dengan menunjukkan dan mengarak "mayat Yesus" mengelilingi kota Yerusalem , sehingga berita kebangkitan Kristus menjadi kebohongan dan para rasul bisa dilempari baru sampai mati dan Kekristenan tidak akan pernah ada ! Namun fakta membuktikan , hal itu tidak pernah terjadi , sehingga berita kebangkitan Kristus dari antara orang mati , tidak dapat lagi dibendung .

Jarak waktunya masih sangat dekat ! Baru beberapa bulan yang lalu Yesus disalibkan dan kemudian diberitakan bangkit dari antara orang mati ! Seharusnya , para penguasa Yahudi dan Romawi bertindak , dengan menunjukkan bukti "mayat Yesus"  bahwa Yesus tidak bangkit dari kematian ! Namun, sekali lagi, ini tidak pernah terjadi , karena kenyataannya Yesus memang bangkit dari antara orang mati ! Berita ini tak dapat lagi dibendung , sehingga seluruh dunia masa itu mendengar Kabar Baik ini ! Kristen terbentuk hanya dari Kabar Baik yang secara lisan disebar-luaskan bahwa " Kristus sudah bangkit dari kematian ! ."  ; sehingga Paulus pun , dalam memberitakan Kabar Baik tersebut , sudah dianggap "gila" oleh Prokurator Romawi , Festus  . ( Kisah Para Rasul  26 : 24 )


Kanonisasi Perjanjian Baru : 

Perjalanan Kekristenan di abad Pertama Masehi demikian berat , oleh hambatan dari penguasa Yahudi dan pemerintahan Romawi . Namun jemaat Kristen semakin bertambah , sekalipun mereka berkumpul untuk bersekutu di bawah resiko yang sangat tinggi ; di rumah-rumah atau di kuburan-kuburan ( katakombe ) !  Setelah para rasul meninggal dunia , tugas pemberitaan Injil  , masih tetap secara lisan , diteruskan oleh bapa-bapa gereja . Memasuki dan selama abad ke II Masehi , jemaat Kristen yang masih muda itu mendapat perlawanan dari kelompok Gnostik , Marcion dan Montanis., yakni ajaran-ajaran yang menyimpang dari iman jemaat Kristen mula-mula .

Satu-satunya pegangan Alkitab bagi gereja yang masih muda itu adalah Perjanjian Lama ! Itupun jumlahnya tidak banyak , masih dalam salinan bahasa asli dan tulisan tangan , atau terjemahan Septuaginta LXX . Jadi yang dapat memiliki dan mempelajarinya sudah barang-tentu hanya mereka yang terlibat dalam pelayanan, seperti uskup , imam dan presbiter saja !  Jemaat biasa hanya mendengar pembacaan dari mereka .   Untuk mencegah pengaruh dari gnostik , Marcionis dan Montanis , di mulailah mengumpulkan tulisan-tulisaan kuno untuk tujuan kanonisasi Perjanjian Baru .

Dengan syarat ketat berupa apostolisitas ( ditulis oleh seorang rasul atau teman sekerja rasul )  orthodoksitas ( tidak bertentangan dengan tulisan lain dari para rasul atau teman sekerja rasul ) dan katolisitas ( sudah diterima oleh mayoritas jemaat Kristen  )  ,  mulailah pengkanonan Perjanjian Baru , yang seluruhnya berisi tulisan2 dari abad Pertama Masehi .  Kanonisasi Perjanjian Baru di mulai dari tahun 200 Masehi ( Kanon Muratori , 25 Kitab ), tahun 250 Masehi ( Kanon Origenes, 21` Kitab  ) , tahun 300 Masehi ( Kanon Eusebius , 22 Kitab )  dan terakhir tahun 400 Masehi ( Kanon Konsili Kartago, 27 Kitab  ) . Itupun dalam bahasa asli Yunani Koine dalam bentuk tulisan tangan , terkecuali versi terjemahan bahasa Latin "Vulgata" buatan Hieronymus . Tetapi , semuanya dalam jumlah terbatas , sehingga jemaat biasa tidak ada yang memiliki Alkitab !

Pada tahun 1452 Masehi John Guttenberg menemukan mesin-cetak , sehingga dimulailah perubahan baru dalam dunia penjilidan dan percetakan buku-buku ! Alkitab mulai dicetak dan dijilid , bahkan pada abad ke XVI Masehi , Martin Luther menterjemahkannya ke dalam bahasa rakyat ( Jerman) agar jemaat biasa dapat memiliki dan membaca Alkitab !  Jangan lupa seluruh isi Perjanjian Baru adalah tulisan-tulisan dari abad Pertama Masehi , tidak satupun yang ditulis di luar abad pertama tersebut .

"Tetapi bagaimana orang dapat berseru kepada Dia yang belum mereka percaya ? Bagaimana orang dapat percaya kepada Dia yang belum pernah mereka dengar ?  Bagaimana orang mendengar tentang Dia  jika tidak ada yang memberitakan  Nya ?  Dan bagaimana orang dapat memberitakan Nya  jika tidak diutus ?  Seperti ada tertulis " Alangkah menyenangkan kedatangan mereka  yang membawa kabar baik ." ( Roma 10 : 14 - 15 Terjemahan LAI 2002 )

Orang Kristen jaman sekarang dengan gampang dapat membaca bahkan menyimpan teks Alkitab di atas dengan mudah . Tetapi orang Kristen jemaat dahulu kala !?  Mereka mendengar dan meneruskan serta menyampaikan kabar baik itu hanya dari mulut ke mulut saja ! Ajaib ! Kekristenan semakin besar !  (Barangkali , kondisinya sama dengan sekarang , jika kita memberitakan Injil ke pelosok-pelosok terpencil di mana  orang-orangnya masih buta huruf !  )

Jadi , dapat dibayangkan bahwa lebih dari 1400 tahun lamanya , jemaat Kristen dibangun imannya bukan karena mereka memilki Alkitab atau membaca Alkitab , melainkan dari khotbah bapa-bapa Gereja , artinya , Kabar Baik disampaikan secara lisan ! Tidak seperti sekarang , jemaat dapat memiliki dan membaca sendiri Alkitab , kapan saja dan di mana saja ! 


Bukti bahwa Kekristenan ada sebelum Alkitab ada !

Bayangkan saudara hidup di tahun 47 Masehi , misalnya ! Saudara sudah menjadi Kristen hanya karena berita Kematian dan Kebangkitan Kristus yang menyelamatkan manusia , secara lisan ; karena semua belum memiliki Alkitab seperti model sekarang ini ! Jangankan memiliki dan membaca, Injil Matius , Markus , Lukas dan Yohanes saja belum ditulis ! Tetapi saudara dan orang-orang zaman itu sudah menjadi orang percaya ! Di abad ke II Masehi , tulisan-tulisan di abad pertama mulai dikumpulkan , yakni semua tulisan yang menyangkut paut dengan kehidupan Kristus dan pelayanan Kristen mula-mula . 

Bayangkan sekarang saudara hidup di tahun 250 Masehi ! Saudara juga seorang jemaat Kristen , tetapi saudara belum juga memiliki Alkitab seperti jemaat Kristen sekarang ini .  Belum ditemukan mesin-cetak ! Sehingga iman jemaat terpelihara hanya dengan berita lisan dari para bapak-bapak gereja saja !  Iman pada apa ? Sudah barang tentu iman pada kematian dan kebangkitan Kristus , sebagai ini iman Kristiani sepanjang masa .

"Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu  dan kamu masih hidup dalam dosamu . Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus ." ( 1 Korintus 15 : 17 - 18  Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas bisa kita baca karena sekarang kita semua mempunyai Alkitab ? Tetapi jemaat zaman dahulu ? Sebelum ditemukannya mesin cetak ? Tidak pernah membaca teks tersebut , selain mendengarnya dari uraian lisan bapa-bapa gereja atau mahasiswa teologi zaman itu .  Namun lihat , iman Kristiani mereka tetap hidup dan menyala-nyala ! Ini bukti yang tak terbantah bahwa Kekristenan bukan lahir dari Alkitab , melainkan dari fakta kematian dan kebangkitan Kristus yang diberitakan secara terus-menerus , dari generasi ke generasi !  Tanpa kematian dan kebangkitan Kristus , kita semua binasa !! Itu beritanya !


Penilaian miring terhadap keempat Injil 

Oleh karena ke 27 Kitab yang berada dalam Perjanjian Baru , ditulis setelah puluhan tahun jemaat Kristen terbentuk , maka banyak orang-orang skpetis di abad modern ini , yang menuduh bahwa  isi keempat Injil  disesuaikan dengan kebutuhan jemaat Kristen saat itu ! Hal ini tidaklah benar sama-sekali , karena keempat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes hanya merekam kembali kehidupan Yesus dan perkataanNya  pada waktu Dia berada di bumi .

Tidak ada satupun dari keempat Injil yang berisikan informasi mengenai peraturan ibadah atau cara-cara baptisan atau model-model jabatan gerejani ! Sama sekali tidak ada ! Ini bukti bahwa apa yang ditulis dalam keempat Injil adalah asli mengenai kehidupan Yesus dan pelayanannya semasa di bumi ,, dan bukan disesuaikan dengan kebutuhan jemaat Kristen !  Peraturan-peraturan seperti itu berada pada surat-surat Paulus , dan Kisah Para Rasul , sama sekali  bukan pada keempat Injil ! 

Jadi mencurigai keempat Injil sebagai tulisan-tulisan yang disesuaikan dengan kebutuhan Jemaat Kristen mula-mula adalah salah sasaran ! Bayangkan jika anda adalah seorang Kristen yang hidup di tahun 1000 Masehi , yang belum mempunyai Alkitab ! Ketika bapa gereja atau uskup sedang menerangkan kehidupan Yesus menurut keempat Injil , saudara tidak akan menemukan bahasan khotbah tentang peraturan gereja , cara-cara perjamuan Kudus , cara-cara babtisan , diakonia , dan sebagainya ! Keempat Injil hanya tulisan-tulisan yang memperkenalkan siapakah Yesus itu  ?  Bagaimana ajaran kasihNya ? Bagaimana Ia mati di kayu salib ? 

Andaikata keempat Injil tidak jujur, bisa saja dituliskan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib , melainkan langsung diangkat ke sorga . Bukankah mati tersalib itu adalah kematian yang paling hina dan memalukan ? Mengapa keempat Injil mencatat hal yang memalukan tersebut ? Bukankah ini berarti bahwa hal penyaliban itu benar-benar terjadi ?!  Namun jika demikian yang terjadi , jika dituliskan Yesus tidak mati di kayu salib , maka berita keselamatan (Kabar Baik) tidak akan tersampaikan ! Sebab justru oleh kematian dan kebangkitan Kristus lah kita diselamatkan ! Ini yang tidak dimengerti oleh dunia , sebagaimana bunyi teks Alkitab di bawah ini : .

"Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa , tetapi bagi kita yang diselamatkan , pemberitaan ini adalah kekuatan Allah ." ( 1 Korintus 1 : 18 Terjemahan LAI 2002 )


Meluruskan yang dibengkokkan : 

Orang-orang skeptis dan orang-orang yang tidak percaya , sering-kali menyerang Kekristenan dari sisi ayat-ayat Alkitab , baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru .  Ada yang bilang Alkitab itu beginilah atau Alkitab itu begitulah dan lain sebagainya .  Dari ayat-ayat Alkitab yang digunakan menyerang , mereka ribut soal hari Minggu , hari Natal dan sebagainya . Mereka juga ribut soal perkataan2 Yesus yang tidak dimengerti oleh mereka  bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% adalah Allah .  Mereka ribut dan mencari-cari ayat bahwa Yesus bukan Allah dan sebagainya .

Mari kita kembali menjadikan diri kita jemaat Kristen zaman dahulu kala , ketika segala sesuatu belum ditemukan ! Hanya dengan iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib , kita diselamatkan ! Hanya oleh itu , dan tidak ada yang lain ! Karena mesin cetak juga belum ditemukan , tidak mungkin ada orang luar yang mendebat kita dari ayat-ayat Alkitab .  Jemaat mula-mula hanya mendengar secara lisan saja kabar baik tentang keselamatan , mereka percaya dan diselamatkan !  Mereka tidak pernah memeriksa ayat-ayat karena mereka tidak memiliki Alkitab ! Kalaupun mereka pernah melihat pasti mereka tidak juga mengerti karena belum ada terjemahan Alkitab dalam bahasa rakyat !

Jadi jelas bahwa keselamatan kita bukan tergantung dari Alkitab atau ayat-ayatnya , bukan tergantung dari hari Minggu , atau hari Natal atau hari apa saja , bahkan bukan tergantung dari cara-cara baptisan , serta bukan tergantung pada ajaran Tuhan Yesus , melainkan mutlak tergantung pada karya salibNya . Mohon dibedakan semuanya itu dengan karya salib Nya ! Tanpa kematian dan kebangkitan  Kristus , kita semua binasa ! Saya ulangi :" Tanpa kematian dan kebangkitan Kristus , kita semua binasa !!  Hanya itu ! Itulah sebabnya Yohanes mencatat ucapan Yesus , berikut ini :

"...Akulah jalan , kebenaran dan hidup ; . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku ." ( Yohanes 14 : 6 Terjemahan LAI 2002 )

Tidak ada keselamatan tanpa melalui Yesus Kristus ! Melalui apanya ? Melalui kematian dan kebangkitanNYa ! Hanya itu ! Tidak ada yang lain ! 


Konklusi 

Hampir 300 tahun jemaat Kristen berkumpul dan bersekutu dalam persekutuan rohani , hanya di rumah-rumah atau kuburan-kuburan (katakombe)  ; mengingat hambatan yang bengis dari pemerintahan Romawi waktu itu . Belum ada bangunan gereja , belum ada bangku-bangku gereja dan bahkan belum ada pegangan Alkitab bagi jemaat biasa !  Semuanya serba belum ada , selain hanya kabar baik bahwa Yesus sudah mati dan sudah bangkit bagi kita !

Sekali lagi saya ajak saudara hidup di tahun 100 Masehi , sebagai orang Kristen ! Jangan lupa , Perjanjian Baru saja baru mulai akan dikanonkan ( bukan dicetak )  pada tahun 200 Masehi ( Kanon Muratori ) . Dengan apa iman kita terbentuk ? Dengan Alkitab ?  Alkitab yang mana ? Belum ada kanon Perjanjian Baru !  Sudah jelas iman keselamatan kita terbentuk oleh Kabar Baik yang diberitakan secara lisan , dari generasi ke generasi , bahwa Yesus telah mati dan bangkit bagi kita !  Dengan kata lain "tanpa kematian dan kebangkitan Kristus yang menyejarah itu , kita semua binasa !"

Oleh karena itu , sekarang , di abad modern ini ,jika  iman kita diobok-obok oleh pendapat dunia tentang Alkitab kita , tentang ayat-ayatnya , tentang tulisan rasul Paulus , tentang ucapan Yesus di dalam Alkitab , tentang konsili-konsili , dan tentang apa saja , berdirilah kokoh dalam satu fakta bahwa sejak terbentuknya Kekristenan mula-mula , iman keselamatan kita bukan tergantung pada apapun juga , selain hanya pada fakta kematian dan kebangkitan Kristus , yang justru pada masa jemaat mula-mula belum sempat dituliskan !

Alkitab hanya berupa penjilidan buku dari bahan kertas ! Hari Raya apapun hanyalah suatu hari ! Baptisan adalah tanda lahiriah bahwa kita orang Kristen , sama seperti sunat untuk orang Yahudi .  Gedung gereja hanyalah suatu bangunan ! Bangku gereja adalah sekedar tempat duduk . Kristen hanya sebuah stigma ! Konsili hanyalah suatu bentuk pertemuan . Semua yang saya sebutkan itu adalah benda-benda mati yang akan binasa pada akhir zaman ! Keselamatan saudara dan saya bukan terletak pada benda-benda mati itu , melainkan pada fakta "kematian dan kebangkitan Kristus " !  Saudara punya sepuluh Alkitab atau tiga Alkitab atau tidak punya Alkitab , sama saja ! Saudara sudah diselamatkan karena Kristus sudah mati dan sudah bangkit bagi saudara !

"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru , diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak Nya , lebih-lebih kita , yang sekarang telah diperdamaikan , pasti akan diselamatkan oleh hidup Nya ! ." ( Roma 5 : 10 Terjemahan Lai 2002 ) 

Kematian dan kebangkitan Kristuslah yang menyelamatkan kita ! Hanya itu ! Sesuai dengan pesan Prof. Craig A Evans dalam bukunya " Fabricating Jesus " agar kita jangan menempatkan iman pada tempat yang salah.;  maksudnya tempatkanlah iman pada fakta kematian dan kebangkitan Kristus ! Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam selalu dari lautan ! ( Capt. Yordan E.P.Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )







Senin, 11 Mei 2015

BENARKAH ALLAH MENOLONG ORANG YANG MENOLONG DIRINYA SENDIRI ?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Pandangan di luar Alkitab  :


Manusia diciptakan Allah dengan sempurna , lengkap dengan akal budi yang menyertainya .  Di dalam akal budinya itu manusia memiliki kehendak di mana kehendak manusia itu bebas tak terkendala oleh apa pun karena manusia adalah mahluk yang bebas untuk menyatakan kehendaknya . Demikianlah kira-kira pandangan filsafat dan humanisme mengenai hakekat manusia ! Berkaitan dengan kehendak bebas , beberapa pandangan di luar Alkitab mengatakan demikian :

(1) Aesop , seorang filsuf penyembah berhala dari agama pagan , kira-kira 500 tahun sebelum Kristus , menulis bahwa :"  The gods help those who help themselves ." ( Dewa-dewa menolong orang yang menolong dirinya sendiri ) .Dalam pandangan Aesop , kehendak manusia itu hidup .dan bekerja sama dengan Allah . Jadi Allah tidak akan menolong seseorang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri .

(2) Euripides , seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa :"  Seek first alone and then cried out to God ." ( Berusahalah sendiri dulu dan baru kemudian berserulah kepada Allah ." )  Demikianlah , dalam pandangan Euripides , kehendak manusia pun hidup serta memiliki peran dalam menentukan nasibnya ! Maksudnya , Allah tidak akan menolong seseorang jika orang itu tidak bisa menolong dirinya sendiri .

(3) Pandangan agama lain :"God will change the destiny of  a person if the person trying to change his own destiny ." ( Allah akan mengubah nasib seseorang jika orang itu berusaha untuk mengubah nasibnya ) . Ini pun berarti sama bahwa Allah tidak akan bertindak kalau manusia tidak bertindak dulu untuk menolong diri sendiri 

Pada gilirannya , pandangan di atas melahirkan pandangan yang tidak Alkitabiah , yaitu " Do your part and God will doing His part ." ( Kerjakan bagianmu dan Allah akan mengerjakan bagianNya ." yang anehnya merembes masuk ke dalam gereja Kristus !



Pandangan teologi gereja lama :

Ketika kehendak bebas manusia masuk ke ranah teologi ,  sejarah mencatat paling tidak ada 3 teori yang mengupas tentang kehendak bebas manusia  !

(1) AGUSTINUS : ( Kasih-Karunia )

 Agustinus ,Bapa Gereja segala abad , yang hidup pada abad ke IV - V Masehi , berpendapat bahwa setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa , kehendak bebas manusia menjadi mati ! Awalnya , kepada manusia diberikan pilihan untuk taat atau tidak taat pada Allah menurut kehendaknya yang bebas. Tetapi manusia telah salah menggunakan kehendaknya yang bebas dengan memilih tidak taat kepada Allah , sehingga manusia jatuh ke dalam dosa dan benihnya pun benih dosa . Kehendak bebas yang pernah dipunyai  sudah dipergunakannya dengan salah , sehingga sekarang menjadi mati dan hilang , dan akibatnya manusia hanya tinggal menunggu bagaimana Allah akan bertindak kepadanya ; dengan kata lain nasib manusia tergantung dari kehendak Allah ! Demikian Agustinus ! 

Lebih lanjut Agustinus berpendapat bahwa sejak kejatuhannya dalam dosa , manusia tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan dirinya ! Puji syukur Allah datang ke dalam dunia , untuk memberi keselamatan pada manusia . Allah hanya memberi tanpa menuntut , dan manusia hanya menerima dengan tangan kosong pemberian Allah itu dengan iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .

(2) PELAGIUS (Usaha Manusia )

Pelagius , seorang rahib , menentang ajaran Agustinus! Menurut Pelagius , rahmad Allah itu terletak pada pemberian kehendak bebas ! Kehendak bebas manusia tidak mati ketika manusia jatuh dalam dosa ! Dosa turunan pun tidak diakuinya ; karena menurut dia tabiat berdosa itu datang dari pengaruh ;lingkungan ,  Oleh karena itu , manusia dapat menyelamatkan dirinya melalui kehendak bebasnya ,dengan memilih apakah melakukan perbuatan baik ataukah tidak ? . Perbuatan baik yang lahir dari kehendak manusia itu sanggup menyelamatkan dirinya .  Demikian pandangan Pelagius .

Menurut saya pribadi , hal itu tidak perlu mengherankan kita , karena mungkin saja Agustinus dan Pelagius sudah pernah membaca ajaran Aesop dan Euripides , dengan hasil yang tidak sama . Agustinus bertahan pada Alkitab , sementara Pelagius terpengaruh oleh ajaran penyembah berhala itu . 

(3) SEMI PELAGIAN ( Kerja sama Allah dengan manusia )

Perselisihan antara Agustinus dengan Pelagius memuncak sehingga mengharu-birukan gereja saat itu . Akhirnya perselisihan kedua orang itu di bawa ke konsili gereja . Pertama di Chatargo , pada tahun 418 M , dimana hasil konsili menyatakan bahwa ajaran Pelagius adalah ajaran sesat ! Pelagius dipecat dan dibuang dari gereja . Kedua pada konsili gereja di Efesus pada tahun 431 M , ajaran Pelagius tetap dinyatakan sesat .

Namun, sekitar seratus tahun kemudian , timbul suatu jalan tengah yang bermaksud mendamaikan ajaran Agustinus dengan ajaran Pelagius . Ajaran ini dikenal dengan nama semi-pelagian ; karena menurut mereka kehendak bebas manusia tidak mati , tidak juga hidup ,melainkan sedang sakit ! Jadi dengan kehendak bebasnya yang sakit itu , manusia belum sanggup untuk menyelamatkan dirinya sendiri sehingga memerlukan bantuan rahmad Allah . Inilah yang terkenal dengan ajaran sinergismne ( kerja sama ) antara manusia dengan Allah . Do your part and God will doing His part ." ( Kerjakan bagianmu dan Allah akan mengerjakan bagianNya )

Tetapi kalau kita cermati , ajaran ini juga terpengaruh oleh ajaran filsuf penyembah berhala Aesop dan Euripides dan ajaran agama lain di luar Kekristenan !  Manusia mengerjakan bagiannya dan Allah mengerjakan bagianNya ; demikian menurut Aesop dan Euripides .



Masa humanisme:

Ajaran sinergisme akhirnya melanda gereja berabad-abad lamanya sehingga pada suatu ketika , tatkala Paus Leo X mengadakan penjualan surat penghapusan siksa dosa (indulgensia ) , Martin Luther , seorang professor teologi waktu itu , memprotesnya !  Pada tanggal 31 Oktober 1517 , Luther menempelkan 95 tesisnya pada pintu gereja Wittenberg , yang isinya memprotes keputusan Paus Leo X . Luther berpendapat bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dari karya penyelamatan Kristus di kayu salib dan sama sekali tidak melibatkan usaha manusia (human effort ) lewat apapun .


Akan tetapi seorang imam dan tokoh humanisme yang pandai , Erasmus menyerang Luther karena Luther mengajarkan bahwa sejak kejatuhan manusia dalam dosa , manusia tidak memiliki kehendak bebas lagi . Jadi manusia tidak sanggup untuk menyelamatkan dirinya , dan hanya oleh anugerah saja manusia memperoleh keselamatannya .  Erasmus membantah dengan tulisannya yang berjudul " Diatribe de Libero Artibrio " ( Uraian tentang kehendak bebas ) .Tetapi Luther membalasnya dengan tulisannya yang berjudul " De Servo  Artibrio " ( Kehendak yang Terikat ) .

Faktanya , Eropa terpecah menjadi dua , sebagian  mengikut Luther , sebagian ,mengikut Paus Leo X !  Perselisihan ini berlangsung lama tanpa dapat dipersatukan lagi , dan akhirnya pada tahun 1555 diadakanlah Perdamaian Agama di Ausburg , dimana Gereja terpecah menjadi dua denominasi yang besar , yakni Gereja Reformasi (Protestan ) dan Gereja Katolik Roma .  Namun , sebelum itu terjadi , Martin Luther sudah meninggal dunia pada tahun 1546 pada usia 62 tahun . Konsili Trente tahun 1563 juga tidak menghasilkan persatuan kembali Gereja Kristus , sehingga sejak saat itu secara definitip gereja terpecah menjadi dua .



Masa lahirnya Armenian dan setelahnya :

Bermula , pandangan Martin Luther tentang pembenaran oleh iman ,diteruskan oleh Yohanes Calvin yang lebih memperdalam pandangan Agustinus dan Luther ! Ia mengajarkan bahwa orang yang diselamatkan adalah adalah orang yang sedari zaman kekekalan telah ditentukan untuk diselamatkan !  Namun setelah Yohanes Calvin meninggal dunia , seorang professor teologi dari Belanda mulai menentang ajaran Calvin . Ia adalah Jakobus Arminius . Ia bersilang pendapat dengan Gomarrus , seorang pengikut Calvin .  Sebab Jakobus berpendapat bahwa dalam keselamatan manusia , manusia berperan di dalamnya lewat perbuatan-perbuatan baik .  Sampai Jakobus Arminius meninggal dunia , perselisihan ini tak terselesaikan . Dalam bukunya " Sejarah Gereja " , H. Berkhof menulis :

"Golongan Gomarrus yang memihak pandangan ini ( maksudnya : pandangan hanya oleh iman ) , merasa  bahwa ajaran Arminius sangat bengis  karena membawa manusia kepada putus asa . Bukankah dengan ajaran itu manusia yang berdosa  disuruh bersandar kepada usaha dan kerajinannya sendiri saja  untuk merebut keselamatan ? " ( H. Berkhof , Sejarah Gerejab hal. 210)

Akhirnya , pada sinode Gereja di Dordrecht pada tahun 1618 M , pandangan Jakobus Arminius yang cenderung pada ajaran Pelagius dan semi-pelagian  ( sekalipun tidak diakui ) dinyatakan sesat ! Sebab manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri sehingga harus tergantung semata-mata hanya pada kasih-karunia Kristus saja !

Namun sejarah mencatat,  sekali pun ajaran Pelagius dinyatakan sesat , dan ajaran Jakobus Arminius juga dinyatakan sesat , pada kenyataannya banyak denominasi gereja yang mengadopsi ajaran mereka sampai pada hari ini . Tuhan mengerjakan bagianNya lewat salib Kristus , dan kita mengerjakan bagian kita lewat perbuatan-perbuatan baik  ; karena mungkin karya Salib Kristus belum selesai dan belum sempurna ? Sehingga perlu diselesaikan dan disempurnakan oleh manusia , berdasarkan kehendaknya yang bebas ?

Keadaan lebih runyam lagi ketika pada abad ke XVII M George Herbert menyatakan :" Help yourself and God will helps you ." ( Tolonglah dirimu sendiri , maka Allah akan menolong kamu ." ) . Di susul kemudian oleh Benyamin Franklin dengan ucapannya : " God helps those who help themselves ." ( Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ) .

Perhatikan ! Bahwa pandangan George Herbert , Benyamin Franklin dan pandangan agama di luar Kekristenan , sama benar dengan pandangan filsuf Yunani yang hidup sebelum Masehi , yakni Aesop dan Euripides ! Karena Aesop dan Euripides hidup lebih dahulu , sudah jelas bahwa Herbert dan Franklin mengadopsi pandangan filsuf Yunani tersebut ! Pandangan ini sangat bertentangan dengan kasih-karunia dalam Alkitab , di mana manusia dipandang dari terang kasih Allah , bahwa manusia tidak sanggup menyelamatkan dirinya sehingga memerlukan belas-kasihan Allah dan harus ditolong !



Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ?

Sekalipun banyak denominasi gereja yang mengadopsi pandangan ini ,namun bagi kita yang mengaku hidup di bawah kasih-karunia Kristus , baiklah kita mengujinya dari dalam Alkitab sendiri .  Sementara itu Dr. Erwin W Lutzer , dalam bukunya yang berjudul " Ten Lies About God " , mengatakan bahwa banyak contoh di Alkitab yang membuktikan bahwa Allah menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri .  Sekarang marilah kita ambil beberapa contoh tersebut :

(1) Kisah Yosafat , Raja Yehuda :

2 Tawarikh 20 : 1 - 28 mengisahkan bagaimana Yerusalem dikepung oleh suatu laskar yang sangat besar , yang terdiri laskar bangsa Amon , Moab dan Meunim . Raja Yosafat tidak dapat berbuat apa-apa , dalam arti , tidak dapat menolong dirinya sendiri . Lalu ia memutuskan untuk menemui TUHAN ( 2 Tawarikh 20 : 3).  Ia mengaku tidak dapat menolong diri sendiri dan ia minta TUHAN bertindak . ( ayat 12 ) .  Lalu TUHAN berfirman kepada orang Yehuda :

"Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur .... " ( 2 Tawarikh 20 : 17 )
"..sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah ." ( 2 Tawarikh 20 : 15.b )

Singkat ceritera , Allah menolong mereka yang tidak mampu menolong diri sendiri , dengan membuat semua musuh Yehuda tewas dan tak seorangpun yang luput , di mana Yosafat dan tentaranya sama-sekali tidak bertempur , sebab yang bertempur adalah Allah sendiri ( ayat 24 ).

(2) Kisah Hizkia , Raja Yehuda :

2 Raja-Raja 19 : 1 - 35 mengisahkan tentang Hizkia , Raja Yehuda yang mengalami pengepungan oleh tentara Asyur di bawah pimpinan Raja Sanherib yang bermaksud menjatuhkan Yerusalem . Hizkia merasa tidak mampu menolong diri sendiri karena memang KemahaRajaan Asyur di zaman itu terkenal kedigdayaannya . Maka ia minta pertolongan TUHAN ( ayat 19 ) . Apakah Allah menolongnya ? Ya , Allah menolong orang yang tidak mampu menolong dirinya sendiri dengan menewaskan semua tentara musuh tanpa orang Yehuda turut berperang ( ayat 35 ).

"Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN lalu dibunuhNyalah seratus delapan puluh ribu orang dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi pagi tampaklah semuanya bangkai orang-orang mati belaka ." ( 2 Raja -Raja 19 : 35 ) .

Kisah Hizkia di atas bukan dongeng ! Ini benar-benar kisah anak manusia yang tidak dapat menolong dirinya sendiri , lalu berseru kepada Allah meminta pertolongan dan Allah menolongnya !

(3) Kisah orang sakit kusta :

Markus 1 : 40 - 42 , mengisahkan tentang seorang yang berpenyakit kusta yang jelas tidak dapat menolong dirinya sendiri . Ia pun dijauhi sanak saudaranya  dan orang lain , karena penyakit kusta menjijikkan !  Waktu ia bertemu Tuhan Yesus ia berkata bahwa kalau Tuhan Yesus mau , Ia dapat menyembuhkannya ." ( ayat 40 ). Apakah Tuhan Yesus menolak menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri ? Tidak !

"Maka tergeraklah hatiNya oleh belas-kasihan  lalu Ia mengulurkan tanganNya ,  menjamah orang itu dan berkata kepadanya ;" Aku mau , jadilah engkau tahir ." Seketika itu juga  lenyaplah sakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir ." ( Markus 1 : 41 - 42 )

Luar biasa ! Orang sakit kusta itu tidak pernah dijamah siapapun karena menjijikkan ! Tetapi Yesus menjamahnya dan menolongnya dan menyembuhkannya ! Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak sanggup menolong dirinya sendiri ?

(4) Kisah orang lumpuh di kolam Siloam :

Yohanes 5 : 1 - 9 mengisahkan seorang yang lumpuh di kolam Siloam (Betesda ) sudah 38 tahun lamanya! Setiap kali kolam itu bergolak , ia tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk lebih dahulu masuk ke dalam kolam itu . Jadi ia tetap tinggal sakit ! Sampai ia bertemu Tuhan Yesus ! Kemudian Yesus menyembuhkan orang lumpuh tersebut .

"Kata Yesus kepadanya ;" Bangunlah , angkat tilammu dan berjalanlah ." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu mengangkat tilamnya dan berjalan ." ( Yohanes 5 : 8 - 9 )

Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak mampu menolong diri sendiri ? Bukankah justru ketika manusia tidak mampu untuk menolong dirinya sendiri , hanya ada satu jalan bagi mereka yang percaya , yaitu ada Allah yang sanggup menolong ?

(5) Keselamatan kita hanya oleh kasih-karunia :

Perjanjian Baru berisi Kabar Baik , yakni kabar keselamatan bagi orang berdosa ! Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan kita , justru ketika kita masih berdosa dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri . ( band. Matius 1 : 21 ) . Kita semua adalah orang yang terhilang dan tidak dapat menolong diri sendiri , dan TUHAN datang mencari kita supaya tidak terhilang lagi .

"Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakKu , melainkan melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku . Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku , yaitu supaya dari semua orang yang telah diberikanNya kepadaKu , jangan ada yang hilang , tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman ." ( Yohanes 6 : 38 - 39 )

Kita semua pada dasarnya terhilang ! Dan tidak dapat menolong diri sendiri dari keterhilangan itu ! Dan Yesus datang menolong kita , supaya kita tidak terhilang , tanpa bantuan kita !. Bukankah ini bukti bahwa Allah menolong orang yang tidak sanggup menolong dirinya sendiri ?

Terlalu banyak contoh di Alkitab tentang Allah menolong orang yang tidak dapat menolong dirinya sendiri , sehingga dengan bukti-bukti Alkitabiah ini , gugurlah pandangan "Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ,"



Konklusi :

Dari contoh-contoh di atas , yang merupakan kejadian konkrit , bukan dongeng , bukan juga kata-kata hikmat , melainkan kejadian nyata di muka bumi terhadap seorang anak manusia , nyata bahwa pandangan Aesop , Euripides , Pelagius , semi-pelagian , Erasmus , Arminius , George Herbert , Benyamin Franklin dan pandangan sinergisme , serta pandangan agama lain tidak cocok dengan Alkitab !  Mereka berkata bahwa "Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri ." , sementara bukti-bukti Alkitab memperlihatkan bahwa Allah menolong orang yang tidak dapat menolong diri sendiri !

Kita cepat tergoda pada pikiran manusia kita ! Misalnya kita hanya mau menolong orang yang menunjukkan sikap positip bahwa ia mau menolong dirinya sendiri ! Kalau mau berusaha , cobalah dulu dengan modal yang ada , baru nanti aku akan membantumu dengan menambah modal ! Pikiran manusia seperti ini sering kita manifestasikan kepada Allah seakan-akan Allah itu juga manusia ! 

Ada seorang Kristen yang divonis dokter harus mati dalam beberapa minggu ke depan karena komplikasi beberapa penyakit pada tubuhnya . Sekarang , dapatkah ia menolong dirinya sendiri ? Dengan apa ? Bukankah dia tinggal menunggu jam kematiannya saja ? Maukah Allah menolong orang yang tidak mampu menolong dirinya sendiri ini ? Orang itu berdoa dengan dibantu oleh para hamba Tuhan dari gereja tempat ia berjemaat ! Apa yang terjadi ? Seluruh penyakitnya hilang ! Allah telah menolong dia yang tidak mampu menolong diri sendiri . !

Terlepas dari semua teori manusia itu , fakta tidak dapat dibantah bahwa begitu banyak contoh di Alkitab bahwa Allah menolong orang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri ! Jika misalnya , Allah hanya mau menolong orang yang menolong dirinya sendiri , sesungguhnya kita semua adalah orang yang terhilang ! Kenapa ? Karena memang kita tidak dapat menolong diri sendiri , lebih-lebih dalam hal keselamatan kekal ! Itu masalahnya .  

Pandangan bahwa " God helps those who help themselves " ( Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri .) dalam banyak hal justru melemahkan iman orang percaya dan merupakan musuh dari kasih-karunia !  Begitu ia tidak dapat menolong dirinya sendiri maka ia berhenti berdoa ! Haruskah begitu ? Tidak ! Justru ketika kita tidak mampu menolong diri sendiri , ada tangan Tuhan yang berkuasa mutlak menolong kita tanpa bantuan kita ! Tuhan Yesus memberkati kita . Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar )

Selasa, 28 April 2015

TUJUH PENYESATAN UTAMA TENTANG YESUS KRISTUS

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI


Mengapa penyesatan harus terjadi ?

Kisah tentang Yesus Kristus tidak habis-habisnya menjadi bahan pembicaraan orang di seluruh dunia , baik melalui media cetak maupun melalui media elektronik ! Tidak ada buku yang ditulis manusia sebanyak buku mengenai Yesus Kristus , banyak yang dibuat  dengan maksud yang baik dan tidak kurang juga yang dibuat dengan maksud yang buruk !  Demikian pula tidak ada kitab yang paling banyak dibaca orang di seluruh dunia , selain Alkitab , baik dengan maksud yang terpuji maupun dengan maksud yang tidak terpuji !  Entah mengapa , kisah mengenai Yesus Kristus ini tidak kunjung habis menjadi bahan ceritera manusia  dari tahun ke tahun , dari abad ke abad , dan sampai sekarang sudah hampir 2000 tahun . Belum lagi dengan film-film yang diproduksi oleh para produsen film , ada yang menampilkan Yesus sebagaimana fakta sejarah tetapi tidak kurang pula yang melecehkanNya  secara vulgar . Misalnya film "Jesus Christ Super Star (1973) " , The Last Temptation of Christ (1988) " dan "The Da Vinci Code (2006)" .

Tidak kunjung bosan manusia mencari-cari sisi buruk Kristus atau mencari-cari kesalahan Injil yang menceritakan hal mengenai Yesus , baik melalui tulisan maupun film-film layar lebar !  Tidak ada orang yang sepanjang sejarah manusia dalam abad-abad Masehi ini  terus menerus diceritakan  dengan berbagai bagai versi , termasuk versi penyesatan , selain Yesus  ! Mengapa penyesatan itu harus terjadi ?  Jawabannya ada pada ucapan Yesus sendiri , kira-kira 2000 tahun yang lalu , berikut di bawah ini :

" Yesus berkata kepada murid-muridNya :" Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan , tetapi celakalah orang yang mengadakannya ." ( Lukas 17 : 1 Terjemahan LAI 1987 ) 

"Eipe de proV touV  maqhtaVx  Adunaton einai na mh  elqwsi ta skandalax plhn ouai eiV ekeinon, dia tou opoiou ercontai ." ( Lukas 17 : 1 Greek Modern Text ) 

Teks bahasa sumber Yunani menuliskan kata " skandala "  yang berasal dari kata " skandalizo " yang mengandung makna " hal yang menyebabkan orang tersesat " !  Dengan demikian , bahwa harus terjadi penyesatan ! Tidak bisa tidak , penyesatan harus terjadi ! Sebab yang mengucapkan adalah Tuhan Yesus sendiri , di mana ucapanNya ini bersifat nubuatan , artinya harus terjadi di kemudian hari ! 

Oleh karena itu , jika kemudian kita mendengar atau membaca atau melihat model-model penyesatan mengenai Yesus Kristus , sesungguhnya bagi kita , orang-orang Kristiani , tidak perlu heran dan terkejut , karena hampir 2000 tahun yang lalu , Dia telah mengatakannya .  Mungkin pada waktu itu , para muridNya belum mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus ! Tetapi di kemudian hari , sejak kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati , mereka baru mengerti bahkan mengalami sendiri , betapa Dewan Sanhedrin , Dewan Agama Yahudi , menyebarkan berita bahwa mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya . Inilah penyesatan tentang Yesus Kristus yang pertama terjadi di bawah kolong langit ini . ( Matius 28 : 11 - 15 ).

Begitu cepatnya penyesatan lahir , justru ketika Yesus baru saja bangkit dari antara orang mati ! Hal itu tidak perlu mengherankan kita , sebab sudah pasti iblis tidak akan tinggal diam . Dalam kurun waktu hampir 2000 tahun penyesatan demi penyesatan terjadi ! Sudah barang tentu tujuan dari penyesatan penyesatan tersebut adalah untuk merontokkan Kekristenan yang memang sudah dimulai dari zaman kekaisaran Romawi dahulu kala . Akan tetapi  Kekristenan tidak mungkin akan rontok bahkan bertambah subur  , sebab Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya , dahulu , sebelum Dia melaksanakan karya penyelamatanNya di kayu salib ,

"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah .  Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada  di bumi . Tetapi apabila ditaburkan benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain .... " ( Markus 4 : 31 - 32  Terjemahan LAI 2002 ) 

Teks di atas membuktikan bahwa apapun yang dilakukan untuk merontokkan Kekristenan tidak akan pernah berhasil , karena Tuhan Yesus sudah menjanjikan bahwa , sekali pun pada waktu itu Kekristenan sangat kecil jumlahnya dibandingkan dengan ajaran kepercayaan yang sudah ada pada waktu itu , dengan berjalannya waktu , Kekristenan akan tumbuh dan tumbuh dan akhirnya  menjadi lebih besar dari segala "sayuran" yang lain .  Hal itu sudah terbukti dengan penggenapannya sekarang ini !


 Namun , sebelum iblis dibelenggu , selama itu pula ia tetap bersemangat menyebarkan kebohongan kebohongan yang menyesatkan . Apakah saja model-model penyesatan tersebut ? Di bawah ini akan diulas secara singkat tujuh penyesatan yang paling utama yang dialami oleh dunia Kekristenan mengenai Yesus Kristus . Mengingat sempitnya tempat untuk menulis , ulasan demi ulasan dibatasi .


Tujuh penyesatan utama tentang Yesus Kristus :


(1) Yesus tidak pernah ada  : Dalam upaya meruntuhkan iman Kristiani , iblis melalui agen-agennya , terutama orang-orang atheis , menyebarkan berita dalam bentuk tulisan maupun lisan , bahwa yang namaNya Yesus itu tidak pernah ada di dalam sejarah ! Jadi dengan kebencian yang amat sangat kelompok ini menegaskan bahwa tokoh Yesus itu adalah fiktif , yang hanya dikarang-karang oleh jemaat Kristen awal tempo dulu .  Banyak tulisan dari orang-orang yang dalam kapasitas pakar , yang secara berapi-api mengatakan bahwa kisah tentang Yesus itu tidak historis .

Di antara orang-orang yang skeptis adalah Ketua Atheis USA  ,  Ellen Jhonson yang mengatakan bahwa Yesus adalah khayalan orang-orang Kristen awal dan hanya mitos seperti mitos-mitos Yunani dan Romawi yang lain ! Jadi yang namaNya Yesus itu tidak pernah ada , cuma diada-adakan saja . Tidak kalah hebat lagi adalah penganut atheis Bertrand Russel ; yang dalam bukunya "  Why I am not Christian ? " mengatakan bahwa keberadaan Yesus sebagai manusia nyata meragukan karena kurangnya bukti historis ! .

Kita tidak boleh terkecoh oleh bualan mereka , sebab bukti bahwa Yesus itu nyata pernah ada di muka bumi , justru datang dari pihak non-Kristiani , di antaranya adalah  Talmud Yahudi dan tulisan sejarahwan abad pertama Josephus Flavius . Bagian Talmud Yahudi bahkan menyebutkan bahwa Yesus adalah "ben pandera " artinya anak-haram dari wanita pezinah ! Bahkan di Indonesia , bukti keberadaannya di tulis dalam Sejarah Dunia yang dipelajari oleh anak-anak di SMA . Bagaimana mungkin dikatakan bahwa  bukti historisnya kurang ? Ya maklumlah , mereka adalah orang atheis ( anti Tuhan )

Bukti keberadaan Kristus di muka bumi ini berkaitan langsung dengan pelayananNya , kematian dan kebangkitanNya ! Jika Ia tidak pernah ada , maka sudah barang tentu pelayananNya pun tidak pernah ada , serta kematian dan kebangkitanNya pun cuma dongeng belaka . Dan Kekristenan ternyata adalah suatu agama yang diletakkan di atas dasar penipuan ! Apakah demikian ? Tidak ! Mari lanjutkan membacanya .

(2) Yesus bukan TUHAN  :  Kelompok ini percaya bahwa Yesus benar-benar pernah ada secara nyata di muka bumi , tetapi Dia sama sekali bukan Tuhan dan bahwa Dia hanya manusia biasa , seorang petani Yahudi saja . Pernyataan seperti ini datang dari Marcus Borg , seorang teolog liberal, pada simposium "Jesus at 2000 " yang diprakarsainya pada tahun 1996.  Bermula pandangan seperti ini lahir dari Arius , seorang presbiter di Alexandria abad ke IV Masehi .  Ia mengatakan bahwa Yesus benar-benar manusia dan bukan Tuhan dan bukan pula setengah Tuhan ! ( H. Berkhof , Sejarah Gereja ) .

Tetapi pada konsili Nicea 325 M , ajaran Arius dinyatakan sesat oleh gereja dan Arius dibuang ! Namun ajarannya itu berkembang menjadi liar , sehingga dewasa ini terdapat kelompok yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan , antara lain adalah kelompok theosofi  , watch tower (Saksi Yehovah)  , unitarian ( Kristen Tauhid ) , modern theology , Christian Science , spiritualisme , dan . New Age Movement (Gerakan Zaman Baru ) . Pada zaman sebelum Konsili Nicea , Yudaisme (agama Yahudi) juga tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias !

Kita tidak perlu menanggapi bualan mereka , sebab hal-ihwal mengenai Yesus adalah Tuhan hanya dapat dibuktikan dari Alkitab dan tidak dapat dibuktikan dari sejarah karena menyangkut hal yang adikodrati ! Seluruh umat Kristiani sejati mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan yang masuk ke dalam sejarah manusia dan dapat dirasakan kehadiranNya dalam sejarah gereja dari abad ke abad !

(3) Yesus tidak pernah mati di kayu salib  :  Ini pun kelompok yang percaya bahwa Yesus itu pernah ada di muka bumi ! Namun menurut mereka Yesus tidak pernah mati di kayu salib . Teori venturini mengatakan bahwa Ia hanya pingsan , dan kemudian dirawat . Setelah sembuh, ia  melarikan diri ke India dan hidup berkeluarga sampai meninggal dunia di sana . Teori pelenyapan deus ex machina , mengatakan bahwa Yesus dibuat menghilang , lalu orang yang menyerupai Dia yang disalib .  Semua teori buatan manusia itu gugur berantakan tanpa bukti sejarah !

Bahkan bukti-bukti di luar Alkitab bertebaran , bahwa memang betul Yesus mati di kayu salib ! Kita tidak dapat mengabaikan tulisan para sejahrawan abad ke I dan II Masehi , antara lain Josephus Flavius , Tacitus , Mara Bar Serapion , Lucian dari Samosata , Tallus  dan lain lain . Bahkan Talmud Yahudi " Talmud Babylonian : juga menyebutkan kematian Yesus di kayu salib . Kita juga tidak dapat mengabaikan penemuan arkeologi , di antaranya penemuan Inkripsi  Pilatus  " Pilate Inscription" yang menyatakan bahwa Yesus dihukum mati di kayu salib ! Bahkan James Tabor , pengarang buku Jesus Dynasti  yang anti kebangkitan Kristus , mengakui bahwa Yesus mati di kayu salib .

Jadi segala bualan mereka yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mati di kayu salib ,  patah berantakan berhadapan dengan bukti historis dan arkeologis ! Ada banyak bukti di luar Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus di hukum mati di kayu salib oleh prokurator Pntius Pilatus di zaman pemerintahan Kaisar Romawi , Tiberius , penerus Octavianus Augustus .

(4) Yesus tidak pernah bangkit dari antara orang mati :   Kelompok ini juga mempercayai Yesus memang seorang tokoh dalam sejarah manusia . Namun mereka menyebarkan kebohongan tentang kebangkitan Kristus dengan berbagai teori , mulai dari teori mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya , mayat Yesus dipindahkan oleh para lawanNya , teori halusinasi yang berpendapat bahwa para pengikut hanya berhalusinasi dan teori mitos yang mengatakan bahwa kisah kebangkitan Yesus hanya menjiplak mitos dewa-dewa Yunani dan Romawi .

Tetapi semua teori mereka gugur tak berbentuk lagi ketika berhadapan dengan kekuatan "hukum bukti " , baik yang dari luar Alkitab maupun yang dari dalam Alkitab !  Karenanya , kita tidak perlu memikirkannya , sebab kalau kita ingat perkataan Tuhan Yesus tentang harus adanya penyesatan , hal itu tidak perlu membuat kita heran . Lagi pula tulisan sejahrawan abad pertama Masehi , Josephus Flavius juga mencatat tentang kebangkitan Kristus .  Sementara itu Sir  Leonel Luckhoo seorang pakar hukum-bukti yang paling terkenal mengatakan :

"Bukti kebangkitan Yesus Kristus begitu banyak dan kuat sehingga harus diterima tanpa ada keraguan sama sekali ."  ( Sir Leonel Luckhoo ) 

Sementara itu ,mengenai hukum bukti yang menguatkan kebangkitan Kristus sebagai suatu fakta sejarah , Henry Morris mendefinisikan sebagai berikut :


" Hukum bukti yang terkenal berkata bahwa kesaksian dari beberapa saksi mata yang berbeda, masing-masing melaporkan dari sudut pandang mereka secara khusus, memberikan bukti yang paling kuat apabila kesaksian itu memuat kontradiksi yang dangkal yang menyelesaikan kontradiksi itu melalui penyelidikan seksama dan secara ketat . "

Itulah situasi sebenarnya dengan berbagai saksi kebangkitan Kristus ! Dalam hal ini , Profesor Simon Greenleaf , pendiri Sekolah Hukum Harvard , sependapat bahwa kebangkitan Kristus itu nyata melalui bukti hukum , yang melibatkan murid-murid dan pengikut Yesus sebagai saksi mata !

(5) Yesus tidak pernah bermujizat :   Kelompok ini pun percaya bahwa Yesus pernah ada di dunia .namun mereka skeptis terhadap mujizat yang dilakukanNya . Pandangan ini datang justru dari kelompok theolog liberal yang dimulai dari abad ke XIX M dengan teori historis kritis .  Semua yang bernuansa supranatural tidak mereka percayai ! Jadi mereka ingin membuat Alkitab menurut pikiran mereka yang rasional !  Dengan perkataan lain , Alkitab harus tunduk pada mereka dan bukan mereka yang tunduk pada Alkitab . Yang terkenal adalah Rudolf Bultman , teolog Jerman pada pertengahan Abad ke XX  , dengan demitologisasi-nya , yang benar-benar menolak apapun yang bernuansa adikodrati ! Kemudian menyusul Profesor Robert Funk dan Dominican Crossan  dalam "Jesus Seminar" yang sempat menggemparkan Amerika Serikat pada penghujung abad ke XX yang lalu .

Tetapi tulisan-tulisan kuno justru berkata lain ! Tulisan Celsus yang anti Kristen justru mengakui bahwa Yesus melakukan mujizat . , walaupun ia mengatakan bahwa mujizatNya itu datang dari sihir yang dipelajariNya di Mesir . Ada lagi yang mengatakan bahwa Ia belajar sihir ke India , sehingga bisa bermujizat . Tetapi saudara lihat , subtansi dari mujizat yang dilakukan Yesus diakuinya ! Belum lagi tulisan kuno, yang ditulis di atas papirus dengan bahasa Koptik ,  yang berisi mantra-mantra penyembuhan , yang selalu mengkaitkan nama Yesus ! Tulisan tulisan kuno tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja, bahwa memang benar Yesus melakukan banyak mujizat !

Dalam perkembangannya, sekarang ini teori historis kritis tidak lagi diakui ! Karena para pakar hukum alam mengatakan bahwa suatu pengecualian bisa terjadi pada hukum alam yang tidak dapat diketahui bagaimana terjadinya ; itulah mungkin yang disebut mujizat . Dengan perkataan lain , pada zaman modern ini , justru para pakar hukum alam mempercayai bahwa mujizat itu ada !


(6) Yesus mati bukan menebus dosa manusia :  Kelompok ini juga percaya bahwa Yesus pernah hidup di muka bumi . Hanya mereka tidak percaya bahwa kematian Yesus sebagai penebus dosa manusia .Pandangan ini datang dari kelompok yang skeptis pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib . Mereka menggunakan teori X dan Y; di mana di katakan bahwa tidak mungkin dosa manusia Y di tebus oleh kematian manusia X .  Setiap manusia , menanggung dosanya masing-masing dan tidak bisa diwakilkan kepada manusia lain .  Sangat janggal kalau dosa manusia Y harus ditimpakan kepada manusia X . Ini tidak logis !

Pendapat mereka itu benar, jika X dan Y adalah sama-sama manusia biasa ! Akan tetapi , yang tergantung di kayu salib itu bukan manusia biasa ; melainkan Dia adalah Tuhan itu sendiri ! Manusia mana yang bisa memprotes Tuhan jika Dia menggunakan caraNya sendiri untuk menebus dosa manusia ? Jikalau Yesus bukan Tuhan , memang masuk akal kalau Dia tidak mungkin menebus dosa orang lain . Namun Dia adalah TUHAN itu sendiri , yang dengan caraNya menebus kita dari kematian kekal .

Jadi teori X dan Y ini berangkat dari ketidak-percayaan bahwa Yesus adalah Tuhan ! Jadi kalau orang berangkat dari ketidak-percayaan bahwa Yesus adalah Tuhan , maka bagi mereka mujizat Yesus pun tidak diakui ! PenebusanNya di kayu salib juga tidak akan diakui . KebangkitanNya pun pasti tidak akan diterima.. Sebab teori X dan Y menempatkan si X yang manusia dan si Y juga manusia !

(7) Trinitas itu kebohongan :   Kelompok ini pun mengakui keberadaan Yesus di dunia ! Tetapi mereka menyatakan bahwa dogma Trinitas mengenai Kesatuan Yang Tiga , Bapa , Anak dan Roh Kudus , adalah buatan orang Kristen sendiri melalui Konsili Nicea 325 M tanpa dasar Alkitab ! Penentangan terhadap Trinitas inilah yang melahirkan ajaran bias bahwa Yesus bukan Tuhan ! Yang dianggap sebagai Tuhan hanyalah Bapa saja ! Roh Kudus pun bukan Tuhan ! Jadi konsep "KetigaNya yang Esa " itu hanya buatan Gereja belaka . Itulah tuduhan mereka !

Tetapi kalau kita cermati Alkitab dalam bahasa asli Ibrani , nyata bahwa Trinitas itu Alkitabiah ! Kata Ibrani "elohim" pada Kejadian 1 : 1 menyiratkan Trinitas , sebab kata itu adalah kata Ibrani plural yang bersifat singular . Lagi pula Bapa Bapa Gereja zaman dahulu tidak mungkin salah menafsir sehingga mendapatkan dogma yang sesat ! Perhatikan teks Alkitab di bawah ini :

"Berfirmanlah Allah :" Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita .... " ( Kejadian 1 : 26 Terjemahan LAI 1987 )

Perhatikan frasa kata "Kita" dalam teks di atas ! Jadi tidak perlu menunggu Konsili Nicea untuk merumuskan Trinitas ! Kata "Kita" sudah menunjukkan arti plural yang bersifat singular dari pengertian Trinitas !  Konsili Nicea bukan melahirkan Trinitas , sebab sebelum konsili itu digelar , semua Bapa Gereja sudah memilki iman pada Bapa , Anak dan Roh Kudus sebagai TUHAN Yang Esa sesuai dengan ajaran para rasul di abad pertama Masehi dan sesuai pula dengan Alkitab ! Konsili Nicea hanya mengesahkannya saja , akibat perlawanan Arius yang sesat !

Pertanyaan yang jujur adalah mengapa timbul Konsili Nicea ? Kenyataannya Konsili Nicea bukan akan membicarakan masalah Trinitas ! Konsili itu digelar karena Arius , mengajarkan bahwa Yesus bukan Tuhan ! Jadi digelarlah Konsili itu untuk mengesahkan pemahaman Trinitas yang sudah terlebih ada di dalam gereja Kristen , dan memecat serta membuang Arius dari Gereja . 


Bagaimana mengantisipasi penyesatan itu ?

Iman Kristiani bukanlah iman yang buta ! Saudara harus menanamkan dalam hati bahwa Kekristenan lahir setelah Yudaisme ! Sekalipun orang Yahudi  memiliki Alkitab Perjanjian Lama , namun mereka yang non-Kristiani , tidak pernah memiliki iman pada Kristus Yesus !  Iman kita adalah iman yang berdasarkan pada fakta ! Itu harus kita ingat terus ! Berdasarkan pada fakta sejarah ! Bukan iman pada sesuatu di angan-angan dan tidak jelas . Mengapa ? Karena TUHAN yang kita percaya dalam Perjanjian Lama telah masuk dalam sejarah manusia , menjadi manusia Yesus yang nyata ada di muka bumi waktu itu !

Bahwa saya percaya Yesus pernah mati tersalib di bukit Calvary , bukan iman yang buta ! Saya percaya hal itu , karena hal Yesus mati di kayu salib itu adalah fakta sejarah , dalam arti benar-benar terjadi di muka bumi pada tahun 30 M di zaman pemerintahan Kaisar Romawi , Tiberius , sewaktu prokurator tanah Yudea adalah Pontius Pilatus ."  

Menurut teori iman dari semua kepercayaan , iman adalah suatu dalil tanpa bukti ! Contohnya , orang Zoroastrian percaya pada sesembahan mereka yang bernama Azura Mazda ! Mereka memiliki iman pada Azura Mazda , meskipun Azura Mazda itu tidak pernah ada di muka bumi , dalam arti tidak menyejarah , tidak historis !  Teori iman seperti itu bermasalah dengan Kekristenan ; sebab iman Kristiani bukan seperti itu . Iman Kristiani adalah iman yang berdasarkan fakta sejarah . Jadi , di dalam Kekristenan , iman dan fakta segaris , menjadi satu !


" Saya percaya pada kebangkitan Yesus dari antara orang mati , dan iman saya ini pun bukan iman yang buta . Saya percaya akan kebangkitan Kristus , sebab kebangkitanNya itu bukan dongeng, bukan legenda dan bukan mitos ; tetapi benar-benar fakta sejarah ! Yesus bangkit dari antara orang mati  , sesuai hukum bukti tidak perlu diragukan lagi . Itulah yang saya imani . Iman dan fakta sejalan ! "

Demikianlah cara kita dalam mengantisipasi datangnya penyesatan ! Apa yang kita percayai dengan iman kita bukanlah sesuatu yang terjadi di negeri antah-berantah , melainkan secara riil terjadi di muka bumi ini , masuk dalam sejarah manusia sebagai suatu kejadian yang nyata ! Sudah merupakan tugas para penyampai firman dalam memberikan wawasan pada jemaatnya untuk membuat mereka mengerti bahwa kisah tentang Yesus itu bukan dongeng , bukan mitos dan bukan berada di angan-angan , melainkan betul-betul suatu peristiwa yang terjadi di bawah kolong-langit ini !

Mengapa saya berkata begitu ? Sebab saya punya pengalaman ! Ketika saya bertanya kepada seluruh jemaat yang berada dalam ruangan gereja :" Dari mana saudara percaya bahwa Yesus mati tersalib di kayu salib ? Dari mana saudaraku ?"  Tidak ada yang menjawab , ketika kemudian satu dua orang mengacungkan tangan sambil menjawab :" Katanya begitu di Alkitab ! " Lihat saudara ! Dia mengatakan :" Katanya begitu ! Jadi rata-rata iman mereka belum menyatu dengan fakta , karena mereka belum tahu bahwa kejadian penyaliban itu fakta , bukan katanya !

Saya bertanya lagi :" Dari mana saudara percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati?"Lagi-lagi mereka menjawab :" Katanya Alkitab begitu ! " Jawaban seperti ini terlalu lemah , karena jika jemaat tidak diberi informasi mengenai fakta sejarahnya , pada waktu penyesatan datang , mereka mudah tumbang ! Harus diinformasikan bahwa iman Kristiani adalah iman yang berdasarkan fakta !


Konklusi :

Kita harus waspada dan selalu siap sedia seperti lima gadis yang menjemput mempelai pria dengan pelita dan minyak yang cukup ! ( Matius 25  : 1 - 4 ) . Pada akhir zaman di mana kita hidup sekarang ini , penyesatan makin menjadi-jadi , bahkan masuk menyusup ke dalam tubuh gereja tanpa kita sadari ! Oleh karena itu , haruslah selalu kita ingat bahwa semua penyesatan tentang Yesus Kristus hanyalah buatan iblis melalui manusia-manusia yang mau diperalatnya .

"Sebagaimana dahulu nabi-nabi palsu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru  palsu . Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan demikian segera mendatangkan  kebinasaan atas diri mereka ." ( 2 Petrus 2 : 1 ) 

Dalam mengulas teks Alkitab di atas , Dr. R.L Hymers .Jr  mengatakan :"  Ini adalah seseorang yang mengingkari pribadi Yesus Kristus dan mengingkari bahwa Ia telah mati di  kayu salib untuk dosa-dosa kita dan bahwa Ia telah membeli kita dengan darahNya sendiri yang mahal ! Ini bukanlah doktrin Kristen yang sepele  ! Ini adalah inti-sari Kristiani !  Orang yang mengingkari pribadi Yesus dan pekerjaanNya dalam definisi Alkitabiah , bukanlah orang Kristen sama sekali ! Ia adalah anti Kristen ! Ia penentang Injil !  Ia adalah orang bidat , yaitu orang yang belum diselamatkan ."


Bagi saya pribadi dan bagi saudara juga , kematian dan kebangkitan adalah inti-sari Kekristenan , yang dalam bahasa saya " Inti Pesan Kristiani " ! Itu adalah suatu fakta historis yang saya imani ! Tanpa fakta itu , yang namanya Kekristenan tidak akan pernah ada ! ( 1 Korintus 15 : 14 - 17 )  Jadi di sini kita dapat melihat bahwa Kekristenan tidak lahir dari budaya manusia , bukan juga dari filsafat manusia , melainkan dari fakta sejarah tentang Yesus yang mati dan bangkit ! Sepanjang pemahaman seperti ini kita pegang teguh , penyesatan tidak akan punya kekuatan untuk menyerang kita .
Tuhan Yesus memberkati kita ! Salam selalu dari laut ! ( Capt. Yordan E.P.Sihombing SH.M.Ap )